Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ADITIA PRATAMA PUTRA

NIM : 2016050557

1. Pada tanggal 1 Maret 2018 , Bapak Fauzi membeli sebuah rumah seluas 200 M2 yang berada
diatas sebidang tanah hak milik seluas 500 M2 di Kota Bogor dengan harga perolehan sebesar
Rp 550.000.000,- Berdasarkan data SPPT PBB atas objek tersebut ternyata NJOPnya sebesar
Rp.760.000.000,- (tanah dan bangunan). Bila NPOPTKP ditentukan sebesar Rp 60.000.000,-
Hitunglah kewajiban BPHTB yang harus dipenuhi oleh Bapak Fauzi !.
Jawab :
NPOP = Rp 760.000.000
NPOPTKP = Rp 60.000.000
NPOPKP = Rp 700.000.000 Tarif 5% BPHTB = Rp 35.000.000
2. Bapak Anwar membeli sebidang tanah di Surabaya pada tanggal 5 Januari 2018 dengan harga
perolehan menurut PPAT sebesar Rp.300.000.000,- dan BPHTBnya telah dibayar lunas pada
tanggal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan PBB Surabaya
Satu pada tanggal 7 Pebruari 2018, ternyata NJOP PBB atas tanah tersebut adalah sebesar
Rp.350.000.000,-Pada tanggal 1 Maret 2018 diperoleh data baru (novum), ternyata transaksi
yang benar atas tanah tersebut adalah sebesar Rp 400.000.000,- Atas temuan-temuan tersebut
diatas Kepala Kantor Pelayanan PBB Surabaya Satu telah menerbitkan SKBKB pada tanggal 7
Pebruari 2018 dan SKBKBT pada tanggal 1 Maret 2018. Berapa BPHTB yang harus dibayar oleh
Bapak Anwar tersebut berdasarkan SKBKB dan SKBKBT yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
Pelayanan PBB tersebut bila NPOPTKP ditentukan sebesar Rp 50.000.000,- . Hitung berapa
BPHTB yang sudah dibayar dan berapa yang seharusnya dibayar?
Jawab :
 BPHTB yang telah dibayar pada tanggal 5 Januari 2018 adalah: 5% x (300.000.000 -
50.000.000)=Rp12.500.000, 
 BPHTB yang seharusnya terutang pada tanggal 7 Pebruari 2008 : 5% x (350.000.000 -
50.000.000)=Rp15.000.000,- 
 BPHTB yang telah dibayar = Rp12.500.000,
 BPHTB kurang bayar = Rp 2.500.000,- 
 Denda : 2 x 2% x Rp2.500.000,- = Rp 100.000,- SKBKB = Rp 2.600.000,-
 BPHTB yang seharusnya terutang pada tanggal 1 Maret 2008 : 5% x (400.000.000 -
50.000.000) = Rp17.500.000,- 
 BPHTB yang telah dibayar = Rp15.000.000,- 
 BPHTB kurang bayar = Rp 2.500.000,- 
 Sanksi administrasi ( 100% ) = Rp 2.500.000,- SKBKBT = Rp 5.000.000,- 
3. Budi menerima hibah wasiat dari ayak kandungnya sebidang tanah dan bangunan dengan nilai
pasar Rp. 600.000.000,-, SPPT NJOP-nya Rp. 650.000.000 Apabila NPOPTKP ditetapkan Rp.
300.000.000, maka BPHTBnya adalah?
Jawab :
 Nilai Perolehan Objek Pajak Rp 600.000.000,00
 Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak Rp 300.000.000,00
 Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak Rp 300.000.000,00
 BPHTB yang seharusnya terutang = 5% x Rp 300.000.000,00 = Rp I5.000.000,00
 BPHTB yang terutang = 50% x Rp 15.000.000,00 = Rp 7.500.000,00
4. a. Tn. Samsul memiliki Toko dengan luas tanah/bangunan: Tanah 100 m2 dengan harga Rp.
4500.000/m dan Bangunan 80 m2 dengan harga Rp. 1200.000/m. dengan NJPOTKP adalah Rp.
10.000.000,-. Hitunglah SPPT PBB teutang objek tersebut!
Jawab :

 Tanah : 100 m2 x Rp 4500.000 = Rp 45.000.000


 Bangunan : 80 x Rp 1200.000 = Rp 96.000.000
 Nilai NJOP = Rp 546.000.000
 NJOP untuk penghitungan PBB :: Rp 546.000.000 – Rp 10.000.000 = Rp 536.000.000    
 NJKP : 20% x Rp 536.000.000 = Rp 107.200.000
 PBB yang terutang : 0,1% x Rp 107.200.000 = Rp 107.200

b. Tn. Hamdan memiliki Rumah dengan luas tanah/bangunan ,Tanah 1000 m2 dengan harga Rp.
5000.000/m dan Bangunan 500 m2 dengan harga Rp. 1500.000/m dengan NJPOTKP adalah Rp.
10.000.000,- Hitunglah SPPT PBB teutang objek tersebut!
Jawab :

 Tanah : 1000 m2 x Rp 5.000.000 = Rp 5000.000.000


 Bangunan : 500 x Rp 1.500.000 = Rp 750.000.000
 Nilai NJOP = Rp 1.250.000.000
 NJOP untuk penghitungan PBB :: Rp 1.250.000.000– Rp 10.000.000 = Rp 1.240.000.000    
 NJKP : 20% x Rp Rp 1.240.000.000     = Rp 248.000.000
 PBB yang terutang : 0,1% x Rp 248.000.000= Rp 248.000

5. Tn. Sukro membeli TV di Toko Terang seharga Rp 5.000.000,00. Atas pembelian ini pihak toko
memberi dua dokumen yaitu (1) nota “Lunas” untuk pengambilan barang (2) kuitansi tanda
bukti penerimaan uang. Apakan terhadap dokumen tersebut dikenakan Bea Materai?
Jawab :
Bea materai adalah pajak atas dokumen dan Bea adalah salah satu jenis pajak. Surat yang
memuat jumlah uang lebih dari Rp 1.000.000,00. Termasuk didalamnya yang menyebutkan
penerimaan uang dikenai bea materai . Jadi Tn. Sukro membeli TV di Toko Terang seharga Rp
5.000.000,00 dikenakan bea materai.

Anda mungkin juga menyukai