Anda di halaman 1dari 13

GPS ( Global Positioning System ) untuk menentukan suatu posisi ( letak )

GPS merupakan sebuah satu gabungan dari berbagai sistem yang sangat komplek, untuk itu saya
akan mencoba membahasnya perlahan dan dengan bahasa yang sederhana agar kita menjadi
lebih mudah memahami cara kerja GPS dan permasalahan yang timbul, berikut ini beberapa
bagian penting dalam tulisan saya ini.

 Sinyal Satelit GPS


 Trigonometri, Triangulasi
 Bagaimana Mengetahui Jarak Antara Satelit dan Pesawat Penerima GPS (receiver GPS)

Sinyal Satelit GPS


           Satelit hanya bertugas mengirim data secara terus menerus, dalam hal ini satelit tidak
memerlukan input karena perhitungan posisi sebetulnya di lakukan oleh pesawat penerima GPS
dan bukan di satelit, hal itulah yang membuat satelit GPS boleh di pake siapa saja tanpa
membebani satelit itu sendiri.
Untuk memastikan Jam di Satelit GPS benar benar tepat, maka satelit gps di bekali dengan jam
atom
Dalam bekerja Satelit GPS mengirimkan 3 Data secara terus menerus

1. Kode Pseudorandom, ini merupakan id yang di kirimkan dan berubah setiap saat inilah
yang berperan penting dalam menentukan jarak
2. Data ephemeris merupakan informasi keadaan satelit seperti misalkan rusak, baik, dan
sebagainya
3. Data Almanac informasi tentang posisi satelit

Trigonometri, Triangulasi
Triangulasi adalah sebuah cara matematis untuk mengetahui posisi suatu benda dengan
memanfaatkan pola dari segitiga, berikut ini gambaran sederhana bagimana triangulation pada
GPS

           Dengan mengetahui ketiga jarak satelit, maka kita bisa menentukan titik koordinat di
bumi, baik itu di tepat di atas tanah atau melayang seperti di pesawat, yang di atas adalah
gambaran sederhana, pada kenyataannya kita menemukan masalah yang lebih rumit untuk
menentukan titik pada bidang 3 dimensi. pertanyaan selanjutnya apa yang bisa membuat kita
tahu jarak penerima gps baik itu handset seperti HP atau peralatan khusus gps.
Bagaimana Mengetahui Jarak Antara Satelit dan Pesawat Penerima GPS (receiver GPS)
           Pada dasarnya ini adalah sederhana yaitu cepat rambat signal di kalikan waktu, tapi pada
prakteknya tidak sesederhana itu, Pseudorandom adalah hal yang paling berperan dalam urusan
ini, Pseudorandom mengirimkan code yang selalu berbeda setiap saat, namun kode-kode ini telah
di ketahui pada detik keberapa code ini keluar, dalam prakteknya mungkin bukan detik, tapi
sekian milidetik, setelah menerima kode Pseudorandom, receiver gps akan bisa menentukan
berapa lamakah keterlambatan kode-kode itu sampai di receiver gps, dan keterlambatan itulah
yang akan di hitung sebagai waktu tempuh signal dari satelit menuju ke reciever, dari waktu
tempuh di kali kecepatan di hasilkanlah jarak. Saya ibaratkan seperti ini, anda dan teman anda di
ujung lapangan menyanyikan lagu yang sama dan bersamaan, namun karena jarak maka anda
akan mendengarkan lagu teman anda lebih lambat dari lagu anda sendiri.

Jam di Receiver GPS tidak perlu terlalu akurat


Perhitungan waktu membutuhkan ketelitian yang luar biasa, mengingat cepat rambat signal yang
mencapai 300.000.000 m/detik maka selisih sedikit saja maka akan mengakibatkan kesalahan
yang sangat besar, pada satelit GPS itu tidak masalah karena di lengkapi dengan Jam Atom yang
sangat akurat, yang katanya harganya mencapai 100 ribu dollar amerika, jika seandainya jam
atom juga harus di terapkan di receiver GPS, maka GPS akan menjadi sia-sia, karena tidak ada
yang sanggup/mau membeli jam atom hanya untuk GPS, untungnya para pembuat GPS sudah
memikirkan hal itu, maka ada satu ide brilian yang bisa membuat GPS bekerja meskipun jam di
receiver gps tidaklah perlu terlalu akurat

Menghitung Waktu Tempuh dengan Jam receiver yang tidak terlalu akurat
           Paragraf ini mungkin akan sedikit mengacaukan tentang contoh gambar triangulasi di
atas,
Gambar pada Triangulasi di atas ada 3 satelit, padahal kenyataannya GPS baru bekerja jika
menerima 4 atau lebih signal satelit, yup jika saja receiver GPS di lengkapi dengan jam atom,
maka 3 satelit sudah cukup untuk mengetahui posisi kita, namun karena jam di receiver GPS
bukanlah jam yang akurat, maka pesawat penerima GPS (receiver gps) baru bisa bekerja jika
menangkap signal 4 atau lebih satelit. receiver akan mengambil sampel jam dari salah satu satelit
(dengan signal Pseudo random), dan kemudian menghitung kemungkinan letak dengan garis dan
lingkaran berpotongan, perhatikan gambar ini.
          Gambar di atas adalah contoh dalam 2 dimensi, karena terlalu sulit bagi saya untuk
menggambarkannya dalam bentuk 3 demensi, sebenarnya lingkaran-lingkaran itu adalah
kemungkinan-kemungkinan yang di hasilkan berdasarkanperkiraan  jarak tempuh signal satelit
(panah pada gambar), saya katakan perkiraan karena kita tahu bahwa jam di receiver gps tidaklah
setepat jam atom seperti yang ada di satelit, pada prakteknya akan di butuhkan banyak lingkaran
berpotongan untuk mengetahui letak kita pemegan receiver gps baik itu di hp android, blackbery
ataus di perangkat GPS sungguhan.
update: Permasalahan dengan jam receiver GPS yang tidak akurat karena ada yang tanya lebih
detail saya akan mencoba menjelaskan lagi, permasalahan dengan jam receiver gps yang tidak
akurat itu. Begini ceritanya, pertama hp atau perangkat yang ada GPSnya akan menghitung jarak
satelit dengan cara mengalikan waktu tempuh dengan kecepatan signal dengan menggunakan
jam seadanya, di ketemukanlah radius atau jari jari pada lingkaran lingkaran, jika jam di
perangkat gps (receiver gps) itu salah, maka lingkaran lingkaran yang di hasilkan tidak akan
berpotongan di satu titik, lingkaran yang di hasilkan bisa jadi terlalu besar atau terlalu kecil,
maka software di receiver GPS akan melakukan pendekatan dengan cara menambahkan atau
mengurangi jam yang ada, dan itu berarti sama dengan membesarkan atau mengecilkan
lingkaran secara bersamaan, hingga tercapailah lingkaran-lingkaran yang berpotongan, titik
perpotongan lingkaran itulah yang akan di nyatakan sebagai posisi kita, ingat bahwa lingkaran
itu di hasilkan dari waktu di kali kecepatan, maka jika waktu pengukurnya di ubah otomatis
radius yang di hasilkannya juga berubah semua. pada kenyataanya karena banyak faktor, seperti
pantulan dan lain-lain, lingkaran lingkaran tersebut tidak akan bisa berpotongan secara tepat di
satu titik, namun software akan mencari kemungkinan yang paling dekat, makanya di perangkat
gps yang anda gunakan akan tertulis “akurasi sekian meter”, semakin banyak satelit yang bisa di
tangkap maka akurasinya akan semakin baik.
 
Setiap satelit GPS memancarkan sinyal-sinyal gelombang mikro. GPS  receiver menggunakan
sinyal satelit yang diterima untuk melakukan triangulasi posisi dengan cara mengukur lama
perjalanan waktu sinyal dikirimkan dari satelit, kemudian mengalikannya dengan kecepatan
cahaya untuk menentukan secara tepat berapa jauh dirinya dari satelit. Dengan mengunci
minumum 3 sinyal dari satelit yang  berbeda, maka GPS receiver dapat menghitung posisi tetap
sebuah titik yaitu koordinat posisi lintang (latitude) dan bujur (Longitude). Penguncian sinyal
satelit yang ke-4 membuat pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi ketinggian titik
tersebut terhadap muka laut (Altitude).

Gambar Proses Triangulasi posisi GPS untuk menentukan koordinat

GPS receiver akan terus menjaga dan mengunci sinyal satelit yang diperlukan untuk melakukan
triangulasi secara bersama dan paralel. Dengan sistem ini, informasi navigasi yang diterima akan
selalu  up to date.
GPS  receiver juga akan terus mencari sinyal satelit sehingga mendapat 10 sampai 12 sinyal
satelit sekaligus. Tambahan channel sinyal satelit ini dapat diolah sehingga data koordinat yang
diperoleh akan lebih terpercaya serta akurasinya lebih baik.

Format Data Keluaran GPS sebanyak lima jenis yaitu NMEA 0180, NMEA 0182, NMEA 0183,
AVIATION, dan PLOTTING. Format data tersebut ditetapkan oleh NMEA (National Maritime 
Electronic Association) dan dapat dikoneksikan ke komputer melalui  port komunikasi serial
dengan menggunakan kabel RS-232.

Data keluaran yang digunakan adalah format data NMEA 0183 berbentuk kalimat (string) yang
merupakan rangkaian karakter ASCII 8 bit. Setiap kalimat diawali dengan satu karakter ‘$’ , dua
karakter Talker ID, tiga karakter Sentence ID, dan diikuti oleh data fields yang masing-masing
dipisahkan oleh koma serta diakhiri oleh optional cheksum dan karakter cariage return/line feed
(CR/LF).
GPS DAN CARA KERJANYA

    Cara kerja GPS atau Global Positioning System adalah dengan menangkap sinyal dari satelit.
Dengan GPS kita bisa mengetahui posisi kita di belahan muka Bumi ini, jadi kita tidak lagi
tersesat bila kita tahu arah dan posisi yang kita tuju, oleh karenanya penting sebagai salah satu
perlengkapan survival.

Sistem Pemosisi Global (bahasa Inggris: Global Positioning System (GPS)) adalah sistem untuk


menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal
satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi.
Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak,
kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia,
Galileo Uni Eropa, IRNSS 

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama
lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah
singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang
penentu kebijakan penting dalam program GPS).Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space
Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per
tahun,termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.

Penjelasan : 
Prinsip kerja GPS adalah pengukuran jarak (range) antara GPS Receiver dengan satelit. Satelit
juga memberikan informasi lokasi orbit dimana saat itu satelit berada diatas permukaan bumi.
GPS dapat bekerja seperti ini, apabila kita mengetahui jarak tepat kita dari satelit di angkasa,
maka kita dapat mengasumsikan bahwa kita berada disuatu titik disebuah permukaan dengan
radius imaginer yang sama dengan radius satelit. Apabila kita mengetahui dengan tepat jarak kita
dari dua buah satelit maka dapat diasumsikan bahwa kita berada disebuah titik di daerah
perpotongan antara dua satelit tersebut. Jarak diketahui dengan menghitung antara lama waktu
yang ditempuh oleh gelombang dengan kecepatan rambat gelombang. Oleh karena itu GPS
biasanya menggunakan jam atom sebagai panduan waktu dasar waktunya. 
Pada bagian ini akan disampaikan bagaimana cara kerja GPS hingga bisa mengetahui posisi
dimana kita berada. Anggaplah kita sedang berada di suatu tempat dan sedang
kebingungan  tidak tahu dimana tempat kita berada saat itu. Pada saat itu kita hanya mengetahui
bahwa posisi saat itu berjarak 7 km dari suatu titik acuan yang kita sebut dengan “A”. Dari hal
tersebut, gambarkanlah sebuah lingkaran dengan jari-jari yang mewakili 7 km.
Setelah menggambarkan lingkaran tersebut perlu diingat bahwa disamping acuan titik “A” , kita
juga berada sejauh 14 km dari suatu titik dengan nama “B”. Kemudian gambarkanlingkaran
tersebut.

 
Setelah penggambaran lingkaran dari titik dengan nama “B” maka akan di dapat informasi ada
dua titik yang saling berpotongan. Kedua titik perpotongan tersebut merupakan titik dimana kita
berada. Tetapi tentunya tidak memungkinkan kita berada di dua titik secara bersamaan. Maka
daripada itu kita memerlukan satu acuan lagi yang akan berfungsi sebagai titik penentu dimana
kita berada dari ke dua titik potong sebelumnya. Anggaplah saat ini kita berada 3 km dari suatu
titik reference C yang sudah kita ketahui lokasinya. Dan gambarkan lingkaran tersebut.

 
Hasilnya kita akan menemukan satu titik potong yang mewakili tiga lingkaran yang kita buat
sebelumnya. Titik ini bisa berkemungkinan merupakan tempat dimana kita berada dan juga
mungkin tidak. Untuk mengatasi hal ini kita membutuhkan informasi data ketinggian, sehingga
lokasi kita benar-benar unik di bidang tiga dimensi. Untuk memperoleh informasi ketinggian
tersebut kita membutuhkan satu satelit yang bertugas untuk mendapatkan informasi data
ketinggian.
Pada saat ini kita perlu memahami prinsip kerja proses pengiriman data oleh satelit. Saat satelit
GPS mengirimkansinyal kepada GPS penerima, sinyal tersebut  berisi informasi posisi satelit dan
waktu pengiriman sinyal. Dengan adanya jarak antara satelit dengan GPS penerima, tentunya
akan ada perbedaan waktu saat pertama kali sinyal dipancarkan dengan saat diterima oleh
perangkat GPS. Kecepatan sinyal yang dipancarkan tersebut adalah setara dengan kecepatan
cahaya pada ruang hampa. Namun dengan adanya lapisan atmosfir tentunya kecepatannya ini
mengalami perlambatan, tapi dengan suatu metode tertentu kelemahan ini bisa diminimalkan.
Anggaplah bahwa ruang antara pemancar dan penerima sinyal berada dalam ruang hampa,
sehingga kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya. Dengan beda waktu sebesar T, maka
diperoleh jarak:
  
Jarak (S) = Waktu (T) x Kecepatan Cahaya (V) 
Jarak (S) inilah yang merupakan jari-jari lingkaran yang kita pergunakan tadi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa GPS penerima tidak memiliki pembangkit waktu
(time generator) secanggih yang dimiliki satelit. Pembangkit waktu merupakan alat yang
digunakan sebagai pedoman penentuan lamanya suatu waktu. Kalau di jam tangan yangbiasa
dipakai sekarang ini, pembangkit waktunya berupa sebuah kristal yang bergetar pada frekuensi
tertentu. Lama satu detik ditentukan berapa kali satu periode pulsa (satu frekuensi) terjadi,
misalkan dalam gambar di bawah ini satu detik dibentuk dari 6 kali periode yang berarti
memiliki frekuensi 6 Hertz.
Satelit itu sendiri berada pada ketinggian sekitar 20.200km dari permukaan laut. Bila kecepatan
cahaya, anggaplah kita bulatkan menjadi 300.000 km/detik maka waktu tempuh yang diperlukan
sinyal GPS hingga ke objek penerima dibumi hanyalah 20.200/300.000 = 0,0673 detik.  Hal itu
berarti jika terjadi kesalahan atau perbedaan pengukuran waktu antara satelit dengan GPS
penerima selama 1/1000 detik saja maka lokasi objek yang diukur akan meleset sejauh 300 km.
Untuk itu diperlukan pembangkit waktu yang sangat presisi agar kesalahan pengukuran bisa
diminimalisir. Satelit GPS sendiri menggunakan "atomic clock"  sebagai pembangkit waktunya
dengan tingkat ketepatan perhitungan hingga sepersembilan milyar detik. Sayangnya harga
atomic clock sangat mahal sekita USD 100K yang tentunya tidak akan  mampu kita beli bila
dipasang di GPS penerima.
Untuk mengukur data ketinggian dibutuhkan 4 satelit. Alasannya yaitu setiap satelit GPS
mengirimkan data posisi (X,Y,Z) kepada penerima. Nah anggaplah hanya tiga satelit yang bisa
diterima oleh GPS kita, itu berarti ada 3 variabel dalam 3 persamaan yang diterima oleh GPS.
Hal itu berarti ketiga persamaan tersebut nantinya akan menghasilkan satu perhitungan yang
menunjukkan dimana lokasi kita berada.
X 1+Y1+Z1 = X2+Y2+X2 = X3+Y3+Z3 
Karena masing-masing nilai (X,Y,Z) tiap satelit tersebut berbeda-beda maka agar bisa
menghasilkan perhitungan yang sama perlu ditambahkan 3 variabel lagi yang berlaku untuk
semua informasi tersebut, sebutlah (a,b,c) sehingga formulanya berubah menjadi:
aX 1+bY1+cZ1 = aX2+bY2+cX2 = aX3+bY3+cZ3 
Variabel (a,b,c) tersebut adalah merupakan informasi ketinggian kita. Karena ada tiga variabel
yang tidak kita ketahui dalam tiga persamaan yang berbeda maka secara matematika hal itu bisa
dilakukan. Bila proses pengiriman informasi satelit ke GPS penerima berlaku di kondisi
sempurna maka dengan ke tiga informasi tersebut kita sudah mengetahui dimana posisi dan pada
ketingian berapa kita berada. Sayangnya secara praktek hal itu tidak terjadi. Terdapat perbedaan
atau kesalahan saat pembacaan sinyal satelit akibat dari perlambatan sinyal GPS di atmosfir dan
juga pembangkit waktu GPS kita yang tidak seakurat seperti apa yang digunakan oleh GPS
satelit. Itu berarti ada satu variabel lagi yangtidak kita ketahui yakni "waktu” (T). Berarti kita
memiliki 4 variabel yang tidak kita ketahui yakni X,Y,Z dan T. Untuk menghitungnya
dibutuhkan 4 persamaan metematika yang berbeda, oleh karena itulah kita butuh informasi posisi
dari satelit ke empat.
Dengan 4 variable dari 4 persamaan yang berbeda, secara matematis kita akan tahu dimana
posisi kita berada. Hal ini pula mengapa pada saat kita menerima informasi dari 3 satelit GPS
kita sudah tahu dimana posisi kita berada secara 2 dimensi bukan 3 dimensi, karena pada saat itu,
data ketinggian diabaikan. Yang dihitung adalah data X,Y dan T. Kenapa data ketinggian di
abaikan ? Karena GPS device lebih mengutamakan posisi secara 2 dimensi terlebih dahulu,
sehingga variabel ketiga digunakan untuk menghitung beda waktu agar hasil perhitungan posisi
bisa dipertanggungjawabkan.
Data ketinggian yang diperoleh dari perhitungan matematika tadi nantinya akan di sesuaikan
dengan "geodetic DATUM"  yang saat itu digunakan oleh GPS device. Sehingga hasil
pengukurannya lebih sesuai dengan kondisi data ketinggian dimana GPS penerima tersebut
berada. Berikut gambarnya:

 
Kemudian hasil perhitungan matematika tadi ditambah penyesuaian dengan "geodetic DATUM"
tertentu maka kita akan memperoleh nilai (h) dari gambar diatas.