Anda di halaman 1dari 11

TELAAH JURNAL

BAGIAN ORTHODONTI

“PERAWATAN ORTHODONTIK AWAL - LAPORAN KASUS”

Diajukan untuk memenuhi syarat dalam melengkapi Kepaniteraan Klinik Bagian


Orthodonti

Oleh:
AMRI ALDY TANJUNG
0410070110032

Pembimbing : Dr. drg. Edrizal, Sp. Ort.

RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT


UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2020
BAGIAN ORTHODONTI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG

HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui translate yang berjudul “Perawatan Orthodontik Awal –


Laporan Kasus” dengan judul asli “Early Orthodontic Treatment – Case
Report”

Padang, Juli 2020

Disetujui Oleh

Pembimbing

(Dr. drg. Edrizal, Sp. Ort.)


PERAWATAN ORTHODONTIK AWAL - LAPORAN KASUS

Loredana Golovcencu, Daniela Anistoroaei, Georgeta Zegan, Iulia Catalina Saveanu

Abstrak

Perawatan ortodontik awal adalah salah satu perdebatan yang paling sering dalam

ortodontik. Petunjuk perawatan ortodontik dini adalah diketahuinya malkoklusi

sejak dini, waktu yang tepat untuk ortodontik dan terapi awal. Pada fase awal ini

klinisi dapat memulai perawatan preventif, perawatan fungsional dan interseptif

pada tahap pertama maloklusi untuk membatasi atau menghentikan pertumbuhan

abnormal dan perkembangan rahang dan lengkung gigi. Dalam makalah ini,

penulis menyajikan laporan kasus pada pasien selama periode gigi bercampur

dengan maloklusi kelas II skeletal, pola pertumbuhan vertikal, dirawat dengan

prosedur ortopedi dan ortodontik sederhana. Pasien menunjukkan koreksi yang

penting pada ketidakseimbangan tulang, susunan gigi yang baik dan oklusi kelas I

pada akhir fase awal perawatan ortodontik.

Kata kunci: perawatan ortodontik awal; interseptif.


PENDAHULUAN

Perawatan ortodontik awal dikenal dari zaman dulu, disebutkan dalam

tulisan-tulisan Hippocrates, Celsus dan Galen1. Pada akhir abad ke IXI dan awal

abad ke-XX, ortodontis seperti Pierre Robin, Andresen, Haupl, Balters

mengembangkan aktivator untuk koreksi sedini mungkin diskrepansi rahang dan

oklusi menggunakan ortodontik dentofasial. Kemudian, McNamara2,3 menekankan

pentingnya dan manfaat perawatan dua fase, di mana fase pertama dilakukan

dengan koreksi awal maloklusi dan setelah itu digunakan perawatan cekat.

Menurut Graber4, perawatan ortodontik awal mengacu pada perawatan profilaksis

dengan memperbaiki faktor etiologi (karies gigi, kebiasaan oral, prematur loss

gigi susu), ortodontik interseptif apabila masalah sudah terjadi dan modifikasi

pertumbuhan sebagai pedoman untuk meningkatkan/ mengubah pertumbuhan

skeletal.

LAPORAN KASUS

Seorang anak laki-laki, 9 tahun datang bersama orangtunya dengan

keluhan utama “penampilan anterior abnormal yang mana gigi insisivus atas,

seperti kelinci”. Riwayat kasus pasien menunjukkan adanya kebiasaan mengisap

ibu jari, terutama pada malam hari. Pada pemeriksaan ekstraoral ditemukan pola

pertumbuhan wajah panjang, dengan profil cembung, bibir terbuka selama

istirahat (rest posisi) dan protrusif gigi insisivus atas. Pemeriksaan intraoral

menunjukkan lengkung gigi atas panjang dan sempit, gigi bercampur, mandibula

retrognatik, maloklusi kelas 1 divisi 1 dengan overjet 10 mm dan oklusi lateral

"edge to edge" (Gbr.1).


Gambar 1. Pemeriksaan awal intraoral

Pemeriksaan sefalometrik lateral awal menunjukkan maloklusi skeletal

kelas II, dengan pola pertumbuhan hyperdivergent dan insisivus atas ke arah labial

(Gambar 2). Status dental dalam ortopantomografi (Gbr.3).


Gambar 2. Analisa sefalometrik pada awal perawatan

Gambar 3. Ortopantomografi awal


TUJUAN PERAWATAN

Fase I – Perawatan awal pada gigi bercampur

1. Hentikan kebiasaan mengisap ibu jari

2. Ekspansi dengan pranti lepasan

3. Koreksi maloklusi skeletal kelas II

4. Koreksi proklinasi gigi insisivus atas dan overjet

5. Mengurangi deep bite

6. Terapi miofungsional

Fase II – Piranti cekat

Untuk mencapai tujuan ini, penulis memulai perawatan menggunakan

piranti lepasan dengan bite riser (peninggi gigitan), labial bow dan sekrup

ekspansi. Piranti lepasan digunakan selama 6 bulan, 20 jam per hari dan sekrup

ekspansi diputar setiap 7 hari (Gbr.4). Setelah penggunaan piranti lepasan,

proklinasi gigi insisivus atas sebagian terkoreksi, overjet dan deep bite berkurang.

Oklusi lateral normal setelah pemakaian ekspansi maksila.

Gambar 4. Piranti lepasan dan pemeriksaan intraoral pada akhir tahap 1

Kemudian perawatan dilanjutkan menggunakan aktivator dengan labial

bow atas dan bawah dan midline mengurangi prognathisme maksila dan

merangsang mandibula maju. Aktivator digunakan dalam kasus ini, meskipun

memiliki efek rotasi posterior mandibula, karena menurut penilaian penulis


dianggap sebagai pilihan terbaik untuk koreksi kebiasaan oral dan maloklusi

skeletal kelas II (Gbr.5). Aktivator digunakan 14 jam/ hari, selama 9 bulan.

Sekrup diputar setiap 2-3 minggu untuk melanjutkan ekspansi maksila. Gambar 6

menyajikan temuan sefalometrik setelah aktivator. Skeletal kelas II tidak

terkoreksi sempurna (ANB = 6°) karena nilainya sangat besar pada awal

perawatan. (ANB = 11°), mendekati angka dengan pendekatan bedah. Setelah 9

bulan, aktivator diganti dengan alat myofunctional (Multi-T® RMO) pada malam

hari hingga gigi permanen erupsi lengkap untuk menstabilkan hubungan sagital

lengkung gigi dengan melatih otot mulut dan TMJ (Gbr.6).

Gambar 5. Pemasangan aktivator

Gambar 6. Alat multi-T sudah terpasang

HASIL PERAWATAN

Usia 11,5 tahun, semua gigi permanen kecuali molar kedua permanen

telah erupsi dan pasien menunjukkan oklusi kelas I dan keseimbangan lengkung
gigi baik dan juga meningkatkan hubungan skeletal secara sagital dan transversal

(Gbr. 7)

Gambar 7. Pasien pada akhir perawatan fungsional

Pemeriksaan sefalometrik lateral menunjukkan peningkatan hubungan

rahang sagital, dibandingkan pada saat awal perawatan, tetapi masih dalam pola

pertumbuhan vertikal (Gbr.8).

Gambar 8. Pemeriksaan sefalometrik sebelum (kiri) dan sesudah (kanan)


perawatan ortodontik awal
KESIMPULAN

1. Perawatan ortodontik awal adalah kesempatan yang sangat baik bagi pasien

yang mengalami ketidakseimbangan skeletal untuk meningkatkan

keharmonisan perkembangan matriks fungsional, baik pertumbuhan rahang

maupun struktur dentoalveolar 5,6,7.

2. Meskipun waktu perawatan lebih lama, perawatan ortodontik dengan dua

tahap ini lebih menguntungkan daripada perawatan fungsional. Dengan

menggunakan piranti ortodontik dan ortopedi sederhana, penulis dapat

menciptakan lingkungan yang tepat untuk mendapatkan respons jaringan

yang dapat diprediksi untuk otot, pertumbuhan tulang dan sutura pada pasien

muda.

REFERENSI

1. Asbell, MB. A brief history of orthodontics. Am.J.Orthod. Dentofacial


Orthop. 1990 Aug; 98(2): 176-83.
2. McNamara Jr, JA, Brudon WL. Orthodontic and orthopedic treatment in the
mixed dentition. Ann Arbor. Needham Press, 2001.
3. McNamara Jr,JA. Maxillary transverse deficiency. Am.J.Orthod. Dentofacial
Orthop. 2000;117: 567-70.
4. Graber L, Vanarsdall R, Vig K. Orthodontics. 5th Edition. Current principles
and techniques. Mosby, 2011.
5. Baccetti T, Franchi L, McNamara JA Jr. The Cervical Vertebral Maturation
(CVM) method for the assessment of optimal treatment timing in dentofacial
orthopedics. Semin Orthod. 2005;11:119-29.
6. Checherita, LE; Forna, NC; Macovei, AS; Racovita; Filip, F; Chiriac, A.
Influence of chemical therapeutical methods on manducatory muscles.
Revista de chimie Nov 2013;64(11):1312-1316.
7. Musich D, Busch MJ. Early orthodontic treatment: current clinical
perspectives. Alpha Omegan 2007;100(1):17-24