Anda di halaman 1dari 47

KEGIATAN BELAJAR I

Prosedur Pembersihan Public Area

Disusun oleh :
DEDE HERMAWAN
KEGIATAN BELAJAR I
Prosedur Pembersihan Public Area

A. Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


1. Memahami konsep public area.
2. Memahami penggunaan peralatan dan bahan-bahan pembersih (cleaning
equipment and material).
3. Memahami dan menganalisis obyek pembersihan dan sumber pengotor.
4. Memaham teknik dan prosedur pembersihan di public area.

5. Mengevaluasi program pembelajaran melalui penelitian tindakan untuk


memecahkan permasalahan dalam pembelajaran prosedur pembersihan Public
Area, dan pengelolaan pendidikan dan pembelajaran prosedur pembersihan Public
Area

6. Menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran pada proses pembelajaran prosedur


pembersihan public area

7. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di dalam pembelajaran prosedur


pembersihan public area

8. Melaksanakan pembelajaran prosedur pembersihan public area secara kreatif dan


inovatif dengan memilih dan menggunakan media berbasis teknologi informasi dan
komunikasi

A. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


1. Mengetahui pengertian public area.
2. Memahami ruang lingkup public area.
3. Memahami pengorganisasian public area .
4. Mengidentifikasi peralatan (equipment) yang dibutuhkan dalam pelayanan
public area.

5. Mengidentifikasi bahan pembersih (cleaning material) yang dibutuhkan dalam


pelayanan public area.
6. Memahami dan menganalisis Obyek pembersihan dan sumber pengotor
7. Menunjukkan keterampilan dalam ranah konkret dalam menerapkan teknik
dan prosedur pembersihan public area.

9. Mahasiswa mampu Mengevaluasi program pembelajaran melalui penelitian


tindakan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran prosedur
pembersihan Public Area, dan pengelolaan pendidikan dan pembelajaran prosedur
pembersihan Public Area
10. Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran pada proses
pembelajaran prosedur pembersihan public area
11. Mahasiswa mampu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di dalam
pembelajaran prosedur pembersihan public area
12. Mahasiswa mampu melaksanakan pembelajaran prosedur pembersihan public
area secara kreatif dan inovatif dengan memilih dan menggunakan media berbasis
teknologi informasi dan komunikasi

B. Pokok-Pokok Materi
1. Konsep dasar dan ruang lingkup serta pengorganisasian pelayanan public area
2. Peralatan dan bahan2 pembersih (cleaning Material and Equipment)
3. Obyek pembersihan dan sumber pengotor
4. Teknik pembersihan public area

C. Uraian Materi
5. Konsep dasar Public Area
Pengertian Public Area
Public area berasal dari kata public dan area yang mempunyai arti yaitu:
public adalah umum dan area adalah kawasan atau daerah. Jadi public area
berarti kawasan umum dan daerah umum. Pada hotel, area umum menjadi
area yang dapat dilalui oleh siapa pun tanpa terkecuali. Public area section
adalah salah satu bagian yang berada dalam housekeeping department yang
menangani semua urusan mengenai kebersihan, kerapian, kelengkapan,

3
kenyamanan semua area umum yang berpengaruh terhadap ketertarikan tamu
untuk memakai jasa di dalam hotel.
Menurut beberapa ahli, public area section adalah bagian atau section
pada housekeeping department yang bertugas membersihkan dan memelihara
area umum (public area) yang meliputi kantor (office), area umum (public area)
dan back of the house area atau area non operasional (Casado, Matt A.2012:
149). Bagian ruangan umum(public area section) adalah bagian yang
mempunyai tanggung jawab menjaga dan atau memelihara kebersihan,
kerapihan dan kelengkapan kebutuhan ruangan umum (Sulastiyono, Agus,
2011:124). Area umum harus dibersihkan setiap 1 jam karena ruangan-ruangan
di area umum (public area) ini tingkat huniannya/ kedatangannya lebih tinggi
dibandingkan kamar tamu. (Saudi commision for Tourism and Antiquies: 2009).
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bagian area
umum (public area) adalah salah satu bagian(section) di housekeeping
department yang bertanggung jawab atas kebersihan, kerapihan, kelengkapan
dan kenyamanan area umum (public area) yang meliputi antara lain public
restroom, front office dan lobby areas termasuk elevator dan escalator, A&G
office, dan swimming pool.

Cakupan aktivitas

rooftop restaurant & bars


Rooftop
Cloak room/public rest room
Floor
Executive offices
Mezzanine
Shopping arcade
Lobby level
Front - office & lobby
Lobby level restaurant bars,
banquets
ground level
Health club, swimming pool, car parks,
outside areas
basement
Basement parking, offices, corridors,
stores, caffetaria

Gambar 1.1 Aktifitas Public area

4
a. Basement adalah ruang bawah tanah terdiri dari :
1) Tempat parkir, ruangan kantor, housekeeping, purchasing, dan ruang
pelatihan
2) Kantin adalah ruang makan serta istirahat seluruh karyawan hotel.
3) Linen adalah tempat penyimpanan dan pengambilan kain-kain yang
digunakan di hotel serta seragam karyawan.
4) Laundry adalah tempat pencucian seluruh linen yang ada di area hotel.
5) Engineering terdiri dari tempat mekanik/ permesinan ruang teknisi dan
pemanas, pemadam kebakaran, serta generator.
b. Ground level/Ruang dasar yang menyediakan akses mudah kepada publik
untuk menuju daerah-daerah tertentu, seperti lobby yang lebih rendah yang
dapat di akses dengan mudah. Fasilitas pada ruang dasar meliputi: klub
kesehatan atauspa, bar, restoran khusus, rekreasi dalam ruangan seperti
lapangan squash, gimnasium dan kolam renang, tingkat yang lebih rendah
perbelanjaan.

c. Lobby yaitu area paling depan dan dapat diakses melalui pintu depan hotel.
Fasilitas yang ada pada tingkat ini adalah: penerimaan utama dan lobby,
lobby lounge, restoran utama, kantor depan (front office), ruang bagasi kiri,
pusat perbelanjaan, termasuk agen perjalanan, salon kecantikan, money
changer, bank, kantor pos, toko obat, dan toko emporium, ada juga ruang
pertemuan/meeting room terletak disini.

d. Lantai Mezanine, bagian ini terdiri dari :


1) Kantor eksekutif general manager, sales marketing, accounting,
manajer F&B, dan kantor A&G lainnya.
2) Lantai tamu: lantai tamu yang berada di atas lantai mezzanine dan
berkaitan dengan jumlah kamar yang dimiliki hotel. Publik area tidak
ditemukan di lantai ini kecuali mungkin untuk lounge bisnis yang
khusus untuk tamu langganan yang menginap di lantai eksekutif.
e. Atap: bagian ini menyajikan panorama yang indah. Para investor ingin
memiliki klub malam eksklusif dan cocktail lounge yang terletak di sini. Hotel
dengan ruang luar yang terbatas dapat meletakkan kolam renang di atap.

Public area hotel yang kecil seperti resort, motel, dan hotel mungkin
terbatas pada ruang makan semua tujuan dan di sebagian besar bar.

5
Ruang Lingkup Public Area
Area atau ruangan-ruangan yang merupakan ruang lingkup
housekeeping dikelompokan sebagai berikut :
a. Area bagian dalam hotel (area internal) adalah sebagai berikut :
1) Ruang masuk (main entrance)

Gambar 1.2 Main Entrance

2) Lobby
Lobby area adalah ruangan yang tingkat kunjungan tamunya
sangat tinggi, karena hampir semua tamu yang akan menginap di hotel
akan melewati lobby terdahulu. Karena di lobby inilah proses transaksi
check- in check out berlangsung pada umumnya. Front office atau front
desk terletak di lobby area. Pihak management hotel di lobby membuat
suatu lounge untuk kenyamanan para tamu yang dikelola oleh F&B
department yang merupakan pusat kegiatan para tamu hotel
management/owner.

Gambar 1.3 Lobby Area


Penataan & decoration lobby area harus mempunyai kesan
elegance, unik dan mewah adalah tanggung jawab housekeeping
department secara umum. Management hotel akan menaruh perhatian
besar pada setiap keindahan, kenyamanan lobby area. Lantai harus
selalu bersih dan terlihat mengkilap terutama yang terbuat dari marmer,
lampu-lampu kristal yang berkilauan, lukisan - lukisan yang bernilai
artistik tinggi, furniture yang begitu lux, show case barang-barang antik
pun melengkapi kemewahannya. Semua itu harus terjaga, terawat

6
dengan baik, housekeeping department menempatkan public area
attendantnya in charge untuk lobby yang bertugas mejaga
kebersihannya setiap saat. Lobby merupakan unsur untuk membuat first
impression dalam rangka membuat rapport customers yang berkunjung.
3) Koridor
Koridor adalah gang antar dua gedung atau ruang memanjang di
antara kamar-kamar hotel dan dilengkapi dengan lampu untuk
penerangan. Berikut adalah contoh gambar koridor sebuah hotel :

Gambar 1.4 Koridor


4) Lift: alat transportasi untuk menaikkan benda atau manusia ke tempat yang
lebih tinggi atau menurunkan ke tempat yang lebih rendah.

Gambar 1.5 Lift


5) Tangga: adalah alat untuk menghubungkan tempat yang satu dengan yang
lain.

Gambar 1.6 Tangga

6) Area Pertemuan (Meeting Room): ruangan yang di gunakan untuk


pertemuan dua orang atau lebih.

7
Gambar 1.7 Meeting Room
7) Ruang Karyawan (Locker): sebuah tempat bagi karyawan untuk
menyimpan segala barang nya.

Gambar 1.8 Locker


8) Function Room
Function room meliputi beberapa meeting room sebagai fasiltas
pendukung umumnya ada dibawah naungan F&B department, untuk
perawatan furniture adalah kewajiban housekeeping. Function room
berbeda ukuran luasnya, mulai dari kapasitas untuk rapat 10 orang sampai
ribuan orang untuk acara wedding ceremony maka ballroom sangat tepat di
gunakan. Tugas housekeeping menjaga dan merawat fasilitas ini dengan
menggunakan metode record untuk melakukan kegiatan brushing,
polishing or shampoing.

Gambar 1.9 Fuction Room Hotel

8
9) Pusat Kebugaran (Gymnastic): tempat untuk menyegarkan badan dengan
melakukan olahraga.

Gambar 1.10 Gymnastic

b. Area Bagian Luar Hotel ( Area External)


1) Kolam Renang (Swimming Pool): berfungsi untuk berenang, olahraga,
relaksasi, rekreasi, tempat bermain.

Gambar 1.11 Swimming Pool


2) Taman (Garden): ruang terbuka dengan luas tertentu yang ditanami
pepohonan, dan rerumputan yang dapat di kombinasikan dengan krasi
dan bahan lainnya.

Gambar 1.12 Garden

9
3) Tempat Bermain Anak-Anak: sebuah areal yang berisikan komponen
material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lainnya yang
sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia.

Gambar 1.13. Taman bermain anak-anak

Struktur Organisasi Public Area Hotel


Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menunjukkan bagian-
bagian dalam organisasi, dan susunan orang-orang dengan jabatannya
masing-masing yang mempunyai kesepakatan bersama secara formal untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi
tesebut. Struktur ini dapat menunjukkan jalur komando, atau urutan hirarki
atasan dan bawahan. Dalam orgaisasi tedapat prinsip-prinsip mengenai
kesatuan komando, pembagian divisi yang jelas, rentang kendali serta
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. Berikut ini struktur organisasi
public area hotel:

Chief
Public Area

Supervisor area

Kepala Houseman

Toilet
Houseman Attendant

Gambar 1.14 Struktur Organisasi Public Area Hotel

10
Tugas-tugas Public Area Section
Seksi ini memiliki tugas memelihara keindahan, kerapian, kebersihan, kelengkapan,
kenyamanan dan keasrian fasilitas umum yang berada di hotel yang dikoordinir oleh
seorang Chief Public Area.
Tugas-tugasnya antara lain :
1. Menata dan merawat public area, public rooms, dan office area
2. Melaporkan kerusakan barang-barang inventaris pada atasa
3. Memelihara semua peralatan dan bahan pembersih yang digunakan
4. Melakukan general cleaning yang telah dijadwakan oleh atasan
5. Menggunakan peralatan dan bahan pembersih dengan prosedur yang benar
6. Memelihara suasana kerja yang sehat dan kerja sama yang baik
2. Peralatan dan Bahan-Bahan Pembersih Public Area (Cleaning Material and
Equipment)

Jenis- jenis peralatan pembersih di public area hotel kelengkapannya


tergantung pada jumlah dan jenis area yang akan dibersihkan. Alat pembersih di
Public Area pada dasarnya di bagi menjadi 2:
a. Alat Pembersih Manual
Alat pembersih manual adalah alat yang digunakan dengan bantuan
tenaga manusia. Menurut bentuk dan fungsinya alat pembersihan
dikelompokkan atas :
1) Sapu dan sikat (broom & brush)
Jenis yang dipakai di industry perhotelan tidak jauh berbeda dengan yang di pakai
dirumah tetapi jenis sikat yang dipakai cukup banyak baik ukuran, bentuk, bahan
maupun fungsinya. Bulu-bulu (bristle) untuk sikat tersebut dari bermacam bahan
lain: Bulu binatang, Ijuk rumput, Baja, Nylon, Plastic dan sebagainya.

11
Tabel 2 1. Macam-macam Sikat Pembersih

Alat Pembersih Gambar

Sikat lantai

(floor brush)

Sikat tangan

(hand brush)

Sikat baja

(steel brush)

Sikat jamban

(toilet bowl brush)

Sikat sepatu

(shoe brush)

Sapu langit-langit

( ceiling broom)

Sapu Lantai

( floor broom)

2) Penampung (container)
Alat yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua alat pembersih yang
didalamnya dapat diisi sesuatu, baik alat pembersih yang lain, bahan
pembersih maupun kotoran atau sampah.

12
Tabel 2.2 Macam-macam container
Alat Pembersih Gambar
Keranjang sampah

(waste basket)

Ember

(bucket)
Sodo sampah

(dust pan)

Botol semprotan

(bottle sprayer)

Kereta
pramugraha/houseman
(trolley)

Kantong sampah atau debu


(dust bag)

Carry Bucket/Carry Cady

Countainer Bin

13
3) Lena (linen)
Jumlah alat kerja yang tergolong ke dalam kelompok lena (linen) cukup
banyak, baik bentuk dan jenisnya. Untuk menekan biaya sering dibuat dari
lena hotel yang telah rusak (O.O.Linen). Linen Cleaning equipment yang
biasa dipakai dalam kegiatan sehari-hari meliputi:

Tabel 2.3 macam-macam linen


Alat Pembersih Gambar
Lap debu (dust cloth)

Lap katun (cotton


cloth/cleaning rag)

Lap sepatu
(shoe cloth)

Lap pel (floor cloth)

Lobby / floor duster

4) Pelindung (protective)
Peralatan pelindung adalah alat yang digunakan untuk melindungi pekerja
dari bakteri atau bahaya lainnya.

14
Tabel 2.4 Macam-macam alat pelindung
Alat Pembersih Gambar
Sarung tangan

(hand gloves)

Pelindung mulut / hidung


(Masker)

Tanda Lantai( floor sign)

Pelindung kepala (helm)

Kacamata debu

(Google)

jaket pengaman/

Life jacket

Baju pengaman/

safety cloth

Sepatu (boot)

Sabuk pengaman/ Safety belt

15
5) Pembantu / Pelengkap / (supporting)
Adalah alat pembantu atau pelengkap yang digunakan untuk menunjang
berhasilnya suatu teknik pembersihan.
Tabel 2.5 macam-macam alat pelengkap
Nama Alat Gambar
Tangga / Ledder

Glass wiper/ penyeka


kaca

Window Squezeer

Telescopic stick

Floor squeezer/
pembersih lantai

Sponge/ busa

b. Alat Pembersih Makinal


Alat pembersih yang digunakan dengan mesin dan menggunakan listrik
untuk menghemat waktu dan tenaga serta meningkatkan mutu kebersihan alat
mekanik sangat tepat dipergunakan. Tetapi biasanya alat-alat ini lebih mahal
daripada alat manual.

16
Tabel 2.6 macam-macam peralatan makinal
Nama Alat Gambar
Mesin sampo karpet
(Shampooing carpet machine )

Mesin penyedot debu pada


karpet/lantai (Vaccum cleaner)

Dry / wet vaccum cleaner

Mesin Penyemir Lantai

( polishing machine)

Mesin Penghisap Air Karpet

( Extraction Machine)

Mesin Pengering Karpet

( Blower Machine)

Mesin Penyikat Lantai

( Scrubbing Machine)

Mesin Penghalus Karpet

( Carpet Master)

Mesin Pembersih Beruap

( Steam Machine/ Steamer)

17
b. Bahan Pembersih (Cleaning Material )
Cleaning supplies disebut juga dengan cleaning agents, cleaning
materials atau chemical ( obat dan bahan pembersih ). Bahan pembersih atau
cleaning agents adalah bahan yang mengandung zat kimia atau zat non kimia
yang digunakan untuk membantu mengurangi, mengikis atau menghilangkan
noda dan kotoran pada suatu objek atau benda dalam proses pembersihan.

Sedangkan menurut Andrews(2014: 241)” Cleaning agents are critical aids to


keep sparkling house.

Peran dari bahan pembersih dalam proses pembersihan adalah


menghilangkan kotoran dari permukaan benda melalui proses pembersihan dan
pencucian serta menjaga agar kotoran tidak terlanjur mengendap. Memilih obat
dan bahan pembersih harus tepat sesuai dengan keperluan dan karakteristik
kotoran. Jenis-jenis bahan pembersih yang digunakan harus sesuai dangan
objek pengotor yang ada. Sesuai reaksinya terhadap kotoran, bahan pembersih
dikelompokkan sebagai berikut :
1) Bahan Pembersih Yang Melarutkan Kotoran ( DISOLVE - E)
Yaitu bahan pembersih yang menghilangkan kotoran dengan
melarutkan kotoran ke dalam dirinya, sehingga kotoran hilang dan bahan
pembersih tersebut menjadi kotor .
Contohnya :
a) Air : melarutkan kotoran dan sebagai pembilas. Penggunaan air bisa cold
water dan hot water.

b) Bensin: dapat membersihkan noda pada permukaan window glass, noda


tinta.
c) Turpentine: melarutkan noda bekas cat, gemuk (car oil), semir, lilin,
permen karet pada permukaan karpet dan floor.
d) Thinner: dapat menghilangkan bekas cat, type ex, tinta pada permukaan
meja dan floor.

e) Solvent: berbentuk cair, terbuat dari bahan acetone, methyl spirit, dan
white spirit. Dipakai sebagai bahan pembersih noda pada pakaian yang
dicuci secara “Dry Cleaning”.

f) Spiritus: pembersih kaca dan cermin. Cara penggunaan disemprotkan ke


kaca lalu dibersihkan dengan soft cloth.

18
g) Amoniak: Berbentuk cairan untuk melarutkan lemak-lemak, cara
pemakaian dicampur air dengan perbandingan 1 : 40. Hindarkan terhirup
karena bahaya untuk paru-paru.
2) Bahan Pembersih Yang Bereaksi Kimia ( Chemical Action)
Bahan pembersih ini memiliki reaksi kimia dan berbahaya untuk kesehatan
manusia, oleh karena itu dalam menggunakannya harus memakai alat proteksi.
Bahan ini dapat merubah kotoran, dan setelah berubah akan dibersihkan
dengan bahan pembersih lainnya. Contoh:
a) HCL ( Asam Chlorida ): berbentuk cairan berwarna kuning memiliki bau
menyengat dan menyesakkan dada. Digunakan untuk pemeliharaan air
kolam renang, menurunkan Ph air , membunuh kuman (perbandingan HCL
dgn air = 1: 50), serta dapat menghilangkan sisa semen yang melekat pada
lantai (caranya tuang HCL pada sisa semen, tunggu beberapa saat hingga
bereaksi, lalu sikat sampai bersih dgn steel brush).

b) Caustic Soda (Soda Api): bentuk serbuk putih digunakan pada wash basin
atau wc yang tersumbat(oleh sampah kertas, kapas dll). Dengan
menuangkan caustic soda ke dalam lubang wc atau wash basin, sehingga
dalam waktu tertentu air bisa jalan normal kembali.

c) Kaporit ( Bleach ): berbentuk serbuk putih halus, baunya menyengat hidung.


Digunakan untuk memelihara air kolam renang, menghilangkan noda pada
cucian yang berwarna putih.
3) Bahan Pembersih Yang Mengeluarkan Busa ( Detergent)
a) Abrasive Powder/ Scouring Powder: campuran batu apungnya yaitu Vim /
Wisk bentuk serbuk berwarna putih, digunakan untuk membersihkan kamar
mandi dan toilet, juga untuk membersihkan alat-alat rumah tangga.
b) Ducth Cleanser ( sama dengan vim/wisk ) Fast-Go. Berbentuk serbuk putih
kecoklatan, berfungsi untuk membersihkan kamar mandi serta toilet yang
sudah terlalu kotor ( mis : employee toilet). Applied 4000 Sama seperti fast-
go tapi serbuknya lebih kasar. Daya bersihnya kuat tapi dapat merusak kulit
(sebaiknya memakai hand gloves).
c) Detergent: Terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan surfactant
(surface active agent) yang digunakan untuk pencuci karpet. Dilihat dari
bentuknya detergent ada beberapa macam :
(1) Powder ( Bubuk ) : Rinso, Dino, So klin, Surf dll
(2) Paste ( Pasta ) : Wing, B.29 , Ekonomi, Omo dll

19
(3) Bar ( Batangan ) : Superbusa. Wing dll
(4) Liquid ( Cair ) :- Liquid hand soap
(a) Liquid soap ( mama lemon, sunlight)
(b) Nobla carpet shampoo.
d) Sabun: Terbuat dari bahan baku lemak hewan: Sabun cuci (sabun cap
tangan), sabun mandi ( lux, giv, dll ).
4) Bahan Pembersih Dan Mengkilapkan
Bahan ini disebut dengan polish atau semir. Bahan ini dipakai untuk
membersihkan dan mengkilapkan permukaan beberapa objek atau barang.
Ditinjau dari sasaran yang akan dibersihkan dan dikilapkan, polish atau semir
ada 4 macam yaitu :
a) Polish Kayu ( Wood Polish )
1. Shine up: krim berwarna putih bersih, kental, lembut dan berbau harum.
2. Furniture polish: Ocedar, 999, Teak oil, Politur, Gym Finish ( semir yang
berbentuk cair untuk lantai kayu ).
b) Polish Kulit ( Leather Polish ): Kiwi ( berbentuk pasta ), Bastol ( berbentuk
pasta ), Cololite ( berbentuk liquid ).
c) Polish Logam ( Metal Polish)
(1) Brasso: cairan yang berwarna putih kekuningan, dikemas dalam wadah
kaleng untuk membersihkan dan mengkilapkan bahan kuningan.
(2) Glow metal polish: berbentuk cairan yang berwarna putih kekuningan untuk
membersihkan dan mengkilapkan peralatan dari logam seperti baja
( stainless steel ), aluminium dan chrome.

(3) Helios: cairan yang berwarna putih dan baunya tidak terlalu keras.
Khusus untuk membersihkan dan mengkilapkan stainless steel. Cara
penggunaan sama dengan brasso.
d) Polish Lantai (Floor Polish)
Sebelum lantai dikilapkan dengan bahan polish, kotoran atau lapisan
yang lama yang melekat pada lantai harus diangkat dan dibersihkan dulu
dengan bahan khusus seperti: Wax Strip ( berbentuk cairan tidak bau),
Bendural Forte ( berbentuk cairan berwarna kuning).
Macam-macam semir/polish lantai :
(1) MAA (berbentuk pasta)
(2) KIWI ( berbentuk pasta)
(3) 999 ( berbentuk pasta)

20
(4) Fortify : berbentuk cairan yang berwarna putih susu, baunya tidak enak
dan menyengat. Digunakan untuk melapisi lantai marmer/ traso agar
mengkilat.
(5) Traffic Grade : berbentuk cairan yang berwarna putih, bau tidak enak.
Digunakan untuk melapisi dan menutupi pori-pori lantai marmer dan
traso supaya mengkilat dan mudah dipelihara. (Cara kerja sama dengan
fortify).

(6) New Complete : cairan yang berwarna putih susu, bau tidak enak
(busuk). Cara pemakaian sama dengan fortify, tapi tidak perlu digosok.
Catatan : sebelum obat ini kering, lantai tidak boleh terinjak kaki karena
bekas kaki akan menempel pada lantai dan tidak dapat hilang seperti
semen basah yang terinjak.

(7) Netto Clear : berbentuk cair, warna kuning dan berbau harum. Digunakan
untuk mengkilatkan dan menghilangkan noda pada lantai marmer/teraso.
Cara penggunaan dicampur air (1:3) cara kerja sama dengan fortify.
e) Bahan Pembersih Lainnya
(1) Glass Cleaner: cairan berwarna biru muda, baunya menyengat
hidung.Berfungsi untuk membersihkan dan menghilangkan noda pada
permukaan yang terbuat dari kaca misalnya jendela, pintu kaca, cermin
dan meja kaca.
(2) Conq-R-Dust: Conq-R-dust cairan berwarna coklat kekuningan,
digunakan untuk membersihkan debu yang melekat pada lantai (marmer,
teraso, porselin) yang sudah dipolish.
(3) Spot & Stain Remover: untuk membersihkan noda pad karpet. Cara
pemakaian dengan disemprotkan pada karpet yang bernoda dan disikat
dengan hand brush.
(4) MPC ( Multi Purpose Cleaning ): cairan warna hijau, baunya wangi,
dan serbaguna untuk membersihkan semua perlengkapan seperti: meja,
kursi, kaca, kamar mandi, maupun mencuci karpet. Cara pemakaian
dengan menyemprotkan pada bagian yang kotor, digosok dengan scote
bright/lap kering, disikat, dikeringkan

(5) Vixal/ Porstex: cairan berwarna biru, baunya keras, sedikit wangi.
Digunakan untuk membersihkan noda porcelin, keramik, teraso pada
toilet dan kamar mandi.

21
(6) Ameral: Berbentuk kristal, digunakan untuk membersihkan lumut
terutama di swimming pool. Cara pemakaian dilarutkan dalam air

(perbandingan 1 lt ameral : 32 m 3 air ). Pembersihan dilakukan 1 x


seminggu.
f) Bahan Pembersih Yang Mengandung Suci Hama
(1) Antiseptic me-non aktifkan bakteri serta mencegah berkembang biaknya
bakteri tersebut.
Contohnya: Dettol
(2) Desinfectant: membunuh kuman, digunakan untuk membersihkan toilet
bowl (kalau sekiranya penghuni kamar/tamu mengidap penyakit muntaber,
/eltor atau dysentery).
Contohnya :Carbol, Cleansol, Creolin, SOS, Wipol, bebek closet.
(3) Deodorant
Berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan bau yang kurang
sedap/busuk (oudor), yang biasanya berasal dari alat-alat sanitasi, saluran
pembuangan air atau pengapnya suatu ruangan.
i. Contohnya : parfume (glade, kikku, stella dll), phone sprayer,
air refreshner, refresh Berbentuk serbuk warna putih dan
berbau harum. Digunakan untuk menghilangkan bau tidak
sedap pada karpet setelah dicuci/shampoo.
g). Bahan Pembersih Yang Memilik Fungsi Ganda

Multi Purpose: Bahan yang mengandung unsur antiseptic, deodorant dan


disinfectant, yang berfungsi membersihkan, me-nonaktifkan, membunuh

kuman dan memberi bau wangi.

3. Obyek Pembersihan dan Sumber Pengotor


a. Obyek Pembersihan
Objek Pembersihan yaitu tempat, benda atau ruang yang akan
dibersihkan pada public area hotel. Adapun tempat atau benda atau ruang
yang akan menjadi sasaran pembersihan berupa furniture dengan bahan
dasar kayu kombinasi lapisan kulit, lantai dan dinding dengan bahan dasar
batu, keramik, benang dan sebagainya. Objek pembersihan terbagi atas 2
bagian yaitu:

22
1) Objek pembersihan dengan permukaan keras
a) Metal: terdiri dari Aluminium, stainless steel, perak, kuningan,besi, atau
benda lain yang dilapisi metal. Berikut objek yang berupa metal berikut
ini.

Aluminium Stainless Steel

Perak /silver Kuningan

Besi b)
Kayu (wood)
Merupakan salah satu bahan bangunan yang ada di area hotel, yang
terdiri dari kayu, kayu lapis, bambu, dan rotan. Berikut ini contoh
berbagai macam kayu :

Kayu Kayu lapis

Rotan Bambu

c) Lantai: merupakan bahan yang terbuat dari beberapa bahan, seperti


keramik, batu, porselin, marmer, terrazzo, ubin. Adapun contoh lantai
yang menjadi obyek pembersihan adalah sebagai berikut:

23
- Keramik batu - Porselin

- Marmer - Terrazzo

- Ubin
d) Plastik merupakan obyek pembersihan lain yang terdapat di public
area hotel. Contohnya adalah :

Plastik mika vinyl

e) Kaca merupakan obyek pembersihan lain yang terdapat di


public area hotel. Contohnya adalah benda seperti:

Cermin kaca gelas.

2) Objek pembersihan dengan permukaan lunak


Selain dari objek yang berbahan keras, di hotel juga menggunakan bahan
yang berbahan lunak, seperti:
(a) Karpet ( carpet ).
(b) Kulit ( leather ).
(c) Kertas dinding ( wall paper ).
(d) Vinyl.
(e) Kulit sintetis / kulit buatan.
(f) Tirai/gorden ( glass curtain dan night curtain ).
(g) Mebel ( funiture : jok sofa / kursi (upholstery).

24
b. Sumber Pengotor
Asal kotoran yang ada di sekeliling area hotel baik dari udara, alam dan
lingkungan yang mengotori objek-objek tertentu. Tingkat kotoran yang di
timbulkan oleh sumber pengotor adalah :
1) Tingkat kotor ringan: debu
2) Tingkat kotor sedang: debu yang bercampur lemak, misalnya:
debu terdapat pada area dapur.

3) Tingkat kotor berat: noda tinta, getah, darah , dan noda


karat. Sumber pengotor dapat diklasifikasikan menjadi :

1) Debu (Dust): adalah partikel halus yang berterbangan di udara


bebas dan berhenti pada permukaan benda-benda seperti pintu,
jendela, lampu, meja, dan dinding.

2) Pasir/Tanah (Abrasive): adalah partikel halus dan keras, yang


terbawa melalui sepatu seseorang yang datang ke hotel seperti
ditemui pada lantai atau karpet.

3) Lemak (Grease): kotoran yang berupa debu yang menyatu


dengan lemak dan menjadi debu yang melekat, ditemui pada
handle pintu, tombol lampu/TV, gagang telephone, dan kran air.

4) Sampah (Rubbish): kotoran yang berupa daun kering, kertas,


puntung rokok, dan bungkus permen.
5) Noda (Spots/Stains): kotoran yang berupa noda tinta, darah,
makanan, getah dll, yang memerlukan pembersihan khusus
dengan menggunakan bahan pembersih kimiawi (Spot removing
agents ).

6) Endapan bahan kimia (Chemical Deposit): kotoran yang berupa


noda/ bercak pada metal akibat reaksi udara dengan permukaan
metal, misalnya karat besi, noda alkohol pada kayu, bercak pada
metal.

7) Serangga (Insects): sumber pengotor yang dapat mengganggu


tamu pada malam hari, termasuk yang menularkan penyakit
seperti nyamuk, kutu busuk, kecoak (cocroach), tikus.
8) Bau busuk dan polusi udara: dapat merusak kesehatan manusia.
Oleh karena itu bangunan hotel hendaknya jauh dari polusi udara
dan bebas dari bau busuk yang berasal dari water drain.

25
4. Teknik dan Prosedur Pembersihan Public area
a. Teknik Pembersihan Public area
1) Damp dusting
Basahi kain lap dengan mencelupkannya ke air bersih dan peras.
Pastikan lembab, bukan basah. Kain harus cukup basah untuk mengambil
debu, tetapi tidak cukup basah untuk meninggalkan goresan. Caranya
dimulai dengan melipat sudut-sudut kain sebelum digunakan, lalu
aplikasikan permukaan kain yang rata dari area yang lebih tinggi ke area
yang lebih rendah dan secara sistematis di obyek yang dibersihkan. Pastikan
semua area furnitur terjangkau untuk dibersihkan, termasuk dasar dan di
bawah lampu samping tempat tidur serta bola lampu. Jangan menyentuh
bola lampu yang panas, itu akan membakar dan bahkan bisa meledak. Kap
lampu jangan dibasahi, tapi gunakan kain lap kering bebas serat atau
kemoceng. Ketika menggunakan kemoceng untuk menyingkirkan debu
jauhkan dari area yang bersih. Bau tak sedap akan timbul saat kain lap
sangat kotor, maka gantilah kain lap tersebut dengan yang bersih.

teknik melipat
kain lap teknik melap debu
2) Teknik pemolesan

Oleskan polishing liquid tipis dan merata ke permukaan, biarkan


mengering, lalu gosok dengan kain atau mesin pemoles. Cara Polishing adalah
dengan teknik angka delapan seperti gambar diatas.
3) Pel Basah

26
Teknik penggunaan seperti gambar diatas terus menerus dari kiri ke
kanan, searah jarum jam dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Ganti air pel
sesuai kebutuhan, dan bilas dan bersihkan pel dengan mencucinya sampai
bersih di akhir setiap penggunaan.
4) Membersihkan pelapis ( cleaning upholstery )

Teknik membersihkan debu pada pelapis jok dengan penyedot


debu atau dengan sikat berbulu lembut kecil adalah bersihkan ke arah tumpukan
(searah serat) dari atas ke bawah, tumpang tindih secara perlahan. Jika bahan
dasarnya Kulit membutuhkan perawatan khusus karena memiliki minyak alami di
dalamnya. Ingatlah untuk menjaga kulit tetap terlihat bagus, harus dipelihara
dengan conditioner yang tepat secara teratur.
5) Karpet

Teknik pemeliharaannya adalah di vacuum dan dicuci. Metode


yang digunakan akan tergantung pada jenis karpet dan jenis vacuumnya.
Jalankan vacuum di arah yang sama dengan arah bulu karpet supaya tidak
cepat kusam dan rusak diperlukan perawatan khusus karpet yaitu dengan
mencuci karpet secara berkala.
6) Noda

Dimulai dari luar, bekerja secara bertahap ke pusat noda.

27
7) Menyapu

Menyapu ke arah yang lebih rendah dan jangan menyapu kotoran ke diri
sendiri. Selalu sapu sebelum debu.
8) Dinding dan langit-langit
Untuk debu di dinding, gunakan sapu panjang tangkai dengan cara menyapu
yang mirip dengan yang digunakan untuk mengepel basah. Jika dinding harus
dicuci karena penumpukan lemak, kotoran atau kotoran, kemudian bagikan
dinding menjadi bagian yang bisa dikerjakan dan bekerjalah dari bawah ke
atas. Perhatikan bahwa ini bertentangan dengan prinsip pembersihan umum.
Bekerja dalam mode ini menghindari goresan.

b. Standard Operating Procedure Public Area


1) Public Area Operational Policy (Kebijakan Operasional Public Area)
Standard
Seluruh Public Area harus dibersihkan secara rutin, baik yang secara
harian maupun yang secara periodic (berjangka).
Procedure
Seluruh ruangan kantor (Back Office, Executive Office atau Mangement Office)
dibersihkan selepas jam kerja kantor (Office Hour)

a) Lobby dan area koridor umum untuk tamu dibersihkan dan dirawat secara
regular setiap jam

b) Marble Floor harus dirawat atau dibersihkan dengan menggunakan cotton


dust mop atau lobby duster, dan juga di-mopping dengan menggunakan
mop-stick
c) Pelaksanaan kerja untuk major cleaning, seperti kristalisasi, shampoo carpet
dan sebagainya, dikerjakan pada malam hari oleh Night Shift.
d) Restaurant dibersihkan dan di vacuum selepas waktu makan pagi
(breakfast), siang (lunch) dan malam hari (dinner).
e) Brass polishing dan wood polishing di restaurant dan F & B outlet lain

28
dikerjakan 3 hari sekali atau setidaknya seminggu sekali.
f) Public toilet harus dibersihkan dirawat secara rutin serta diperiksa setiap jam
hingga tengah malam.

g) Floor Carpet harus bersih dari debu dan noda kotor, di vacuum minimal
sekali setiap hari.
h) Standing ashtray harus bersih, bila menggunakan pasir pada smoking urn
maka harus ditata rapi setiap saat dan harus bersih dari puntung rokok dan
sampah-sampah kecil, sampah pada kotak sampah pada sisi bawahnya
harus dikosongkan sesering mungkin.
i) Parking area dan back of the house dibersihkan dua kali sehari.
j) Area karyawan dan locker karyawan dibersihkan dua kali sehari.
k) Shampooing carpet dikerjakan minimal sebulan sekali.
l) Marble floor polishing dikerjakan setidaknya seminggu sekali.
m) Marble floor Re-coating dikerjakan setidaknya 3 bulan sekali.
n) Pelaksanaan kerja yang menimbulkan suara bising dapat dilakukan setelah
pukul 09:00 atau 10:00 pagi dan pengerjaan harus berhenti malam hari
sebelum pukul 21:00 atau 22:00.

2) Public Area Cleaning Policy (Kebijakan Pembersihan Public


Area) Standard
Pembersihan Public Area harus dilakukan secara rutin harian dan
perawatan secara periodical untuk menjaga kondisi dalam keadaan prima.
Procedure
a) Public Area harus secara harian dibersihkan, seperti lobby, public toilet,
restoran, ruang rapat , koridor, pekarangan dalam dan luar hotel dan lain-
lain.
b) Lakukan dusting untuk permukaan kayu dan marmer, seperti counter,
kursi, meja, furniture, hiasan dinding dan lain-lain. Gunakan alat
pembersih khusus untuk bahan tersebut.
c) Kaca dan cermin harus diberihkan dengan menggunakan squeguee dan
glass cleaner.
d) Perhatikan Langit-langit dan bersihkan dari debu dan sarang laba-laba.

29
3) Cleaning Floor Policy (Kebijakan Membersihkan
Lantai) Standard
Pemeliharaan lantai harus disesuaikan dengan kondisi area dan jenis lantainya.
Procedure
a) Bila ruangan kamar atau Public Area seperti lobby, restoran dan ruang
meeting menggunakan lantai karpet, maka permukaan karpet harus di
vacuum setiap hari, minimal 1 kali, pada pagi hari atau sore/malam hari, dilihat
dari situasi hotel.

b) Pagi hari ruangan Public Area harus di vacuum sebelum tamu mulai keluar
dari kamar atau menikmati makan pagi. Sedangkan karpet kamar di vacuum
pada saat kamar dibersihkan . Sore atau malam hari dilakukan ketika restoran
sudah sepi atau tidak ada tamu.

c) Lakukan vacuuming dari sudut terjauh dari pintu masuk dan berakhir di pintu
masuk. Jangan lupa untuk me-vacuum karpet yang berada di bawah tempat
tidur, meja, kursi atau perabot lain.
d) Apabila lantai menggunakan ubin, maka lakukan pembersihan dengan
menyapu dan mengepel. Public Area menggunakan lobby duster untuk
menyapu lantai dan pel lantai dalam kondisi lembab saja, jangan terlalu basah
agar tidak licin.
4) Repair And Maintance (Perawatan/Perbaikan Atas Kerusakan)
Standard
Peralatan atau barang-barang yang ada di Public Area harus dapat dirawat sebaik
mungkin dan untuk hal-hal yang memerlukan perbaikan khusus atas kerusakan
harus melaporkan kepada bagian Engineering.
Procedure
a) Public Area harus selalu diperhatikan perawatan (maintenance) secara rutin.
b) Perawatan dalam hal kebersihan merupakan tanggung jawab Public Area
Attendant.
c) Laporkan kepada supervisor untuk diteruskan kepada bagian Engineering
untuk hal-hal yang perlu diperbaiki, baik kerusakan kecil maupun besar.
d) Untuk hal-hal yang dapat dikerjakan sendiri, seperti penggantian lampu yang
mati, maka perlu dikerjakan sendiri.
e) Membantu bagian Engineering dalam hal perbaikan.

30
5) Equipment Maintance (Perawatan Peralatan
Kerja) Standard
Peralatan kerja harus dalam keadaan bersih dan rapi, dibersihkan dan dirapikan,
serta berfungsi sebelum penggunaan, saat penggunaan dan setelah penggunaan.

Procedure
a) Setiap hari peralatan kerja, seperti trolley, vacuum cleaner, cleaning kit harus
dirawat secara baik.

b) Bersihkan peralatan seusai kerja, jangan biarkan peralatan ditinggal dalam


keadaan basah atau kotor karena akan mempercepat kerusakan..
c) Periksa bagian dalam mesin, terutama vacuum cleaner, Buka kantong debu
dan buang isi kantong, kosongkan dan bersihkan sehingga siap digunakan lagi
oleh shift berikutnya.
d) Simpanlah peralatan di tempat yang semestinya, jangan biarkan peralatan
ditinggal disembarang tempat.
e) Gulung kabel listrik peralatan tersebut secara benar.

f) Apabila melepas mesin dari jalur listrik, jangan tarik kabel secara serampangan
yang dapat mengakibatkan kabel menjadi putus.
6) Limitation Of General Cleaning (Batasan Pembersihan Secara Umum)
Standard
Public Area harus mendapat perawatan general cleaning secara periodic
atau jangka waktu tertentu untuk meyakinkan bahwa kondisi selalu dalam
keadaan prima.
Procedure
a) Public Area harus dibersihkan secara rutin, baik untuk harian maupun periodic.
b) Pengerjaan pembersihan secara periodic (General Cleaning) harus dilakukan
dengan mempersiapkan secara terjadwal.
c) Karpet harus dicuci dengan menggunakan Shampooing Carpet Machine dengan
proses“Carpet Shampoo”. Bila tidak terlalu parah atau hanya noda kotor
disebagian kecil, maka gunakan metode manual spotting dimana pembersihan
hanya dilakukan pada noda-noda kotornya saja. Lakukan shampooing minimal
sebulan sekali, sedangkan untuk spotting pada saat terjadi noda.
d) Lantai harus dipoles agar nampak mengkilap, gunakan rotary machine dengan
proses “Crystallization”. Lakukan sebulan sekali.

e) Bersihkan dinding, lanit-langit, kaca jendela dan lantai dari bercak atau noda-
noda yang mengotori permukaanya. Harian atau periodical.
31
f) Progaram General Cleaning diatur oleh Public Area Housekeeper dibantu oleh
supervisor.

7) Inventory
(Inventarisasi) Standard
Inventory dilakukan setiap akhir bulan untuk mengetahui pemakaian biaya.
Baik dari cleaning agents, cleaning suplies dan barang atau bahan keperluan yang
digunakan di Public Area.
Procedure
a) Pada setiap akhir bulan Public Area Housekeeper dan supervisor mempersiapkan
data penggunaan barang-barang perlengkapan kebersihan dan data permintaan
barang, baik yang berasal dari Store room Requisition dan
Purchase Request.
b) Pada akhir bulan tersebut upayakan tidak ada permintaan barang dari general
storeroom atau gudang untuk menghindari kelebihan penggunaan atau biaya
yang keluar.

Periksa data sisa barang yang masih ada di:


(a) Gudang Housekeeping
(b) Public Area Station/Janitor Room
(c) Public Area Trolley

a) CLEANING SUPPLIES
(1) LAPORAN PERMINTAAN BARANG (REQUISITION)
(a) Jenis Barang.
(b) Jenis unit Barang.
(c) Jumlah awal (Opening Stock).
(d) Jumlah barang masuk berdasarkan permintaan dari general store
(Additional Stock by Request).
(e) Total jumlah barang yang tersedia (Total Stock).
(f) Harga unit barang (Unit Price).
(g) Jumlah biaya per barang berdasarkan permintaan (Total Expense).
(2) LAPORAN PENGGUNAAN BARANG (CONSUMPTION)
(a) Jenis Barang.
(b) Jenis unit barang.

32
(c) Jumlah awal (Opening Stock).
(d) Jumlah barang masuk berdasarkan permintaan dari general store
(Additional Stock by Request).
(e) Total jumlah barang yang tersedia (Total Stock).
(f) Total jumlah barang yang habis digunakan (consumed).
(g) Harga unit barang (Unit Price).
(h) Jumlah biaya per barang berdasarkan penggunaan (Total consumption).
b)CLEANING MATERIAL/EQUIPMENT
(Barang yang merupakan investasi atau asset perusahaan)
(1) LAPORAN PERMINTAAN BARANG (REQUISITION)
(a) Jenis barang.
(b) Jenis unit barang.
(c) Jumlah awal (Opening Stock).
(d) Jumlah barang masuk berdasarkan permintaan dari general store
(Additional Stock by Request).
(e) Total jumlah barang yang tersedia (Total Stock).
(f) Harga unit barang (Unit Price).
(d) Jumlah biaya per barang berdasarkan permintaan (Total Expense).
(2) LAPORAN KONDISI BARANG
(a) Jenis barang.
(b) Jenis unit barang.
(c) Jumlah awal (Opening Stock).
(d) Jumlah penyusutan atau pengurangan barang.
(e) Total jumlah barang yang tersedia (Total Stock).
(f) Keterangan kondisi barang tersisa.
(g) Keterangan barang yang berkuran
Laporan harus selesai paling lambat setiap tanggal 5 dan diserahkan
ke Executive Housekeeper.
8) Polishing Stainless Steel Fixtures (Memoles Permukaan Stainless Steel)

Standard
Permukaan fixtures yang dilapisi bahan anti karat (stainless steel) harus dirawat
secara rutin seminggu sekali untuk menghindari warna yang pudar atau kotor.
Procedure
Siapkan peralatan kebersihan:
a) Polishing Cloth

33
b) Polishing Cream/Liquid.
Lakukan prosedur sebagai berikut:
a) Bersihkan permukaan stainless steel dari debu sehingga menjadi kering dan
bebas dari debu.

b) Bila perlu tutup dahulu permukaan lain agar tidak terkena cairan atau krim
polisher.
c) Lakukan pemolesan secara merata dengan cara memutar, perhatiakn cara
pemolesan dan penggunaan cairan polisher sesuai dengan cara pengaturan
dari produk yang bersangkutan.
d) Setelah selesai, bila peru bersihkan bekas cairan atau krim polisher dengan
dry cloth khusus.
8) Cleaning Public Toilet Room (Membersihkan Ruang Toilet Umum)

Standard
Ruang toilet umum harus dibersihkan setiap 1-2 jam sekali dengan kondisi
harus bersih,rapi dan tetap kering.
Prosedure
a) Siapkan peralatan kebersihan :
(1) Multi purpose cleaner.
(2) Glass cleaner.
(3) Damp cloth.
(4) Dust cloth.
(5) Dry cloth.
(6) Glass squeegee.
(7) Broom.
(8) Dust pan.
(9) Toilet bowl brush.
(10) Supplies,seperti toilet tissue, soap dispenser dan lain-lain.
(11) Mop stick.
(12) bucket .
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) periksa keadaan toilet room
(1) ketuk pintu toilet room dan sebutkan ”housekeeping”.
(2) Bila tidak ada jawaban, ketuk dan sebutkan ”housekeeping” sekali lagi.
(3) Bila masih juga tidak ada jawaban, bukalah pintu secara perlahan sambil
menyebutkan ”housekeeping”.

34
(4) Bila ternyata terisi atau ada yang menggunakan, mohon maaf dan keluar
seraya menutup pintu.

(5) Bla tidak ada yang menggunakan, bukalah pintu dan tahan dengan door
stopper serta pasang floor sign agar dapat diketahui bahwa ruangan
tersebut sedang dibersihkan.
(6) Flush toilet dan Urinoir. Berikan obat pembersih dan tinggalkan sambil
mengerjakan tugas lain.
(7) Kosongkan tempat sampah dan ganti rubbish bag dengan yang baru.
(8) Bersihan wash basin dan counter.
(a) Bersihkan cermin wash basin, semprotkan dengan glass cleaner dan
gunakan glass squegee untuk membersihkan kaca dengan metode
“Atas Bawah”.
(b) Sikat area counter.
(c) Bersihkan bagian dalam wash basin,angkat drain closer dan
bersihkan,terutama dari kotoran dan rambut.
(d) Bersihkan fixtures, seperti kran air, ring water drain dan hilangkan noda
air.
(e) Keringkan cermin dengan dry cloth.
(f) Bilas wash basin dan counter dengan air dan keringkan dengan dry cloth.
(8) Bersihkan toilet dan urinoir
a) Siakt bagian dalam toilet bowl dan urinoir dengan toilet bowl brush.
b) Bersihkan dengan sponge untuk bagian luar toilet bowl dan urinior.
c) Keringkan.
(9) Bersihkan dinding, langit-langit dan fixtures.
(a) Bersihkan dari noda kotor atau bekas jari tangan
(b) Dusting untuk membersihkan dari debu dan sarang laba-laba.
(10) Isi kembali supplies yang diperlukan, seperti facial tissue, tissue box atau toilet
roll atau paper towel
(11) Bersihkan lantai
(a) Sweep atau sapu lantai, terutama sudut ruangan dan bawah floor mar
(b) Mop lantai, gunakan air hangat
(c) Setelah mop diperas, mop sekali lagi tanpa menggunakan air untuk
mengeringkan lantai.
(12) Periksa sekali lagi untuk meyakinkan bahwa pekerjaan telah selesai.
(13) Tinggalkan ruangan dengan pintu kembali tertutup.

35
9) Cleaning Ceiling (Membersihkan Langit-Langit)

Standard

Langit-langit harus dalam keadaan bersih dari debu dan sarang laba-
laba dan terhindar dari kelembaban.
Procedure
Siapkan peralatan kebersihan:
a) Extension pole.
b) Dust Cloth.
c) Rag/mop head.
d) Drop Cloth.
e) Dry Cloth.

a) Letakan drop cloth di atas lantai untuk menghindari debu atau kotoran
yang jatuh di lantai.

b) Bila ada furniture didekatnya, digeser ke tempat lain atau ditutupi dengan
kain.

c) Gunakan Extension pole untuk membersihkan debu dan sarang laba-laba


di langit-langit.
d) Gunakan dust cloth pada ujung extension pole untuk membersihkan debu
yang melekat di langit-langit.
e) Keringkan dengan dry cloth yang diletakan pada ujung extension pole.
f) Angkat drop cloth dan buang kotoran debu.
g) Buka kembali kain penutup furniture atau kembalikan posisi furniture.
10) Cleaning Wooden Furniture (Membersihkan Furnitur Kayu)
Standard
Furniture yang terbuat dari bahan kayu harus dibersihkan secara rutin setiap
floor hari agar terhindar dari debu.
Procedure
a) Siapkan peralatan kebersihan:
(1) Furniture Polish (obat poles furniture, cairan, spray atau krim).
(2) Polish rag/cloth (busa atau kain pemoles furniture).
(3) Dry cloth (kain pengering).
(4) Dust cloth (kain pembersih debu).
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:

36
c) Dusting, atau membersihkan debu dari permukaanfurniture terlebih dahulu
dengan menggunakan dust cloth.

d) Bila perlu, keringkan dengan dry cloth untuk memberikan permukaan bersih
dan kering.

e) Semprotkan dengan pemoles furniture atau dengan menggunakan polish


rag cloth, poles seluruh permukaan hingga rapi.
11) Cleaning Glasses (Membersihkan Kaca)
Standard
Permukaan kaca harus dibersihkan setiap hari dari bercak kotor atau debu.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Glass squeezee.
(2) Glass cleaner dalam spray bottle.
(3) Dry cloth (kain pengering).
(4) Sponge rag
(5) Extension pole
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Semprotkan kaca dengan glass cleaner dari atas ke bawah.
(2) Gunakan glass squeezee untuk membersihkan kaca dengan metode
“Atas ke Bawah” secara urut.
(3) Gunakan tambahan extension pole untuk posisi kaca yang tinggi.
(4) Keringkan dengan kain pengering.
12) Cleaning Toilet Bowl (Membersihkan Lubang Wc)
Standard
Toilet bowl harus bersih setiap saat tanpa noda, kerak air atau air
yang menguning.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Toilet bowl brush.
(2) Toilet cleaning liquid dalam spray bottle.
(3) Dry cloth (kain pengering).
(4) Sponge rag.
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Flush air untuk mengganti air yang ada dalam bowl.
(2) Semprotkan toilet cleaning liquid ke seluruh bagian permukaan toilet ,

37
baik di dalam bowl atau bagian luar.
(3) Gunakan toilet bowl brush untuk membersihkan bagian dalam toilet bowl
dan bagian air, pastikan lingkaran kerak air tidak hilang.

(4) Sikat permukaan bagian luar toilet bowl dengan sponge rag, termasuk
water tank, sekali waktu bersihkan juga bagian dalam water tank.
(5) Bilas dengan air seluruh permukaan bagian luar dan dalam.
(6) Keringkan dengan dry cloth.

13) Cleaning Urinoir (Membersihkan Urinoir)


Standard
Urinoir harus dibersihkan setiap hari minimal 3 kali.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Toilet bowl brush.
(2) Glass cleaner dalam spray bottle.
(3) Dry cloth (kain pengering).
(4) Sponge rag.
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Flush urinoir untuk membasahkan urinoir bagian dalam.
(2) Gunakan toilet bowl brush untuk membersihkan permukaan bagian
dalam urinoir.
(3) Gunakan sponge rag untuk menyikat permukaan urinoir bagian luar.
(4) Flush lagi bagian dalam dan bilas dengan air untuk permukaan luar.
(5) Keringkan dengan menggunakan dry cloth.

14) Cleaning Vanity Area (Membersihkan Area Wastafel)


Standard
Vanity Area harus bersih dan kering setiap saat dan pembersihan harus sesering
mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Glass squeegee.
(2) Glass cleaner dalam spray bottle.
(3) Multi purpose cleaner dalam spray bottle.
(4) Dry cloth (kain pengering).

38
(5) Sponge rag.
b) Vanity area terdiri atas fasilitas:
(1) Wash basin dan water tap/valve.
(2) Wash basin counter.
(3) Wall mirror.
c) Mirror frame.
d) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Semprot permukaan cermin dengan glass cleaner.
(2) Semprot permukaan wash basin dan counter dengan multi purpose
cleaner.
(3) Gunakan glass Squeegee untuk membersihkan cermin dengan metode
“Atas ke Bawah” secara urut.
(4) Sikat permukaan wash basin, tap (kran air), wash basin drain ring dan wash
basin counter dengan menggunakan sponge rag, lalu siram dengan air.
(5) Keringkan cermin dengan dry cloth.
(6) Lalu keringkan wash basin dan counter dan pernik lain dengan dry cloth.
15) Daily Cleaning Marble Floor (Membersihkan Lantai Marmer Sehari- Hari)
Standard
Marble floor harus bersih dan kering setiap saat dan pembersihan harus
sesering mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Cotton dust mop
(2) Marble floor cleaner dalam spray bottle
(3) Double bucket.
(4) Mop stick
(5) Floor sign
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Siapkan cotton dust mop untuk dusting lantai marmer.
(2) Perhatikan kesibukan area lobby, bila tamu sedang penuh, lobby sedang
ramai tamu, tunda pembersihan lantai hingga kondisi tidak begitu ramai.
(3) Lakukan dusting dengan cotton dust mop.
(4) Siapkan double bucket dan mop stick.
(5) Pasang floor sign agar tamu yang melintas tidak menginjak lantai basah
yang sedang dipel.

39
(6) Lakukan mopping (pel) dengan menggunakan mopping stick.
(7) Jangan gunakan air terlalu banyak sehingga tidak membuat permukaan
lantai terlalu basah atau licin.
(8) Lakukan satu persatu bagian dari lantai saat mopping.
(9) Setelah selesai satu bagian, pindah dan lakukan ke bagian lain.
16) Cleaning Lifts/Elevators (Membersihkan Elevator/Lift)
Standard

Lift area harus bersih dan rapi setiap saat dan pembersihan harus
sesering mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Glass squeegee
(2) Glass cleaner dalam spray bottle
(3) Multi purpose cleaner dalam spray bottle
(4) Dry cloth (kain pengering)
(5) Sponge rag
(6) Vacuum cleaner (bila perlu)
b)Lift area terdiri atas fasilitas:
(1) Pintu lift, luar dan dalam
(2) Lantai lift
(3) Dinding dan langit-langit lift
(4) Dinding luar lift
(5) Frame pintu lift
(6) Standing ashtray
c) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Bersihkan frame pintu lift dan dinding luar lift.
(2) Kosongkan dan bersihkan standing ashtray.
(3) Bersihkan lift bagian dalam, upayakan pintu lift dalam keadaan
terbuka, gunakan kunci atau control panel sesuai system agar pintu
terbuka.
(4) Jangan bersihkan lift bila ada tamu di dalam.
(5) Bersihkan dinding dan langit-langit lift, upayakan menghilankan debu
atau sarang laba-laba.
(6) Sapu atau vacuum atau mop lantai lift. Lakukan dari sudut terujung
lantai lift hingga ke bagian paling luar.

40
17) Cleaning Staircaces (Membersihkan Tangga)
Standard

Anak tangga harus selalu bersih dan kering setiap saat dan pembersihan
harus sesering mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Cotton dust mop
(2) Marble floor cleaner dalam spray bottle
(3) Double bucket
(4) Mop stick
(5) Floor sign
b) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Siapkan cotton dust mop untuk dusting lantai tangga.
(2) Perhatikan kesibukan area tangga, bila tamu sedang penuh dan berhilir
mudik di area tangga, tunda pembersihan lantai tangga hingga kondisi
memungkinkan dan tidak begitu ramai.
(3) Lakukan dusting dengan cotton dust mop dimulai dari anak tangga
paling atas hingga sampai pada anak tangga terbawah.
(4) Siapkan double bucket dan mop stick.
(5) Pasang floor sign agar tamu yang melintas tidak menginjak lantai
tangga basah yang sedang dipel.
(6) Lakukan mopping (pel) dengan menggunakan mopping stick dimulai dari
anak tangga paling atas hingga sampai pada anak tangga paling bawah.

(7) Jangan gunakan air terlalu banyak sehingga tidak membuat permukaan
lantai terlaluu basah atau licin.
18) Cleaning Corridors (Membersihkan Koridor)
Standard

Coridor harus bersih dan rapi setiap saat dan pembersihan harus sesering
mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Lobby duster/cotton dust mop untuk dusting lantai.
(2) Mop stick dan bucket.

41
(3) Glass cleaner dalam spray bottle.
(4) Multi purpose cleaner dalam spray bottle.
(5) Dry cloth (kain pengering).
(6) Sponge rag.
(7) Vacuum cleaner.
(8) Floor sign.
b) Coridor area terdiri atas fasilitas:
(1) Coridor wall.
(2) Coridor floor
(3) Ceiling
(4) Lighting
(5) Door
c) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Dusting peralatan yang ada di area koridor, seperti water sprinkler, vent,
meja hias, cermin hias, pintu dan sebagainya, lakukan dari ujung yang
satu ke ujung lain.
(2) Bila perlu ganti lampu yang mati/putus
(3) Spotting dinding koridor, lakukan dari ujung yang satu ke ujung yang
lain. Bersihkan bercak noda, bekas jari tangan dan sebagainya.

(4) Vacuum lantai yang berkarpet atau lakukan dusting dan mopping untuk
lantai marmer.

19) Cleaning Hotel Lobby Entrance (Membersihkan Area Pintu Masuk Lobby
Hotel )
Standard
Area pintu masuk lobby hotel harus bersih dan rapi setiap saat dan
pembersihan harus sesering mungkin.
Procedure
a) Sediakan peralatan kebersihan:
(1) Glass squeegee
(2) Glass cleaner dalam spray bottle
(3) Multi purpose cleaner dalam spray bottle
(4) Dry cloth (kain pengering)
(5) Lobby duster/cotton dust mop untuk dusting lantai
(6) Sponge rag
(7) Broom

42
(8) Dust pan
(9) Mop stick dan bucket
(10) Floor sign
b) Lobby entrance terdiri atas fasilitas:
(1) Lobby floor
(2) Concierge desk
(3) Valet parking
(4) Entrance door
(5) Entrance hall
c) Lakukan prosedur sebagai berikut:
(1) Keringkan lantai dari genangan air , debu atau kotoran yang ada pada
permukaanya dengan melakukan dusting menggunakan lobby duster.
(2) Spotting dengan sponge rag atau cleaning cloth bila perlu untuk
menghilangkan noda.
(3) Dusting lantai secara keseluruhan, termasuk bagian bawah karpet lantai
atau mat atau keset.
(4) Bersihkan karpet/mt/keset dari debu. Jangan bersihkan di area dimana
terdapat tamu atau di area umum. Lakukan di tempat yang telah
ditentukan sehingga tidak mengganggu kenyamanan tamu.
(5) Mopping lantai luar dan dalam area entrace bila diperlukan.
(6) Bersikan kaca-kaca jendela dan pintu di area entrance, sisi dalam
maupun luar.

(7) Bersihkan partikel lain di jendela atau dinding sekitar, seperti pegangan
pintu, frame pintu dan jendela dan sebagainya.

(8) Dusting meja concierge dan valet parking, furnish sesuai jadwal yang
ditentukan.

(9) Saat mengembalikan karpet/mat/keset, jangan lupa untuk memasang


secara rapi dan lurus.

(10) Laporkan kepada supervisor setiap barang tamu yang tertinggal di lobby
area.

(11) Laporkan kepada supervisor setiap ada kerusakan yang terjadi untuk
dapat diperbaiki segera oleh engineering.

43
E. Rangkuman

Public area berasal dari kata public dan area yang mempunyai arti masing-
masing yaitu: public adalah umum dan area adalah area, kawasan, atau
daerah.Cakupan public area hotel antara lain : basement, ground level, mezzanine,
floor,rooftop.Ruang lingkup public area meliputi : area internal (main entrance, lobby,
coridor, lift, tangga, meeting dan function room, locker room. Area eksternal (kolam
renang, pusat kebugaran, taman, tempat bermain anak-anak.

Struktur organisasi hotel adalah suatu bagan yang menunjukkan bagian-


bagian dalam organisasi dan susunan orang-orang dengan jabatannya masing-
masing yang mempunyai kesepakatan bersama secara formal untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. Petugas-
petugas yang bekerja di public area section antara lain adalah :

Chief public area, Supervisor area, Kepala houseman, Houseman, Toilet


attendant.
Dalam menunjang kegiatan pembersihan public area diperlukan alat dan
bahan pembersih. Peralatan dibagi menjadi dua jenis yaitu peralatan yang
manual dan makinal.

Menurut bentuk dan fungsinya alat pembersihan secara manual dikelompokkan


atas beberapa bagian yaitu, Sapu dan sikat (broom & brush), Penampung
(container), Lena (linen), Pelindung (protective).
Alat pembersih mekanik (mechanical equipment) yaitu alat pembersih yang
menggunakan mesin seperti vacuum cleaner, polishing machine, shampooing
carpet, blower machine, srubbing machine dll. Untuk menghemat waktu dan
tenaga serta meningkatkan mutu alat kebersihan.

Perlunya memperhatikan efektifitas dan efisiensi tenaga dan biaya dalam


bekerja, semua itu tidak terlepas dari peralatan yang dipergunakan. Peralatan
manual maupun mesin harganya cukup mahal, sehingga sudah menjadi
kewajiban kita untuk menjaga dan peduli dalam menggunakannya serta
merawatnya. Sebelum melakukan pembersihan area umum seorang public area
attendant atau yang sering disebut houseman terlebih dahulu harus menguasai
jenis-jenis peralatan pembersih. Ini dimaksudkan agar di dalam melakukan
pekerjaannya nanti tidak akan mendapat kesulitan.
Bahan pembersih atau cleaning supplies atau cleaning agent adalah bahan
pembersihan yang penting untuk menjaga ruangan agar tetap bersih dan berkilau.

44
Bahan pembersih pada dasarnya meghilangkan kotoran atau noda yang melekat
pada benda atau barang-barang yang berada di hotel.
Bahan yang mengandung zat kimia atau zat non kimia yang digunakan untuk
membantu mengurangi, mengikis atau menghilangkan noda dan kotoran pada
suatu objek atau benda dalam proses pembersihan. Bahan pembersih tsb antara
lain :

a) Bahan pembersih yang melarutkan kotoran antara lain adalah air, bensin,
turpentine, thinner, solvent, spiritus dan amoniak.

b) Bahan pembersih yang bereaksi chemical kimia action antara lain adalah
hcl, caustic soda, dan kaporit.

c) Bahan pembersih yang mengeluarkan busa ( detergent) antara lain adalah


Vim / Wisk ,Ducth Cleanser ,Fast-Go Applied 4000
d) Bahan pembersih yang mengkilapkan (polishes) antara lain adalah polish
kayu (shine up dan furniture polish), polish logam (brasso, glow metal polish
danhelios) , polish lantai (wax strip dan bendural forte )
e) Bahan pembersih lain yang sering digunakan pada saat pembersihan antara
lain adalah glass cleaner, conq-r-dust , spot & stain remover , mpc ( multi
purpose cleaning ), vixal/ porstex dan disinfectant.
Objek pembersihan adalah benda-benda, barang-barang atau tempat/ ruang
yang akan dilakukan proses pembersihan di area public hotel.
Objek pembersihan dibagi menjadi dua bagian yaitu, objek permukaan yang
keras, dan objek permukaan yang lunak.
Sumber pengotor ialah sumber kotoran yang ada disekeliling area hotel baik
berasal dari darat, udara maupun angin.
Tingkat pengotor dibagi menjadi tiga bagian yaitu, tingkat kotor yang ringan,
tingkat kotor yang sedang dan tingkat kotoran yang sukar.
Sumber Pengotor diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu debu (dust),
pasir/ tanah ( abrasive ), lemak (grease), sampah (rubbish), noda (spot), endapan
bahan kimia (deposit chemical), serangga (insect) dan bau busuk atau polusi
udara Objek pembersihan adalah benda-benda, barang- barang atau tempat,
ruang yang akan dilakukan proses pembersihan.
Objek pembersihan terbagi atas 2 bagian yaitu :
a) Objek pembersihan dengan permukaan keras terdiri dari bahan
b) Objek pembersihan dengan permukaan lunak

45
Ada banyak teknik merawat peralatan public area tergantung jenis peralatan
yang hendak dibersihkan. Peralatan atau barang-barang yang ada di public area
harus dapat dirawat sebaik mungkin dan untuk hal-hal yang memerlukan
perbaikan khusus atas kerusakan harus melapor pada engineering department.

Standard Operasional Prosedur adalah langkah awal untuk mendapatkan


derajat kesesuaian suatu produk, dibandingkan dengan harapan-harapan. Oleh
sebab itu agar dapat menghasilkan produk yang standar dari waktu ke waktu,
maka cara-cara mengerjakan untuk menghasilkan produk tersebut juga harus
dilakukan dengan cara-cara yang standar, sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan bagi masing-masing.

SELESAI

49
Carilah salah satu video tentang pembersihan area umum
di hotel, kemudian buatlah sebuah persentasi mengenai
video tersebut.

Tugas kelompok 1

Anda mungkin juga menyukai