Anda di halaman 1dari 6

TATA LAKSANA BALITA GIZI BURUK

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
H. Tugiargo, S.Kep.Ns
PUSKESMAS
NIP. 196z71014 198903
MUARA UYA
1 008

1. Pengertian Gizi Buruk adalah keadaan gizi anak yang ditandai dengan 1 (satu)
atau lebih tanda berikut :
- Sangat kurus
- Oedema, minimal pada kedua punggung kaki
- BB/PB atau BB/TB < -3 SD
- LILA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
Tata laksana gizi buruk adalah upaya untuk menemukan, menangani
secara dini dan tepat penderita gizi buruk
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam kegiatan tata
laksana balita gizi buruk
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Negara tentang Pengelolaan dan
Pelaksanaan Program
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012 tentang
Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 122);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang
Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2015 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun
2015 tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
296/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman Pengobatan Dasar di
Puskesmas;
1 dari 6
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama;
8. Modul Pelatihan Pertumbuhan Anak Direktorat Bina Gizi
Kementerian Kesehatan RI Tahun 2011;
9. Buku Praktis Ahli Gizi Tahun 2003.
5. Alat dan Bahan 1. Alat :
a. ATK
2. Bahan :
6. Prosedur/ A. PERSIAPAN
7. Langkah-langkah 1. Penyediaan Sarana Pendukung
- Alat Antropometri : timbangan atau dacin, alat ukur PB/TB,
pita LiLA
- Formulir pencatatan dan pelaporan
- PMT Pemulihan : dari Dinkes Kabupaten
- Media KIE : leaflet, food model
- Obat gizi, seperti kapsul vitamin A, mineral mix
- Obat-obatan lain, seperti obat cacing, antibiotik, vitamin
- Peralatan lain : ATK
2. Pertemuan Tingkat Desa/Kelurahan
- Forum pertemuan di tingkat desa yang dihadiri oleh Kepala
Desa, Ketua Tim Penggerak PKK, perangkat desa, tokoh
masyarakat, tokoh agama, bidan desa, kader posyandu,
tenaga kesehatan Puskesmas dan lintas sektor
- Pertemuan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan
rencana tata laksana balita gizi buruk secara rawat jalan
3. Pelatihan
a.Materi pelatihan :
- Pemantauan pertumbuhan anak
- Pendampingan dalam melaksanakan PHBS, konseling
pemberian makanan, kepatuhan melaksanakan atau
mengkonsumsi paket pemulihan gizi
- Peranan kader posyandu dalam penanganan anak gizi
buruk secara rawat jalan
- Pelatihan di posyandu dilaksanakan oleh tenaga

2 dari 6
kesehatan Puskesmas dengan melibatkan tenaga
kesehatan dari desa yang telah dilatih di tingkat
Kabupaten

B. PELAKSANAAN
1. Tenaga Pelaksana
a. Dokter
Melakukan pemeriksaan klinis dan penentuan komplikasi
medis, pemberian terapi, dan penentuan rawat jalan atau
rawat inap
b. Perawat
Melakukan asuhan keperawatan
c. Ahli Gizi (TPG)
Melakukan pemeriksaan antropometri, konseling, pemberian
PMT Pemulihan
d. Tenaga Promosi Kesehatan
Melakukan penyuluhan PHBS, advokasi, sosialisasi dan
musyawarah masyarakat desa (MMD)
e. Bidan Desa
Sebagai koordinator di wilayah kerjanya, melakukan skrining
dan pendampingan bersama kader
f.Kader
Melakukan penemuan kasus, merujuk dan melakukan
pendampingan
g. Anggota PKK
Membantu menemukan kasus dan mnggerakkan masyarakat
h. Perangkat Desa
Melaksanakan perencanaan anggaran dan penggerakan
masyarakat
2. Waktu dan Frekuensi Pelaksanaan
- Pelayanan pemulihan dilaksanakan sampai anak berstatus
gizi kurang (BB/PB atau BB/TB -2 SD sampai -3 SD)
- Pelayanan anak gizi buruk dilakukan dengan frekuensi :
a. 3 bulan I, datang ke Puskesmas dan diperiksa setiap
minggu
3 dari 6
b. Bulan ke 4 sampai ke 6, datang dan diperiksa setiap 2
minggu
- Anak yang belum mencapai status gizi kurang (tidak ada
oedema) dalam waktu 6 bulan, melanjutkan kembali proses
pemulihan, dengan ketentuan :
a. Masih berstatus gizi buruk : rujuk ke RS atau
Puskesmas Perawatan atau Pusat Pemulihan Gizi
(PPG)
b. Sudah berstatus gizi kurang : lanjutkan dengan program
pemberian makanan dan konseling
3. Alur Pelayanan Penanganan Anak secara Rawat Jalan
a. Pendaftaran
Pengisian data anak di rekam medik
b. Pengukuran Antropometri
- Dilakukan oleh tim pelaksana
- Hasil dicatat pada rekam medik
- Lakukan Ploting pada grafik dengan 3 indikator
pertumbuhan anak (PB/U atau TB/U, BB/U, dan
BB/PB atau BB/TB)
 Penimbangan BB dilakukan setiap minggu
 Pengukuran PB atau TB dilakukan setiap bulan
c. Pemeriksaan Klinis
Dokter melakukan anamnesa riwayat penyakit, pemeriksaan
fisik, mendiagnosa penyakit, menentukan ada tidaknya
penyakit penyerta, tanda klinis atau komplikasi
d. Pemberian Konseling
- Menyampaikan informasi tentang hasil penilaian
pertumbuhan anak
- Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi
- Memberi nasehat sesuai penyebab kurang gizi
- Memberi anjuran pemberian makan, cara menyiapkan PMT
Pemulihan
e. Pemberian Paket Obat dan Makanan untuk Pemulihan
Gizi
1. Obat
4 dari 6
- Periksa dan berikan obat jika anak sakit saat
kunjungan
- Pemberian vitamin A sesuai dosis saat pertama kali
ditemukan
2. PMT Pemulihan
Makanan untuk pemulihan dapat berupa makanan
lokal atau pabrikan
f.Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah dilakukan jika :
- BB anak sampai minggu ke 3 tidak naik atau turun
(kecuali anak dengan oedema)
- Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa
pemberitahuan

g. Rujukan
Rujukan dilakukan apabila ditemukan :
- Komplikasi medis atau penyakit penyerta
- Pada kunjungan ke 3 BB anak tidak naik (kecuali
anak dengan oedema)
- Timbul oedema baru
h. Drop Out
- DO dapat terjadi jika anak pindah alamat dan tidak
diketahui, menolak kelanjutan keperawatan,
meninggal dunia
- Keluarga yang menolak kelanjutan keperawatan,
diberikan motivasi
- Jika tetap menolak, buat surat penolakan
i. Anak yang Pulih Keadaan Gizinya
Dipantau pertumbuhannya di posyandu

3. Makanan Untuk Pemulihan Gizi


1. Prinsip
- Adalah makanan makanan padat energi yang
diperkaya dengan vitamin dan mineral
- Diberikan kepada anak gizi buruk selama masa
5 dari 6
pemulihan
- Lemak 30-60% dari total kalori
- Makanan lokal dengan kalori 200 kkal/kg BB per hari
(lemak 30-60%, protein 4-6 gr/kg BB per hari
- Jika menggunakan makanan lokal, harus
dikombinasikan dengan makanan formula

2. Jumlah dan Frekuensi


a. Anak gizi buruk dengan tanda klinis diberikan secara
bertahap :
- Fase rehabilitasi awal 150 kkal/kg BB per hari,
diberikan 5-7 kali pemberian/hari. Diberikan
selama 1 minggu dalam bentuk makanan cair
- Fase rehabilitasi lanjutan 200-220 kkal/kg BB per
hari, diberikan 5-7 kali
b. Anak gizi buruk tanpa tanda klinis, berikan fase
rehabilitasi lanjutan 200-220 kkal/kg BB per hari, 5-7
kali pemberian/hari
c. Rehabilitasi lanjutan diberikan selama 5 minggu
secara bertahap dengan mengurangi makanan cair
dan menambah frekuensi makanan padat
d. Bila BB anak < 7 kg: berikan makanan lumat
a. Bila BB anak ≥ 7 kg : berikan makanan lunak
8. Unit Terkait 1. Unit KIA
2. Unit Poli Umum
3. Unit Farmasi
4. UKM Promkes
5. UKM KIA
9. Dokumen terkait 1. Kohort Bayi
2. Kohort Balita
3. Arsip

6 dari 6

Anda mungkin juga menyukai