Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah meneliti hubungan tingkat

pengetahuan dan sikap perawat dengan tindakan pengkajian airway,

breathing, circulation (ABC) pada pasien cidera otak berat (COB) di IGD

RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Provinsi

Nusa Tenggara Barat dengan pertimbangan:

a. Berdasarkan data Rekam Medis RSUD Provinsi NTB, pada bulan

Agustus tahun 2015 jumlah kunjungan ke IGD RSUD Provinsi NTB

adalah 2.546 orang. Ini menunjukkan adanya peningkatan dari

bulan Juni yaitu 2.424 orang. Berdasarkan Riskesdas 2014, kasus

cedera kepala di Nusa Tenggara Barat berjumlah 0.4% dari total

seluruh kasus cedera.

b. Merupakan Rumah Sakit Pendidikan milik pemerintah yang telah

peneliti ketahui keadaan umumnya.

c. RSUD Provinsi NTB sering digunakan sebagai lahan praktik bagi

mahasiswa keperawatan.

40
41

2. Waktu Penelitian

a. Penyusunan skripsi ini dimulai bulan Oktober 2016 sampai

dengan Juni 2017.

b. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada tanggal 18

April 2017 sampai dengan 29 April 2017.

B. Desain Penenlitian

Desain penelitian merupakan hasil akhir dari suatu tahap

keputusan yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimana

suatu penelitian bisa diterapkan, serta sebagai strategi untuk

mendapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan pengujian hipotesis

atau untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sebagai alat untuk

mengontrol atau mengendalikan variabell yang berpengaruh dalam

penelitian (Nursalam, 2015),

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dimana

penelitian ini mencoba menganalisis adanya hubungan dari beberapa

variable yang diteliti melalui hasil pengamatan dan wawancara

(Notoatmojo, 2010), sedangkan bila ditinjau dari segi waktu penelitian ini

termasuk Crossectional dimana peneliti melakukan observasi atau

pengukuran variabel Independen dan variabel dependen dilakukan pada

saat yang bersamaan atau dalam satu waktu tertentu tanpa melakukan

tindak lanjut (Nursalam, 2003).


42

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah subjek (manusia: klien) yang memenuhi kriteria

yang telah ditetapkan (Nursalam, 2015).

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di instalasi

gawat darurat RSUD Provinsi NTB yang berjumlah 38 Orang

2. Sampel dan Sampling

a. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan

objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi

(Notoatmojo, 2010).

Pada penelitian ini sampel yang dipilih adalah perawat IGD

RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat yang melaksanakan

pengkajian ABC pada pasien COB .

b. Besar sampel

Pada penelitian ini jumlah sampel yang di teliti yaitu

sebanyak 38 sampel dalam kurun waktu penelitian selama satu

bulan pada 19 April s/d 29 April 2017.

c. Teknik Sampling

Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi dari

populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam, 2011).


43

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian

ini adalah total sampling, yaitu seluruh populasi diambil untuk

dijadikan sampel.

D. Variabel Penelitian

1. Variabel Independen

Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang

mempengaruhi atau nilainya menentukan variabel lain. Variabel bebas

biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur untuk diketahui

hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel lain (Nursalam,

2015).

Variabel independen pada penelitian ini adalah pengetahuan

dan sikap perawat IGD RSUD Provinsi NTB.

2. Variabel Dependent

Variabel dependen atau variebel terikat adalah varibel yang

dipengaruhi nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel respons

akan muncul sebagai akibat dari manipulasi variabel-variabel lain

(Nursalam, 2015).

Variable dependent dalam penelitian ini adalah tindakan

pengkajian airway, breathing circulation (ABC) pada pasien cedera

otak berat (COB) yang dilaksanakan oleh perawat IGD RSUD Provinsi

NTB.
44

E. Data yang Dikumpulkan

Data yang dikumpulkan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Data Primer

Menurut Riwidikdo (2013), data primer adalah data yang secara

langsung diambil dari obyek penelitian oleh peneliti perorangan

maupun organisasi sehingga diperoleh jawaban atas pertanyaan yang

disediakan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Adapun data

primer dalam penelitian ini adalah:

a. Data karakteristik responden yang meliputi : umur, jenis kelamin,

pendidikan dan masa kerja.

b. Data pengetahuan perawat tentang pelaksanaan pengkajian

airway, breathing, circulation (ABC).

c. Data sikap perawat tentang pengkajian airway, breathing,

circulation (ABC).

d. Data tentang pelaksanaan pengkajian airway, breathing, circulation

(ABC) pada pasien COB di IGD RSUD Provinsi Nusa Tenggara

Barat.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti

melalui pihak kedua atau pihak lain (Riwidikdo, 2013).

Data sekunder dalam penelitian ini berupa gambaran umum

tempat penelitian di RSUD Provinsi NTB.


45

F. Cara Pengumpulan Data

1. Data Primer

a. Data karakteristik responden yang meliputi umur, jenis kelamin,

pendidikan dan masa kerja diperoleh melalui alat bantu kuesioner

yang dibagikan kepada responden.

b. Data mengenai pengetahuan perawat diperoleh dengan alat bantu

kuestioner yang dibagikan kepada responden.

c. Data mengenai sikap perawat diperoleh dengan alat bantu

kuesioner yang dibagikan kepada responden.

d. Data tentang pelaksanaan pengkajian airway, breathing, circulation

(ABC) pada pasien COB di IGD RSUD Provinsi Nusa Tenggara

Barat diperoleh melalui observasi menggunakan ceklist.

2. Data Sekunder

Data tentang gambaran umum RSUD Provinsi Nusa Tenggara

Barat dan ruang tempat penelitian yaitu ruang Instalasi Gawat Darurat

(IGD) diperoleh melalui penelusuran di bagian Litbangkes.

G. Pengolahan Data

Pengolahan data pada dasarnya merupakan suatu proses untuk

memperoleh data atau data ringkasan berdasarkan suatu kelompok data

mentah dengan menggunakan rumus tertentu sehingga menghasilkan

informasi yang diperlukan (setiadi, 2007).

Adapun cara pengolahan data dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut.
46

1. Data primer

a. Data kerakteristik responden yang meliputi umur, jenis kelamin,

pendidikan dan masa kerja diolah secara deskriptif dan disajikan

dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

b. Data tentang pengetahuan perawat tentang pelaksanaan

pengkajian airway, breathing, circulation (ABC) diolah secara

deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Data tersebut kemudian diinterpretasikan dengan skala yang

bersifat kualitatif, yaitu :

1) Baik : Hasil presentase 76 % - 100%.

2) Cukup : Hasil presentase 56 % - 75 %.

3) Kurang : Hasil presentase  56 %.

c. Data sikap perawat terhadap pelaksanaan pengkajian airway,

breathing, circulation (ABC) pada pasien COB diolah secara

deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Untuk menganalisis sikap menjadi unfavorable (negatif) atau

favorable (positif). Untuk menentukan skor akhir responden

digunakan rumus :

x n−x́
T= 50 + 10 ( SD )
Keterangan :

T = Nilai skor akhir responden

x n = Nilai skor responden


47

x́ = Nilai rata-rata kelompok

SD = Standar deviasi (simpangan baku/ kelompok)

Dimana nilai SD dapat dicari dengan menggunakan rumus :

∑ (x n−x́)2
SD=
√n−1

Keterangan :

= jumlah pengamatan

n = jumlah sampel

Setelah nilai T ditentukan kemudian dikategorikan sebagai

berikut:

Sikap Positif : jika T ≥ mean T

Sikap Negatif : jika T < mean T

d. Data observasi tentang pelaksanaan pengkajian airway,

breathing, circulation (ABC) pada pasien COB diolah secara

deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Hasil dari observasi akan di beri bobot 1-4 dengan ketentuan :

apabila pernyataan itu dilaksanakan 0 sampai 4 item diberi bobot

1, bila pernyataan dilaksanakan 5 sampai 8 item diberi bobot 2,

bila pernyataan dilaksanakan 9 sampai 12 item diberi bobot 3, bila

pernyataan dilaksanakan 13 sampai 16 item diberi bobot 4. Untuk

keperluan analisis inferensial maka nilai yang dipakai adalah nilai

skor total antara 1 – 4, sedangkan untuk interpretasi keadaan

kategori asuhan keperawatan maka dilakukan pengelompokan


48

yaitu baik, sedang dan kurang. Baik jika > x́ + 1 SD, cukup Jika =

x́ ± 1 SD, kurang jika < x́ - 1SD.

2. Data Sekunder

Data tentang gambaran umum RSUD Provinsi NTB diolah dan

disajikan dalam bentuk deskriptif.

H. Analisis Data

Data hubungan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan

pengkajian airway, breathing, circulation (ABC) pada pasien COB

dianalisis menggunakan uji spearman rank dengan bantuan SPSS for

windows release dengan taraf signifikasi 0.05 (α=0.05). Bila signifikasi <

0.05. maka ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan

pengkajian airway, breathing, circulation (ABC).

Data hubungan sikap perawat terhadap pelaksanaan pengkajian

airway, breathing, circulation (ABC) pada pasien COB dianalisis

menggunakan uji chi square dengan bantuan SPSS for windows release

dengan taraf signifikasi 0.05 (α=0.05). Bila signifikasi < 0,05 maka ada

hunbungan sikap perawat dengan pelaksanaan pengkajian airway,

breathing, circulation (ABC).

I. Definisi Operasional

Definisi oprasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang

diamati dari sesuatu yang di definisikan tersebut (Nursalam 2015). Definisi

Oprasional Hubungan Pendidikan dan Masa Kerja Perawat terhadap


49

Pelaksanaan Pengkajian ABC Pada Pasien COB di IGD RSUD Provinsi

NTB

Tabel 2. Definisi Operasional Prilaku Perawat dalam Pelaksanaan


Pengkajian Airway, Breathing Circulatioan (ABC)

Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Hasil Ukur

Independent: Segala sesuatu Kuesioner Nominal Baik :


yang diketahui 76–100%
Pengetahuan responden yang Cukup :
diperoleh melalui 56 –75%
pendidikan, Kurang :
pengalaman kerja, < 56%
ataupun pelatihan
mengenai
pelaksanaan
pengkajian airway,
breathing,
circulation (ABC)
pada pasien cob
meliputi:
a. D
efinisi pengkajian
airway,
breathing,
circulation (ABC),
b. W
aktu
pelaksanaan
airway,
breathing,
circulation (ABC),
c. M
anfaat
pengkajian
airway,
breathing,
circulation (ABC),
d. T
anda-tanda
airway terbuka.
50

e. T
indakan yang
dilakukan selama
pengkajian
airway.
f. T
anda-tanda jalan
nafas yang
abnormal
g. T
indakan yang
dilakukan pada
pasien dengan
ketidak
adekuantan
ventilasi atau
oksigenasi.
h. T
anda-tanda
gangguan pada
pengkajian
sirkulasi.
Sikap Tangapan Kuesioner Ordinal Positif:
responden Jika T ≥
mengenai Tindakan mean T.
pengkajian airway,
breathing, Negatif:
circulation (ABC) Jika T<
pada pasien COB mean T.
berupa sikap
mendukung atau
tidak mendukung
(setuju atau tidak
setuju) mengenai
pertanyaan yang
meliputi:
a. W
aktu
dilakukannya
pemeriksaan
ABC
b. S
ikap perawat
dalam
51

menerapkan
prinsip
pengkajian ABC
c. S
ikap mengenai
tindakan yang
dilaksanakan
ketika
melaksanakan
penggkajian ABC
d. T
indakan yang
perawat lakukan
ketika pengkajian
airway.
e. T
indakan yang
dilakukan ketika
pengkajian
sirkulasi
f. I
ntervensi yang
diberikan pada
pasien gangguan
sirkulasi
g. T
indakan
pengkajian yang
dilakukan untuk
mengetahui
adanya
gangguan jalan
nafas.
Dependen:
Pelaksanaan Tindakan yang Observasi Ordinal Baik jika
Pengkajian dilaksanakan Cek list >x́+1SD,
ABC pada perawat cukup Jika
Pasient COB sehubungan dengan =x́±1SD,
pelaksanaan kurang jika
pengkajian airway, <x́-1SD.
breathing,
circulation (ABC)
meliputi.
a. Pengkajian jalan
52

mengenai nafas
pasien
b. Pengkajian
mengenai
pernafasan
pasien
c. Pengkajian
mengenai
sirkulasi pasien

J. Masalah Etika

Dalam melakukan penelitian, setelah mendapatkan rekomendasi

dari Poltekkes Mataram kemudian dilanjutkan dengan mengajukan

permohonan ijin kepada direktur RSUD Provinsi NTB untuk mendapat

persetujuan. Selanjutnya peneliti mengadakan pendekatan kepada

kepala ruangan IGD RSUD Provinsdi NTB untuk koordinasi. Kemudian

quesiner dikirim ke responden dengan menekankan masalah etik yang

meliputi.

1. Lembar Persetujuan Menjadi Respondent

Setelah responden diberi penjelasan mengenai penelitian yang

akan dilakukan, kemudian responden bersedia diteliti maka responden

harus menandatangani lembar persetujuan tersebut. Jika responden

menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak memaksa dan tetap

menghormati haknya. Lembar penjelasan dan persetujuan.

2. Tanpa Nama
53

Untuk menjaga kerahasiaan identitas respondent, lembar

pengumpulan data tidak mencantumkan nama responden, lembar

pengumpulan data cukup diisi nomer kode.

3. Confidentiality (Kerahasiaan)

Kerahasiaan informasi yang diberikan responden dijamin oleh

peneliti.