Anda di halaman 1dari 12

MODUL BAHAN AJAR MATEMATIKA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA


BENTUK ALJABAR

OLEH :

ADE HIDAYATULLAH

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN BERSUBSIDI


PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 0


PENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA – PENDIDIKAN MATEMATIKA

JUDUL : MODUL BAHAN AJAR MATEMATIKA


MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
KURIKULUM : KURIKULUM 2013
PENULIS : ADE HIDAYATULLAH

KOMPETENSI INTI : KI-1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
KI-3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI-4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.

BENTUK ALJABAR

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 1


KOMPETENSI DASAR : Siswa mampu :
3.5. Menjelaskan bentuk aljabar dan melakukan operasi pada bentuk
aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bentuk aljabar dan
operasi pada bentuk aljabar

MATERI : BENTUK ALJABAR


1. Menjelaskan koefesien, variabel, konstanta, dan suku pada bentuk
aljabar
2. Operasi hitung bentuk aljabar
3. Penyederhanaan bentuk aljabar

RINGKASAN MATERI !

INDIKATOR MODUL : 1. Peserta didik dapat menyelesaiakan persoalan operasi aljabar


dalalam bentuk pecahan dengan benar.

A. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Bentuk Aljabar

Masih ingatkah kamu bagaimana suatu bentuk pecahan dapat dioperasikan?


Bagaimana jika penyebutnya sama? Bagaimana pula jika penyebutnya tidak sama?
Untuk mempelajari penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar, silahkan
kamu pahami dan analisis contoh berikut :

3 5
1. + =…
x−2 x−2

Penyelesaian:

3 5 8
+ = Pembilang langsung dijumlahkan jika nilai
x−2 x−2 x−2
dari penyebutnya sudah sama

x−2 x−3
2. − =…
x−1 x −1

Penyelesaian :

x−2 x−3 ( x−2 )−( x−3 ) x−x−2− (−3 ) 1


− = = =
x−1 x −1 x−1 x−1 x−1

3 2
3. + =…
2x 5

Penyelesaian:

Menyamakan nilai dari


penyebut dengan mencari KPK
nya

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 2


3 2 3 5 2 2x 15 4 x 15+ 4 x
+ = × + ×
2x 5 2x 5 ( = +)(
5 2 x 10 x 10 x
=
10 x )
2p P+ 3
4. p−1 − 2 =…
p −1

Penyelesaian:

2p p+3 2p p+ 3 p2−1 difaktorkan dengan


− = −
p−1 p 2−1 p−1 ( p+1 ) ( p−1 ) selisih faktorisasi kuadrat

2p p +1 p+3
¿ ( p−1 ×
p +1 ) ( p+1 )( p−1 )
− Samakan penyebut dengan
mencari KPK nya
2 p 2+2 p p+3
¿ −
( p+1 )( p−1 ) ( p+1 ) ( p−1 )

2 p2 +2 p−( p+3 )
¿
( p+1 )( p−1 )

2 p2 +2 p− p−3 2 p2 + p−3
¿ =
( p +1 )( p−1 ) ( p+1 ) ( p−1 )

Kunci !

Pada operasi penjumlahan dan pengurangan, pembilang hanya bisa dioperasikan


jika nilai dari penyebutnya sudah sama.

B. Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan Bentuk Aljabar

Untuk mempelajari cara menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian


pecahan bentuk aljabar kalian harus mengingat kembali materi perkalian dan
pembagian bentuk pecahan. Setelah kalian mengingatnya, saatnya mempelajari
materi menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar
dengan memahami dan menganalisis contoh berikut :

6 a 6×a 6a
1. × = =
5 b 7 5 b ×7 35 b

4 p 2 q 4 p 7 p 4 p ×7 p 28 p2
2. ÷ = × = =
3 q 7 p 3 q 2 q 3 q ×2 q 6 q2

Kunci !

Pada operasi perkalian, pecahan bisa langsung dioperasikan. Namun pada


operasi pembagian, posisi pembilang dan penyebut ditukar pada pecahan
pembagi dan operasi berubah menjadi perkalian.
Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 3
C. Menyederhanakan Pecahan Bentuk Aljabar

Menyederhanakan suatu bilangan pecahan berarti membagi pembilang dan


penyebut dengan faktor sekutu (faktor yang sama) dari keduanya, dengan kata lain
menyederhanakan bilangan pecahan dapat dilakukan mencoret atau menghilangkan
faktor sekutunya. Sehingga pecahan dikatakan sederhana jika pembilang dan
penyebut pecahan tersebut tidak lagi memiliki faktor persekutuan, Pelajari contoh
berikut :

Tentukan bentuk sederhana dari :


5
1. =…
10 x +15 y

Penyelesaian:
5 5 1
= = Cari faktor persekutuan antara pembilang dan
10 x +15 y 5 ( 2 x+ 3 y ) 2 x+3 y
penyebut yaitu 5

4 a2−6 a
2. =…
2a

Penyelesaian:
Cari faktor persekutuan antara pembilang dan
4 a2−6 a 2 a ( 2 a−3 )
= =2a−3 penyebut yaitu 2a kemudian coret 2a di
2a 2a
pembilang dan pnyebut

Kunci !

Untuk menyederhanakan pecahan bentuk aljabar kita harus mencari faktor


persekutuan pada pembilang dan penyebut kemudian hilangkan faktor
persekutuan tersebut.

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 4


“Jika kita tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kita harus siap menjalani
pahitnya hidup dalam kebodohan” Imam As Syafi’i

RANGKUMAN

 Pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar berlaku


sifat – sifat pada operasi hitung pecahan bilangan (penyebut harus sama).
 Untuk menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian pecahan juga
menggunakan sifat – sifat pada operasi perkalian dan pembagian bilangan.
 Untuk menyederhanakan pecahan bentuk aljabar perlu dicari faktor persekutuan
pada pembilang dan penyebut kemudian hilangkan faktor persekutuannya.

UJI PEMAHAMAN
Sederhanakan bentuk-bentuk aljabar berikut!

2 x−6
1. x −3 =…

xy
2. =…
x y 2−xy

2 x
3. x−3 + 4 =…

2 x
4. − =…
x 4+x

3x 9x
5. ÷ =…
4y 2y

Kunci Jawaban
1 2
1
2
xy−1
x2 −3 x +8
3 4 x−12

−x 2+2 x+ 8
4 x 2+ 4

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 5


1
5
6

RINGKASAN MATERI !

INDIKATOR MODUL : 1. Peserta didik dapat menyajikan masalah nyata yang berkaitan
dengan bentuk aljabar dengan benar.
2. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan
dengan bentuk aljabar dengan benar.

Kalian mungkin sesekali pernah bertanya-tanya, apakah manfaat dari


mempelajari aljabar? Apakah ada hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?
Tanpa kita sadari, sebenarnya aljabar merupakan salah satu materi matematika yang
dekat dengan kehidupan sehari- hari. Kita bisa dengan cepat menyelesaikan masalah
yang terjadi dikehidupan sehari-hari dengan menerapkan bentuk aljabar. Berikut
contoh penerapan konsep aljabar dalam pemecahan masalahan kontekstual yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Mengamati !

Ahmad mendapat jatah uang saku dari Ibunya setiap minggu Rp 70.000,00.
Karena setiap hari Selasa dan Rabu terdapat pelajaran tambahan, serta hari
Jumat ada kegiatan ekstrakulikuler sehingga waktu pulang sekolah menjadi
lebih sore maka dibutuhkan uang tambahan untuk uang makan dan uang jajan,
sehingga jatah uang saku yang dibutuhkan setiap hari Selasa, Rabu, dan Jumat
masing-masing sebesar Rp 10.000,00. Dalam satu minggu Ahmad ingin
menyisihkan uangnya untuk menabung sebesar Rp 25.000,00. Ahmad
kebingungan untuk menentukan uang saku setiap hari selain hari Selasa, Rabu,
dan Jumat (hari Senin, Kamis, dan Sabtu) selama satu minggu. Bantulah
Ahmad untuk menyelesaikan permasalahan yang di alaminya dalam menentukan
uang saku untuk hari Senin, Kamis, dan Sabtu

Menanya !

Dapatkah kamu menyelesaikan permasalahan yang dialami Ahmad dengan


menerapkan bentuk aljabar? Jika iya, langkah apakah yang harus kamu lakukan
terlebih dahulu?

Modul Bahan Ajar Matematika – Sekolah Menengah Pertama Page 6


Mengumpulkan Informasi !

Dari permasalahan di atas diketahui bahwa Ahmad kebingungan dalam


menentukan uang saku untuk hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Langkah pertama
yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi yang terdapat pada
permasalahan yang di alami Ahmad. Adapun infromasi yang terdapat pada
permasalahan yang di alami Ahmad diantaranya:

Diketahui :

Jatah uang saku Ahmad setiap minggu Rp 70.000,00

Uang saku untuk setiap hari Selasa, Rabu, dan Jumat masing-maisng sebesar
Rp 10.000,00

Uang tabungan setiap minggu Rp 25.000,00

Menalar !

Berdasarkan informasi yang di dapat dari permasalahan yang di alami Ahmad,


maka untuk memudahkan menyelesaikan permasalahan yang di alami Ahmad
dapat di selesaikan dengan menerapkan bentuk aljabar.

Sisa uang saku Ahmad setiap minggu

= Jatah uang saku setiap minggu – uang tabungan setiap minggu

= 70.000 – 25.000

= 45.000

Sisa uang Ahmad untuk keperluan uang saku selama seminggu Rp 45.000,00

Karena setiap hari Selasa, Rabu, dan Jumat ada kegiatan tambahan di sekolah
maka diperlukan tambahan uang saku, jatah uang saku setiap hari Selasa,
Rabu,
Modul Bahan dan Jumat sebesar
Ajar Matematika – SekolahRp 10.000,00.
Menengah Pertama Page 7
Maka jatah uang saku untuk hari Selasa, Rabu, dan Jumat sebesar

= 3 x 10.000

= 30.000

Sehingga sisa uang saku Ahmad untuk hari Senin, Kamis, dan Sabtu sebesar

= 45.000 – 30.000

= 15.000

Jatah uang saku Ahmad untuk hari Senin, Kamis, dan Sabtu Rp 15.000,00

Untuk memudahkan menentukan jatah uang saku Ahmad untuk setiap hari Senin,

Kamis, dan Sabtu, kta dapat memisalkan dengan x . Dimana x merupakan jatah uang

saku Ahmad. Sehingga

3 x=15.000

3 x 15.000
= (sederhanakan kedua ruas dengan dibagi 3)
3 3

x=5.000

Sehingga jatah uang saku Ahmad untuk setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu masing-

masing Rp 5.000,00

Ternyata permasalahan Ahmad dalam menentukan uang saku setiap hari Senin,
Kamis, dan Sabtu dapat diselesaikan melalui bentuk aljabar. Apakah kalian
memiliki cara lain untuk menyelesaikan permasalahan di atas? Jika iya,
komunikasikan jawabanmu dengan mempresentasikan di depan kelas.

Contoh !

Lima tahun yang lalu, usia seorang ibu beserta kedua anak kembarnya adalah
40 tahun. Apabila pada saat itu usia sang ibu adalah 30 tahun, Maka
berapakah umur dari masing-masing anak kembarnya saat ini?
Diketahui :

Usia Ibu saat ini = x

Usia Ibu lima tahun lalu = x−5

Usia anak saat ini = y

Usia anak lima tahun yang lalu = y−5

Karena kembar, maka usia kedua anak kembar lima tahun yang lalu = 2( y −5)

Jumlah usia Ibu dan kedua anak kembarnya lima tahun yang lalu = 40 tahun

Ditanya :

Jika usia Ibu saat lima tahun yang lalu 30 tahun, berapakah umur masing-masing
anak kembarnya saat ini?

Jawab :

Usia Ibu lima tahun lalu

x−5=30

Jumlah usia Ibu dan kedua anak kembarnya 5 tahun yang lalu = 40

x−5+2 ( y−5 )=40

30+2 ( y−5 )=40

30+2 y−10=40

2 y+ 20=40

2 y+ 20−20=40−20 (kedua ruas dikurangi 20)

2 y=20

2 y 20
= (sederhanakan kedua ruas dengan dibagi 2)
2 2

y=10

Sehingga, umur dari masing-masing anak kembarnya saat ini 10 tahun


Contoh Soal :
Sebuah segitiga memiliki ukuran panjang sisi terpendek (2 x−5) cm dan panjang
sisi terpanjang (3 x+ 6) cm. Jika panjang sisi sisanya ( x +6) cm maka tentukan
keliling segitiga tersebut.

Diketahui :

Panjang sisi terpendek segitiga sebagai (2 x−5) cm

Panjang sisi terpanjang segitiga sebagai (3 x+ 6) cm

Panjang sisi lain segitiga ( x +6) cm

Ditanya :

Keliling segitiga

Jawab :

= 2 x−5+3 x+ 6+ x+ 6

= 2 x+3 x + x−5+6+ 6

=6 x +7

Jadi keliling segitiga sebesar (6 x +7) cm


“Tidak ada yang tidak bisa diubah sebelum dihadapi. Motivasi saja tidak cukup”
Rhenald Kasali

Latihan Soal
1. Seorang pedagang pempek membeli 5 kg ikan giling dengan harga Rp
60.000,00. Dengan 5 kg ikan giling tersebut dapat dibuat menjadi 10 buah
pempek kapal selam. Pedagang ingin mendapat keuntungan dari setiap
penjualan sebuah pempek sebesar Rp 2.000,00. Maka berapakah harga jual
untuk satu buah pempek?
2. Saat ini umur seorang adik 5 tahun kurangnya dari umur kakak. Lima tahun
kemudian jumlah umur kakak dan adik menjadi 35 tahun. Tentukanlah masing-
masing mereka.
3. Seorang anak merahasiakan tiga bilangan. Dia hanya memberitahukan jumlah
dari masing-masing tiga bilangan tersebut secara berturut-turut adalah 28, 36,
dan 44. Tentukan jumlah kettiga bilangan tersebut.

Kunci
Jawaban
1. Rp 8.000,00.
2. Umur adik 10 tahun dan umur kakak 15 tahun.
3. 54.

Anda mungkin juga menyukai