Anda di halaman 1dari 14

Dosen Pembimbing : Dr. Sulhan Manaf, M.

Si

TUGAS

METODOLOGI PENELITIAN

(MP Ak-2)

DI SUSUN OLEH :

NAMA: SAHRINA

NPM : 17320007

KELAS: A

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

BAUBAU

2020
MATERI

1. Jenis-Jenis Penelitian
Penelitian memiliki tujuan untuk memperbaharui ilmu pengetahuan suatu
bidang. Jika tidak ada ada riset ilmu atau penelitian, pengetahuan ataupun
wawasan akan berhenti. Bahkan akan menghilang jika penelitian tidak
dilaksanakan secara berkelanjutan. Biasanya penelitian dilakukan oleh kelompok
atau individu dengan tujuan tertentu. jenis-jenis penelitian:

1) Penelitian Dasar / Penelitian Murni


Penelitian Dasar adalah penelitian bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan ilmiah, atau untuk menemukan objek penelitian baru tanpa suatu
tujuan praktis tertentu. Maksudnya hasil penelitian tidak segera dipakai, tetapi
untuk jangka waktu yang panjang.
Contoh : Penelitian tentang DNA, gen, ataupun penelitian yang berhubungan
dengan penemuan dan pengembangan ilmu
2) Penelitian Terapan
Penelitian Terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas pengetahuan ilmiah dengan tujuan yang praktis. Artinya hasil dari
peelitian diharapkan bisa segera dipakai untuk keperluan praktis.

Contoh: Penelitian tentang pendidikan yang berkaitan tentang bagaimana


meningkatkan minat baca siswa, ataupun penelitian yang berkaitan
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk belajar.1

3) Penelitian Eksplorasi
Penelitian Eksplorasi adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
pengetahuan baru dan terapan, dan menemukan solusi baru dalam masalah-
masalah pendidikan. Ilmu pengetahuan yang benar-benar baru dan masalah-
masalah yang belum diketahui sebelumnya.

1
Moh. Nazir, ph.D (2011) hal. 27
Contoh: Penelitian tentang etos kerja masyarakat suku Dayak di pedalaman
Kalimantan.

4) Penelitian Historis
Penelitian Historis adalah penelitin yang bertujuan untuk merekontruksi
masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan,
mengevaluasi, memferivikasi, serta menghubungkan bukti-bukti untuk
mengungkap fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.

Contoh: Penelitian mengenai rusaknya candi sewu di Prambanan

5) Penelitian Deskriptif
Penelitian Deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis,
akurat, dan faktual mengenai fakta dan sifat populasi daerah tertentu.

Contoh: Penelitian mengenai penggunaan teknologi computer di beberapa SD di


pedesaan
6) Penelitian Perkembangan
Penelitian Perkembangan proses untuk mengembangkan produk baru
ataupun menyempurnakan produk yang sudah ada.

Contoh: Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 – 10 tahun

7) Penelitian Kasus / Penelitian Lapangan


Penelitian Kasus atau Penelitian Lapangan bertujuan untuk mempelajari
secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungansuatu
obyek.

Contoh: Disuatu kelas terdapat seorang siswa yang sangat menonjol, lain dari
yang lain. Jika diajar tidak pernah tenang. Sifatnya keras, suka
membantah. Sikapnya berang tetapi prestasinya luar biasa baik.
8) Penelitian Korelasional
Penelitian Korelasional bertujuan untuk mengkaji hubungan antara
variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan dengan koefisien
korelasi.

Contoh: Kualitas Pelayanan Karyawan Administrasi Akademik, Survey di


Politeknik Kesehatan Jakarta (2003)
9) Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimental merupakan penelitian yang berusaha mencari
tahu pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dengan keadaan yang
terkontrol secara berkala. Atau penelitian yang mencari tahu pengaruh pemberian
suatu treatment kepada subjek penelitian.
Contoh: Penelitian tentang pengaruh pupuk kompos terhadap kesuburan tanaman.
10) Penelitian Komparatif
Penelitian Komparatif dalah suatu penelitian yang bersifat
membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri
tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.

Contoh : Penelitian mengenai kualitas air tanah di pedesaan dibandingkan di


perkotaan.
11) Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan (Action Research) merupakan penelitian yang
meiliki tujuan untuk mengembangkan satu metode kerja yang paling efisien.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengubah situasi, perilaku, organisasi
misalnyan struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata.
Contoh: Penggunaan metode jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
12) Penelitian Evaluasi
Penelitian Evaluasi merupakan penelitian yang dilakukan setelah
penelitian lain dilaksanakan dalam format penelitian baru. Penelitian evaluasi
merupakan turunan dari penelitian terapan. Penelitian evaluasi ini mempunyai
tujuan bentuk evaluasi terhadap penilaian keberhasilan, kegunaan, manfaat,
sumbangan, dan kelayakan suatu program, kegiatan atau produk.
Contoh: Penelitian tentang kualitas guru setelah ikut dalam program profesi.

13) Penelitian Kualitatif


Penelitian Kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang
didasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu kejadian sosial dan masalah
manusia. Penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data,
kalimat, skema, dan gambar).

Contoh: Penelitian mengenai asal usul nama suatu daerah.


14) Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif merupakan penelitian yang datanya adalah data
kuantitatif sehingga analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif (inferensi).

Contoh: Penelitian mengenai pengaruh metode Snowball terhadap prestasi belajar


siswa.

15) Penelitian Kepustakaan


Penelitian Kepustakaan dilakukan di perpustakaan. Dari awal sampai
akhir penelitian dilakukan di perpustakaan. Penelitian kepustaskaan biasanya
berisi filosifi yang kembali dikaji ulang.

16) Penelitian Penilaian


Penelitian Penilaian merupakan penelitian yang dilakukan untuk menilai
ataupun menguji perubahan suatu objek. Objek yang diuji bisa berupa individu,
kelompok tertentu, dan sitem.

Contoh: Penelitian kepada para pegawai negeri sipil yang berusia 45 tahun atau
lebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produktifitas para PNS
(Pegawai Negeri Sipil).
17) Penelitian Naratif
Penelitian Naratif merupakan jenis penelitian yang menjelaskan langsung
secara lisan dan menceritakan isi dari penelitian.

Penelitian Narati didapat dengan cara diskusi, percakapan atau wawancara.


Cerita tetang pengalaman individu yang diceritakan kepada peneliti, dan
kemudian diceritakan kembali dengan oleh peneliti.

Contoh: Penelitian tentang otobiografi, biografi, dokumen pribadi, riwayat hidup,


personal accounts, etnobiografi, otoetnografi.
18) Penelitian Survey
Penelitian Survey adalah penelitian yang mengumpulkan informasi
dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden
dengan mempelajari cintoh yang didapat dari data populasi.

Contoh:
1. Penelitian tentang pengaruh anggaran pendidikan terhadap kualitas SDM di
negeri ini.
2. Penelitian tentang kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpinnya.
19) Penelitian Eksplanatoris
Penelitian Eksplanatoris mempunyai sebuah tujuan agar bisa menguji
suatu teori maupun hipotesa agar dapat memperkuat maupun menolak dari sebuah
teori dari penelitian yang sudah diteliti.

Contoh:
1. Pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja
karyawan. Hipotesis yang akan diuji adalah budaya organisasi dan
kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
2. Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan.
Hipotesis yang akan diuji adalah motivasi dan kepuasan kerja berpengaruh
terhadap prestasi kerja karyawan.
20) Penelitan Hubungan Sebab-Akibat
Penelitian Hubungan Sebab-Akibat adalah penelitian yang bertujuan
untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang munkin bisa
saja menjadi penyebab gejala dari objek yang diselidiki.

Contoh: sikap santun siswa dalam kegiatan belajar, kemungkinan dikarenakan


oleh banyaknya lulusan tertentu yang tidak mendapatkan lapangan
kerja.2
2. Masalah Penelitian

21. Pengertian Masalah Penelitian

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa penelitian dilakukan


untuk menyelesaikan masalah yang dimulai dengan adanya penyimpangan.
Stonner (1998) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui
atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan
kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya
pengaduan, dan kompetisi.

Menurut Suryabrata (2008) masalah merupakan kesenjangan antara


harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang
tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is)
(Suryabrata, 2008). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what
can be). John Dewey dan Kerlinger secara terpisah memberikan penjelasan
mengenai masalah berupa kesulitan yang dirasakan oleh orang awam
maupun seorang peneliti. Kesulitan ini menghalangi tercapai sebuah
tujuan baik itu tujuan individu maupun sebuah kelompok. Masalah dalam
penelitian diekspresikan dalam bentuk kalimat tanya bukan kalimat
pernyataan.

2.2 Kegunaan Masalah Penelitian Dalam Penyusunan Rencana Penelitian

2
Cholid Narbuko, H. Abu Achmadi (2009) hal. 42-67
Kegunaan penelitian ialah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk,
dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja di
kontrol melalui percobaan (eksperimen) ataupun berdasarkan observasi tanpa
kontrol. Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan
fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan.

Jika penelitian tidak diadakan, serta kenyataan-kenyataan tidak pernah diuji lebih
dahulu melalui penelitian. Tidak ada negara yang sudah maju dan berhasil dalam
pembangunan, tanpa melibatkan banyak daya dan dana dalam bidang penelitian.
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa kontribusi dari penelitian
mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan
untuk keperluan tersebut. Ada dua cara untuk menilai benefit (keuntungan) dari
penelitian. Pertama, menggunakan teknik internal rate of return to investment.
Dan kedua dengan menghitung nilai marginal dari output per dolar modal yang
ditanamkan dalam penelitian.

2.3 Sumber-Sumber Masalah Penelitian

Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber. Menurut Hadjar


(1996), masalah dapat bersumber dari:

1. Observasi Masalah dalam penelitian dapat diangkat dari hasil


observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki
penjelasan memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan
suatu tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi.
2. Dedukasi dari teori Teori merupakan konsep-konsep yang masih
berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat
diketahui selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap
masalah yang dianggap dari teori berguna untuk mendapatkan
penjelasan empiris praktik tentang teori.
3. Kepustakaan Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi
perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa
variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan
kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian
sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang
apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk
menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat
untuk diteliti.
4. Masalah sosial Masalah sosial yang ada di sekitar kita atau yang baru
menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber masalah
penelitian.
5. Pengalaman pribadi Pengalaman pribadi dapat menimbulkan
masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih mendalam. (Pawson, 2006).
Masalah dalam penelitian pendidikan dapat diperoleh dari berbagai
sumber yang terkait dengan bidang pendidikan, Sukardi (2009) dalam,
antara lain:
a) Pengalaman seseorang atau kelompok. Pengalaman orang yang
telah lama menekuni bidang profesi pendidikan dapat digunakan
untuk membantu mencari permasalahan yang signifikan diteliti.
Contoh: pengalaman mengajar di kelas.
b) Lapangan tempat bekerja. Para peneliti dapat melihat secara
langsung, mengalami dan bertanya pada satu, dua, atau banyak
orang dalam pekerjaannya. Seorang guru misalnya, akan merasakan
bahwa sekolah dan komponen yang berkaitan dengan tercapainya
tujuan sekolah dpat dijadikan sebagai sumber penelitian.
c) Laporan hasil penelitian. Dari hasil penelitian, yang biasanya dalam
bentuk jurnal, biasanya disamping ada hasil temuan yang baru juga
ada kemungkinan penelitian yang direkomendasikan.
d) Sumber-sumber yang berasal dari pengetahuan orang lain.
Perkembangan ilmu pengetahuan lain di luar bidang yang dikuasai
seringkali memberikan pengaruh munculnya permasalahan
penelitian.
2.4 Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Merumuskan Masalah Penelitian
Ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yang baik dan pern-
yataan masalah yang baik (Kerlinger, 2006), yaitu:
1. Masalah harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel
atau lebih. Dengan demikian, masalah-masalah itu mengajukan pern-
yataan-pernyataan seperti :
a. Apakah A terkait dengan B?
b. Apakah motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar?
2. Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk
pertanyaan.
3. Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara terten-
tu yang menyiratkan adanya pengujian yang empiris.
Mengidentifikasi masalah penelitian dilakukan untuk menentukan masalah
mana yang perlu segera dicari penyelesaiannya. Mengidentifikasi permasalahan-
permasalahan dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan sekaligus
memetakan masalah-masalah tersebut secara sistematis berdasarkan keahlian bi-
dang peneliti. Menurut Burns (2000) dalam mengidentifikasi masalah perlu mem-
perhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Esensial, masalah yang akan diidentifikasi menduduki urutan paling
penting diantara masalah-masalah yang ada.
2. Urgen, masalah yang akan dipecahkan mendesak untuk dicari
penyelesaiannya.
3. Masalah mempunyai manfaat apabila dipecahkan.
Dalam dunia pendidikan masalah yang diidentifikasi dapat dikelompokan
menjadi 4, yaitu : proses pembelajaran, siswa, guru, hasil belajar. Meskipun pros-
es identikasi masalah sudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu dipertim-
bangkan sebagai fokus penelitian. Halhal yang perlu diperhatikan adalah min-
at/motivasi/dorongan peneliti, kemampuan peneliti, lokasi penelitian, sumber data
(populasi dan sampel), waktu, pendekatan/metode yang digunakan, buku sumber
yang tersedia, etika dan birokrasi. Bila kesemua hal tersebut telah terpenuhi maka
suatu fokus masalah dapat dijadikan sebagai masalah penelitian untuk dicari ja-
wabannya.
2.5 Bentuk-Bentuk Masalah Penelitian

Bentuk Masalah penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis


menurut Sugiyono (2012) antara lain :

1. Permasalahan Deskriptif

Permasalahan deskriptif merupakan permasalahan dengan variabel mandiri


baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Dalam
penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada
sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel
yang lain.

Contoh permasalahan deskriptif :

a. Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari
murid-murid sekolah di Indonesia?

b. Seberapa besar efektivitas model pembelajaran jigsaw terhadap


prestasi belajar siswa?

2. Permasalahan Komparatif

Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang


membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel
yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Contoh :

a) Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah A


dan sekolah B? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada
dua sampel sekolah A dan sekolah B).
b) Adakah perbedaan pemahaman terhadap materi listrik antara
siswa di sekolah formal dengan siswa homeschooling?
3. Permasalahan Asosiatif

Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan


hubungan antara dua variabel atau lebih.

2.6 Bentuk Hubungan Antara Variabel

Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu :

a. Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih
yang kebetulan munculnya bersama. Contoh perumusan masalahnya
adalah sebagai berikut:

i. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin


negara?
ii. Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah
murid sekolah?

b. Hubungan kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab


akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi)
dan dependen (dipengaruhi), contoh:

i. Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak?


(pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel
dependen).
ii. Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru
terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum,media,
dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai
variabel dependen).
c. Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik Hubungan interaktif
adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana
variabel independen dan dependen, contoh:

i. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan A. Di


sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi
dapat mempengaruhi motivasi.

ii. Hubungan antara makan di pagi hari dengan kecerdasan siswa.3

3
Dr. Sandu Siyoto, SKM., M.Kes, (2015) hal. 40-44
DAFTAR PUSTAKA

Nazir, Moh. (2011). Metode Penelitian.Bogor: Ghalia Indonesia.

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. 2008. Metodologi penelitian. Jakarta:


Bumi Aksara.

Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing.