Anda di halaman 1dari 18

Terima Kasih kepada:

Bpk. M. Dwi Marianto


Bpk. Anusapati
Bpk. Sudarisman
Bpk. Saptoadi Nugroho
Ibu Leni
Santo Umboro
Tujuh Bintang Art Space
Elizabeth Nita Kurniasih

Alexander Nawangseto M.
Budiono (Kampret)
Catur Ratriana R.
Deni Rahman
Fynn Yngvesson
Hardiana
I Kadek Yudi Astawan
I Wayan Gede Budayana
Lee Hea Kyung
Mahdi Abdullah
Mufi Mubarok
Putu Dita Asta Giri
Setyo Priyo Nugroho

Teman-teman yang telah membantu terselenggaranya pameran ini


This catalog was published to accompany the group exhibition
"After Effect" at Tujuh Bintang Art Space, January 21 - 30, 2011
Ciri khas kehidupan yang dinamis adalah adanya A change is one characteristic of dynamic life.
Curator perubahan. Dari yang tiada menjadi ada, dari From the not existing to be exist, from the simple
M. Dwi Marianto yang sederhana menjadi kompleks. Dan selalu one to be complex. Moreover, new things always
Anusapati muncul hal-hal baru proses dari perkembangan emerge from the development of the dynamic
Saptoadi Nugroho kedinamisan itu sendiri. Kebaruan itu sendiri tak itself. Novelty will never come to an end since
akan pernah berujung, karena selalu ada there will always be another novelty before the
Artists kebaruan lain di depan kebaruan yang ada, maka one that exists. Hence, the term “perfect” in this
Alexander Nawangseto M. kata “Sempurna” dalam dunia dinamis ini adalah dynamic world is a scarcity that can hardly be
Budiono (Kampret) sebuah kelangkaan yang nyaris takakan pernah found. Especially in aesthetics world of art, there
Catur Ratriana R. dapat di jumpai. Terlebih dalam dunia seni will always be addition, reduction, combination,
Deni Rahman estetis, selalu ada penambahan, pengurangan, separation and various processes to bring new
Fynn Yngvesson penggabungan, penukilan-penukilan atau things to the various elements of artworks.
Hardiana bermacam proses untuk memunculkan hal-hal There will always be exploration and
I Kadek Yudi Astawan baru pada beragam elemen karya. Selalu ada experimentation process which carry new thing
I Wayan Gede Budayana proses eksplorasi dan eksperimentasi sehingga to the work of art although it has been
Lee Hea Kyung muncul hal baru pada karya yang sudah di considered “perfect”.
Mahdi Abdullah katakan “Sempurna” sekalipun.
Mufi Mubarok This has become a challenge for thirteen
Putu Dita Asta Giri Hal itulah yang lantas menjadikan tantangan participants from Indonesia Institute of Arts
Setyo Priyo Nugroho tersendiri bagi ke-13 peserta graduate program Post-Graduate Program Yogyakarta, who
ISI Yogyakarta, yang juga merupakan seniman- become the artists in the exhibition held at Tujuh
Photography seniman dalam pameran yang di gelar di Tujuh Bintang Art Space. Based on their feeling of
Santo Umboro Bintang Art Space kali ini. Bahwa didasari oleh anxiety, there comes awareness to keep on
kegelisahan yang mereka rasakan, maka moving to follow the dynamic life by continuing to
Translation timbulah kesadaran untuk terus bergerak explore, do a search, and bring novelties for the
Elizabeth Nita Kurniasih mengikuti kehidupan dinamis itu dengan terus development of their works. The series of
menggali, melakukan pencarian dan terus processes can be called “After Effect”, or the

03
memunculkan kebaruan-kebaruan demi result, the effect of what happened, after a touch Tigabelas mahasiswa Program Pascasarjana ISI Thirteen students from Indonesia Institute of
pengembangan karya-karya mereka. Runtutan of novelty. Yogyakarta yang berasal dari latar-belakang Arts Post-Graduate Program Yogyakarta of
proses itu dapat di katakan “After Efect”, atau pendidikan, profesi, sosial-budaya, negara, etnis various educational backgrounds, socio-cultural
sebuah akibat, pengaruh yang terjadi, setelah After Effect, a provocative theme carried by the yang berbeda berhimpun, menggalang backgrounds, professions, nationalities, and
adanya sentuhan kebaruan. participants for you and other artists. A kerjasama untuk memamerkan karya studi ethnic groups collaborate and work together in
provocation as an initial lighter to raise optimism mereka di semester awal. Mereka adalah Mufi displaying the works of their study in the early
After Effect, sebuah tema yang tentu saja cukup in carrying out idea and creative changes as well, Mubarok, Deni Rahman, Mahdi Abdullah, semester. They are Mufi Mubarok, Deni Rahman,
provokatif dari para peserta graduate program which engenders novelty value in creating work Alexander Nawangseto M, Setyo Priyo Nugroho, Mahdi Abdullah, Alexander Nawangseto M,
ISI Yogyakarta ini juga diserukan bagi para of art. Let's appreciate the new changes carried I Wayan Gede Budayana, Catur Ratriana R, I Setyo Priyo Nugroho, I Wayan Gede Budayana,
perupa dan Anda. Provokasi sebagai sebuah by the artists. Hopefully, the novelty effects Kadek Yudi Astawan, Lee Hea Kyung, Hardiana, Catur Ratriana R, I Kadek Yudi Astawan, Lee Hea
pemanti-kawal peningkatan optimism mereka presented are able to bring awareness that Fynn Yngvesson, dan Budiono (Kampret), Putu Kyung, Hardiana, Fynn Yngvesson, dan Budiono
menyongsong ide juga perubahan kreatif, yang eventually can touch and bring back new spirit in Dita Asta Giri; menggelar kegiatan di Tujuh (Kampret), and Putu Dita Asta Giri; whom hold an
melahirkan nilai kebaruan dalam penciptaan Indonesian fine arts. Bintang Art Space, di Yogyakarta. Macam- exhibition at Tujuh Bintang Art Space in
karya. Mari meng-apresiasi perubahan- macam pula rupa dan konsep karya mereka. Yogyakarta. They offer different forms and
perubahan baru para perupa kita, dan sama- Good Work ..! Masing-masing mengedepankan karya seni different concepts of artwork. Each of them
sama berharap, semoga effect kebaruan yang yang merupakan representasi dari hasil presents work of art that represents the result of
mereka sajikan, mampu memberikan Saptoadi Nugroho eksplorasi mereka selama kurang-lebih 4 bulan their exploration for approximately 4 months out
penyadaran yang akhirnya dapat menyentuh dan Head Director dari masa belajar yang berlangsung 2 tahun. of 2 years academic period.
menghadirkan kembali semangat baru seni rupa Tujuh Bintang Art Space
Indonesia. Karya-karya yang mereka suguhkan adalah The works of art presented can be seen as a
gambaran dari langkah awal mereka memulai portrayal of their initial step to start a new plot of
Selamat Berkarya..!! suatu alur seni dan estetika baru yang mereka art and aesthetics that they choose. It is because
pilih. Karena di tahap awal studi di tingkatan in the early stage of study at master's level,
Saptoadi Nugroho magister, secara langsung, maupun tidak directly or not, they are forced to step out of the
DirekturUtama mereka dipaksa untuk keluar dari 'kotak', 'box', habitus, ideology, theoretical frame /
Tujuh Bintang Art Space habitus, ideologi, bingkai teoretikal / understanding, or the predominance of artistic
pemahaman, atau dari kelaziman artistik atau or aesthetic in which they undergo, without

04 05
estetis yang mereka jalani tanpa lagi harus having to question whether what they do is still usang kerap jadi 'penjara' atau 'jeratan' linear everything that they learn during
mempertanyakan apakah yang dilakukan itu relevant, feasible, and useful for themselves and terhadap kreativitas, apalagi kalau bingkai itu bachelor's degree, so they do not have the
masih relevan, layak, atau bermanfaat bagi their society. It is because, in reality, we are often dipakai secara membabi-buta atas berbagai courage to change their style and conceptual
dirinya sendiri dan masyarakatnya. Sebab too busy with what we know, or drown into what persoalan dalam konteks-konteks yang footing in making art. There is also an artist who
kenyataannya kita sering terlalu asyik dan larut we only want to hear, see, and even believe. In berbeda. Sebagai contoh kecil, masih terdapat always represents the same subject from time to
dengan apa yang kita ketahui, atau tenggelam other words, they are asked to forget first the art banyak seniman / mahasiswa seni yang time. As the result, there will be no progress in
dalam apa yang mau kita dengar, lihat, dan theories, ideologies, and their prior creative menganggap bahwa mereka harus secara linear his pattern of view in making art. Therefore, he
bahkan percayai saja. Dengan pengataan lain work patterns that have become automatism; so meneruskan segala sesuatu yang mereka serap only repeats one pattern of thinking and
mereka dikondisikan untuk terlebih dahulu that they can start with their feeling, taste, and dan pelajari semasa di S1, sehingga mereka visualization which he has mastered.
menyimpan, dan melupakan terlebih dahulu insight upon the results of their own tidak berani mengubah style dan pijakan
berbagai teori seni, ideologi, serta pola kerja observations toward the new environment in konsepsual berkesenian mereka. Ada juga There must be changes. Changes are
kreatif mereka yang telah menjadi automatisme; their campus in particular, and Yogyakarta in seniman yang selalu merepresentasi subjek development indicators of an artist and his work.
maksudnya agar mereka dapat memulai dari g e n e r a l . yang sama dari waktu ke waktu. Sehingga tidak It is because we deal with changes every single
perasaan, rasa, dan insight mereka masing- ada perkembangan pola pandang dalam time. Our environment is always changing. At
masing atas hasil amatan mereka sendiri It is the proper way in making work of art berkreasi. Akibatnya ia hanya mengulang-ulang least, we will grow in age. Therefore, if there is no
terhadap lingkungan baru di PPS ISI Yogyakarta, creatively? In order to be creative, imaginative, saja suatu pola pikir dan pola visualisasi yang change in someone's artwork - whether an artist
dan Yogyakarta pada umumnya. and capable to present novelty, someone - call it telah ia kuasai. or art student – in the course of time, his
an artist – indeed, needs to break away from the creativity needs to be questioned. In relation to
Harus demikiankah cara berkesenian secara string of past; sometimes, one has to make a Harus ada perubahan. Perubahan adalah this, the practical approach applied is to always
kreatif? Untuk menjadi kreatif, imaginatif, dan quite critical distance from all the frames of indikator kemajuan seorang seniman dan provoke each participant to step out of his prior
mampu menyuguhkan kebaruan, seseorang – understanding (theoretical) which has so often karyanya. Sebab setiap saat kita pun berubah. pattern of artistic conception and perception, or
sebut saja seniman – memang harus sesekali become dogma or ideology. For a theory that has Lingkungan kita juga selalu berubah. Minimal disassemble his prior perspective of aesthetics,
berani memutuskan diri dari tarikan-tarikan been obsolete often turns into a 'prison' or 'trap' kita niscaya akan tambah usia. Jadi kalau karya which has been ingrained so he can no longer
masa lalu; kadangkala harus membuat jarak to creativity, especially if the frame is used seseorang – apakah seniman atau mahasiswa 'feel' it. They need to challenge themselves first
yang cukup kritis dari berbagai bingkai-bingkai blindly on various issues in different contexts. As seni – tidak ada perubahan dalam perjalanan to try new ways, new points of view as well as new
pemahaman (teoretikal) yang seringkali telah a small example, there are many artists / art waktu, kreativitasnya perlu dipertanyakan. subjects and to think alternatively. It does not
jadi dogma atau ideologi. Sebab teori yang telah students who think that they should continue in Berkait dengan ini, pendekatan praktisnya matter, if later on he returns to his 'hometown' or

06 07
adalah selalu memprovokasi setiap peserta agar to his prior way in making art, the point is, he diprovokasi untuk keluar dari pola pikir / rasa prior habits in order to explore the sea of
berani keluar dari pola konsepsi dan persepsi needs to cross the line, leave his origin; come out dan cara pandang berkesenian yang lama. possibilities, where virtual works are waiting to
seninya yang lama, atau membongkar cara of his customs and traditions; out of the old Walau begitu, menanggalkan pola pandang be touched and presented, which may also give
pandang dan cakrawala estetisnya yang lama, habitus; dare to break through and step into kultural-estetis dan pendekatan teknis artistik benefit for wider community.
yang telah mendarah daging sehingga tidak lagi actual and imaginary spaces that have never bukanlah perkara mudah, karena dibutuhkan
'dirasakannya'. Berfikir alternatif dan mencoba- been entered. Only in this way, one can pick out keberanian, keterbukaan, serta waktu yang Yogyakarta, January 2011
coba cara dan sudut pandang serta subjek baru new ideas in order to offer novelty, innovation, or cukup. Dan, secara faktual, keberanian dan M. Dwi Marianto
harus berani dilakukan terlebih dahulu. Dan, uniqueness, and obtain a more universal keterbukaan untuk merangkai pola pandang dan
tidak masalah, seandainya di kemudian hari ia enlightenment while appreciating the potential pola kreasi yang baru dari keduabelas peserta
kembali ke 'kampung-halamannya' atau cara l o c a l i t y . studi ini sangat beragam. Ada yang sudah berani
berkeseniannya yang lama, yang penting ia keluar dari kotak lama; ada yang masih ragu-
harus berani terlebih dahulu berziarah; harus Displayed in this exhibition are the works for ragu; dan ada yang belum berani keluar. Mudah-
berani keluar dari kampungnya; keluar dulu dari semester assignment. Of course, the works are mudahan pameran ini dapat menjadi ajang dan
adat-istiadatnya; keluar dari habitus lama; made with the new concepts by each participant bahan refleksi bagi peserta studi untuk berani
harus berani menerobos dan memasuki ruang- after being provoked to come out of their prior keluar dari habitus lama guna menjelajahi
ruang aktual dan imajiner yang belum pernah way of thinking / feeling and the old viewpoint of lautan kemungkinan, dimana tergelar karya-
ditapakinya. Hanya dengan cara inilah art. Even so, leaving cultural-aesthetics points of karya virtual yang setia menunggu untuk
seseorang dapat memetik ide-ide baru guna view and artistic technical approach is not an disentuh dan dinyatakan, dan bermanfaat bagi
menawarkan kebaruan, inovasi, atau keunikan; easy matter; it takes courage, openness, and masyarakat luas.
dan memperoleh pencerahan yang lebih sufficient time. In fact, each of thirteen
universal sembari mengapresiasi potensi participants of this study has different level of Yogyakarta, Januari 2011
lokalitas. courage and openness to string new pattern of M. Dwi Marianto
viewpoint and creation. Some have dared to
Yang ditampilkan dalam pameran ini adalah come out of old boxes, some are still hesitant,
karya tugas semester, yaitu karya-karya yang and some have not dared yet. Hopefully, this
tentu saja dibuat dengan konsep-konsep baru exhibition can be an excellent place and object of
oleh masing-masing peserta setelah mereka reflection for the participants to step out of their

08 09
Tidak disangkal lagi, bahwa salah satu kualitas It is undeniable that one of the qualities memulai sesuatu yang baru di dalam perjalanan pursue further education was based on the
yang dituntut pada karya cipta seni masa kini demanded in today's creative works of art is proses penciptaan karya-karya mereka, yang anxiety to do a search for the development of
adalah “kebaruan”. Hal ini tentu berbeda dengan “novelty”. This is certainly different from what tentunya, ketika memutuskan untuk menempuh their works in the future.
yang terjadi di ranah penciptaan seni-seni happened in the realm of traditional art creation, studi lanjut, didasari oleh kegelisahan untuk
tradisi, dimana puncak pencapaian yang in which the peak of achievement expected is melakukan pencarian demi pengembangan The “novelty” in this case is considered a sign in
diharapkan adalah “kesempurnaan”. Di dalam “perfection”. Within the limits of canons and karya-karya mereka selanjutnya. undergoing the process of creating work of art,
batasan kanon-kanon dan kaidah-kaidah aesthetics rules that are established, the which of course, is interpreted differently
estetika yang mapan, penciptaan karya-karya creation of traditional work of art seeks to “Kebaruan”, dalam hal ini menjadi semacam through various methods of approach and
seni tradisi berupaya menghasilkan karya-karya produce better works than before. Therefore, it rambu di dalam menjalani proses penciptaan implemented in many different aspects as well.
yang lebih baik daripada sebelumnya, sehingga can be considered to achieve perfection at a karya-karya mereka, yang tentunya dimaknai Whether the novelty from thematic aspect, visual
pada titik tertentu dianggap mencapai certain point. This has been the peak of secara berbeda-beda, melalui metode idioms, media processing, up to materials
kesempurnaan. Itulah puncak pencapaian. achievement. While in the praxis of pendekatan yang berbeda-beda dan application, of course, can only be achieved
Sedangkan di dalam praksis seni kontemporer, contemporary art, the term “perfect” is diimplementasikan ke dalam berbagai aspek through a long process. Exploration and
tidak dikenal kata “sempurna”, apalagi unknown, especially concerning the aesthetics yang berbeda-beda pula. Baik kebaruan dari experimentation stages are crucial ones, before
menyangkut kualitas estetik. Tetapi nilai quality. However, the value of “novelty” is one aspek tematik, idiom-idiom visual, pengolahan reaching the stage of execution. Novelty comes
“kebaruan” adalah salah satu hal yang harus thing that should be met. media, sampai pada penggunaan material, in different levels toward each person. A change
dipenuhi. tentunya hanya dapat dicapai melalui sebuah that appears radical to someone in creating work
The definition of “novelty” here does not only proses yang cukup panjang. Tahapan-tahapan of art (eg, on the choice of colors), perhaps for
Pengertian “kebaruan” di sini bukanlah sekedar refer to “newness”, which means something that eksplorasi dan eksperimentasi merupakan others, it appears only as a variant of their
bermakna “newness”, yaitu sesuatu yang belum has not existed before, but more refers to tahapan krusial, sebelum mereka sampai pada previous works.
ada sebelumnya, tetapi lebih dalam pengertian novelty which means 'fresh', 'unusual', 'giving tahap eksekusi. Kebaruan juga berbeda-beda
“novelty”, yaitu kebaruan yang bermakna; different experience'. This has been a challenge derajatnya bagi setiap orang. Sebuah perubahan The works of art in this exhibition are the result of
'segar', 'tidak biasa', 'memberikan pengalaman for the artists in this exhibition. The participants yang dirasa cukup radikal bagi seseorang di that process. Various visualizations in different
yang berbeda'. Inilah yang menjadi tantangan from Indonesia Institute of Arts Post-Graduate dalam penciptaan karya (misalnya pada pilihan media come up as the result of the efforts in
bagi para seniman dalam pameran ini. Para Program Yogyakarta are faced with a challenge warna-warna), mungkin bagi orang lain nampak seeking novelty. The works of graphic art used as
peserta graduate program ISI Yogyakarta ini to start something new in the process of creating sebagai varian saja dari karya-karya the medium for bringing social awareness, the
dihadapkan pada sebuah tantangan untuk works of art, which of course, while decided to sebelumnya. use of everyday items in a mixture between

10 11
Karya-karya di dalam pameran ini adalah hasil practical and aesthetic function, the utilization of
dari proses itu. Berbagai tampilan dalam pictures that imitate the character of iconic
berbagai media merupakan buah dari upaya signs, a combination between two and three
mencari kebaruan. Karya seni grafis yang dimensional media, are the examples of some
diberdayakan sebagai media penyadaran sosial, cases that can be encountered in this exhibition.
penggunaan barang sehari-hari dalam How far these efforts can bring out novelty in the
penggabungan antara fungsi praktis dan fungsi works displayed in this exhibition, that is -once
estetis, pemanfaatan gambar-gambar yang again- the challenge.
meniru karakter tanda-tanda ikonik,
penggabungan antara media dua dan tiga Anusapati
dimensional, adalah contoh beberapa kasus January 2011
yang dapat ditemui di dalam pameran ini.
Seberapa jauh upaya-upaya ini menghasilkan
“kebaruan” atau novelty pada karya-karya di
dalam pameran ini, itulah- sekali lagi-
tantangannya.

Anusapati
Januari 2011

ART WORKS

12
Alexander Nawangseto M. Budiono (Kampret)
Rumahku Harus Subur
Monoprint on Paper | 90 x 110 cm | 2010
14 15
Catur Ratriana R. Deni Rahman
Hopes of Tree Karena Terekam, Maka Kamu Ada
Digital Print on Neon Box | 120 x 100 cm | 2011 Oil on Canvas | 150 x 240 cm | 2010
16 17
Fynn Yngvesson Hardiana
From The Same Root
Mixed Media | 140 x130 cm | 2011
18 19
I Kadek Yudi Astawan I Wayan Gede Budayana
Kecap Series #1 Spirit of Buddha
Acrylic, Oil & Resin on Canvas | 200 x 200 x 122 cm | 2011 Oil on Canvas | 200 x 200 cm | 2010
20 21
Lee Hea Kyung Mahdi Abdullah
Chronology #2 (Demi Masa Series)
Oil, Acrylic on Canvas | 200 x 180 cm | 2010
22 23
Mufi Mubarok
Mufi Mubarok Setyo Priyo Nugroho
Nin's Data
Judul KaryaBox Peace
Acrylic
Mixed and Inkon
Media onCanvas
Matras| |200
Variable Size| |2010
x 200 cm 2010 Mixed Media | 140 x 90 cm | 2011
24 25
THE ARTISTS
Putu Dita Asta Giri

26
Alexander Nawangseto M. Lahir : Ngawi, 20 januari 1976
Telpon : 081 392223170
Berkarya adalah menuliskan catatan harian tentang rekaman-rekaman yang berasal dari peristiwa Alamat : Jl. Bugisan 11. Rt. 01 Rw. 08 Tirtonirmolo. Kasihan. Bantul. Yogyakarta
sehari-hari apa saja yang dilihat, didengar, dialami, dirasakan sendiri secara personal. Untuk berbagi, Email : alaspuspa@yahoo.com
sehingga memperoleh keseimbangan dalam jiwa. Tak perlu orang lain memahami, cukup menyediakan
ruang untuk diajak berbagi. Pameran (pilihan):
2011
Lahir : Yogyakarta, 7 Juli 1975 - Ekspresif. Galeri Biasa. Yogyakarta
Alamat : Gampingan WB I / 791 RT 46 RW X, Yogyakarta 55253 2010
Mobile : 0817466435 - Bendera, Jogja International Hospital
E-mail : nawangseto@gmail.com – Art Care. Jogja National Museum. Yogyakarta
- IN Action, Taman Budaya Jogjakarta
Pameran (pilihan) : 2009
2010 - spirit of hand, MANGBO COFFEE NGAWI
- Pameran Dies Natalis ke 46 ISI Surakarta - HAMBAUDENDO, Alaspuspa, Ngawi
2009 2008
- Pameran ”Tanda Mata VII”, koleksi Bentara Budaya Yogyakarta - ZERO ULTRA EGO; Kolaborasi Koeksistensi Inklusif Olga&Kampret; TeMBi Jakarta & Yogya
- Project On The Move ”Biennale Jogja”, Kampung Gampingan dan Taman Budaya Yogyakarta 2007
- Pameran Exposigns (kolaborasi dengan Grafis Minggiran ), 25 tahun ISI Yogyakarta, JEC - ADAMOVA in TeMBi; Jakarta and Yogya
- Pameran ”Versus”, Gedung Pamer Taman Budaya Surakarta - 1001 Misteri Borobudur, Magelang
- ”September Ceria”, Jogja Gallery, Yogyakarta - TA di Galeri Katamsi ISI Jogjakarta
2008 - RUPA RUPA SCULPTURE, Rumah Tembi, Jogjakarta
- Pameran “Aku Lirik“ Grafis Minggiran vs Kornchonk Chaos, Galeri LIP, Yogyakarta
- Jogja Art Fair #1, FKY XX, Taman Budaya Yogyakarta Catur Ratriana Radita
- Pameran Seni Grafis “Hello Print” , Edwin’s Gallery, Jakarta
- Open Stockroom, JakARTa Collector, Jakarta Karya karya dalam pameran ini ide awalnya adalah tentang “asa” atau harapan seniman yang banyak
sekali belum terwujudkan. Harapan-harapan ini timbul karena banyak sekali fenomena atau kejadian
Budiono (Kampret) yang ada disekitar seniman misalnya harapan tentang alam , politik, ataupun harapan individu. Dengan
mengeluarkan harapan ke dalam betuk karya, seniman merasa lebih lega dan puas karena bisa berbagi
Konsep berkesenian; belajar memperlakukan segalanya dengan bijak, arif dan iklas. dengan orang lain tentang harapanya. Bahakan Mungkin orang lain yang melihat karya ini ( harapan
Berkesenian=sembahyang. merefleksikan makna, bagaimana kita menyentuhnya, mengeksekusi dan seniman) bisa ikut membantu mewujudkannya.
menilainya, ..untuk 'mengilhami'syukur pada sang pencipta.

28 29
Lahir : Kulon Progo, 17 Juni 1979 2008
Alamat : Perum Sewon Asri No 14 DSewon Bantul - Pameran Grafis Hello Print, Edwin’s Gallery, Jakarta
Telpon : 08179427830 - Pameran Bersama “Most Wanted”, Galeri Biasa, Yogyakarta
- Pameran bersama Kelompok Grafis Minggiran, Jakarta Kolektor.
Pameran (pilihan): - Pameran Bersama Kornchonk Chaos & Grafis Minggiran “Aku Lirik”, Galery LIP Yogyakarta
2003 - Pameran Seni Grafis Menjemput Impian di Beranda Seni Indigo Jakarta - Pameran Bersama “Loroblonyo Kontemporer” pesta pernikahan Putra II OHD, Magelang
2004 - Pameran Tugas Akhir “ melintasi dunia angan- angan” 2006
2008 - Pameran “live in life” V-art Gallery jogja - Pameran Tunggal Tugas Akhir “10 Selebritis Tragis “di Gedung Seni Murni, ISI Yogyakarta

Deni Rahman Hardiana

Karyaku adalah respon dari segala rangsangan yang datang padaku, baik dari dalam diriku atau luar Seperti pelukis pada umumnya saya tertarik pada warna, komposisi, dan tehnik dalam pembuatan
diriku, aku menggunakan berbagai media rupa sebagai bahasa ungkap. Aku selalu merespon segala sebuah karya seni dan mengembangkanya kedalam bentuk dan media baru yang ingin saya tampilkan.
rangsangan dari sisi yang ironi, sinis, parodi dan provokatif. Dengan mengusung objek simbol-simbol universal yang pernah ada di dalam mitos, dongeng, mimpi dan
ritus melalui wujud yang saya pahami yang seringkali muncul dalam kesadaran saya, walau terkadang
Lahir : Jakarta, 18 Juni 1979 terlihat spontan,muncul hubungan antara perasaan dan bentuk-bentuk visual hasil kombinasi
Alamat : Ngadinegaran MJ III/ No.169, Yogyakarta pengalaman estetis dan pengalaman batin yang kemudian muncul sebagai karya seni saya.
e-mail : denokz@yahoo.com
Telpon : 081934333318 Born in Kediri, East Java, Indonesia in 1981.
Studied at Fine Art Faculty, Art Institute of Indonesia Yogyakarta-Indonesia. Graduate at 2005.
Pameran (pilihan):
2010 Pameran (pilihan):
- U(DYS)TOPIA, project Seniman Indoneia-Jerman HFBK Dresden & Freis Museum Berlin 2008
2009 - Its Fun(D), Biasa Gallery, Yogyakarta-Indonesia.
- Biennale Jogja X, “Jogja Jamming”, Public on The Move project - “The Shoes Of Salvation”, Heart Space, Bali-Indonesia.
- Pameran besar EXPOSIGN, 25 tahun ISI Yogyakarta, JEC, Yogyakarta - “Kere Munggah Bale”, Bentara Budaya Yogyakarta, Yogyakarta-Indonesia.
- Pameran Trienal Seni Grafis Indonesia III, Bentara Budaya - “TV-IM” ASEAN Visual Art Exhibition, Jogja Gallery, Yogyakarta-Indonesia.
- Pameran VERSUS mahasiswa dan dosen ISI Surakarta, Taman Budaya Surakarta - “Resonance” , Soka Gakkai, Kuala Lumpur-Malaysia
- Pameran September Ceria, Jogja Galery, Jogja 2009
- Pameran Seni Grafis “Ooh Mesias” Bentara Budaya, Yogyakarta - “Exhibitionist”, Kersan Art Studio, Yogyakarta-Indonesia.
- Pameran Dies Natalies ISI Surakarta, Surakarta - “ Art A La Mode”, D’ Gallerie, Jakarta-Indonesia.
- “Bohemian Carnival”, National Gallery, Jakarta-Indonesia.

30 31
- “Art in Village”, Jiaoshi-Taiwan. I Wayan Gede Budayana
- “Top of the World”, 101 Building, Taipei-Taiwan.
- “Welcome Hanoi”, Vietnam Fine Art Museum, Hanoi-Vietnam. Karya seni lukis sebagai sebuah ungkapan personal, hasil dari perenungan, pemikiran, dan
2010 intensitas emosional yang menyertainya dapat menjadi refleksi atas pandangan hidup seseorang
- “Artriangle 2010 Exhibition”, Balai Seni Lukis Negara, Malaysia. dalam melihat berbagai fenomena di dunia ini. Konsepsi-konsepsi yang terbentuk kemudian
- “Articilious Exhibition”, Tujuh Bintang Gallery, Yogyakarta-Indonesia.. diartikulasikan dalam simbol-simbol dua dimensi.
- Asia Art Link 2010, Central Cultural of Fillipin. Fillipin
Lahir : Singapadu , 25 April 1984
I Kadek Yudi Astawan Alamat : Jomblang, Ngireng-ngireng, Rt 7, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. : 0817260574
Budaya “kecap-mengecap” dalam konteks kehidupan sosial telah menginspirasi saya dalam berkarya. Email : wayangedebudayana@ymail.com

Lahir : Gianyar, 8 April 1985 Pameran (pilihan):


Alamat : Jln. Sukoharjo, No 7, Sanggrahan, RT 01 RW 08, Depok, Sleman 2009
Telpon : 0817 992 4545 - Pameran Seni Rupa ”SINGAPADU A VILLAGE CREATES IT SELF”, Santrian Galery, Bali.
Email :koyo_thok@yahoo.co.id - Pameran kelompok Payung, “BELAH DUREN”, Bentara Budaya, Yogyakarta.
- Pameran “PINK”, Tens Galery, Sanur, Bali.
Pameran (pilihan): - Pameran Seni Rupa “PANCAROBA”, Museum dan Tanah Liat, Nitiprayan, Yogyakarta.
2010 - Pameran bersama Sanggar Dewata Indonesia “BALI NOW”, Tony Raka Art Gallery, Bali
- “Pameran PEKSIMINAS” di UNY, Yogyakarta 2008
2009 - Pameran Seni Rupa “Diantara Kami/ART BETWEEN US”, Tembi Contemporary, sebuah
- “Pameran Dies Natalis KPBP Bali” Yogyakarta kerjasama seniman-seniman dusun Geneng, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
- “Drawing Lovers”, Galeri Katamsi FSR ISI Yogyakarta - Pameran bersama “Radar Bali Art Award” , di Tony Raka Art Galery, Ubud, Bali.
2008 - Pameran bersama Sanggar Dewata Indonesia “REINVENTING BALI” , Sangkring Art
- “SDI NOW” Tony Raka Galeri, Bali Speace
- “Dedication to The Future”Academic Art Awards#2, Jogja Galeri - Pameran Bersama “ Pesta For Art “, Sika Gallery, Ubud, Bali.
- “The Highlight” Jogja Nasional Museum 2007
- “Tekstur dalam Lukisan” Jogja Galeri - Pameran Seni Rupa Tiga Dimensi ”SAYAP”, Musium Nyoman Gunarsa, Yogyakarta.
- “Reinventing” SDI, Sangkring Art Space, Yogyakarta - Pameran bersama Kelompok KAYON “ Beauty In The Beast” Toko Buku Gramedia,
- “Bali nang Padang”, Galeri Biasa Yogyakarta Solo.
- Pameran bersama “ Desa Kala Patra”, V ART Galeri, Yogyakarta

32 33
Mahdi Abdullah (Medi) Pameran (pilihan):
2009
Karya saya adalah manivestasi dari pada narasi realitas manusia dan lingkungan, dan saya percaya - Pameran Seni Rupa “Surabaya Insight” di Sozo Art Space Surabaya
bahwa subjek dan objek pendukung kehidupan realitas turut berperan dalam ekspresi yang sedang - Pameran Seni Lukis “C Arts Show”,Puri Art Gallery Jakarta.
berproses. Visualisasi imagi tanpa batas itu terbangun dari endapan-endapan yang telah lama - Pameran Seni Lukis “Guru Oemar Bakri” Jogja Gallery, Yogyakarta.
mengendap, bersinggungan dengan pengalaman yang baru, lalu menabrak keluar perlahan-lahan - Pameran Seni Lukis “ BAZAAR ART JAKARTA” BRI Platinum, Jakarta
hingga menyentuh sisi realitas pada pengalaman dan tempat tertentu - Pameran Seni Visual “Up and Hope” d’peak Art Space, Jakarta
- Pameran Seni Rupa Festival Kesenian Indonesia ke VI, di Kampus IKJ Jakarta
Lahir : Banda Aceh, 26 Juni 1960 - Pameran Seni Lukis “Eksploring Root of Identity” FKI VI. Di Gallery Cipta II Jakarta
- Pameran Biennale Jawa Timur III di Orasis Art Gallery Surabaya
Pameran (pilihan): 2010
2010 - Pameran Seni Rupa bersama HIMA Seni Rupa STKW Surabaya
- Expressive! Drawing Exhibition, Galeri Biasa, Yogyakarta. - Pameran Seni Rupa “ Art preneurship “ di Ciputra Jakarta
2009 - Pameran Seni Lukis “ East Meets West “ di Puri Art Gallery,Jakarta Art Distrik. Jakarta
- Seni Rupa Nusantara 2009 ‘Menilik Akar’ di Galeri Nasional, Jakarta. - Pameran Seni Lukis “ Amazing Grace #2 “ di Orasis Art Gallery, Surabaya
- International Art Exhibition ‘Peace: Expressions of Hope’ di RA Fine Art Gallery, Malaysia - Pameran Kompetisi Jakarta Art Award, Pasar Seni Ancol. Jakarta.
2008
- Pameran Besar Seni Rupa Indonesia “Manifesto” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Putu Dita Asta Giri
- Asia Creative Art Exhibition 2008 - The National Art Center, Tokyo. Japan.
Alamat : Jln. Nusa Indah Gg.21,no 6,Denpasar Timur_BALI
Mufi Mubaroh Jln. Imogiri Barat Perum Citra Mandiri Ds Ngoto Sewon Bantul
Email : putudita@rocketmail.com
Mencoba Mentranformasikan beberapa pengalaman diri melalui Citraan Iconik dan eksplorasi (bermain) Telpon : 087860767846
dalam beberapa media guna- pakai yang ada pada saat ini.
Pameran (pilihan)
Lahir : Pandeglang, 07 Juli 1982 2005
Alamat : Studio Rakuti Kampus STKW Surabaya - Pameran Bersama ”SENSITIF” di Galeri Popo Danes art Veranda Bali
Jl. Klampis anom II, Perumahan Wisma Mukti Sukolilio. Surabay - Pameran “KEPALA BUSUK” Bersama Sanggar Dewata Indonesia
Kp Kersan, Tirtonirmolo kasihan bantul- yogyakarta 2008
E-mail : mufi_mubaroch@yahoo.com. - Pameran Tunggal di Hotel Melia Purosani Bertajuk ”TIME ZONE” Yogyakarta
Telepon : 081 750 626 34 - Pameran Bersama Komunitas Lempuyang “ BENDEGART ” di Pantai Tulamben, Bali
2009

34 35