Anda di halaman 1dari 9

SOAL-SOAL BAHASA INDONESIA

“HIKAYAT DAN RESENSI”


1.      Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali ….
a.       Anonim d. Lisan
b.      Khayal e. Istana sentries
c.       Logis
2.      Hikayat Amir Hamzah mendapat pengaruh dari ….
a.       Melayu asli d. Sumatera
b.      Jawa e. Arab
c.       India
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal nomor 3 – 5
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah
pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba
belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada
suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun …
luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun
di sana.
3.      Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
a.       Hikayat Pelanduk Jenaka d. Hikayat Orang Dahulu Kata
b.      Hikayat Gunung Indrakila e. Hikayat Seekor Binatang
c.       Hikayat Si Pendusta
4.      Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang….
a.       Orang pertama d. Orang kedua
b.      Orang pertama pelaku utama e. Orang ketiga
c.       Orang pertama pelaku sampingan
5.      Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah….
a.       Gunung Indrakila d. Hutan rimba
b.      Padang rumput e. Kebun Binatang
c.       Marga Satwa
6.      Dalam novelnya ini Agnes Davonar menekankan makna sebuah waktu dalam kehidupan
kehidupan di dunia ini. Kisah nyata gadis berusia 13 tahun bertahan hidup dari kanker ganas
paling mematikan di dunia.
Paragraf tersebut merupakan kutipan dari ….
a.       Novel d. Esai
b.      Resensi novel e. Resensi cerpen
c.       Drama

7.      Perhatikan kutipan data buku berikut!


Judul : Riwayat Nabi Daud (Raja Adil Bijaksana, Nabi yang Mulia)
Pengarang : Ismail Pamungkas
Penerbit : PT Remaja Rosdakarya, Bandung
Tahun : 1995
Setelah dibaca, ternyata buku tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Kalimat resensi yang tepat untuk menggambarkannya adalah . . . .
a.     Isi buku ini bercerita tentang keadilan dan kebijaksanaan Nabi Daud. Daud menjadi raja sudah
kehendak dari Tuhan.
b.     Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami dan komunikatif. Dengan demikian,
pembaca dapat menikmati cerita tanpa harus berpikir keras.
c.     Selain menarik, kelebihan buku ini juga dilengkapi dengan gambar yang mendukung isi cerita
sehingga mudah dimengerti.
d.     Kekurangan cerita ini hanya terletak pada kisahnya yang terlalu singkat sehingga ceritanya
kurang lengkap
e.     Bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup bisa dipahami karena banyak kata yang tidak
komunikatif
8.      Bacalah penutup resensi buku berikut ini dengan saksama!
Terlepas dari berbagai ketidaksempurnaannya, harus diakui bahwa buku pertama
seorang “yogi buku” ini merupakan karya yang memikat.Bahkan cara dan gaya
pengungkapannya, dalam kadar tertentu, telah memberikan sentuhan sastra yang
cukup enak dinikmati. Kita menantikan karya berikutnya.
Sumber: Majalah Matabaca, Agustus 2002
Pernyataan yang tepat untuk penutup resensi tersebut adalah…
a.       Penutup resensi buku tersebut sangat tepat.
b.      Pada bagian penutup resensi buku seharusnya mengajak untuk membaca buku karena sangat
bermanfaat.
c.       Pada bagian penutup resensi buku seharusnya mengajak pembaca untuk memikirkan,
merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam
sebuah buku.
d.      Pada bagian penutup resensi buku seharusnya memberikan informasi atau pemahaman yang
komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
e.       Pada bagian penutup resensi buku seharusnya berisi uraian tentang buku itu penting untuk siapa
dan mengapa.
9.      Mereka yang memilih jawaban positif, dengan sendirinya akan mencerna Beth sebagai sebuah
film alternatif yang kaya makna. Sebaliknya, bagi pemilih jawaban negatif, tak lagi perlu
memaksakan diri untuk menikmatinya. Hal ini karena dari awal hingga akhir, Beth hanya
mengambil satu setting : kehidupan di suatu rumah sakit jiwa.
Penggalan resensi film di atas mengemukakan....
a.       Penilaian terhadap film Beth.
b.      Film Beth yang tidak layak ditonton.
c.       Ringkasan film Beth.
d.      Jawaban atas pemutaran film Beth.
e.       Makna film Beth ditinjau dari kepentingan penonton.
10.  Kumpulan kolom dalam buku ini sekali pun tidak bersifat menggurui, memberi pelajaran cukup
berarti bagi para intelektual. Buku ini membuka mata para pembaca bahwa seorang intelektual
dengan segala kepandaian dan keahliannya pun tidak bisa menyatu, paling tidak kaum intelektual
punya kepedulian terhadap masyarakatnya.
Penggalan resensi di atas mengungkapkan ....
a.       Kelemahan buku
b.      Keunggulan buku
c.       Garis besar isi buku
d.      Isi buku 
e.       Penilaian buku
KUNCI JAWABAN SOAL-SOAL BAHASA INDONESIA
“HIKAYAT DAN RESENSI”
1.      C
2.      E
3.      A
4.      E
5.      D
6.      B
7.      B
8.      E
9.      A
10.  C
1.        Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena
anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya
menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan
berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah
yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
A.      nilai moral
B.      nilai agama
C.      nilai budaya
D.     nilai pendidikan
E.      nilai sosial
Penjelasan:
Konsep nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah nilai budaya karena raja
mengadakan sayembara untuk kedua anaknya untuk mencari buluh perindu.
Jawaban : C

2.       Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!


Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi
mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul,
fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
A.     nilai moral
B.      nilai agama
C.      nilai budaya
D.     nilai pendidikan
E.      nilai sosial
Penjelasan:
Konsep nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah nilai pendidikan karena
anakanda menjalankan kewajiban belajar ilmu agama sejak usia kecil.
Jawaban : D

3.       Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!


Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi
mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul,
fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata arkais yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
A.     diusir
B.      diminta
C.      diperintah
D.     diizinkan
E.      diharapkan
Penjelasan:
Kata titah pada KKBI artinya perintah
Jawaban : C

4.       Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!


Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja
diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka
bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
A.     nilai moral
B.      nilai agama
C.      nilai budaya
D.     nilai pendidikan
E.      nilai sosial
Penjelasan:
Konsep nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah nilai moral karena sikap
putri-putri yang tidak mau membantu ayah.
Jawaban : A

5.       Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!


Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala
Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa.
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat
membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya
itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum
mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit
itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
A.      upeti dan hatta
B.      upeti, hatta, dan nujum
C.      raja, elok, dan nujum
D.      elok dan nujum
E.       upeti, putri, dan nujum
Penjelasan:
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah upeti menurut KBBI artinya uang yang
wajib dibayar, hatta menurut KBBI artinya maka, dan nujum menurut KBBI artinya ramal.
 Jawaban : B

6.   Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
A.     kemustahilan
B.      kesaktian
C.      anonim
D.     istana sentris
E.      bahasa
Penjelasan:
Mustahil gendang yang dibelah keluar seorang putri.
Jawaban : A

7.    Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu dibawanya ke rumah dan
ditaruhnya hampir sangkaran bayan juga.
Sumber teks: https-//bp.blogspot.com/
Kata arkais yang digarisbawahi pada kalimat di atas memiliki makna...
A.     burung
B.      ayam
C.      angsa
D.     kayu
E.      emas
Penjelasan:
Makna kata bayan pada KBBI artinya burung.
Jawaban : A

8.       Bacalah penggalan hikayat tersebut!


Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah
perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu,
supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
A.   antonomasia
B.   alegori
C.   perumpamaan
D.   simile
E.    metafora
Penjelasan:
Majas Antonomasia adalah majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri fisik atau sifat yang
menonjol.
Jawaban : A

9.       Bacalah penggalan hikayat tersebut!


Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki
Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai
orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
A.     kemudian
B.      lalu
C.      maka
D.     setelah itu
E.      selanjutnya
Penjelasan : 
Setelah itu merupakan konjungsi yang menyatakan urutan waktu.
Jawaban : D

10.   Bacalah penggalan hikayat tersebut!


Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya.
“Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja.
“Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon.
“Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Putri Jingga.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian.
Majas yang digunakan pada penggalan teks hikayat di atas adalah...
A.       alegori
B.        antonomasia
C.        personifikasi
D.       simile
E.        metafora
Penjelasan: 
Majas metafora adalah majas yang membandingkan dua hal secara implisit. Buah tangan bukanlah
buah yang ada di tangan melainkan terdapat makna tersirat yang artinya oleh-oleh.
Jawaban : E

11.      Bacalah penggalan hikayat berikut!


Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.
“Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan
angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Sumber teks: https://dongengkakrico.wordpress.com
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
A.       metafora
B.        alegori
C.        antonomasia
D.       personifikasi
E.        simile
Penjelasan : 
Majas Personifikasi adalah majas yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang
tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak. Angin bukanlah benda bernyawa namun Baginda
Raja meminta untuk menangkap dan memenjarakannya seperti halnya manusia.
Jawaban : D

12.    Bacalah penggalan hikayat “Panji Semirang” berikut!


Satu kerajaan yang mana berita tentang Galuh Cendera Kirana yang mana putri dari Baginda Raja
Nata yang amat ta`lim dan hormat kepada orangtuanya akan bertunangan dengan Raden Inu Kini
telah terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng. Mendengar berita ini Galuh Ajeng sangat teriris hatinya
dan menangislah ia melihat keadaan ini. Melihat hal ini Paduka Liku yang tak lain adalah ayah dari
Galuh Ajeng sangat menyayangkan hal tersebut. Sangat sedih ia melihat tingkah laku putrinya
tersebut.
Sumber teks: http://www.infokekinian.com/
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
A.   metafora
B.   alegori
C.   antonomasia
D.   personifikasi
E.    simile
Penjelasan: 
Majas metafora adalah majas yang membandingkan dua hal secara implisit. Teriris hati bukanlah
mengiris hati secara tidak sengaja melainkan terdapat makna tersirat yang artinya hatinya tersakiti.
Jawaban : A

13.    Bacalah penggalan hikayat “Amir” berikut!


Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam
mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak menjaga uangnya dengan baik. Setiap hari dia
membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah
memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Sumber teks: http://karyacombirayang.blogspot.co.id/2015/11/10-contoh-hikayat.html
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
A.   metafora
B.   alegori
C.   antonomasia
D.   personifikasi
E.    simile
Penjelasan: 
 Jenis majas yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah metafora karena terdapat makna kata
yang bukan sebenarnya yaitu mengelus dada artinya bersabar.
Jawaban : A

14.  Bacalah penggalan hikayat “Pengembara yang Lapar” berikut!


(1) “Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bercakap besar pula. (2) Aku pun lapar juga.   (3)
Bagi aku, kalau ada nasi sepinggan sudah cukup,” Awang bersuara.
(4) Kendi dan Buyung tertawa mendengar kata-kata Awang.
(5) “Dengan nasi sepinggan, mana boleh kenyang?
Sumber: http://karyacombirayang.blogspot.co.id/2015/11/10-contoh-hikayat.html
Majas metafora pada kalimat di atas ditandai dengan nomor...
A.   (1)
B.   (2)
C.   (3)
D.   (4)
E.    (5)
Penjelasan:
Majas metafora yang terdapat pada nomor 1 pada kata bercakap besar karena bukan makna
sebenarnya melainkan ada makna tersirat yang artinya cerewet (sering berbicara).
Jawaban : A