Anda di halaman 1dari 70

BAB I

PENDAHULUAN

A
kuntabilitas Kinerja adalah perwujudan
kewajiban suatu instansi pemerintah untuk
mempertanggungjawabkan
keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program
dan kegiatan yang telah diamanatkan para
pemangku kepentingan dalam rangka mencapai
misi organisasi secara terukur dengan
sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja
instansi pemerintah yang disusun secara periodik. Undang-Undang nomor
28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan bebas
korupsi, kolusi dan nepotisme menyatakan Akuntabilitas sebagai salah satu
azas umum dalam penyelenggaraan Negara. Akuntabilitas adalah salah
satu tonggak penting era reformasi. Azas akuntablitas ini menentukan
bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara Negara
harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

1.1 Latar Belakang


Laporan Kinerja berisi gambaran perwujudan akuntabilitas kinerja
kementerian, lembaga, pemerintah daerah, instansi pemerintah di berbagai
tingkatan, dan institusi yang menggunakan serta mengelola sumber daya
Negara, yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.
Laporan kinerja Dinas Kesehatan merupakan tolak ukur keberhasilan
dalam pelaksanaan program, kebijakan dan pengembangan kesehatan
masyarakat, sehingga menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak
yang berkepentingan serta dapat menjaga kepercayaan masyarakat
terhadap eksistensi suatu lembaga.

1|Page
LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018
1.2 Tugas Pokok dan Fungsi SKPD
Dengan diberlakukannya susunan organisasi yang baru sebagaimana
diatur dalam Peraturan Bupati Tabalong Nomor 80 Tahun 2016 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata kerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Tabalong, maka Tugas pokok dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Tabalong adalah membantu Bupati melaksanakan urusan
pemerintahan di bidang kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit,
kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, dan prasarana dan sarana
kesehatan serta tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Bupati Tabalong Nomor 41 Tahun 2016 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata kerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Tabalong pasal 4 ayat(2), untuk melaksanakan tugas
pokoknya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mempunyai fungsi
sebagai berikut:
a. Penetapan rencana strategis,
program dan rencana kerja Dinas Kesehatan;
b. Perumusan kebijakan di bidang
kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan,
pelayanan kesehatan, dan prasarana dan sarana kesehatan;
c. Pelaksanaan kebijakan di
bidang kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit, kesehatan
lingkungan, pelayanan kesehatan, dan prasarana dan sarana
kesehatan;
d. Pembinaan, pengawasan, dan
pengendalian kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, pengendalian
penyakit, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, dan prasarana
dan sarana kesehatan;
e. Evaluasi dan pelaporan
kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit,

2|Page
LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018
kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, danm prasarana dan
sarana kesehatan;
f. Pembinaan, pengawasan, dan
evaluasi pelaksanaan kegiatan Unit Pelaksana Teknis Dinas;
g. Pelaksanaan administrasi Dinas Kersehatan;

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

1.3 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong

3|Page
LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018
Kepala Dinas Kesehatan

Sekretariat

Subbagian Subbagian
Perencanaan dan Umum Keuangan

Bidang Bidang Bidang


Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan pengendalian Pelayanan dan Sumber Daya
Penyakit Kesehatan

Seksi Seksi Surveilans dan Seksi


Kesehatan Keluarga dan Gizi Imunisasi Pelayanan Kesehatan

Seksi Seksi Pencegahan dan


Promosi dan Pemberdayaan Pengendalian Penyakit Menular Seksi
Masyarakat Kefarmasian, Alkes dan PKRT

Seksi Seksi
Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Seksi
Kerja dan Olah Raga Penyakit Tidak Menular dan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Kesehatan Jiwa

Kelompok Jabatan Fungsional UPT Dinas

Page | 4
1.4 Isu Strategis

Analisis gambaran pelayanan Dinas Kesehatan dikaitkan dengan visi, misi,


dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, sasaran
jangka menengah pada Renstra K/L, implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD,
selanjutnya diidentifikasi isu strategis sebagai berikut:
1. Masih rendahnya jangkauan pelayanan kesehatan;
2. Masih rendahnya mutu pelayanan kesehatan; dan
3. Masih rendahnya peran serta masyarakat di bidang kesehatan.

1.5 Dasar Hukum


1 Undang-undang No. 28 Tahun 1999 penyelenggaraan Negara Yang
Bersih dan bebas korupsi , kolusi dan nepotisme;
2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ;
3 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara;
4 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara;
5 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
6 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006
tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
7 Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
8 Peraturan Mendagri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang
Perubahan atas Peraturan Mendagri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
9 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 09 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum
Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi
Pemerintah;

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 5


10 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu Atas Laporan
Kinerja Instansi Pemerintah;
11 Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, tentang
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

BAB II
PERENCANAAN KINERJA

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 6


P
rogram pembangunan kesehatan yang dilaksanakan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mengacu
pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Tabalong tahun 2014-2019 yang ditetapkan
oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Rencana
Strategis Dinas Kesehatan tahun 2014-2019.

A. RENCANA STRATEGIS
2.1 Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong

Visi merupakan gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan


yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang.
Visi Dinas Kesehatan mengacu pada visi misi Bupati Tabalong yang
tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tabalong 2014-2018, Renstra Dinas
Kesehatan adalah sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT TABALONG YANG SEHAT”
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, diperlukan tindakan nyata dalam
bentuk sebuah misi sesuai dengan peran Dinas Kesehatan, adalah sebagai
berikut :
Meningkatnya derajat kesehatan

2.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Kesehatan Kabupaten


Tabalong

Untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi di atas, Dinas Kesehatan


menetapkan tujuan yang akan dicapai dalam 5 (lima) tahun ke depan,
sebagai berikut :

1. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan


rujukan khususnya masyarakat miskin

2. Meningkatkan kesehatan masyarakat

3. Menurunkan Kejadian penyakit menular di masyarakat

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 7


4. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan

5. Meningkatkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan penggunaan air


minum

6. Meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas kinerja

Untuk memastikan pencapaian tujuan yang diharapkan seperti diatas


berkualitas, maka sasaran Jangka Menengah Dinas Kesehatan Kabupaten
Tabalong dijabarkan sebagai berikut:

1. Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan


rujukan khususnya masyarakat miskin;
2. Meningkatnya kesehatan masyarakat;
3. Menurunnya Kejadian penyakit menular di masyarakat
4. Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan
5. Meningkatnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan penggunaan air
minum
6. Meningkatnya pelayanan dan akuntabilitas kinerja

Berikut tabel Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan yang

tertuang dalam Perencanaan Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten

Tabalong :

Tabel 2.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas


Kesehatan Kabupaten Tabalong

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 8


NO Tujuan Indikator Tujan Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Sasaran
         
1 2 3 4 5
  Meningkatkan Persentase Meningkatnya Persentase
pelayanan kesehatan Pemenuhan pelayanan kesehatan Pemenuhan
dasar, pencapaian SPM dasar, pencapaian SPM
kegawatdaruratan penyakit menular kegawatdaruratan penyakit menular
dan rujukan dan tidak menular dan rujukan dan tidak menular
khususnya yang ditangani khususnya yang ditangani
masyarakat miskin masyarakat miskin

    Persentase   Persentase
Pemenuhan Pemenuhan
pencapaian pencapaian
pelayanan pelayanan
kesehatan lainnya kesehatan lainnya
    Persentase   Persentase
Fasilitas kesehatan Fasilitas kesehatan
yang memiliki yang memiliki
sertifikat ijin sertifikat ijin
    Persentase Pasien   Persentase Pasien
miskin yang di miskin yang di
rujuk dan dilayani rujuk dan dilayani
oleh PPK II oleh PPK II
    Persentase   Persentase
Pemenuhan Pemenuhan
pencapaian SPM pencapaian SPM
pelayanan pelayanan
kesehatan dasar kesehatan dasar
pada bayi, balita, pada bayi, balita,
anak usia sekolah, anak usia sekolah,
remaja, ibu dan remaja, ibu dan
lansia lansia

  Meningkatkan Persentase Meningkatnya Persentase


kesehatan penurunan balita kesehatan penurunan balita
masyarakat gizi buruk masyarakat gizi buruk
    Persentase   Persentase
penurunan bumil penurunan bumil
KEK KEK
    Angka Kematian   Angka Kematian

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 9


NO Tujuan Indikator Tujan Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Sasaran
Ibu Ibu
    Angka Kematian   Angka Kematian
Bayi Bayi
  Menurunkan Persentase Menurunnya Persentase
Kejadian penyakit Penurunan Kejadian penyakit Penurunan
menular di penderita penyakit menular di penderita penyakit
masyarakat menular Demam masyarakat menular Demam
Berdarah dengue Berdarah dengue
(DBD) (DBD)

    Persentase   Persentase
Penurunan Penurunan balita
penderita penyakit penderita
menular pneumoni
Pneumonia
    Persentase   Persentase
Penurunan Penurunan
penderita penyakit penderita penyakit
menular Diare menular Diare
    Persentase   Persentase
penderita malaria penderita malaria
yang ditangani yang ditangani
sesuai dengan sesuai dengan
standar standar
    Persentase   Persentase
Penanggulangan Penanggulangan
Kejadian Luar Kejadian Luar
biasa yang biasa yang
ditangani < dari ditangani < dari
24 jam 24 jam
  Meningkatkan Persentase desa Meningkatnya Persentase desa
kesiapsiagaan Siaga aktif kesiapsiagaan Siaga aktif
masyarakat dalam masyarakat dalam
pemeliharaan pemeliharaan
kesehatan kesehatan
  Meningkatkan Persentase keluhan Meningkatnya Persentase keluhan
pelayanan dan pengaduan layanan pelayanan dan pengaduan layanan
akuntabilitas kinerja yang akuntabilitas kinerja yang
ditindaklanjuti ditindaklanjuti

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 10


NO Tujuan Indikator Tujan Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Sasaran
    Indikator hasil   Indikator hasil
evaluasi Akip evaluasi Akip
    Persentase temuan   Persentase temuan
BPK/Inspektorat BPK/Inspektorat
yang yang
ditindaklanjuti ditindaklanjuti
    Nilai Indeks   Nilai Indeks
Kepuasan Kepuasan
Masyarakat (IKM) Masyarakat (IKM)

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA


Untuk mengukur capaian setiap sasaran strategis yang ada pada Rencana
strategis ditetapkan sejumlah indikator dan untuk memudahkan
disusunlah Indikator Kinerja Utama (IKU) sebanyak 19 indikator dan 5
sasaran strategis yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui indikator
kinerja utama dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Tahun 2018

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 11


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
1 Meningkat Persentase Peraturan Persentase nilai 100% Bidang P2KL Profil
nya Pemenuhan Menteri realisasi dari Kesehatan
pelayanan pencapaian Kesehatan RI seluruh indikator
kesehatan SPM penyakit Nomor 43 penyakit menular
dasar, menular dan Tahun 2016 dan tidak
kegawatda tidak menular Tentang Standar menular setelah
ruratan yang ditangani Pelayanan dihitung dari nilai
dan Minimal Bidang capaian dibagi
rujukan Kesehatan target x 100
khususnya persen dibagi
masyaraka jumlah indikator
t miskin

    Persentase Kebutuhan Persentase nilai 100% Bidang Profil


Pemenuhan akan pelayanan realisasi dari Kesehatan Kesehatan
pencapaian kesehatan terus seluruh indikator Keluarga &
pelayanan berkembang dan pelayanan Promosi
kesehatan pelayanan kesehatan lainnya Masyarakat,
lainnya kesehatan setelah dihitung P2KL,
lainnya dari nilai capaian Pelayanan
merupakan dibagi target x kesehatan
indikator yang 100 persen dibagi
digunakan jumlah indikator
dalam
pelayanan
kesehatan dasar
lainya diluar
SPM dan SDGs.
    Persentase Peraturan Persentase nilai 100% Bidang Profil
Fasilitas Menteri realisasi dari Pelayanan Kesehatan
kesehatan Kesehatan seluruh indikator kesehatan
yang memiliki RINomor 75 fasilitas
sertifikat ijin Tahun 2014 kesehatan yang
tentang Pusat memenuhi
Kesehatan persyaratan
Masyarakat mendapatkan
sertifikat izin
setelah dihitung
dari nilai capaian
dibagi target x
100 persen dibagi
jumlah indikator

    Persentase Peraturan Jumlah pasien 100% Bidang Profil


Pasien miskin Menteri miskin yang Pelayanan Kesehatan
yang di rujuk Kesehatan RI mendapat kesehatan
dan dilayani Nomor 75 pelayanan di PPK
oleh PPK II Tahun 2014 II sesuai standar
tentang Pusat dibagi jumlah
Kesehatan pasien miskin
Masyarakat yang dirujuk x
100%

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 12


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
    Persentase Peraturan Persentase nilai 100% Bidang Profil
Pemenuhan Menteri realisasi dari Kesehatan Kesehatan
pencapaian Kesehatan RI seluruh indikator Keluarga &
SPM Nomor 43 pelayanan Promosi
pelayanan Tahun 2016 kesehatan dasar Masyarakat
kesehatan Tentang Standar pada bayi, balita,
dasar pada Pelayanan anak usia
bayi, balita, Minimal Bidang sekolah, remaja,
anak usia Kesehatan ibu dan lansia
sekolah, setelah dihitung
remaja, ibu dari nilai capaian
dan lansia dibagi target x
100 persen dibagi
jumlah indikator

2 Meningkat Persentase Permenkes Jumlah balita gizi 33.33% Bidang Profil


nya penurunan No.23 Tahun buruk tanpa Kesehatan Kesehatan
kesehatan balita gizi 2014 tentang penyakit penyerta Keluarga &
masyaraka buruk Upaya (n-1) dikurangi (n) Promosi
t Perbaikan Gizi dibagi jumlah Masyarakat
balita gizi buruk
N-1 di suatu
wilayah x 100 %
dalam kurun
waktu 1 tahunn-1
= tahun
sebelumnyan =
tahun berjalan

    Persentase UU No.36 Jumlah Bumil 7.18% Bidang Profil


penurunan Tahun 2009 KEK tanpa Kesehatan Kesehatan
bumil KEK Tentang penyakit penyerta Keluarga &
Kesehatan (n-1) dikurangi (n) Promosi
dibagi jumlah Masyarakat
Bumil KEK N-1 di
suatu wilayah x
100 % dalam
kurun waktu 1
tahun
n-1 = tahun
sebelumnya
n = tahun
berjalan
    Angka UU No.36 Jumlah kematian 81.81 Bidang Profil
Kematian Ibu Tahun 2009 ibu dibagi jumlah Kesehatan Kesehatan
Tentang kelahiran hidup Keluarga &
Kesehatan dikalikan 100000 Promosi
Masyarakat
    Angka UU No.36 Jumlah Kematian 17.73 Bidang Profil
Kematian Bayi Tahun 2009 bayi dibagi Kesehatan Kesehatan
Tentang jumlah kelahiran Keluarga &
Kesehatan hidup dikalikan Promosi
1000 Masyarakat

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 13


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
3 Menurunn Persentase Depkes RI. Persentase dari 22.69% Bidang P2KL Profil
ya Penurunan Petunjuk Teknis perhitungan Kesehatan
Kejadian penderita Pengamatan insidens rate
penyakit penyakit Penyakit yaitu selisih
menular di menular Demam antara jumlah
masyaraka Demam Berdarah kasus penyakit
t Berdarah Dengue.Dit. menular DBD
dengue (DBD) Jend P2M dan tahun
Pl Jakarta 1999 sebelumnya
dikurangi dengan
kasus penyakit
DBD pada tahun
perhitungan
dibandingkan
dengan jumlah 
kasus penyakit
menular DBD
pada tahun
sebelumnya x 100
%
    Persentase Ditjen PP&PL selisih antara 5.66% Bidang P2KL Profil
Penurunan Departemen jumlah balita Kesehatan
balita Kesehatan, pneumoni tahun
penderita Pedoman sebelumnya
pneumoni Penanggulangan dikurangi dengan
Episenter balita pneumoni
Pandemi pada tahun
Influenza, perhitungan
Jakarta, 2008 dibandingkan
dengan jumlah 
balita pneumoni
pada tahun
sebelumnya x 100
%

    Persentase Keputusan selisih antara 2.59% Bidang P2KL Profil


Penurunan Menteri jumlah penderita Kesehatan
penderita Kesehatan RI penyakit diare
penyakit No.1216 Tahun tahun
menular Diare 2001 tentang sebelumnya
Pedoman dikurangi dengan
Pemberantasan jumlah penderita
Penyakit Diare diare pada tahun
perhitungan
dibandingkan
dengan jumlah 
penderita diare
pada tahun
sebelumnya x 100
%

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 14


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
    Persentase KEPUTUSAN jumlah penderita 100% Bidang P2KL Profil
penderita MENTERI malaria yang Kesehatan
malaria yang KESEHATAN ditangani sesuai
ditangani REPUBLIK standar dibagi
sesuai dengan INDONESIA jumlah penderita
standar NOMOR malaria dikali
293/MENKES/S 100%
K/IV/2009

    Persentase UU No.4 Tahun Jumlah kejadian 100% Bidang P2KL Profil


Penanggulanga 1984 tentang luar biasa yang Kesehatan
n Kejadian Wabah Penyakit ditangani  kurang
Luar biasa Menular. dari 24 jam
yang ditangani Permenkes dibandingkan
< dari 24 jam No.1501 Tahun dengan jumlah 
2010 tentang kejadian luar
Jenis Penyakit biasa x 100 %
Menular
Tertentu Yang
Dapat
Menimbulkan
Wabah dan
Penanggulangan
nya.
4 Meningkat Persentase Peraturan Persentase dari 100 Profil
nya desa Siaga Menteri jumlah desa Siaga Kesehatan
kesiapsiag aktif Kesehatan yang aktif
aan RINomor dibandingkan
masyaraka 741/MENKES/P dengan jumlah
t dalam ER/VII/2008 desa Siaga yang
pemelihara Tentang dibentuk x 100 %
an StandarPelayan
kesehatan an Minimal
Bidang
Kesehatan di
Kabupaten/Kota Bidang Kesga
& Promosi
Masyarakat

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 15


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
5 Meningkat Persentase Permenpan dan Persentase dari 100% Sekretariat Profil
nya keluhan RB Nomor 24 jumlah Kesehatan
pelayanan pengaduan Tahun 2014 pengaduan yang
dan layanan yang tentang ditindaklanjuti
akuntabilit ditindaklanjuti Pedoman dibandingkan
as kinerja Penyelenggaraa dengan seluruh
n Pengelolaan pengaduan yang
Pengaduan masuk x 100 %
Pelayanan
Publik Secara
Nasional

    Indikator hasil PERATURAN Nilai BB Sekretariat Profil


evaluasi Akip MENTERI Kesehatan
PENDAYAGUNA
AN APARATUR
NEGARA DAN
REFORMASI
BIROKRASI
REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 53
TAHUN 2014
TENTANG
PETUNJUK
TEKNIS
PERJANJIAN
KINERJA,
PELAPORAN
KINERJA DAN
TATA CARA
REVIU ATAS
LAPORAN
KINERJA
INSTANSI
PEMERINTAH
    Persentase PERATURAN Persentase dari 100% Sekretariat Profil
temuan BADAN jumlah Kesehatan
BPK/Inspektor PEMERIKSA pengaduan yang
at yang KEUANGAN ditindaklanjuti
ditindaklanjuti REPUBLIK dibandingkan
INDONESIA dengan seluruh
NOMOR 2 pengaduan yang
TAHUN 2010 masuk x 100 %
TENTANG
PEMANTAUAN
PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
REKOMENDASI
HASIL
PEMERIKSAAN

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 16


NO Sasaran Indikator Alasan PENJELASAN TARGET PENANGGUNG SUMBER
Strategis Kinerja pemilihan DAN FORMULASI JAWAB DATA
Sasaran indikator
BADAN
PEMERIKSA
KEUANGAN
    Nilai Indeks Untuk Total nilai IKM 81 Bidang Profil
Kepuasan memenuhi UU seluruh UPT Prasarana & Kesehatan
Masyarakat No.25 Tahun dibagi jumlah Sarana
(IKM) 2009 tentang UPT
Pelayanan
Publik

C. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018


Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji Rencana Kinerja Tahunan
yang sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di
lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan
memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan.
Oleh karena itu dalam Perjanjian Kinerja juga disertai anggaran yang
disediakan untuk mendukung capaian kinerja.
Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan tahun 2018 mengacu pada
Kebijakan Umum Anggaran (KUA), APBD Tahun 2018, Strategi dan
Prioritas APBD Tahun 2018.
Perjanjian kinerja antara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong
dengan Bupati Tabalong Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

N SASARAN INDIKATOR KINERJA SASARAN SAT TARGET Program Kegiatan Anggaran


O STRATEGIS
1 Menurunnya Persentase Pemenuhan % 100 Program Pencegahan dan Pelayanan Pencegahan 611.000.000
angka kesakitan pencapaian SPM penyakit menular Penanggulangan Penyakit dan Penanggulangan
dan kematian dan tidak menular yang ditangani Menular Penyakit Menular
akibat penyakit

          Program Pencegahan dan Pelayanan Pencegahan 691.000.000


Penanggulangan Penyakit dan Penanggulangan
Menular Penyakit Tidak Menular

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 17


(PTM)
          Program Pencegahan dan Peningkatan Pelayanan 281.687.000
Penanggulangan Penyakit Kesehatan Jiwa
Menular
    Persentase Desa yang mencapai % 100% Program Pencegahan dan Peningkatan Imunisasi 713.000.000
UCI Penanggulangan Penyakit
Menular
    Persentase Penanggulangan % 100% Program Pencegahan dan Peningkatan Surveilens 500.000.000
Kejadian Luar biasa yang ditangani Penanggulangan Penyakit epidemiologi dan
< dari 24 jam Menular penanggulangan wabah
    Persentase Penurunan penderita % 25% Program Pencegahan dan Pengendalian Vektor 404.396.200
penyakit menular Demam Penanggulangan Penyakit Penyakit Menular
Berdarah dengue (DBD) Menular

    Persentase Penurunan balita % 5,66% Program Pencegahan dan Pelayanan Pencegahan 691.000.000
penderita pneumoni Penanggulangan Penyakit dan Penanggulangan
Menular Penyakit Menular
    Persentase Penurunan penderita % 2,59% Program Pencegahan dan Pelayanan Pencegahan 691.000.000
penyakit menular Diare Penanggulangan Penyakit dan Penanggulangan
Menular Penyakit Menular
    Menurunkan angka kesakitan % 50% Program Pencegahan dan Pengendalian Vektor 404.396.200
malaria Penanggulangan Penyakit Penyakit Menular
Menular
2 Meningkatnya Persentase Pemenuhan % 100 Program Upaya Kesehatan Peningkatan Pelayanan 1.188.000.000
pelayanan pencapaian pelayanan kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat
kesehatan dasar, lainnya
kegawatdaruratan
dan rujukan dan
masy miskin
            Penyelenggaraaan 225.000.000
Kesehatan Kerja dan
Olahraga
            Peningkatan Pelayanan 196.600.000
Pengobatan Tradisional
            Penyediaan dan 5.530.427.000
Revitalisasi SDM
Kesehatan
    Persentase Fasilitas kesehatan yang % 100 Program Obat dan Perbekalan Pengadaan Obat dan 3.873.750.000
memiliki sertifikat ijin Kesehatan Peningkatan Mutu
Pelayanan Farmasi
            Pengawasan Bahan 125.000.000
Berbahaya dan
Pengendalian PIRT
    Persentase Pasien miskin yang di % 100 Program Kemitraan Kemitraan asuransi 9.000.000.000
rujuk dan dilayani oleh PPK II Peningkatan Pelayanan kesehatan masyarakat
Kesehatan
          Program pengadaan, Pembangunan Puskesmas 15.275.000.00
peningkatan dan perbaikan 0
sarana dan prasarana
puskesmas/ puskemas
pembantu dan jaringannya

Program pengadaan, Pembangunan POLINDES 1.634.786.000


peningkatan dan perbaikan
sarana dan prasarana
puskesmas/ puskemas
pembantu dan jaringannya

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 18


          Program pengadaan, Pemeliharaan rutin/ 2.730.000.000
peningkatan dan perbaikan berkala sarpras puskesmas
sarana dan prasarana dan jaringannya
puskesmas/ puskemas
pembantu dan jaringannya

          Program pengadaan, Pengadaan Alat Kesehatan 2.427.120.000


peningkatan dan perbaikan
sarana dan prasarana
puskesmas/ puskemas
pembantu dan jaringannya

3 Meningkatnya Persentase Pemenuhan % 100 Program Peningkatan Peningkatan Kesehatan 1.940.000.000


status kesehatan pencapaian SPM pelayanan Keselamatan Ibu Melahirkan Keluarga
keluarga dan gizi kesehatan dasar pada bayi, balita, dan Anak
masyarakat anak usia sekolah, remaja, ibu dan
lansia

    Persentase penurunan balita gizi % 33,33 Program Perbaikan Gizi Peningkatan dan 500.000.000
buruk Masyarakat Pemberdayaan Gizi
Masyaarakat
    Persentase penurunan Angka % 24,25 Program Peningkatan Peningkatan Kesehatan 2.085.800.000
Kematian Ibu Keselamatan Ibu Melahirkan Keluarga
dan Anak
    Persentase penurunan Angka % 7,14 Program Peningkatan Peningkatan Kesehatan 2.085.800.000
Kematian Bayi Keselamatan Ibu Melahirkan Keluarga
dan Anak
4 Meningkatnya Persentase desa Siaga aktif % 75 Program Promosi Kesehatan Pemberdayaan, 483.006.000
Pemberdayaan dan Pemberdayaan masyarakat pengembangan, dan
dan Promosi pembinaan kesehatan
Kesehatan masyarakat

          Program Promosi Kesehatan Pengembangan media 1.350.000.000


dan Pemberdayaan masyarakat promosi dan informasi
sadar hidup sehat
5 Meningkatnya Persentase kelurahan dan desa % 60 Program Pengembangan Peningkatan Kualitas 863.835.000
Penyehatan yang melaksanakan Sanitasi Total Lingkungan Sehat Sanitasi Lingkungan
Lingkungan dan Berbasis Masyarakat
Sanitasi
masyarakat
    Persentase Rumah tangga % 85% Program Pengembangan Peningkatan Kualitas 863.83
menggunakan air minum yang Lingkungan Sehat Sanitasi Lingkungan 5.000
memenuhi syarat
6 Meningkatnya Persentase keluhan pengaduan % 100 Program Pelayanan Penyediaan jasa
akuntabilitas layanan yang ditindaklanjuti Administrasi Perkantoran komunikasi, sumber daya 373.500.000
kinerja SKPD air dan listrik
    Indikator hasil evaluasi Akip   B Program Pelayanan Penyediaan jasa
Administrasi Perkantoran 283.601.000
kebersihan kantor
    Persentase temuan % 100   Penyediaan jasa
BPK/Inspektorat yang pemeliharaan dan
248.372.000
ditindaklanjuti perijinan kendaraan dinas/
operasional
            Penyediaan barang
147.000.000
cetakan dan penggandaan
            Penyediaan bahan bacaan
dan peraturan perundang - 36.000.000
undangan
            Penyediaan makanan dan
207.600.000
minuman
            Rapat-rapat koordinasi 400.000.000

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 19


daan konsultasi ke luar
daerah
            Rapat-rapat koordinasi
daan konsultasi ke dalam 100.000.000
daerah
            Penyediaan jasa keamanan
257.356.000
kantor
            Penyediaan jasa
589.000.000
administrasi kepegawaian
        Program Peningkatan Sarana Pengadaan perlengkapan
dan Prasarana Aparatur 349.240.000
  gedung kantor
          Pemeliharaan
rutin/berkala gedung 250.000.000
  kantor
          Pemeliharaan
rutin/berkala kendaraan 456.393.000
  dinas/operasional
          Pemeliharaan
rutin/berkala
69.496.000
perlengkapan gedung
  kantor
          Pemeliharaan
46.020.000
  rutin/berkala komputer
        Program Peningkatan Disiplin Pengadaan Pakaian Dinas
Aparatur 200.000.000
  Beserta kelengkapannya
        Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan pelatihan
558.715.000
formal
 
        Program peningkatan Penyusunan laporan 692.900.000
pengembangan sistem capaian kinerja dan
pelaporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
keuangan SKPD
 
          Monitoring, evaluasi, dan 140.000.000
  pelaporan

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 20


L
aporan kinerja (LKj) Dinas Kesehatan tahun 2018 disusun
dengan cara mengukur capaian kinerja atas sasaran yang
ditetapkan dalam Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten
Tabalong 2014-2019. Penetapan indikator kinerja pada
tingkat sasaran dan kegiatan merupakan prasyarat bagi pengukuran
kinerja ini. Metode pengukuran yang dilaksanakan adalah membandingkan
antara rencana kinerja (performance plan) yang diinginkan dengan realisasi
kinerja (performance result) yang dicapai pada tahun 2018, membandingkan
antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2018 dengan tahun
2017 dan beberapa tahun terakhir, membandingkan realisasi kinerja tahun
ini dengan standar nasional. Selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap
penyebab terjadinya keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan
kinerja (performance gap) yang terjadi, korelasi indikator antara yang
menjadi indikator kinerja eselon tiga, analisis atas efisiensi penggunaan
sumber daya, dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja,serta alternatif solusi
yang diperlukan, untuk meningkatkan kinerja dimasa mendatang
(performance improvement). Metode ini terutama bermanfaat untuk
memberikan gambaran kepada pihak-pihak eksternal tentang sejauh mana
pelaksanaan misi organisasi telah mengarah pada pencapaian tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam mengukur keberhasilan kinerja sasaran, indikator yang dipakai
dapat berupa indikator absolut dimana indikator tersebut melekat pada
masing-masing kegiatan yaitu: indikator kinerja input, indikator kinerja
output dan indikator kinerja outcome, atau merupakan dampak makro
(outcomes,benefit, impact) dari beberapa kegiatan yang dilakukan. Capaian
kinerja sasaran diukur dengan membandingkan capaian kinerja outcome
yang dihasilkan dengan rencana pada masing-masing kegiatan yang
dianggap sebagai penggerak kinerja indikator sasaran.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 21


Indikator kinerja input terdiri dari besarnya dana yang digunakan dan
pemakaian SDM. Indikator kinerja output berupa hasil yang diperoleh
begitu kegiatan selesai dilaksanakan. Sedangkan indikator kinerja outcome
berupa manfaat yang diperoleh dari berfungsinya output yang dapat di
ukur dalam jangka pendek.
Setiap sasaran pada umumnya mempunyai lebih dari satu indikator kinerja
sasaran maka ditetapkan rata-rata atas capaian indikator sasaran untuk
menyimpulkan keberhasilan / kegagalan dalam pencapaian setiap sasaran.
Kategori rata-rata indikator sasaran juga mengikuti tabel di atas.

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI


Aanalisis capaian kinerja meliputi uraian keterkaitan pencapaian kinerja
dengan program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi
tujuan, misi dan visi sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategis.
Seperti dijelaskan pada Renstra di muka secara umum Dinas Kesehatan
Kabupaten Tabalong mempunyai lima (5) sasaran dimana setiap sasaran
mempunyai beberapa indikator sasaran. Tidak semua indikator sasaran
dapat dicapai setiap tahun, hal ini berkaitan dengan dana dan jenis
kegiatan yang dapat dikerjakan dalam tahun bersangkutan.
Target indikator sasaran yang akan dicapai harus ditetapkan terlebih
dahulu, dan dimasukkan ke dalam rencana kinerja. Hasil pengukuran
indikator sasaran akan menggambarkan kegagalan atau keberhasilan
suatu instansi dalam mencapai satu sasaran yang telah di tetapkan.
Pencapaian target indikator kinerja sasaran tahun 2018 disusun atau
diperoleh berdasarkan output dan outcome dari berbagai kegiatan yang
dilakukan dalam tahun bersangkutan. Indikator kinerja tersebut terdiri
dari Indikator Kinerja Utama dan indikator yang diperjanjikan dalam
penetapan kinerja.
3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan
Kabupaten Tabalong Tahun 2018

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 22


Hasil capaian pengukuran terhadap 19 (sembilan belas) Indikator
Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada tahun
2018 ini sebagaimana terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong


Tahun 2018

NO Sasaran Strategis Indikator PENJELASAN DAN PERHITUNGA CAPAIAN PERSEN


Kinerja Utama FORMULASI N CAPAIAN KINERJA CAPAIAN

1 Meningkatnya Persentase Persentase nilai


pelayanan Pemenuhan realisasi dari seluruh
kesehatan dasar, pencapaian SPM indikator penyakit
kegawatdarurata penyakit menular dan tidak
n dan rujukan menular dan menular setelah
khususnya tidak menular dihitung dari nilai
masyarakat yang ditangani capaian dibagi target
miskin x 100 persen dibagi
jumlah indikator
    Persentase Persentase nilai
Pemenuhan realisasi dari seluruh
pencapaian indikator pelayanan
pelayanan kesehatan lainnya
kesehatan setelah dihitung dari
lainnya nilai capaian dibagi
target x 100 persen
dibagi jumlah
indikator

    Persentase Persentase nilai


Fasilitas realisasi dari seluruh
kesehatan yang indikator fasilitas
memiliki kesehatan yang
sertifikat ijin memenuhi
persyaratan
mendapatkan
sertifikat izin setelah
dihitung dari nilai
capaian dibagi target
x 100 persen dibagi
jumlah indikator
    Persentase Jumlah pasien
Pasien miskin miskin yang
yang di rujuk mendapat pelayanan
dan dilayani di PPK II sesuai
oleh PPK II standar dibagi jumlah
pasien miskin yang
dirujuk x 100%

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 23


NO Sasaran Strategis Indikator PENJELASAN DAN PERHITUNGA CAPAIAN PERSEN
Kinerja Utama FORMULASI N CAPAIAN KINERJA CAPAIAN

    Persentase Persentase nilai


Pemenuhan realisasi dari seluruh
pencapaian SPM indikator pelayanan
pelayanan kesehatan dasar pada
kesehatan dasar bayi, balita, anak
pada bayi, usia sekolah, remaja,
balita, anak usia ibu dan lansia setelah
sekolah, remaja, dihitung dari nilai
ibu dan lansia capaian dibagi target
x 100 persen dibagi
jumlah indikator
2 Meningkatnya Persentase Jumlah balita gizi
kesehatan penurunan buruk tanpa penyakit
masyarakat balita gizi buruk penyerta (n-1)
dikurangi (n) dibagi
jumlah balita gizi
buruk N-1 di suatu
wilayah x 100 %
dalam kurun waktu 1
tahun
n-1 = tahun
sebelumnya
n = tahun berjalan

    Persentase Jumlah Bumil KEK


penurunan tanpa penyakit
bumil KEK penyerta (n-1)
dikurangi (n) dibagi
jumlah Bumil KEK N-
1 di suatu wilayah x
100 % dalam kurun
waktu 1 tahunn-1 =
tahun sebelumnyan
= tahun berjalan
    Angka Kematian Jumlah kematian ibu
Ibu dibagi jumlah
kelahiran hidup
dikalikan 100000
    Angka Kematian Jumlah Kematian
Bayi bayi dibagi jumlah
kelahiran hidup
dikalikan 1000
3 Menurunnya Persentase Persentase dari
Kejadian penyakit Penurunan perhitungan insidens
menular di penderita rate yaitu selisih
masyarakat penyakit antara jumlah kasus
menular Demam penyakit menular
Berdarah DBD tahun
dengue (DBD) sebelumnya
dikurangi dengan
kasus penyakit DBD
pada tahun
perhitungan
dibandingkan dengan
jumlah  kasus
penyakit menular
DBD pada tahun
sebelumnya x 100 %

    Persentase selisih antara jumlah


Penurunan balita pneumoni
balita penderita tahun sebelumnya

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 24


NO Sasaran Strategis Indikator PENJELASAN DAN PERHITUNGA CAPAIAN PERSEN
Kinerja Utama FORMULASI N CAPAIAN KINERJA CAPAIAN

pneumoni dikurangi dengan


balita pneumoni pada
tahun perhitungan
dibandingkan dengan
jumlah  balita
pneumoni pada
tahun sebelumnya x
100 %
    Persentase selisih antara jumlah
Penurunan penderita penyakit
penderita diare tahun
penyakit sebelumnya
menular Diare dikurangi dengan
jumlah penderita
diare pada tahun
perhitungan
dibandingkan dengan
jumlah  penderita
diare pada tahun
sebelumnya x 100 %

    Persentase jumlah penderita


penderita malaria yang
malaria yang ditangani sesuai
ditangani sesuai standar dibagi jumlah
dengan standar penderita malaria
dikali 100%
    Persentase Jumlah kejadian luar
Penanggulangan biasa yang ditangani 
Kejadian Luar kurang dari 24 jam
biasa yang dibandingkan dengan
ditangani < dari jumlah  kejadian luar
24 jam biasa x 100 %

4 Meningkatnya Persentase desa Persentase dari


kesiapsiagaan Siaga aktif jumlah desa Siaga
masyarakat yang aktif
dalam dibandingkan dengan
pemeliharaan jumlah desa Siaga
kesehatan yang dibentuk x 100
%
6 Meningkatnya Persentase Persentase dari
pelayanan dan keluhan jumlah pengaduan
akuntabilitas pengaduan yang ditindaklanjuti
kinerja layanan yang dibandingkan dengan
ditindaklanjuti seluruh pengaduan
yang masuk x 100 %

    Indikator hasil Nilai


evaluasi Akip

    Persentase Persentase dari


temuan jumlah temuan yang
BPK/Inspektorat ditindaklanjuti
yang dibandingkan dengan
ditindaklanjuti seluruh temuan x
100 %
    Nilai Indeks Total nilai IKM  
Kepuasan seluruh UPT dibagi
Masyarakat jumlah UPT
(IKM)

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 25


3.2 Pengukuran atas Perjanjian Kinerja
Secara Keseluruhan capaian sasaran tahun 2018 berdasarkan Penetapan
kinerja yang diperjanjikan terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2 Pengukuran perjanjian kinerja tahun 2018

NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja PENJELASAN TARGET PERHITUNGAN CAPAIAN PERSEN


Sasaran DAN CAPAIAN CAPAIAN
FORMULASI
1 Meningkatnya Persentase Persentase nilai 100%
pelayanan Pemenuhan realisasi dari
kesehatan dasar, pencapaian SPM seluruh
kegawatdaruratan penyakit menular indikator
dan rujukan dan tidak menular penyakit
khususnya yang ditangani menular dan
masyarakat miskin tidak menular
setelah dihitung
dari nilai
capaian dibagi
target x 100
persen dibagi
jumlah indikator
    Persentase Persentase nilai 100%
Pemenuhan realisasi dari
pencapaian seluruh
pelayanan indikator
kesehatan lainnya pelayanan
kesehatan
lainnya setelah
dihitung dari
nilai capaian
dibagi target x
100 persen
dibagi jumlah
indikator
    Persentase Fasilitas Persentase nilai 100%
kesehatan yang realisasi dari
memiliki sertifikat seluruh
ijin indikator
fasilitas
kesehatan yang
memenuhi
persyaratan
mendapatkan
sertifikat izin
setelah dihitung
dari nilai
capaian dibagi
target x 100
persen dibagi
jumlah indikator

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 26


NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja PENJELASAN TARGET PERHITUNGAN CAPAIAN PERSEN
Sasaran DAN CAPAIAN CAPAIAN
FORMULASI
    Persentase Pasien Jumlah pasien 100%
miskin yang di miskin yang
rujuk dan dilayani mendapat
oleh PPK II pelayanan di
PPK II sesuai
standar dibagi
jumlah pasien
miskin yang
dirujuk x 100%
    Persentase Persentase nilai 100%
Pemenuhan realisasi dari
pencapaian SPM seluruh
pelayanan indikator
kesehatan dasar pelayanan
pada bayi, balita, kesehatan dasar
anak usia sekolah, pada bayi,
remaja, ibu dan balita, anak usia
lansia sekolah, remaja,
ibu dan lansia
setelah dihitung
dari nilai
capaian dibagi
target x 100
persen dibagi
jumlah indikator
2 Meningkatnya Persentase Jumlah balita 33.33%
kesehatan penurunan balita gizi buruk tanpa
masyarakat gizi buruk penyakit
penyerta (n-1)
dikurangi (n)
dibagi jumlah
balita gizi buruk
N-1 di suatu
wilayah x 100 %
dalam kurun
waktu 1 tahun
n-1 = tahun
sebelumnya
n = tahun
berjalan

    Persentase Jumlah Bumil 7.18%


penurunan bumil KEK tanpa
KEK penyakit
penyerta (n-1)
dikurangi (n)
dibagi jumlah
Bumil KEK N-1
di suatu wilayah
x 100 % dalam
kurun waktu 1
tahunn-1 =
tahun
sebelumnyan
= tahun berjalan

    Angka Kematian Ibu Jumlah 81.81


kematian ibu
dibagi jumlah
kelahiran hidup
dikalikan
100000

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 27


NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja PENJELASAN TARGET PERHITUNGAN CAPAIAN PERSEN
Sasaran DAN CAPAIAN CAPAIAN
FORMULASI
    Angka Kematian Jumlah 17.73
Bayi Kematian bayi
dibagi jumlah
kelahiran hidup
dikalikan 1000

3 Menurunnya Persentase Persentase dari 22.69%


Kejadian penyakit Penurunan perhitungan
menular di penderita penyakit insidens rate
masyarakat menular Demam yaitu selisih
Berdarah dengue antara jumlah
(DBD) kasus penyakit
menular DBD
tahun
sebelumnya
dikurangi
dengan kasus
penyakit DBD
pada tahun
perhitungan
dibandingkan
dengan jumlah 
kasus penyakit
menular DBD
pada tahun
sebelumnya x
100 %

    Persentase selisih antara 5.66%


Penurunan balita jumlah balita
penderita pneumoni pneumoni tahun
sebelumnya
dikurangi
dengan balita
pneumoni pada
tahun
perhitungan
dibandingkan
dengan jumlah 
balita pneumoni
pada tahun
sebelumnya x
100 %

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 28


NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja PENJELASAN TARGET PERHITUNGAN CAPAIAN PERSEN
Sasaran DAN CAPAIAN CAPAIAN
FORMULASI
    Persentase selisih antara 2.59%
Penurunan jumlah
penderita penyakit penderita
menular Diare penyakit diare
tahun
sebelumnya
dikurangi
dengan jumlah
penderita diare
pada tahun
perhitungan
dibandingkan
dengan jumlah 
penderita diare
pada tahun
sebelumnya x
100 %

    Persentase jumlah 100%


penderita malaria penderita
yang ditangani malaria yang
sesuai dengan ditangani sesuai
standar standar dibagi
jumlah
penderita
malaria dikali
100%
    Persentase Jumlah kejadian 100%
Penanggulangan luar biasa yang
Kejadian Luar biasa ditangani 
yang ditangani < kurang dari 24
dari 24 jam jam
dibandingkan
dengan jumlah 
kejadian luar
biasa x 100 %
4 Meningkatnya Persentase desa Persentase dari 100
kesiapsiagaan Siaga aktif jumlah desa
masyarakat dalam Siaga yang aktif
pemeliharaan dibandingkan
kesehatan dengan jumlah
desa Siaga yang
dibentuk x 100
%

6 Meningkatnya Persentase keluhan Persentase dari 100%


pelayanan dan pengaduan layanan jumlah
akuntabilitas yang ditindaklanjuti pengaduan yang
kinerja ditindaklanjuti
dibandingkan
dengan seluruh
pengaduan yang
masuk x 100 %

    Indikator hasil Nilai BB


evaluasi Akip

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 29


NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja PENJELASAN TARGET PERHITUNGAN CAPAIAN PERSEN
Sasaran DAN CAPAIAN CAPAIAN
FORMULASI
    Persentase temuan Persentase dari 100%
BPK/Inspektorat jumlah temuan
yang ditindaklanjuti yang
ditindaklanjuti
dibandingkan
dengan seluruh
temuan x 100 %

    Nilai Indeks Total nilai IKM 81


Kepuasan seluruh UPT
Masyarakat (IKM) dibagi jumlah
UPT

3.3 Evaluasi dan analisa pengukuran kinerja atas Perjanjian Kinerja


Laporan ini merupakan Laporan Kinerja Tahun ke-empat dari Renstra
2014 - 2019 yang mengungkapkan capaian kinerja sasaran terhadap target
yang ditetapkan dalam Renstra, disertai pembandingan dengan realisasi
tahun sebelumnya dan penjelasan atas keberhasilan dan atau kegagalan
pencapaian sasaran.
Pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong terletak pada
seberapa jauh capaian masing-masing indikator kinerja sasaran yang
telah ditetapkan, yaitu perbandingan antara realisasi tahun berjalan
versus realisasi n-1, realisasi tahun berjalan versus target di Renstra, %
capaian versus standar yang berlaku, termasuk dengan standar nasional
yang terkait. Hasil pengukuran kinerja disajikan menurut kelompok
Kinerja yang bersifat makro dan capaian sasaran organisasi secara
keseluruhan. Berikut uraian capaian masing-masing sasaran :
Sasaran 1 : Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar,
kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat
miskin
Penanggungjawab atas pencapaian sasaran ini adalah Bidang P2KL,
Pelayanan Kesehatan, dan Kesehatan Keluarga dan Promosi Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 30


Sasaran tersebut terumuskan dalam beberapa indikator kinerja sasaran
dengan target dan realisasi pada tahun 2018 sebagai berikut :

N TARGET PERSENTASE
INDIKATOR KINERJA SASARAN REALISASI
O TAHUNAN 2018 CAPAIAN

1 Persentase Pemenuhan pencapaian 100%


SPM penyakit menular dan tidak
menular yang ditangani
2 Persentase Pemenuhan pencapaian 100%
pelayanan kesehatan lainnya

3 Persentase Fasilitas kesehatan yang 100%


memiliki sertifikat ijin

4 Persentase Pasien miskin yang di 100%


rujuk dan dilayani oleh PPK II

5 Persentase Pemenuhan pencapaian 100%


SPM pelayanan kesehatan dasar
pada bayi, balita, anak usia sekolah,
remaja, ibu dan lansia
  Rata-rata

Sebelum memasuki pada laporan capaian kinerja organisasi, maka pada


bab ini terlebih dahulu akan diulas tentang keterkaitan antara sasaran
dengan indikator kinerja. Sasaran Meningkatnya pelayanan kesehatan
dasar, kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin,
indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini
adalah:
1. Persentase Pemenuhan pencapaian Standar Pelayanan Minimal
penyakit menular dan tidak menular yang ditangani
2. Persentase Pemenuhan pencapaian pelayanan kesehatan lainnya
3. Persentase Fasilitas kesehatan yang memiliki sertifikat ijin
4. Persentase Pasien miskin yang di rujuk dan dilayani oleh PPK II
5. Persentase Pemenuhan pencapaian Standar Pelayanan Minimal
pelayanan kesehatan dasar pada bayi, balita, anak usia sekolah,
remaja, ibu dan lansia

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 31


Dengan kata lain keberhasilan capaian sasaran 1 ini dapat diukur dengan
ke-5 indikator tersebut. Sementara indikator SPM penyakit menular dan
tidak menular terdiri dari:
a. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar,
b. Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS,
waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga
pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar,
c. Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d 59 tahun medapatkan
skrining kesehatan sesuai standar,
d. Setiap hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar,
e. Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan
sesuai standar,
f. Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan.
Sedangkan indikator Pemenuhan pencapaian pelayanan kesehatan lainnya
terdiri dari:
a. Persentase puskesmas yang melaksanakan penimbangan berat badan
balita sesuai standar
b. Persentase puskesmas yang melaksanakan pembinaan anak
berkebutuhan khusus sesuai standar
c. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan matra
sesuai standar
d. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan indera
(mata) sesuai standar
e. Persentase puskesmas yang melaksanakan pembinaan kesehatan kerja
sesuai standar
f. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan
tradisional sesuai standar
g. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi
mulut dasar sesuai standar

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 32


h. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan laboratorium
dasar sesuai standar
i. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan olah
raga sesuai standar
j. Persentase sertifikat P-IRT yang dikeluarkan tepat waktu
k. Persentase puskesmas yang melaksanakan pengawasan sarana
kefarmasian sesuai standar
l. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan kefarmasian
sesuai standar
m. Persentase puskesmas yang melaksanakan pengobatan rasional
n. Persentase puskesmas yang melaksanakan rencana kebutuhan obat
penyakit menular dan tidak menular sesuai standar
o. Persentase puskesmas yang melaksanakan pembinaan TOGA terstandar
p. Persentase puskesmas yang melaksanakan pembinaan jamu gendong
dan kosmetik sesuai standar
q. Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan medico legal
sesuai standar
Indikator Pemenuhan pencapaian SPM pelayanan kesehatan dasar pada
bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, ibu dan lansia terdiri dari:
a. Setiap ibu hamil mendapatkan antenatal sesuai standar
b. Setiap ibu bersalin mendapatkan persalinan sesuai standar
c. Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar
d. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
e. Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan skrining
kesehatan sesuai
f. Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan
skrining kesehatan sesuai standar

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 33


Standar Pelayanan Minimal yang digunakan adalah mengacu pada
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Minimal.
Jadi Indikator kinerja sasaran Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar,
kegawatdaruratan dan rujukan khususnya masyarakat miskin terkait
dengan indikator lain. Sehingga jika indikator pendukungnya tidak tercapai
maka indikator sasaran tersebut juga belum tercapai.
Berdasarkan data, dapat dijelaskan bahwa capaian masing-masing
indikator kinerja sasaran ini jika dibanding dengan target kabupaten
menunjukkan hanya satu indikator yang sudah mencapai target. Namun 4
indikator yang lain belum mencapai target. Indikator yang belum mencapai
target adalah Persentase Pemenuhan pencapaian SPM penyakit menular
dan tidak menular yang ditangani, Persentase Pemenuhan pencapaian
pelayanan kesehatan lainnya, Persentase Fasilitas kesehatan yang memiliki
sertifikat ijin, Persentase Pemenuhan pencapaian SPM pelayanan
kesehatan dasar pada bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, ibu dan
lansia. Indikator yang mencapai target adalah Persentase Pasien miskin
yang di rujuk dan dilayani oleh PPK II.
Berikut uraian ketercapaian terhadap target untuk masing-masing
indikator:
1. Persentase Pemenuhan pencapaian SPM penyakit menular dan tidak
menular yang ditangani. Indikator ini menggambarkan ketercapaian
indikator SPM bidang kesehatan yang merupakan acuan bagi
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan
kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal untuk
kategori penyakit menular dan tidak menular. SPM merupakan hal
minimal yang harus dilaksanakan oleh Pemda untuk rakyatnya, maka
target SPM harus 100% setiap tahunnya. Berikut capaian SPM penyakit
menular dan tidak menular pada tahun 2018

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 34


NO INDIKATOR SPM PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK Target Capaian
MENULAR Triwulan I
1 Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d 59 tahun medapatkan 100.00%
skrining kesehatan sesuai standar
2 Setiap hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 100.00%
3 Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan 100.00%
sesuai standar
4 Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan 100.00%
kesehatan sesuai standar
5 Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar 100.00%
6 Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien 100.00%
IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga
pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar

Sehingga jika dirata-rata capaian SPM penyakit menular dan tidak menular
sebesar 52.2%. Belum tercapainya indikator tersebut terhadap target
disebabkan karena target yang dipasang adalah target untuk satu tahun
sedangkan capaian masih sampai dengan triwulan I, artinya jumlah
sasaran yang diproyeksikan belum sebanyak yang ditargetkan.
2. Persentase Pemenuhan pencapaian pelayanan kesehatan lainnya. Indikator
ini menggambarkan ketercapaian pelayanan kesehatan di puskesmas di
luar SPM yang harus sesuai dengan standar. Berikut capaian pelayanan
kesehatan lainnya pada tahun 2018 :
NO Indikator Kinerja Sasaran Target (Tahun 2018) Capaian
1 Persentase puskesmas yang 100.00%
melaksanakan penimbangan berat
badan balita sesuai standar
2 Persentase puskesmas yang 4.76%
melaksanakan pembinaan anak
berkebutuhan khusus sesuai standar
3 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pelayanan kesehatan
matra sesuai standar
4 Persentase puskesmas yang 4.76%
melaksanakan pelayanan kesehatan
indera (mata) sesuai standar
5 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pembinaan kesehatan
kerja sesuai standar
6 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pelayanan kesehatan
tradisional sesuai standar
7 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pelayanan kesehatan gigi
mulut dasar sesuai standar

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 35


NO Indikator Kinerja Sasaran Target (Tahun 2018) Capaian
8 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pelayanan laboratorium
dasar sesuai standar
9 Persentase puskesmas yang 100%
melaksanakan pelayanan kesehatan olah
raga sesuai standar
10 Persentase sertifikat P-IRT yang 100.00%
dikeluarkan tepat waktu
11 Persentase puskesmas yang 23.81%
melaksanakan pengawasan sarana
kefarmasian sesuai standar
12 Persentase puskesmas yang 9.52%
melaksanakan pelayanan kefarmasian
sesuai standar
13 Persentase puskesmas yang 76.19%
melaksanakan pengobatan rasional
14 Persentase puskesmas yang 76.19%
melaksanakan rencana kebutuhan obat
penyakit menular dan tidak menular
sesuai standar
15 Persentase puskesmas yang 85.71%
melaksanakan pembinaan TOGA
terstandar
16 Persentase puskesmas yang 23.81%
melaksanakan pembinaan jamu gendong
dan kosmetik sesuai standar
18 Persentase puskesmas yang 100.0%
melaksanakan pelayanan medico legal
sesuai standar

Sehingga jika dirata-rata capaian pemenuhan pelayanan kesehatan lainnya


sebesar 11.85%. Belum tercapainya target ini disebabkan karena
kesesuaian dengan standar diasumsikan dengan akreditasi. Jadi
puskesmas yang dinyatakan melaksanakan sesuai dengan standar adalah
puskesmas yang terakreditasi. Sampai dengan triwulan I puskesmas yang
terakreditasi baru 2 puskesmas yakni Puskesmas Kandangan dan Negara.
Sehingga indikator yang terkait dengan pelayanan standar di puskesmas
hanya tercapai 2 puskesmas dari 18 puskesmas.
3. Persentase Fasilitas kesehatan yang memiliki sertifikat ijin. Indikator ini
meggambar bahwa fasilitas kesehatan yang disebut memiliki sertifikat ijin
meliputi tenaga maupun fasilitasnya yang berijin. Selain itu fasilitas
pelayanan kesehatan tersebut harus sudah terakreditasi. Berikut capaian

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 36


indikator-indikator Fasilitas kesehatan yang memiliki sertifikat ijin pada
tahun 2018 triwulan I.
NO Indikator Kinerja Sasaran Target (Tahun 2018) Capaian
Triwulan 1
1 Persentase Tenaga kesehatan yang 100.00%
memiliki sertifikat ijin
2 Persentase Fasilitas kesehatan yang 100.00%
memiliki sertifikat ijin
3 Persentase Puskesmas dan rumah 100.00%
sakit terakreditasi

Jika dirata-rata capaian Fasilitas kesehatan yang memiliki sertifikat ijin


sebesar 83.33%. Fasilitas kesehatan yang dimaksud dalam indikator ini
adalah fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun RS pemerintah dan
swasta. Pada tahun 2018 jumlah fasilitas kesehatan yang ditargetkan
untuk memiliki ijin baik tenaga maupun fasilitasnya serta yang
terakreditasi hanya 6 fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah. Dari
segi ijin tenaga dan fasilitas, 100% sudah mencapai target. Namun yang
menyebabkan belum tercapainya target ini disebabkan karena jumlah
fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah yang telah terakreditasi
baik puskesmas maupun Rumah Sakit.
4. Persentase Pasien miskin yang dirujuk dan dilayani oleh PPK II. Indikator
ini menggambarkan pelayanan rujukan bagi pasien miskin. Jadi
diharapkan pasien miskin yang memerlukan rujukan dapat dirujuk dan
dilayani sesuai standar di PPK II.
Capaian kinerja indikator ini sudah mencapai target Hal ini disebabkan
karena semua pasien miskin yang perlu dirujuk secara medis telah
dilakukan rujukan dan dilayani oleh PPK II, tidak terlepas dari adanya
Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran.
5. Persentase Pemenuhan pencapaian SPM pelayanan kesehatan dasar pada
bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, ibu dan lansia. Indikator ini
menggambarkan ketercapaian indikator SPM bidang kesehatan yang
merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 37


penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga
secara minimal untuk kategori pelayanan kesehatan dasar pada bayi,
balita, anak usia sekolah, remaja, ibu dan lansia. SPM merupakan hal
minimal yang harus dilaksanakan oleh Pemda untuk rakyatnya, maka
target SPM harus 100% setiap tahunnya. Berikut capaian SPM pelayanan
kesehatan dasar pada bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, ibu dan
lansia pada tahun 2018 triwulan I.
N INDIKATOR Target Capaian Triwulan 1
O
1 Setiap ibu hamil mendapatkan antenatal sesuai standar 100.00%
2 Setiap ibu bersalin mendapatkan persalinan sesuai standar 100.00%
3 Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan
sesuai standar 100.00%
4 Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar 100.00%
5 Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan
skrining kesehatan sesuai 100.00%
6 Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas
mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar 100.00%

Jika dirata-rata capaian SPM pelayanan kesehatan dasar pada bayi, balita,
anak usia sekolah, remaja, ibu dan lansia sebesar 9.7%. Belum tercapainya
indikator tersebut terhadap target disebabkan karena target yang dipasang
adalah target untuk satu tahun sedangkan capaian masih sampai dengan
triwulan I, artinya jumlah sasaran yang diproyeksikan belum sebanyak
yang ditargetkan. Selain itu untuk kegiatan penjaringan atau pemeriksaan
atau skrining kesehatan pada usia pendidikan dasar belum dapat
dikerjakan karena pemeriksaan itu baru dilakukan pada saat tahun ajaran
baru yakni pada bulan Juli.
Karena indikator-indikator sasaran ini merupakan review dari tahun
sebelumnya maka belum dapat membandingkan dengan tahun
sebelumnya. Selain itu capaian yang ada hanya sampai dengan triwulan I
sehingga belum dapat membandingkan dengan capaian propinsi maupun
nasional.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 38


Pencapaian indikator kinerja di atas tidak terlepas dari dukungan program-
program dan kegiatan utama yang dilaksanakan selama tahun 2018, yaitu :
1. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit dengan kegiatan
utama Pencegahan Penularan Penyakit Berpotensi KLB, Peningkatan
Kesehatan Calon Jamaah Haji dan umroh, Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit DBD, Pncegahan penularan penyakit
endemik/epidemik
2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan kegiatan utama
Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Bantuan oerasional
kesehatan, dan Peningkatan kesehatan masyarakat, Pelayanan
kesehatan anak
3. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan dengan
kegiatan utama Kegiatan Operasional Pelayanan Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN), Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat.
4. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan
Kesehatan dengan kegiatan utama Pengawasan dan pengendalian
keamanan dan kesehatan makanan hasil produksi rumah tangga
5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan dengan kegiatan utama
Monitoring, evaluasi dan pelaporan, Peningkatan pemerataan obat dan
perbekalan kesehatan, Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan
Perbekalan Kesehatan, Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan
kesehatan, Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah
sakit.
6. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan kegiatan utama
Penyusunan standar pelayanan kesehatan, Penyusunan standar
pelayanan kesehatan (DAK)
7. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak dengan
kegiatan utama Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil, Bersalin,
Nifas dan Reproduksi, Jaminan Persalinan (DAK)

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 39


8. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan
prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya dengan
kegiatan utama Pembangunan poskesdes
Anggaran program dan kegiatan yang telah digunakan sampai dengan
untuk mencapai nilai rata-rata capaian sasaran adalah sebagai berikut:

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 40


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

1 Meningkatnya Persentase % 100 Program Pencegahan


pelayanan Pemenuhan Pencegahan dan Penularan
kesehatan dasar, pencapaian SPM Penanggulangan Penyakit
kegawatdaruratan penyakit menular Penyakit Berpotensi KLB
dan rujukan dan tidak
khususnya menular yang
masyarakat ditangani
miskin
          Program Upaya Pengendalian
Kesehatan Penyakit Tidak
Masyarakat Menular (PTM)
          Program Upaya Bantuan
Kesehatan operasional
Masyarakat kesehatan
          Program Upaya Peningkatan
Kesehatan kesehatan
Masyarakat masyarakat
          Program Kegiatan
Kemitraan Operasional
Peningkatan Pelayanan
Pelayanan Jaminan
Kesehatan Kesehatan
Nasional (JKN)
    Persentase % 100 Program Peningkatan
Pemenuhan Pencegahan dan Kesehatan
pencapaian Penanggulangan Calon Jamaah
pelayanan Penyakit Haji dan umroh
kesehatan lainnya
          Program Pengawasan
Pengawasan dan dan
Pengendalian pengendalian
Kesehatan keamanan dan
Makanan kesehatan
makanan hasil
produksi rumah
tangga
          Program Obat Monitoring,
dan Perbekalan evaluasi dan
Kesehatan pelaporan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 41


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

              Peningkatan
pemerataan
obat dan
perbekalan
kesehatan

    Persentase % 100 Program Penyusunan


Fasilitas Standarisasi standar
kesehatan yang Pelayanan pelayanan
memiliki sertifikat Kesehatan kesehatan
ijin
          Program Penyusunan
Standarisasi standar
Pelayanan pelayanan
Kesehatan kesehatan
(DAK)
    Persentase Pasien % 100 Program Kemitraan
miskin yang di Kemitraan asuransi
rujuk dan Peningkatan kesehatan
dilayani oleh PPK Pelayanan masyarakat
II Kesehatan
          Program Pengadaan
pengadaan, sarana dan
peningkatan dan prasarana
perbaikan puskesmas
sarana dan
prasarana
puskesmas/
puskemas
pembantu dan
jaringannya
    Persentase % 100 Program Peningkatan
Pemenuhan Peningkatan Kesehatan
pencapaian SPM Keselamatan Ibu Keluarga
pelayanan Melahirkan dan
kesehatan dasar Anak
pada bayi, balita,
anak usia
sekolah, remaja,
ibu dan lansia

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 42


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

          Program Jaminan
Peningkatan Persalinan
Keselamatan Ibu (DAK)
Melahirkan dan
Anak
          Program Upaya Bantuan
Kesehatan Operasional
Masyarakat Kesehatan
          Program Upaya Pelayanan
Kesehatan kesehatan anak
Masyarakat

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 43


Dari tabel diatas terlihat bahwa hanya satu kegiatan yang sudah ada
penyerapan anggaran yakni kegiatan Kemitraan asuransi kesehatan
masyarakat. Kegiatan ini berisi pembayaran klaim dan iuran PBI daerah ke
BPJS Kesehatan. Dapat dikatakan bahwa hampir belum ada kegiatan yang
dilaksanakan pada triwulan 1. Sehingga data capaian kinerja yang
diperoleh adalah hasil dari intervensi kegiatan di tahun sebelumnya.
Sasaran 2 : Meningkatnya kesehatan masyarakat
Penanggungjawab atas pencapaian sasaran ini adalah Bidang Kesehatan
Keluarga dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong.
Sasaran tersebut terumuskan dalam beberapa indikator kinerja sasaran
dengan target dan realisasi pada tahun 2018 sebagai berikut :

N INDIKATOR KINERJA TARGET PERSENTASE


REALISASI
O SASARAN TAHUNAN 2018 CAPAIAN

1 Persentase penurunan balita 33.33%


gizi buruk

 2 Persentase penurunan bumil 7.18%


KEK
 3 Angka Kematian Ibu 81.81
 4 Angka Kematian Bayi 17.73
  Rata-rata

Sebelum memasuki pada laporan capaian kinerja organisasi, maka


pada bab ini terlebih dahulu akan diulas tentang keterkaitan antara
sasaran dengan indikator kinerja. Sasaran Meningkatnya kesehatan
masyarakat, indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan
sasaran ini adalah:
1. Persentase penurunan balita gizi buruk
2. Persentase penurunan bumil KEK
3. Angka Kematian Ibu
4. Angka Kematian Bayi

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 44


Dengan kata lain keberhasilan capaian sasaran 2 ini dapat diukur dengan
ke-4 indikator tersebut. Hal ini sesuai dengan teori yang ada dalam
literatur kesehatan bahwa Meningkatnya kesehatan masyarakat ditandai
dengan turunnya angka kematian dan kesakitan. Indikator kinerja sasaran
Meningkatnya kesehatan masyarakat pada triwulan I 2 indikator
tercapai bahkan melebihi target yang ditentukan, sementara 2 indikator
belum tercapai.
Berdasarkan data kinerja triwulan I, dapat dijelaskan bahwa capaian
masing-masing indikator kinerja sasaran ini jika dibanding dengan target
kabupaten menunjukkan 2 indikator yang sudah mencapai target. Namun
2 indikator yang lain belum mencapai target. Indikator yang belum
mencapai target adalah Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Indikator yang mencapai target adalah Persentase penurunan balita gizi
buruk dan bumil KEK.
Berikut uraian ketercapaian terhadap target untuk masing-masing
indikator:
1. Persentase penurunan balita gizi buruk. Indikator ini digunakan untuk
mengukur kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan khususnya
dalam penanggulangan gizi kurang sehingga jika pada tahapan gizi
kurang sudah ditanggulangi maka tidak sampai jatuh pada tahapan gizi
buruk. Indikator ini tercapai bahkan melebihi target karena gizi buruk
yang dimaksud dalam indikator ini adalah gizi buruk tanpa penyakit
penyerta. Jadi murni karena asupan gizi yang tidak sesuai. Sehingga
tidak ada balita gizi buruk tanpa penyakit penyerta.
2. Persentase penurunan bumil KEK. Indikator ini menggambarkan
Indikator ini digunakan untuk mengukur kualitas dan jangkauan
pelayanan kesehatan khususnya dalam penanggulangan gizi pada
bumil KEK, karena ibu hamil yang KEK beresiko tinggi untuk
melahirkan bayi BBLR, yang akan menyumbang angka kematian bayi.
Indikator ini tercapai jauh melebihi target pada triwulan I karena target

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 45


yang dipasang adalah target satu tahunan. Sehingga masih ada
kemungkinan penambahan kasus pada bulan-bulan berikutnya.
3. Angka Kematian Ibu.
Angka kematian ibu (AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal
dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau
penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil)
selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah
melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100 000
kelahiran hidup. AKI diperhitungkan pula pada  jangka waktu 6 minggu
hingga setahun setelah melahirkan.Cara perhitungan/rumus cakupan
ini adalah:
Jumlah ibu hamil yang
meninggal karena hamil,
AKI = bersalin, dan nifas di suatu
wilayah tertentu selama 1
tahun
x 100.000
Jumlah kelahiran hidup di
wilayah dan pada kurun
waktu yang sama

Indikator ini mencerminkan risiko yang dihadapi ibu-ibu selama


kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial
ekonomi dan kesehatan menjelang kehamilan, kejadian berbagai
komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan
penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal
dan obstetric. AKI pada tahun 2018 triwulan I mencapai angka 260.76
per 100.000 KH diperoleh dari data jumlah ibu hamil yang meninggal
karena hamil, bersalin, dan nifas di suatau wilayah tertentu selama 1
tahun sebesar 2 dan jumlah kelahiran hidup di Kabupaten Tabalong
pada tahun 2018 triwulan I sebesar 767 yang diperoleh dari data di
bidang Kesga dan Promokes. Jika dibandingkan dengan target maka
indikator ini belum tercapai. Belum tercapainya target ini disebabkan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 46


karena pada triwulan I terjadi 2 kasus kematian dimana jumlah
kelahiran hanya sebanyak 767. Diharapkan triwulan berikutnya
semakin bertambah jumlah kelahiran dengan jumlah kasus kematian
tetap sehingga dapat menurunkan Angka Kematian Ibu pada tahun
2018 sehingga target tercapai.
Trend AKI selama empat tahun mengalami penurunan, hal ini
disebabkan karena:
1. Hampir semua desa sudah ada bidan desa
2. Kemitraan bidan dengan dukun kampung
3. Pelatihan Peningkatan kompetensi kebidanan
4. Tersedianya Dokter spesialis kebidanan dan kandungan selama 24
jam
Kematian ibu pada triwulan I disebabkan karena hipertensi kronis Post
SC (Stroke) dan Hipoglikemia (SC) yang persalinannya ditolong oleh
dokter SpOG. Hal ini berarti bahwa kematian ibu tidak berada pada
pelayanan dasar namun pada pelayanan rujukan.
4. Angka Kematian Bayi (AKB).
Angka kematian bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia di
bawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun
tertentu.Cara perhitungan/rumus cakupan ini adalah:
Jumlah kematian
AKB bayi
x 1000
= Jumlah kelahiran
hidup
 
Indikator ini mencerminkan tingkat permasalahan kesehatan
masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi,
tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan
proram KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi. AKB
pada 2018 sebesar 27.38 per 1.000 KH diperoleh dari data Jumlah
kematian bayi sebesar 21 kasus dan jumlah kelahiran hidup di
Kabupaten Tabalong pada 2018 sebesar 767 yang diperoleh dari data di

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 47


bidang Kesga dan Promokes. Jika dibandingkan dengan target indikator
ini belum tercapai. Hal ini disebabkan karena pada 2018 terjadi 21
kasus kematian dimana jumlah kelahiran hanya sebanyak 767.
Diharapkan triwulan berikutnya semakin bertambah jumlah kelahiran
dengan jumlah kasus kematian tetap sehingga dapat menurunkan
Angka Kematian Bayi pada tahun 2018 sehingga target tercapai.
Penyebab AKB masih didominasi oleh BBLR, asfiksia, kelainan bawaan,
dan sepsis.
Karena capaian yang ada hanya sampai dengan triwulan I maka belum
dapat membandingkan dengan capaian propinsi maupun nasional juga
belum dapat dilihat.
Pencapaian indikator kinerja di atas tidak terlepas dari dukungan
program-program dan kegiatan utama yang dilaksanakan selama tahun
2018, yaitu :
1. Program Perbaikan Gizi Masyarakat dengan kegiatan utama
Pemberian tambahan makanan dan vitamin
2. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak
dengan kegiatan utama Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil,
Bersalin, Nifas dan Reproduksi, Jaminan Persalinan (DAK)
3. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan
prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya
dengan kegiatan utama Pembangunan poskesdes
Anggaran program dan kegiatan yang telah digunakan sampai dengan
triwulan I untuk mencapai nilai rata-rata capaian sasaran 226.71%
adalah sebagai berikut:

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 48


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

2 Meningkatnya Persentase % 33.33 Program Pemberian


kesehatan penurunan balita Perbaikan Gizi tambahan
masyarakat gizi buruk Masyarakat makanan dan
vitamin

    Persentase % 7.18 Program Pemberian


penurunan bumil Perbaikan Gizi tambahan
KEK Masyarakat makanan dan
vitamin

    Angka Kematian per 100 81.81 Program Upaya


Ibu ribu KH Peningkatan Peningkatan
Keselamatan Ibu Kesehatan Ibu
Melahirkan dan Hamil, Bersalin,
Anak Nifas dan
Reproduksi

    Angka Kematian per 1000 17.73 Program Jaminan


Bayi KH Peningkatan Persalinan
Keselamatan Ibu (DAK)
Melahirkan dan
Anak

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 49


Dari tabel diatas terlihat bahwa tidak ada satu pun kegiatan yang
terealisasi. Sehingga data capaian kinerja yang diperoleh adalah hasil
dari intervensi kegiatan di tahun sebelumnya.

Sasaran 3 : Menurunnya Kejadian penyakit menular di masyarakat


Penanggungjawab atas pencapaian sasaran ini adalah Bidang
Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Kabupaten Tabalong.
Sasaran tersebut terumuskan dalam beberapa indikator kinerja sasaran
dengan target dan realisasi pada tahun 2018 sebagai berikut :

TARGET
PERSENTASE
NO INDIKATOR KINERJA SASARAN TAHUNA REALISASI
CAPAIAN
N 2018

1 Persentase Penurunan penderita penyakit 22.69%


menular Demam Berdarah dengue (DBD)

2 Persentase Penurunan balita penderita pneumoni 5.66%

3 Persentase Penurunan penderita penyakit 2.59%


menular Diare

4 Persentase penderita malaria yang ditangani 100%


sesuai dengan standar

5 Persentase Penanggulangan Kejadian Luar biasa 100%


yang ditangani < dari 24 jam

  Rata-rata

Sebelum memasuki pada laporan capaian kinerja organisasi, maka pada


bab ini terlebih dahulu akan diulas tentang keterkaitan antara sasaran
dengan indikator kinerja. Sasaran Menurunnya Kejadian penyakit menular
di masyarakat, indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan
sasaran ini adalah:
1. Persentase Penurunan penderita penyakit menular Demam Berdarah
dengue (DBD)

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 50


2. Persentase Penurunan balita penderita pneumoni
3. Persentase Penurunan penderita penyakit menular Diare
4. Persentase penderita malaria yang ditangani sesuai dengan standar
5. Persentase Penanggulangan Kejadian Luar biasa yang ditangani < dari
24 jam
Dengan kata lain keberhasilan capaian sasaran 3 ini dapat diukur dengan
ke-5 indikator tersebut. Empat penyakit yang menjadi indikator tersebut
karena empat penyakit menular itu yang masih menjadi masalah
kesehatan di Kabupaten Tabalong dan beresiko menyebabkan kematian.
Indikator kinerja sasaran Menurunnya Kejadian penyakit menular di
masyarakat pada triwulan I semua indikator tercapai bahkan melebihi
target yang ditentukan,
Capaian masing-masing indikator kinerja sasaran ini jika dibanding dengan
target kabupaten menunjukkan seluruh indikator sudah tercapai bahkan
melebihi target. Berikut uraian ketercapaian terhadap target untuk masing-
masing indikator:
1. Persentase Penurunan penderita penyakit menular Demam Berdarah
dengue (DBD). Kesakitan DBD adalah kesakitan yang disebabkan
karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Indikator ini tercapai bahkan
melebihi target karena masyarakat sudah mulai sadar melakukan
pemberantasan sarang nyamuk. Sehingga tidak ada pengembakbiakan
nyamuk aedes aegypti. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk juga
didukung oleh dana Bantuan Operasional Kesehatan di puskesmas.
Diharapkan hingga sampai dengan akhir tahun 2018 tidak ada
penambahan jumlah penderita DBD. Berikut tren penurunan jumlah
penderita penyakit menular DBD:
Pada tahun 2015 terjadi peningkatan penderita DBD yang cukup tajam
sehingga capaian kinerja negatif. Hal ini berarti bahwa penderitan DBD
diharapkan turun namun pada realisasinya mengalami peningkatan.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 51


2. Persentase Penurunan balita penderita pneumonia. Indikator ini
digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya pencegahan
dan pengendalian penyakit pneumonia pada balita. Pada triwulan I
indikator ini mencapai target bahkan melebihi. Melihat trend 2 tahun
sebelumnya penderita pneumoni mengalami peningkatan. Sehingga
tercapainya indikator ini disebabkan karena posisi data masih pada
triwulan I sehingga belum semua penderita pneumonia dapat
ditemukan.
3. Persentase Penurunan penderita penyakit menular Diare. Indikator ini
tercapai bahkan melebihi target karena semakin meningkatnya
ketersediaan air bersih di masyarakat dan semakin meningkatnya
jumlah keluarga yang memiliki jamban sehat.Hal ini dapat dilihat pada
indikator keluarga yang memiliki jamban sehat. Peran dana desa sangat
berkontribusi pada tercapainya stop buang arir besar sembarangan.
Oleh karena itu pencapaian indikator penurunan penderita penyakit
menular diare terkait dengang indikator STBM dan air bersih yang
digunakan untuk air minum yang menjadi indikator kinerja eselon 3.
Berikut tren penurunan penderita diare selama 5 tahun:
Penurunan penderita penyakit diare mengalami fluktuasi. Pada tahun
2013 dan 2015 tidak terjadi penurunan namun sebaliknya terjadi
peningkatan. Sehingga capaian kinerja negative.
4. Persentase penderita malaria yang ditangani sesuai dengan standar.
Dibanding dengan target indikator ini tercapai, berarti bahwa setiap
penderita malaria telah ditangani sesuai standar. Kabupaten Tabalong
bukan daerah endemis malaria, jadi penderita malaria yang ada di
Kabupaten Tabalong berasal dari daerah lain atau yang dibawa oleh
penduduk Kabupaten Tabalong yang bekerja di kabupaten lain.
5. Persentase Penanggulangan Kejadian Luar biasa yang ditangani < dari
24 jam. Indikator ini digunakan untuk mengukur cakupan jangkauan
penyelidikan epidemiologi pada saat terjadi KLB yang dapat ditangani

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 52


dalam waktu < dari 24 jam. Dinas Kesehatan telah melaksanakan SOP
penanggulangan KLB dimana setiap ada KLB harus dilakukan
penyelidikan epidemiologi dalam waktu <24 jam.
Karena capaian yang ada hanya sampai dengan triwulan I maka belum
dapat membandingkan dengan capaian propinsi maupun nasional juga
belum dapat dilihat.
Pencapaian indikator kinerja di atas tidak terlepas dari dukungan program-
program dan kegiatan utama yang dilaksanakan selama tahun 2018, yaitu :
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dengan
kegiatan utama Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DBD,
Pencegahan Penularan Penyakit Berpotensi KLB, Pencegahan penularan
penyakit endemik/epidemik, Peningkatan Surveilens epidemiologi dan
penanganan penyakit berpotensi KLB.
Anggaran program dan kegiatan yang telah digunakan sampai dengan
triwulan I untuk mencapai nilai rata-rata capaian sasaran 826.78% adalah
sebagai berikut:

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 53


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

3 Menurunnya Persentase % 22.69 Program Pencegahan dan


Kejadian Penurunan Pencegahan dan Penanggulangan -
penyakit penderita Penanggulangan Penyakit DBD
menular di penyakit Penyakit
masyarakat menular Demam Menular
Berdarah
dengue (DBD)
    Persentase % 5.66      
Penurunan
balita penderita
pneumoni
    Persentase % 2.59 Program Pencegahan
Penurunan Pencegahan dan Penularan -
penderita Penanggulangan Penyakit
penyakit Penyakit Berpotensi KLB
menular Diare Menular
          Program Penyehatan
Pengembangan lingkungan -
Lingkungan
Sehat
        Program Monitoring,
Pengembangan evaluasi, dan -
Lingkungan pelaporan
Sehat

    Persentase % 100 Program Pencegahan


penderita Pencegahan dan penularan -
malaria yang Penanggulangan penyakit
ditangani sesuai Penyakit endemik/epidemik
dengan standar Menular
    Persentase % 100 Program Peningkatan
Penanggulangan Pencegahan dan Surveilens -
Kejadian Luar Penanggulangan epidemiologi dan
biasa yang Penyakit penanganan
ditangani < dari Menular penyakit
24 jam berpotensi KLB

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 54


Dari tabel diatas terlihat bahwa tidak ada satu pun kegiatan yang
terealisasi. Sehingga data capaian kinerja yang diperoleh adalah hasil dari
intervensi kegiatan di tahun sebelumnya.

Sasaran 4: Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dalam


pemeliharaan kesehatan
Penanggungjawab atas pencapaian sasaran ini adalah Bidang Kesehatan
Keluarga dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong.
Sasaran tersebut terumuskan dalam beberapa indikator kinerja sasaran
dengan target dan realisasi pada tahun 2018 sebagai berikut :

TARGET
PERSENTASE
INDIKATOR KINERJA SASARAN TAHUNAN REALISASI
CAPAIAN
2018

Persentase desa Siaga aktif 100.00% 100.00% 100.00%

Rata-rata 100.00%

Sebelum memasuki pada laporan capaian kinerja organisasi, maka pada


bab ini terlebih dahulu akan diulas tentang keterkaitan antara sasaran
dengan indikator kinerja. Sasaran Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat
dalam pemeliharaan kesehatan, indikator yang digunakan untuk mengukur
keberhasilan sasaran ini adalah Persentase desa Siaga aktif. Dengan kata
lain keberhasilan capaian sasaran 4 ini dapat diukur dengan indikator
tersebut. Indikator kinerja sasaran Meningkatnya kesiapsiagaan
masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan pada triwulan I telah tercapai
dari target yang ditentukan.

Berdasarkan data kinerja triwulan I yang tersaji dalam grafik di atas, dapat
dijelaskan bahwa capaian masing-masing indikator kinerja sasaran ini jika

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 55


dibanding dengan target kabupaten menunjukkan indikator sudah
tercapai. Berikut uraian ketercapaian terhadap target untuk indikator
Persentase desa Siaga aktif. Seluruh desa di Kabupaten Tabalong telah
menjadi desa siaga aktif sejak tahun 2012. Sehingga program dan kegiatan
yang dianggarkan selama ini untuk mempertahankan agar tetap menjadi
siaga aktif.
Desa siaga aktif adalah Desa dan Kelurahan Siaga mencapai kondisi Siaga
Aktif yang sesungguhnya, apabila suatu desa atau sebutan lain yang
penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta
kemauan untuk mencegah dan menanggulangi masalah-masalah
kesehatan, bencana dan kedaruratan kesehatan secara mandiri. Desa dan
Kelurahan Siaga Aktif Merupakan Urusan Wajib dan Kunci Keberhasilan
Pembangunan di Daerah.Ada delapan kriteria atau unsur yang harus
dipenuhi oleh desa atau kelurahan sehingga bisa ditetapkan sebagai
desa/kelurahan aktif.
Desa Siaga Aktif adalah desa yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Penduduknya dapat mengakses dengan mudah
pelayanan kesehatan dasar yang buka atau memberikan pelayanan
setiap hari
2) Memiliki Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) yang dapat melaksanakan penanggulangan bencana dan
kegawatdaruratan medis.
3) Masyarakat (rumah tangga) nya mempraktekan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat perkembangan Desa
Siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Tercapainya indikator tersebut terkait dengan adanya akses pelayanan
kesehatan di desa tersebut yang dalam hal ini dilihat dari adanya bidan
di desa dan jumlah Poskesdes yang buka setiap hari, keaktifan Forum
Desa, jumlah kader kesehatan, keaktifan UKBM, adanya dukungan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 56


dana, peran serta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, adanya
peraturan desa serta persentase pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
Pencapaian indikator kinerja sasaran di atas tidak terlepas dari
dukungan program-program dan kegiatan utama yang dilaksanakan
selama tahun 2018, yaitu Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan utama Pemberdayaan,
pengembangan, dan pembinaan kesehatan masyarakat.
Anggaran program dan kegiatan yang telah digunakan sampai dengan
triwulan I untuk mencapai rata-rata capaian sasaran 100% adalah
sebagai berikut:

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 57


NO SASARAN INDIKATOR SATUA TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA N Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)

4 Meningkatnya Persentase desa % 100 100.00% Program Pemberdayaan,


kesiapsiagaan Siaga aktif Promosi pengembangan,
masyarakat Kesehatan dan dan pembinaan
dalam Pemberdayaan kesehatan
pemeliharaan masyarakat masyarakat
kesehatan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 58


Sasaran 5 : Meningkatnya pelayanan dan akuntabilitas kinerja
Penanggungjawab atas pencapaian sasaran ini adalah Sekretariat Dinas
Kesehatan Kabupaten Tabalong.
Sasaran tersebut terumuskan dalam beberapa indikator kinerja sasaran
dengan target dan realisasi pada tahun 2018 sebagai berikut :

TARGET
INDIKATOR KINERJA PERSENTASE
NO TAHUNAN REALISASI
SASARAN CAPAIAN
2018

1 Persentase keluhan 100% 100.00% 100.00%


pengaduan layanan yang
ditindaklanjuti
2 Indikator hasil evaluasi Akip BB B   
3 Persentase temuan 100% 100.00% 100.00%
BPK/Inspektorat yang
ditindaklanjuti
4 Nilai Indeks Kepuasan 81  
Masyarakat (IKM)

Sebelum memasuki pada laporan capaian kinerja organisasi, maka pada


bab ini terlebih dahulu akan diulas tentang keterkaitan antara sasaran
dengan indikator kinerja. Sasaran Meningkatnya pelayanan dan
akuntabilitas kinerja, indikator yang digunakan untuk mengukur
keberhasilan sasaran ini adalah
1. Persentase keluhan pengaduan layanan yang ditindaklanjuti
2. Indikator hasil evaluasi Akip
3. Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti
4. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Dengan kata lain keberhasilan capaian sasaran 5 ini dapat diukur dengan
ke-4 indikator tersebut. Indikator kinerja sasaran Meningkatnya pelayanan
dan akuntabilitas kinerja pada triwulan I telah tercapai 2 indikator,
sedangkan 2 indikator lainnya belum tercapai dari target yang ditentukan.
Indikator yang sudah tercapai adalah Persentase keluhan pengaduan
layanan yang ditindaklanjuti dan Persentase temuan BPK/Inspektorat yang

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 59


ditindaklanjuti. Sedangkan indikator yang belum tercapai adalah Indikator
hasil evaluasi AKIP dan Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat. Berikut uraian
ketercapaian terhadap target untuk masing-masing indikator:
1. Persentase keluhan pengaduan layanan yang ditindaklanjuti. Dinas
Kesehatan memiliki UPT yang bertugas memberikan pelayanan kepada
masyarakat yaitu puskesmas dan RS Daha Sejahtera sehingga indikator
ini digunakan untuk mengukur pelayanan dan akuntabilitas kinerja.
Dikatakan pelayanan dan akuntabilitas kinerja baik salah satunya jika
keluhan pengaduan masyarakat dapat ditindaklanjuti. Untuk
memfasilitasi keluhan pengaduan terhadap layanan tersebut Dinas
Kesehatan memiliki Hotline pengaduan dengan nomor 081351401234
sehingga setiap pengaduan akan ditindakalnjuti sesuai dengan
kemampuan Dinas Kesehatan.
2. Indikator evaluasi AKIP. Hasil nilai evaluasi AKIP tahun 2018 untuk
laporan tahun 2017 belum diperoleh karena hasil penilaian baru
diperoleh pada triwulan II.
3. Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti. Indikator ini
dapat digunakan untuk mengukur sasaran Meningkatnya pelayanan
dan akuntabilitas kinerja temuan BPK maupun Inspektorat tidak hanya
terkait keuangan namun juga terkait dengan kinerja. Pada tahun 2018
untuk audit hasil kegiatan dan kinerja tahun 2017, seluruhnya telah
ditindaklanjuti.
4. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Seperti sudah dijelaskan
diatas bahwa Dinas Kesehatan memiliki UPT yang bertugas
memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu puskesmas dan RS
Daha Sejahtera sehingga indikator ini wajib digunakan untuk
mengukur kinerja Dinas Kesehatan. Pada triwulan II belum diperoleh
hasil penilaian IKM karena penilaian IKM dilakukan 2 kali dalam satu
tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 60


Pencapaian indikator kinerja sasaran di atas tidak terlepas dari dukungan
program-program dan kegiatan utama yang dilaksanakan selama tahun
2018, yaitu:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan kegiatan utama:
Penyediaan jasa surat menyurat, Penyediaan jasa komunikasi, sumber
daya air dan listrik, Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan
kantor, Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan
dinas/operasional, Penyebarluasan Informasi Tugas Pokok Dan Fungsi
SKPD, Penyediaan alat tulis kantor, Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan, Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan
bangunan kantor, Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor,
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan,
Penyediaan bahan logistik kantor, Penyediaan makanan dan minuman,
Rapat rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah, Kegiatan
Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran,
Rapat rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan kegiatan
utama: Pengadaan perlengkapan gedung kantor, Pemeliharaan
rutin/berkala kendaraan dinas/operasional, Pemeliharaan
rutin/berkala perlengkapan gedung kantor, Rehabilitasi sedang/berat
rumah dinas, Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor (DAK),
Pembangunan gedung bangunan kessehatan, Pengadaan Kendaraan
dinas/operasional (DAK), Pengadaan perlengkapan gedung kantor
(DAK),
3. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja
dan keuangan, dengan kegiatan utama Penyusunan laporan capaian
kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
4. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan utama
Penyedia Jasa Tenaga Medis dan paramedic, Dukungan manajemen dan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 61


pelaksanaan tugas teknis lainnya, Penyediaan Jasa Pelayanan,
Monitoring, evaluasi, dan pelaporan
5. Program Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan dengan kegiatan
utama Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan, Pengadaan obat dan
perbekalan kesehatan (DAK)
6. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana
puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya dengan kegiatan
utama Pengadaan puskesmas keliling dengan kegiatan utama
Rehabilitasi sedang/berat puskesmas pembantu, Pengadaan puskesmas
keliling (DAK).
Adapun anggaran program dan kegiatan yang telah digunakan sampai
dengan triwulan I untuk mencapai target sasaran ini adalah sebagai
berikut:

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 62


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)
1 Meningkatnya Persentase % 100 Program Penyediaan jasa
pelayanan keluhan Pelayanan surat menyurat
dan pengaduan Administrasi
akuntabilitas layanan yang Perkantoran
kinerja ditindaklanjuti
    Indikator hasil   BB Program Penyediaan jasa
evaluasi Akip Pelayanan komunikasi, sumber
Administrasi daya air dan listrik
Perkantoran
    Persentase   100   Penyediaan jasa
temuan peralatan dan
BPK/Inspektorat perlengkapan
yang kantor
ditindaklanjuti
    Nilai Indeks   81     Penyediaan jasa
Kepuasan pemeliharaan dan
Masyarakat perizinan kendaraan
(IKM) dinas/operasional

              Penyebarluasan
Informasi Tugas
Pokok Dan Fungsi
SKPD
              Penyediaan alat
tulis kantor

              Penyediaan barang
cetakan dan
penggandaan
            Penyediaan
komponen instalasi
listrik/penerangan
  bangunan kantor
            Penyediaan
peralatan dan
perlengkapan
  kantor
            Penyediaan bahan
bacaan dan
peraturan
perundang
  undangan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 63


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)
            Penyediaan bahan
logistik kantor
 
            Penyediaan
makanan dan
  minuman
            Rapat rapat
koordinasi dan
konsultasi ke luar
  daerah
            Kegiatan
Penyediaan Jasa
Tenaga Pendukung
Administrasi/Teknis
  Perkantoran
            Rapat rapat
koordinasi dan
konsultasi dalam
  daerah
          Program Pengadaan
Peningkatan perlengkapan
Sarana dan gedung kantor
Prasarana
  Aparatur
            Pemeliharaan
rutin/berkala
kendaraan
dinas/operasional
 
            Pemeliharaan
rutin/berkala
perlengkapan
gedung kantor
 
            Rehabilitasi
sedang/berat
rumah dinas
 
            Rehabilitasi
sedang/berat
gedung kantor
  (DAK)

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 64


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)
            Pembangunan
gedung bangunan
kessehatan
 
            Pengadaan
Kendaraan
dinas/operasional
(DAK)
 
            Pengadaan
perlengkapan
gedung kantor
  (DAK)
          Program Penyusunan
peningkatan laporan capaian
pengembangan kinerja dan ikhtisar
sistem realisasi kinerja
pelaporan SKPD
capaian
kinerja dan
  keuangan
          Program Penyedia Jasa
Upaya Tenaga Medis dan
Kesehatan paramedic
  Masyarakat
          Program Dukungan
Upaya manajemen dan
Kesehatan pelaksanaan tugas
  Masyarakat teknis lainnya
          Program Penyediaan Jasa
Upaya Pelayanan
Kesehatan
Masyarakat
 
            Monitoring,
evaluasi, dan
  pelaporan
          Program Pengadaan obat dan
Pengadaan perbekalan
obat dan kesehatan
perbekalan
  kesehatan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 65


NO SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET REALISASI Program Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi
STRATEGIS KINERJA Keuangan Keu (%)
SASARAN (Rp)
            Pengadaan obat dan
perbekalan
kesehatan (DAK)
 
          Program Pengadaan
pengadaan, puskesmas keliling
peningkatan
dan perbaikan
sarana dan
prasarana
puskesmas/
puskemas
pembantu dan
jaringannya
 
            Rehabilitasi
sedang/berat
puskesmas
pembantu
 
            Pengadaan
puskesmas keliling
(DAK)
 

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 66


Jika dilihat dari tabel diatas bahwa kegiatan yang sudah diserap untuk
mencapai sasaran ini adalah kegiatan atau belanja rutin operasional
organisasi seperti pembayaran rekening listrik, air, dan telepon, surat
kabar, honor tenaga kontrak, pembelian BBM, pajak kendaraan bermotor,
dan perjalanan dinas.

B. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Realisasi anggaran tahun 2018 :
2018
N Anggaran Realisasi
Program
o (Rp) Rp %
   

1 Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.974.851.500 2.320.662.427 78,01

Program Peningkatan Sarana dan


2 5.156.360.355 4.508.932.370 87,44
Prasarana Aparatur

3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 270.316.000 264.961.000 98,02

Program Peningkatan Kapasitas Sumber


4 787.329.000 755.459.605 95,95
Daya Aparatur
Program Peningkatan Pengembangan
5 Sistem Laporan Capaian Kinerja dan 1.182.797.000 307.772.828 26,02
Keuangan

7 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 4.127.740.000 3.501.062.207 84,82

8 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 24.420.366.191 20.678.585.328 81,35

Program Promosi Kesehatan dan


9 2.623.948.250 2.224.846.183 84,79
Pemberdayaan Masyarakat

10 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 505.965.440 348.864.440 68,95

Program Pengembangan Lingkungan


11 941.537.000 728.421.000 77,37
Sehat
Program Pencegahan dan
12 3.150.711.600 2.222.152.822 70,53
Penanggulangan Penyakit Menular
Program Standarisasi Pelayanan
13 398.598.450 240.037.961 60,22
Kesehatan

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 67


Program Pengadaan, Peningkatan dan
Perbaikan Sarana dan Prasarana
14 26.835.226.143 18.696.995.970 69,67
Puskesmas / Puskesmas Pembantu dan
Jaringannya
Program Pengadaan, Peningkatan dan
Prasaranan Rumah Sakit/ Rumah Sakit
15 17.453.606.483 7.789.424.121 44,68
Jiwa/ Rumah Sakit Paru-Paru/ Rumah
Sakit Mata
Program Kemitraan Peningkatan
16 9.687.990.000 7.432.518.682 76,72
Pelayanan Kesehatan
Program Pengawasan dan Pengendalian
17 140.000.000 135.135.000 96,53
Kesehatan Makanan
Program Peningkatan Keselamatan Ibu
18 5.742.997.800 3.045.211.325 53,02
Melahirkan dan Anak

19 Program Peningkatan Pelayanan BLUD 8.770.264.655,96 6.325.640.107 72,13

  TOTAL 116.170.605.868 81.535.683.376 70,19

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 68


BAB IV
PENUTUP

P
engukuran kinerja adalah proses sistematis dan
berkesinambungan untuk menilai keberhasilan
dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan
yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi,
misi dan strategi instansi pemerintah. Proses ini dimaksudkan untuk
menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran
tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran.
Selanjutnya dilakukan pula analisis akuntabilitas kinerja yang
menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan
program dan kebijakan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan, visi
dan misi sebagaimana ditetapkan dalam rencana stratejik.
Hasil pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Tahun
2018 sesuai dengan yang diperjanjikan dalam perjanjian kinerja,
menunjukkan tingkat capaian sudah tercapai ……..%. Tingginya nilai
capaian kinerja disebabkan karena ada beberapa indikator kinerja yang
melampaui target. Indikator yang melampaui target tersebut disebabkan
karena sejumlah sasaran belum terpenuhi sesuai dengan yang ditargetkan.
Ada beberapa indikator, jika dilihat pada tahun-tahun sebelumnya,
semakin meningkat pada beberapa triwulan kedepan hingga menuju akhir
tahun. Seperti kasus DBD dan diare.
Keterkaitan antara RPJMD Kab.TABALONG dengan Renstra Dinas
Kesehatan adalah bahwa indikator Renstra mendukung indikator yang
termuat dalam RPJMD diantaranya Angka Kematian Ibu dan Angka
Kematian Bayi.

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 69


Pencapaian yang diperoleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada
tahun 2018 merupakan hasil pelaksanaan tupoksi yang optimal oleh
seluruh jajaran didukung oleh komitmen daerah berupa anggaran yang
menempatkan pembangunan sektor kesehatan sebagai kegiatan prioritas.
Diharapkan dukungan ini dapat terus dilanjutkan dalam upaya
optimalisasi pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Tabalong.
Demikian Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Tahun
2018 disusun sebagai bentuk monitoring atas apa yang telah dilaksanakan
sepanjang 2018. Semoga apa yang tersaji dapat memberikan masukan
untuk peningkatan kinerja Dinas Kesehatan ditriwulan berikutnya.
Saran dan kritik sangat diharapkan untuk memperbaiki kinerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Tabalong pada masa-masa mendatang.

Tanjung, April 2019

Kepala Dinas Kesehatan,

dr. H. TAUFIQURRAHMAN HAMDIE, M. Kes


Pembina Tk.I
NIP.19700720 200212 1 004

LAKIP DINKES TABALONG TAHUN 2018 Page 70