Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : IV
Nama Mata Pelatihan : Akuntabilitas
Nama : Mutiara Rosalina
Nomor Daftar Hadir : 19
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : UPT Diklat BKPSDM Kota Lubuklinggau

A. POKOK PIKIRAN
1. Pengertian
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya
nilai-nilai publik. Nilai-nilai publik tersebut antara lain adalah:
1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, antara
kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi;
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS
dalam politik praktis;
3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelayanan publik;
4. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara
pemerintahan.
2. Aspek-Aspek Akuntabilitas
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara individu/kelompok/institusi
dengan negara dan masyarakat. Pemberi kewenangan bertanggung jawab memberikan arahan
yang memadai, bimbingan, dan mengalokasikan sumber daya sesuai dengan tugas dan
fungsinya. Dilain sisi, individu/kelompok/institusi bertanggung jawab untuk memenuhi semua
kewajibannya.
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results oriented)
Dalam konteks ini, setiap individu/ kelompok/institusi dituntut untuk bertanggungjawab
dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan berupaya untuk
memberikan kontribusi untuk mencapai hasil yang maksimal.
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires reporting)
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuens (Accountability is meaningless without consequences)
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Dalam hal ini proses setiap individu/kelompok/institusi akan
diminta pertanggungjawaban secara aktif yang terlibat dalam proses evaluasi dan berfokus
peningkatan kinerja.
3. Pentingnya Akuntabilitas.
PNS perlu menjadi pelayan masyarakat dengan mengenalkan nilai-nilai akuntabilitas untuk
membentuk sikap, dan perilaku PNS dengan mengedepankan kepentingan publik, imparsial, dan
berintegritas. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu:
a. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi)
b. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);
c. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Akuntabel

1. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan
yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
2. Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah Mendorong komunikasi yang lebih besar dan
kerjasama antara kelompok internal dan eksternal;
3. Integritas Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk menjunjung tinggi dan
mematuhi semua hukum yang berlaku;
4. Tanggungjawab (Responsibilitas) Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan
memberikan kewajiban bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan,
karena adanya tuntutan untuk bertanggungjawab atas keputusan yang telah dibuat.
5. Keadilan Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. ketidakadilan harus dihindari
karena dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan
kinerja akan menjadi tidak optimal.
6. Kepercayaan Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini akan
melahirkan akuntabilitas.
7. Keseimbangan Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan adanya
keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
8. Kejelasan
9. Konsistensi

CONTOH KASUS

Sumber : https://www.neraca.co.id/article/7473/rekening-gendut-pns-temuan-ppatk-bukti-lemahnya-akuntabilitas

REKENING "GENDUT" PNS TEMUAN PPATK - Bukti Lemahnya Akuntabilitas

Jakarta - Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan rekening "gendut” milik
pegawai negeri sipil (PNS). Hebatnya, jumlah yang tertera dalam rekening PNS tersebut terbilang tak
wajar karena ada yang mencapai ratusan miliar rupiah. Lalu dari mana uang sebesar itu? Di mata
peneliti ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho, temuan PPATK itu sebenarnya menunjukkan betapa
lemahnya administrasi publik di republik ini. Pasalnya, dengan struktur gaji PNS yang normal, jelas
tidak mungkin PNS bisa memperoleh tabungan sampai miliaran rupiah di bank.
“Pendapatan menyimpang di luar struktur gaji PNS melalui cara-cara menyeleweng jelas dilarang oleh
undang-undang apapun. Ini persoalan akuntabilitas”, tegas Agus kepada Neraca, Senin (28/11).
Agus meyakini, hampir di semua lembaga pelayanan publik dalam kegiatan ekonominya memungkinkan
oknum PNS melakukan manipulasi, korupsi dan penyelewengan. Di bidang perpajakan, bahkan
pelayanan yang terkait dengan agama pun, oknum-oknum itu bergentayangan. “Sulit memilah sektor
pelayanan publik yang mana yang menjadi pusat korupsi, karena hampir di setiap lembaga membuka
celah untuk melakukan korupsi”, ujarnya.
Menurut dia, setidaknya ada dua modus penyelewengan oknum PNS untuk memperkaya diri. Pertama,
berupa gratifikasi, terkait dengan arus income yang masuk dari kalangan swasta, kaitannya dengan
pelayanan publik yang dia berikan. Kedua, perilaku korupsi para PNS yang memanipulasi anggaran
APBN.
“Pola pengadaan barang dan jasa atau tender proyek-proyek pemerintah juga menjadi sarang KKN
antara oknum PNS dengan swasta. Tender yang tidak transparan membuat persekongkolan antara
panitia lelang dengan swasta penyedia pekerjaan. Mulai dari proses pendaftaran sampai pengumuman
pemenangan tender sangat rawan dengan fee atau penyuapan. Di situlah, oknum PNS memperkaya diri”,
jelas Agus.
B. PENERAPAN
Dari kasus diatas bisa kita pelajari bahwa akibat oknum ASN tidak memiliki integritas dan
akuntabilitas yang baik maka mereka akan dengan sangat mudah melakukan pelanggaran hokum
seperti memperkaya diri sendiri dengan uang Negara atau korupsi dan pungli juga banyak lagi
lainnya. Ini tentu menyadarkan kita bahwa pentingnya menanamkan akuntabilitas dalam diri ASN
apalagi CPNS seperti saya ini, karena jika sudah terbentuk akuntabilitas dalam diri sejak dini maka
akan makin mudah juga kita mengimplementasikannya kedalam kehidupan sehari-hari karena sudah
terbiasa dan mendarah daging sehingga tidak akan lagi ada kasusu ASN korupsi, memperkaya diri
dan juga pugli karena sudah sadar betul ASN adalah bentuk amanah yang harus diemban dengan
baik.
Akuntabilitas bukan hanya sekedar kata tapi juga lebih dari situ, kita harus bekerja dengan memiliki
sifat akuntabilitas yang dimana jika memiliki sifat akuntabilitas tentu 9 nilai akuntabilitas juga ada
dalam dirikita. Kita akan bertanggungjawab dengan bekerjaan yang menjadi tanggungjawab kita,
tidak merasa terbebani dalam mencapai target yang telah ditetapkan di tempat kerja kita, juga akan
dengan senang hati dan aman dalam melaksanakan kewajiban kita dalam mempertanggungjawabkan
hasil dari kinerja kita, dan akan dengan senang hati memperbaiki jika memang masih ada kinerja kita
yang belum baik dan konsisten dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan
adil dan baik.