Anda di halaman 1dari 12

BAB

II GAMBARAN UMUM
LOKASI STUDI

2.1. Umum
Deskripsi wilayah studi ini digunakan untuk mengetahui lokasi dimana pekerjaan akan
dilaksanakan. Selain itu deskripsi wilayah studi berguna untuk mengetahui bagaimana metoda
pelaksanaan yang tepat dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bisa dan
tepat untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan.

2.2. Kondisi Geografis Administratif


Kabupaten Parigi Moutong terletak di pulau Sulawesi, tepatnya di Provinsi Sulawesi Tengah,
secara goegrafis Parigi Moutong terletak di antara 2° 22' Lintang Utara dan 3° 48' Lintang
Selatan, serta 119° 22' dan 124° 22' bujur Timur.

Batas wilayah Kabupaten Parigi Moutong adalah sebagai berikut:


• Sebelah Utara : Kabupaten Buol, Kabupaten Toli Toli dan Propinsi Gorontalo.
• Sebelah Timur : Teluk Tomini.
• Sebelah Selatan : Kabupaten Poso dan Propinsi Sulawesi Selatan.
• Sebelah Barat : Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Luas wilayah Parigi Moutong 6.231,85 km2, secara administratip Parigi Moutong dibagi dalam
20 Kecamatan serta 180 desa/kelurahan definitive.

Laporan Akhir
Pembuatan Feasibility Study II - 1
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

LOKASI
STUDI

Gambar 2. 1 Orientasi lokasi studi

Tabel 2. 1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong


Luas
Prosentase
Kecamatan Wilayah
(Km) Terhadap Luas Kabupaten
Sausu 531.07 8.52
Torue 157.98 2.54
Balinggi 370.53 5.95
Parigi 38.82 0.62
Parigi Selatan 199.68 3.20
Parigi Barat 82.90 1.33
Parigi Tengah 105.52 1.69
Parigi Utara 138.14 2.22
Ampibabo 220.20 3.53

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 2
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

Luas
Prosentase
Kecamatan Wilayah
(Km) Terhadap Luas Kabupaten
Kasimbar 305.69 4.91
Toribulu 220.27 3.53
Siniu 149.52 2.40
Tinombo 542.79 8.71
Tinombo Selatan 441.23 7.08
Tomini 292.76 4.70
Mepanga 226.83 3.64
Palasa 476.00 7.64
Moutong 445.80 7.15
Bolano Lambunu 1033.70 16.59
Taopa 252.42 4.05
Jumlah 6231.85 100.00
Sumber : Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka Tahun 2009

2.3. Kondisi Topografi


Kabupaten Parigi Moutong berada pada ketinggian 0 – 2900 m dpl dan garis pantai yang
memiliki bibir pantai sepanjang 472 km di Teluk Tomini membentang dari ujung Kecamatan
Sausu di bagian selatan hingga Kecamatan Moutong yang berbatasan dengan Provinsi
Gorontalo di sisi utara. Bentuk permukaan tanah di daerah Kabupaten Parigi Moutong
bervariasi dari dataran sampai bergunung. Daerah yang mempunyai dataran cukup luas adalah
Kecamatan Bolano Lambunu (pemekaran dari Kecamatan Moutong), Kecamatan Sausu dan
Kecamatan Tomini. Keadaan topografi dengan luas kemiringan lahan rata-rata :
• Datar (0 – 8)% = 146.134 Ha.
• Bergelombang (8 – 15)% = 60.443 Ha.
• Curam (15 – 45)%=142.186 Ha.
• Sangat curam ( >45)% = 1.97 Ha.
Landform wilayah Kabupaten Parigi Moutong terdiri dari dataran rendah dan perbukitan serta
pegunungan yang membentang sepanjang pantai dari utara sampai selatan dengan ketinggian
rata-rata di atas permukaan laut (15 -375) m.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 3
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

2.4. Kependudukan dan Ketenaga Kerjaan

2.4.1. Kependudukan
Dari hasil pendataan penduduk akhir tahun 2008 menunjukan bahwa jumlah penduduk
Kabupaten Parigi Moutong mencapai 382.596 jiwa, yang terdiri dari penduduk laki-laki
sebanyak 195.132 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 187.464 jiwa. Ditinjau dari jenis
kelamin penduduk Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2008 yang berjenis kelamin laki-laki
lebih banyak dari pada penduduk perempuan, yaitu 195 ribu jiwa berbanding 187 ribu jiwa
dengan rasio jenis kelamin sebesar 104, yang berarti bahwa diantara 100 penduduk perempuan
terdapat 104 penduduk laki laki. Demikian juga terjadi pada tingkat kecamatan, jumlah laki laki
lebih banyak dari pada jumlah perempuan.

Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki 180 desa dan luas wilayah 6.231,85 Km2, secara
umum pada tahun 2008 memiliki kepadatan penduduk 61 jiwa per km2 yang mengalami sedikit
peningkatan bila dibadingkan dengan kepadatan penduduk pada tahun 2007 yaitu sebesar 1,15
%.

Kabupaten Parigi Moutong tersebar di 20 Kecamatan. Penduduk terbanyak berada di


Kecamatan Bolano Lambunu dengan jumlah sekitar 57 ribu jiwa Sementara yang paling sedikit
adalah penduduk di Kecamatan Parigi Utara yaitu hanya sekitar 5 ribu jiwa. Namun begitu bila
dilihat menurut kepadatan penduduk, Kecamatan Parigi merupakan wilayah terpadat
penduduknya dibanding kecamatan lainnya.

Tabel 2. 2 Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong


Luas
Kecamatan Area Jumlah Kepadatan
(Km2)
Sausu 531.07 20,026 38
Torue 157.98 18,111 115
Balinggi 370.53 16,392 44
Parigi 38.82 23,833 614
Parigi Selatan 199.68 21,574 108
Parigi Barat 82.90 6,461 78
Parigi Tengah 105.52 5,378 51
Parigi Utara 138.14 7,472 54
Ampibabo 220.20 19,788 90
Kasimbar 305.69 19,685 64
Toribulu 220.27 13,928 63
Siniu 149.52 8,309 56
Tinombo 542.79 30,849 57

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 4
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

Luas
Kecamatan Area Jumlah Kepadatan
(Km2)
Tinombo Selatan 441.23 23,025 52
Tomini 292.76 13,264 45
Mepanga 226.83 20,302 90
Palasa 476.00 23,092 49
Moutong 445.80 20,015 45
Bolano Lambunu 1,033.70 57,443 56
Taopa 252.42 13,649 54
Jumlah 6,231.85 382,596 61
Sumber : Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka Tahun 2009

2.4.2. Ketenaga Kerjaan


Ketenagakerjaan merupakan masalah nasional yang timbul karena tidak adanya perimbangan
antara pertambahan jumlah tenaga kerja dari tahun ke tahun dengan perkembangan jumlah
lapangan usaha yang menampung tenaga kerja tersebut. Berdasarkan data pencari kerja yang
terdaftar di Disnakertrans Kabupaten Parigi Moutong terlihat jumlah pencari kerja yang
tersalurkan masih sangat sedikit dibandingkan jumlah jumlah pencari kerja yang terdaftar. Hal
ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan tidaklah sebanding dengan
pertumbuhan pencari kerja. Berdasarkan Tingkat Pendidikan, pencari kerja terbanyak adalah
mereka yang berpendidikan SMU, diikuti yang berpendidikan sarjana dan diploma. keadaan ini
menggambarkan bahwa tingkat pendidikan penduduk semakin membaik yang berarti kualitas
tenaga kerja semakin meningkat.

Data pencari kerja ini hanya yang tercatat di DinaskertransKabupaten Parigi Moutong. Sudah
barang tentu pencari kerja yang tidak tercatat jumlahnya tampaknya jauh lebih besar , mereka
tidak mendatangi Nakertrans dengan berbagai alasan. Diantaranya karena merasa pendidikannya
pendidikannya rendah serta tidak mungkin mendapatkannya.

2.5. Sosial

2.5.1. Pendidikan
Dalam Rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaiman termaktub dalam Pembukaan
undang Undang Dasar 1945 maka dibutuhkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,
terlebih dalam rangka menyukseskan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 5
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

a. Pendidikan Dasar : TK
Jumlah sekolah TK pada tahun 2007/2008 sebanyak 15 buah dan pada tahun 2008/2009
jumlah tersebut meningkat menjadi 178 buah, diikuti dengan jumlah guru TK dari 353
orang untuk tahun 2007/2008 meningkat menjadi 548 orang pada tahun anggaran
2008/2009. Sedangkan jumlah murid pada tahun 2007/2008 jumlah murid sebanyak 5.
241 orang sedikit menurun menjadi 5.092 murid tahun 2008/2009.

b. Pendidikan Dasar : SD, SLTP


Jumlah sekolah, murid dan guru Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Dinas Pendidikan
dan Pengajaran (SD Negeri, Inpres dan Swasta) mengalami pertumbuhan yang dinamis
selama periode 2006/2007 - 2008/2009.

Rasio perbandingan murid dengan sekolah tahun 2008/2009 menunjukkan bahwa rata-
rata murid untuk setiap SD terdapat 161 murid, sedangkan rasio murid-guru sebesar 34,
yang berarti bahwa dari setiap seorang guru akan terdapat 34 orang murid SD dan rata-
rata guru untuk setiap sekolah adalah 8 orang.

Jumlah sekolah, murid dan guru SLTP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran
(SLTP Negeri, Swasta) pada tahun ajaran 2008/2009 sebanyak 79 sekolah. Rasio
perbandingan murid dengan sekolah tahun 2008/2009 menunjukkan bahwa rata-rata
murid untuk setiap SLTP terdapat 175 murid.

c. Pendidikan Menengah : SMU dan SMK


Parigi Moutong terdapat 15 SMU, 21 MA dan 5 SMK baik negeri maupun swasta.
Sedangkan rasio murid-guru SMU/MA/SMK adalah sebesar 11 yang berarti setiap
seorang guru akan terdapat 11 orang murid, sedangkan rasio murid-sekolah adalah
sebesar 203 yang berarti setiap sekolah menengah akan terdapat rata-rata sebanyak 203
murid.

2.5.2. Kesehatan
Pembangunan dibidang Kesehatan menjadi modal bagi peningkatan kualitas masyarakat yang
diharapkan dapat mengurangi jumlah kematian, meningkatkan usia harapan hidup, kesehatan
reproduksi, mengurangi penderita penyakit, membudayakan hidup sehat. Juga bertujuan agar
semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah dan
merata. Tujuan tersebut bisa dicapai bila sarana kesehatan telah merata sampai ke setiap
Kecamatan dan desa, disamping unsur tenaga medis/paramedis serta obat-obatan telah
mencukupi pula.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 6
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

Sampai tahun 2009 telah ditempatkan 4 dokter spesialis, 30 dokter umum, 7 dokter gigi 235
bidan dan 310 perawat. Fasilitas Kesehatan tahun 2009, jumlah rumah sakit 1 buah, Puskesmas
19 buah (tidak termasuk Pusling) dan puskesmas pembantu 84 buah. Banyaknya Penderita
menurut jenis penyakit, mengalami pergeseran prevalensi selama 2007 - 2009. Pada tahun 2009,
empat dari 30 urutan penderita penyakit terbesar adalah pada penyakit pernapasan, disusul
pencernaan, lambung dan diare.

2.5.3. Agama
Agama sebagai salah satu unsur utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena
pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan ini, maka para pendiri republik tercinta ini
memasukkan dasar agama dalam Pancasila yaitu sila pertama. Pancasila merupakan jiwa dan
pandangan hidup bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Di Parigi Moutong suasana
kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dibina,
dikembangkan dan ditingkatkan sesuai dengan falsafah Negara Pancasila. Dalam menjalin
kehidupan beragama Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong melalui Kantor Wilayah
Departemen Agama Kabupaten Parigi Moutong berusaha membangun suasana hidup yang
rukun dan saling menghargai diantara Umat beragama yang diarahkan kepada peningkatan
amal untuk kepentingan bersama dalam membangun masyarakat, sekaligus dapat mengatasi
berbagai masalah sosial yang mungkin dapat menghambat kemajuan pembangunan itu sendiri.

2.6. Perekonomian
Secara umum, kondisi perekonomian Kabupaten Parigi Moutong meningkat dari tahun ke
tahun. Hal ini dapat dibuktikan dengan grafik trend pertumbuhan perekonomian Kabupaten
Parigi Moutong yang diawali dengan angka tahun 2003 (Kabupaten Parigi Moutong dimekarkan
pada tahun 2002). Jika dibandingkan dengan Propinsi Sulawesi Tengah, pertumbuhan PDRB
relatif sama. Peranan PDRB Kabupaten Parigi Moutong terhadap perekonomian di Propinsi
Sulawesi Tengah yang mencapai 17 persen mempunyai dampak yang cukup besar. Sumbangan
pertambangan minyak dan gas yang mulai diusahakan pada tahun 2005 mampu meningkatkan
pertumbuhan PDRB di Sulawesi Tengah, namun kecepatannya juga menurun setelah tiga tahun.
Selanjutnya, sektor-sektor yang menyusun perekonomian Kabupaten Parigi Moutong pada
tahun 2008 disajikan pada grafik berikutnya. Kontribusi terbesar didominasi oleh Sektor
Pertanian, yang mencapai 53,34 persen. Dampak dari produksi unggulan ini menyebabkan
perdagangan mempunyai peranan yang cukup besar dan berkembang dengan pesat.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 7
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

2.6.1. Pertanian dan Perkebunan


Pembangunan Bidang Ekonomi yang dilakukan Pemerintah, diarahkan pada peningkatan sektor
industri dengan didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Pembangunan di sektor pertanian
menjadi lebih penting lagi disebabkan jumlah penduduk yang berusaha di bidang pertanian
masih sangat besar. Gambaran mengenai keadaan pertanian di Parigi Moutong yang
menyangkut luas lahan yang digunakan serta produksinya disajikan pada bab ini.

A. Pertanian tanaman pangan


1. Padi
Angka produksi padi Parigi Moutong tahun 2009 sebanyak 232.977,83 ton. Bila
dibandingkan terhadap tahun 2008 dengan produksi padi 243.583 ton berarti
mengalami penurunan sekitar 4,35 persen.

2. Palawija
Tanaman palawija terdiri atas tanaman jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah,
kacang kedele dan kacang hijau. Produksi palawija pada tahun 2009 mengalami
peningkatan, jika dibandingkan dengan produksi palawija Tahun 2008.

B. Perkebunan
Perkebunan di Kabupaten Parigi Moutong termasuk salah satu sub sektor pertanian yang
mempunyai peranan besar terhadap pendapatan masyarakat. Jenis tanaman yang telah
diusahakan oleh masyarakat Parigi Moutong yaitu tanaman Kelapa, Coklat, Cengkah dan
tanaman lainnya.

Dari luas keseluruhan areal perkebunan Tahun 2009 yang tercatat 98 650,2 ha,
didominasi oleh tanaman Coklat sebesar 65 439 ha, kemudian tanaman kelapa seluas 27
386 ha, cengkeh 3 466,40 ha sedangkan jenis tanaman lainnya masih dibawah 1 000 ha.

1. Coklat
Areal perkebunan Coklat pada tahun 2009 tercatat seluas 65 439 ha, sedangkan hasil
produksinya mencapai 43 962 ton. Produksi coklat tersebut sebagian besar terdapat
di Kecamatan Sausu.

2. Kelapa
Areal perkebunan Kelapa pada tahun 2009 tercatat seluas 27 386 ha, sedangkan hasil
produksinya mencapai 41 522 ton. Produksi kelapa tersebut sebagian besar terdapat
di Kecamatan Parigi Selatan dan Ampibabo.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 8
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

3. Cengkeh
Areal perkebunan Cengkeh pada tahun 2009 tercatat seluas 3 466,40 ha, sedangkan
hasil produksinya mencapai 591 ton. Produksi cengksh tersebut sebagian besar
terdapat di Kecamatan TInombo Selatan dan Kasimbar

4. Tanaman Lainnya
Produksi Komoditi perkebunan lainnya pada tahun 2009 adalah : Jambu mete
(24,20 ton), Lada ( 10,70 ton), Pala (24,20 ton), Kopi ( 123,85 ton ), Kemiri
(331,16 ton ), dan Kapuk ( 169,5 ton )

C. Kehutanan
Luas kawasan hutan di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2009 tercatat seluas
603.536,91 Ha yang terdiri dari hutan lindung seluas 148.690,54 ha, hutan cagar alam
seluas 56.431,57 ha, hutan produksi terbatas seluas 23.555,90 ha, hutan produksi tetap
seluas 110.008,59 ha, dan hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 14.306,47 ha.

D. Perikanan
Produksi perikanan laut di Kabupaten Parigi Moutong yang tercatat selama tahun 2006
tercatat sebesar 11.449 ton, sedangkan perikanan darat sebesar 722 ton. Banyaknya
Rumah Tangga Perikanan se Kabupaten Parigi Moutong adalah 4 600 rumah tangga.

E. Peternakan
Populasi ternak besar terdiri dari kerbau, sapi, dan kuda, sedangkan ternak kecil terdiri
dari kambing, domba dan babi. Jika dibandingkan selama tiga tahun terakhir, produksi
daging sapi, daging kambing, dan daging babi mengalami penurunan, sedangkan daging
unggas mengalami peningkatan.

2.6.2. Perdagangan
Pada Tahun 2009 jumlah koperasi di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 210 buah, dengan
jumlah anggota sebanyak 9 952 orang. Jumlah simpanan pada tahun 2009 mencapai 2,7 milyar
rupiah lebih, dengan jumlah cadangan mencapai 3 milyar lebih. Jumlah simpanan terbanyak
terdapat pada Koperasi Simpan Pinjam. Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam juga mempunyai
volume usaha dan sisa hasil usaha yang terbesar dibandingkan jenis koperasi yang lain.

Persebaran koperasi di Kabupaten Parigi Moutong dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dari
gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah koperasi terbesar berada di Kecamatan Parigi,
yakni sebanyak 41 koperasi. Adapun Kecamatan Parigi Utara dan Parigi Tengah, menurut
catatan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Parigi Moutong, belum
terdapat koperasi.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 9
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

2.6.3. Pendapatan Regional


A. Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan laju pertumbuhan PDRB riil pada tahun 2008 yang mencapai 7,51 persen.
Kondisi ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,85 persen.

Gambar 2. 2 Grafik laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Parigi Moutong menurut Lapangan
Usaha Tahun 2005 - 2009

Besar laju pertumbuhan enam sektor pada tahun 2008 meningkat dibandingkan tahun 2007,
sedangkan untuk tiga sektor lainnya mengalami penurunan. Sektor Penggalian, industri,
bangunan, sektor perdagangan hotel & restoran, sektor keuangan, dan sektor jasa-jasa
adalah sektor-sektor yang besar laju pertumbuhannya pada tahun 2008 meningkat bila
dibandingkan tahun 2007. Tiga sektor lainnya yaitu pertanian, listrik dan air bersih, dan
sektor angkutan dan komunikasi adalah sektor yang besar laju pertumbuhannya menurun
dibandingkan tahun 2007.

B. Pendapatan Perkapita
Perkembangan PDRB Perkapita Kabupaten Parigi Moutong atas dasar harga berlaku tahun
2008 mencapai 13.030.341 rupiah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 10.993.726
rupiah. Sedangkan berdasarkan nilai PDRB perkapita riil berdasarkan harga konstan 2000
mencapai 6.980.486 rupiah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya
6.586.598 rupiah.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 10
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

2.7. Prasarana Transportasi

2.7.1. Prasarana Jalan


Untuk mendukung kelancaran arus perekonomian daerah, perlu tersedia sarana transportasi
jalan yang memadai sehingga arus lalu lintas baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak
bermotor yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dapat beroperasi dengan baik. Pada tahun
2009 ruas jalan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong adalah sepanjang 1.534,5 km.
Permukaan jalan yang diaspal sepanjang 873 km, dan tidak diaspal (kerikil dan tanah)
sepanjang 661,8 km.

2.7.2. Prasarana Pelabuhan


Prasarana pelabuhan laut yang ada di Kota Parigi memiliki dermaga dengan panjang 47 meter
yang digunakan untuk angkutan barang dan penumpang. Juga terdapat pelabuhan pendaratan
ikan di Desa Lebo, serta pelabuhan untuk bongkar muat minyak di Desa Olaya. Fasilitas
pelabuhan rakyat juga terdapat pada beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Parigi
Moutong, utamanya di Ibukota- ibukota kecamatan.

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 11
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi
Gambaran Umum Lokasi Studi

2.1.  Umum ........................................................................................................ 1 


2.2.  Kondisi Geografis Administratif .................................................................. 1 
2.3.  Kondisi Topografi ....................................................................................... 3 
2.4.  Kependudukan dan Ketenaga Kerjaan .......................................................... 4 
2.4.1.  Kependudukan .......................................................................................... 4 
2.4.2.  Ketenaga Kerjaan ..................................................................................... 5 
2.5.  Sosial ......................................................................................................... 5 
2.5.1.  Pendidikan ................................................................................................. 5 
2.5.2.  Kesehatan .................................................................................................. 6 
2.5.3.  Agama ........................................................................................................ 7 
2.6.  Perekonomian ............................................................................................. 7 
2.6.1.  Pertanian dan Perkebunan ...................................................................... 8 
2.6.2.  Perdagangan .............................................................................................. 9 
2.6.3.  Pendapatan Regional .............................................................................. 10 
2.7.  Prasarana Transportasi .............................................................................. 11 
2.7.1.  Prasarana Jalan ...................................................................................... 11 
2.7.2.  Prasarana Pelabuhan ............................................................................. 11 

Tabel 2. 1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong ...... 2 


Tabel 2. 2 Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi
Moutong ................................................................................................................... 4 

Gambar 2. 1 Orientasi lokasi studi .............................................................................. 2 


Gambar 2. 2 Grafik laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Parigi Moutong
menurut Lapangan Usaha Tahun 2005 - 2009 ............................................... 10 

LAPORAN AKHIR
Pembuatan Feasibility Study II - 12
Transportasi Penyeberangan Pelabuhan Parigi