Anda di halaman 1dari 59

e-Modul Mata Pelajaran Prakarya

dan Kewirausahaan

menu
Modul Elektronik (e-Modul)
SMAN 1 SUMBAWA BESAR

Penyusun :
Widya Kristy,S.Pd
(Guru SMAN 1 Sumbawa Besar)

Tim Pengembang :
Aminu Irfanda S, S.Pd. M.Pd.
Agus Surya Pratama, S.Pd.
Drs. Lalu Karna
Daftar Isi

COVER
PENGEMBANG
DAFTAR ISI
PETUNJUK
GLOSARIUM
PENDAHULUAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN I
A. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Ide Dan Peluang Usaha
D. Rangkuman
E. Latihan
F. Rubrik Penilaian Latihan
G. Penilaian Diri
KEGIATAN PEMBELAJARAN II
A. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Pengawetan Makanan
D. Rangkuman
E. Latihan
F. Rubrik Penilaian Latihan
G. Penilaian Diri
EVALUASI AKHIR PEMBELAJARAN
DAFTAR PUSTAKA
Glosarium

1. Kewirausahaan (Entrepreneurship) : Proses mengidentifikasi,


mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.
2. Peluang : Kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau
momen
3. Faktor internal : Faktor yang berasal dari dalam diri seseorang
sebagai subjek
4. Faktor eksternal : Hal-hal yang dihadapi seseorang dan
merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis.
5. Pengawetan makanan : Cara yang digunakan untuk membuat
makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan
sifat-sifat fisik dan kimia makanan.

menu Next
Persamaan dan Pertidaksamaan
Nilai Mutlak Linear Satu Variabel

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi,


mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi
tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah
penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau
ketidakpastian.

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh


Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti
di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan
unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an
di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan
sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan
atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500
sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.
DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa
sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan
perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi,
pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan
menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut
wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan
(entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia
pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa,
persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan
perilaku sebagai manusia unggul.
Pada modul ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan
karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional
serta materi tentang pengolahan makanan nabati dan hewani khas
daerah yang dimodifikasi.

Prev menu Next


Petunjuk Penggunaan e-Modul

Salam pelajar Indonesia, tetap semangat dalam belajar ya, selalu


menjadi bagian dari generasi emas bangsa Indonesia ini. Dengan
menggunakan modul ini kalian akan belajar tentang Prakarya dan
Kewirausahaan.

Setelah mempelajari modul ini diharapkan kalian memiliki kompetensi


dasar sebagai berikut :

3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas


asli daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya,
administrasi, dan pemasaran.
4.1 Membuat perencanaan usaha pengolahan makanan khas
daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya,
administrasi, dan pemasaran.
3.2 Menganalsis sistem pengolahan makanan khas asli daerah
yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.2 Pengolahan, pengemasan, dan pengawetan makanan khas
asli daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan
budaya setempat dan lainnya.

Supaya belajar kalian dapat bermakna maka yang perlu kalian


lakukan adalah:
1. Pastikan kalian mengerti target kompetensi yang akan dicapai
2. Mulailah dengan membaca materi
3. Kerjakan soal latihannya
4. Jika sudah lengkap mengerjakan soal latihan, cobalah buka kunci
jawaban yang ada pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah
skor yang kalian peroleh.
5. Jika skor masih dibawah 79, cobalah baca kembali materinya,
usahakan jangan mengerjakan ulang soal yang salah sebelum
kalian membaca ulang materinya.
6. Jika skor kalian sudah minimal 79, kalian bisa melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya.

>>> Selamat Belajar <<<

Prev menu Next


Kegiatan Pembelajaran 1

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Indikator Pencapaian Kompetensi


(IPK)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kegiatan Pembelajaran yaitu :

3.1.1 Memahami ide dan peluang usaha pengolahan makanan


khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani.
3.1.2 Memahami analisa peluang usaha makanan khas daerah
yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani.

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Tujuan Pembelajaran

Untuk mengetahui keberhasilan dari akhir kegiatan pembelajaran ini,


sebaiknya kalian mengetahui tujuan pembelajaran yang diharapkan,
yaitu :

1. Mampu memahami ide dan peluang usaha pengolahan makanan.


2. Mampu menganalisa peluang usaha makanan khas daerah yang
dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani.

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Peluang dalam bahasa Inggris adalah opportunity yang berarti


kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Jadi,
peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham
(ide) bagi seseorang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia makin
meningkat setiap tahunnya. Dengan pertumbuhan dan pendapatan
nasional yang makin meningkat dapat menunjukkan perkembangan
dan kemajuan Indonesia dibandingkan dengan negara lain.
Pertumbuhan ekonomi dapat ditunjukkan dari permintaan domestik,
permintaan ekspor, dan impor, serta investasi.

Kegiatan pengolahan produk makanan daerah saat ini merupakan


salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, dimana
potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah
menjadi makanan khas daerah, seperti di Provinsi Banten yang
memiliki potensi laut sangat besar. Hasil laut tersebut dimanfaatkan
menjadi makanan khas daerah, seperti sate bandeng sehingga
meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Untuk itu, kita harus
selalu bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha
Esa.

Menciptakan Peluang Usaha Pengolahan Makanan Khas Daerah


1) Ide Usaha Peluang dalam bahasa Inggris adalah
opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah
kejadian atau momen. Jadi, peluang berasal dari kesempatan
yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia makin meningkat setiap
tahunnya

Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah faktor


internal dan faktor eksternal.
a) Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri
seseorang sebagai subjek, antara lain:
• pengetahuan yang dimiliki;
• pengalaman dari individu itu sendiri;
• pengalaman saat ia melihat orang lainmenyelesaikan
masalah;
• intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu
itu sendiri.
Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi
atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan kreatifitasnya,

b) Faktor eksternal, ialah hal-hal yang dihadapi seseorang dan


merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis.
Faktor- faktor eksternal antara lain :
• masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan.
• kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
• kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun
orang lain.
• pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang
baru.

2) Risiko Usaha
Tugas wirausaha di dalam pengambilan risiko adalah sebagai
berikut.
• Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu
sekarang.
• Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi
permintaan konsumen.
• Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi permintaan
konsumen.
• Mensubkontrolkan kepada pembuat produk yang lebih kecil.
• Mengumpulkan informasi usaha.
• Mengurangi risiko usaha.
Unsur-unsur dalam mengurangi risiko usaha antara lain seperti
berikut.
• Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha,
peluang, dan kekuatan perusahaan.
• Adanya kerja prestatif, dorongan berinisiatif dan antusiasme
untuk melaksanakan strategi usaha.
• Adanya kemampuan merencanakan taktik dan strategi untuk
mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya.
• Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara
mengolah keadaan usaha demi keuntungan.
Dalam usaha pun, kita harus menganalisis risikoyang ada. Risiko
usaha ialah kegagalan atau ketidakberhasilan dalam menangkap
peluangusaha. Risiko usaha dapat ditimbulkan karena hal-hal
berikut.
• Permintaan (perubahan mode, selera, dandaya beli)
• Perubahan konjungtur (perubahan kondisiperekonomian
yang pasang surut)
• Persaingan
• Akibat lain, sepertit bencana alam, perubahan aturan,
perubahan teknologi, dan lain-lain

3) Keberhasilan dan Kegagalan dalam Berwirausaha


Pengolahan Makanan Khas Daerah
Keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya
dapat diidentifikasikan sebagai berikut.
• Keyakinan yang kuat dalam berusaha.
• Sikap mental yang positif dalam berusaha.
• Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri.
• Tingkah laku yang dapat dipertanggung jawabkan.
• Inovatif dan kreatif.
• Keunggulan dalam menjalankan usaha.
• Sasaran yang tepat dan menantang dalam berusaha.
• Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien.
• Pengembangan diri.
• Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang dijalankan.

Dalam melakukan usaha, ada dua kemungkinan, yaitu kegagalan


dan keberhasilan. Setiap orang pada umumnya tidak mau
menerima kegagalan. Hanya sedikit orang yang mau memahami
bahwa sesungguhnya kegagalan itu hanya sementara saja
karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Jika
seseorang mempunyai mental dan pribadi wirausaha, dia tidak
akan putus asa jika mengalami kegagalan. Ia akan berusaha
bangkit lagi sampai ia berhasil memperoleh apa yang menjadi
harapannya. Biasanya setelah mengalami kegagalan sekali, ia
gunakan pengalaman dan tidak akan mengulangi kegagalan
serupa. Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan
usaha adalah sebagai berikut:
• Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha
• Kurang berambisi
• Tidak disiplin
• Pendidikan yang tidak cukup
• Sikap selalu menunda-nunda
• Kesehatan terganggu
• Kurang tekun
• Kepribadian yang negatif
• Tidak jujur
• Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang


wirausahawan itu dikatakan berhasil atau gagal. Secara umum,
ada 2 faktor penyebab keberhasilan/kegagalan tersebut, yaitu
faktor internal (diri sendiri) dan faktor eksternal (luar diri). Sebagai
seorang wirausaha, keberhasilan dan kegagalan merupakan dua
sisi mata uang, ini berarti bahwa sewaktu-waktu ia dapat
mencapai hasil yang baik, tetapi di waktu lain ia kurang berhasil.

Untuk itu, perlu diidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan


ia gagal atau berhasil.Selanjutnya, faktor nonteknis yang
menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha makanan
khas daerah di antaranya seperti berikut.

Perencanaan : Usaha makanan khas daerah harus dibuat


dengan perencanaan yang sangat matang.
Menetapkan tujuan: Bersamaan dengan perencanaan adalah
me-netapkan tujuan. Tujuan
pengolahan makanan khas daerah harus jelas, apakah
makanan khas daerah yang dilakukan hanya untuk hobi atau
untuk mendapatkan profit (ke-untungan).
Adaptasi: Setiap bisnis, apa pun jenisnya, menghadapi
tantangan dan persaingan yang tidak ada habisnya.
Diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi
tantangan-tantangan ini untuk menentukan apakah usaha
bisa bertahan atau tidak.
Inovasi merupakan faktor yang sangat penting bagi
keberlanjutan usaha makanan khas daerah bahkan lebih
penting daripada sekadar mampu beradaptasi dengan
perubahan kondisi pasar, pengusaha yang sukses akan
terus-menerus fokus pada upaya mereka untuk berinovasi
dan peningkatan atau membuat mereka keluar dari bisnis
saat pelanggan mencari pesaing yang menawarkan sesuatu
yang tidak kita pikirkan.
Memasarkan merupakan kunci keberhasilan suatu usaha
tidak terkecuali usaha makanan khas daerah. Seberapa
besar produksi makanan khas daerah yang kita hasilkan,
tetapi pemasaran terhadap barang yang kita produksi buruk,
usaha yang kita jalani tidak akan berlanjut.
Jangan mengeluh dan jangan menyerah merupakan kunci
utama suatu usaha. Enam elemen ini merupakan hal penting
untuk kesuksesan bisnis. Ini akan membantu jika kamu
berpikir sebagai potongan puzzle yang harus diletakkan
bersamaan untuk mengubah ide kamu, kerja keras, uang,
dan keterampilan menjadi usaha yang sukses.

4) Pemetaan Peluang Usaha


Pemetaan peluang usaha dilakukan untuk menemukan peluang
usaha dan potensi yang bisa dimanfaatkan, serta untuk
mengetahui seberapa besar potensi usaha yang ada dan berapa
lama suatu usaha dapat bertahan. Ancaman dan peluang akan
selalu ada dari suatu usaha, oleh sebab itu penting untuk melihat
dan memantau perubahan lingkungan yang terjadi dan
kemampuan dalam beradaptasi dari suatu usaha agar bisa
tumbuh dan bertahan dalam ketatnya persaingan.

Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan


dari setiap daerah. Pemetaan potensi usaha daerah menjadi
sangat penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
dengan mengedepankan kewilayahan dan pemerataan. Terdapat
beberapa cara atau metode dalam melakuan pemetaan potensi
usaha, baik secara kuantitaif maupun kualitatif. Berikut beberapa
metode untuk melakukan pemetaan usaha, di antaranya adalah
analisa SWOT.
Analisis SWOT adalah suatu analisis terhadap lingkungan
internal dan eksternal wirausaha/perusahaan, dimana analisa
internal lebih menitik-beratkan pada kekuatan (Strenght) dan
kelemahan (Weakness), sedangkan analisis eksternal untuk
menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang
(Opportunity) yang ada dan yang akan datang serta ancaman
(Threat) dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon
pesaing.

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Rangkuman Materi

Peluang dalam bahasa Inggris adalah opportunity yang berarti


kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Jadi,
peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham
(ide) bagi seseorang.
Dalam menciptakan Peluang Usaha Pengolahan Makanan Khas
Daerah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Ide usaha
2. Resiko usaha
3. Keberhasilan dan Kegagalan dalam Berwirausaha Pengolahan
Makanan Khas Daerah
4. Pemetaan Peluang Usaha

Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah faktor


internal dan faktor eksternal.

a) Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang
sebagai subjek, antara lain :

pengetahuan yang dimiliki;


pengalaman dari individu itu sendiri;
pengalaman saat ia melihat orang lainmenyelesaikan masalah;
intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu
sendiri.

b) Faktor eksternal, ialah hal-hal yang dihadapi seseorang dan


merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis. Faktor-
faktor eksternal antara lain :

masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan.


kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun
orang lain.
pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Latihan

1. Apa yang dimaksud dengan peluang usaha?


2. Apa sajakah hal – hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalm
usaha?
3. Apa saja unsur-unsur dalam mengurangi risiko usaha?
4. Apa yang dimaksud dengan faktor internal dan faktor eksternal?

Prev menu Next


IDE DAN PELUANG USAHA

Kunci Jawaban

Rubrik Penilaian Latihan


1. Peluang usaha adalah kesempatan yang muncul dari sebuah
kejadian atau momen. Jadi, peluang berasal dari kesempatan yang
muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang.

2. Hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah


sebagai berikut:

Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha


Kurang berambisi
Tidak disiplin
Pendidikan yang tidak cukup
Sikap selalu menunda-nunda
Kesehatan terganggu
Kurang tekun
Kepribadian yang negatif
Tidak jujur
Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain
3. Unsur-unsur dalam mengurangi risiko usaha antara lain seperti
berikut.

Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha,


peluang, dan kekuatan perusahaan.
Adanya kerja prestatif, dorongan berinisiatif dan antusiasme
untuk melaksanakan strategi usaha.
Adanya kemampuan merencanakan taktik dan strategi untuk
mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya.
Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara
mengolah keadaan usaha demi keuntungan.

4. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri


seseorang sebagai subjek.
Faktor eksternal, ialah hal-hal yang dihadapi seseorang dan
merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis.

Prev menu Next


Penilaian Diri

Nama Peserta : Ketikkan Nama

Kelas : Ketikkan Kelas

Mata pelajaran : Ketikkan Mapel

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Mampu menjelaskan tentang ide dan peluang
usaha
2 Mampu menyebutkan faktor - faktor yang dapat
memunculkan ide usaha
3 Mampu menyebutkan hal - hal yang dapat
menimbulkan resiko usaha
4 Mampu menjelaskan hal - hal yang dapat
menyebabkan kegagalan usaha
5 Mampu menjelaskan tentang unsur -unsur
dalam mengurangi resiko usaha

Periksa
HASIL PENILAIAN DIRI
NAMA : undefined TINGKAT
PENCAPAIAN
KELAS : undefined 0%

MATA PELAJARAN : undefined

Pelajari Lagi | Lanjutkan


Kegiatan Pembelajaran 2

Prev menu Next


PENGAWETAN MAKANAN

Indikator Pencapaian Kompetensi


(IPK)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kegiatan Pembelajaran yaitu :

3.2.1 Menganalisis teknik pengolahan/pengawetan makanan khas


daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani.
3.2.2 Menganalisis tahapan proses pengolahan/pengawetan
makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan
nabati dan hewani.

Prev menu Next


PENGAWETAN MAKANAN

Tujuan Pembelajaran

Untuk mengetahui keberhasilan dari akhir kegiatan pembelajaran ini,


sebaiknya kalian mengetahui tujuan pembelajaran yang diharapkan,
yaitu :

Memahami teknik pengolahan/pengawetan dan tahapan proses


pengolahan/pengawetan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari
bahan pangan nabati dan hewani.

Prev menu Next


PENGAWETAN MAKANAN

Pengawetan Bahan Pangan


Nabati dan Hewani

Biasanya bahan hasil pertanian, perternakan dan perikanan mudah


mengalami kerusakan setelah dipanen sehingga akan terjadi
penurunan mutu. Untuk menjaga kualitas dari bahan pangan, maka
diperlukan adanya sebuah proses pengawetan. Terdapat beberapa
metode pengawetan pangan yaitu dengan menonaktifkan,
menghambat dan mencegah penyebab kerusakan pada makanan.
Setiap metode tersebut hanya akan berhasil apabila langkah-langkah
yang dilakukan tetap dan sesuai.
Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk membuat
makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan
sifat-sifat fisik dan kimia makanan.
Dalam mengawetkan makanan harus diperhatikan jenis bahan
makanan yang diawetkan, keadaan bahan makanan, cara
pengawetan, dan daya tarik produk pengawetan makanan. Teknologi
pengawetan makanan yang dikembangkan dalam skala industri masa
kini berbasis pada cara-cara tradisional yang dikembangkan untuk
memperpanjang masa konsumsi bahan makanan.

Bahan pangan atau makanan jika dibiarkan di udara terbuka. Pada


suhu kamar akan mengalami kerusakan atau bahkan kebusukan.
Kerusakan atau kebusukan bahan pangan atau makanan dapat
berlangsung cepat atau lambat tergantung dari jenis bahan pangan
atau makanan yang bersangkutan dan kondisi lingkungan dimana
bahan pangan atau makanan diletakkan. Bahan pangan yang berasal
dan hewan seperti daging, susu, telur dan ikan dalam keadaan segar
adalah kelompok bahan pangan yang paling mudah rusak (perishable
foods ). Dalam waktu beberapa jam saja pada suhu kamar, jika tidak
segera dimasak, bahan pangan dari kelompok ini akan rusak atau
busuk.

Bahan pangan yang berasal dari tanaman seperti buah-buahan dan


sayuran dalam keadaan segar adalah kelompok bahan pangan yang
agak mudah rusak. Tidak seperti kelompok bahan pangan hewani,
kelompok bahan pangan ini tergantung pada jenisnya relatif dapat
tahan beberapa hari pada suhu kamar sebelum menjadi busuk. Buah-
buahan seperti mangga dan pisang setelah dipetik akan mengalami
proses pematangan dan kemudian dilanjutkan dengan proses
pembusukan.
Bahan pangan nabati seperti biji-bijian dan kacang-kacangan yang
sudah dikeringkan adalah kelompok bahan pangan yang sifatnya
relatif awet pada suhu kamar. Dengan kadar air 14% atau kurang
umumnya bahan pangan ini dapat disimpan dalam keadaan segar
dan kering cukup lama di dalam tempat penyimpanan yang juga
kering. Sebagai contoh, gabah, beras, kedelai, jagung dan biji-bijian
serta kacang-kacangan lainnya dalam keadaan kering dapat disimpan
beberapa bulan di dalam gudang yang kering.

Kehilangan mutu dan kerusakan pangan disebabkan oleh faktor-faktor


sebagai berikut:

1. Pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai


substrat untuk memproduksi toksin didalam pangan;
2. Katabolisme dan pelayuan (senescence) yaitu proses
pemecahan dan pematangan yang dikatalisis enzim indigenus;
3. Reaksi kimia antar komponen pangan dan/atau bahan-bahan
lainnya dalam lingkungan penyimpanan;
4. Kerusakan fisik oleh faktor lingkungan (kondisi proses maupun
penyimpanan)
5. Kontaminasi serangga, parasit dan tikus.

Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur


simpan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami
kerusakan) produk pangan.
Ada 6 dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk pengawetan.
Keenam prinsip ini adalah:

1. Pengurangan air – pengeringan, dehidrasi, dan pengentalan


2. Perlakuan panas – blanching, pasteurisasi, dan sterilisasi
3. Perlakuan suhu rendah – pendinginan dan pembekuan
4. Pengendalian makanan – fermentasi dan aditif asam
5. Berbagai macam zat kimia aditif
6. Iradiasi

Proses Pengawetan Bahan Pangan Nabati dan Hewani


Biasanya bahan hasil pertanian, perternakan dan perikanan mudah
mengalami kerusakan setelah dipanen sehingga akan terjadi
penurunan mutu. Untuk menjaga kualitas dari bahan pangan, maka
diperlukan adanya sebuah proses pengawetan. Terdapat beberapa
metode pengawetan pangan yaitu dengan menonaktifkan,
menghambat dan mencegah penyebab kerusakan pada makanan.
Setiap metode tersebut hanya akan berhasil apabila langkah-langkah
yang dilakukan tetap dan sesuai.
Beberapa metode yang dilakukan untuk mengawetkan bahan pangan
adalah
1. Pengawetan dengan Suhu Rendah

Teknik pengawetan makanan jenis ini memanfaatkan lemari


pendingin. Suhu yang dibutuhkan dalam pengawetan jenis ini
adalah antara -2 sampai 8 derajat celcius. Cara pengawetan
dengan suhu rendah dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu
pendinginan dan pembekuan. Pendinginan hanya berfungsi untuk
mendinginkan makanan sedangkan pembekuan bertujuan untuk
membuat bahan makanan menjadi beku. Biasanya suhu yang
dibutuhkan dalam proses pembekuan adalah antara -12 sampai
-24 derajat celcius sedangkan untuk pembekuan cepat diperlukan
suhu antara -24 sampai -40 derajat celcius.

2. Pengawetan Makanan Suhu Tinggi

Pengawetan makanan jenis ini dilakukan dengan proses


memasak seperti merebus atau menggoreng. Panas yang
dibutuhkan untuk mengawetkan makanan harus tepat agar
kandungan gizi yang terdapat makanan tetap dapat terjaga.
Pemanasan yang baik adalah dengan kadar suhu secukupnya
yang sekiranya dapat mematikan mikroba pembusuk dan
panthogen dalam bahan makanan.

3. Pengawetan dengan Pengeringan

Jenis pengawetan makanan ini bertujuan untuk menghilangkan


sebagian atau seluruh kandungan air dari bahan makanan yang
dilakukan dengan menggunakan energi panas dari matahari
supaya kandungan air menguap. Dengan berkurangnya
kandungan air dari bahan makanan tersebut, maka mikroba tidak
dapat tumbuh lagi.
Keuntungan lainnya dari produk yang diawetkan dengan cara
pengeringan ini adalah lebih ringan dan volume menjadi lebih
kecil sehingga memudahkan dalam proses penyimpanan dan
transportasi. Pengeringan yang baik terjadi apabila pemanasan
yang terjadi merata.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengeringan adalah
suhu, luas permukaan bahan, aliran udara dan tekanan uap di
udara. Selain menggunakan energi panas dari matahari,
pengeringan juga dapat dilakukan menggunakan alat pengering.

4. Pengawetan dengan Bahan Kimia

Jenis pengawetan ini sering digunakan oleh industri-industri


makanan skala besar yaitu dengan menambahkan bahan kimia
tertentu. Penggunaan bahan kimia ini harus dalam takaran yang
tepat dan sesuai dengan prosedur supaya aman untuk manusia
yang mengonsumsinya. Pemberian asam dapat menurunkan pH
yang terdapat pada makanan sehingga pertumbuhan bakteri
pembusuk menjadi terhambat.

Prev menu Next


PENGAWETAN MAKANAN

Rangkuman

Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk membuat


makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan
sifat-sifat fisik dan kimia makanan.

Dalam mengawetkan makanan harus diperhatikan jenis bahan


makanan yang diawetkan, keadaan bahan makanan, cara
pengawetan, dan daya tarik produk pengawetan makanan. Teknologi
pengawetan makanan yang dikembangkan dalam skala industri masa
kini berbasis pada cara-cara tradisional yang dikembangkan untuk
memperpanjang masa konsumsi bahan makanan.

Kehilangan mutu dan kerusakan pangan disebabkan oleh faktor-faktor


sebagai berikut:
1). pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai
substrat untuk memproduksi toksin didalam pangan;
2). katabolisme dan pelayuan (senescence) yaitu proses pemecahan
dan pematangan yang dikatalisis enzim indigenus;
3). reaksi kimia antar komponen pangan dan/atau bahan-bahan
lainnya dalam lingkungan penyimpanan;
4). kerusakan fisik oleh faktor lingkungan (kondisi proses maupun
penyimpanan)
5). kontaminasi serangga, parasit dan tikus.
Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur
simpan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami
kerusakan) produk pangan.

Ada 6 dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk pengawetan.


Keenam prinsip ini adalah:
1. Pengurangan air – pengeringan, dehidrasi, dan pengentalan
2. Perlakuan panas – blanching, pasteurisasi, dan sterilisasi
3. Perlakuan suhu rendah – pendinginan dan pembekuan
4. Pengendalian makanan – fermentasi dan aditif asam
5. Berbagai macam zat kimia aditif
6. Iradiasi

Prinsip pengawetan bahan makanan didasarkan atas bagaimana


caranya memanipulasikan faktor – faktor linkungan bahan makanan
yang dimaksud. Macam-macam cara pengawetan bahan pangan
secara fisika yaitu pengeringan, suhu rendah, dan suhu tinggi.
Pengeringan adalah salah satu cara pengawetan yang paling tua,
yang bertujuan untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air
dari bahan pangan dengan menggunakan energi panas. Jenis
pengeringan yaitu penjemuran, pengeringan matahari, pengeringan
udara panas, pengeringan kabinet, dan pengeringan ban berjalan.
Pengawetan dengan suhu rendah yaitu Penyimpanan pada suhu
rendah umum nya dibawah 1°C. Penyimpanan suhu rendah di
bedakan atas refrigerasi dan modifikasi-modifikasi refrigerasi dan
pembekuan. Suhu tinggi yaitu Proses thermal atau dengan suhu
tinggi, umumnya di atas 65°C, cara ini banyak dilakukan untuk
pengawetan bahan-bahan berbentuk tepung dan sejenisnya. Tujuan
dari proses thermal adalah mengurangi populasi mikroorganisme atau
membunuh mikroorganisme yang ada dalam bahan pangan. Proses
termal dibedakan atas pasteurisasi, sterilisasi, blansing, dan irradiasi.
Prev menu Next
PENGAWETAN MAKANAN

Latihan

1. Apa yang dimaksud dengan pengawetan bahan pangan?


2. Sebutkan 6 dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk
pengawetan bahan pangan?
3. Apa sajakah metode yang dilakukan dalam pengawetan
makanan bahan pangan?

Prev menu Next


PENGAWETAN MAKANAN

Kunci Jawaban

1. Pengawetan makanan
adalah cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki
daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan
kimia makanan.

2. Ada 6 dasar prinsip pengolahan bahan makanan untuk


pengawetan. Keenam prinsip ini adalah:

1. Pengurangan air – pengeringan, dehidrasi, dan pengentalan


2. Perlakuan panas – blanching, pasteurisasi, dan sterilisasi
3. Perlakuan suhu rendah – pendinginan dan pembekuan
4. Pengendalian makanan – fermentasi dan aditif asam
5. Berbagai macam zat kimia aditif
6. Iradiasi

3. Metode yang dilakukan dalam pengawetan makanan:


• Pengawetan dengan Suhu Rendah
• Pengawetan Makanan Suhu Tinggi
• Pengawetan dengan Pengeringan
• Pengawetan dengan Bahan Kimia

Prev menu Next


Penilaian Diri

Nama Peserta : Ketikkan Nama

Kelas : Ketikkan Kelas

Mata pelajaran : Ketikkan Mapel

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Mampu menjelaskan tentang teknik
pengolahan/pengawetan makanan khas daerah
yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani
2 Mampu menjelaskan tentang tahapan proses
pengolahan/pengawetan makanan khas daerah
yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani
3 Mampu memberikan contoh proses
pengolahan/pengawetan makanan khas daerah
yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan
hewani
4 Mampu menjelaskan metode yang dilakukan
dalam pengawetan makanan
5 Mampu menjelaskan faktor-faktor penyebab
kehilangan mutu dan kerusakan pangan
Periksa
HASIL PENILAIAN DIRI
NAMA : undefined TINGKAT
PENCAPAIAN
KELAS : undefined 0%

MATA PELAJARAN : undefined

Pelajari Lagi | Lanjutkan


EVALUASI AKHIR
PEMBELAJARAN

MULAI
SOAL EVALUASI AKHIR
PEMBELAJARAN

Kerjakan soal-soal berikut dengan memilih jawaban yang paling


tepat!

Soal 1
Seorang wirausahawan harus berfikir, bicara positif dan kreatif
antara lain :
A. Kurang komunikatif
Harus menerima gagasan baru didalam dunia usaha/
B.
bisnis
C. Tidak percaya diri
D. Malu bertanya
E. Egoistis

Soal 2
Yang bukan merupakan cara menangkap peluang usaha adalah
......
A. Mau belajar ilmu menejemen usaha
B. Mau meminta jasa konsultan
C. Mau meminta jasa keluarga
Mau percaya dan yakin bahwa usahanya bisa
D.
dilaksanakan
E. Minta jasa jenalan

Soal 3
Yang tidak termasuk informasi peluang usaha adalah...
A. Konsumen
B. Permintaan
C. penawaran
D. Saingan Jasa
E. Manajemen

Soal 4
Salah satu tujuan dalam pengembangan ide dan peluang usaha
dalam produk/ jasa adalah ....
A. Pengembangan ide
B. Bahan – bahan produk
C. Pembuatan produk / jasa yang diminati konsumen
D. Produk sejenis
E. Penentuan produk

Soal 5
Langkah – langkah pengembangan ide dan peluang usaha
meliputi....
A. Perluasan pengembangan usaha
B. Pengembangan karyawan
C. Penambahan alat produksi
D. Penambahan alat transportasi
E. Penambahan upah karyawan

Soal 6
Dalam analisis SWOT W adalah weakness yang artinya....
A. Kekuatan
B. Peluang
C. Kelemahan
D. Ancaman
E. Persaingan

Soal 7

Dibawah ini manakah yang merupakan produk pengawetan


bahan nabati?
A. Sosis
B. Naget
C. Tahu
D. Abon
E. Ikan nila
Soal 8

Bahan nabati yang diawetkan harus memiliki kadar air yang....


A. Tinggi
B. Sedang
C. Rendah
D. Banyak
E. Sedikit

Soal 9
Pengawetan dengan penguapan sebagian air dalam bahan
pangan dengan energi panas dinamakan...
A. Pelayuan
B. Pengeringan
C. Pengasapan
D. Pengasinan
E. Pemanasan

Soal 10
Apa manfaat yang terdapat dalam produk pengawetan bahan
hewani maupun nabati?
A. Sandang
B. Papan
C. Pangan
D. Sebagai bahan baku obat
E. Sebagai hiasan

Simpan »
Hasil Latihan Soal

Maaf..., nilai Anda 0


Anda belum mencapai KKM, silahkan belajar lagi
!!

NO JAWABAN KUNCI KETERANGAN


1 - - ??
2 - - ??
3 - - ??
4 - - ??
5 - - ??
6 - - ??
7 - - ??
8 - - ??
9 - - ??
10 - - ??

menu Next
Daftar Pustaka

1. Kemendikbud, Buku Prakarya dan Kewirausahaan XI,


PT.Gramedia, Jakarta,2018.
2. http://www.mikirbae.com/2016/04/modifikasi-pangan-khas-
daerah.html
3. http://ibugurumaya.blogspot.com/2016/05/peluang-wirausaha-
produk-makanan-khas-daerah.html

Selesai

menu