Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ni Komang Marni

NIM : 8017

Semester/Prodi: V/S.Tr.Keperawatan

KUIS KEPERAWATAN ANAK TEMU 1

1. Kebutuhan Asah Merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak, untuk
mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal dan sesuai dengan usia
tumbuh kembang. Contohnya: kebutuhan akan stimulasi mental dini, seperti anak
dimasukkan ke playgroup.
Kebutuhan Asih merupakan kebutuhan yang berdasarkan adanya pemberian kasih
sayang pada anak atau memperbaiki psikologi. Contohnya: memeluk dan mengelus si
anak, memberikan senyuman, memberikan motivasi yang baik, dan memberikan
kegembiraan pada si anak.
Kebtuhan Asuh merupakan kebutuhan dasar berupa kebutuhan fisik yang harus
dipenuhi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebutuhan ini meliputi
kebutuhan akan nutrisi atau gizi, kebutuhan pemberian tindakan keperawatan dalam
meningkatkan dan mencegah terhadap penyakit, kebutuhan perawatan dan
pengobatan apabila anak tersebut sakit, kebutuhan akan tempat atau perlindungan
yang layak.

2. Atarumatic care, contoh penerapannya:


- pengembangan hubungan anak-orang tua selama dirawat di rumah sakit (ibu
selalu didekat si anak)
- menyiapkan anak sebelum pelaksanaan terapi dan prosedur yang tidak dikenalinya
- mengendalikan rasa sakit
- memberikan privasi pada anak
- memberikan aktivitas bermain untuk mengungkapkan ketakutan dan permusuhan
- menyediakan pilihan untuk anak-anak dan menghormati perbedaan budaya.
Family centered care, contoh penerapannya:
- Orientasi keluarga: Mengorentasikan keluarga di lingkungan tatanan klinis atau
ICU baik lingkungannya, peralatan-peralatannya, dan tindakan medisnya.
- Terbentuknya Family Care Specialist (FCS): Perawat yang tergabung dalam FCS
ini yang mengkoordinasi dan bertanggungjawab dalam menerapkan strategi
supaya keluarga juga terlibat dalam perawatan pasien kritis
- Visitasi terbuka: visitasi dengan melibatkan keluarga didalamnya
- Mengijinkan keluarga untuk ada didekat pasien selama pasien dilakukan
tindakan/prosedur
- Dibentuk dan dijalankannya family support group
- Mendorong keterlibatan keluarga dalam perawatan

3. Peran perawatan anak antara lain:


- Pembina hubungan terapiutik: meliputi hubungan terapeutik( batasan yang
jelas memisahkan perawat dari anak dan keluarga. Batasan tersebut positif dan
profesional) dan hubungan non terapeutik (batasan kabur, dan banyak tindakan
perawat mungkin melayani personal)
- Pembela keluarga / “caring” : tentang deklarasi nasional hak anak, yang bebas
diskriminasi, untuk berkembang fisik dan mental dalam kebebasan dan penuh
harga diri.
- Promosi kesehatan: memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua
- Pendidikan kesehatan: kelas parenting (tujuan langsung) dan membantu ortu
dan anak memahami dx atau triment medis ( tujuan tak langsung)
- Memberi dukungan atau penguatan dan konseling
- Peran pemulih : melalui pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional anak
- Koordinasi atau kolaborasi : kolab dengan aktifitas profesi lain
- Pembuat keputusan etik: memelukan pengetahuan teori dan prinsip etik
- Penelitian
- Perencanaan perawatan atau pelayanan kesehatan

4. A. Hak dan Kewajiban anak menurut UU No. 23 Tahun 2002:


Hak dan kewajiban anak menurut Undang-undang nomor 23 tahun tentang
perlindungan anak, akan memberikan wacana bagi dunia pendidikan, orang tua, serta
masyarakat. Sebagaimana mendudukkan posisi anak sesuai haknya maka perlu
dipahami oleh semua pihak agar hak-hak bagi anak dan kewajiban yang menjadi
tanggung jawabnya dapat dipenuhi dan didapat oleh seorang anak.
Berikut uraian pada bab III tentang Hak dan Kewajiban Anak:
Pasal 4 :Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Pasal 5: Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status
kewarganegaraan.
Pasal 6: Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan
berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam bimbingan orang
tua.
Pasal 7: Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh
oleh orang tuanya sendiri.

B. Kekerasan pada anak : Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa
yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Oleh
karena itu setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.