Anda di halaman 1dari 2

Kegiatan Belajar 1 Penguatan Integritas

Latihan Soal

Untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah di pahami, Anda diminta untuk

MENJAWAB STUDI KASUS yang disajikan pada halaman berikutnya.

Kegiatan Belajar 1 Penguatan Integritas


Tuliskan jawaban anda yang menggambarkan solusi dari kasus berikut:

Kasus: Anda menjadi guru di satu sekolah. Peraturan sekolah menentukan bahwa siswa yang terlambat tidak
bisa masuk kelas. Tujuannya untuk menegakkan disiplin siswa. Gerbang dikunci. Namun, tatkala guru datang
terlambat, ia boleh masuk, dan disaksi- kan siswa. Hal itu ternyata lumrah terjadi. Anda sudah mencoba
menyampaikan kepada kepala sekolah tapi tidak ada respon. Andapun sudah mencoba memperbaiki keadaan
dengan mengajak teman guru untuk tidak melakukan itu, tapi malah anda dikucilkan dan dianggap mengganggu
kenyamanan.

Pertanyaan:

1. Bagaimana langkah anda menghadapi situasi tersebut sebagai orang yang berinte- gritas? Buat dalam
bentuk naskah reflektif!
2. Buat daftar tentang faktor penyebab guru tidak berintegritas serta solusinya yang bisa dilakukan oleh diri
pribadi. Bukan solusi yang dilakukan pihak lain.
3. Berdasarkan kasus di atas sebagai referensi buat mind map tentang landasan dan prinsip penguatan
integritas dengan gambar yang anda buat sendiri.

Jawaban :

1. Sebagai seorang guru, saya telah lama mengamati fenomena kurangnya integritas guru dalam
menegakkan disiplin, terutama disiplin dalam manajemen waktu. Ketika para siswa yang terlambat tidak
diperbolehkan masuk dengan menutup gerbang sekolah, pada saat yang bersamaan seorang guru yang
juga terlambat dengan santainya masuk melalui gerbang. Dan Kepala Sekolah selaku pimpinan terkesan
antara tidak perduli dan tidak berdaya dalam hal memberikan teguran.

Namun pada sekolah lain, juga terdapat hal yang sama, tetapi siapa pun yang terlambat hadir ke sekolah,
baik siswa maupun guru mendapatkan sanksi yang sama bahkan guru lebih berat sanksinya seperti
pemotongan Tunjangan Kehadiran. Seluruh pelaku pendidikan tunduk pada satu aturan yaitu regulasi
dari yayasan.

Faktanya menurut Surya (2002: 5), guru sebagai pendidik profesional selayaknya mempunyai citra baik
di masyarakat, guru itu ditiru atau diturut sebagai contoh. Menurut Falsafah Jawa, guru diartikan sebagai
sosok teladan yang harus di “gugu lan ditiru” , dalam konteks falsafah Jawa ini berarti guru itu dianggap
sebagai pribadi yang pantas dijadikan panutan. Sementara bagaimana siswa akan meniru seorang guru
yang tidak disiplin. Merujuk pada pengertian disiplin yang dikutip oleh Garing Supriadi dalam bukunya
yang berjudul Etika Birokrasi, Disiplin merupakan sikap yang menggambarkan kepatuhan pada suatu
peraturan atau ketentuan yang berlaku dan merupakan suatu tuntutan bagi berlangsungnya kehidupan
bersama yang teratur, tertib yang merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan
perkembangan (Supriadi, 500 : 66). Maka diperlukan Guru yang memiliki disiplin yang menjadi role
model bagi siswanya.

Dengan melihat kasus di atas, sebagai guru yang berintegritas, saya mengambil langkah untuk tetap
melaksanakan peraturan yang ada di sekolah baik tertulis maupun tidak tertulis walaupun masih ada
guru selaku teman sejawat yang menganggap saya sebagai pencitraan dengan harapan siswa dapat
melihat mana guru yang dapat dijadikan contoh. Begitu juga dengan rekan sejawat dapat termotivasi
dengan perbuatan yang saya lakukan.

2. Daftar Faktor Penyebab guru tidak berintegritas beserta solusi terhadap pribadi guru

No. Faktor Penyebab Solusi


1. Motivasi Jadilah guru yang merupakan panggilan jiwa, bukan hanya
sekedar mendapat pekerjaan sehingga timbul kepedulian.
2. Lingkungan Ketika lingkungan kita tidak mendukung pelaksanaan
kedisiplinan maka kita tetap memegang teguh integritas yang
kita miliki dan tetap bertanggung jawab dengan tugas yang
diemban
3. Pola Pikir Pola pikir biasanya dipengaruhi oleh latar belakang seseorang,
apakah berasal dari keluarga yang menerapkan kedisiplinan
dan integritas yang tinggi. Maka disarankan untuk mengubah
pola pikir dengan banyak melihat rekan sejawat yang memiliki
pola pikir baik, memiliki disiplin yang tinggi, dalam pengertian
bertemanlah dengan orang yang positif sehingga kita tertular
memiliki pola pikir yang baik.
4. Kemampuan Memperbanyak ilmu dan literasi serta penguasaan teknologi
demi menunjang proses kegiatan belajar. Seperti mengikuti
seminar secara daring maupun luring.
5. Komitmen Agar tidak menjadi guru asal-asalan, seharusnya berkomitmen
dan niat untuk memiliki kejujuran serta integritas yang baik.

3. Mind Map