Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Utilitas

Utilitas dapat diartikan sebagai semua bahan/media/sarana yang dibutuhkan untuk


menunjang operasi pengolahan/kilang/industri. Kegiatan kilang sebagai suatu rangkaian
proses manufacturing didalam operasinya memerlukan utilities baik sebagai bahan proses
atau bahan baku, bahan penunjang, maupun sebagai tenaga (power) untuk menggerakkan
proses dan peralatan kilang.

Utilitas dapat meliputi beberapa komoditi sesuai kebutuhannya, antara lain:

1. Listrik sebagai tenaga penggerak, pemanas


2. Steam (uap) sebagai bahan baku, sebagai tenaga penggerak, sebagai pemanas.
3. Utility water, Treated water, Demineralized water, Boiler feed water.
4. Cooling water (Sea cooling water, Fresh cooling water)
5. Instrument air dan plant air atau Nitrogen maupun Oksigen.

Di Pertamina RU II, Utilities merupakan bagian dari unit produksi kilang yang
berfungsi menyediakan sarana atau media yang dibutuhkan unit proses. Sistem Utilities
di RU II Dumai dibagi menjadi 3 unit area:

Water Treatment Plant : merupakan unit proses pengolahan/ penjernihan air.


Utilities Existing : melayani kebutuhan unit–unit proses di Kilang lama/
Existing Plant.
Utilities HDC/New Plant : melayani kebutuhan unit–unit proses di Kilang baru/ New
Plant.

Ketiga sistem tersebut saling terintegrasi dalam pengoperasiannya dan kehandalan


harus dijaga dengan baik. Jika terjadi kegagalan dalam pengoperasiannya, tidak saja akan
mengakibatkan kehilangan produksi kilang tetapi dapat juga merusak katalis, peralatan
operasi bahkan hilangnya faktor safety.
Unit-unit proses yang merupakan bagian dari unit utilitas adalah :
a. Unit Pengolahan Air (Water Treatment Plant)
Sumber air tawar diperoleh dari sungai Rokan. Pengolahan air bertujuan untuk
memperoleh air yang memenuhi syarat sebagai air minum dan air pendingin. Air untuk
umpan boiler (Boiler Feed Water) perlu pengolahan lebih lanjut di demineralizer. Air
sungai Rokan diolah untuk menghilangkan turbiditas, COD, suspended solid, dan warna.
Untuk menghindari korosi yang disebabkan oleh kondisi asam (pH rendah), maka
dilakukan penginjeksian larutan NaOH untuk penetralan. Untuk kebutuhan air minum,
dilakukan proses sterilisasi dengan penginjeksikan desinfektan seperti Cl2 atau Ca(OCl)2.
Air baku dari sungai Rokan dipompa menuju WTP (Water Treatment Plant) Bukit
Datuk yang berjarak 45 km, kemudian ditampung dalam raw water pond. Di dalam raw
water pond terjadi pengendapan lumpur, pasir, dan partikulat. Kemudian air baku di
pompa menuju clearator dan dilakukan penginjeksian zat-zat sebagai berikut:
1. Aluminium Sulfat: Al2(SO4)3.18H2O
2. Soda kaustik : NaOH
3. Coagulant Aid
Di dalam clearator air baku dan bahan kimia diaduk dengan rapid mixer
sehingga akan terjadi reaksi koagulasi antara bahan kimia dengan kotoran dan akan
terbentuk flok. Reaksi yang terjadi adalah :
Al2(SO4)3.18H2O + 3Na2CO3  3Na2SO4 + 2Al(OH)3 + 18 H2O

Flok-flok yang terbentuk akan mengendap dan dibuang secara periodik. Air
jernih akan mengalami over flow dan ditampung dalam intermediate pond. Intermediate
pond hanya berfungsi sebagai bak penampung air jernih. Air jernih kemudian dialirkan
ke sand filter yang berfungsi untuk memisahkan carry over flok dari clearator. Air
jernih dari sand filter secara gravitasi ditransfer menuju treated water pond. Dari
treated water pond air didistribusikan dengan pompa melalui sistem manifold. Manifold
untuk kilang diinjeksikan corrosion inhibitor, sedangkan air untuk perumahan dan dok
diinjeksikan Cl2 atau Ca(OCl)2 untuk desinfektan.
Refinery water (raw water) dari WTP Bukit Datuk dikirim ke new plant dan
dikirim ke sand filter. Outlet sand filter ditampung pada filtered water tank. Dari tangki
tersebut didistribusikan dengan pompa menuju :
1. Portable Water Tank
2. Plant Water Calciner
3. Demineralizer
4. Make up Cooling Water
5. Plant Water dan House Station
Flow diagram untuk proses pengolahan air di perumahan RU II Dumai dapat
dilihat pada Gambar 5.1:

520 P-601 A s/d F

510 P-1
A/B/C/D

Gambar 5.1 Flow Diagram Alir Proses Pengolahan Air di perumahan RU II


520 P-606 A s/d K

b. Demineralizer ( Boiler Feed Water)


Dumai
Proses softening (pelunakan) adalah proses untuk mengurangi konsentrasi ion-ion
Ca2+ dan Mg 2+ A
520 P-608yang menyebabkan kesadahan pada air. Ion-ion tersebut bila masuk ke
s/d G
dalam boiler akan membentuk scale deposit.
Penghilangan scale deposit dapat dilakukan dengan :
1. External treatment
Penghilangan atau pengurangan konsentrasi ion-ion penyebab kesadahan dalam
BFW.
2. Internal treatment
Mengikat ion-ion Ca2+ dan Mg2+ untuk menghasilkan senyawa berbentuk
sludge/lumpur yang rapuh dan tidak melekat pada dinding dan tube boiler.
Proses-proses yang terjadi diantaranya :
 Pertukaran kation kalsium, magnesium, dan sodium dihilangkan dengan
hidrogen pada kation exchanger.
 Pertukaran anion seperti sulfat, klorida, dan karbonat, dihilangkan dengan anion
exchanger.

c. Unit Penyediaan Uap (Boiler Plant)


Air umpan boiler memiliki persyaratan khusus karena dalam air masih terdapat
zat-zat yang bisa membentuk kerak pada tube boiler dan zat-zat yang korosif. Kerak
pada tube boiler disebabkan oleh garam-garam silikat dan karbonat. Kerak ini
menyebabkan over heating karena menghambat transfer panas. Korosi pada pipa
disebabkan adanya gas-gas korosif seperti : O2, CO2, pH air yang rendah, oleh karena itu
gas-gas harus dihilangkan dan pH air dijaga tetap netral di dalam BFW. Garam-garam
mineral yang larut dalam air bisa mengakibatkan buih sehingga perlu dihilangkan
dengan demineralizer yang terdiri dari kation dan anion.
Outlet demineralizer ditampung dalam tangki lalu dipompakan ke deaerator guna
mengurangi kandungan O2 terlarut. Air yang keluar deaerator diinjeksikan hydrazine
untuk menghilangkan O2 sisa kemudian didistribusikan ke boiler dengan pompa.

Steam yang dihasilkan terbagi menjadi tiga jenis :


1
1. High Pressure Steam (HPS), P = 40 bar, T = 398oC, Kapasitas = 60 ton
2
2. Middle Pressure Steam (MPS), P = 11 bar, T = 200oC, Kapasitas = 60 ton
1
3. Low Pressure Steam (LPS), P = 3 bar, T = 190oC, Kapasitas = 60 ton
2
Flow diagram steam generator di RU II Dumai dapat dilihat pada Gambar 5.2:

vent
Steam Make up

DEAERAT
OR

940 P- 940 P-1


2 A/B/C
DEMIN WATER STORAGE
A/B/C
Unit boiler
TANK

940 P-
3
A/B/C

HP
Quenching STE
AM
MP
STE
AM

LP
STE
STEAM
LET
AM
DOWN
Gambar 5.2 Flow Diagram Steam Generator di RU II Dumai

d. Unit Air Pendingin (Cooling Water Unit)


Unit ini berfungsi untuk menampung air yang akan digunakan sebagai air
pendingin pompa dan kompressor. Air yang digunakan adalah air tawar dari WTP Bukit
Datuk. Cooling tower di new plant berpusat di Utilities Circulation. Air dari tangki
didistribusikan ke cooling tower sebagai make-up. Untuk mempertahankan level cooling
tower maka diperlukan make-up karena air yang kembali (return cooling tower) sangat
sedikit. Untuk membuang sludge dan lumpur dilakukan dengan blow down. Untuk
menghindari pertumbuhan jasad renik (algae dan lumut), diinjeksikan chlorine ke dalam
cooling tower sebanyak 10 Kg selama 6 jam dalam satu hari. Di samping itu, diinjeksikan
juga corrosion inhibitor berupa dulcam 704 (untuk satu shift diberikan sebanyak 37.5
Liter) yang berfungsi untuk membentuk lapisan pada pipa sehingga tidak terjadi kontak
langsung antara air dengan material pipa yang bisa mengakibatkan perkaratan.

e. Unit Penyedia Udara Bertekanan


Fungsi dari udara bertekanan yang dihasilkan oleh unit ini adalah :
1. Unit Instrumen
Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor masuk ke dalam receiver. Udara
biasa masuk melalui filter dihisap oleh kompresor dan ditekan keluar melalui
pendingin dan cyclone untuk memisahkan air, setelah itu masuk ke receiver. Tekanan
udara dijaga dengan pressure recorder controller (PRC) sebesar 6.5 Kg/cm2.
2. Udara Kilang
Digunakan sebagai pembersih dan flushing pipa-pipa. Di dalam unit kompresor juga
terdapat cooling tower untuk mengatur air pendingin yang mendinginkan pompa dan
kompresor. Untuk menjaga agar suhu air tetap rendah digunakan fan. Untuk
mencegah korosi, diinjeksikan polycrin I dan polycrin AI (merupakan corrosion
inhibitor).

f. Unit Penyediaan Power (Power Plant)


Merupakan unit yang penting dalam operasi kilang. Unit ini berfungsi sebagai
penyedia tenaga listrik untuk kebutuhan kilang maupun perumahan karyawan. Unit ini
terbagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Power Generation
2. Power Distribution
3. Bengkel Listrik