Anda di halaman 1dari 15

15.

1 Perkembangan Ekonomi dan Akuntansi : Negara Sedang Berkembang

Beberapa perkembangan akuntansi:


a. Akuntansi awalnya tidak lebih dari system pencatatan untuk jasa perbankan tertentu
dan skema pemungutan pajak.
b. Timbulnya perusahaan modern mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara
periodic.
c. Akuntansi memberikan informasi pengambilan keputusan kepada pasar surat
berharga umum domestic dan international.
d. Akuntansi memperluas lingkupnya terhadap konsultasi manajemen dan
menggabungkan teknologi informasi ke dalam system dan prosedurnya.
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana
system akuntansi nasional berbeda-beda. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan
system akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya.
Delapan faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap perkembangan akuntansi, yaitu :
1. Sumber Pendanaan
 Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, seperti Amerika Serikat dan Inggris.
 Dalam system berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan
2. Sistem Hukum
Ada dua orientasi dasar sistem hukum akuntansi, yaitu :
 Kodifikasi hukum (sipil) : akuntansi digabungkan dalam bentuk hukum nasional dan
cenderung sangat lengkap dan mencakupi banyak prosedur.
 Kodifikasi umum (kasus) : berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya
usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap.
3. Perpajakan
Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus
mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam
keperluan pajak.
 Pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama, contohnya di Jerman dan Swedia.
 Pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah beda, contohnya Belanda.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
 Kolonialisme Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah
kekuasaan Inggris.
 Pendudukan Jerman selama Perang Dunia II menyebabkan Perancis
menerapkan Plan Comptable.
 Amerika Serikat memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah
berakhir perang dunia II.
5. Inflasi
Inflasi mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan
terhadap nilai-nilai asset dan beban-beban terkait, sementara di sisi lain melakukan
peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
 Kompensasi eksekutif perusahaan berbasis saham atau sekuritas asset.
 Penilaiaan asset tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sector
manufaktur.
 Penilaian asset tidak berwujud dan sumber daya manusia, semakin berkembang.
7. Tingkat Pendidikan
Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendidikan di suatu negara
secara umum juga rendah.
8. Budaya
Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial):
 individualisme
 jarak kekuasaan
 penghindaran ketidakpastian
 maskulinitas
Hofstede, Garay menusulkan suatu kerangka kerja yang menhubungkan budaya
akuntansi, yaitu empat dimensi nilai akuntansi yang memper\ngaruhi praktik pelaporan
keuangan suatu negara, yaitu:
1. Profesionalisme versus Ketetapan wajib pengendalian
2. Keseragaman versus Fleksibilitas
3. Konservatisme versus Optimisme
4. Kerahasiaan versus Transparansi
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori, yaitu:
1. Pertimbangan: bergantung pada pengetahuan, intuisis dan pengalaman
2. Secara Empiris: menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip
dan praktik akuntansi.
Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi
1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi
Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena
perusahaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional.
2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan
hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang
dimiliki
3. Berdasarkan pendekatan disiplin independen
Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar
perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan.
4. Berdasarkan pendekatan yang seragam
Akuntansi distandarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administratif oleh
pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan
memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Umum versus Kodifikasi Hukum
a) Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi
terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan
antara akuntansi keuangan dan pajak.
b) Akuntansi dalam negara-negara yang menganut kodifikasi hukum memiliki
karakteristik berorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah
kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Beberapa negara yang dominan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
a.  Prancis
b.  Jepang
c.  Amerika Serikat
Dalam perkembangannya negara Prancis dan Jepang masih kurang dominan ketimbang
Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan akuntansi Jepang yang dalam
perkembangannya saat ini didasarkan pada IFRS yang ada.
Akuntansi Internasional adalah dimensi internasional dalam akuntansi sebagai pengguna
(users), hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan akuntansi dari prespektif internasional
(global) serta aturan-aturan dan standar akuntansi pada beberapa negara.
Didalam perkembangannya akuntansi internasional mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap beberapa Negara:
a) Sumber pendanaan
Amerika serikat dan Inggris memiliki pasar ekuitas yang kuat, memiliki focus atas seberapa
baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu
investor untuk menganalisis kas masa depan dan resiko, sedangkan system berbasis kredit
memiliki focus atas perlindungann kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
Sebagai contoh Jepang dan swiss yang mengungkapkan pengungkapan public secara luas
dianggap tidak perlu karena lembaga keuangan mempunyai akses yang sangat luas untuk
mendapatkan informasi yang diinginkan.
b) Perpajakan
Jerman dan swedia menentukan peraturan pajak secara efektif dengan menentukan standar
akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun yang diklaim
pajak. Belanda menentukan laba kena pajak didasarkan pada laba akuntansi keuangan
c) Ikatan politik dan Ekonomi
Berawal di tali dan menyebar di negara eropa bersama dengan gagasan pembaruan. Inggris
mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di wilayah kekuasaan. Amerika memaksa rezim
pengatur akuntansi bergaya As di jepang dan banyak Negara yang mengunakan system akuntansi
yang dikembangkan di tempat lain entah dipaksakan atau karena pilihan sendiri.
d) Inflansi
Inflansi mempengaruhi kencenderungan suatu Negara menerapakan perubahan harga
terhadap akun akun perusahaan . Israel, meksiko, dan beberapa Negara di amerika selatan
mengunakan akuntansi tingkat harga umum karena berpengalaman dengan hyperinflansi.
15.2 Perkembangan Pasar Modal

Pasar Modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa
diperjual – belikan baik dalam bentuk hutang maupun maupun modal sendiri, baik yang
diterbitkan oleh pemerintah, publick authorities, maupun perusahaan swasta. Pasar modal juga
merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahan publik
yang berkaitan dengan efek. Dengan demikian pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya
penjual dan pembeli modal/dana. Pasar modal berperan sebagai penghubung antara investor
dengan perusahaan maupun institusi pemerintah yang menjual saham, obligasi, dan lain
sebagainya. Tujuan pasar modal adalah menghimpun dana atau kepemilikan perusahaan yang
memberikan keuntungan bagi pihak emiten maupun investor.

Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu Negara karena pasar modal
memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan
memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau tempat yang
mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak
yang memerlukan dana (issuer). Sedangkan Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan,
karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return)
bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi, dengan adanya pasar
modal aktivitas perekonomian diharapkan meningkat karena pasar modal merupakan alternatif
pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan
pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.

Perkembangan pasar modal Indonesia dilihat dari beberapa indikator telah menunjukkan
pekembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bagi perusahaan, pasar modal juga
memberikan keuntungan besar, yaitu untuk mengembangkan usahanya dengan menggunakan
dana dari hasil penjualan saham di pasar ini tanpa harus hutang ke Bank yang bunganya cukup
besar, dengan syarat yang rumit. Pasar ini juga sebagai Leading Indicator perekonomian suatu
negara, jika kondisinya baik atau berkembang, maka ekonomi suatu negara tersebut juga akan
baik.
Kesadaran akan pentingnya peran pasar modal ini bagi perekenomian nasional sebaiknya
menjadi tugas kita bersama untuk serta merta memberikan sosialisasi, maupun edukasi untuk
menambah wawasan masyarakat luas tentang pasar modal. Bagi lembaga-lembaga penunjang
pasar modal, perlu meningkatkan kontribusinya terhadap kemajuan pasa modal sesuai dengan
fungsinya masing-masing.

Era globalisasi, dunia usaha dan masyarakat menjadi semakin kompleks sehingga
menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk Akuntansi. Akuntansi
memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap pengambilan keputusan
yang bersifat keuangan harus berdasarkan informasi akuntansi. Keadaan ini menjadikan
akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan
organisasi bisnis.

Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bidang-
bidang yang dahulu tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor besar.
Bunga Bank yang tinggi mendorong orang mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan
permodalannya, persaingan antar perusahaan semakin meningkat dengan dibarengi berbagai
permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para
pengelola perusahaan sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan
keputusan. Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan
berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat
Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007).

Dalam bertransaksi, baik para investor maupun calon investor telah menggunakan
informasi keuangan perusahaan sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi
dan untuk mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya
dalam saham. Perkembangan positif yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika
juga menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan akan modal juga meningkat seirama dengan
perkembangan pasar. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang
peranan penting dalam perekonomian suatu negara khususnya Amerika pada era tersebut.
Disamping itu, juga berarti bahwa kebutuhan dan peran informasi akuntansi menjadi semakin
penting.

Peran Akuntansi dalam Perdagangan dan Arus Modal


1. Mempelajari Akuntansi Internasional merupakan salah satu upaya mengurangi perbedaan
cara pandang terhadap akuntansi.
2. Semua negara cenderung mengurangi hambatan perdagangan dan pengendalian
modal/investasi.
3. Kemajuan IT menyebabkan perubahan yang radikal dalam sistem ekonomi, produksi dan
distribusi.
Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Perusahaan Multinasional
1. Perdagangan saat ini tidak lagi hanya bersifat bilateral atau regional, tetapi benar-benar sudah
bersifat global.
2. Permasalahan akuntansi semakin nyata dalam kegiatan ekspor import, yaitu akuntansi untuk
transaksi valuta asing.
3. Saat ini menjadi hal yang lazim perusahaan mendirikan sistem manufaktur dan distribusi di
luar negeri (afiliasi) atau usaha patungan (aliansi strategis).
4. MNC (multinaional corporation) mencari lokasi investasi di negara-negara yang sedang
berkembang
5. Sebuah perusahaan MNC dituntut membuat laporan ke seluruh investor (pemilik) domestik
maupun internasional.
6. Manajer dan akuntan perusahaan MNC harus mempertimbangkan banyak aspek dalam
laporan keuangan konsolidasi, seperti: GAAP, lingkungan sosial ekonomi, tingkat inflasi,
nilai tukar, sistem perpajakan, dan sebagainya.
Peran Akuntansi Internasional Dalam Pasar Modal dan Dunia Usaha Global
Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan
berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat
Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007). Dalam bertransaksi,
baik para investor maupun calon investor telah menggunakan informasi keuangan perusahaan
sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi dan untuk mengambil keputusan
bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya dalam saham. Perkembangan positif
yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika juga menunjukkan bahwa kebutuhan
perusahaan akan modal juga meningkat seirama dengan perkembangan pasar. Perkembangan ini
sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian
suatu negara khususnya Amerika pada era tersebut. Di samping itu, juga berarti bahwa
kebutuhan dan peran informasi akuntansi menjadi semakin penting.
Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu
melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.      Proses pendaftaran
2.      Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP
negara masing-masing tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain:
a.       Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan
b.      Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP
c.       Memberikan disclosure sesuai US GAAP
d.      Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit
Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham
publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau
Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan
suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah.
Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers).
Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal
harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak
memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.
Di samping itu dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini
dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika sehingga lebih
cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dollar bisa dipecah
menjadi senilai US $ 100 per lembar atau seballiknya US$ 0.10 bisa dibuat menjadi US$ 100,00
per lembar. Di samping ADR ada lagi GDR (Global Depository Receipts) yang sifat dan
maksudnya sama untuk mempermudah investor menanamkan modalnya di berbagai pasar,
perusahaan atau negara.
Keadaan ini semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan
global accounting standard.
15.3 Akuntansi Sosial

Istilah Akuntansi Sosial (Social Accounting) sebenarnya bukan merupakan istilah baku dalam
akuntansi. Para pakar akuntansi membuat istilah masing-masing untuk menggambarkan transaksi
antara perusahaan dengan lingkungannnya. Ramanathan (1976) dalam Arief Suadi (1988)
mempergunakan istilah Social Accounting dan mendefinisikannya sebagai proses pemilihan
variabel-variabel yang menentukan tingkat prestasi sosial perusahaan baik secara internal
maupun eksternal. Lee D Parker (1986) dalam Arief Suadi (1988) menggunakan istilah Sosial
Responsibility Accounting, yang merupakan cabang dari ilmu akuntansi. Sementara itu Belkoui
dalam Harahap (1993) membuat suatu terminologi Socio Economic Accounting (SEA) yang
berarti proses pengukuran, pengaturan dan pengungkapan dampak pertukaran antara perusahaan
dengan lingkungannya.

Hadibroto (1988); Bambang Sudibyo (1988) dan para pakar akuntansi di Indonesia
menggunakan istilah Akuntansi pertanggung jawaban sosial (APS) sebagai akuntansi yang
memerlukan laporan mengenai terlaksananya pertanggungjawaban sosial perusahaan.
Hendriksen (1994), menggambarkan akuntansi sosial sebagai suatu pernyataan tujuan,
serangkaian konsep sosial dan metode pengukurannya, struktur pelaporan dan komunikasi
informasi kepada pihak–pihak yang berkepentingan. Pernyataan Hendriksen (1994) tersebut
memberikan gambaran tentang hubungan mendasar antara konsep akuntansi sosial dengan
informasi yang dihasilkan, sehingga secara kongkrit informasi tersebut dapat dijadikan bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan beberapa uraian diatas, pada dasarnya definisi yang diberikan oleh para
pakar akuntansi mengenai akuntansi sosial memiliki karakteristik yang sama, sebagaimana yang
dikemukakan oleh Ramanathan (1976) dalam Arief Suadi (1988), yaitu Akuntansi sosial
berkaitan erat dengan masalah : (1) Penilaian dampak sosial dari kegiatan entitas bisnis, (2)
mengukur kegiatan tersebut (3) melaporkan tanggungjawab sosial perusahaan, dan (4) sistem
informasi internal dan eksternal atas penilaian terhadap sumber-sumber daya perusahaan dan
dampaknya secara sosial ekonomi.

Tujuan akuntansi sosial


Adapun tujuan akuntansi sosial menurut Hendriksen (1994) adalah untuk memberikan
informasi yang memungkinkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap masyarakat dapat di
evaluasi. Ramanathan (1976) dalam Arief Suadi (1988) juga menguraikan tiga tujuan dari
akuntansi sosial yaitu : (1) mengidentifikasikan dan mengukur kontribusi sosial neto periodik
suatu perusahaan, yang meliputi bukan hanya manfaat dan biaya sosial yang di internalisasikan
keperusahaan, namun juga timbul dari eksternalitas yang mempengaruhi segmen-segmen sosial
yang berbeda, (2) membantu menentukan apakah strategi dan praktik perusahaan yang secara
langsung mempengaruhi relatifitas sumberdaya dan status individu, masyarakat dan segmen-
segmen sosial adalah konsisten dengan prioritas sosial yang diberikan secara luas pada satu
pihak dan aspirasi individu pada pihak lain, (3) memberikan dengan cara yang optimal, kepada
semua kelompok sosial, informasi yang relevan tentang tujuan, kebijakan, program, strategi dan
kontribusi suatu perusahaan terhadap tujuan-tujuan sosial perusahaan.

Berdasarkan tujuan akuntansi sosial yang diuraikan diatas dapat dipahami bahwa
akuntansi sosial berperan dan menjalankan fungsinya sebagai bahasa bisnis yang
mengakomodasi masalah–masalah sosial yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga pos–pos biaya
sosial yang dikeluarkan kepada masyarakat dapat menunjang operasional dan pencapaian tujuan
jangka panjang perusahaan.

Peran Akuntansi Sosial

Situasi dan kondisi seperti yang telah diuraikan diatas menuntut suatu entitas bisnis untuk
mampu mengakses kepentingan lingkungan sosialnya yang diikuti dengan pengungkapan dan
pelaporan kepada pihak–pihak yang berkepentingan sehingga melahirkan sebuah laporan
(output) yang mendeskripsikan segala aspek yang dapat mendukung kelangsungan hidup sebuah
entitas. Disinilah peran akuntansi diharapkan dapat merespons lingkungan sosialnya sebagai
perwujudan kepekaan dan kepedulian entitas bisnis terhadap lingkungan sosialnya.

Akuntansi sosial secara teoritis mensyaratkan perusahaan harus melihat lingkungan


sosialnya antara lain masyarakat, konsumen, pekerja, pemerintah dan pihak lain yang dapat
menjadi pendukung jalannya operasional karena pergeseran tanggungjawab perusahaan. Untuk
mendapatkan gambaran inilah perusahaan harus mampu mengakses lingkungan sosialnya,
setelah itu untuk menindak lanjuti dan mengukur kepekaan tersebut perusahaan memerlukan
informasi secara periodikal, sehingga informasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
yang bermanfaat bagi semua pihak (Shareholders, stakeholders, debtholders). Akuntansi sosial
dilaksanakan atas dasar aktifitas sosial yang dijalankan oleh suatu entitas bisnis, selanjutnya
diproses berdasarkan prinsip, metode dan konsep akuntansi untuk diungkapkan bagi pihak –
pihak yang berkepentingan, kemudian dari informasi yang dihasilkan pengguna informasi akan
dapat menentukan kebijakan selanjutnya untuk aktifitas sosial dan kebijakan untuk lingkungan
sosial entitas bisnis yang dijalankan.

Kemudian jika permasalahan akuntansi sosial ini dikaitkan dengan prinsip dasar good corporate
governance(GCG) yang menjadi issu penting pengelolaan perusahaan saat sekarang ini,
khususnya pada prinsip Responsibility yang berbicara tentang bagaimana entitas bisnis
bertanggung jawab kepada stakeholders dan juga lingkungan, Satyo (2001) menulis bahwa
prinsip dasar good corporate governance (pengelolaan yang baik), ini mengharuskan perusahaan
untuk memberikan laporan bukan hanya kepada pemegang saham, calon investor, kreditur dan
pemerintah semata tetapi juga kepada stakeholders lainnya, seperti masyarakat umum,
konsumen, serikat pekerja dan karyawan perusahaan secara individu.

Saat ini tuntutan pengelolaan perusahaan dengan baik (Good Corporate Governance)
juga telah menjadi issue global, dimana perusahaan-perusahaan multinasional yang menjalankan
operasionalnya di Indoensia selalu berusaha meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik,
sehingga perusahaan tidak hanya mementingkan motif bisnisnya saja, tetapi juga harus
memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat. Harahap (1993) memberikan contoh
bagaimana penerapan kepedulian sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia yang ditunjukkan
dalam bentuk partisipasi sponsorship kegiatan keagamaan dan penyaluran beasiswa pendidikan.

15.4 Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik adalah sebagai akuntansi dana masyarakat, yang selanjutnya dapat
diartikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan
dana masyarakat dilembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya,
pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM, dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek
kerjasama sektor publik swasta.

Perkembangan Akuntansi Sektor Publik


Beberapa tahun terakhir ini, masayarakat Indonesia mengalami perubahan yang cukup mendasar
dan besar, yang ditandai dengan meningkatnya keinginan akan akuntabilitas dan transparansi
kinerja terhadap pengelolaan sektor publik. Istilah reformasi merupakan cetusan untuk
mendudukan kembali keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan nilai. Sehingga
reformasi menjadi lebih menekankan pembangunan nilai yang diungkap dalam goog governance.

Ungkapan pemerintahan yang bersih dapat diinterpretasikan sebagai perwujudan indikator


kejujuran pemerintah. Dimasa yang lalu, kejujuran pemerintah lebih diartikan sebagai stabilitas
pemerintah. Sedangkan di masa reformasi, kejujuran diartikan sebagai pemerintah yang bersih.
Sehingga, mekanisme manipulasi yang dipraktekkan dimasa lalu harus di ganti dengan
mekanisme transparansi.

Perubahan politik dan krisis ekonomi telah menyebabkan munculnya kesadaran baru dikalangan
masyarakat Indonesia. Fungsi akuntansi saat ini, diharapkan menjadi turunan dari perkembangan
tuntutan masyarakat terhadap bidang akuntansi untuk memajukan sektor publik.

Penegakan etika pemeriksa saat ini menjadi suatu hal yang mendesak. Tuntutan dibatasi hanya
oleh profesi, dalam artian sepanjang aturan profesi dipenuhi maka akuntan dianggap sudah
memenuhi kewajiban dengan baik secara profesi maupun kemasyarakatan. Hal ini dinilai tidak
wajar, sebab masyarakat menuntut agar akuntan bisa dituntut dijalur hukum. Profesionalisme
profesi, hal ini terkait dengan kejujuran keahlian dan pribadi, telah dituntut untuk dapat dibawa
sebagai kredibilitas profesi dimata prosedur hukum masyarakat. Akuntan sebagai suatu profesi
diminta untuk terlibat secara aktif, terkait dengan pelaksanaan transparansi ekonomi.

Akuntansi sektor publik diharapkan lebih ditekankan pada sistem dan pemeriksaan akuntansi.
Sistem akuntansi sektor publik yang selama ini dikembangkan lebih melayani karakteristik
persaingan swasta. Ini tentunya merupakan kesalahan besar karena karakter dan evaluasi kinerja
publik amat berbeda dengan yang ada di swasta.

Pengukuran prestasi dan kinerja sektor publik merupakan titik berat pengembangan akuntansi
sektor publik. Penekanan terhadap efisiensi keuangan dan efektivitas manajemen akan menjadi
dua titik awal fokus pengembangan bidang akuntansi manajemen sektor publik ini.
Tujuan Akuntansi Sektor Publik

Adapun tujuan akuntansi sektor publik diantaranya yaitu:

1. Management Control

Tujuannya untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola suatu organisasi
dengan cepat, tepat, efisien serta ekonomis atas operasi dan penggunaan sumber daya yang
dipercayakan/dianggarkan untuk sebuah organisasi.

2. Accountability

Tujuan ini hampir sama dengan management control yaitu memberikan informasi yang berguna
untuk menager sektor publik yang digunakan untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab
daya/bidang/divisi yang berada di bawah wewenangnya. Selain itu juga untuk melaporkan
kegiatan kepada publik atas operasi pemerintah serta penggunaan dana/anggaran publik.

Faktor Pengaruh dan Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

Kehadiran akuntansi sektor publik dikarenakan adanya faktor-faktor pendukung yang membantu
pembentukannya. Faktor pertama yang mempengaruhi adalah sistem pemerintahan. Di Indonesia
sendiri sistem pemerintahan yang diterapkan adalah sistem demokrasi parlementer. Sistem
akuntasi sektor publik diterapkan dengan pengaruh dari lembaga-lembaga eksekutif dan legislatif
yang berada dalam kondisi check and balances. Faktor kedua yang ikut serta mempengaruhi
adalah sifat sumber daya yang tidak berkaitan langsung dengan hasil. Kemudian faktor terakhir
yang ikut mempengaruhi adalah kondisi politik negara yang dapat menimbulkan negoisasi antara
lembaga pemerintah dan legislatif.

Ruang lingkup dari akuntansi sektor publik lebih luas bila dibandingkan dengan sektor swasta.
Sesuai dengan namanya, bidang ilmu ini melingkupi ruang yang memiliki kepentingan bersama.
Bila akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan diterapkan dalam pemerintahan dan
swasta, akuntansi sektor publik juga melingkupi pada perencanaan keuangan dan pembangunan,
sistem pengawasan dan pemerikasaa, serta implikasi keuangan yang berdasar pada kebijakan
pemerintah. Secara lembaga, sektor publik lebih banyak diterapkan pada lembaga pemerintah
pusat dan daerah, perusahaan miliki negara, organisasi politik, LSM, hingga organisasi nirlaba.

Selain itu, kehadiran dari akuntansi sektor publik juga dapat mewujudkan karakteristik dari Good
Governance (pemerintahan yang baik). Karakteristik tersebut terdiri dari berbagai hal, antara lain
adalah:

 Transparancy, karakter yang diwujudkan dari adanya kebebasan dalam mendapatkan


informasi.
 Participation, karakter yang mewujudkan kebebasan dalam berasosiasi, berbicara, dan
berpartisipasi dengan konstruktif.
 Accountability, karakter yang berasal dari pertanggung jawaban yang real terhadap
publik.
 Consencus Orientation, karakter yang memiliki orientasi pada publik.
 Rule of law, karakter yang bertujuan untuk mewujudkan hukum yang dapat ditegakkan
tanpa memandang apapun.
 Equity, karakter ini bertujuan untuk mewujudkan persamaan dari hak keadilan dan
kesejahteraan.
 Responsiveness, karakater yang beruwuju dikap cepat dan tanggap terhadap pelayanan
publik.
 Strategic Vision, karakter yang mewujudkan visi dan misi yang ada dan jelas.
 Efficiency and Effectiveness, karakter yang mewujudkan pengelolaan dari sumber-
sumber daya mulai dari pengumpulannya hingga penggunaan sumber daya tersebut
dengan efektif, efisien, dan bertanggung jawab.

Kehadiran akuntansi sektor publik memang sangat penting dalam pembuatan laporan yang
terkait dengan transaksi dan kegiatan keuangan pada lingkup pemerintahan. Peranannya yang
penting ini juga tercantum dan didukung dasar hukum yang jelas seperti UUD 1945
amandeman IV yang menjelaskan keuangan negara, UU nomor 5 tahun 1974  pasal
64(Fungsi APBD), dan lainnya.
Daftar Pustaka
.         buku Akuntansi Internasional (International Accounting) karangan Frederick D. D. Choi Buku
1 Edisi ke 6 penerbit Salemba 4.
Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5
BUKU 1. Jakarta : Salemba Empat.
http://hmjakt-unnes.blogspot.com/2018/05/peran-akuntansi-internasional-dalam-era.html
Achmad Sonhadji, 1989 Akuntansi Sosial : Perananya dalam mengukur tanggung jawab
social perusahaan, suatu tinjauan analitis, majalah akuntansi, no. 10 bulan Oktober
https://www.dosenpendidikan.co.id/akuntansi-sektor-publik/