Anda di halaman 1dari 14

CONTOH DATA M1

1. Ketenagaan (M1-Man)
Analisis ketenagaan perawat mencakup jumlah tenaga keperawatan dan
nonkeperawatan, keunggulan dari ruang bougenvile adalah telah menerapkan model
keperawatan MAKP dalam pelaksanaan proses keperawatan. Bedah bougenvile memiliki
tenaga perawat sebanyak 19 orang dimana terdapat kualifikasi S2 sebanyak 1 orang
(5,26%),S1 keperawatan sebanyak 4 orang (21,05%) dan jumlah tenaga D3 keperawatan
sebanyak 14 orang (73,69%). Ada juga tenaga pekarya kesehatan sebanyak 7 orang serta
pekarya rumah tangga sebanyak 2 orang. Cleaning serice ruangan sebanyak 2 orang.
Selain itu ruang bougenvile memiliki beberapa tenaga keperawatan yang telah mengikuti
pelatihan di luar negeri dan sebagian besar memiliki kemampuan di bidang critical care.
1. Struktur organisasi ruang bedah bougenvil

Kepala ruangan

Wakil kepala ruangan

Perawat primer Perawat primer

Perawat assosiate Perawat assosiate

Pekarya kesehatan Pekarya rumah tangga

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Ruang Bedah Bougenvil

2. Daftar Perawat Ruang Bougenvile RSUD Dr. Soetomo Bulan September 2016
Tabel 2.1 Daftar Perawat Bougenville RSUD Dr. Soetomo Bulan September 2016
Pendidikan Lama Kerja di
No Nama Jabatan Pelatihan
Terakhir Ruangan (Th)
1 Larasri, Ka Ruang D3 14 PKMRS,
A.Md.Kep Rehabilitasi, CI, AT,
Meneg. Kep,
PPOSR, Palliative,
LSH, Flu Burung,
K3RS, PPGD,
Renpra, Tranfusi,
LKE, Radiologi,
Laborat, Komputer
2 Evi Tri W, C1 S2 1 PKMRS,
S.Kep.Ns.,M.Kes Rehabilitasi, CI, AT,
Meneg. Kep,
Palliative, LSH,
K3RS, PPGD,
Renpra, Tranfusi,
LKE, Radiologi,
Laborat, Komputer
3 Moecharam, CI S1 7 Dalin, PKMRS,
S.Kep.Ns ATLS, Rehabilitasi,
CI, AT, PPOSR,
Palliative, LSH, Flu
Burung, K3RS,
LKE, Laborat, HIV
4 Suprihatin, Pelaksana D3 7 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
5 Darmo, Pelaksana D3 7 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
6 M. Solichin, Pelaksana D3 14 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD, LKE,
Radiologi, Komputer
7 Kusen, Pelaksana D3 5 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
8 M. Ridwan, Pelaksana D3 5 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
9 Arifin Cipto, Pelaksana D3 7 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
10 Ghulam M, Pelaksana D3 5 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
11 Siswanto, Pelaksana D3 5 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
12 Samhudi, Pelaksana D3 6 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
13 M. Nurdiansyah, Pelaksana S1 Renpra, Pra Tugas,
S.Kep.Ns Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
14 Bayu Pratomo, Pelaksana S1 Renpra, Pra Tugas,
S.Kep.Ns Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
15 Ailsa Pradikta, Pelaksana D3 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
16 Herman Suryo Pelaksana S1 Renpra, Pra Tugas,
C Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
Renpra, Pra Tugas,
Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
17 Dhanti Chandra, Pelaksana D3 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD
18 Aris Wahyu, Pelaksana D3 Renpra, Pra Tugas,
A.Md.Kep Laborat, HIV,
Meneg. Kep, GKM,
PPLSR, Tranfusi,
Palliative, Flu
Burung, Audit Kep,
K3RS, PPGD

3. Tenaga medis
Tabel 2.2 Daftar Kualifikasi Pendidikan Ketenagaan Ruang Bougennville September 2016
NO Kualifikasi Jumlah Jenis
1 S2 kesehatan Masyarakat 1 PNS
2 S1 Keperawatan 4 1 PNS, 3 BLUD
3 D3 Keperawatan 13 7 PNS, 6 BLUD
4 SMA 7 PNS
5 SMEA 1 PNS

4. Tenaga Non Medis


Tabel 2.3 Daftar tenaga non medis Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo
Surabaya September 2016
No. Nama Jumlah
1. Tata usaha 1
2. Pekarya RT 2
3. Cleaning Service 2

5. Daftar Kasus Terbanyak


Tabel 2.4 Daftar kasus terbanyak di Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo
bulan September 2016
No. Klasifikasi Jumlah
1. DPJP upper extremity 3
2. DPJP lower extremity 5
3. DPJP C Spine 3
4. DPJP tumor 3
5. Dokter DPJP lain-lain (digestif, kepala 8
dan leher, plastik) masing-masing

6. Tingkat Ketergantungan Klien dan Kebutuhan Tenaga Perawat


1) Rasio
Ruangan Bedah Bougenville RS Dr. Soetomo Surabaya merupakan RS tipe A, Jumlah
bed 36
1/1 x 36 = 36 Orang

2) Metode Douglas
Bagi klien rawat inap, standar waktu pelayanan klien antaralain:
(1) Perawatan minimal memerlukan waktu 1 s/d 2 jam /24 jam
(2) Perawatan intermediet memerlukan waktu 3 s/d 4 jam /24 jam
(3) Perawatan maksimal/total memerlukan waktu 5 s/d 6 jam / 24 jam
Menurut Douglas (1984) dalam Nursalam (2014) penerapan sistem klasifikasi
klien dengan tingat kategori tersebut adalah sebagai berikut:
(1) KategoriI: perawatan mandiri
Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri
kebersihan diri, mandi, ganti pakaian, makan, minum, penampilan secara umum
baik, tidak ada reaksi emosional. Klien perlu dilakukan diawasi ketika melakukan
ambulasi atau gerakan. Klien perlu dilakukan observasi setiap shift, pengobatan
minimal, dan persiapan prosedur memerlukan pengobatan.
(2) Kategori II: Perawatan intermediet
Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah memerlukan bantuan untuk melakukan
kegiatan sehari-hari seperti makan, mengatur posisi waktu makan, memberi
dorongan agar makan, bantuan dalam eliminasi dan kebersihan diri, tindakan
keperawatan untuk memonitor tanda-tanda vital, fungsi fisiologis, statud
emosional, kelancaran drainase, bantuan dalam pendidikan kesehatan serta
kesiapan pengobatan memerlukan prosedur.
(3) Kategori III: Perawatan total
Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah tidak dapat melakukan sendiri kebutuhan
sehari-harinya, semua kebutuhan dibantu oleh perawat, penampilan klien sakit
berat, klien memerlukan observasi tanda vital setiap dua jam, menggunakan
selang nasogastrik (NGT), menggunakan terapi intravena, pemakaian alat
penghisap (suction) dan kadang klien dalam kondisi gelisah/ disoriented.
Menurut Douglas (1984) dalam Nursalam (2014) menetapkan jumlah perawat
yang dibutuhkan dalam suatu unit perawatan berdasarkan klasifikasi klien, dimana
masing-masing kategori mempunyai nilai standar per shift.
Tabel 2.5 Nilai Standar Jumlah Perawat Per Shift Berdasarkan Klasifikasi Klien
Jumlah Klasifikasi Klien
Klien Minimal Parsial Total
P S M P S M P S M
1 0,17 0,14 0,10 0,27 0,15 0,07 0,36 0,30 0,20
2 0,34 0,28 0,20 0,54 0,30 0,14 0,72 0,60 0,40
3 0,51 0,42 0,30 0,81 0,45 0,21 1,08 0,90 0,60
Dst

Tingkat ketergantungan menurut Ratna Sitorus (2006) dalam Nursalam


(2011), klien dan kebutuhan perawat secara keseluruhan diruang Bougenvile tanggal
19 September 2016:
Tabel 2.6 Tingkat Ketergantungan Klien di Ruang Bougenville tanggal 19 September
2016
Klasifikasi Jumlah Kebutuhan tenaga perawat
Klien klien Pagi Sore Malam
Minimal 19 19x0,17= 3,23 19x0,14=2,66 19x0,07= 1,33
care
Partial care 6 6x0,27= 1,62 6x0,15= 0,9 6x0,1= 0,6
Total care 3 3x0,36= 1,08 3x0,36= 0,9 3x0,2= 0,6
Total 28 5,93 4,46 2,53
Total tenaga perawat
Pagi : 6 orang
Sore : 4 orang
Malam : 3 orang +
Total : 13 orang
Jumlah tenaga yang lepas dinas per hari:
86 x 13 = 4 orang
297
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan untuk per hari bertugas di Ruang Bougenvile
RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah 13 orang + 2 struktural (kepala ruang dan wakil
kepala ruangan) + 4 orang lepas dinas = 19 orang.

Tabel 2.7 Tingkat Ketergantungan Klien di Ruang Bougenvile tanggal 20 September


2016
Klasifikasi Jumlah Kebutuhan tenaga perawat
Klien klien Pagi Sore Malam
Minimal 19 19x0,17= 3,23 19x0,14=2,66 19x0,07= 1,33
care
Partial care 6 6x0,27= 1,62 6x0,15= 0,9 6x0,1= 0,6
Total care 3 3x0,36= 1,08 3x0,36= 0,9 3x0,2= 0,6
Total 28 5,93 4,46 2,53
Total tenaga perawat
Pagi : 6 orang
Sore : 4 orang
Malam : 3 orang +
Total : 13 orang
Jumlah tenaga yang lepas dinas per hari:
86 x 13 = 4 orang
297
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan untuk per hari bertugas di Ruang Bougenvile
RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah 13 orang + 2 struktural (kepala ruang dan wakil
kepala ruangan) + 4 orang lepas dinas = 19 orang.

Tabel 2.8 Tingkat Ketergantungan Klien di Ruang Bougenvile tanggal 21 September


2016
Klasifikasi Jumlah Kebutuhan tenaga perawat
Klien klien Pagi Sore Malam
Minimal 22 22x0,17= 3,74 22x0,14=3,08 22x0,07= 1,54
care
Partial care 2 2x0,27= 0,54 2x0,15= 0,3 2x0,1= 0,2
Total care 1 1x0,36= 0,36 1x0,36= 0,36 1x0,2= 0,2
Total 25 4,64 3,74 1,94
Total tenaga perawat
Pagi : 5 orang
Sore : 4 orang
Malam : 2 orang +
Total : 11 orang
Jumlah tenaga yang lepas dinas per hari:
86 x 11 = 3 orang
297
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan untuk per hari bertugas di Ruang Bougenvile
RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah 11 orang + 2 struktural (kepala ruang dan wakil
kepala ruangan) + 3 orang lepas dinas = 16 orang.

3) Metode Gillies
Tingkat ketergantungan klien dan kebutuhan tenaga keperawatan dengan
Metode Gillies di Ruang Bugenvile RSUD Dr. Soetomo Surabaya hari Senin, 19
September 2016.

Rumus: A x B x C = F = H
(C–D)xE G

Keterangan:

A : Rata-rata jumlah perawatan/klien/hari


B : Rata-rata jumlah klien/hari
C : Jumlah hari/tahun
D : Jumlah hari libur masing-masing perawat
E : Jumlah hari kerja masing-masing perawat
F : Jumlah jam perawatan yang diberikan perawat/tahun
G : Jumlah jam perawatan yang diberikan perawat/tahun
H : Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk unit tersebut

a. Tingkat ketergantungan klien dan kebutuhan tenaga keperawatan dengan


Metode Gillies di Ruang Bugenvile RSUD Dr. Soetomo Surabaya hari Senin, 19
September 2016.
Kapasitas : 36 Bed
Pasien : 28 orang
Mandiri : 19 orang
Parsial : 6 orang
Total : 3 orang

1. Jam Keperawatan yang dibutuhkan pasien perhari


a) Keperawatan langsung
Mandiri : 19 x 2 = 38 jam
Parsial : 6 x 3 = 18 jam
Total : 3 x 6 = 18 jam +
74 jam
b) Tidak Langsung : 28 x 1 jam = 28 jam
c) Pendidikan Kesehatan : 28 x 0,25 jam = 6,25 jam
Total jam secara keseluruhan = 108,25 jam
2. Jumlah total jam keperawatan yang dibutuhkan per pasien perhari adalah
108,25 jam : 28 pasien = 3,866 jam dibulatkan 4 jam
3. Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan pada ruangan dengan
rumus Gillies
4 jam/pasien/hari x 28 pasien/hari x 365 hari = 40880 = 20,2 = 20 orang
(365 hari- 76) x 7 jam 2023
20 % x 19 = 3,8 = 4 orang
Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan secara keseluruhan 20 + 4 orang = 24 orang
4. Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan perhari
28 orang x 4 jam = 16 orang
7 jam

b. Tingkat ketergantungan klien dan kebutuhan tenaga keperawatan dengan


Metode Gillies di Ruang Bugenvile RSUD Dr. Soetomo Surabaya hari Selasa, 20
September 2016.
Kapasitas : 36 Bed
Pasien : 28 orang
Mandiri : 19 orang
Parsial : 6 orang
Total : 3 orang

1) Jam Keperawatan yang dibutuhkan pasien perhari


a) Keperawatan langsung
Mandiri : 19 x 2 = 38 jam
Parsial : 6 x 3 = 18 jam
Total : 3 x 6 = 18 jam +
74 jam
b) Tidak Langsung : 28 x 1 jam = 28 jam
c) Pendidikan Kesehatan : 28 x 0,25 jam = 6,25 jam
Total jam secara keseluruhan = 108,25 jam
2) Jumlah total jam keperawatan yang dibutuhkan per pasien perhari adalah
108,25 jam : 28 pasien = 3,866 jam dibulatkan 4 jam
3) Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan pada ruangan dengan
rumus Gillies
4 jam/pasien/hari x 28 pasien/hari x 365 hari = 40880 = 20,2 = 20 orang
(365 hari- 76) x 7 jam 2023
20 % x 19 = 3,8 = 4 orang
Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan secara keseluruhan 20 + 4 orang = 24 orang
4) Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan perhari
28 orang x 4 jam = 16 orang
7 jam

c. Tingkat ketergantungan klien dan kebutuhan tenaga keperawatan dengan


Metode Gillies di Ruang Bugenvile RSUD Dr. Soetomo Surabaya hari Rabu, 21
September 2016.
Kapasitas : 36 Bed
Pasien : 25 orang
Mandiri : 22 orang
Parsial : 2 orang
Total : 1 orang

5) Jam Keperawatan yang dibutuhkan pasien perhari


a) Keperawatan langsung
Mandiri : 22 x 2 = 44 jam
Parsial : 2 x 3 = 6 jam
Total : 1 x 6 = 6 jam +
56 jam
b) Tidak Langsung : 25 x 1 jam = 25 jam
c) Pendidikan Kesehatan : 25 x 0,25 jam = 6,25 jam
Total jam secara keseluruhan = 87,25 jam
6) Jumlah total jam keperawatan yang dibutuhkan per pasien perhari adalah 87,25
jam : 25 pasien = 3,5 jam dibulatkan 4 jam
7) Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan pada ruangan dengan
rumus Gillies
4 jam/pasien/hari x 25 pasien/hari x 365 hari = 36,500 = 18,04 = 18 orang
(365 hari- 76) x 7 jam 2023
20 % x 18 = 3,6 = 4 orang
Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan secara keseluruhan 18 + 4 orang = 22 orang
8) Menentukan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan perhari
25 orang x 4 jam = 14 orang
7 jam

7. BOR (Bed Occupacy Rate)


1) BOR pasien di ruang Bugenvile RSUD Dr. Sutomo
Tabel 2.9 BOR Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo tanggal 19
September 2016
NO SHIFT KELAS 2 KELAS 3 BOR
1 Pagi 4 bed 32 bed 28/36x100% = 77,78%
(0 kosong) (8 kosong)
2 Sore 4 bed 32 bed 28/36x100% = 77,78%
(0 kosong) (8 kosong)
3 Malam 4 bed 32 bed 28/36x100% = 77,78%
(0 kosong) (8 kosong)

Tabel 2.10 BOR Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo tanggal 20


September 2016
NO SHIFT KELAS 2 KELAS 3 BOR
1 Pagi 4 bed 32 bed 28/36x100% =
(0 kosong) (8 kosong) 77,78%
2 Sore 4 bed 32 bed 28/36x100% =
(0 kosong) (8 kosong) 77,78%
3 Malam 4 bed 32 bed 28/36x100% =
(0 kosong) (8 kosong) 77,78%

2) BOR pasien kelolaan di ruang Bugenvile RSUD Dr. Sutomo


Tabel 2.11 BOR Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo tanggal 19
September 2016
NO SHIFT KELAS 2 KELAS 3 BOR
1 Pagi 4 bed (0 kosong) 2 bed(0 kosong) 6/6x100% = 100%
2 Sore 4 bed (0 kosong) 2 bed(0 kosong) 6/6x100% = 100%
3 Malam 4 bed (0 kosong) 2 bed(0 kosong) 6/6x100% = 100%

Tabel 2.12 BOR Ruang Bougenville RSUD Dr. Soetomo tanggal 20 September 2016
NO SHIFT KELAS 2 KELAS 3 BOR
1 Pagi 4 bed 2 bed 6/6x100% = 100%
(0 kosong) (0 kosong)
2 Sore 4 bed 2 bed 6/6x100% = 100%
(0 kosong) (0 kosong)
3 Malam 4 bed 2 bed 6/6x100% = 100%
(0 kosong) (0 kosong)

8. Persentase kasus terbanyak diruang Boegenvile bulan Agustus-September 2016


Tabel 2.13 Persentase kasus rata-rata terbanyak diruang Boegenvile bulan Agustus-
September 2016
No. Klasifikasi Kasus Rata-rata total Persentase
1. Bedah Plastik 7 17
2. Digestif 7 17
3. Orthopedi 22 52
4. Gigi dan Mulut 6 14
Total 42 100

9. Beban Kerja Perawat di Ruang Bugenvile RSUD Dr.Soetomo Surabaya


Perhitungan beban kerja perawat menggunakan teknik Time and motion study,
teknik ini kita mengamati dan mengikuti dengan cermat tentang kegiatan personel
yang diamati. Melalui teknik ini akan didapatkan beban kerja personel
dan kualitas kerjanya (Nursalam,2014).
Tabel 2.14 Beban Kerja Perawat di Ruang Bougenvile RSUD Dr.Soetomo
Surabaya 19 September 2016
19 September 2016
Kegiatan
Pagi Sore Malam Shift
Tindakan Produktif :
DIRECT pagi
- Memberi obat kepada pasien 25 menit 25 menit 25 menit
(injeksi;oral)
- Pengambilan spesimen lab 15 menit 5 menit 10 menit
- Rawat luka 15 menit 15 menit -
- Observasi TTV 40 menit 40 menit 60 menit
- Merapikan tempat tidur 30 menit 5 menit -
- Memenuhi kebutuhan nutrisi dan 10 menit 5 menit 5 menit
elektrolit
- Memenuhi kebutuhan rasa aman 15 menit 15 menit 15 menit
dan nyaman
- Menerima pasien baru 15 menit 20 menit -
- Pendidikan kesehatan 15 menit 15 menit -
- Persiapan operasi 15 menit 15 menit 15 menit

Total 195 160 130


Tindakan Produktif tidak langsung
INDIRECT
- Operan dinas 30 menit 30 menit 15 menit
- Timbang terima pasien 10 menit 10 menit 10 menit
- Menulis dokumentasi tindakan di 100 menit 100 menit 100 menit
RM
- Menulis laporan 30 menit 30 menit 50 menit
- Membantu transport pasien dari 15 menit 15 menit 15 menit
dan ke ruang operasi

Total 185 185 190


Waktu non produktif
- Duduk di nurse station 10 menit 25menit 180menit
- Sholat 10 menit 30menit 30menit
- Makan dan minum 10 menit 10menit 40menit
- Toilet 10 menit 10menit 30menit
Total 40 75 280

Waktu produktifitas : 380 menit


Tidak produktif : 40 menit
Jumlah jam kerja : 420 menit
Prosentase produktifitas kerja : 90, 47 %
Shift sore
Waktu produktifitas : 365 menit
Tidak produktif : 75 menit
Jumlah jam kerja : 420 menit
Prosentase produktivitas kerja : 82,14%
Shift malam
Waktu produktifitas : 320 menit
Tidak produktif : 280 menit
Jumlah jam kerja : 600 menit
Prosentase produktivitas kerja : 53,33 %
Keterangan:Tinggi > 80 %, Sedang 60 – 80 % dan Rendah < 60 %
Jumlah perawat yang ada pada ruang Bugenvile RSUD Dr. Sutomo Surabaya adalah
18 orang + 3 orang struktural (Kepala ruang, PP1 dan PP 2). Berdasarkan Time Motion Study
di ruang Bugenvile RSUD Dr. Sutomo Surabaya Surabaya pada Shift Pagi 19 September
2016 beban kerja objektif perawat pada shift pagi masuk dalam kriteria beban kerja tinggi
(90,47 %), shift sore masuk dalam kriteria beban kerja tinggi (82,14 %) dan shift malam
masuk dalam kriteria beban kerja rendah (53,33 %).
Perawat pada Rawat Inap Bugenvile RSUd Dr. Sutomo Surabaya tidak hanya
memberikan pelayanan kesehatan berupa asuhan keperawatan, tapi juga melakukan tugas
diluar wewenang perawat seperti transportasi pasien, sarana prasarana, dan sebagainya.
Sehingga hal ini dapat mempengaruhi nilai ideal antara jumlah perawat dan jumlah pasien.