Anda di halaman 1dari 3

MALNUTRISI ENERGI PROTEIN (MEP)

No. Dokumen : 047/C/VII/SOP/PKM-TP/VIII/2015


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 18 AGUSTUS 2015
Halaman : 1/2
Rahma Yulia Istuti
UPT. PUSKESMAS
1 NIP. 19840730 201001 2
TANJUNG PALAS
010

1.Pengertian MEP adalah penyakit akibat kekurangan energi dan protein umumnya disertai defisiensi
nutrisi lain.

Klasifikasi dari MEP adalah:

a. Kwashiorkor
b. Marasmus
c. Marasmus Kwashiorkor.
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penanganan Malnutrisi energy
protein (MEP)
3.Kebijakan SK KEPALA UPT. PUSKESMAS TANJUNG PALAS Nomor :
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS
4.Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilisitas Kesehatan Primer

5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesa keluhan pasien. Untuk Kwashiorkor,terdapat


keluhan: Edema, Wajah sembab, Pandangan sayu Rambut tipis, kemerahan seperti
warna tambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok.Anak rewel, apatis. Untuk
marasmus terdapat keluhan Sangat kurus, Cengeng, Rewel dan Kulit keriput. Untuk
Marasmus Kwashiorkr, dengan keluhan kombinasi dari ke 2 penyakit tersebut diatas.

2. Petugas melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (Tekanan Darah,


Nadi, Respirasi dan Suhu), dan terdapat tanda Patognomonis yaitu

a. Batuk berat yang berlangsung lama


b. Batuk disertai bunyi ‘whoop’
c. Muntah
d. Sianosis

3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan apus darah tepi,


ditemukan leukosistosis dan limfositosis relatif apabila diperlukan dilakukan
kultur.
4. Petugas menegakkan diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang yaitu terdeteksinya
Bordatella pertusis dari spesimen nasofaring dan Kultur swab
nasofaring ditemukan Bordatella pertusis
5. Petugas memberikan terapi

a. Pemberian makanan yang mudah ditelan, bila pemberian muntah


sebaiknya berikan cairan elektrolit secara parenteral.
b. Pemberian jalan nafas.
c. Oksigen
d. Pemberian farmakoterapi:
1. Antibiotik: Eritromisin 30 – 50 mg/kgBB 4 x sehari
2. Antitusif: Kodein 0,5 mg/tahun/kali dan
e. Salbutamol dengan dosis 0,3-0,5 mg perkg BB/hari 3x sehari
6. Petugas melakukan konseling dan edukasi

a. Edukasi: Edukasi diberikan kepada individu dan keluarga mengenai


pencegahan rekurensi.
b. Pencegahan: Imunisasi dasar lengkap harus diberikan pada anak kurang
dari 1 tahun.

6.Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Pemeriksaan Anak
3. Ruang Rawat Inap
4. Ruang farmasi

7.Dokumen
Terkait

PERTUSIS

No. Dokumen : 047/C/VII/SOP/PKM-TP/VIII/2015


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 18 AGUSTUS 2015
Halaman : 1/2
Rahma Yulia Istuti
UPT. PUSKESMAS
1 NIP. 19840730 201001 2
TANJUNG PALAS
010

8. Rekaman Historis Perubahan


No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
2/2
3/2