Anda di halaman 1dari 6

UJIAN TENGAH SEMESTER FARMASI KINIS

PRODI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN SAINS


UNIVERSITAS PGRI MADIUN
TAHUN 2020

Nama Mata Kuliah / Kode Farmasi Klinis / FAR-3051


Mahasiswa
NIM SKS 2 SKS
Sistem Close Book Online Program Studi Farmasi
Semester Enam / IV Hari / Tanggal Sabtu / 25 April 2020
Dosen Umi Fatmawati, S. Farm, M. Tanda tangan
Penguji Farm, Klin, Apt mahasiswa
Waktu 100 menit Jam 10.50-11.40

Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar

1. Berikut ini kategori Kausatif MESO berdasarkan WHO, kecuali


a. Probable
b. Possible
c. Unlikely
d. Uncertain

2. Kategori Kausatif MESO berdasarkan WHO adalah


a. Unassessable / Unclassifiable
b. Assessable
c. Uncertain
d. Likely

3. Sedangkan Kategori Kausatif MESO berdasarkan Naranjo Algoritma kecuali


a. 1-3 Possible
b. 4-8 Probable
c. 9-13 Definite
d. 0-1 Certain

4. Kesimpulan Naranjo Algoritma


a. 1-4 Possible
b. 5-9 Probable
c. 10-14 Definite
d. 1-3 Possible

5. Ruang lingkup Pelayanan Farmasi Klinis kecuali


a. EPO
b. MESO
c. PIO
d. Membiarkan terjadinya DRP’s

6. Berikut ini sasaran Farmasi Klinis


a. Memaksimalkan biaya pengobatan
b. Meminimalkan efek terapi obat
c. Memaksimalkan risiko pengobatan
d. Mencegah terjadinya DRP’s, menekan biaya pengobatan dan mengoptimalkan terapi obat

7. Penelusuran riwayat pengobatan disebut


a. Rekonsiliasi obat
b. Rekomendasi Obat
c. Rechallange Obat
d. Reduksi Obat

8. Tujuan dilakukannya Rekonsiliasi Obat adalah


1
a. Membiarkan terjadinya Terapi yang abuse
b. Mencegah terjadinya Medication Eror
c. Membiarkan terjadinya Penulisan Terapi yang salah
d. Membiarkan pasien tidak minum obat

9. Peran PIO di rumah sakit adalah kecuali


a. Menjawab pertanyaan dari Dokter, PPDS, Apoteker, Perawat, Gizi dll
b. Menerbitkan Buletin, Leaflet, Poster, Booklet, Newsletter
c. Melakukan penelitian dan PKRS
d. Ikut serta dalam Komite Farmasi dan Terapi (KFT)

10. Tujuan dari Visite kecuali


a. Untuk mengamati kondisi klinis pasien secara langsung
b. Untuk mengkaji masalah terkait obat
c. Untuk memantau terapi obat
d. Untuk meningkatkan terapi obat yang tidak rasional

11. Tujuan dilakukannya PTO yang tidak tepat


a. Untuk memastikan terapi obat yang di terima pasien aman, efektif, dan rasional
b. Untuk meminimalkan terjadinya ROTD
c. Untuk meningkatkan efektivitas terapi
d. Untuk menilai adanya terapi yang tidak rasional dan adanya efek samping aktual

12. MESO bertujuan untuk


a. Memaksimalkan risiko kejadian reaksi obat yang dikehendaki
b. Membiarkan terulangnya kejadian ROTD
c. Acuh tak acuh terhadap ESO yang terjadi dan berat, dikenal dan frekuensinya sering
d. Menemukan ESO dan menentukan frekuensi dan insiden ESO yang berat, tidak dikenal
ataupun yang sudah dikenal dan yang baru saja di temukan

13. Contoh “Problem Terapi Obat” adalah


a. Pasien ISK mendapatkan terapi antibiotika Levofloxacin
b. Pasien TBC mendapatkan terapi Osetalmivir
c. Pasien dengan Candida Albicans didarah mendapatkan Fluconazole
d. Pasien dengan Hipokalemia mendapatkan terapi KN2 dan KSR

14. Problem terapi obat “Terapi Obat yang Tidak Diperlukan” contohnya
a. Pasien batuk berdahak mendapatkan N-Acetyl Sistein dan Ambroxol
b. Pasien CKD Stage V mendapatkan terapi Streptomycin untuk TBC Relaps
c. Pasien dengan kadar kalium 6,0 mendapatkan terapi D40 + Insulin dn Ca Glukonas
d. Pasien nyeri dada menembus ke punggung dengan diagnosa PJK mendapatkan ISDN

15. Contoh Problem terapi obat “Dosis Sub Terapi” kecuali


a. Insulin diberikan im
b. Moxyfloxacin 400 mg tiap 8 jam iv drip dengan BUN dan SK normal
c. Ampicillin Sulbactam 1 gram tiap 6 jam iv dengan BUN dan SK normal
d. Strepromycin di berikan sub cutan

16. Contoh Klasifikasi Jenis ESO type C kecuali


a. Asprin dapat meningkatkan BUN 40 SK 5,3
b. Methylprednisolon menyebabkan Osteoporosis
c. Estrogen menyebabkan Deep Vein Trombosis
d. MOIR menyebabkan Withdrawal Syndrome

17. Contoh berikut termasuk “Pasien mendapatkan kemoterapi Carboplatin 383 kemudian muncul
muntah muntah sampai 10 kali”
a. ADR (Adverse Drug Reaction)
b. ESO (Efek samping Obat)
c. ME (Medication Errors)
d. ADE (Adverse Drug Event)
18. Analisa kausalitas efek samping secara kualitatif melalui pendekatan
2
a. WHO
b. Naranjo Algoritma
c. Gabungan WHO dan Naranjo Algoritma
d. Web nya BPOM

19. Berikut ini contoh “Pustaka Tersier”


a. PPK (Panduan Praktik Klinik)
b. Medline
c. Medscape
d. NEJM

20. Contoh “Pustaka Primer”


a. Laporan Kasus Covid-19
b. Dynamed
c. BNF
d. AHFS

21. Tujuan dilakukannya konseling adalah kecuali


a. Menurunkan Compliance
b. Meningkatkan pemahaman pasien tentang pemakaiana obat yang benar
c. Mencegah DRP’s
d. Mencegah Duplikasi Terapi

22. Sikap yang harus dihindari pada saat mendengarkan pada sesi konseling adalah kecuali
a. Empati
b. Selective Listening
c. Pretending
d. Ignoring

23. Beberap metode pelaksanaan konseling adalah kecuali


a. Three Prime Question
b. Final Verification
c. Show and Tell
d. Close Ended Questions

24. Berikut ini adalah “Three Prime Questions” kecuali


a. Bagaiman penjelasan Apoteker tentang obat anda
b. Bagaimana penjelasan Dokter tentang cara pakai obat anda
c. Bagaimana penjelasan Dokter tentang obat anda
d. Bagaimana penjelasan Dokter tentang harapan setelah minum / memakai obat anda

25. Hal yang terkait “Final Verification” adalah kecuali


a. Koreksi bila ada misinformasi
b. Untuk meyakinkan bahwa pesan tidak ada yang terlewat
c. Meminta pasien untuk mengulang instruksi
d. Membiarkan pasien memahami atau tidak informasi yang di berikan oleh Apoteker

26. Konseling dapat di berikan untuk pasien yang


a. Pasien yang mendapatkan terapi Polifarmasi
b. Pasien dengan riwayat COMPLIANCE yang buruk
c. Pasien dengan penyakit komplikasi dan kronis
d. Pasien yang rutin kontrol dan COMPLIANCE yang baik

27. Kepanjangan dari SOAP adalah


a. Subjective, Objective, Assessment, Plan
b. Suspect, Objective, Assessment, Plan
c. Subjective, Objective, Action, Plan
d. Subjective, Objective, Asseement, Plessure

28. Contoh “Subjective” adalah


3
a. TD 120/80, RR 20 x per menit, Nadi 80 x per menit
b. GCS 456, T 380 C, HB 9,8
c. Mual (+), Muntah (+), Sesak (+)
d. Afebris, K 3,5 WBC 9870 nyeri (+)

29. Contoh “Objective” adalah


a. Nyeri dada menjalar ke punggung (+), Sesak (+)
b. Batu (+), nyeri pada luka operasi (+)
c. Hematemesis (+), Melena (+), Kembung (+)
d. Ct scan Pneumonia, ECG peningkatan QT wave 440 nm

30. Contoh “Assessment” adalah


a. Terjadi duplikasi terapi anti nyeri Ketorolac 30 mg iv 3x1, Kaltrofen sup 3x1, dan metamizol
3x1 gram
b. Monitoring pemberian terapi antibiotika Gentamycin meliputi RFT (BUN, SK), ototoksik,
gangguan keseimbangan dan vertigo
c. Monitoring kepatuhan pemberian terapi OAT RHZE
d. Monitoring Codein yang meliputi nyeri, batuk dan konstipasi

31. Contoh “Planning”


a. Pasien dengan CKD stage V mohon adjustment dosis Levofloxacin 500 mg tiap 48 jam iv drip
b. Dosis kemoterapi Etoposide terlalu rendah 85,5 mg seharusnya 171 mg
c. Frekuensi pemberian Ceftriaxon terlalu tinggi 4x1 gram
d. Fentanyl Patch frekuensi pemberian berlebih 25 mg tiap 24 jam

32. PTO dapat dilakukan pada pasien kecuali


a. Pasien Immunocompromised
b. Pasien di ICU, NICU dan PICU
c. Pasien Paeditari dan Geriatri
d. Pasien dengan Compliance yang baik

33. PTO juga dapat dilakukan pada pasien yang mendapatkan terapi, kecuali
a. Digoxin
b. Enoxaparin
c. Durvalumab
d. Neurobion injeksi

34. Penulisan yang sesuai untuk LASA adalah


a. DOPamine
b. atrOPINE
c. ADENosine
d. Tall Man Letter

35. Berikut ini contoh “OFF LABEL” drug


a. N-Acetyl Sistein 2x600 mg pada CKD stage V
b. Misoprostol pada Dyspepsia
c. Propanolol pada SH+Variceal Bleeding+Hipertensi Portal
d. Celecoxib pada nyeri tulang belakang

36. Contoh “OFF LABEL” drug lainnya adalah


a. Sildenafil pada wanita 40 tahun CHF+PHT severe
b. Domperidon pada vomiting pasien Dyspepsia
c. Metoclopramide pada vomiting CKD stage V
d. Diazepam pada terapi Status Epileptikus

37. Untuk obat yang termasuk LASA dan memiliki kekuatan lebih dari 2
a. Diberikan tanda Multiple Strength dengan warna yang berbeda – beda dan penempatannya
berjauhan
b. Hanya di berikan label LASA dan di tempatkan berdekatan
c. Diberikan tanda Multiple Strenght dengan warna yang sama
d. Tidak diberikan label apapun
4
38. Kriteria obat yang emmiliki persyaratan indicator keamanan pengobatan tersebut (Rasional dan
Aman)
a. 7T
b. 6T
c. 7T + 1W
d. 8T

39. Di bawah ini contoh “OFF LABEL” yang akhirnya sudah menjadi “ON LABEL” adalah
a. Aspilet
b. Acetaminophen
c. Asam Mefenamat
d. Asam Folat

40. Beberapa risiko yang dapat terjadi terkait dengan obat LASA kecuali
a. Kemasan yang mirip dari produk obat
b. Tulisan dokter “CORRECT”
c. Tulisan dokter “CLEAR”
d. Penanganan penyakit yang sama

41. Contoh “LASA ucapan mirip”


a. Clarithromycin & Azithromycin
b. Histapan & Heptasan
c. Provelyn 75 & Provelyn 150
d. Betaserc & Vergo

42. Kepanjangan dari NORUM dan LASA


a. Nama Obat Rupa Ucapan Mirip & Look ALook Same Alike
b. Nama Obat Rupa Ucapan Mirip & Look Alike Sound Alike
c. Nama Obat Rupa Ucapan Mirip & Like Alike Sound Alook
d. Nama Obat Rupa Ucapan Mirip & Like Alook Same Alike

43. Obatb yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjaidnya kesalahan atau kesalahan
serius (Sentinel Event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan RPTD disebut
a. LASA / NORUM
b. ESO
c. High - Alert Medication
d. ADR

44. CD4+ di gunakan untuk pemeriksaan


a. TBC
b. HIV
c. Covid-19
d. Malaria

45. Gene Expert di gunakan untuk pemeriksaan


a. Covid-19
b. HIV
c. Hepatitis B
d. TBC

46. PT (Prothrombin Time) di gunakan untuk


a. Untuk mengetahui kemampuan hati dalam mensistesisi faktor – faktor koagulasi
b. Untuk mengetahui resiko bleeding
c. Untuk mengetahui risiko trombositopenia
d. Untuk mengetahui waktu pembekuan darah

47. Perhitungan Klirens Kreatinin dan konsentrasi kreatinin serum dapat dihitung menggunakan,
kecuali
a. Traub SL dan Johnson CE
b. Metode Jelliffe
5
c. Metode Cockroff dan Gaulth
d. MDRD

48. qSOFA di gunakan untuk menentukan


a. Syndrome Nefrotik
b. Sepsis
c. SIRS
d. Syok Sepsis

49. Troponin T, C, I digunakan untuk


a. Penyakit Jantung
b. Penyakit Liver
c. Penyakit Ginjal
d. Penyakit DM

50. Kepanjangan dari “SOFA SCORE” adalah


a. Sequentional Organ Failure Assay
b. Selectional Organ Failure Assay
c. Sequentional Organ Failure Assessment
d. Sequentional Organ Failure Action