Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN

LAYANAN BIMBINGAN
KLASIKAL
SEMESTER… (GANJIL/GENAP) TAHUN PELAJARAN ........

Asesmen : AUM UMUM


Tingkat : SMA
Item permasalahan :
Belum mengetahui bakat diri sendiri untuk jabatan/pekerjaan apa

Layanan dasar
A Komponen Layanan
Pribadi/Karir
B Bidang Layanan
C Topik layanan Minat Karir
D Fungsi Layanan Fungsi pemahaman dan Pencegahan
a. Peserta didik mengetahui minat pekerjaan berdasarkan
kondisi dirinya
E Tujuan Umum b. Peserta didik memahami pentingnya memilih pekerjaan
berdasarkan minat
c. Peserta didik mampu menentukan minat pekerjaan
sesuai dirinya
F Tujuan Khusus Memperkaya informasi yang terkait dengan perencanaan
dan pilihan karir
Sasaran layanan Kelas XI/Genap
G
H Materi layanan Teori Minat Karier Holland

I Waktu 2 x 45 Menit
J Sumber
Hutama, Praditya. 2015. Pengembangan Modul
Informasi Karir untuk Peserta Didik Kelas X
SMK Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Skripsi Universitas Negeri Jakarta
Manrihu, Muhammad Thayeb . 1992 . Pengantar
Bimbingan dan Konseling Karier . Jakarta .
Bumi Aksara
Mundson, E Norman .2014. Elemen-Elemen Penting
Dalam Konseling Karir ; Berbagai Proses Dan
Teknik. Yogyakarta: Pustaka pelajar
Winkel, W.S & Sri Hastuti . 2005. Bimbingan dan
Konseling di Institusi Pendidikan . Jakarta: PT.
Grasindo
Ceramah/Penugasan Individu
K Metode/ Teknik
LCD, Laptop, Power Point (PPT) dan Lembar penugasan
L Media/Alat
N Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyapa
peserta didik dengan kalimat yang membuat siswa
bersemangat dan mengajak untuk berdoa sebelum
a. Pernyataan Tujuan
memulai kegiatan layanan
2. Guru menanyakan kabar peserta didik dan memberikan
ice breaking Tepuk Semangat, untuk membangun
kesiapan dan konsentrasi peserta didik.
3. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan tentang tujuan bimbingan yaitu
mengetahui tipe kepribadian dan minat karir dalam
membuat pilihan pendidikan lanjutan ataupun pekerjaan
b. Penjelasan tentang 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan
langkah-langkah tanggung jawab peserta didik
kegiatan a. Peserta didik mendengarkan dan memperhatikan
penjelasan guru
b. Peserta didik mengehargai pendapat orang lain
c. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan
2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita
akan melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita
sepakat akan melakukan dengan baik.

Guru BK/Konselor memberikan penejelasan tentang topik yang


c. Mengarahkan kegiatan
akan dibicarakan
(konsolidasi)
d. Tahap Peralihan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
(Transisi) menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan
kgeiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
1. Mengamati tayangan slide ppt (tulisan, gambar, video)
a. Kegiatan peserta didik 2. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
3. Mengerjakan penugasan individu
4. Menjelaskan hasil akhir dari penugasan
b. Kegiatan guru 1. Memaparkan materi mengenai minat karier dengan
Bimbingan dan menggunakan media power point
Konseling atau 2. Memberi tugas individu kepada peserta didik
konselor 3. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
4. Mengevaluasi hasil pekerjaan peserta didik
5. Membuat catatan-catatan observasi selama proses layanan
3. Tahap Penutup
1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan mengungkapkan
kemanfaatan dan kebermaknaan kegiatan secara lisan
3. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan
salam
O Evaluasi
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan :
(contoh :semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
1. Evaluasi Proses 3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya : sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan
topik/ tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit
dipahami
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, peserta didik
mengisi lembar evaluasi hasil yang berisakan beberapa soal
2. Evaluasi Hasil yang mempunyai nilai jawaban nilai benar dan salah. Hasil
tersebut dapat mengetahui pemahaman dan ketercapaian
layanan yang diterima oleh peserta didik.

Lampiran :
1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap
2. Lembar kerja peserta didik (kalau ada)
3. Intrumen penilaian

Mengetahui : ………….., …………….


Kepala Sekolah Guru BK/ Konselor

....................................... ........................................
Lampiran Materi Teori Karier Holland

A. Teori Kepribadian Holland

Kepribadian seseorang menurut John Holland merupakan hasil dari keturunan


dan pengaruh lingkungan (Osipow, 1983: 84). Dijelaskan pula bahwa suatu pemilihan
pekerjaan atau jabatan merupakan hasil dari interaksi antara factor hereditas
(keturunan) dengan segala pengaruh budaya, teman bergaul, orang tua, orang dewasa
yang dianggap memiliki peranan yang penting. Selain itu John L. Holland juga
merumuskan tipe-tipe (golongan) kepribadian dalam pemilihan pekerjaan berdasarkan
atas inventori kepribadian yang disusun atas dasar minat.

Kemudian, setiap tipe-tipe kepribadian itu dijabarkan ke dalam suatu model


teori yang disebut model orientasi (the model orientation). Model orientasi ini
merupakan suatu rumpun perilaku perilaku penyesuaian yang khas. Setiap orang
memiliki urutan orientasi yang berbeda-beda, dan hal inilah yang menyebabkan
mengapa setiap orang itu mempunyai corak hidup yang berbeda-beda.

Urutan orientasi yang pertama terhadap suasana lingkungan pekerjaan


tertentu merupakan corak hidup yang utama dan pertama, urutan model orientasi
kedua terhadap lingkungan kerja yang lainnya dan merupakan corak hidup yang
kedua bagi seseorang untuk selanjutnya. Penempatan urutan corak hidup itu sangat
bergantung dari tingkat kecerdasan serta penilainnya terhadap diri sendiri. Makin jelas
penempatan urutan corak hidupnya maka akan semakin menghasilkan pola pilihan
yang tepat bagi seseorang. Namun perlu digarisbawahi, jika model orientasi John L.
Holland ini mengajukan model orientasi berdasarkan budaya Amerika.

Winkel & Hastuti (2005 ; 634-635) menjelaskan bahwa pandangan Holland


mencakup tiga ide dasar, yaitu :

1. Semua orang dapat digolongkan kedalam enam tipe kepribadian, yaitu : Tipe
Realistik (The Realistic Type), Tipe Peneliti/Pengusut (The Investigative Type),
Tipe Seniman (The Artistic Type), Tipe Sosial (The Social Type), Tipe Pengusaha
(The Enterprising Type), dan Tipe Orang Rutin (Conventional Type).

Semakin mirip seseorang dengan salah satu di antara enam tipe itu, maka
semakin nampak ciri-ciri dan corak perilaku yang khas untuk tipe bersangkutan.
Setiap tipe kepribadian adalah suatu tipe teoritis atau tipe ideal, yang merupakan
hasil dari interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal. Berdasarkan
interaksi itu manusia muda belajar lebih menyukai kegiatan/aktivitas tertentu,
yang kemudian melahirkan suatu minat kuat yang pada gilirannya menumbuhkan
kemampuan dan keterampilan tertentu.
2. Berbagai lingkungan yang di dalamnya orang hidup dan bekerja, dapat
digolongkan menjadi: Lingkungan Realistik (The Realistic Environment),
Lingkungan Penelitian/Pengusutan (The Investigative Environment), Lingkungan
Kesenian (The Artistic Environment), Lingkungan Pengusaha (The Enterprising
Environment), Lingkungan Pelayanan Sosial (The Social Environment),
Lingkungan Bersuasana Kegiatan Rutin (The Conventional Environment).

Semakin mirip lingkungan tertentu dengan salah satu di antara enam


model lingkungan, makin tampaklah di dalamnya corak dan suasana kehidupan
yang khas untuk lingkungan bersangkutan. Masing-masing model lingkungan
hidup, didominasi oleh orang yang bertipe kepribadian tertentu.
Sebagai sebuah contoh, ingkungan kesenian didominasi oleh orang yang
bertipe orang seniman, dalam arti kebanyakan orang yang hidup dan bekerja di
lingkungan itu termasuk tipe kepribadian ini. Masing-masing model lingkungan
hidup memberikan kesempatan tertentu dan menimbulkan tantangan tertentu pula.
Mengingat keenam tipe kepribadian menunjukkan pola minat dan
kompetensi tertentu, maka bilamana banyak orang dari tipe kepribadian tertentu
berkumpul untuk hidup dan bekerja sama, mereka menciptakan suasana yang
mencerminkan tipe kepribadian mereka dan menarik orang lain yang bertipe sama
untuk menggabungkan diri dengan mereka. Salah satu metode yang digunakan
untuk meneliti lingkungan tertentu ialah menghitung jumlah orang dari berbagai
tipe kepribadian yang hidup dan bekerja di situ. Hasil hitungan ini ditransformasi
menjadi presentase. Presentase tinggi dari tipe kepribadian tertentu menciptakan
suasana yang khas.
3. Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai
menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational
homogeneity), sehingga seseorang dapat mengembangkan diri dalam
lingkungannya dan merasa puas.

Sebagai sebuah contoh : seseorang diketahui paling mendekati tipe sosial,


akan lebih cenderung memasuki lingkungan pelayanan sosial karena lingkungan
itu diketahui paling sesuai dengan kepribadiannya sendiri dan paling memuaskan
baginya, sedangkan orang lain yang diketahui paling mendekati tipe orang rutin,
akan lebih cenderung memasuki lingkungan yang bersuasana kegiatan rutin,
seperti pegawai di kantor, resepsionis, akuntan, dan pegawai perpustakaan.
Sebaliknya, orang yang memasuki lingkungan yang jauh dari tipe kepribadian
yang paling khas baginya akan mengalami konflik dan tidak akan merasa puas,
sehingga cenderung untuk meninggalkan lingkungan okupasi itu dan mencari
lingkungan lain yang lebih cocok baginya.
Meskipun teori Holland memberikan perhaian pada keturunan, lingkungan
an pengaruh mereka pada pemilihan karir, penekananya adalah pada faktor-faktor
yang berdampak pada pemilihan di titik waktu tertentu. Teori Holland dapat
dirangkum dalam empat pernyataan (Norman, 2014:20) :
1. Kepribadian individu dapat dideskripsikan sebagai kombinasi dari enam tipe:
realistik, investigatif, artistik, sosial, enterprising, dan konvensional
2. Lingkungan (termasuk pekerjaan, pekerjaan tertentu, program studi, dan kegiatan
waktu luang) dapat dideskripsikan sebagai kombinasi dari keenam tipe yang sama
3. Orang-orang dengan tipe tertentu dibuat tertarik oleh lingkungan dengan tipe yang
sama atau mirip
4. Menempatkan diri di sebuah lingkungan dengan tipe yang sama, atau yang sangat
mirip dengan dirinya sendiri memberikan kontribusi yang signifikan pada potensi
kepuasan, persitensi dan kontribusi individu di lingkungan itu.

Holland berpegang pada keyakinan, bahwa suatu minat yang menyangkut


pekerjaan dan okupasi adalah hasil perpaduan dari sejarah hidup seseorang dan
keseluruhan kepribadiannya, sehingga minat tertentu akhirnya menjadi suatu ciri
kepribadian yang berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan, bidang studi
akademik, hobi, berbagai kegiatan rekreatif dan banyak kesukaan yang lain
(Winkel & Hastuti, 2005 : 636-637). Salah satu indikasi dari minat ialah kesukaan
seseorang untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, sedangkan ketidaksukaan
menjadi kontraindikasi.
Holland sendiri mengembangkan beberapa tes yang dapat membantu orang
untuk mengenal diri sendiri, seperti : The Vocational Preference Inventory di
tahun 1977 dan Self-directed Search di tahun 1979 (Winkel & Hastuti, 2005 :
637). Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe
kepribadian dan antara model-model lingkungan, yang dituangkan dalam bagan
yang disebut Hexagonal Model dan model ini menggambarkan aneka jarak
psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan, makin
pendek jarak (menurut garis-garis dalam model) antara dua tipe kepribadian maka
makin dekat kedua tipe itu dalam makna psikologisnya dan makin panjang jarak
(menurut garis-garis dalam model) maka makin jauh kedua tipe itu dalam makna
psikologisnya (Winkel & Hastuti, 2005 : 637).
Konsep-konsep lain yang mendukung aplikasi praktis keempat pernyataan ini
termasuk yang disebutkan dibawah ini”
1. Tipe Realistik

Senang bekerja dengan alat, objek, mesin, atau hewan. Mengembangkan keterampilan
manual, mekanik, pertanian, dan/atau kelistrikan. Lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan
yang melibatkan membangun atau memperbaiki benda-benda. Cenderung membumi
dan praktis.
2. Tipe Investigatif

Menyukai kegiatan yang melibatkan ilmu biologis dan fisika. Mengembangkan


kemampuan matematika dan sains. Lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan dibidang sains
dan medis. Cenderung ingin tahu, rajin, dan mandiri.
3. Tipe Artistik

Lebih menyukai kegiatan-kegiatan kreatif daripada rutinitas. Mengembangkan


keterampilan di bidang bahasa, seni, musik, dan drama. Lebih menyukai pekerjaan-
pekerjaan yag mempergunakan talenta kreatif. Cenderung kreatif dan berpikir keras.
4. Tipe Sosial

Menyukai kegiatan yang melibatkan pemberian informasi, mengajar, dan menolong orang
lain. Mengembangkan kemampuan untuk bekerja dengan orang-orang. Lebih menyukai
pekerjaan-pekerjaan seperti mengajar, merawat, dan konseling. Cenderung suka
menolong dan ramah.
5. Tipe Enterprising

Menyukai kegiatan yang memungkinkan untuk memimpin atau mempengaruhi orang lain.
Mengembangkan kemampuan kepemimpinan, daya persuasi, dan keterampilan-
kemampuan “orang penting” lainnya. Lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang
melibatkan perjualan produk atau mengelola orang. Cenderung ambisius, ramah,
energetik, dan percaya diri.
6. Tipe Konvensional
Menyukai kegiatan yang memungkinkan pengorganisasian informasi secara jelas dan
tertib. Mengembangkan keterampilan organisasional, ketatausahaan, dan aritmatika.
Lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan merekam, hitung-meghitung,
mengetik, atau mengoperasikan komputer. Cenderung bertanggungjawab, dapat
diandalkan, dan berorientasi detail.
Tipe seseorang paling tidak dapat diakses dengan empat cara : (1)
pengadministrasian Self-Directed Search Holland, atau Vocational Prefences Inventory:
(2) pengadministrasian instrumen-instrumen yang disusun oleh penulis dan penerbit lain
yang menggunakan tipologi Holland (mungkin dengan nama-nama yang berbeda untuk
keenam tipenya), termasuk Kuder Career Interest Assessment, Strong Interest
Inventory, Campbell Interest and Skill Survey, O*Shea Career Decision-Making
System, dan Career Assessment Inventory ; (3) asesmen informa, termasuk wawancara
terstruktur, bagian Holland Party Game, atau Occupational Daydream dari Self-
Directed Search; atau (4) analisis pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang diminati dan
keterampilan dimiliki oleh individu.
Holland (Manrihu, 1992 : 77-78) juga menambah tiga asumsi tentang orang-
orang dan lingkungan-lingkungan, asumsi-asumsi ini adalah:
1. Konsistensi, pada diri seseorang atau lingkungan, beberapa pasangan tipe lebih
dekat hubungannya daripada yang lainnya. Misalnya, tipe-tipe realistik dan
investigatif lebih banyak persamaannya daripada tipe-tipe konvensional dan artistik.
Konsistensi adalah tingkat hubungan antara tipe-tipe kepribadian atau antara model-
model lingkungan. Taraf-taraf konsistensi atau keterhubungan diasumsikan
mempengaruhi preferensi vokasional. Misalnya, orang yang paling menyerupai tipe
realistik dan paling menyerupai berikutnya dengan tipe investigatif (orang yang
realistikinvestigatif) seharusnya lebih dapat diramalkan daripada orang yang
realistik-sosial.
2. Diferensiasi, beberapa orang atau lingkungan lebih dibatasi secara jelas daripada
yang lainnya. Misalnya, seseorang mungkin sangat menyerupai suatu tipe dan
menunjukkan sedikit kesamaan dengan tipe- tipe lainnya, atau suatu lingkungan
mungkin sebagian besar didominasi oleh suatu tipe tunggal. Sebaliknya, orang yang
menyerupai banyak tipe atau suatu lingkungan yang bercirikan kira-kira sama
dengan keenam tipe tersebut tidak terdiferensiasi atau kurang terdefinisikan. Taraf
di mana seseorang atau suatu lingkungan terdefinisikan dengan baik adalah taraf
diferensiasinya.
3. Kongruensi, berbagai tipe memerlukan berbagai lingkungan. Misalnya, tipe-tipe
realistik tumbuh dengan subur dalam lingkungan-lingkungan realistik karena
lingkungan seperti itu memberikan kesempatan-kesempatan dan menghargai
kebutuhan-kebutuhan tipe realistik. Ketidakharmonisan (incongruence) terjadi bila
suatu tipe hidup dalam suatu lingkungan yang menyediakan kesempatan-
kesempatan dan penghargaan-penghargaan yang asing bagi preferensi-preferensi
atau kemampuan-kemampuan orang itu - misalnya, tipe realistik dalam suatu
lingkungan sosial.

1.1 Hubungan di antara tipe-tipe Holland

Derajat Konsistensi Pola kepribadian


Tinggi RI, RC, IR, IA, AI, AS
SA, SE, ES, EC, CE
Sedang RA, RE, IS, IC, AR, AE
SI, SC, EA, ER, CS, CI
Rendah RE, IE, AC, SR, EI, CA
Ada hubungan berbasis penelitian di antara keenam kelompok Holland, yang
menghasilkan urutan R,I,A,S,E dan C (yang dimulai dari titik manapun) pad asegi-
enamnya yang terkenal, yang ditunjukkan pada gamabr 1.1 konsep ini disebut konsistensi.
Individu-individu mungkin memiliki kode-kode yang sangat kosistensi (dua huruf pertama
di dalam kode personal terletak berdekatan pada segi enam), kode-kode yang cukup
konsisten (dua huruf pertama pada kode personal berjarak satu poin atu sama lain pada
segi-enam). Derajat konsistensi memberikan informasi tentang kesamaan atau
ketidaksamaan (dalam kaitannya dengan tugas pekerjaan sehari-hari dari sebuah
pekerjaan) minat-minat individu dan tentang potensi untuk mengombinasikan minat-minat
individu sebuah pekerjaan.
RI (dan semua kode lain di mana kedua lingkungannya saling bersebelahan)
kode yang sangat konsisten karena kedua hurufnya bersebelahan pada segi enam. Ini
berarti bahwa mungkin ada banyak pekerjaan yang menggabungkan keua jenis kegiatan
dan bahwa dua bidang minat utama individu tersebut sangat kompatibel dan membutuhkan
keterampilan yang serupa dan menawarkan lingungan yang agak mirip.
RA, RE, IS (dan semua kode lain dimana kedua lingkungannya saling terpisah
satu titik pada segi enam) kode dengan konsistensi sedang karena kedua hurufnya terpisah
satu titik pada segi enam. Mungkin lebih sulit, meskipun bukan berarti tidak mungkin,
untuk menemukan pekerjaan-pekerjaan yang mengombinasikan dua bidang ini, meskipun
mereka merepresentasikan dua lingkungan yang cukup berbeda.
RS,IE (dan semua kode yang saling bersebrangan pada segi enam) kode dengan
inkonsistensi tinggi karena kedua lingkungannya bersebrangan satu dengan yang lain pada
segi enam. Dengan kata lain, dua bidang minat tertinggi orang itu membutuhkan jenis-
jenis keterampilan dan kegiatan yang sangat berbeda.
Lampiran Tugas Individu
Nama :

Kelas :

Kerjakanlah kuesioner sederhana ini untuk membantu kamu mendapatkan gambaran


mengenai karakter/keterampilan manakah yang paling menonjol dalam dirimu.

Petunjuk pengerjaan :

1. Tuliskan identitas anda terlebih dahulu

2. Baca setiap butir pernyataan

3. Berikan tanda silang (X) atau ceklist pada kolom jawaban untuk setiap pernyataan
yang sesuai dengan diri kamu

No. Pernyataan (X)


1. Saya menyukai olahraga dan kegiatan fisik lain

2. Saya menyukai alam/menikmati berada diluar ruangan

3. Saya realistis dan praktis

4. Saya memiliki jiwa petualang dan berani

5. Saya memiliki tangan yang terampil

6. Saya mampu melakukan perbaikan kecil pada alat

7. Saya suka Matematika, IPA dan Komputer

8. Saya mampu menginterpretasikan rumus kimia sederhana

9. Saya memiliki rasa penasaran yang tinggi


10. Saya suka mencoba untuk memahami mengapa suatu hal terjadi

11. Saya suka belajar di Laboratorium

12. Saya suka membaca buku ilmiah atau majalah ilmiah

13. Saya kreatif dan imajinatif


14. Saya suka menonton film, pertunjukan dan teater

15. Saya suka membuat orang lain tertawa

16. Saya suka membuat sketsa, menggambar, atau melukis

17. Saya suka menjadi pemain dalam kelompok musik, orkestra, atau
teater
18. Saya suka membaca dan menulis cerita ataupun puisi

19. Saya suka menolong dan peduli terhadap orang lain

20. Saya suka berpartisipasi dalam pencarian dana atau amal

21. Saya mudah akrab dengan orang lain

22. Saya mampu dalam menjelaskan sesuatu kepada orang lain

23. Saya adalah pendengar yang baik dan dapat memahami perasaan orang
lain
24. Saya mampu memimpin diskusi kelompok

25. Saya tahu bagaimana menjadi pemimpin yang berkualitas

26. Saya sangat percaya diri

27. Saya mampu mengelola usaha kecil

28. Saya suka membujuk dan meyakinkan orang lain

29. Saya tidak bisa diam dan penuh semangat

30. Saya dikenal dapat berbicara dengan orang yang sulit/keras kepala

31. Saya mampu mengarsip tugas dan berkas-berkas lain

32. Saya suka keteraturan dan kejelasan

33. Saya sangat berhati-hati dan disiplin

34. Saya orang yang sangat teliti

35. Saya suka membuat catatan pengeluaran yang terperinci

36. Saya hanya mengerjakan sesuatu jika instruksinya jelas

Sekarang ayo kita lihat hasilnya!


Untuk mengetahui hasilnya, kamu tinggal menjumlahkan pernyataan yang kamu beri
tanda silang berdasarkan nomor berikut:

Realisti Conventional
Investigatif Artistik Social Enterprising
s
1 7 13 19 25 31
2 8 14 20 26 32
3 9 15 21 27 33
4 10 16 22 28 34
5 11 17 23 29 35
6 12 18 24 30 36

Hasilnya adalah....
Realistis =
Investigatif =
Artistik =
Sosial =
Enterprising =
Conventional =

Lampiran Instrumen penilaian

Penilaian Proses

No Indikator yang diamati Ya Tidak


.
1. Materi bimbingan saya butuhkan

2. Media bimbingan menarik

3. Kegiatan bimbingan membuat saya terlibat aktif

4. Saya antusias mengikuti bimbingan

5. Kegiatan bimbingan bermanfaat untuk


kehidupan saya
Jumlah

Keterangan :  A  :  Baik =  Jumlah  Skor 5-6

                      B :  Cukup =  Jumlah skor  3– 4

                      C :  Kurang =  Jumlah skor  1 – 2

Penilaian Hasil
Nama :
Kelas :
Petunjuk Pengisian
a. Tuliskan Identitasmu pada tempat yang telah disediakan
b. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
c. Kerjakan dengan jujur sesuai pengetahuan anda
1. Berapa jumlah tipe kepribadian menurut Holland?
a. 5 c. 4
b. 6 d. 7
2. Dibawah ini yang merupakan tipe kepribadian yang benar yaitu, kecuali…
a. Humanis c. Artistik
b. Investigatif d. Konvensional
3. Tipe kepribadian yang menyukai kegiatan yang memungkinkan pengorganisasian informasi
secara jelas dan tertib. Cocok bekerja menjadi…
a. Pilot c. Psikolog
b. Sekretaris d. Artis
4. RIASEC merupakan singkatan dari ….
a. Realistis, Investigatif, Arsitek, Sosiolog, Enterprising, Convensional
b. Realistis, Insert, Artis, Sosiolog, Enterprising, Convensional
c. Realistis, Investigatif, Artistik, Sosial, Enterprising, Convensional
d. Realistis, Investasi, Artistik, Sosial, Entertain, Convensional
5. Menurut Holland dalam memilih pekerjaan dapat berdasarkan…
a. Kemampuan c. minat
b. Pendidikan d. takdir