Anda di halaman 1dari 10

MATERI KARYA ILMIAH

Oleh : Kameliyanti, M.Pd

A. PENGERTIAN KARYA ILMIAH


Apakah kalian pernah membaca karya tulis ilmiah atau pernah membuatnya?
mungkin saja jika kalian seorang pelajar atau mahasiswa sudah tidak asing lagi dengan
karya tulis yang satu ini. Karya tulis ini biasanya di buat setelah melakukan suatu penelitian.
Nah, bagi yang belum mengetahuinya maka pada kesempatan kali ini kami akan
memberikan penjelasan mengenai karya tulis ilmiah.
Karya tulis ilmiah adalah laporan tertulis yang berisi hasil sebuah kegiatan ilmiah
yang dilakukan peneliti. Atau definisi karya tulis ilmiah yaitu tulisan yang membahas
permasalahan berdasarkan dari penyelidikan, pengamatan, maupun pengumpulan data yang
berkaitan dengan permasalahan tersebut dan di tulis menggunakan bahasa yang baku. Karya
tulis ilmiah merupakan suatu karya penelitian, penelitian tersebut misalnya dilakukan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dll. Data yang didapatkannya melalui
kajian pustaka, mengumpulkan pengalaman penelitian, dan bisa juga dari pengetahuan orang
lain yang di sajikan dengan fakta maupun dengan tulisan yang menggunakan bahasa baku.
Karya ilmiah juga merupakan suatu sikap pernyataan ilmiah seorang peneliti, karya
tulis ilmiah tujuan utamanya yaitu untuk memberitahukan kepada para pembaca mengenai
suatu masalah dan untuk menemukan jawaban mengenai masalah tersebut serta
membuktikan kebenarannya.

B. TUJUAN KARYA ILMIAH


Adapun tujuan karya ilmiah dibuat atau disusun, yaitu :
1. Melatih pengungkapan pikiran atau hasil penelitian berupa tulisan ilmiah.
2. Melatih ide tersurat atau hasil penelitian yang sistematis dan metodologis.
3. Wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.
4. Melatih keterampilian dasar untuk menjalankan penelitian dengan benar dan teratur.
5. Memecahkan permasalahan yang di teliti.
6. Melatih melatih kemampuan berfikir penulis.
7. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang ada pada pelajar dalam menghadapi
dan menyelesaikan masalah berupa karya ilmiah setelah mendapatkan pengetahuan dari
keilmuannya.
C. MANFAAT KARYA ILMIAH
Beberapa manfaat apa yang akan kita dapatkan dalam menulis karya ilmiah, yaitu :
1. Melatih dalam menggabungkan beberapa hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.
2. Penulis dapat berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri.
3. Mengembangkan pemikiran menjadi lebih terkonsep, terstruktur.
4. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data
secara jelas dan sistematis.
5. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan-kegiatan perpustakaan, seperti menggunakan
katalog dalam mencari buku yang diperlukan.
6. Merasakan kepuasaan intelektual, yakni satu kepuasan yang berkaitan dengan
kemampuan untuk menyajikan satu pengetahuan.
7. Penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
8. Sebagai bahan penelitian atau acuan pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

D. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH


Kita juga harus mengetahui karakteristik dalam karya tulis ilmiah, yaitu :
1. Tulisan yang dbuat harus mengacu pada teori/ referensi buku atau memiliki daftar
pustaka.
2. Harus lugas, maksudnya tidak emosional dan tidak menimbulkan interprestasi lain.
3. Harus logis, artinya mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang
konsisten.
4. Efesien, artinya mempergunakan kalimat, kata dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah
dipahami.
5. Efektif, artinya tulisan-tulisan yang dibuat harus ringkas dan padat.
6. Objektif, artinya berdasarkan fakta, kerangka karya ilmiah bersifat konkrit dan benar
adanya/ tidak mengada-ada.
7. Sistematis, artinya penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur yang ada.

E. FUNGSI KARYA TULIS ILMIAH


Adapun fungsi dari karya tulis ilmiah secara umum, diantaranya sebagai berikut ini:
1. Fungsi Pendidikan
Fungsi yang pertama yaitu untuk pendidikan, dimana dengan menulis karya ilmiah akan
memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi penulisnya. Karena penulis
akan mampu berfikir, menulis dan mempertanggung jawabkan hasil dari penelitiannya.
2. Fungsi Penelitian
Fungsi yang kedua yaitu untuk dunia penelitian, maksudnya karya ilmiah yang ditulis
berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan berguna juga bagi seorang
peneliti untuk memperaktekan prosedur ilmiahnya.
3. Fungsi Fungsional
Ssebagai fungsi fungsional, fungsi ini maksudnya karya tulis ilmiah dapat berguna
seagai alat untuk mengembangkan pengetahuan, sebagai bahan pustaka dan untuk
kepentingan disiplin ilmu tertentu.
Adapun fungsi lainnya bagi karya tulis ilmiah misalnya yaitu:
 Fungsi untuk Suatu Penjelasan
Maksudnya karya tulis ilmiah dapat menjelaskan hal-hal yang sebelumnya belum
diketahui pembaca, misal seperti hal-hal yang belum jelas dan tidak pasti, sehingga
menjadi jelas dan pasti kebenarannya.
 Fungsi untuk Prediksi
Suatu karya tulis ilmiah hasil penelitian dapat menjadi prediksi mengenai suatu hal
yang belum terjadi, sehingga kejadian tersebut bisa di antisipasi atau bisa di cegah.
 Fungsi Untuk Kontrol
Karya tulis ilmiah berguna juga untuk melakukan kontrol terhadap benar atau
tidaknya suatu pernyataan mengenai permasalahan.

F. BENTUK KARYA ILMIAH


Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu
berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum, bentuk penyajian karya terbagi
ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.
1. Bentuk populer
Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka.
Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam
bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam
media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan
topik yang akrab, menyenangkan bagi populus  (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar
orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-
kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat
fantasi (rekaan).

2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
a. halaman judul,
b. kata pengantar,
c. daftar isi,
d. pendahuluan,
e. pembahasan,
f. simpulan, dan
g. daftar pustaka.

Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jensi laporan
biasa dan makalah.
3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan
akademis secara lengkap, seperti skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah
bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut :
h. Judul
i. Tim pembimbing
j. Kata pengantar
k. Abstrak
l. Daftar isi
m. Bab Pendahuluan
n. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoritis
o. Bab Metode penelitian
p. Bab Pembahasan hasil penelitian
q. Bab Simpulan dan rekomendasi
r. Daftar pustaka
s. Lampiran-lampiran
t. Riwayat hidup

G. JENIS-JENIS KARYA TULIS ILMIAH

Berikut ini adalah beberapa macam jenis karya tulis ilmiah beserta penjelasan singkatnya.

1. Artikel

Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku
kumpulan artikel yang ditulis dengan cara yang ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah
yang telah disepakati sebelumnya. Sistematika artikel:
 Judul
 Nama penulis (tanpa gelar akademik)
 Abstrak
 Kata kunci
 Pendahuluan
 Kerangka teori (kajian)
 Pembahasan
 Penutup
 Daftar pustaka

2. Makalah
Makalah adalah salah satu karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah dengan
pembahasan berdasarkan data yang ada di lapangan dan bersifat empiris-objektif.
Sistematika makaalah:
 Pendahuluan
 Pembahasan
 Kesimpulan
3. Kertas Kerja
Kertas kerja / work paper pada prinsipnya sama dengan makalah, namun pada kertas
kerja dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan juga tajam dan dipresentasikan
pada seminar yang biasanya dihadiri oleh para ilmuwan.

4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan para akademisi (mahasiswa)
dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang
studi.

5. Skripsi
Skripsi adalah salah satu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1
(Sarjana). Berisi tulisan yang sistematis yang mengemukakan pendapat penulis
berdasarkan pendapat (teori) orang lain.

6. Tesis
Tesis adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca
Sarjana). Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

7. Disertasi
Disertasi atau disebut juga "Ph.D Thesis" adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk
menyelesaikan jenjang studi S3 (Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat
dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang sahih dengan analisis yang
terinci.

8. Artikel Ilmiah Populer


Artikel ilmiah populer adalah artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer
(bahasa jurnalistis/media) untuk dimuat pada media massa (majalah, situs, suratkabar).
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan
aturan penulisan ilmiah. Namun, artikel ilmiah populer ditulis lebih bersifat umum,
untuk konsumsi publik..
H. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH
Dibawah ini terdapat beberapa syarat-syarat karya ilmiah, antara lain:
1. Bagian awal
Pada bagian ini secara umum memuat halaman judul, halaman pengesahan, kata
pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, arti mengenai lambang
maupun singkatan, dan intisari dari karya ilmiah tersebut.
2. Bagian inti
Pada bagian ini memuat bab-bab, pendahuluan, kajian teori, pembahasan, kesimpulan
dan saran hasil dari penelitian. Dalam bagian bab tersebut terdapat beberapa sub bab
penelitian mengenai tema yang di bahas, misalnya seperti latar belakang permasalahan,
pokok permasalahan, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode
penelitian, waktu dan tempat penelitian, sistematika penulisan dan sebagainya. Hal ini
tergantung tema apa yang di teliti.
3. Bagian akhir
Dan pada bagian ini biasanya terdiri dari daftar pustaka tentang teori atau materi yang
digunakan dari mana saja di dapatnya dan lampiran dokumen (jika di butuhkan).

I. SISTEMATIKA KARYA TULIS ILMIAH


Kamu juga harus mengetahui sistematika karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Beberapa
bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut.
1. Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul
mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai
makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan
konsisten dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan
metode penelitian.

Contoh: AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi


Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual) Siswa SMA Labschool UPI
Bandung

Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:


a. Masalah yang diteliti: aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
B. Ruang lingkup penelitian: kecerdasan emosi dan intelektual siswa
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang masalah, uraian singkat, jelas dan logis dari suatu kegiatan ilmiah
untuk menjelaskan alasaan teoritik serta faktual (nyata) mengapa permasalahan yang
diangkat perlu dijawab/ diangkat melalui kegiatan penelitian.
2. Rumusan masalah, argumentasi atau pertanyaan kritis yang fleksibel yang diambil
intinya dari pernyataan umum dari masalah penelitian, sebagaimana tercantum
dalam latar belakang masalah. Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu
pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan mengapa atau bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis
menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui
penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahsan di dalam karya
ilmiah tersebut.
3. Tujuan penelitian, uraian singkat serta penjelasan tentang tujuan apa yang hendak
dicapai dalam penelitian tersebut.
4. Manfaat penelitian, uraian mengenai hasil karya tulis ilmiah apa saja yang
diunggulkan dan dapat disumbangkan dari hasil penelitian.

BAB II KERANGKA TEORI


1. Landasan teori, seperangkat konsep batasan dan proposisi yang dapat menyajikan
suatu pandangan yang sistematis mengenai fenomena dalam penelitan dengan
merinci hubungan antar variabel yang bertujuan menjelaskan serta memprediksikan
fenomena tersebut. Kerangka teoritis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan.
Tercakup pula di dalam bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis.
Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori
yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipoteisi. Di samping itu, dalam
kerangka teoritis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang
telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna
menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada
sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah
ini juga memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan
penelitian itu dalam perkembangan ilmu secara keseluruhan.
2. Hipotesis penelitian, kesimpulan sementara kerangka pemikiran seorang peneliti.
BAB III METODE PENELITIAN
1. Jenis penelitian, a) dari tujuan dasarnya, b) dari tempat pelaksanaan penelitian, c)
dari tujuan umumnya, d) dari sifat-sifat masalahnya, e) dari ruang lingkup
pengujiannya
2. Definisi konsep dan operasional variabel, definisi konsep adalah konseptual
tentang variabel penelitian, sedangkan definisi opeasional adalah variabel yang
berisi penjelasan secara sistematik dan operasional tentang bagaimana mengukur
variable penelitian.
3. Populasi dan sampel penelitian, populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian
yang akan diteliti sedangkan sampel adalah sebagian subjek penelitian yang
djadikan penelitian.
4. Jenis, sumber dan teori pengumpulan data, uraian lengkap dan jelas tentang jenis
data yang digunakan dalam penelitian, serta bagaimana cara mengumpulkan data
tersebut.
5. Teknik analisis/pengujian data, penjelasan tentang bagaimana caranya pengolahan
serta penganalisisan data penelitian dilakukan.

BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN


1. Gambaran umum objek penelitian, uraian secara umum tentang objek penelitian
yang akan diteliti.
2. Deskripsi hasil penelitian, uraian hasil penelitian berdasarkan hasil data yang
diperoleh dari lapangan.
3. Pengujian hipotesis, uraian pemaparan data yang diperoleh dari lapangan
penelitian untuk menguji apakah data yang didapat itu mendukung hipotesis yang
ada atau tidak. Jika mendukung dapat diterima jika tidak berarti sebaliknya.
4. Interpelasi hasil pengujian hipotesis

BAB V PENUTUP
Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur
penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah
(pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi
penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu dengan
meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu
diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas
dengan meletakkannya dalam kerangka pikira yang mengarah kepada simpulan.

Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi
yang dirimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut umpamanya berupa
pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan
kebijakan. Hal-hal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut
rekomendasi atau saran-saran.
1. Daftar pustaka
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam
karya ilmiah yang diambil dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel
jurnal, dokumen resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet. Semua sumber
tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di
dalam daftar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis
tetapi tidak digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh dicantumkan di
dalam daftar pustaka. Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa
menggunakan nomor urut. Sumber tulisan/tercetak yang memerlukan banyak
tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara
sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi.

2. Lampiran

J. UNSUR KEBAHAHASAAN KARYA ILMIAH


Telah kita pelajari pada materi terdahulu bahwa salah satu ciri karya ilmiah adalah
bersifat objektif. Objektivitas suatu karya ilmiah, antara lain, dintandai oleh pilihan kata
yang bersifat impersonal. Hal itu berbeda dengan teks lain yang bersifat nonilmiah,
semacam novel ataupun cerpen yang pengarangnya bisa ber-aku, kamu, dan dia. Kata ganti
yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis atau peneliti.
Dalam hal ini, penulis tidak boleh menyatakan proses pengumpulan data dengan
kalimat pasif, misalnya, “Di dalam penelitian ini, digunakan kuesioner”. Di dalam kalimat
tersebut, subjek penelitian dinyatakan secara tersurat. Dalam komunikasi ilmiah, memang
penulis diharapkan sering mempergunakan kalimat pasif seperti contoh di atas.
Karya ilmiah memerlukan kelugasan dalam pembahasannya. Karya ilmiah
menghindari penggunaan kata dan kalimat yang bermakna ganda. Karya ilmiah
mensyaratkan ragam yang memberikan keajegan dan kepastian makna. Dengan kata lain,
bahasa yang digunakannya itu harus reproduktif. Artinya, apabila penulis menyampaikan
informasi, misalnya, yang bermakna X, pembacanya pun harus memahami informasi itu
dengan makna X pula. Informasi X yang dibaca harus merupakan reproduksi yang benar-
benar sama dari informasi X yang ditulis.
Ragam bahasa yang digunakan karya ilmiah harus lugas dan bermakna denotatif.
Makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit untuk
mencegah timbulnya pemberian makna yang lain. Untuk itu, dalam karya ilmiah kita sering
mendapatkan definisi atau batasan dari kata atau istilah-istilah yang digunakan. Misalnya,
jika dalam karya itu digunakan frasa atau klausa, penulis itu harus terlebih dahulu
menjelaskan arti kedua kata itu sebelum ia melakukan pembahasan yang lebih jauh. Hal
tersebut penting dilakukan untuk menyamakan persepsi antara penulis dengan pembaca atau
untuk menghindari timbulnya pemaknaan lain oleh pembaca terhadap maksud kedua kata
itu.
Makna denotasi adalah makna kata yang tidak mengalami perubahan, sesuai dengan
konsep asalnya. Makna denotasi disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami
penambahan-penambahan makna. Adapun makna konotasi adalah makna yang telah
mengalami penambahan. Tambahan-tambahan itu berdasarkan perasaan atau pikiran
seseorang terhadap suatu hal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.

  - Malam ini udara terasa sangat panas (denotasi) (panas di sini berkaitan dengan suhu)
- Hatiku panas begitu melihat Ahmad dimarahi Pak Lurah (konotasi) (panas di sini bermakna
emosi, marah)

- Adikku senang mengenakan pakaian hitam bila keluar rumah (denotasi) (warna gelap)


- Ia sudah insaf, tidak ingin lagi tenggelam ke dalam dunia hitam (konotasi) (kemaksiatan,
kehinaan)

http://jaddung.blogspot.com/2018/01/pengertian-bentuk-struktur-dan-unsur-kebahasaan-karya-
ilmiah.html