Anda di halaman 1dari 9

UJIAN TENGAH SEMESTER PRAKTIKUM FARMASI KINIS

PRODI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN SAINS


UNIVERSITAS PGRI MADIUN
TAHUN 2020

Nama Mata Kuliah / Kode Praktikum Farmasi Klinis /


Mahasiswa FAR-3052
NIM SKS 1 SKS
Sistem Close Book Online Program Studi Farmasi
Semester Enam / VI Hari / Tanggal Sabtu / 25 April 2020
Dosen Umi Fatmawati, S. Farm, M. Tanda tangan
Penguji Farm, Klin, Apt mahasiswa
Waktu 150 menit Jam 13.00-14.50

Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar


1. Berikut ini sifat pelaporan MESO ke Badan POM
a. Voluntery
b. Paksaan
c. Keharusan
d. Wajib

2. Yang berhak menyampaikan laporan MESO ke Badan POM kecuali


a. Apoteker
b. Dokter
c. Perawat
d. Mahasiswa

3. Beberapa macam Off label diantaraya kecuali


a. Off Label usia
b. Off Label dosis
c. Off Label indikasi
d. Off label cara / waktu pemberian

4. Parasetamol di gunakan tiap 4 jam per oral merupakan contoh Off Label
a. Off Label usia
b. Off Label dosis
c. Off Label indikasi
d. Off label rute Pemberian

5. Metformin pada pasien dengan PCOS merupakan contoh Off Label


a. Off Label usia
b. Off Label indikasi
c. Off Label dosis
d. Off label rute pemberian

6. Zink Kid dan Vitamin A di gunakan untuk mengatasi diare pada anak merupakan contoh Off Label
a. Off Label Usia
b. Off Label Dosis
c. Off label Rute Pemberian
d. Off Label Indikasi

7. Moloco B 12 Off label di gunakan untuk


a. Obat mual muntah
b. Penambah nafsu makan
c. Multivitamin
d. Pelancar ASI

8. Salah satu type ADR yaitu A,B,C,D,E,F di mana C adalah


a. Chronic
b. Consisten

1
c. Critic
d. Current

9. Type ADR yaitu A,B,C,D,E,F di mana F adalah


a. Fatal
b. Failure
c. Fetal
d. Forbidden

10. Sedangkan type ADR yaitu A,B,C,D,E,F di mana D adalah


a. Depend
b. Delay
c. Demand
d. Defect

11. Berikut ini merupakan contoh tipe ADR yaitu A,B,C,D,E,F di mana E
a. Diazepam, Clonazepam, Estazolam di hentikan karena dapat menyebabkan insomnia, ansietas
dan gangguan persepsi
b. Penggunaan jangka panjang Strepromycin menyebabkan ketulian
c. Gefitinib jangka lama menyebabkan tidak fertile
d. Amitriptilin menyebabkan mulut kering

12. Salah satu contoh type ADR yaitu A,B,C,D,E,F di mana B adalah
a. Biphosphonates menyebabkan osteonecrosis
b. Pemberian codein 15 mg tiap 4 jam kemudian dihentikan menyebabkan rasa nyeri meningkat
menyebabkan ketergantungan
c. Ramipril menyebabkan trombositopenia
d. Tamoksipen pemberian 6 minggu menyebabkan leukopenia

13. Berikut ini gambar lasa

a. Look Alike
b. Sound Alike
c. Look Alike Sound Alike
d. Sound Alike Look Alike

14. Berikut ini gambar lasa

2
a. Look Alike
b. Sound Alike
c. Look Alike Sound Alike
d. Sound Alike Look Alike

15. Cara minum obat KB

a. - mulai dari pil yang berjumlah 21 pada hari pertama haid tanpa melihat dibagian belakang
harinya, pada jam yang sama seterusnya sampai pil habis, lanjutkan dengan pil berjumlah 7
buah, kembali mulai ke pil yang berjumlah 21 pada strip berikutnya
b. - mulai dari pil yang berjumlah 7 pada hari pertama haid tanpa melihat dibagian belakang
harinya, pada jam yang sama seterusnya sampai pil habis, lanjutkan dengan pil berjumlah 21
buah, kembali mulai ke pil yang berjumlah 7 pada strip berikutnya
c. - mulai dari pil yang berwarna kuning yang berjumlah 21 pada hari pertama haid sesuai
harinya, pada jam yang sama seterusnya sampai pil habis, lanjutkan dengan pil berwarna putih
7 , kembali mulai ke pil yang berwarna kuning yang berjumlah 21 pada strip berikutnya
d. - mulai dari pil yang berwarna putih berjumlah 7 pada hari pertama haid sesuai harinya, pada
jam yang sama seterusnya sampai pil habis, lanjutkan dengan pil berwarna kuning dengan
jumlah 21 buah, kembali mulai ke pil yang berwarna putih berjumlah 7 pada strip berikutnya

16. Pasien dengan dehidrasi berat mendapatkan cairan ASERING 500 ml tiap 8 jam. Berapa tetes per
menit
a. 7 tetes per menit
b. 21 tetes per menit
c. 28 tetes per menit
d. 14 tetes per menit

17. Berikut ini contoh sumber pustaka

a. Tersier
b. Primer
c. Sekunder
d. Kuartener

3
18. Berikut ini adalah contoh pustaka

a. Tersier
b. Primer
c. Sekunder
d. Kuartener

19. Cara penyimpanan Insulin Pen yang sudah di buka kemasannya adalah

a. Simpanlah pena injeksi di dalam lemari pendingin suhu 2-8 derajat celsius
b. Simpan pena injeksi pada suhu ruang (jangan menyimpannya di dalam kulkas) dan gunakan
dalam 42 hari. Buang pena injeksi apabila sudah melebihi 42 hari sekalipun masih ada insulin
yang tersisa. Jangan menyimpan pena injeksi dalam keadaan jarum yang masih terpasang
c. Simpan di suhu kamar > 25 derajat Celsius dan dapat di gunakan jangka panjang
d. Simpan di freezer dan dapat di gunakan selama 42 hari

20. Berikut ini adalah contoh DRPs


a. Pasien gatal karena minum Carbamazepin di berikan terapi loratadin 3 x 10 mg
b. Pasien gatal karena minum obat 2 FDC di berikan cetirizine 1 x 10 mg
c. Pasien gatal karena diberikan antibiotika amoxicillin dan mendapatkan terapi methylprednison
3x4 mg
d. Pasien gatal karena obat fenitoin mendapatkan terapi CTM 1x4 mg

4
21. Cara penggunaan obat ini

a. Tempelkan pada permukaan kulit yang kering; tidak terkena sinar matahari; dan tidak berambut di
daerah pinggang atau lengan atas; dilepaskan setelah 72 jam; dan tempelkan patch baru di tempat
lain (hindarkan penempelan patch pada tempat yang sama untuk beberapa hari).
b. Cuci tangan terlebih dahulu. Buka kemasan patch. Tempelkan pada permukaan kulit yang kering;
tidak terkena sinar matahari; dan tidak berambut di daerah pinggang atau lengan atas; dilepaskan
setelah 72 jam; dan tempelkan patch baru di tempat lain (hindarkan penempelan patch pada tempat
yang sama untuk beberapa hari).
c. Cuci tangan terlebih dahulu. Buka kemasan patch. Tempelkan pada permukaan kulit yang kering;
tidak terkena sinar matahari; dan tidak berambut di daerah pinggang atau lengan atas; dilepaskan
setelah 24 jam; dan tempelkan patch baru di tempat lain (hindarkan penempelan patch pada tempat
yang sama untuk beberapa hari).
d. Tempelkan pada permukaan kulit yang basah; tidak terkena sinar matahari; dan tidak berambut di
daerah pinggang atau lengan atas; dilepaskan setelah 24 jam; dan tempelkan patch baru di tempat
lain (hindarkan penempelan patch pada tempat yang sama untuk beberapa hari).

22. Pasien dengan hasil lab trombosit yang rendah 99.000 mendapatkan terapi sbb yang merupakan
DRPs adalah
a. Pasien mendapatkan terapi Aspirin
b. Pasien mendapatakan terapi TC
c. Pasien mendapataan terapi Asam Folat
d. Pasien mendapatakan terapi Kortikosteroid

23. Telaah resep obat di bawah ini yang sesuai adalah


Pasien dengan diagnosa CAP + PJK OMI + Anemia + Hipokalemia

5
a. Tidak lengkap pengisian resep, tepat obat, tepat frekuensi, tepat rute, tidak terdapat duplikasi
b. Lengkap pengisian resep, tepat obat, tepat frekuensi, tepat rute, tidak terdapat duplikasi
c. Tidak lengkap pengisian resep, tidak tepat obat (bentuk sediaan, kekuatan), tepat frekuensi, tepat
rute, tidak terdapat duplikasi
d. Lengkap pengisian resep, tidak tepat obat (bentuk sediaan, kekuatan), tepat frekuensi, tepat rute,
tidak terdapat duplikasi

24. Obat obat berikut yang harus dilakukan pemantauan terapi obat kecuali
a. Fenitoin
b. Kanamisin
c. Ethionamide
d. Folic Acid

25. Sistem distribusi obat yang bisa di terapkan di ruang perawatan dalam konsep pelayanan farmasi
klinis adalah
a. Floor Stock
b. WFS
c. UDD
d. Individual Prescribtion

26. Yang bukan termasuk kategori DRPs adalah


a. Pemilihan obat yang salah
b. Over dosis
c. Interaksi Obat
d. Penggunaan obat indikasi

27. Berikut ini telaah resep yang meliputi aspek klinis kecuali
a. Ketepatan indikasi dan dosis obat
b. Aturan, cara dan lama penggunaan
c. Duplikasi dan/atau polifarmasi
d. Stabilitas

28. Dalam rangka pekerjaan kefarmasian managerial pemilihan jenis sediaan farmasi dan alat
kesehatan, bahan medis habis pakai berdasarkan pada kecuali
a. Bonus
b. Harga
c. Mutu
d. Pengobatan berbasis bukti

29. Sedagkan perencanaan obat harus mempertimbangkan

6
a. Anggaran yang tersedia
b. Diskon besar – besaran
c. Iklan produk
d. Harga yang murah

30. Metode yang bisa digunakan dalam perhitungan kebutuhan obat adalah kecuali
a. ABC
b. Konsumsi
c. Konsumtif
d. VEN

31. Pengadaan bahan baku obat dan sediaan farmasi harus mempunyai
a. Nomor izin edar
b. Material Safety Data Sheet (MSDS)
c. Sertifikat Analisa
d. Benar semua

32. Beberapa cara penyimpanan obat yang sesuai untuk rumah sakit
a. Kombinasi Farmakoterapi dan abjad
b. Kombinasi Abjad dan Pabrik
c. Bentuk sediaan
d. Pabrik

33. Suatu praktik pelayanan kefarmasian di mana farmasis bertanggung jawab terhadap terapi obat
yang di gunakan pasien dan mempunyai komitmen dan integritas terhadap praktik tersebut adalah
a. Asuhan Kebidanan
b. Asuhan Gizi
c. Asuhan Keperawatan
d. Asuhan Kefarmasian

34. Dalam rangka pengkajian resep yang merupakan persyaratan farmasetik adalah kecuali
a. Dosis dan jumlah obat
b. Aturan dan cara penggunaan
c. Stabilitas obat
d. Nama, umur, jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan

35. Sedangkan persyaratan administrasi meliputi kecuali


a. Tanggal resep
b. Ruangan / unit asal Resep
c. Nama, Nomor izin, Alamat dan paraf dokter
d. Kontra indikasi

36. Beberapa faktor penyebab Medication errors adalah kecuali


a. Kesalahan pada tulisan
b. Kesalahan dalam perhitungan dosis
c. Kurangnya double Check
d. Mempunyai Knowledge yang cukup

37. Ketidakrasionalan pemakaian obat dapat juga di kelompokkan menjadi kecuali


a. Over prescribing
b. Correct prescribing
c. Multiple prescribing
d. Extravagant prescribing

38. Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu
pada
a. Nurse care
b. Home Care
c. Medical Care
d. Pharmaceutical Care

7
39. Penggunaan obat yang berlebih dalam resep
a. Incorrect prescribing
b. Correct prescribing
c. Multiple prescribing
d. Over prescribing

40. Berikut ini salah satu contoh kriteria obat yang tidak rasional 8T + 1W
a. Pemberian antibiotika Sulfametoksazole Trimetoprim pada pasien dengan ISK
b. Dosis Ceftriaxon pada pasien CKD stage V adalah 1 gram tiap 12 jam iv
c. Pasien alergi obat TBC mendapatkan obat Cetirizin 10 mg tiap 24 jam po
d. Pasien anak usia 5 tahun di berikan Antibiotika Levofloxacin

41. Berikut ini salah satu contoh kriteria obat yang tidak rasional 8T + 1W (Tepat Indikasi)
a. Pasien mendapatkan antibiotika Amoxicillin dengan diagnosa demam
b. Pasien mendapatkan antibiotika Levofloxacin dengan diagnosa TBC dengan DILI
c. Pasien mendapatkan antibiotika Cefotaxim dengan diagnosa SBP
d. Pasien mendapatkan antibiotika Ceftazidim dengan diagnosa CAP

42. Pemakaian obat di katakan rasional jika memenuhi kriteria berikut, kecuali
a. Diberikan dengan obat generik
b. Sesuai dengan indikasi penyakit
c. Tersedia setiap saat dengan harga yang terjangkau
d. Cara pemberian dengan interval waktu pemberian obat yang tepat

43. Berikut ini adalah terapi untuk mengatasi hyperkalemia


a. D40 + insulin
b. KN2 + KSR
c. Calos
d. MgSO4

44. Terapi untuk mengatasi Hiponatremia berat


a. Larutan Aminofluid
b. NaCl 3 %
c. Furosemide
d. NaCl 0,9 %

45. Terapi untuk mengatasi Gagal Jantung Stadium IV dengan hyperkalemia


a. Warfarin
b. Furosemide
c. Spironaolakton
d. Candesartan

46. Pada saat pasien mendapatkan terapi Warfarin parameter yang harus di pantau adalah
a. International Normalization Ratio
b. Troponin I, T dan C
c. LDH
d. CK-MB

47. Bagaimana pengaturan cara minum obat : Bisoprolol 1x5 mg, Lisinopril 1x10 mg, Simvastatin
1x40 mg, Aspirin 1x100 mg
a. Bisoprolol siang 1 tab, Lisinopril malam 1 tab, Simvastatin pagi 1 tab, Aspirin malam 1 tab
b. Bisoprolol pagi 1 tab, Lisinopril pagi 1 tab, Simvastatin malam 1 tab, Aspirin siang 1 tab
c. Bisoprolol siang 1 tab, Lisinopril pagi 1 tab, Simvastatin pagi 1 tab, Aspirin malam 1 tab
d. Bisoprolol pagi 1 tab, Lisinopril siang 1 tab, Simvastatin pagi 1 tab, Aspirin sore 1 tab

48. Pasien mendapatkan terapi Aspirin, Clopidogrel dan Warfarin yang harus di monitor
a. Aspirin, Clopidogrel dan Warfarin yang perlu di monitor adalah bleeding
b. Aspirin, Clopidogrel dan Warfarin yang perlu di monitor adalah INR, PT, APTT
c. Aspirin (BUN,SK, Trombosit) dan bleeding, Clopidogrel bleeding dan Warfarin INR dan
bleeding
d. Aspirin, Clopidogrel dan Warfarin yang perlu di monitor adalah INR, PT, APTT dan bleeding
8
49. Parameter pemeriksaan untuk mengetahui pasien terindikasi Covid 19 adalah
a. Rapid Test
b. TCM
c. Gene Expert
d. Rapid Test dan Swab test

50. Salah satu cara pemberian Levofloxacin 750 mg infus adalah


a. Di berikan secara infus drip > 60 menit
b. Di berikan secara infus drip > 90 menit
c. Di berikan secara infus drip > 30 menit
d. Di berikan secara infus drip < 30 menit