Anda di halaman 1dari 1

KB.

Seringkali kita sering menghukum anak karena tidak berintegritas, padahal pada saat yang sama kita
sering menunjukan bahwa kita sendiri belum berintegritas. Misalnya anak akan dihukum karena
terlambat datang ke sekolah di saat yang sama ada guru yang terlambat tetapi tidak mendapatkan
hukuman apapun. Ketidakkonsistenan ketika ada orang dewasa yang melanggar aturan kita anggap
itu hal yang biasa. Padahal itu adalah cara ampuh mengajari mereka untuk tidak konsisten.
Pertanyaan:

1. Tentukan pendekatan yang paling relevan didukung oleh fakta-fakta di lapangan untuk
menunjukkan konsistensi berperilaku pada diri anda sendiri!
2. Upaya apa yang dilakukan untuk meluaskan konsistensi perilaku berintegritas kepada lingkup
yang lebih luas. Seberapa tingkat keyakinan anda terhadap ke- berhasilannya.

Jawaban Soal No. 1

a.Pendekatan Pengalaman merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan oleh guru dengan
memberikan pengalaman-pengalaman terhadap para siswa dalam rangka menanamkan nilai-nilai
pendidikan. Kelebihan pendekatan ini adalah dapat menumbuhkan dan menambahkan integritas para
siswa sehingga lebih mudah memahami akan suatu pelajaran,karena dia sudah mengalaminya,
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

b.Pendekatan Pembiasaan merupakan pendekatan yang dilakukan oleh guru terhadap para
siswadengan cara menanamkan kebiasaan yang baikdalam kehidupan mereka,karena dengan
pembiasaan yang baik bias membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang baik,begitu pula
sebaliknya jika siswa diajarkan pembiasaan buruk maka hasil dari kepribadiannya juga bias menjadi
buruk.

Jawaban Soal No. 2

Saya memiliki keyakinan 80% akan berhasil bila setiap individu mulai dari diri pribadinya terlebih
dahulu melakukan pembiasaan yang baik dan berintegritas kemudian di lingkungan keluarga,sekolah
dengan anak didik dan teman sejawatnya dan akan meluas ke lapisan masyarakat yang terkait akan
berkomitmen bersama untuk berperilaku berintegritas.