Anda di halaman 1dari 19

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

RENOVASI FAÇADE MARINE SCIENCE TECHNO PARK JEPARA

PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KELEMBAGAAN


ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA(APBN) 2018

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


2018
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
RENOVASI FAÇADE MARINE SCIENCE PARK JEPARA

1. LATAR BELAKANG

Mencermati arah kebijakan Iptek nasional menurut RPJPN 2005–2025, maka tujuan
pembangunan Iptek yang sesuai dengan tugas Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah terwujudnya kelembagaan
Iptek yang efektif, efisien dan sinergis pada masing masing unsur kelembagaan yaitu
Perguruan Tinggi, lembaga Litbang, dan dunia usaha. Berdasarkan pengalaman dan
berbagai studi yang telah dilakukan, maka salah satu bentuk kelembagaan iptek yang
mampu menjalankan tugas dan fungsi secara efektif, efesien dan berjalan secara sinergis
yang melibatkan Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, dan dunia usaha serta dukungan
yang sangat signifikan dari Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah Science Technology
Park (STP).

Pengembangan Marine Science Techno Park (MSTP) di Kabupaten Jepara berfokus


pada hilirisasi riset dan inkubasi bisnis teknologi kelautan, khususnya budidaya,
keamanan pangan (food safety) dan wisata bahari saat ini telah memasuki tahun ke-4,
dimana telah dilaksanakan beberapa kegiatan seperti: Pengembangan Kelembagaan,
Peningkatan Kapasitas, Perencanaan, dan Penyediaan Peralatan Penunjang. Peralatan
yang telah disediakan terdiri dari: peralatan laboratorium keamanan pangan, peralatan
pendukung budidaya (hatchery) dan peralatan selam untuk riset dan wisata bahari. Selain
sebagai sebuah lembaga yang memiliki fungsi untuk melakukan hilirasasi hasil riset,
maka keberadaanya sebagai lembaga publik juga harus membuka kesempatan setiap
orang untuk mengunjungi, belajar dan mamanfaatkan segala fasilitas yang tersedia di
MSTP. Sehingga MSTP berkepentingan untuk mempromosikan segala potensi yang
dimilikinnya agar dapat menarik masyarakat terlibatt secara aktif di dalam proses kerja
yang dikalaukan MSTP.

Salah satu fungsi penting dari promosi adalah untuk melakukan branding (pencitraan).
Untuk mendukung pencitraan yang baik diperlukan identitas yang mudah untuk dikenali
oleh setiap orang dan pesan penuh kesan bagi setiap orang yang mengunjungiya. MSTP
perlu untuk merubah wajah gedung lama menjadi sebuah wajah gedung yang kekinian
untuk memperkuat branding. MSTP harus merubah lay out wajah gedung dengan
melakukan redesign dan renovasi, sehingga tampak menjadi bangunan baru yang
fotogenik dan terlihat lebih indah.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Pembangunan Fasade MSTP JEPARA dimaksudkan untuk melakukan optimalisasi


peran dan fungsi MSTP Jepara dalam mengembangkan fungsi-fungsi manajerial dan
operasionalnya, termasuk dalam mempromosikan segala potensi yanag dimiliki oleh
MSTP.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 1


Tujuan Pembangunan Fasade MSTP Jepara di MSTP Jepara adalah
1. Mendukung promosi kawasan Marine Science Techno Park (MSTP) Universitas
Diponegoro Jepara
2. Sebagai sarana untuk memperindah wajah Gedung utama MSTP, dimana Gedung
utama merupakan bangunan lama
3. Sebagai identitas Marine Science Techno Park (MSTP) Universitas Diponegoro
Jepara

3. RUANG LINGKUP dan SPESFIKASI TEKNIS


A. Lingkup Pekerjaan Facade Gedung MSTP Undip yang terletak di Jepara meliputi :
1. Pembongkaran façade existing
2. Perbaikan Facade Gedung MSTP Undip
B. Secara teknis konstruksi, pekerjaan mencakup keseluruhan proses pembangunan dari
persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan dilanjutkan dengan
masa pemeliharaan seperti yang ditentukan.
C. URAIAN PEKERJAAN
c.1. Pekerjaan Persiapan, meliputi :
•Penyediaan air dan daya kerja
•Pembersihan lokasi kerja
•Bongkaran
•Dll.
c.2. Pekerjaan Arsitektur
•Pekerjaan Dinding
•Pekerjaan Pintu dan Jendela
•Pekerjaan Finishing Lantai
•Pekerjaan Plafond
•Pekerjaan Pengecatan
c.3. Pekerjaan lain-lain
Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa
dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan Spesifikasi Teknis
termasuk pekerjaan sparing - sparing yang harus dipasang.
D. SARANA DAN CARA KERJA
a. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi pekerjaan, meninjau
tempatpekerjaan, melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan
seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan
dari proyek.
b. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan
memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan, serta tidak akan
mempekerjakan orang-orang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-
jenis pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Kontraktor harus selalu menjaga
disiplin dan aturan yang baik diantara pekerja/karyawannya.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 2


c. Kontraktor harus menyediakan alat-alat kerja dan perlengkapan seperti pompa
air, waterpas, alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk
pekerjaan ini. Peralatan dan perlengkapan itu harus dalam kondisi baik.
d. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh
dan menggunakan kemampuan terbaiknya. Kontraktor bertanggung jawab
penuh atas seluruh cara pelaksanaan, metode, teknik, urut-urutan dan
prosedur, serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang tercantum dalam
Kontrak.
e. Shop Drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh Kontraktor sebelum
suatu komponen konstruksi dilaksanakan.
f. Shop Drawing harus sudah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas
sebelum elemen konstruksi yang bersangkutan dilaksanakan.
g. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu, Kontraktor Pelaksana sudah
harusmenyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas :
❖ Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam
pelaksanaannya.
❖ Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar-gambar
perubahan.
h. Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah
memperolehpersetujuan Konsultan Pengawas setelah dilakukan pemeriksaan
secara teliti.
i. Gambar sesuai pelaksanaan (As Built Drawing) dan pemeliharaan
bangunan merupakan bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat
penyerahan kesatu, kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan
kesatu tidak dapatdilakukan.
j. Pembenahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan Kontraktor, bila :
❖ Komponen-komponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa
pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurang sempurnaan
pelaksanaan.
❖ Komponen-komponen konstruksi lainnya atau keadaan lingkungan diluar
pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan akibat pelaksanaan
konstruksi(misalnya jalan, halaman, dan lain sebagaunya).
k. Pembenahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-
sisapelaksanaan harus dilaksanakan sebelum masa kontrak berakhir, sedangkan
bowkeet dan direksi keet harus tetap diperlihatkan dan dirawat karena
akandipergunakan kembali pada tahap selanjutnya.
l. Kontraktor harus memasang sarana pengaman terhadap lingkungan sekitar.

E. PEMBUATAN RENCANA JADUAL PELAKSANAAN


a. Kontraktor Pelaksana berkewajiban menyusun dan membuat jadual pelaksanaan
dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan grafik prestasi yang direncanakan
berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesuai dengan penawaran.
b. Pembuatan rencana jadual pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh Kontraktor
Pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksanaan di lapangan
pekerjaan. Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam arti telah
mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.
c. Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai, Kontraktor Pelaksana
belum menyelesaikan pembuatan jadual pelaksanaan, maka Kontraktor Pelaksana

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 3


harus dapat menyajikan jadual pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu
pertama dan 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan.
d. Selama waktu sebelum rencana jadual pelaksanaan disusun, Kontraktor Pelaksana
harus melaksanakan pekerjaannya dengan berpedoman pada rencana pelaksanaan
mingguan yang harus dibuat pada saat dimulai pelaksanaan. Jadual pelaksanaan 2
mingguan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
F. KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN
a. Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah dan kualitas
yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan. Sepanjang tidak ada
ketentuan lain dalam Spesifikasi Teknis ini dan Hasil Penjelasan, maka bahan- bahan
yang dipergunakan maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat
yang tercantum dalam AV-41 dan PUBI-1982 serta ketentuan lainnya yang berlaku
di Indonesia.
b. Sebelum memulai pekerjaan atau bagian pekerjaan, Pemborong harus mengajukan
contoh bahan yang akan digunakan kepada Pengawas Lapangan yang akan
diajukan User untuk mendapatkan persetujuan. Bahan-bahan yang tidak memenuhi
ketentuan seperti disyaratkan atau yang dinyatakan ditolak oleh Pengawas
Lapangan tidak boleh digunakan dan harus segera dikeluarkan dari halaman
pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.
c. Apabila bahan-bahan yang ditolak oleh Pengawas Lapangan ternyata masih
dipergunakan oleh Kontraktor, maka Pengawas Lapangan memerintahkan untuk
membongkar kembali bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. Semua
kerugian akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
d. Jika terdapat perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai, Pengawas
apangan berhak meminta kepada Kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke
Laboratorium Balai Penelitian Bahan yang resmi dengan biaya Kontraktor.
Sebelum ada kepastian hasil pemeriksaan dari Laboratorium, Kontraktor tidak
diizinkan untuk melanjutkan bagian-bagian pekerjaan yang menggunakan bahan
tersebut.
e. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa
sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan terhindarnya
bahan-bahan dari kerusakan.
f. Persyaratan mutu bahan bangunan secara umum adalah seperti di bawah
ini,sedangkan bahan-bahan bangunan yang belum disebutkan disini akan diisyaratkan
langsung di dalam pasal-pasal mengenai persyaratan pelaksanaan komponen
konstruksi di belakang.

G. SPESIFIKASI TEKNIS

G.1. SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN


G.1.1. SITUASI/LOKASI
a. Lokasi proyek adalah pada Gedung MSTP Undip. Halaman proyek akan
diserahkankepadaKontraktor sebagaimana keadaannya waktu Rapat

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 4


Penjelasan. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama
mengenai keadaan tanah halaman proyek tersebut.
b. Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevaluasi keadaan lapangan,
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat dijadikan
alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan.
G.1.2. AIR DAN DAYA
a. Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri yang
dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini, yaitu :
❖ Air kerja untuk pencampur atau keperluan lainnya yang memenuhi
persyaratan sesuai jenis pekerjaan, cukup bersih, bebas dari segala macam
kotoran dan zat-zat seperti minyak, asam, garam, dan sebagainya yang
dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi.
❖ Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi/buang air dan
kebutuhan lain para pekerja. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan
tersebut harus cukup terjamin.
b. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya
sendiri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta
keperluan lainnya dalam melaksanakan pekerjaan ini. Pemasangan sistem
listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku.Kontraktor
harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak
membahayakan para pekerja di lapangan.Kontraktor harus pula menyediakan
penangkal petir sementara untuk keselamatan.
G.1.3. KANTOR KONTRAKTOR, LOS DAN HALAMAN KERJA, GUDANG
DAN FASILITAS LAIN
Kontraktor harus membangun kantor dan perlengkapannya, los kerja, gudang
dan halaman kerja (work yard) di dalam halaman pekerjaan, yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai Kontrak. Kontraktor harus juga
menyediakan untuk pekerja/buruhnya fasilitas sementara (tempat mandi dan
peturasan) yang memadai untuk mandi dan buang air.
Kontraktor harus membuat tata letak/denah halaman proyek dan rencana
konstruksi

fasilitas-fasilitas tersebut. Kontraktor harus menjamin agar seluruh fasilitas itu


tetap bersih dan terhindar dari kerusakan.
Dengan seijin Pimpinan Proyek, Kontraktor dapat menggunakan kembali
kantor, los kerja, gudang dan halaman kerja yang sudah ada.
G.1.4. KANTOR PENGAWAS (DIREKSI KEET)
Kontraktor harus menyediakan untuk Direksi di tempat pekerjaan ruang
kantor sementara beserta seperangkat furniture termasuk kursi-kursi,
meja dan lemari. Kualitas dan peralatan yang harus disediakan adalah
sebagai berikut :
a. Ruang :
b. Konstruksi :
c. Fasilitas : air dan penerangan listrik

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 5


d. Furnitur : 5 meja kerja 1/2 biro dan 5 kursi 1 meja rapat bahan plywood
18 mm ukuran 120 x 240 cm, dan 20 kursi 1 rak contoh material
1 whiteboard ukuran 120 x 80 cm
Kontraktor harus selalu membersihkan dan menjaga keamanan kantor tersebut
beserta peralatannya.
Dengan seijin Pejabat Pembuat Komitmen, Kontraktor dapat
menggunakanDireksi Keet yang sudah ada dengan diadakan penyempurnaan dan
perlengkapan peralatan.
G.1.5. PAPAN NAMA PROYEK
Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bagian depan
halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Ukuran dan redaksi papan nama
tersebut 90 x 150 cm dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan
petunjuk Pemerintah Daerah setempat. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan
atau memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek
tanpa ijin dari Pemberi Tugas.
G.1.6. PEMBONGKARAN
Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk
menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Bahan-bahan bekas
bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut
keluar dari halaman proyek
G.1.7. ALAT BANTU KERJA ( SEWA )
a. Scafolding : 50 Set,

G.2. PEKERJAAN BETON


G.2.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi :
- Pekerjaan Beton Lantai
G.2.2. PERSYARATAN BAHAN
a. Semen
1. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland Cement sesuai
dengan SNI-15-2049-1994 atau spesifikasi semen blended hidrolis (ASTM
C 595), kecuali tipe S dan SA yang tidak diperuntukan sebagai unsur
pengikat utama struktur beton atau spesifikasi semen hidrolis ekspansif
(ASTM C 845).
2. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar-tukar dalam pelaksanaan tanpa
persetujuan Pengawas Lapangan.
3. Persetujuan PC hanya akan diberikan apabila dipasaran tidak diperoleh
semen dari merk yang telah dipilih dan telah digunakan.
4. Merk semen yang diusulkan sebagai pengganti dari merk semen yang sudah
digunakan harus disertai jaminan dari pemborong yang dilengkapi dengan
data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf dengan
mutu semen yang digantikannya.
5. Batas-batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus
disetujui oleh Pengawas Lapangan.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 6


b. Agregat
Agregat untuk beton yang digunakan harus sesuai dengan syarat - syarat
dalam SNI03-2847-2002, terdiri dari
1. Memenuhi spesifikasi untuk beton (ASTM C 33 ) atau Spesifikasi agregat
ringan untuk beton struktur (SNI-03-2461-1991).
2. Ukuran maksimal nominal agregat harus tidak melebihi 1/5 jarak terkecil
antara sisi-sisi cetakan ataupun 1/3 ketebalan pelat lantai atau pun ¾ jarak
bersih minimal antara tulangan-tulangan
c. Baja tulangan
Baja tulangan yang digunakan adalah baja tulangan ulir dengan spesifikasi
kuat leley fy = 400 MPa (selama fy adalah nilai tegangan pada regangan
0,35%). Sementara baja tulangan polos memenuhi spesifikasi kuat leley fy =
240 MPa. Baja tulangan ini adalah ex Interwood, Master Steel, Krakatau Steel
d. Bahan Tambahan
1. Bahan tambahan yang digunakan pada beton harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari pengawas lapangan.
2. Untuk keseluruhan pekerjaan, bahan tambahan yang digunakan harus
mampu secara konsisten menghasilkan kompoisisi dan kinerja yang sama
dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan
proporsi campuran beton.
G.2.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
Penyetelan Baja tulangan
Pemasangan baja tulangan dilakukan sesuai dengan gambar-gambar yang ada dan
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Hubungan antara baja tulangan
satu dengan yang lain harus menggunakan kawat beton, diikat dengan erat,
tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah ataupun papan
bekisting.
Penggunaan baja tulangan yang sudah jadi seperti steel wiremesh dan
semacamnya, harus mendapat persetujuan Konsultan Perancang/Konsultan
Pengawas.
Baja tulangan yang tidak memenuhi syarat karena kualitas tidak sesuai dengan
spesifikasi harus segera dikeluarkan dari site, setelah menerima instruksi tertulis
dari Konsultan Pengawas, dalam waktu 24 jam.
Pembengkokan baja tulangan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, tepat
padaukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang
dari SNI 03-2847-2002.
Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli dengan menggunakan
alat-alat sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan cacat, patah, retak-retak
dan sebagainya.
Sebelum penyetelan dan pemasangan dimulai, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
harus membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan
(bending schedule), yang sebelumnya harus diserahkan kepada Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 7


Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil sesuai dengan gambar dan
sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunnya.
Pemasangan dengan menggunakan pelindung beton (beton dekking) harus sesuai
dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam gambar,
maka digunakan spesifikasi SNI 03-2847-2002.

Beton
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus membuat adukan beton menurut
komposisi adukan dan proporsi antara split, air dan semen dan bertanggungjawab
penuh atas kekuatan beton yang disyaratkan.
Penggunaan air harus sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan beton yang
padat dengan daya kerja yang baik sehingga dapat memberikan daya lekat yang
baik dengan baja tulangan.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial
mixed) untuk mengontrol daya kerjanya sehingga tidak ada kelebihan air pada
permukaan ataupun menyebabkan terjadinya pengendapan (segregation) dari
agregat.

Bekisting (Formwork) ( kayu 2 x Pakai)

Bekisting yang dibuat dari kayu dan besi harus memenuhi syarat-syarat kekuatan,
daya tahan dan mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberikan sample dan perhitungan
kekuatan bahan yang akan dipakai untuk bekisting, untuk disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
Bekisting harus dipasang sesuai dengan ukuran-ukuran jadi yang ada di dalam
gambar dan menjamin bahwa ukuran-ukuran tersebut tidak akan berubah sebelum
dan selama pengecoran.
Bekisting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran
atau hilangnya air selama pengecoran, tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan
tidak bergoyang.
Bekisting harus dibersihkan dari potongan-potongan seperti kayu, paku, tahi
gergaji, tanah dan sebagainya yang akan/dapat merusak beton yang sudah jadi
pada waktu pembongkaran bekisting.
Bekisting untuk bagian konstruksi (pelat, balok dan kolom) diharuskan memakai
multiplek dengan ketebalan minimal 9 mm dan cukup kuat, disesuaikan dengan
jarak rusuk-rusuk pengaku bekisting.
Untuk mengejar kecepatan pengecoran struktural, maka disyaratkan agar
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor membuat panel-panel bekisting yang standard
untuk bagian konstruksi yang typical.

Pembongkaran Bekisting

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 8


Pembongkaran bekisting dilakukan sesuai dengan standard dalam SKBI-
1.4.53.1989.Bagian-bagian konstruksi yang akan dibongkar bekistingnya
harus sudah dapat memikul berat sendiri dan baban-beban pelaksanaan.

G.3. PEKERJAAN DINDING


PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSIT PANEL
G.3.A. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-
alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang baik.
2. Pekerjaan Aluminum Composite Panel ini meliputi pekerjaan lapis dinding
dengan rangka besi galvanis, sesuai yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
petunjuk Direksi/ Konsultan Pengawas.
G.3.B. Persyaratan Bahan
1. Jenis : Aluminum Composite Panel
2. Karakteristik : Aluminium Sheets 2 sisi dengan polyetheline dibagian
tengah
3. Ketebalan : Minimum 4 mm.
4. Ukuran : Sesuai gambar
5. Warna : PVDF Coating Garansi warna 15 Tahun, warnaakan
ditentukan kemudian
6. Toleransi panel : max. ketebalan 0.2mm; panjang 4mm
7. Panel harus tahan cuaca, tahan panas sampai 80°C, tahan terhadap bahan kimia.
Panel fixing yang dipakai harus sesuai dengan persyaratan dari pabrik pembuat
dan dibuat dari bahan mild steel yang di hot dip galvanis (anti karat).
8. Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan
contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dan Direksi Pengawas.
9. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan dua copy ketentuan dan
persyaratan teknis dari pabrik sebagai informasi bagi Direksi / Konsultan
Pengawas
10. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas tetapi dibutuhkan untuk
penyelesaian /penggantian pekerjaan dalam bagian ini harus baru, kualitas
terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi / Konsultan Pengawas.
G.3.C. Syarat-syarat Pelaksanaan
1. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi harus mengajukan shop
drawing untuk memperoleh persetujuan dan Direksi/ Konsultan Pengawas.
2. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan
contoh-contohnya (minimum 2 contoh bahan dan 2 jenis produk yang berlainan
kepada Direksi/ Konsultan Pengawas dan Perencana untuk memperoleh
persetujuan.
3. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan cetakan (mal) yang digunakan
untuk mengontrol terhadap bidang penyudutan dan perubahan bentuk.
4. Pemasangan harus dilakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman dalam
pemasangan Clading wall.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 9


5. Pemasangan panel menggunakan metode “rout & return” dimana ujung panel
ditempelkan menggunakan rivet pada sisi aluminum angle sehingga rivet tidak
tampak dari depan panel.
6. Bidang pemasangan panel harus benar-benar rata dan arah pemasangan benar-
benar lurus.
7. Tidak diperkenankan memasang panel yang retak, pecah, berlubang, dan harus
dengan persetujuan Direksi/ Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan
pemasangan dimulai.
8. Jarak antar panel (nat) berkisar 16 mm, dan diisi dengan silicone sealent. Nat
panel harus lurus baik vertikal maupun horisontal.
Panel yang sudah terpasang harus dibersihkan dan segala macam noda-¬noda
yang melekat, serta dilindungi dan segala benturan dengan benda¬-benda
Iainnya. Pelepasan cover sheet harus seijin Direksi/ Konsultan Pengawas

G.4. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA


G.4.A. LINGKUP PEKERJAAN
1. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya
untuk melaksanakan pekerjaan kusen alumunium sehingga dapat tercapai hasil
pekerjaan yang baik dan sempurna.
2. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan kusen alumunium, termasuk kaca,
engsel, daun pintu & jendela alumunium, handle pintu , aksesoris jendela dan
aksesoris lain yang dibutuhkan atau seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam
gambar.
G.4.B. PERSYARATAN BAHAN
1. Bahan Kusen Alumunium, Daun Pintu dan Jendela
❖ Profil Alumunium bermutu baik ex setara YKK, Alexindo
❖ Alloy / Billet : menggunakan bahan asli, tidak terbuat dari bahan-
bahan scrap / sisa, standard bahan : 6063
❖ Standard : SII - 0692 - 82
❖ Tebal Anodising : 22 micron (minimal)
❖ Ukuran Profil : minimal 45mm x 100mm
❖ Tebal Profil : minimal 1.2 mm
❖ Finish&warna : anodized, warna ditentukan kemudian
❖ Pemakaian : sesuai gambar
❖ Frame pintu dan jendela : Aluminum
❖ Jendela/Bv Kaca: Tebal 5,6 mm dan 8 mm(clear dan panasap)
❖ Daun pintu : kaca tebal 6 mm, pintu ACP
2. Aksesoris & Perlengkapannya
❖ Sekrup, hardware & parts menggunakan stainless steel setar dixion
❖ Angkur-angkur tanam : Baja
❖ Bagian yang berhubungan dengan alumunium diberi lapisan galvanized 25
micro, bagian lain diberi zinchromat type alkid
3. Bahan Sealant

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 10


Sealent setara Dow Corning atau G.E sealent yang dipakai harus sesuai dengan
persyaratan fungsinya, untuk structural glazing, curtain wall atau fungsi lain
dengan rekomendasi dari pabrik, pemakaian 1 tube maksimal 150 cm
4. Bahan Kaca
❖ Kaca jendela/pintu :
a. Produksi Asahimas, setara.
b. Jenis float glass.
c. Warna biru (panasap) untuk ekterior dan clear untuk interior
d. Tebal sesuai gambar.
❖ Dinding/Jendela kaca entrance (public hall) :
a. Produksi Asahimas, setara
b. Warna biru (panasap) untuk ekterior dan clear untuk interior
c. Tebal sesuai gambar. Kaca Cermin :
d. Produksi Asahimas atau setara.
e. Jenis float glass
f. Tebal sesuai gambar.
g. Warna clear atau silver
h. Ukuran sesuai gambar rencana.

5. Seluruh bagian alumunium berwarna harus datang ditapak dilengkapi


denganpelindung dan baru diperkenankan dibuka sesudah mendapat persetujuan
dari direksi
6. Semua kaca harus bebas dari noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-
bercak, tidak bergelombang dan harus memenuhi standar bahan yang berlaku di
Indonesia.
G.4.C. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada sesuai kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-
lubang), termasuk mempelajari bentuk pola, penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail sesuai gambar-gambar.
2. Penimbunan material kusen di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada
ruang/tempat dengan sirkulasi yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
terlindung dari kerusakan dan kelembaban.
3. Kontraktor harus mengajukan contoh/ sample bahan kusen dan kaca, contoh
kontruksi dan membuat shop drawing guna mendapat persetujuan Konsultan
Pengawas, sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
4. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan
dan pembuatan kusen dilakukan dengan mesin di luar tempat
pekerjaan/pemasangan.
5. Setelah pemasangan kusen atau daun pintu & jendela kontraktor diwajibkan
memberikan perlindungan sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan-
kerusakan oleh benturan-benturan benda-benda lain dan dari kelembaban
ataupun terkena cuaca langsung.
6. Apabila terjadi cacat atau kerusakan-kerusakan baik yang terlihat maupun yang

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 11


tersembunyi, kontraktor wajib memperbaiki ataupun mengganti dengan yang
baru sampai dengan disetujui oleh Konsultan Pengawas dengan seluruh
biaya ditanggung oleh Kontraktor.

G.5. PEKERJAAN PLAFOND


G.5.A. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan
dan alat bantu lainya yang diperlukan umtuk melakukanpekerjaan ini secara legkap
meliputi :
1. Pemasangan ceiling gypsum board.
2. Pekerjaan lainya seperti yang tercantum dalam gambar kerja.
G.5.B. PERSYARATAN BAHAN
Spesifikasi ceiling gypsum board
1. Type : Gypsum board
2. Tebal : 9 mm
3. Pengunaan produk kelengkapan dari gypsum memakai ex. Jayaboard, Elephant,
Knauf
G.5.C. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Pada pekerjaan plafond maupun partisi perlu diperhatikan adanya pekerjaan
lain yang dalam pelaksanaan sangat berkaitan erat.
2. Sebelum dilaksanakan pemasangan plafond, pekerjaan lain yang terletak di atas
plafond harus sudah terpasang dengan sempurna, a.l : elekrikal, AC, sound
system, fire alarm/fire detector, spirngkler dan perlengkapan instalasi lain yang
diperlukan.
3. Apabila pekerjaan tersebut di atas tidak tercantum dalam gambar rencana
plafond, maka harus diteliti terlebih dahulu pada gambar instalasi rata air.
4. Rangka pengantung plafond harus sesuai dengan pola gambar kerja dan wajib
diperhatikan terhadap peil rencana. Rangka yang harus datar harus rata air.
5. Rangka plafond memakai suspension yang terdiri dari rangka metal furing
dengan jarak pengantung 60 cm atau sesuai gambar kerja. Penggantung dan
rangka harus dari bahan galvanish (anti karat).
6. Finishing Gypsum adalah cat. Sebelum dilaksanakan pengecatan sambungan
maupun gypsum yang belum rapi harus dirapikan dengan “compound”
sehingga permukaan gypsum benar-benar rata.
7. Untuk list profil Gypsum, penyedis jasa konstruksi harus mengajukan contoh
profil untuk mendapatkan persetujuan Direksi/Konsultan pengawas.

G.6. PEKERJAAN CAT


G.6.A. CAT EMULSI
G.6.A.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dan dalam serta seluruh detail
yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.
G.6.A.2. PERSYARATAN BAHAN
1. Bahan cat yang digunakan adalah ex. Mowilex, Jotun, Dulux.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 12


Cat dinding luar/exterior : Type cat weather coat (weathershield) atau
setara.
Primer : 1 lapis alkali resisting primer.
Undercoat : 1 lapis Arcrylic Wall Filler Interval 2 jam.
Cat-catan akhir untuk exterior : 2 lapis cat weather shield setebal 2 x 30
micron, semua lapis sehingga dicapai
permukaan yang merata dan sama tebal.
Cat dinding dalam /interior : Type cat acrilyc ex. Mowilex, Jotun, Dulux
Cat akhir untuk interior : 1 lapis setebal 2 x 30 micron semua lapis
sehinga permukaan yang merata dan sama
tebal. Warna akan ditentukan kemudian.
2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. Harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari
pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982
pada pasal 54 dan NI-4.
G.6.A.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
a. Semua bidang pengecatan harus benar-benar rata, tidak terdapat cacat/retak
lubang, ataupun pecah-pecah.
b. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan
pada bidang pengecatan.
c. Bidang pengecatan harus bebas dari debu, lemak , minyak dan kotoran-
kotoran lain.
d. Seluruh bidang pengecatan untuk dinding dalam di plamir dahulu sebelum
dilapisi dengan cat dasar, bahan pamir dari product yang sama dengan cat
yangdigunakan.
e. Pengecatan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Direksi/
Konsultan pengawas serta instalasi di dalamnya telah selesai dengan
sempurna.
f. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, penyedia jasa konstruksi harus
menyerahkan/mengirimkan contoh bahan dari beberapa hasil produk kepada
direksi/konsultan pengawas, selanjutnya akan diputuskan jenis bahan warna
yang akan digunakan, dan akan menginstruksikan kepada penyedia barang
danjasa konstruksi selama tidak lebih 7 (tujuh) hari kalender
setelah bahandiserahkan.
g. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik
pembuatanya.
h. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standard untuk
pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh penyedia jasa konstruksi
ke tempat pekerjaan.
i. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh penyedia jasa
konstruksi untuk mendapatkan persetujuan direksi/konsultan pengawas
sebelum pekerjaan dimulai/dilakukan, serta pengerjaan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 13


j. Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texstur merata, tidak
terdapatnoda-noda pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan
terjadinyakerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain.
k. Penyedia jasa konstruksi harus betanggung jawab atas kesempurnaan dalam
pengerjaan dan perawatan/keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan
pekerjaan.
l. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan, penyedia
jasa konstruksi harus memperbaiki/mengganti dengan bahan yang sama
mutunya tanpa adanya tambahan biaya.
m. Penyedia jasa Konstruksi harus menggunakan tenaga-tenaga kerja
terampil/berpengalaman dalam melaksankan pekerjaan perngecatan tersebut
sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna.
G.6.B. CAT KAYU
G.6.B.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan pengecatan ini dilakukan meliputi pengecatan besi/baja yang
nampak
serta pada seluruh detail yang disebut/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai
petunjuk Direksi/ Pengawas.
G.6.B.2. PERSYARATAN BAHAN
a. Semua bahan cat yang digunakan adalah Mowilex paint atau setara
b. Primer : Primer Chrome setebal 50 micron.
c. Undercoat : 1 lapis Underground setebal 35 micron
d. Cat-cattan akhir : 2 lapis super gloss setebal 2 x 30 micron.
e. Pengecatan dilakukakn sampai memperoleh hasil pengecatan yang rata
dan sama tebalnya.
f. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
dalam PUBI 1982 pasal 53 BS Bo.3900:1971,AS K-41 dan NI4 serta
mengikuti ketentuan-kentuan dari pabrik yang bersangkutan.
g. Warna akan ditentukan kemudian.
G.6.B.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
a. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat (retak,
lubang dan pecah-pecah).
b. Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan
amplas besi dan setelah persyaratannya barulah untuk dimulai pekerjaan
pengecatan dengan persetujuan Direksi/Pengawas.
c. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan
pada bidang pengecatan.
d. Bidang pengecatan harus bebas dari debu, lemak , minyak dan kotoran -
kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan serta
dalam keadaan kering.
e. Pengecatan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Direksi/Pengawas
serta pekerjaan instalasi didalammnya telah selesai dengan sempurna.
f. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, kontraktor harus
menyerahkan/mengirimkan contoh bahan dari 3 (tiga) macam hasil produk

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 14


kepada Direksi/Pengawas, selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan
warna yang akan digunakan, dan akan menginstruksikan kepada kontraktor
selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan
diserahkan.
g. Contoh bahan yang yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik
pembuatnya.
h. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standard untuk
pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat
pekerjaan .
i. Percobaan-percobaan bahan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk
mendapatkan persetujuaan Direksi /Pengawassebelum pekerjaan di mulai,
serta pengerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh
pabrik.
j. Hasil pekerjaan harus baik, warna dan pola texstur merata, tidak terdapat
noda- noda pada poermukaan pengecatan. Harus dihindari
terjadinya kerusakan akibat pekerjaan-pekerjaan lain.
k. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dan pengerjaan dan
perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan
l. Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam mengerjakan atau kerusakan,
kontraktor harus mengganti/memperbaiki dengan bahan-bahan yang sama
mutunya tanpa adanya biaya tambahan.
m. Kontarktor harus mengunakan tenaga-tenaga kerja
terampil/berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut,
sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaaan yang baik dan sempurna.
n. Permukaan pengecatan setelah diamplas, selain memperoleh permukaan
yang halus, rata dan bersih harus bebas karat.
o. Aduk sampai sempurna sebelum pemakaian sampai jenuh.
p. Lakukan pekerjaan persiapan dari produk sesuai jenis yang disyaratkan atau
sesuai persyaratan yang di tentukan oleh pabrik yangbersangkutan.
q. Selanjutnya setelah pekerjaan persiapan dilakukan dengan baik, cat dasar
dilapiskan sampai rata dan tebal.
r. Topcoae dapat dilakukakan bila cat dasar teleh keringh/sempurna dan telah
mendapatkan persetujuan Direksi/konsultan pengawas.Topcoat dapat
dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat
persetujuan Direksi/Pengawas.
s. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan kuas baik atau dengan spray.
Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya.

4. KELUARAN

Keluaran yang diminta dari kontraktor pelaksana dalam pekerjaan ini adalah bangunan fasade
Gedung utama MSTP yang sesuai dengan gambar, spesifikasi teknis yang telah ditentukan
sehingga bangunan dapat berfungsi sesuai dengan rencana dan tepat waktu.

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 15


5. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA

Pengguna jasa adalah Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan
Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang selanjutnya
akan dihibahkan kepada Universitas Diponegoro.

6. SUMBER PENDANAAN

Sumber pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) Satuan Kerja Direktorat JenderalKelembagaan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2018 dengan pembebanan anggaran
sebagai berikut:

Lembaga : (042.03) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi


Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Unit Kerja : (401196) Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti
Kegiatan : (5700) Pengembangan Taman Sains Teknologi (TST) dan
Lembaga Penunjang Lainnya
Output : (5700.001) Taman Sains dan Teknologi yang dikembangkan
Komponen/Sub : (051) Pembinaan PengembanganTechno Park di Kab. Jepara
Komponen B (Marine STP)
AKUN : 526113 Belanja Gedung dan Bangunan untuk diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda
Nilai Pagu : 526113 Rp. 500.000.000,-

7. LOKASI KEGIATAN

Gedung utama Marine Science Techno Park (MSTP) Jepara yang berlokasi diDesa Teluk
Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Waktu yang disediakan adalah paling lambat 60 (Enam puluh) Hari Kalender.

9. STANDAR TEKNIS, MASUKAN DAN DASAR HUKUM PERENCANAAN


Acuan teknis dan hukum yang dapat digunakan dalam pembangunan fasilitas ini antara lain:

a. Undang - Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
b. Undang - Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung
c. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 16


d. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tentang Persyaratan
Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan
e. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan
Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan
f. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis
Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan
g. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen
Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Petunjuk
Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung.
h. Peraturan umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56)
i. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI 1971)
j. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982)
k. Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja)
l. Peraturan-peraturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja)
m. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-
2002
n. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk bangunan Gedung SNI 03-1726-
2002
o. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk bangunan Gedung SNI 03-1726-2002
p. Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI)
q. Algemenee Voorwarden (AV)

10. PERKIRAAN KEBUTUHAN PERSONIL

Dalam pelaksanaan pekerjaan diperlukan tenaga kerja yang meliputi:

No. Tenaga Ahli Kualifikasi Jumlah


1 Site Manager SKA Arsitek Madya S1 Arsitektur 1
2 Site Engineer SKA Ahli Teknik Bangunan Gedung – Madya- S1 1
Teknik Sipil
3 Pelaksana SKT Pengawas Mutu Pelaksanaan Konstruksi Bangunan 1
Gedung, STM Teknik Bangunan
4 Pembantu SKT Tukang Pasang Schafolding / Schafolder / 1
Pelaksana Scaffolding, STM Teknik Bangunan
5 Drafter SKT Juru Gambar/Draftman Arsitektur 1
6 Administrasi/ SMK/Sederajat 1
Logistik

11. PENUTUP

a) Apabila terdapat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan, peraturan, pedoman dan
kebijaksanaan pemerintah yang berlaku, maka segala sesuatu yang termaktub didalam
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini akan diteliti dan ditinjau kembali.
b) Kontrak dan pembayaran Pembangunan dapat dilakukan setelah adanya ketersediaan
anggaran dalam DIPA 2018
c) Kontrak kerja pembangunan merupakan kontrak harga satuan.
Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 17
d) Hal-hal yang belum diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini akan ditetapkan lebih
lanjut.
e) Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, Agustus 2018

Mengetahui dan disetujui,


Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Koordinator Lokus Kegiatan MSTP Jepara
Lembaga Penujang Lainnya, ,

Dr. Ir. Lukito Hasta P., M.Sc Ir. Yani Sofyan, MT


NIP. 19590311198803001 NIP. 196312111989031001

Ditetapkan oleh,
Pejabat Pembuat Komitmen,

Dr. Fitri Suhariyadi, MT


NIP. 19751006 200604 1 016

Kerangka Acuan Kerja – Renovasi Fasade Gedung Utama Mstp Jepara | 18

Anda mungkin juga menyukai