Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUGAS AKHIR PROGRAM PROFESI NERS

KESEHATAN MENTAL PERAWAT AKIBAT PANDEMIC


COVID-19

Dilaksanakan dan disusun sebagai salah satu Tugas Akhir dalam memperoleh gelar
profesi Ners,
Universitas Jenderal Soedirman

oleh:
Riana Dwi Agustina
I4B019025

Program Profesi Ners Jurusan Keperawatan

Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman

Purwokerto

2020
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada bulan Desember 2019, muncul kasus pneumonia dengan penyebab


yang belum diketahui. Kasus tersebut pertama kali dikonfirmasi yaitu di kota
Wuhan, Cina (Catton et al., 2020). Kemudian WHO mengkonfirmasi bahwa
patogen yang menyebabkan pneumonia baru tersebut adalah virus SARS-
CoV-2 atau COVID 19 (Corona Virus Desease 19). Virus ini menyerang
sistem pernafasan dengan berbagai gejala ringan hingga berat seperti
pneumonia berat, gangguan pernafasan akut, syok sepsis bahkan Multiple
Organ Dysfunction Syndrome (MODS). Penularannya yaitu melalui droplet
orang yang terinfeksi (Niuniu et al., 2020). Virus ini menyebar dengan sangat
cepat ke seluruh bagian China dan negara-negara lainnya, sehingga WHO
mengumumkan bahwa COVID-19 menjadi pandemic global di seluruh dunia.
Pemerintah di penjuru dunia sudah melakukan berbagai macam kebijakan
antara lain melakukan social distancing, rutin mencuci tangan, menggunakan
masker, menutup tempat-tempat umum (sekolah, tempat ibadah dan tempat
bekerja) (Wiley 2020). Berbagai sektor kehidupan di dunia mengalami
ancaman antara lain sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Salah satu
yang menjadi sorotan yaitu sektor kesehatan dengan tenaga medis termasuk
perawat yang dianggap sebagai garda terdepan memerangi virus COVID-19.
Berdasarkan penelitian Yuanyuan & Deng (2020) menjelaskan bahwa
perawat memiliki tingkat kecemasan dan stress yang lebih tinggi karena harus
kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi. Hal ini berarti bahwa perawat
secara langsung sangat rentan terhadap paparan risiko infeksi. Sementara itu,
jumlah pasien yang terus meningkat tidak sebanding dengan jumlah tenaga
perawat di rumah sakit sehingga perawat harus bekerja lebih esktra siang dan
malam. Perawat juga harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang
lengkap sepanjang hari (Cheung, Fong & Bressingston 2020). Kondisi
tersebut tentunya membuat kelelahan, kecemasan, ketakutan dan gangguan
tidur. Penelitian Niuniu et al., (2020) juga menjelaskan bahwa saat pandemic
ini, perawat dianggap sebagai garda terdepan dalam memerangi COVID-19.
Pada kondisi yang sama, perawat akan berada dalam keadaan stress fisik dan
mental, merasa terisolasi, tidak berdaya dan merasa dibawah tekanan
pekerjaan yang mengancam kesehatannya. Terlebih lagi sudah banyak tenaga
kesehatan yang mengorbankan dirinya sendiri hingga meninggal dunia. Disaat
kondisi kekhawatiran dan kecemasan seperti itu, beberapa perawat justru ada
yang harus mendapatkan stigma kurang menyenangkan dari orang-orang
sekitar. Perawat dianggap sebagai pembawa virus penyakit. Hal ini tentunya
sangat menjadikan konflik moral dan beban mental yang harus dihadapi oleh
perawat (Maben et al., 2020).
Dalam kondisi pandemic COVID-19, mempertahankan kesehatan mental
para perawat dianggap sebagai hal yang penting untuk mengendalikan
penyakit menular (Yuanyuan & Deng 2020). Sementara itu, penelitian Kang
et al., (2020) juga menjelaskan bahwa di kota Wuhan Cina sudah membentuk
tim intervensi untuk untuk mengurangi masalah psikologis perawat akibat
COVID-19. Hal yang dilakukan antara lain menyediakan layanan psikologis,
menyediakan brosur psikologis, konseling dan psikoterapi. Selain itu, berita
televisi dan media online juga menyebarkan informasi tentang strategi koping
ketika mengalami masalah psikologis. Berdasarkan paparan masalah diatas,
maka perlu diketahui lebih lanjut mengenai kesehatan mental perawat akibat
pandemic COVID-19.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan, apakah dampak COVID-19
terhadap kesehatan mental perawat?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari literature review ini yaitu untuk melakukan analisis dari
beberapa jurnal untuk mengetahui kesehatan mental perawat akibat pandemic
COVID-19.
BAB II METODE

2.1 Strategi Pencarian Literatur


2.1.1 Framework yang digunakan
Framework yang digunakan dalam literature review ini yaitu PICO
(Patient, Intervention, Comparison, Outcome). Dimana P: semua perawat
yang bekerja saat pandemic COVID-19, I: Dampak COVID-19, O:
Kesehatan mental.
2.1.2 Kata kunci yang digunakan
Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literature review ini
adalah psychological impact, mental health, nurses, COVID-19.
2.1.3 Database atau search engine yang digunakan
Database yang digunakan dalam pencarian literatur review ini yaitu
Science direct, PubMed dan Google Scholar.
2.2 Kriteria Inklusi dan Ekslusi
Kriteria inklusi dalam literature review ini adalah semua perawat yang
bekerja saat pandemic COVID-19, perawat yang bersedia mengikuti penelitian.
Kriteria eksklusi dalam literature review ini adalah mahasiswa keperawatan dan
tenaga medis lain/selain perawat.
2.3 Seleksi Studi dan Penilaian Kualitas

2.3.1 Hasil pencarian dan Seleksi Studi


Literatur tambahan
Literatur diidentifikasi melalui
diidentifikasi melalui
pencarian di database
pencarian di Google scholar
Sciencedirect (n=78)
dan PubMed (n=8595)

Literatur yang diidentifikasi melalui Sciencedirect, Google scholar dan


PubMed (N=8673)

Literatur dikeluarkan: (n=8150)


- Judul
Literatur di screening melalui
- Tidak dapat diakses secara full
judul (n=8673)
karena harus berbayar

Literatur yang dikeluarkan:


(n= 518)
Artikel full text kemudian - Sampelnya bukan khusus
dikaji kelayakannya (n=523) perawat (ada tenaga kesehatan
lain)
- Literatur merupakan ulasan teori,
opini
- Literatur merupakan review dari
artikel

Literatur yang memenuhi Kriteria inklusi:


kriteria inklusi: - Full text
(n= 5)
- Berisi tentang kesehatan mental
perawat akibat COVID-19
-
2.3.2 Daftar artikel hasil pencarian

Berdasarkan hasil pencarian artikel yang memenuhi kriteria hasil


sebagai berikut:

Identitas artikel (Judul, penulis, Kriteria Inklusi


jurnal)
A qualitative study on the Perawat yang memberikan
psychological experience of caregivers asuhan keperawatan pada
of COVID-19 patients pasien COVID-19 dan
Niuniu et al., 2020 bersedia mengikuti
American Journal of Infection Control penelitian
Work stress among Chinese nurses to Perawat dari Guangxi yang
support Wuhan in fighting agains menjadi garda terdepan
COVID-19 epidemic dalam menangani COVID-
Yuanyuan & Deng 2020 19
Journal of Nursing Management

The psychological change process of Perawat garda terdepan


frontline nurses caring for patients yang secara sukarela
with COVID-19 during its outbreak mendaftar yang kemudian
Zhang et al., 2020 menjadi relawan di Wuhan
Journal of Mental Health Nursing
Fear of COVID-19, psychological Perawat yang bekerja di
distress, work satisfaction and rumah sakit daerah
turnover intention among front line ataupun swasta yang
nurses melayani pasien COVID-
Labrague (2020) 19
Journal of Mental Health Nursing
Impact of COVID-19 on psychology Perawat yang telah
of nurses working in the emergency terdaftar di rumah sakit
and fever outpatient: A cross sectional provinsi Jiangsu.
survey
Chu et al., 2020
Journal of Emergency Nursing