Anda di halaman 1dari 6

JOB SHEET

Keterampilan: Plebotomi

Mata kuliah: Keterampilan Dasar Kode MK: PB. 62104


Praktik Kebidanan
(KDPK)

Issuing division Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan (KDPK)

Dosen pengampu: Susi Irianti, M.Kes., M.Tr.Keb

Kemampuan akhir Mahasiswa mampu melakukan plebotomi dengan benar


yang diharapkan

Referensi:

DASAR TEORI

Phlebotomi adalah proses mengeluarkan darah secara harfiah artinya “memotong pembuluh darah”
2 prosedur utamanya yaitu:
o venipuncture yaitu darah didapatkan melalui jarum yang dimasukan ke dalam vena
o Capillary puncture/tusukan kapiler, yaitu darah didapatkan dari tusukan kulit yang dibuat
dengan lanset atau alat serupa

Tujuannya yaitu memperoleh specimen darah yang berasal dari vena antekubiti menggunakan system
saluran evakuasi

PROSEDUR TINDAKAN

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020
NO LANGKAH-LANGKAH ILUSTRASI/GAMBAR

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020
PERSIAPAN ALAT
1. a. Torniquete
b. Handscoon
c. Alkohol swab
d. Jarum Multisample
e. Tube holder
f. ETS tubes
g. Kassa
h. Tempat sampah
i. Handaplast
j. Alat tulis

PELAKSANAAN
2. Menyambut ibu hamil dengan sopan dan ramah

3. Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan. Kemudian


meminta peretujuan tindakan. Berikan kesempatan klien dan
keluarga untuk bertanya

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020
4. Menyiapkan lingkungan tertutup untuk menjaga privasi. Menjaga privasi
klien dalam bentuk menutup pintu, scerm, jendela, memasang selimut,
dsb.

5. Menanyakan riwayat alergi terhadap bahan dan peralatan yang akan


bersentuhan dengan tubuh pasien

6. Memposisikan pasien dengan cara lengan lurus kebawah dalam garis


lurus dari bahu kepergelangan tangan untuk membantu pemilihan vena

Penjelasan: posisi yang tepat dan nyaman akan membantu keberhasilan


proses plebotomi baik untuk keselamatan, dan hasil specimen yang
sesuai.

7. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir,


mengeringkan dengan handuk bersih/hand sanitizer

Keyword: 6 langkah
Penjelasan: kebersihan tagan dapat mengurangi risiko infeksi akibat luka
tusukan dan melindungi operator dan pasien dari kontaminasi
8. Pasang handscoon
9. Pasang torniquete pada lengan 3-4 cm diatas area antekubiti, minta
pasien untuk mengepalkan tangan

Penjelasan: pembendungan aliran darah menggunakan tourniquet


membantu memperbesar vena, membuatnya lebih mudah dilihat dan
dirasakan, dan kepalan tangan membantu membuat vena tidak
menggelinding.
10. Pilih vena yang akan di tusuk

Penjelasan: pilih vena yang besar, kokoh dan tidak berdenyut. Vena
basalic tidak boleh dipilih kecuali tidak ada vena yg lebih menonjol
lainnya di kedua lengan.

11. Oleskan antiseptik pada area yang akan di suntik.

Penjelasan: antiseptic seperti alcohol isopropyl 70% dapat mencegah


infeksi pada area penyuntikan. Biarkan kering sebelum dilakukan
penyuntikan.untuk menghindari rasa sakit menyengat dan mencegah
hemolysis dari residu alkohol

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020
12. Lepaskan torniquete, siapkan peralatan

Penjelasan: Pilih peralatan yang sesuai untuk ukuran, kondisi dan lokasi
vena yang mudah.

13. Pasang kembali torniquete, buka tutup peralatan dan periksa jarum

Penjelasan: angkat pegangan tabung dengan tangan dominan, letakan ibu


jari didekat ujung jarum dan jari-jari dibawahnya. Cabut penutup jarum
dan cek adanya cacat.

14. Meminta pasien untuk mengepalkan tangan kembali

Penjelasan: kepalan tangan membantu meregangkan kulit sehingga


jarum mudah masuk dengan rasa nyeri yang sedikit dan menjaga vena
tidak menggelincir. Tangan tidak dominan menggenggam lengan tepat
dibawah siku pasien ibu jari di bawah sedikit kesamping vena dan Tarik
kulit kearah bawah.
15. Masukan jarum pada vena

Penjelasan: sejajarkan jarum dengan vena dan masukan dengan gerakan


maju yang halus. Berhentilah ketika merasakan “letupan” atau
penurunan resapan dan tekan jari anda ke lengan untuk menahan tabung.

16. Ketika darah sudah masuk jarum, lepaskan tourniquet dan minta pasien
melepaskan kepalan tangan.

Penjelasan: Hal ini berfungsi untuk memungkinkan aliran vena menjadi


normal. Tidak boleh dibiarkan lebih dari 1 menit atau akan terjadi
hemokonsetrasi. Isi darah sesuai dengan tabung aditif.

17. Keluarkan jarum, berikan tekanan pada batas kulit dengan jarum.
Berikan tekanan lembut pada bekas luka tusuk menggunakan kassa.

18. Oleskan antiseptic kembali pada area kulit bekas luka tusuk untuk
mencegah infeksi akibat penyeka

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020
19. Buang jarum ke safety box

20. Beri label pada pada tabung meliputi nama pasien, usia, nomor bed

21. Periksa lengan pasien dan berikan perban plester

Penjelasan: pastikan bahwa darah sudah benar-benar berhenti. Jika darah


masih mengalir lebih dari 5 menit, konsultasikan dengan dokter. Jika
berhenti anjurkan pasien untuk mengamati setidaknya 15 menit.
22. Buang semua bahan habis pakai dan bereskan peralatan
23. Buka handscoon dan cuci tangan pasca tindakan PNDA

Keyword: 6 langkah menggunakan sabun di air mengalir, keringkan


dengan handuk prbadi/tissu

L
UAN

24. Kirim specimen ke laboratorium

Prodi S1 Kebidanan (S-I)


Universitas Faletehan banten - 2020