Anda di halaman 1dari 5

A.

PENGERTIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS


Menurut Herlen (Indrawati, 1999:3) keterampilan proses ( prosess-skill ) sebagai
proses kognitif termasuk didalamnya juga interaksi dengan isinya (content). Lebih lanjut
Indrawati (1999:3) mengemukakan bahwa "Keterampilan Proses merupakan keseluruhan
keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan
untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori , untuk mengembangkan konsep yang
telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan
(falsifikasi)". 
keterampilan proses sains merupakan kegiatan intelektual yang biasa dilakukan oleh
para ilmuwan dalam menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk-produk sains.
Keterampilan proses dalam pengajaran sains merupakan suatu model atau alternatif
pembelajaran sains yang dapat melibatkan siswa dalam tingkah laku dan proses mental,
Jadi Keterampilan Proses Sains (KPS) adalah kemampuan siswa untuk menerapkan
metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan. KPS
sangat penting bagi setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam
mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru/ mengembangkan
pengetahuan yang telah dimilki (dahar 1985 : 11)
Keterampilan proses melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif/ intelektual,
manual dan sosial. keterampilan intelektual dan kognitif terlibat karena dengan melibatkan
keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan manual jelas terlibat
dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan,
pengukuran, penyusun atau prakitan alat. Dengan keterampilan proses dimaksudkan bahwa
mereka berinteraksi dengan sesamanya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar ,
Msalnya mendiskusikan hasil pengamatan.
Dalam beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa KPS merupakan aspek-
aspek kegiatan intelektual yang biasa dilakukan oleh saintis dalam menyelesaikan masalah
dan menentukan produk-produk sains. KPS merupakan pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada proses IPA. Juga KPS merupakan penjabaran dari metode ilmiah. Serta
keterampilan proses mencakup keterampilan berpikir/ keterampilan intelektual yang dapat
dipelajari dan dikembangkan oleh siswa melalui proses belajar mengajar dikelas, yang dapat
digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang produk IPA.

1
Keterampilan proses perlu dikembangkan untuk menanamkan sikap ilmiah pada siswa.
Semiawan (1992:14-15) berpendapat bahwa terdapat empat alasan mengapa pendekatan
keterampilan proses sains diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari, yaitu :

1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin cepat sehingga


tidak mungkin lagi guru mengajarkan semua konsep dan fakta pada siswa,

2. Adanya kecenderungan bahwa siswa lebih memahami konsep-konsep yang rumit dan
abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret,

3. Penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bersifat mutlak
100 %, tapi bersifat relatif,

4. Dalam proses belajar mengajar, pengembangan konsep tidak terlepas dari


pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik.

Selain itu juga, hasil telaah ahli pendidikan IPA menunjukan bahwa perolehan dan
pengembangan suatu gagasan tidak dapat berlangsung dari luar anak seperti ceramah guru
atau dari paksaan dan tekanan orang tua. Akan tetapi, hanya dapat terjadi dari dalam anak
sendiri , yaitu dari pikiran anak. Fungsi guru selama pembelajaran hanya berperan sebagai
fasilitator (pemberi kemudahan belajar). Anak sendirilah yang harus membangun
gagasan/pengetahuan . Untuk keperluan ini, mungkin saja mereka harus menafsirkan kembali
informasi, menyusun kesimpulan baru, atau menguji beberapa gagasan alternatif. Dengan kata
lain, senantiasa aktif menggunakan dan menerapkan keterampilan proses sepanjang hayatnya,
terutama untuk dimanfaatkaan selama pengembaraannya untuk mengeksplorasi alam sekitar.

B. INDIKATOR KETERMAPILAN PROSES SAINS


Seperti ilmuwan. Funk (1985) dalam Dimyati dan Mudjiono, (2002: 140) mengutarakan
bahwa berbagai keterampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: keterampilan
proses dasar (basic skill) dan keterampilan terintegrasi (integarted skill). Keterampilan proses
dasar meliputi kegiatan yang berhubungan dengan observasi, klasifikasi, pengukuran,
komunikasi, prediksi, inferensi. Bila kita kaji lebih lanjut sebagai berikut.

1. Observasi

2
Melalui kegiatan mengamati, siswa belajar tentang dunia sekitar yang fantastis. Manusia
mengamati objek-objek dan fenomena alam dengan melibatkan indera penglihat, pembau,
pengecap, peraba, pendengar. Informasi yang diperoleh itu, dapat menuntut interpretasi siswa
tentang lingkungan dan menelitinya lebih lanjut. Kemampuan mengamati merupakan
keterampilan paling dasar dalam proses dan memperoleh ilmu serta hal terpenting untuk
mengembangkan keterampilan proses yang lain. Mengamati merupakan tanggapan terhadap
berbagai objek dan peristiwa alam dengan pancaindra. Dengan obsevasi, siswa
mengumpulkan data tentang tanggapan-tanggapan terhadap objek yang diamati.
2. Klasifikasi
Sejumlah besar objek, peristiwa, dan segala yang ada dalam kehidupan di sekitar, lebih
mudah dipelajari apabila dilakukan dengan cara menentukan berbagai jenis golongan.
Menggolongkan dan mengamati persamaan, perbedaan dan hubungan serta pengelompokan
objek berdasarkan kesesuaian dengan berbagai tujuan. Keterampilan mengidentifikasi
persamaan dan perbedaan berbagai objek peristiwa berdasarkan sifat-sifat khususnya sehingga
didapatkan golongan atau kelompok sejenis dari objek peristiwa yang dimaksud.
3. Komunikasi
Manusia mulai belajar pada awal-awal kehidupan bahwa komunikasi merupakan dasar untuk
memecahkan masalah. Keterampilan menyapaikan sesuatu secara lisan maupun tulisan
termasuk komunikasi. Mengkomunikasikan dapat diartikan sebagai penyampaikan dan
memperoleh fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuk suara, visual, atau
suara dan visual (Dimyati dan Mudjiono, 2002: 143). Contoh membaca peta, tabel, garfik,
bagan, lambang-lambang, diagaram, demontrasi visual.
4. Pengukuran
Mengukur dapat diartikan sebagai membandingkan yang diukur dengan satuan ukuran
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Keterampilan dalam menggunakan alat dalam
memperoleh data dapat disebut pengukuran.
5. Prediksi
Predeksi merupakan keterampilan meramal yang akan terjadi, berdasarkan gejala yang ada.
Keteraturan dalam lingkungan kita mengizinkan kita untuk mengenal pola dan untuk
memprediksi terhadap pola-pola apa yang mungkin dapat diamati. Dimyati dan Mudjiono
(2002: 144) menyatakan bahwa memprediksi dapat diartikan sebagai mengantisipasi atau
membuat ramalan tentang segala hal yang akan terjadi pada waktu mendatang, berdasarkan

3
perkiraan pada pola atau kecenderungan tertentu, atau hubungan antara fakta, konsep, dan
prinsip dalam pengetahuan.
6. Inferensi
Melakukan inferensi adalah menyimpulkan. Ini dapat diartikan sebagai suatu keterampilan
untuk memutuskan keadaan suatu objek atau peristiwa berdasarkan fakta, konsep dan prinsip
yang diketahui.
Akan tetapi terdapat beberapa hal yang mempengaruhi keterampilan proses sains yang
dituntut untuk dimiliki siswa. Hal-hal yang berpengaruh terhadap keterampilan proses sains,
diantaranya yaitu perbedaan kemampuan siswa secara genetik, kualitas guru serta perbedaan
strategi guru dalam mengajar. Adapun mengenai KPS dan indikatornya menurut Indrawati
(1999) adalah sebagai berikut ;
KPS Indikator
 Mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda

 Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang nyata pada


Melakukan
objek atau peristiwa
pengamatan
(observasi)   Membaca alat ukur

 Mencocokan gambar dengan uraian tulisn / benda

 Mengidentifikasi fakta-fakta berdasarkan hasil pengamatan


Menafsirkan
pengamatan  Menafsirkan fakta atau data menjadi suatu penjelasn yang
(interpretasi)  logis 

Mengelompokkan  Mencari perbedaan atau persamaan, mengontraskan ciri-ciri,

(klasifikasi) membandingkan dan mencari dasar penggolongan. 

Meramalkan  Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi

(prediksi)  berdasarkan suatu kecendrungan/ pola yang sudah ada.

Berkomunikasi  Mengutarakan suatu gagasan

 Menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan secara


akurat suatu objek atau kejadian

 mengubah data dalam bentuk tabel kedalam bentuk lainnya

4
misalnya grafik, peta secara akurat. 

 Hipotesis merupkan dugn sementara tentang pengaruh


variabel amnipulasi terhadp vriabel respon. Hipotesis
Berhipotesis   menyatakan penggambaran yang logis dari suatu hubungan
yang dapat diuji melalui eksperimen.

 Menentukan alat dan bahan, menentukan variabel atau peubah

Merencanakan yang terlibat dalam suatu percobaan, menentukan variabel

percobaan/ terikat dan variabel bebas, menentukan apa yang diamati, di

penyelidikan  ukur/ ditulis, serta menentukan cara dan langkah kerja


termasuk keterampilan merencanakan penelitian.

Bertanya 

 Menggunakan subkonsep yang telah dipelajari dalam situasi


Menerapkan sub baru, menggunakan subkonsep pada pengalaman baru untuk
konsep/ prinsip menjalaskan apa yang sedang terjadi.  

DAFTAR PUSTAKA

Dahar, R. (1986). Peranan Keterampilan proses dalam pendidikan IPA. Jakarta

Mahmuddin. (2010). Penilaian Keterampilan proses sains. [Online]. Tersedia :


http://mahmudin.wordpress.com [24 Februari 2011]

Wikipedia Pengertian Ketermapilan proses sains dapat dilihat di : http://fisikasma-


online.blogspot.com/2010/03/keterampilan-proses-sains.html