Anda di halaman 1dari 15

BAHAN AJAR

SEGITIGA

A. Identitas
Satuan Pendidikan : SMP Negeri V Jakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII (Tujuh)
Alokasi Waktu : 4 pertemuan/8 JP (8×@40 menit)

B. Kompetensi Dasar (KD)

KD 3.11 : Mengaitkan rumus keliling dan luas untuk berbagai jenis segiempat
(persegi, persegi panjang, belah ketupat, jajar genjang, trapesium,
dan layang-layang) dan segitiga.
KD 4.11 : Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas dan
keliling segiempat (persegi, persegi panjang, belah ketupat, jajar
genjang, trapesium, dan layang-layang) dan segitiga.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Peserta didik mampu menentukan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi atau sudut yang
diketahui dengan tepat.
2. Peserta didik mampu menentukan jumlah sudut pada segitiga jika diketahui besar sudutnya
dengan benar.
3. Peserta didik mampu menghitung besar sudut luar segitiga jika sudut dalam segitiga diketahui
dengan benar.
4. Peserta didik mampu menentukan ukuran sisi-sisi yang dapat dibentuk menjadi suatu segitiga
dengan benar.
5. Peserta didik mampu melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu segitiga jika
diketahui langkah pembuatannya dengan benar.
6. Peserta didik mampu menghitung keliling segitiga jika ketiga sudutnya diketahui dengan tepat
7. Peserta didik mampu menghitung keliling segitiga jika hanya diketahui dua sisi
(menggunakan konsep phytagoras) dengan tepat.
8. Peserta didik mampu menghitung luas segitiga jika diketahui alas dan tingginya dengan tepat.
9. Peserta didik mampu menghitung luas segitiga jika ketiga sisinya diketahui dengan tepat.
10. Peserta didik mampu menaksir luas bangun datar tak beraturan jika menggunakan kertas
berpetak dengan benar.
11. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling
segitiga jika sisinya diketahui dengan tepat.
12. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan keliling
segitiga jika hanya diketahui dua sisi (menggunakan konsep phytagoras) dengan tepat.
13. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas segitiga
jika alas dan tinggi segitiga diketahui dengan tepat.
14. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas segitiga
jika ketiga sisinya diketahui dengan tepat.

D. Materi Ajar
 Jenis-jenis segitiga
 Jumlah sudut-sudut segitiga
 Sudut luar segitiga
 Ketaksamaan segitiga
 Keliling dan luas segitiga
 Melukis garis istimewa pada segitiga
 Menaksir luas bangun datar tak beraturan

E. Uraian Materi

SEGITIGA
1. Pengertian Segitiga
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak terdapat benda yang memiliki bentuk
permukaan seperti segitiga seperti pada gambar berikut.

Gambar 1. Piramida Gambar 2. Kue bolu Gambar 3. Binder Clip


Segitiga adalah adalah bangun datar yang dibatasi oleh tiga buah sisi dan mempunyai tiga
buah titik sudut.

2. Jenis-jenis Segitiga
Jenis-jenis segitiga dapat ditinjau dari unsur-unsur berikut :
 Berdasarkan panjang sisi
 Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya tidak sama panjang.
 Segitiga sama kaki adalah segitiga yang (hanya) memiliki dua buah sisi yang sama
panjang.
 Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.

Segitiga sama kaki

Segitiga Sembarang Segitiga sama sisi

 Berdasarkan besar sudut


 Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip.
 Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku.
 Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya tumpul.

Segitiga siku-siku

Segitiga lancip
Segitiga tumpul

3. Jumlah sudut-sudut segitiga


Jumlah sudut dari segitiga adalah 180 ° . Untuk mengetahui pembuktiannya dapat
dilakukan dengan mengukur masing-masing sudut yang terbentuk dengan menggunakan
busur derajat.
Contoh Soal :
a + b + c = 180 °
a. Tentukan besar sudut C !

Penyelesaian :

∠A+∠B+∠C = 180 °

55 ° +60 °+∠C=180 °
115 ° +∠C=180 °
∠ C=65 °

b. Tentukan nilai dari x !

Penyelesaian :

3 x+ 5 x + x=180 °
9 x=180 °
x=20 °

4. Sudut luar segitiga


Sudut luar segitiga adalah sudut yang dibentuk oleh sisi segitiga dan perpanjangan
sisi lainnya dalam segitiga. Berdasarkan gambar berikut, AB
´ diperpanjang menjadi AQ
´ dan CA
´

diperpanjang menjadi CP
´ . ∠PAB dan ∠CBQ merupakan

sudut luar segitiga, sedangkan ∠CAB, ∠ABC, dan ∠BCA


merupakan sudut dalam segitiga. Sudut luar dan sudut
dalam segitiga yang bersisian membentuk hubungan
saling bersuplemen (berpelurus) sehingga jumlah
kedua sudutnya adalah 180° . ¿∠CAB= 180° )

Contoh Soal :
a. Tentukan besar sudut x !

Penyelesaian :

∠ CAB+ ∠ PAB=180 °

5. Ketaksamaan segitiga
Pada setiap segitiga selalu berlaku bahwa jumlah dua buah sisinya selalu lebih panjang
daripada sisi ketiga. Jika suatu segitiga memiliki sisi a, b, dan c maka berlaku salah satu
dari ketidaksamaan berikut.

i. a + b > c

ii. a + c > b

iii. b + c > a

Contoh Soal :

Dapatkah membentuk sebuah segitiga dari ukuran 6 cm , 12 cm dan 20 cm ?

Penyelesaian :
Misal a = 6 cm , b = 12 cm dan c = 20 cm
a + b > c ===> 6 + 12 > 20 (Salah)
a + c > b ===> 6 + 20 > 12 (Benar)
b + c > a ===> 12 + 20 > 6 (Benar)
Karena ada 1 ketaksamaan yang tidak dipenuhi maka kesimpulannya kita
tidak dapat membentuk sebuah segitiga dari ukuran 6 cm , 12 cm dan 20 cm

6. Keliling dan luas segitiga


Keliling Segitiga
Keliling segitiga dapat diperoleh dengan menjumlahkan ketiga sisinya.

K=sisi 1+ sisi 2+ sisi 3


atau
K=¿ a + b + c

Contoh soal :
a. Pada gambar berikut ΔABC sama kaki dengan panjang AB = 12 cm dan
AC = 8 cm. Hitunglah keliling segitiga tersebut!

Penyelesaian :

Panjang AB = BC = 12 cm.
K= AB+ BC + AC
¿ 12+12+8
¿ 32
Jadi, keliling ΔABC adalah 32 cm.

b. Tentukan keliling segitiga berikut!


Teorema Phytagoras

c= √ a 2+ b2

a=√ c 2−b2

b=√ c 2−a2

Penyelesaian :

Karena segitiga tersebut siku-siku dan hanya diketahui 2 sisi saja, maka sisi
yang belum diketahui dapat dicari dengan menggunakan teorema
phytagoras.
K=a+b+ c
a=√ c 2−b2
¿ 6+8+ 10
2 2
a=√ 10 −8
¿ 24
a=√ 100−64
Jadi, keliling segitiga
a=√ 36=6 adalah 24 cm
Luas Segitiga
Peserta didik dapat menggunakan pendekatan luas segiempat (persegi panjang)
seperti pada gambar sehingga diperoleh rumus berikut.

1
L= × a ×t
2

Jika ketiga sisi dari segitiga diketahui, maka untuk menghitung luas segitiga dapat
digunakan rumus berikut.

L= √ s ( s−a )( s−b ) ( s−c )


dengan
1
s= ( a+b+ c )
2

Contoh soal :
a. Luas sebuah segitiga ialah 84 cm2 dan panjang alasnya 12 cm. Tentukan tinggi segitiga
tersebut!

Penyelesaian :

1
Luas= ×a ×t
2
1
84= ×12 ×t
2
84=6 t
84
t=
6
t=14 cm
b. Tentukan luas segitiga ABC!

Penyelesaian :

Alas = AB = 16 cm
Tinggi (sisi yang tegak lurus
dengan alas) = 12 cm

1
Luas= ×a ×t
2
1
¿ ×16 ×12
2
¿ 96 cm2

c. Ibu memiliki sebuah toples segitiga yang berukuran panjang masing-masing sisinya
adalah 20 cm, 24 cm, dan 20 cm. ibu akan mengisi toples tersebut dengan kue. Agar
kue tersebut tidak kotor, ibu ingin memberinya alas dengan kertas. Berapa cm 2 kertas
yang dibutuhkan ibu?

Penyelesaian : L= √ s ( s−a )( s−b ) ( s−c )


1
s= L= √32(32−20)(32−24)(32−20)
( a+b+ c)
2
L= √ 32(12)(8)(12)
1
s= ( 20+ 24+20 )
2 L= √ 36864=192 cm2
s=32
7. Melukis garis istimewa pada segitiga
Garis istimewa pada segitiga terdiri dari garis tinggi, garis berat, garis tinggi, dan garis
sumbu.
Garis Tinggi
Garis tinggi adalah garis yang ditarik dari sebuah titik sudut dan tegak lurus terhadap
sisi di hadapannya.

Langkah-langkah membuat garis tinggi


N Langkah-langkah Kegiatan Keterangan
o
1 Gambarlah segitiga ABC sebarang

2 Buatlah busur lingkaran dari titik A


sebagai titik pusat sehingga busur
lingkaran tersebut memotong garis BC di
titik K dan L

3 Buatlah busur dari titik K dan L sebagai


titik pusat dengan jari-jari yang sama
panjang, sehingga kedua busur tersebut
berpotongan di titik M

4 Hubungkan titik A dengan titik M,


sehingga memotong garis BC di titik D
5 Jadi, garis AD adalah Garis Tinggi
Segitiga pada sisi BC

Garis Bagi
Garis bagi adalah garis yang membagi sebuah sudut segitiga menjadi dua bagian yang
sama besar.
Langkah-langkah membuat garis bagi
N Langkah-langkah Kegiatan Keterangan
o
1 Gambarlah segitiga ABC sebarang

2 Buatlah busur dari titik sebagai titik pusat


sehingga busur tersebut memotong garis AB di
titik K dan garis AC di titik L

3 Buatlah dua busur dari titik K dan L sebagai


titik pusat dengan panjang jari-jari yang sama,
sehingga kedua busur tersebut berpotongan di
titik M

4 Hubungkan titik A dengan titik M, sehingga


memotong garis AC di titik D
5 Jadi, garis AD adalah garis bagi Segitiga pada
sisi BC

Garis Berat
Garis berat adalah garis yang ditarik dari sebuah titik sudut ke titik tengah sisi di
hadapannya.
Langkah-langkah membuat garis berat
N Langkah-langkah Kegiatan Keterangan
o
1 Gambarlah segitiga ABC sebarang

2 Buatlah garis sumbu pada garis BC yang


memotong sisi BC di titik D

3 Hubungkan titik A dengan titik D

4 Garis AD merupakan garis berat, sehingga


panjang garis BD = DC
Garis Sumbu
Garis sumbu adalah garis yang ditarik dari titik tengah sebuah sisi dan tegak lurus
dengan sisi itu.
Langkah-langkah membuat garis sumbu
N Langkah-langkah Kegiatan Keterangan
o
1 Gambarlah segitiga ABC sebarang

2 Buatlah busur lingkaran dengan titik B sebagai


titik pusat dan jari-jari lebih setengah dari sisi
BC sehingga busurnya di atas dan di bawah
garis BC

3 Buatlah busur lingkaran dengan titik C


sebagai titik pusat dan jari-jari tetap sama
seperti busur yang titik pusatnya di titik B
sehingga memotong kedua busur di titik P dan
Q
4 Hubungkan titik P dengan titik Q, maka garis
PQ adalah garis sumbu pada sisi BC

8. Menaksir luas bangun datar tak beraturan


Untuk menentukan luas bangun datar tak beraturan, buatlah petak-petak persegi
sehingga dapat menutupi seluruh bangun. Luas bangun tak beraturan dihitung
berdasarkan banyak persegi yang menutupi seluruh bangun. Luas yang menutupi tepat
satu persegi dihitung 1 satuan persegi dan yang luasnya ½ dari luas persegi atau lebih
dihitung sebagai satu satuan persegi.
Contoh soal :
Perhatikan bangun-bangun berikut ini. Hitunglah luas daerahnya!

Penyelesaian :

Dapat dilihat bahwa bangun-bangun pada soal merupakan bangun yang


tidak beraturan. Untuk menentukan luas daerah bangun-bangun yang
tidak beraturan seperti pada soal, kamu tinggal menghitung petak yang
menutupi bangun tersebut. Untuk petak yang tidak utuh, jika petak yang
menutupi bangun lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung
satu petak. Selanjutnya, beri tanda centang pada petak yang utuh dan
petak yang menutupi bangun lebih dari setengah bagian.
F. Rangkuman Materi
1. Segitiga adalah bangun datar yang dibatasi oleh tiga buah sisi dan mempunyai tiga
buah titik sudut.
2. Jenis segitiga ditinjau dari panjang sisinya.
 Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya tidak sama panjang.
 Segitiga sama kaki adalah segitiga yang (hanya) memiliki dua buah sisi yang sama
panjang.
 Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.
3. Jenis segitiga ditinjau dari besar sudutnya.
 Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip.
 Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku.
 Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya tumpul.
4. Jumlah sudut-sudut dalam segitiga adalah 180°.
5. Besar sudut luar segitiga sama dengan jumlah dua sudut dalam yang tidak berpelurus
dengan sudut luar itu. Pada gambar di samping, ∠DCA adalah sudut luar ΔABC,
maka ∠DCA = ∠A + ∠B.
6. Jumlah dua sisi dari segitiga selalu lebih besar daripada satu sisi yang lainnya
(ketaksamaan segitiga).
7. Keliling segitiga adalah jumlah ketiga sisi segitiga tersebut.
K=sisi 1+ sisi 2+ sisi 3
8. Luas segitiga dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut:
1
 L= × a ×t
2
1
 L= √ s ( s−a )( s−b ) ( s−c ) dengan s= ( a+b+ c )
2
9. Garis-garis istimewa pada segitiga.
 Garis tinggi adalah garis yang ditarik dari sebuah titik sudut dan tegak lurus
terhadap sisi di hadapannya.
Contoh: AP adalah garis tinggi.
 Garis bagi adalah garis yang membagi sebuah
sudut segitiga menjadi dua bagian yang sama
besar.
Contoh: BR adalah garis bagi ∠B.
 Garis berat adalah garis yang ditarik dari
sebuah titik sudut ke titik tengah sisi di hadapannya.
Contoh: CS adalah garis berat dari titik C.
 Garis sumbu adalah garis yang ditarik dari titik tengah sebuah sisi dan tegak lurus
dengan sisi itu.
Contoh: QS adalah garis sumbu pada AB.

G. Sumber Referensi

Adinawan, M. Cholik. 2017. Buku Siswa: Matematika SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Rahman, Abdur, dkk. 2017. Buku Siswa: Matematika Kelas VII semester 2 Kurikulum 2013
Edisi Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Dan Lajanto. Ketaksamaan Segitiga. [Online] http://www.danlajanto.com/2013/11/


ketaksamaan-segitiga.html diakses tanggal 18 September 2018.

_____.Pengertian dan Contoh Soal Ketidaksamaan Segitiga. [Online]. :https://mafia.


mafiaol.com/2014/01/pengertian-dan-contoh-soal-ketidaksamaan-segitiga.html
diakses tanggal 18 September 2018.

Anda mungkin juga menyukai