Anda di halaman 1dari 4

PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT (Catatan)

A. PERKALIAN BILANGAN BULAT

Untuk melakukan perkalian dua bilangan bulat, kita dapat menggunakan aturan berikut ini.

1. Beda Tanda. Untuk mengalikan bilangan bulat positif dan negatif, (+) x (-) = (-)
kalikan kedua bilangan tersebut dengan mengabaikan tandanya.
(-) x (+) = (-)
Kemudian, tulislah hasilnya sebagai bilangan bulat negatif.
2. Tanda Sama. Untuk mengalikan bilangan bulat yang tandanya (+) x (+) = (+)
sama, kalikan kedua bilangan tersebut dengan mengabaikan
(-) x (-) = (+)
tandanya,. Kemudian, buatlah hasilnya sebagai bilangan bulat
positif.
Contoh :

Tentukan hasil kali bentuk-bentuk berikut.

a. -3 x 5
b. (-4) x (-6)

Penyelesaian :

a. -3 x 5
Perkalian bilangan bulat diatas adalah perkalian beda tanda yang hasil perkaliannya
adalah bilangan bulat negatif. Dengan mengabaikan tandanya, kita peroleh 3 x 5 = 15.
Sehingga , hasil kali dari :
-3 x 5 = -15 Buat hasil akhirnya menjadi negatif

b. (-4) x (-6)
Perkalian bilangan bulat diatas adalah perkalian tanda sama yang hasil perkaliannya
adalah bilangan bulat positif. Dengan mengabaikan tandanya, kita peroleh 4 x 6.
Sehingga , hasil kali dari :
(-4) x (-6) = 24 Buat hasil akhirnya menjadi positif

Sifat-Sifat Perkalian
1. Tertutup
Misalnya:
 2 x 5 = 10, 2 dan 5 bilangan bulat, hasil kalinya 10 juga bilangan bulat.
Untuk setiap bilangan bulat a dan b, jika a x b = c, maka c juga bilangan bulat.
2. Komutatif (Pertukaran)
Perhatikan operasi perkalian berikut ini:
 3 x 5 = 15
 5 x 3 = 15
Jadi 3 x 5 = 5 x 3 = 15
Secara umum dituliskan
Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku a x b = b x a.

Ringkasan Materi: Ria Gusmawati, S.Pd


3. Asosiatif (Pengelompokkan)
Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini!
 {6 x (–5)} x (–2) = –30 x (–2) = 60
 6 x {–5 x (–2)} = 6 x 10 = 60
Jadi, {6 x (–5)} x (–2) = 6 x {–5 x (–2)}
Maka kesimpulannya adalah:
Untuk bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku (a x b) x c = a (b x c)
4. Distributif
Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c berlaku
1. a x (b – c) = (a x b) – (a x c), distributif perkalian terhadap pengurangan.
2. a x (b + c) = (a x b) + (a x c), distributif perkalian terhadap penjumlahan.

B. PEMBAGIAN BILANGAN BULAT

Operasi pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.


Hasil-hasil pembagian pada operasi hitung sebagai berikut :
1. Pembagian dua bilangan bulat yang tandanya sama, hasilnya adalah bilangan positif.
2. Pembagian dua bilangan bulat yang berbeda tanda, hasilnya adalah bilangan negatif
Contoh :

 8 x 6 = 48 
 80 : 10 = 8
 90 : (-9) = -10
 -150 : (-5) = 30

KPK DAN FPB

KPK
Pengertian KPK
Kelipatan persekutuan terkecil atau yang disingkat KPK
KPK dari 2 atau lebih bilangan merupakan bilangan yang merupakan kelipatan
persekutuan terkecil dari 2 atau lebih bilangan tersebut.
Cara Mencari Nilai KPK
Dalam mencari nilai KPK terdapat 2 metode yang dapat digunakan, yaitu
1. Metode sederhana
Misal kita akan mencari KPK dari 14 dan 4, maka cara mencari KPK menggunakan
metode sederhana adalah
Kelipatan 14 = 14, 28, 42, 56, 70, …
Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, …
KPK dari 14 dan 4 adalah kelipatan yang sama dan terkecil, jadi KPK nya adalah 28
2. Metode faktorial
Metode ini menggunakan pohon faktorial. Misalkan kita akan mencari KPK dari 20 dan
45 maka cara mencari KPK nya adalah
Buat pohon faktornya

Ringkasan Materi: Ria Gusmawati, S.Pd


susun bilangan dari pohon faktor sehingga didapatkan faktorialnya
 faktorial 20 = 22 x 51
 faktorial 45 = 32 x 51
ambil faktor yang memiliki pangkat terbesar yaitu 22 x 32 x 51
kalikan faktor faktor tersebut 4 x 9 x 5 = 180
Jadi, KPK dari 20 dan 45 adalah 180.

FPB
Pengertian FPB
Faktor persekutuan terbesar atau yang disingkat FPB
FPB dari 2 atau lebih bilangan merupakan bilangan bulat positif terbesar yang dapat
membagi habis kedua (atau lebih) bilangan tersebut.
Cara Mencari Nilai FPB
Hampir sama seperti KPK, dalam mencari nilai FPB terdapat 2 metode yang dapat
digunakan, yaitu
1. Metode sederhana
Misal kita akan mencari FPB dari 14 dan 4, maka cara mencari KPK menggunakan
metode sederhana adalah
Faktor 14 = 1, 2, 7, 14
Faktor 4 = 1, 2, 4
FPB dari 14 dan 4 adalah faktor yang sama dan terbesar, jadi FPB nya adalah 2
2. Metode faktorial
Metode faktorial memiliki 2 alternatif cara yaitu menggunakan pohon faktor.
Misalkan kita akan mencari FPB dari 20 dan 30 maka cara mencari FPB nya adalah
Buat pohon faktornya

susun bilangan dari pohon faktor sehingga didapatkan faktorialnya


 faktorial 20 = 22 x 51
 faktorial 30 = 21 x 31 x 51
ambil faktor yang sama yaitu 2 dan 5
kalikan faktor yang sama dan memiliki pangkat terkecil yaitu 21 x 51
kalikan faktor faktor tersebut 2 x 5 = 10
Jadi, FPB dari 20 dan 30 adalah 10.

Jika mendapatkan soal cerita FPB dan KPK, perhatikan cirinya:


 Soal cerita diselesaikan dengan FPB jika ada beberapa bilangan yang ingin
dikelompokkan. Biasanya terdapat kata “jumlah maksimal atau jumlah terbanyak”.
 Soal cerita diselesaikan dengan KPK jika ada beberapa bilangan dan dalam soal
ditanyakan kapan terjadi pertemuan kembali. Biasanya di dalam ada kata “setiap”
atau “sekali”.
Ringkasan Materi: Ria Gusmawati, S.Pd
Latihan ( kerjakan di buku latihan)
1. Tentukan hasil operasi hitung bilangan bulat berikut :
a. 23 x 5
b. -15 x 4
c. (-25) x (-4)
d. (-52) : 4
e. 36 : 12
f. (-80) : (-20)
g. ( 5 x 4) x (-3)
h. (-24) + {8 x (-16)}

2. Terdapat 2 motor di rumah Ani yang harus secara rutin di servis ke bengkel. Motor
pertama harus di servis setiap 30 hari sekali, sedangkan motor satunya harus diservis
setiap 25 hari sekali. Setiap berapa hari kah Ani harus membawa kedua motornya
untuk diservis bersama-sama?
3. Andi mempunyai 15 roti coklat dan 20 roti pisang. Roti tersebut akan dimasukkan
kedalam kantong plastik dengan komposisi yang sama untuk dibagikan kepada
temannya. Berapa kantong berisi roti yang dapat dibuat Andi agar sama banyak?

Ringkasan Materi: Ria Gusmawati, S.Pd

Anda mungkin juga menyukai