Anda di halaman 1dari 8

Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8

Teknik Industri 21216039

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN PELLET DAN PAKAN ALAMI TERHADAP


PEMBIBITAN IKAN LELE

Septian Setia Gunansyah


1
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya
Jalan Raya Serang, Kota Serang, Banten 42116

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet dan pakan
alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain terhadap pertumbuhan
pembibitan ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
faktorial yang terdiri 2 faktor, yaitu: 1. Faktor perlakuan Pakan Alami ( notasi V ), dengan
empat taraf perlakuan yaitu: V1 = 100gr/minggu; V2 = 200gr/minggu; V3 = 300gr/minggu; V4
= 400gr/minggu dan 2. Faktor perlakuan Pakan Pelet ( notasi P ) dengan empat taraf
perlakuan yaitu: P0 = 0 gr/hari; P1 =50gr/hari; P2 = 70gr/hari; P3 = 90gr/hari. Percobaan
menggunakan 3 kali ulangan dalam bentuk kelompok. Parameter yang diamati adalah waktu
panen ikan, besarnya ikan, dan banyaknya ikan. Pemberian pakan pellet berpengaruh nyata
terhadap parameter waktu panen ikan, besarnya ikan, dan banyaknya ikan. Pemberian pakan
alami berpengaruh nyata terhadap parameter waktu panen ikan, besarnya ikan, dan
banyaknya ikan. Interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap parameter waktu
panen ikan, besarnya ikan, dan banyaknya ikan yang bertahan hidup.
Kata Kunci: Pertumbuhan, Pembibitan, Ikan Lele, Pakan Pelet, Vitamin.

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding pellets and natural feed such as snails,
shellfish, golden snails, termites and others on the growth of catfish breeding. This research
uses factorial randomized block design (RBD) consisting of 2 factors, namely: 1. Natural
Feed treatment factors (notation V), with four levels of treatment, namely: V 1 = 100gr /
week; V2 = 200gr / week; V3 = 300gr / week; V4 = 400gr/week and 2. Factors for Pellet Feed
treatment (P notation) with four levels of treatment, namely: P0 = 0 gr / day; P1 = 50gr /
day; P2 = 70gr / day; P3 = 90gr / day. The parameters observed were fish harvest time, fish
size, and number of fish. Pellet feeding did not significantly affect the parameters of fish
harvest time, fish size, and number of fish. The provision of vitamins does significantly affect
the parameters of the time of harvest of fish, the amount of fish, and the number of fish. The
interaction between the two did significantly affect the parameters of the time of harvest of
fish, the size of fish, and the number of fish.

Keywords: Growth, Breeding, Catfish, Pellet Feed, Vitamins.

1
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

PENDAHULUAN
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara
luas oleh masyarakat terutama di Pulau Jawa. Ikan lele termasuk ikan yang digemari oleh
masyarakat, karena harganya murah serta rasanya yang lezat dan gurih. Selain cita rasanya
yang enak, berkembang pesatnya budidaya lele juga dikarenakan ikan lele dapat
dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknologi
budidaya relative mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah dan modal
usaha yang dibutuhkan relative rendah.
Bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm sudah dapat tersedia ketika usia penetasan
mencapai waktu 1 bulan. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memeliharanya dengan
kolam terpal, yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup
setiap harinya. Untuk menjadikan bibit ikan lele berukuran 5-7 cm, waktu yang diperlukan
adalah 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sudah bisa dijual sebagai bibit yang
mendatangkan profit bagi peternak.
Dalam memberi makan ikan lele, terdapat tata cara khusus yang harus diikuti. Hal ini
bertujuan agar peternak tidak boros dan lele tidak mati karena kelebihan atau kekurangan
makanan. Pakan ikan lele dumbo yang diberikan adalah pakan pabrikan dan harus
disesuaikan dengan besaran mulut ikan. Untuk kegiatan pembesaran ikan, maka pemberian
pakan awal adalah F999 (bibit yang yang sudah bisa memakan pallet butiran) sampai umur
ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan lele
siap di panen yaitu 3 bulan.
Pemberian pakan pellet pada ikan lele dapat dilakukan dua kali sehari. Jika tersedia
pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, dapat diberikan untuk
makanan tambahan. 

METODE PENELITIAN

Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial Adalah terdiri dari dua peubah bebas atau
faktor (A dan B) dan kedua faktor tersebut saling diduga berinteraksi dan kedua faktor
tersebut termasuk dalam lasifikasi silang. Terdapat satu peubah pengganggu atau sampingan
yang disebut kelompok dan tidak berinteraksi dengan peubah lainnya.
Percobaan Faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok
(RAK) adalah percobaan dimana faktor yang dicobakan lebih dari satu faktor dan
menggunakan RAK sebagai rancangan percobaannya. 
Rancangan ini dipilih apabila satuan percobaan yang digunakan tidak seragam,
sehingga perlu pengelompokan, sedangkan pada RAL Faktorial, satuan percobaan relatif
seragam sehingga tidak perlu adanya pengelompokkan.
Rancangan Acak Kelompok (RAK) merupakan rancangan percobaan yang digunakan
pada kondisi tempat yang tidak homogen. Sebagian besar percobaan-percobaan yang
dilaksanakan dilapangan atau di lahan pertanian menggunakan rancangan lingkungan dalam
bentuk RAK. Bila kita menghadapi kondisi tempat percobaan tidak homogen, maka dipakai
prinsip pengawasan setempat (local control), artinya tempat percobaan harus dikelompokkan
2
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

menjadi bagian-bagian yang relatif homogen. Pada bagian yang sudag dianggap homogen
inilah kita sah (valid) untuk mengadakan pengujian.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
faktorial yang terdiri 2 faktor, yaitu:
1. Faktor perlakuan Pakan Alami (notasi V), dengan tiga taraf perlakuan yaitu:
a. V1 = 100gr/minggu.
b. V2 = 200gr/minggu.
c. V3 = 300gr/minggu.
d. V4 = 400gr/minggu
2. Faktor perlakuan Pakan Pellet (notasi P) dengan empat taraf perlakuan yaitu:
a. P0 = 0 gr/hari.
b. P1 =50gr/hari
c. P2 = 70gr/hari
d. P3 = 90gr/hari

Bentuk model linier adiktif dari Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai
berikut:
Yijk = µ + рi + αj + βk + (αβ)jk + ∑ijk
Dimana:
Yijk : Hasil pengamatan dari faktor N taraf ke-i dan faktor taraf ke-j pada ulangan
taraf ke-i.
µ : Efek nilai tengah
рi : Efek dari ulangan taraf ke-i
αj : Efek dari perlakuan N pada taraf ke-j
βk : Efek dari perlakuan P pada taraf ke-k
(αβ)jk : Efek interaksi antara faktor N taraf ke-j dan faktor P taraf ke-k
∑ijk : Efek galat dari perlakuan N pada taraf ke-j dan perlakuan P pada taraf ke-k
serta ulangan taraf ke-i.

Pengujian dengan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai berikut:


a. Menentukan Hipotesis
Dengan bentuk hipotesis yang diuji untuk pengaruh perlakuan yaitu:
H0: τ1= … = τ4 = 0 (perlakuan tidak berpengaruh terhadap respon yang
diamati)
H1: paling sedikit ada satu i dimana τi ≠ 0

Dengan bentuk hipotesis yang diuji untuk pengaruh kelompok yaitu:


H0: β1= … = β5 = 0 (kelompok tidak berpengaruh terhadap respon yang
diamati)
H1: paling sedikit ada satu j dimana βj ≠ 0

Taraf Uji: α = 0,05


Kriteria Uji: Tolak H0 jika nilai F-hitung > F-tabel(α: 0,05) atau sig. < α

3
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

Keputusan: H0 ditolak/ H0 diterima untuk perlakuan dan H0 ditolak/ H0


diterima untuk kelompok

Kesimpulan: Paling sedikit ada satu pengaruh perlakuan terhadap respon


yang diamati/ perlakuan tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati dan
paling sedikit ada satu pengaruh kelompok terhadap respon yang diamati/
kelompok tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati.

b. Pengacakan

Tabel 1. Tabel Percobaan Pengaruh Pemberian Pakan Pelet Dan Pakan


Alami Terhadap Pertumbuhan Lele

Pakan Pellet Kelompok


Alami (V) (P) 1 2 3
0 gr 14 14,8 15,5
50 gr 14,6 15,4 16,1
V1
70 gr 16,3 17,1 17,8
90 gr 18,1 18,9 19,6
0 gr 16 16,8 17,5
50 gr 18,2 19 19,7
V2
70 gr 20 20,8 21,5
90 gr 20,2 21 21,7
0 gr 19,6 20,4 21,8
50 gr 20 20,8 22
V3
70 gr 22,4 23,2 23,9
90 gr 24,3 25,1 25,8
0 gr 26,1 26,9 27,6
50 gr 28,7 29,5 30,2
V4
70 gr 30,8 31,6 32,3
90 gr 35 35,8 36,5

Dari tabel percobaan tersebut, perlakuan (V) yaitu: V1 = 100gr/minggu; V2 =


200gr/minggu; V3 = 300gr/minggu; V4 = 400gr/minggu. Perlakuan (P) yaitu: P0 = 0
g/hari; P1 =50g/hari; P2 = 70g/hari; P3 = 90g/. Sedangkan kelompok ke-1 s/d ke-3
merupakan pengulangan percobaan.
c. Tabel Analysis of Variance (ANOVA)

Tabel 2. Tabel Analisis of Variance untuk Rancangan Acak Kelompok


Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F Hitung
Keragaman Bebas Kuadrat Tengah
Perlakuan t-1 JKR KTP KTP/KTG
Kelompok r-1 JKK KTK KTK/KTG
Galat (t-1).(r-1) JKG KTG
Total tr-1 JKT

4
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil penelitian dari hasil analisis data menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pakan
pelet dan pakan alami berpengaruh nyata pada waktu panen ikan, besarnya ikan, dan
banyaknya ikan yang bertahan hidup.
Tabel 3. Tabel Percobaan Pengaruh Pemberian Pakan Pelet Dan Pakan Alami Terhadap
Pertumbuhan Lele

Pakan Pelet Kelompok GT


Alami (V) (P) 1 2 3
0 gr 14 14,8 15,5 44,3
50 gr 14,6 15,4 16,1 46,1
V1
70 gr 16,3 17,1 17,8 51,2
90 gr 18,1 18,9 19,6 56,6
0 gr 16 16,8 17,5 50,3
50 gr 18,2 19 19,7 56,9
V2
70 gr 20 20,8 21,5 62,3
90 gr 20,2 21 21,7 62,9
0 gr 19,6 20,4 21,8 61,8
50 gr 20 20,8 22 62,8
V3
70 gr 22,4 23,2 23,9 69,5
90 gr 24,3 25,1 25,8 75,2
0 gr 26,1 26,9 27,6 80,6
50 gr 28,7 29,5 30,2 88,4
V4
70 gr 30,8 31,6 32,3 94,7
90 gr 35 35,8 36,5 107,3
Grand
∑K 344,3 357,1 369,5 1070,9
Total

Tabel 4. Penyajian Faktor-faktor dan Kombinasi Perlakuan


    
∑V=Y
(P)
(V) j
P0 P1 P2 P3
V1 44,3 46,1 51,2 56,6 198,2
V2 50,3 56,9 62,3 62,9 232,4
V3 61,8 62,8 69,5 75,2 269,3
107,
V4 80,6 88,4 94,7 371
3
254, 277,
∑P=Yj 237 302 1070,9
2 7

5
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

Tabel 5. Analisis of Variance


Sumber F Tabel
F
Keragama db JK KT
Hitung 5% 1%
n
3,3 5,3
3-1 = 2 19,85 9,92 687,00
Kelompok 2 9
Perlakuan   
1395,8 465,2 32211,1 2,9 4,5
4-1 = 3
V 2 7 3 2 1
2,9 4,5
4-1 = 3 200,10 66,70 4617,75
P 2 1
(4-1) x (4-1) = 2,2 3,0
31,45 3,49 241,90
VXP 9 1 7
Galat 30 0,43 0,01
     
1647,6 545,4
47      
Total 4 0

Hipotesis Faktor V
H₀ : Faktor V tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati
H₁ : Faktor V berpengaruh terhadap respons yang diamati
Hipotesis Faktor P
H₀ : Faktor P tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati
H₁ : Faktor P berpengaruh terhadap respons yang diamati
Hipotesis pengaruh interaksi
H₀ : Interaksi Faktor V dengan faktor P tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati
H₁ : Interaksi Faktor V dengan faktor P berpengaruh terhadap respons yang diamati

Pada taraf kepercayaan 95% :


Pengaruh Interaksi : Signifikan : F Hitung 241,90 > 2.21
Pengaruh Interaksi A : Signifikan : F Hitung 322111,13 > 2.92
Pengaruh Interaksi B : Signifikan : F Hitung 4617,75 > 2.92

Keputusan : Maka H0 ditolak untuk pengaruh perlakuan dan 687 > 3,32 maka H 0 ditolak
untuk pengaruh kelompok.

KESIMPULAN

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan pakan pellet, perlakuan pakan alami
dan interaksi antara keduanya berpengaruh sangat signifikan terhadap parameter waktu
panen ikan, besarnya ikan, dan banyaknya ikan yang bertahan hidup terhadap pembibitan
ikan lele, sehingga semua H1 umum diterima pada taraf uji 5% dan 1% (sasaran utama uji
F).

DAFTAR PUSTAKA

6
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039

Gufran, M, et al., 2010. Pembenihan Ikan Laut Secara Ekonomis. Yogyakarta: Lily
Publisher.
Rahayu, E, dan Berlian,N. 1999. Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Setyati, S. 1983. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta. Hal. 168-169.
Sorensen, M. 1996. Yam Bean Pachyrizus DC. Promoting the Conservation and Use of
Under Utilised and Neglected Crops. 2. IPGRI. Italy.
Sudjana. 1991. Desain dan Analisis Eksperimen Edisi Ke-3. Bandung: Tarsito.
Walpole, RE. 1995. Pengantar Statistika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

7
Design of Experiment Septian Setia Gunansyah Agustus 2020: 1 – 8
Teknik Industri 21216039