Anda di halaman 1dari 11

PEMERINTAH KOTA BANDUNG

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah


(DPRD)
Jl. Sukabumi No.30, Kacapiring, Batununggal,
Kota Bandung 40271,

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

(RKS)

PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON GEDUNG DPRD

KOTA BANDUNG ( LELANG ULANG)

Konsultan Perencana :
PT. ANDRA CIPTA CONSULT
B A B I

PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

Pasal 1
LINGKUP PEKERJAAN

1.1. Nama Kegiatan / Pekerjaan


Kegiatan : Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
Tahun Anggaran 2018
Pekerjaan : Perbaikan Dak Beton Gedung DPRD Kota Bandung (Lelang Ulang)
Lokasi : Jalan Sukabumi No.30 Bandung

1.2. Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan yang dimaksud item 1.1 pasal ini adalah :

1.2.1 PEKERJAAN FISIK BANGUNAN


PEKERJAAN PERSIAPAN
PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON LANTAI 3 SAMPING KANAN
PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON LANTAI 3 SAMPING KIRI
PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON LANTAI 4 SAMPING KANAN
PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON LANTAI 4 SAMPING KIRI

1.2.2 PEKERJAAN LAIN – LAIN


Pekerjaan lain - lain yang nyata termasuk dalam lengkap pekerjaan ini ( Perizinan dll ).
Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pemborong termasuk pula pengadaan tenaga kerja,
bahan - bahan, alat - alat dan segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan yang
dilaksanakan.

1.3. Acuan Pelaksanaan Pekerjaan :


a. Syarat - syarat dan ketentuan - ketentuan yang tercantum di dalam RENCANA KERJA DAN SYARAT-
SYARAT pekerjaan ini ;

b. Gambar - gambar yang dilampirkan pada RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT pekerjaan ini ;

c. Keterangan - keterangan dan gambar - gambar yang diberikan oleh Direksi kepada pemborong pada waktu
Rapat Penjelasan Pekerjaan / Rapat Aanwijzing Pekerjaan / Risalah Aanwijzing.

d. Petunjuk - petunjuk atau saran - saran yang diberikan oleh Direksi pada waktu pekerjaan dilaksanakan.

Pasal 2
SITUASI

2.1 Hal mana pekerjaan Pembangunan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu rapat
penjelasan, untuk itu para calon Pemborong wajib meneliti situasi medan terutama kondisi bangunan, sifat dan
luasnya pekerjaan dan hal lain yang berpengaruh terhadap harga penawaran.

2.2 Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari.

2.3 Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pembangunan akan dilaksanakan.

Rencana Kerja dan Syatat-Syarat ( RKS ) 1


Pasal 3
PEKERJAAN PERSIAPAN

3.1 Pembuatan jalan masuk sementara untuk lalu - lintas orang dan bahan.
Peletakan jalan masuk sementara, diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas kerja.

3.2 Pembuatan saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar areal pekerjaan selalu dalam keadaan kering.

3.3 Untuk menjamin mutu dan kelancaran pekerjaan, pemborong harus menyediakan:

3.3.1 Pelaksana akhli yang benar-benar mengerti gambar dan cara-cara pelaksanaan.

3.3.2 Tenaga Pelaksana yang terampil dalam bidang pengerjaan.

3.3.3 Bahan-bahan harus sudah ada ditempat pekerjaan menjelang waktu pengerjaan sehingga tidak akan
terjadi kelambatan pelaksanaan dari jadual yang telah ditentukan.

3.5 Buku Harian untuk mencatat semua petunjuk-petunjuk, keputusan-keputusan dan detail-detail yang penting dari
pekerjaan.

3.6 Laporan Bulanan mengenai kemajuan pekerjaan yang memuat sekurang-kurangnya keterangan-keterangan yang
berhubungan dengan kejadian selama satu bulan dan Risalah Kemajuan / Progress Report tersebut berupa
rangkuman dari :
- Logistik bahan bangunan dan barang perlengkapan.
- Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan.
- Absensi pegawai yang dipekerjakan selama bulan itu.
- Keadaan cuaca dari hari ke hari.
- Kunjungan tamu-tamu yang ada hubungannya dengan proyek.
- Kejadian khusus.
- Foto-foto berwarna ukuran kartu pos sesuai dengan tahapan pekerjaan, ditambah dengan yang dianggap
perlu oleh Direksi.

Laporan disampaikan pada :

1. Pemberi Tugas 1 asli + 1 copy


2. Konsultan Perencana 1 copy
3. Ketua Direksi Lapangan/Pengawas Lapangan 1 copy
4. Pengawas Lapangan untuk disimpan
di kantor Direksi Lapangan 1 copy
--- --------------------
Total = 5 copy

Rencana Kerja dan Syatat-Syarat ( RKS ) 2


Pasal 4
PEKERJAAN PERSIAPAN BANGUNAN

4.1 Ukuran Standar :


a. Semua ukuran yang tercantum dalam rencana ini dinyatakan dalam cm, kecuali ukuran baja / besi yang
dinyatakan dalam inc / mm.

4.2. Bangunan yang ada


Selama pelaksanaan pekerjaan, Pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan yang terjadi pada
bangunan, apabila terdapat kerusakan, harus segera diperbaiki Pemborong hingga memuaskan dan dapat
diterima Direksi.

4.3. Gambar Pelaksanaan di Lapangan


Gambar pelaksanaan untuk seluruh pekerjaan harus selalu dilapangan, demikian juga Buku Peraturan dan
Syarat-Syarat (RKS).
Gambar tersebut harus dalam keadaan jelas, dapat dibaca dan menunjukkan perubahan-perubahan, termasuk
gambar perubahan risalah aanwijzing (kalau ada).

4.4. Ketidak-sesuaian antara Gambar dan RKS


Bilamana ada ketidak-sesuaian antara gambar kontrak dengan syarat-syarat umum, uraian dan syarat-syarat,
maka hal ini harus selekasnya ditunjukkan kepada Pemberi Tugas untuk mendapatkan keputusan.
Yang umum adalah bila terjadi perbedaan antara :
- Gambar berskala besar dan yang berskala kecil maka yang diambil adalah gambar berskala besar.
- Antara kondisi lapangan, RKS, gambar, RAB saling mengikat dan melengkapi.

4.5. Gambar Revisi dan Gambar As Built


Untuk semua penyimpangan pekerjaan yang belum terdapat dalam gambar, baik penyimpangan itu atas perintah
Pemberi Tugas atau tidak, Pemborong harus membuat gambar-gambar kerja yang sesuai dengan apa yang telah
dilaksanakan dilapangan (gambar revisi) yang memperlihatkan dengan jelas perbedaan antara gambar-gambar
kontrak dengan pekerjaan yang dilaksanakan.
Gambar-gambar tersebut harus diserahkan pada waktu penyerahan pertama dalam rangkap 3 (tiga) dan semua
biaya pembuatannya ditanggung oleh Pemborong.

4.6. Contoh Bahan


Contoh bahan yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas / Direksi harus disediakan tanpa kelambatan atas biaya
Pemborong, dan contoh-contoh tersebut harus sesuai dengan standard contoh yang telah disetujui bersama.
Standard contoh yang telah disetujui disimpan oleh Pemberi Tugas / Direksi dan akan dijadikan dasar penolakan
bila ternyata bahan-bahan atau cara mengerjakan tidak sesuai dengan standard contoh, baik kualitas maupun
dalam sifat-sifatnya.

4.7. Merek Perusahaan dan Kualitas


Bila dalam RKS / Gambar disebut nama perusahaan / pabrik / pembuat suatu barang, maka harap diartikan bahwa
yang dimaksud adalah menunjukan kualitas, type dan spesifikasi dari barang tersebut yang dianggap dapat
memuaskan Pemberi Tugas.

4.8. Pemeriksaan dan Pengujian


Dalam pengajuan penawarannya pemborong harus memperhitungkan biaya-biaya pengujian berbagai bahan dan
pekerjaan.
Pemborong bertanggung jawab atas biaya pengujian dari bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat-syarat yang
dikehendaki.

4.9. Peraturan dan Standard


Rencana Kerja dan Syatat-Syarat ( RKS ) 3
Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan Peraturan Pembangunan yang syah
berlaku di Negara Republik Indonesia selama pelaksanaan kontrak ini harus betul betul ditaati, kecuali jika
dibatalkan oleh uraian dan syarat-syarat ini.
Pada khususnya peraturan ini berkenaan dengan pasal diatas meliputi :

- Peraturan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB)/1956, PUBB - 1969, NI-3 / 1970.
- SK-SNI untuk Pekerjaan Umum (Bangunan)
- Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI - NI - 5/ 1 961)
- Peraturan Perburuhan di Indonesia.
- Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL - NI - 6 / 1972)
- Pedoman Plambing Indonesia atau AVWI yang lama.
- Peraturan yang dikeluarkn PLN untuk para Instalatur.

Tata cara pelaksanaan atau peraturan pembangunan dari pemerintah setempat harus ditaati. Kecuali bila
ketentuan tersebut tak sejalan atau menunjukkan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan yang dikeluarkan
oleh pemerintah pusat .
Bilamana dalam RKS telah ditentukan standard kualitas bahan maka ia dianggap telah pula ditambahkan pada
spesifikasi / syarat bahan.

4.14. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Jam Kerja Biasa Pemborong harus mendapatkan izin tertulis dari Pengawas
Lapangan untuk melaksanakan pekerjaan yang tertera dalam kontrak ini diluar jam-jam biasa, seperti pada hari
minggu atau libur resmi.

Pemborong harus memperhitungkan uang lembur bagi semua pihak yang bersangkutan yang besarnya akan
disepakati bersama antara pihak - pihak yang bekerja lembur.

4.15. Keselamatan Kerja dan Pertolongan Pertama


Pemborong harus mengadakan pengamanan yang layak untuk melindungi para pekerja dan tamu yang
berkunjung ketempat pekerjaan. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini adalah sesuai dengan ketentuan
Undang-Undang dan Peraturan mengenai Keselamatan Kerja yang berlaku.

Di Lapangan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk PPPK yang mudah dapat dicapai.

Rencana Kerja dan Syatat-Syarat ( RKS ) 4


Pasal 5
PEKERJAAN PERBAIKAN DAK BETON

5.1 LINGKUP PEKERJAAN.


Pekerjaan perbaikan dak beton di area lantai 3 dan area lantai 4 gedung kantor DPRD Kota Bandung

5.2 PERSYARATAN BAHAN.

Spesifikasi bahan.

Pas. Self Leveling Mortar For Underlayment

Propertis :
 Self Leveling Mortar For Underlayment
Use :
 Easy to Apply good Self Leveling
Dosage :
 1,5 kg / 1mm, m2
Packing :
 25 kg / bag
Component :
 1

Pekerjan Self Leveling Mortar For Underlayment menggunakan Mortar Instan sebagai bahan pelapis
permukaan lantai yang membutuhkan tingkat kerataan yang sempurna di setiap bagian..

Kontraktor wajib memberikan contoh bahan untuk disetujui dengan disertai keterangan tertulis mengenai
spesifikasi bahan , detail bentuk, ukuran serta petunjuk cara pemasangan.
Hasil pekerjaan yang tidak rata / bergelombang / bocor / retak - retak, harus dibongkar dan diperbaiki kembali
atas biaya pemborong.

Pas. Waterprofing Polyurethane

Propertis :
 1 component polyurethane for waterprofing
Use :
 polyurethane waterprofing for light – duty, roof top
Dosage :
 1,3 - 1,4 kg /m2, mm
Packing :
 18 kg Can
Component :
 1

Pekerjaan Waterprofing Polyurethane menggunakan waterproofing satu komponen berbahan dasar


Polyurethane (PU). Jenis ini merupakan waterproofing coating yang sangat mudah diaplikasikan pada berbagai macam
tempat baik area yang sempit maupun untuk area yang luas. Setelah kering akan bersifat elastis, sangat kuat, tahan terhadap
perubahan suhu lingkungan yang drastic dan tahan apabila terjadi keretakan kontruksi.

Polyuretnae (PU) Waterproofing didesain untuk pada daerah-daerah basah seperti water tank, atap asbes, dinding
vertikal, pot bunga, toilet, kolam renang, dag atap, dinding penahan tanah.

Polyurethane PU Waterproofing juga cocok untuk waterproofing atap yang digunakan untuk roof garden, asrea
Expose, DAK, Bak Air, dan area basah lainnya.

Kontraktor wajib memberikan contoh bahan untuk disetujui dengan disertai keterangan tertulis mengenai
spesifikasi bahan , detail bentuk, ukuran serta petunjuk cara pemasangan.
Hasil pekerjaan yang tidak rata / bergelombang / bocor / retak - retak, harus dibongkar dan diperbaiki kembali
atas biaya pemborong.

5.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN.

Semua bahan diatas harus dipasang menurut keahlian dan sedemikian rupa hingga benar-benar
tersusun rapi dalam segala arah kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat.

Pasal - 6
PEKERJAAN SELF LEVELLING

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
- Pas. Self Leveling Mortar For Underlayment seperti tercantum dalam Gambar kerja

1.1. Pekerjaan Self Leveling Mortar For Underlayment.

- Semua pekerjaan Self Leveling Mortar For Underlayment yang terpasang seperti yang
tercantum dalam Gambar kerja dengan ketentuan sebagai berikut :
- Semua bagian / permukaan yang tampak / exposed Self Leveling sampai dengan Mortar For
Underlayment.
-.

2.1. M a t e r i a l Self Leveling Mortar For Underlayment .


Bahan dari jenis Mortar For Underlayment
kualitas utama. Produk Mortar instan atau yang
setaraf.
Warna ditentukan kemudian

2.2. Kontraktor wajib membuktikan keaslian Self Leveling Mortar For Underlayment dari produk
Tersebut diatas mengenai Self Leveling Mortar For Underlayment yang akan dipergunakan.
Pembuktian berupa :
- segel kaleng.
- test BD.
- test laboratorium.
- hasil akhir levelling.
Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada Kontraktor.
Hasil tes kemurnian ini harus mendapatkan rekomendasi tertulis dari produsen dan
diserahkan ke
Owner/Konsultan Pengawas.

2.3. Kontraktor harus menyiapkan contoh Self Leveling Mortar For Underlayment pada bidang-
bidang transparan ukuran 30 x 30 cM2.
Pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula Self Leveling
Mortar For Underlayment lapisan dan jenis lapisan dasar sampai dengan lapisan terakhir).
2.4. Semua bidang contoh tersebut harus disampaikan kepada Owner/Konsultan Pengawas dan
Perencana.
Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Perencana dan Owner / Konsultan
Pengawas,
barulah Kontraktor melanjutkan dengan pembuatan “mock up”.

2.5. Kontraktor harus menyerahkan kepada Owner / Konsultan Pengawas, minimal 5 zak tiap jenis
Mortar yang dipakai. Mortar tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan identitas
Mortar yang ada di dalamnya Cat ini akan dipakai sebagai cadangan oleh Owner untuk
perawatan.
3. PERSYARATAN PELAKSANAAN.

1. Persiapan
Alat kerja : spike roller, trowel, paddle drill mixer, Continous mixer
Persiapan

1. Kekuatan permukaan lantai yang akan diaplikasikan harus setara K300 (300 kg /m2),
dibawah K 300 tidak direkomendasikan
2. Siapkan permukaan lantai yang akan diaplikasikan dengan Mortar For Underlayment bersih
dari debu dan kotoran-kotoran lain.
3. Apabila diperlukan dapat dibersihkan dengan menggunakan air dan disikat.
4. Permukaan yang berlubang atau mengalami kerusakan harus diperbaiki terlebih dahulu.
2. Pengadukan

Manual:

1. Tuangkan air kedalam bak adukan sebanyak 5,0 – 5,5 liter untuk tiap kantong Mortar For
Underlayment (25 kg)
2. Masukan adukan kering Mortar For Underlayment kedalam bak adukan sedikit demi
sedikit.
3. Aduk campuran di atas hingga rata dengan menggunakan paddle drill mixer.

Continuous mixer:

1. Siapkan continous mixer di tempat yang akan


2. diaplikasikan Mortar For Underlayment
3. Atur pemakaian air sampai didapatkan kelecakan yang diinginkan. (5,0 - 5,5 liter)/25kg
4. Adukan yang sudah siap diaplikasi dituang melalui selang yang sudah disiapkan
3. Cara Aplikasi
1. Aplikasikan Mortar For Underlayment sebagai primer dengan menggunakan kuas atau roll
cat di atas permukaan lantai yang sudah bersih dari kotoran.
2. Tunggu beberapa saat sampai primer dalam keadaan setengah kering.
3. Apabila permukaan substrate porous primer sebaiknya dilakukan sampai 3 kali.
4. Tuangkan adukan Mortar For Underlayment ke atas permukaan lantai yang sudah diprimer
secara merata.
5. Secepatnya gunakan spike roller untuk menghilangkan udara yang ada dalam adukan
Mortar For Underlayment yang sudah diaplikasi.
4. Penyimpanan
Simpan di dalam ruangan dan jaga agar selalu dalam keadaan kering. Hindari tumpukan
berlebih, maksimal 8 tumpuk per palet (tumpukan palet maksimal 2).
5. Kemasan
Mortar For Underlayment Kantong kertas (sak) 25 kg.
6. Masa Kadaluarsa
6 bulan bila disimpan dalam kantong tertutup dalam ruangan yang selalu kering
7. Data Teknis
Shape Powder (Mortar For Underlayment)
Color Light Grey (Mortar For Underlayment)
Application Thickness ±3-10 mm
Bonding agent Portland Cement
Additive Water solution to increase workability and adhesiveness
Compressive strength DIN 18555 part 3: 20-25N/mm2 @ 28 days
Drying shrinkage DIN 18555 part 7:<0.1%
Traffic Time 5-7 hours

Standard Pengerjaan ( “ Mock-Up “ )


Sebelum Self Leveling Mortar For Underlayment dimulai, Kontraktor harus melakukan Self Leveling Mortar For
Underlayment pada satu bidang yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan
warna, tekstur, material dan cara pengerjaan.
Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai “mock-up” ini ditentukan oleh Owner/Konsultan Pengawas. Jika
masing-masing bidang tersebut telah ditentukan oleh Owner/Konsultan Pengawas dan Perencana, maka
bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan Pekerjaan Pengecatan.

Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Owner/ Konsultan Pengawas harus diulang dan diganti. Kontraktor harus
melakukan Self Leveling Mortar For Underlayment kembali bila ada Self Leveling Mortar For Underlayment
yang kurang menutupi atau lepas sebagaimana ditunjukkan oleh Owner / Konsultan Pengawas. Biaya untuk
hal ini ditanggung Kontraktor dan tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.

Selama pelaksanaan, Kontraktor harus diawasi oleh tenaga ahli/supervisi dari pabrik pembuat. Biaya untuk
hal ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.

Pasal - 7
PEKERJAAN WATERPROFING
POLYURETHANE

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
- Pas. Waterprofing Polyurethane seperti tercantum dalam Gambar kerja

1.1. Pekerjaan Pas. Waterprofing Polyurethane.

- Semua pekerjaan Pas. Waterprofing Polyurethane yang terpasang seperti yang tercantum
dalam Gambar kerja dengan ketentuan sebagai berikut :
- Semua bagian / permukaan yang tampak / exposed sampai dengan Pasangan Waterprofing
Polyurethane.

2.1. M a t e r i a l Waterprofing Polyurethane.


Bahan dari jenis Waterprofing Polyurethane
kualitas utama. Produk Waterprofing
Polyurethane atau yang setaraf.
Warna ditentukan kemudian

2.2. Kontraktor wajib membuktikan keaslian Waterprofing Polyurethane dari produk Tersebut diatas
mengenai Waterprofing Polyurethane yang akan dipergunakan.
Pembuktian berupa :
- segel kaleng.
- test BD.
- test laboratorium.
- hasil akhir levelling.
Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada Kontraktor.
Hasil tes kemurnian ini harus mendapatkan rekomendasi tertulis dari produsen dan
diserahkan ke
Owner/Konsultan Pengawas.

2.3. Kontraktor harus menyiapkan contoh Waterprofing Polyurethane pada bidang-bidang


transparan ukuran 30 x 30 cM2.
Pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula Waterprofing
Polyurethane lapisan dan jenis lapisan dasar sampai dengan lapisan terakhir).
2.4. Semua bidang contoh tersebut harus disampaikan kepada Owner/Konsultan Pengawas dan
Perencana.
Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Perencana dan Owner / Konsultan
Pengawas,
barulah Kontraktor melanjutkan dengan pembuatan “mock up”.

2.5. Kontraktor harus menyerahkan kepada Owner / Konsultan Pengawas, minimal 5 zak tiap jenis
Mortar yang dipakai. Mortar tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan identitas
Mortar yang ada di dalamnya Cat ini akan dipakai sebagai cadangan oleh Owner untuk
perawatan.

3. PERSYARATAN PELAKSANAAN.

Aplikasi Water Proofing Polyurethane


1. Dasar beton harus bersih dan bebas dari kotoran-kotoran, debu, dan tumpahan bahan lain atau bahan keras.
2. Dasar beton harus halus dan rata tanpa tonjolan atau cekungan yang tajam.
3. Dasar beton harus dijenuhkan dengan air dan sisa air yang tergenang dkeringkan begitu pekerjaan akan
dimulai.
4. Semua sudut-sudut siku harus dibuatkan dudkan khusus agar sudut tidak terlalu tajam. Dudukan ini dibuat dari
bahan mortal khusus yang tidak menyusut dan berkualitas baik.
5. Pemasangan pipa-pipa juga harus dibarengi dengan pengisian sisa-sisa celah disekitar pipa oleh bahan mortal
grout
6. Pelapisan dapat menggunakan kuas cat biasa, roller cat, semprot bertekanan ataupun karet perata.
7. Jeda waktu antara pelapisan satu ke pelapisan berikutnya adalah minimal 8 jam dan maksimal 36 jam.
8. Pelapisan satu dan lainnya harus berlainan arah (bersilangan).
9. Waterproofing polyurethane dapat diinjak setelah 2 hari dan tahan akan benturan ringan setelah 6 hari. Proses
pengeringan baru efektif setelah 8 hari dan siap menerima tekanan air.

Standard Pengerjaan ( “ Mock-Up “ )


Sebelum Waterprofing Polyurethane dimulai, Kontraktor harus melakukan Waterprofing Polyurethane
pada satu bidang yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna, tekstur,
material dan cara pengerjaan.
Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai “mock-up” ini ditentukan oleh Owner/Konsultan Pengawas. Jika
masing-masing bidang tersebut telah ditentukan oleh Owner/Konsultan Pengawas dan Perencana, maka
bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan Pekerjaan Pengecatan.

Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Owner/ Konsultan Pengawas harus diulang dan diganti. Kontraktor harus
melakukan Waterprofing Polyurethane kembali bila ada Waterprofing Polyurethane yang kurang
menutupi atau lepas sebagaimana ditunjukkan oleh Owner / Konsultan Pengawas. Biaya untuk hal ini
ditanggung Kontraktor dan tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.

Selama pelaksanaan, Kontraktor harus diawasi oleh tenaga ahli/supervisi dari pabrik pembuat. Biaya untuk
hal ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.
Pasal 7
PEKERJAAN PEMBONGKARAN, PENGAMAN & PEMBERSIHAN
SETELAH PEMBONGKARAN

6.1 Pembersihan tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam Lingkup Pekerjaan seperti
tercantum di gambar kerja dan terurai dalam buku RKS ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang
dinyatakan tidak digunakan lagi setelah pekerjaan selesai menjadi tanggung jawab Kontraktor bersangkutan.

6.2 Semua bekas bongkaran bangunan “Existing” dan sebagainya, harus dikeluarkan dari tapak / site konstruksi.

6.3 Selama pembangunan berlangsung, kontaktor harus menjaga keamanan bahan/material, barang maupun
bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima.

Pasal 8
PEKERJAAN LAIN - LAIN

7.1 Hal - hal yang timbul pada pelaksanaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur
oleh Konsultan Pengawas dan Kontraktor, bila diperlukan akan dibicarakan bersama Konsultan Perencana.

7.2 Selain persyaratan teknis yang tercantum di atas, Pemborong diwajibkan pula mengadakan pengurusan -
pengurusan antara lain :

a. Surat Bukti Keer Listrik / pengetesan dari PLN, dan pengetesan lainnya yang diperlukan.
7.3 Sebelum penyerahan pertama, kontraktor wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna, dan
harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman harus ditata rapih dan semua barang yang tidak
berguna disingkirkan dari proyek.

7.4 Sebelum Penyerahan Pertama, Pemborong wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna, dan
harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih di pel, halaman harus ditata rapih dan semua barang yang tidak
berguna harus disingkirkan dari proyek. Pekerjaan pemberesan halaman ini harus dilaksanakan berdasarkan
petunjuk dari Konsultan Pengawas.

7.5 Meskipun telah ada Pengawas dan unsur - unsur lainnya, semua penyimpangan dari ketentuan gambar kerja dan
bestek menjadi tanggungan pelaksana, untuk itu Pelaksana harus menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.

Pasal 8
PENUTUP

Segala sesuatu yang belum tercantum di dalam Rencana Kerja dan Syarat - syarat ( RKS ) ini, akan ditentukan
kemudian pada Rapat Penjelasan Pekerjaan ( Aanwijzing ) dan akan dimuat dalam Berita Acara Rapat Penjelasan.

Anda mungkin juga menyukai