Anda di halaman 1dari 5

INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN II

Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!


1. Identifikasikan dan Jelaskan metode perhitungan pendapatan nasional!
2. Jelaskan komponen perhitungan pendapatan nasional dengan metode
pengeluaran
3. Suatu Negara memiliki data tentang pendapatan sebagai berikut :
Sewa Rp 800 milyar
Upah Rp 1.000 milyar
Bunga Rp 400 milyar
Laba Rp 400 milyar
Konsumsi RT Rp 1.200 milyar
Investasi Rp 600 milyar
Hitunglah besarnya pendapatan nasional dari sisi pendapatan !
4. Data yang diperlukan dalam perhitungan Pendapatan Nasional (dalam
miliar)
(1) Upah tenaga kerja Rp 2.000
(2) Sewa tanah Rp 5.000
(3) Investasi Rp 1.500
(4) Laba usaha Rp 300
(5) Export Rp 1.300
(6) Import Rp 1.250
(7) Bunga modal Rp 1.000
(8) Konsumsi masyarakat Rp 2.600
(9) Belanja pemerintah Rp 1.200
Hitunglah Besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran
5. Diketahui harga benang Rp 6.000,00, kain Rp 12.000,00, pakaian jadi Rp
20.000,00, kapas Rp 2.000,00 dan penyusutan aktiva Rp 500,00. Hitunglah
besarnya pendapatan nasional dengan metode produksi

JAWAB :

1. Terdapat 3 Metode Perhitungan Pendapatan Nasional


a. Metode Produksi atau Pendekatan Produksi (Produck Approach)
Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi adalah dengan
menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut
dijumlahkan.
Rumus :
Jadi komponen pendapatan nasional dari sisi produksi, yaitu : macam produk,
jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual
produk.
Sehingga untuk lebih singkatnya dirumuskan sebagai berikut :
Y = ( Q1 × P1 ) + ( Q2 × P2 ) + ( Q3 × P3 ) +...+ (Qn × Pn)
dimana :
PN = Pendapatan Nasional
Pn = Harga jual suatu produk
Qn = Hasil produksi
Metode produksi dapat digunakan untuk menghindari penghitungan ganda
(double counting) di dalam menghitung pendapatan nasional
b. Metode Pengeluaran atau Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan
pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor dalam
perekonomian, yaitu :
1) Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga
keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk
membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
2) Pengeluaran Investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam
negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin,
perlengkapan dan jumlah persediaan perusahaan.
3) Pengeluaran pembelian pemerintah (G), meliputi pembayaran pensiun, bea
siswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah.
4) Expor netto (X-M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang
diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor maka ekspor netto
bertanda positif (+) dan sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka
ekspor netto bertanda negatif (-). Bila komponen-komponen tersebut
dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan nampak sebagai berikut :
Y=C+G+I+(X–M)
c. Metode Pendapatan atau Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Dari
sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan
pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa, upah
dan gaji, bunga, dan laba. Jadi komponen pendapatan nasional dari sisi
pendapatan adalah :
1) Sewa (Rent income) atau disingkat r
2) Upah dan gaji (Wage and Salary income) atau disingkat w
3) Bunga (Interest income) atau disingkat i
4) Laba usaha (Profit income) atau disingkat p Sehingga dalam bentuk
persamaan dapat dirumuskan :
Y=w+r+i+p

2 Metode Pengeluaran atau Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)


Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan
pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor dalam
perekonomian, yaitu :
1) Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga
keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk
membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
2) Pengeluaran Investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam
negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin,
perlengkapan dan jumlah persediaan perusahaan.
3) Pengeluaran pembelian pemerintah (G), meliputi pembayaran pensiun, bea
siswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah.
4) Expor netto (X-M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang
diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor maka ekspor netto
bertanda positif (+) dan sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka
ekspor netto bertanda negatif (-). Bila komponen-komponen tersebut
dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan nampak sebagai berikut :
Y=C+G+I+(X–M)

Keterangan :
⠀ Y = Pendapatan nasional
⠀ C = Consumption/ Konsumsi
⠀ I = Investment/ Investasi
⠀ G = Government Expenditure/ Pengeluaran pemerintah
⠀ X = Ekspor
⠀ M = Impor

3. Diketahui:
Sewa ⠀⠀ ⠀⠀= Rp800 Miliar
Upah ⠀⠀⠀ ⠀= Rp1.000 Miliar
Bunga ⠀⠀⠀ = Rp400 Miliar
Laba ⠀⠀⠀⠀ = Rp400 Miliar
Konsumsi = Rp1.200 Miliar
Investasi ⠀ = Rp600 Miliar

Ditanyakan:
Pendapatan Nasional (Pendekatan pendapatan)

Jawab :
Y= r+w+i+p
Y= 800 + 1.000 + 400 + 400
Y= Rp2.600 miliar

Jadi, besarnya pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah Rp2.600 miliar

4. Diketahui:
Upah tenaga kerja (w)= Rp2.000 miliar
Sewa tanah (r)= Rp5.000. miliar
Investasi (I)= Rp1.500 miliar
Laba usaha (p)= Rp300 miliar
Export (X)= Rp1.300 miliar
Import (M)= Rp1.250 miliar
Bungan modal (i)= Rp1.000 miliar
Konsumsi masyarakat (C)= Rp2.600 miliar
Belanja pemerintah (G)= Rp1.200 miliar

Ditanyakan:
Pendapatan nasional (Y) dengan pendekatan pengeluaran

Jawab :
Y= C+I+G+(X-M)
Y= 2.600+1.500+1.200+(1.300-1.250)
Y= 5.300+50
Y= Rp5.350 miliar

Jadi, besar pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah


Rp5.350 miliar.

5. Diketahui :
Harga benang : Rp 6.000,00
Kain : Rp 12.000 ,00
Pakaian jadi : Rp 20.000,00
Kapas : Rp. 2.000,00
Penyusutan aktiva : 500 ,00

Ditanyakan :
Pendapatan nasional metode produksi.

Jawab :
1. Kapas Rp. 2.000,00
Nilai Tambahnya (Rp.2.000,00 - 0) = Rp. 2.000,00

2. Benang RP. 6.000,00


Nilai Tambahnya (Rp. 6.000,00 - Rp. 2.000,00) = Rp 4.000,00

3. Kain Rp. 12.000,00


Nilai Tambahnya (Rp. 12.000,00 - Rp. 6.000,00) = Rp. 6. 000,00

4. Pakaian Rp 20.000,00
Nilai tambahnya (Rp.20.000,00 -Rp. 12.000,00)= Rp. 8.000,00
= 2.000,00 + 4.000,00 + 6.000,00 + 8.000,00
= 20.000,00

Jadi, total nilai tambah / pendapatan nasional adalah Rp.20.000,00.

Nama : Yuliana (36)


Kelas : XI. Gregor Mendel