Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE

BLACK HAIRY TONGUE

Diajukan untuk memenuhi syarat dalam melengkapi

Kepaniteraan Klinik di Bagian Oral Medicine

Oleh

AMRI ALDY TANJUNG


0410070110032

Pembimbing : drg. Fitria Mailiza Sp.PM

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat

dan karunia-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan kasus “BLACK

HAIRY TONGUE” untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan

kepaniteraan klinik dapat diselesaikan.

Dalam kesempatan ini penulis dengan tulus menyampaikan terimakasih

khusuhnya kepada pembimbing drg. Fitria Mailiza Sp.PM yang telah memberikan

bantuan dan dorongan. Selain itu penulis juga mengucapkan kepada semua pihak

yang telah membantu.

Akhir kata penulis mengharapkan Allah SWT melimpahkan berkah-Nya

kepada kita semua dan semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat serta dapat

memberikan sumbangan pemikiran yang berguna bagi semua pihak yang

memerlukan.

Padang, Juli 2020

Amri Aldy Tanjung

ii
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS BAITURRAHMAH

PADANG

HALAMAN PENGESAHAN

Telah didiskusikan laporan kasus “BLACK HAIRY TONGUE” Guna

melengkapi persyaratan Kepaniteraan Klinik pada bagian Oral Medicine.

Padang, Juli 2020

Disetujui oleh

Dosen Pembimbing

(drg. Fitria Mailiza Sp.PM)

iii
LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE

Nama : Sakinah
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Alamat : jl. Lolongkaran
Pekerjaan : wiraswasta
Status : janda
Agama : Islam

Hari/tanggal Kasus Tindakan yang dilakukan Operator


Rabu, Smoker’s 1. Anamnesa Amri Aldy
8 Juli 2020 Melanosis 2. Pemeriksaan klinis Tanjung
3. KIE (04-032)

Padang, Juli 2020

Pembimbing,

(drg. Fitria Mailiza Sp.PM)

iv
LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE

A. DATA PASIEN

Nama : Sakinah
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : jl. lolongkaran
Pekerjaan : Wiraswasta
Status : Janda
Agama : Islam

B. RIWAYAT KESEHATAN

1. Keluhan Utama

Pasien datang ke RSGM Baiturrahmah dengan keluhan lidah

berwarna hitam.

2. Anamnesa

1. Apakah anda seorang perokok aktif? Iya

2. Pada usia berapa mulai merokok? Pada usia 30 tahun

3. Sudah berapa lama menjadi perokok aktif? Selama 15 tahun

4. Jenis rokok apa yang biasa dikonsumsi? Rokok dengan merk Gudang

Garam Surya

5. Berapa jumlah rokok yang dikonsumsi perhari? 2 bungkus

6. Apakah pernah merasa nyeri pada gusi yang mengalamai perubahan

warna? Tidak

7. Sejak berapa lama menyadari gusi yang mengalami perubahan warna?

Kurang mengetahui pasti


8. Apakah perubahan warna pada gusi terjadi sebelum menjadi perokok

aktif? Tidak, perubahan warna terjadi setelah menjadi perokok aktif

9. Apakah ada anggota keluarga mempunyai keadaan gusi yang sama?

Kurang mengetahui dengan pasti

10. Apakah mempunyai riwayat penyakit yang penting? tidak

3. Riwayat penyakit lalu : -

4. Riwayat penyakit sekarang : -

5. Riwayat penyakit keluarga : -

6. Riwayat sosial pekerjaan : -

7. Riwayat penyakit sistemik :

a. Golongan darah : AB

b. Tekanan Darah : tidak dilakukan

c. Penyakit jantung : -

d. Diabetes : -

e. Kelainan Darah : -

f. Hepatitis : -

g. Penyakit Gastrointestinal: -

h. Penyakit Lainnya : -

i. Alergi Obat-obatan : -

j. Alergi Makanan : -

C. PEMERIKSAAN KLINIS

1. Ekstra Oral

a. Gaya berjalan : Normal

b. Sikap : Normal
c. Warna Kulit : Sawo Matang

d. Bentuk Muka : Normal

e. Kelenjar getah bening : Tidak teraba

f. TMJ : Normal

g. Wajah : Simetris

h. Mata : Normal

i. Bibir : Black pigmentasi

2. Intra Oral

a. Gingiva : Black pigmentasi

b. Lidah : Tampak plak kehitaman

c. Palatum : Normal

d. Frenulum : Normal

e. Dasar mulut : Normal

f. Mukosa bukal : Normal

g. Mukosa labial : Black pigmentasi

h. Gigi :

D. CIRI KLINIS

Lidah mengalami perubahan warna menjadi kehitaman

E. OBAT YANG PERNAH DIKONSUMSI

F. DIAGNOSA SEMENTARA

Black Hairy Tongue

G. ETIOLOGI

Aktif merokok
H. DIAGNOSA BANDING

Oral Nevus : lesi yang dapat dijumpai dijaringan lunak mukosa rongga

mulut. Lesi ini merupakan proliferasi sel yang menghasilkan melanin.

I. TERAPI

KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)

1. Memberikan informasi kepada pasien bahwa zat-zat yang terkandung

dalam rokok dapat menyebabkan perubahan warna pada gusi dan gigi.

2. Mengurangi konsumsi rokok.

3. Banyak mengkonsumsi air putih karena seorang perokok aktif

biasanya sering mengalami mulut kering.

4. Menyikat gigi dengan teratur.

5. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah.

J. GAMBAR

Gambar 1. Black Hairy Tongue


PENDAHULUAN

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang biasa kita jumpai di setiap

tempat di dunia. Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan

berpendidikan tinggi maupun berpendidikan rendah. Merokok telah diketahui

dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Menurut World Health Organization

(WHO), lingkungan asap rokok adalah penyebab berbagai penyakit, dan juga

dapat mengenai orang sehat yang bukan perokok. Di Indonesia prevalensi

merokok tampak lebih tinggi lagi yaitu pada pria dilaporkan sekitar 50-70%

sedangkan pada wanita 3% (2). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun

2007 menunjukkan prevalensi perokok sebesar 20,0%, sedangkan pada hasil

tahun 2013 menunjukkan prevalensi perokok sebesar 22,1%. Terlihat terjadi

peningkatan jumlah perokok dari tahun 2007 ke tahun 2013.

Kandungan senyawa kimiawi dan temperatur asap rokok yang tinggi dapat

menyebabkan gangguan secara lokal di dalam rongga mulut. Perubahan yang

terjadi pada jaringan rongga mulut dapat diklasifikasikan ke dalam lesi malignan

dan non-malignan. Pada jaringan gigi, rokok menyebabkan diskolorasi pada

permukaan enamel terutama pada servikal gigi. Stain berwarna hitam kecokelatan

disebabkan oleh getah tembakau yang merupakan hasil dari sisa pembakaran

tembakau. Hal ini menyebabkan masalah estetis dan juga merupakan faktor

predisposisi penumpukan plak.

Hairy tongue merupakan suatu kondisi jinak dan tanpa rasa sakit pada

mukosa oral (lidah) yang ditandai dengan hipertrofi dan pemanjangan papila

filiformis yang abnormal padapermukaan dorsum lidah, yang membuat dorsum

lidah tampak berlapis seperti rambut. Kondisi ini merupakan respons hipertrofik
yang berhubungan dengan peningkatan deposisi keratin ataupengelupasan bagian

lapisan tanduk dari papila filiformis yang tertunda, dimana biasanya terjadi karena

kurangnya stimulasi mekanik dan debridement.


LAPORAN KASUS

Pasien perempuan berusia 45 tahun datang ke RSGM Baiturrahmah

dengan keadaan gusi berubah warna menjadi kehitaman dan dorsum lidah terlihat

kehitaman. Pasien mengatakan bahwa gusi berubah warna sejak 15 tahun yang

lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit pada gusi pada saat makan

maupun minum. Pasien merupakan seorang perokok aktif sejak 15 tahun yang

lalu. Pasien belum pernah mengkonsumsi obat-obatan terkait perubahan warna

pada gusi. Pasien tidak dalam keadaan demam dan tidak memiliki riwayat

penyakit sistemik lainnya.

Pemeriksaan ektra oral wajah simetris dan lympnode submandibular tidak

teraba dan tidak sakit. Pasien tidak ada menderita kelainan TMJ. Saat datang

pasien tidak dilakukan pemeriksaan vital sign, pemeriksaan nadi tidak dilakukan,

suhu tidak dilakukan, dan pemeriksaan pernafasan tidak dilakukan. Hasil

pemeriksaan intra oral terdapat perubahan warna kehitaman pada gingiva.

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan didapatkan diagnosis

untuk pasien adalah black hairy tongue. Tidak dilakukan pemberian obat, pasien

dianjurkan mengurangi konsumsi rokok. Banyak mengkonsumsi air putih karena

seorang perokok aktif biasanya sering mengalami mulut kering. Pasien juga

diinstruksikan untuk menyikat gigi dan lidah dengan teratur dan banyak

mengkonsumsi sayur dan buah.


Diagnosa banding

Diagnosa banding dari black hairy tongue adalah candidiasis dan coated

tongue. Candidiasis merupakan kelainan yang disebabkan oleh infeksi dari

kandida. Thrush memiliki gambaran klinis berupa plak putih yang dapat dikerok

dengan meninggalkan daerah erosi atau pendarahan pada daerah lesi. Coated

tongue atau lidah berselaput merupakan penampilan klinis pada dorsum lidah

yang tampak seperti tertutup oleh suatu lapisan berwarna putih atau warna lain

yang merupakan tumpukan debris, sisa-sisa makanan, dan mikroorganisme.

Coated tongue dapat dikerok serta tidak mengalami pemanjangan papila

filiformis. Hal ini merupakan ciri atau karakteristik yang membedakan kelainan

ini dengan hairy tongue.


PEMBAHASAN

Black hairy tongue (BHT) adalah kondisi bawaan, dan tidak berbahaya.

Pada lidah orang yang mengalami BHT, terjadi perubahan tampilan akibat

hipertrofi atau penebalan dan pemanjangan abnormal dari papila filiformis di

bagian belakang lidah, serta penumpukan sel-sel kulit mati pada papila permukaan

lidah. Akibat dari penebalan dan pemanjangan abnormal tersebut, bakteri, jamur,

rokok, makanan, serta bahan-bahan lainnya tertahan, dan lidah mengalami

penebalan berwarna hitam seperti karpet. Perlu diingat, warna penebalan papila

filiformis pada BHT tidak selalu berwarna hitam, tetapi dapat juga cokelat,

kuning, hijau, biru, bahkan tanpa warna.

Black hairy tongue adalah kondisi yang sementara dan tidak berbahaya,

yang menyebabkan tampilan gelap dan berbulu pada lidah. Kondisi tersebut

disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati pada titik-titik kecil (papila) pada

permukaan lidah yang mengandung indera pengecap. Papila ini, yang lebih

panjang daripada normalnya, mudah menjebak dan ternoda oleh tembakau,

makanan atau zat lainnya, serta bakteri atau jamur. Walau black hairy tongue

dapat terlihat mengkhawatirkan, biasanya kondisi ini tidak menyebabkan masalah

kesehatan dan tidak terasa sakit. Black hairy tongue biasanya akan membaik

sendiri tanpa perawatan medis.

Beberapa gejala yang dapat terjadi pada kondisi black hairy tongue adalah:

 Perubahan warna lidah menjadi hitam, cokelat, biru, hijau dan warna lainnya

yang sering mengganggu penampilan

 Perubahan bentuk struktur lidah yang seperti berambut


 Perubahan rasa pengecapan atau terasa seperti tidak nyaman ketika

mengunyah dan menelan makanan, seperti rasa logam

 Halitosis atau napas yang bau

 Terjadi refleks mengeluarkan makanan (gagging) apabila papila filiformis

tumbuh sangat tebal

 Pada infeksi jamur di daerah BHT, dapat terjadi sensasi rasa panas di lidah

atau glossopyrosis.

Black hairy tongue disebabkan oleh proyeksi papilla filiformis yang

terdapat pada lidah. Proyeksi pemanjangan dan penebalan papila filiformis ini

disebabkan sel-sel di papilla tersebut tidak dapat mengelupas (shedding) secara

normal, dan menumbuhkan bentukan papila yang seperti rambut hingga 15 kali

besar dari bentuk normal. Bakteri, jamur, makanan, dan debris lainnya dapat

menumpuk di papilla filiformis dan menyebabkan perubahan warna. Berikut ini

adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya BHT.

 Kebersihan mulut yang tidak terjaga

 Kebiasaan merokok

 Konsumsi banyak kopi, teh, atau alkohol dalam jumlah banyak

 Penggunakan antibiotik yang dapat menggangu keseimbangan flora

normal di mulut

 Dehidrasi atau mulut kering (xerostomia) atau gangguan dalam produksi

saliva

 Penggunakan obat kumur yang mengandung peroksida, mentol, atau witch

hazel

 Penggunakan obat-obatan yang mengandung bismuth


 Terapi radiasi di daerah kepala dan leher

 Memiliki jenis kelamin pria, menggunakan obat-obatan terlarang,

dan positif mengidap HIV

BHT adalah suatu kondisi yang dapat sembuh dengan sendirinya dan

umumnya memiliki prognosis yang baik. Menjaga kesehatan dan kebersihan

rongga mulut merupakan cara terbaik untuk menangani BHT. Berikut ini

beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan mulut

dan menghilangkan BHT.

 Gosok gigi dengan menggunakan sikat yang halus setiap sesudah makan

atau dua kali sehari, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

 Sikat lidah menggunakan sikat yang halus atau sikat khusus lidah pada

saat menyikat gigi, untuk membantu mengangkat sel-sel mati, bakteri, dan

sisa-sisa makanan pada lidah.

 Gunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan

mengangkat plak yang berada di gigi.

 Minum dengan cukup setiap hari untuk membantu menjaga mulut supaya

tidak mengalami dehidrasi, dan membantu menjaga kebersihan mulut.

 Menghentikan kebiasaan merokok, bila Anda merokok.

 Kunjungi dokter gigi secara rutin untuk membersihkan dan memeriksakan

gigi.

Bila dengan cara-cara tersebut BHT tidak hilang, dokter dapat meresepkan

obat-obatan seperti antibiotik, antijamur, tretinoin, hingga melakukan tindakan

pembedahan pada BHT menggunakan laser atau electrosurgery.


DAFTAR PUSTAKA

Itjiningsih, W. H. 1995. Anatomi Gigi. Jakarta : EGC. Hal: 239.


O Solomon, savage WF, Ayanbadejo P. smoker’s melanosis in anigerian
population: a preliminary study. Journal of comtemporary dental practice.
2007;8(5):1-6.
Fawzani N, Triratnawati A. Terapi berhenti merokok ( studi kasus 3 perokok berat
). Makara Kesehatan. 2005;9(1):15-22.(internet). Available from
http://journal.ui.ac.id/health/article/view/342 . Diakses tanggal 9 Juni
2017.
Wijaya AA. Merokok dan tuberculosis. 2012:8:18-22. (internet). Available from
http://ppti.info/ArsipPPTI/PPTI-Jurnal-Maret-2012.pdf. Diakses tanggal 9
Juni 2017.
Syahdrajat T. Merokok dan masalahnya. Dexa media. 2007:20:184-5.
Kusuma ARP. Pengaruh rokok terhadap terhadap kesehatan gigi dan rongga
mulut. Majalah ilmiah sultan agung. (internet). Available from
http://journal.unissula.ac.id/majalahilmiahsultanagung/article/view/20.
Diakses tanggal 9 Juni 2017.
Djokja RM, Lampus BS, Mintjelungan C. Gambaran perokok dan angka kejadian
lesi mukosa muludi desa mosongan kecamatan banggai tengah. Jurnal e-
gigi. 2013;1(1):38-44. (internet). Available from
http://journal.unissula.ac.id/majalahilmiahsultanagung/article/view/20.
Diakses tanggal
Tumilisiar LD. Tembakau dan pengaruhnya terhadap kesehatan mulut.
J.kedokteran meditek. 2011;17(44):19-23.
Pindborg JJ. Atlas penyakit mukosa mulut. Tangerang : Binapura aksara
publishing; 2009, p.214.
Sabrinath, Sivapathasundharam, ghosh gaurav, dhivya. pigmentation. Indian
journal of dental advancements. 2009;1(1):41
Langlais R.B, Miller C.S. Atlas berwarna kelainan rongga mulut yang lazim.
Jakarta: hiporates.2000,p.70