Anda di halaman 1dari 13

UJIAN AKHIR SEMESTER FARMASI KLINIS

PRODI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN SAINS


UNIVERSITAS PGRI MADIUN
TAHUN 2020

Nama Mata Kuliah / Kode Farmasi Klinis / FAR-3051


Mahasiswa
NIM SKS 2 SKS
Sistem Close Book Online Program Studi Farmasi
Semester Enam / VI Hari / Tanggal Sabtu /
Dosen Umi Fatmawati, S. Farm, M. Tanda tangan
Penguji Farm, Klin, Apt mahasiswa
Waktu 100 menit Jam 10.50-11.40

1. Elektrolit konsentrasi tinggi (konsentrat/pekat) adalah sediaan obat yang mengandung ion
elektrolit yang sebelum digunakan terlebih dahulu harus
a. Diencerkan
b. Langsung di berikan
c. Di campur dengan cairan lain
d. Diberikan secara iv drip

2. Berikut ini pernyataan yang benar tentang elektrolit konsentrasi tinggi (konsentrat/pekat) kecuali
a. Penggunaan elektrolit konsentrat di rumah sakit sesuai standar operasional prosedur
penggunaan Sebelum digunakan harus terlebih dahulu diencerkan.
b. Harus dicek berulang penggunaannya dengan orang yang berbeda.
c. Dibuang di tempat sampah umum
d. Diberikan label obat dengan kewaspadaan tinggi dan elektrolit konsentrat

3. Bentuk Sediaan Obat Konsentrat (konsentrasi tinggi) kecuali


a. Magnesium Sulfat 40 %
b. Dextrose 40 %
c. KCl 7,46 %
d. NaCl O,9 %

4. Obat disimpan sesuai dengan kriteria penyimpanan perbekalan farmasi, utamanya dengan
memperhatikan kecuali
a. Jenis sediaan obat (rak/kotak penyimpanan, lemari pendingin)
b. Sistem FIFO dan FEFO
c. Ditempatkan sesuai ketentuan obat dengan kewaspadaan tinggi (High Alert)
d. Bisa di tempatkan di semua unit perawatan pasien

5. Label untuk obat untuk elektrolit konsentrasi tinggi diberikan penandaan


a. “LASA”
b. “NORUM”
c. “HIGH ALERT”
1
d. “ High Alert Double Check” pada obat

6. Dalam rangka menyiapkan obat dengan kategori elektrolit konsentrasi tinggi kiranya perlu
memperhatikan hal-hal (kaidah) berikut ini kecuali :
a. Memverifikasi resep obat high alert sesuai Pedoman Pelayanan Farmasi penanganan High
Alert.
b. Garis bawahi setiap obat high alert pada lembar resep dengan tinta hitam.
c. Dilakukan pemeriksaan kedua oleh petugas farmasi yang berbeda sebelum obat diserahkan
kepada perawat.
d. Petugas farmasi pertama dan kedua, membubuhkan tanda tangan dan nama jelas di bagian
belakang resep sebagai bukti telah dilakukan double check.

7. Penyiapan dan pemberian obat elektrolit konsentrasi tinggi kepada pasien harus memperhatikan
kaidah-kaidah berikut kecuali
a. Setiap pemberian obat menerapkan PRINSIP 7 BENAR
b. Pemberian elektrolit pekat harus dengan pengenceran dan penggunaan label khusus.
c. Pastikan pengenceran dan pencampuran obat dilakukan oleh orang yang berkompeten.
d. Menyimpan obat kategori kewaspadaan tinggi di meja dekat pasien tanpa pengawasan.

8. Setiap pemberian obat menerapkan PRINSIP 7 BENAR, yaitu kecuali


a. Benar obat, Benar waktu dan frekuensi pemberian
b. Benar dosis, Benar rute pemberian
c. Benar identitas pasien yang meliputi kebenaran nama pasien; nomor rekan medis pasien;
umur/tanggal lahir pasien; dan alamat rumah pasien, Benar informasi.
d. Benar dokumentasi dan benar terjadi DRPs

9. Sediaan emergensi yang dimaksud adalah


a. obat-obat yang bersifat life saving (obat yang digunakan untuk kondisi kegawatdaruratan)
atau life threatening beserta alat kesehatan yang mendukung kondisi emergensi
b. Obat yang memerlukan kewaspadaan tinggi
c. Obat yang apabila di gunakan dapat menyebabkan ketergantungan
d. Obat yang memiliki nama dan rupa ucapan mirip

10. Pengelolaan obat emergensi yang ditangani oleh rumah sakit hendaknya harus menjamin
ketentuan-ketentuan berikut ini, yaitu: kecuali
a. Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan.
b. Tidak boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain.
c. Bila dipakai untuk keperluan emergensi tidak harus segera diganti.
d. Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluwarsa dan dilarang untuk dipinjam untuk
kebutuhan lain

2
11. Berikut ini adalah contoh obat emergensi kecuali
a. Diazepam inj 5mg/ml
b. Deksametahason inj 5mg/ml
c. Difenilhydramin HCl inj 10mg/ml
d. Isoprinosine 500 mg

12. Di antara yang berikut ini, nama obat elektrolit tinggi yang mengandung zat aktif berupa Natrium
bikarbonat 84 mg, Natrium 1 mm/ml, dan Bikarbonat 1 mm/ml adalah ....
a. Normal Saline
b. Magnesium Sulfat 40%
c. Meylon 84-BP
d. KCl

13. Label untuk obat elektrolit konsentrasi tinggi diberikan penandaan


a. Sitostatika
b. LASA/NORUM
c. High-alert
d. Generik

14. Di antara kebenaran yang berikut ini merupakan prinsip benar untuk identitas pasien, kecuali
a. nama pasien
b. nomor RM pasien
c. nama keluarga pasien
d. umur/tanggal lahir pasien

15. Untuk pengadaan obat harus memperhatikan kecuali


a. Dilaksanakan sesuai peraturan yang ada
b. FEFO dan FIFO
c. Melalui PBF dan Expired Date
d. MSDS dan Certificate analysa

16. Dalam lingkar 10 PPOSR yang bukan merupakan peran farmas adalah
a. Dispensing dan informasi
b. PTO
c. Pemilihan
d. Prescribing

17. Pada saat pemberian (Administrasi) yang perlu diperhatikan adalah kecuali
a. Rute pemberian, kecepatan pemberiaan, saat pemberian dan lama pemberian obat
b. Petugas harus mengontrol kebenaran obat High Alert, Look Alike Sound Alike LASA

3
c. Setiap pemberian obat oral kepada pasien disertai dengan informasi (sesuai yang tertulis di
etiket)
d. Tidak perlu double check untuk obat High Alert, Look Alike Sound Alike (LASA)

18. Berikut ini tentang Infus perifer kecuali :


a. Konsentrasi maks 10 mEq/100 mL
b. Kecepatan pemberian maks 10 mEq/jam
c. Konsentrasi maks 20-40 mEq/100 mL
d. Obat kemoterapi

19. Yang dimaksud dengan “Tehnik Aseptik” adalah


a. Pelaksanaan suatu prosedur dibawah kondisi yg tidak terkontrol utk mencegah atau
meminimalkan terjadinya kontaminasi mikro organisme atau partikel kontaminan
(mempertahankan sterilitas sediaan)
b. Pelaksanaan suatu prosedur dibawah kondisi yg terkontrol utk mencegah atau meminimalkan
terjadinya kontaminasi mikro organisme atau partikel kontaminan (mempertahankan sterilitas
sediaan)
c. Pelaksanaan suatu prosedur dibawah kondisi yg terkontrol utk memaksimalkan terjadinya
kontaminasi mikro organisme atau partikel kontaminan (mempertahankan sterilitas sediaan)
d. Pelaksanaan suatu prosedur dibawah kondisi yg tidak terkontrol utk memaksimalkan terjadinya
kontaminasi mikro organisme atau partikel kontaminan (mempertahankan sterilitas sediaan)

20. Utk mencegah kontaminasi & menghilangkan partikel sebelum diinjeksikan maka
a. Usap searah dengan kassa yg dibasahi alkohol 70%
b. Usap searah dengan kassa yg dibasahi alkohol 90%
c. Usap dengan arah yang berlawanan dengan kassa yg dibasahi alkohol 90%
d. Usap dengan arah yang berlawanan dengan kassa yg dibasahi alkohol 70%

21.

Pada Non Coring Technique yang perlu diperhatikan untuk mencegah coring adalah
a. Tusuk jarum pada tutup karet dengan sudut 60-90° , kemudian tegak 45°. dan Bagian bevel
tip (point) & bevel heel ditusuk pada titik yg sama.
b. Tusuk jarum pada tutup karet dengan sudut 30-60° , kemudian tegak 90°. dan Bagian bevel
tip (point) & bevel heel ditusuk pada titik yg berbeda sama.

4
c. Tusuk jarum pada tutup karet dengan sudut 45-60° , kemudian tegak 90°. dan Bagian bevel
tip (point) & bevel heel ditusuk pada titik yg berbeda.
d. Tusuk jarum pada tutup karet dengan sudut 45-60° , kemudian tegak 90°. dan Bagian bevel
tip (point) & bevel heel ditusuk pada titik yg sama.

22. Jendela penghubung untuk memasukkan dan mengeluarkan obat & peralatan ke ruang bersih
adalah
a. Coolbox
b. Passbox
c. Hotbox
d. Emergencybox

23. Kegiatan Dispensing Sediaan Steril dapat dilakukan untuk kecuali


a. Penyiapan Albumin
b. Repackaging Levofloxacin
c. Penyiapan TPN
d. Penanganan Doxorubicin

24. Hasil penyiapan sediaan steril disimpan kecuali


a. Terlindung dari cahaya langsung
b. Menggunakan kertas karbon / kantong plastik warna hitam atau aluminium foil.
c. Suhu penyimpanan 2 – 8°C disimpan di dalam lemari pendingin (bukan freezer)
d. Di simpan di suhu kamar < 25 °C

25. Tujuan Dispensing Sediaan Steril kecuali


a. Mencegah komorbid
b. Mencegah kontaminasi sediaan
c. Mencegah paparan terhadap petugas dan lingkungan
d. Untuk menjamin kualitas mutu sediaan

26. Berikut ini tentang ruang steril


a. Jumlah partikel berukuran 0,5 mikron → tidak lebih 350.000 partikel
b. Jumlah jasad renik : ≤ 100 / m3 , Suhu 18 – 22°C dan Kelembaban 35 – 50%
c. High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter
d. Tekanan udara di dalam ruang lebih negatif dari pada tekanan udara di luar ruangan.

27. Untuk penanganan sitostatika di butuhkan kecuali


a. Aliran Udara Vertikal (Vertical Air Flow)
b. Untuk penanganan sitostatika
c. LAF vertikal Biological Safety Cabinet (BSC) kelas II
d. Aliran Udara Horizontal (Horizontal Air Flow)
5
28. Kriteria sarung tangan untuk dispensing sediaan steril adalah
a. powder free
b. terbuat dari latex, nitril
c. Rangkap 2 (sitostatika) (dimasukkan dalam cuff baju dan di luar cuff baju)
d. Non Steril dan reuse

29. Berikut ini adalah penyaluran

a. ODD
b. UDD
c. WFS
d. IP

30. Berikut ini adalah penyaluran

a. ODD
b. UDD
c. WFS
d. IP

6
31. Untuk pasien yang rencana KRS atau keluar dari rumah sakit sistem penyaluran obat yang sesuai
adalah.
a. IP
b. UDD
c. ODD
d. WFS

32. Gambar ini sebaiknya di letakkan di ruang kecuali

a. High Care Unit


b. Low Care Unit
c. Intensive Care Unit
d. Cardiac Care Unit

33. Gambar ini sebaiknya di letakkan di kecuali

a. Low Care Unit


b. Unit Rawat Jalan
c. Unit Rawat Inap
d. Neonatus Intensif Care Unit

34. Berikut ini yang benar untuk sediaan ini adalah


7
a. Termasuk high alert, tidak boleh ada di ruang perawatan kecuali di High Care Unit,
Intensive Care Unit, Intensive Cardiac Care Unit, harus double check, di berikan dengan
cara di encerkan dengan pelarut.
b. Tidak termasuk high alert, boleh ada di ruang perawatan rawat inap dan rawat jalan, tidak
harus double check, di berikan dengan cara di encerkan.
c. Termasuk high alert, boleh ada di ruang perawatan rawat inap dan rawat jalan, harus
double check, di diberikan tanpa di encerkan.
d. Tidak termasuk high alert, tidak boleh ada di ruang perawatan kecuali di High Care Unit,
Intensive Care Unit, Intensive Cardiac Care Unit, tidak double check, di diberikan dengan
cara di encerkan.

35. Obat yang disediakan di rumah sakit harus mengacu pada


a. Formularium Nasional, Formularium Rumah Sakit, Clinical Pathway, Pedoman
Penggunaan Antibiotik, Literatur atau Journal yang terkait
b. DOEN, Formularium Nasional, MIMS
c. Formularium Rumah Sakit, Pengalaman pribadi, BNF
d. Medscape, Dynamed

36. Apabila seorang pasien dengan status BPJS di berikan obat yang tidak terdapat pada formularium
nasional namun obat tersebut masuk dalam formularium rumah sakit maka
a. Pasien diminta membeli obat tersebut di apotek luar rumah sakit
b. Meminta dokter yang merawat untuk mengganti obat tersebut yang memiliki kandungan
yang sama dengan obat yang di resepkan sesuai dengan formularium rumah sakit
c. Pasien diminta membeli obat tersebut di apotek dalam rumah sakit
d. Tidak melayani sesuai dengan obat tersebut yang ada dalam formularium rumah sakit

8
37. Pasien Aisyah rawat inap mendapatkan obat paliatif yaitu Codein 10 mg tiap 4 jam po,
Parasetamol 500 mg tiap 4 jam po, Levofloxacin 750 mg infus tiap 24 jam, N acetyl sistein tiap 8
jam po. Sebagai seorang apoteker bagaimana penyiapan obat tersebut
a. Codein dan parasetamol di berikan tiap jam 8 pagi 12 siang 4 sore 8 malam 12 malam dan
jam 4 pagi per oral, levofloxacin jam 5 sore, N acetyl sistein jam 8 pagi 4 sore 12 malam
b. Codein dan parasetamol di berikan tiap jam 9 pagi 12 siang 5 sore 9 malam 1 malam dan
jam 6 pagi per oral, levofloxacin jam 8 pagi, N acetyl sistein jam 7 pagi 4 sore 12 malam
c. Codein dan parasetamol di berikan tiap jam 8 pagi 14 siang 7 malam 12 malam dan jam 4
pagi per oral, levofloxacin jam 7 malam, N acetyl sistein jam 10 pagi 7 sore 2 malam
d. Codein dan parasetamol di berikan tiap jam 9 pagi 14 siang 6 sore 9 malam 1 malam dan
jam 4 pagi per oral, levofloxacin jam 3 sore, N acetyl sistein jam 8 pagi 4 sore 12 malam

38. Yang perlu di perhatikan terkait obat berikut ini adalah

a. Infus docetaxel stabil selama 72 jam pada 2-8°C. Infus docetaxel stabil selama 16 jam pada
<25°C (termasuk pemberian infus IV 1 jam), boleh dikocok sebelum penggunaan,
diberikan sticker LASA.
b. Infus docetaxel stabil selama 48 jam pada 2-8°C. Infus docetaxel stabil selama 6 jam pada
<25°C (termasuk pemberian infus IV 1 jam), boleh dikocok sebelum penggunaan,
diberikan sticker LASA.
c. Infus docetaxel stabil selama 48 jam pada 2-8°C. Infus docetaxel stabil selama 6 jam pada
<25°C (termasuk pemberian infus IV 1 jam), boleh dikocok sebelum penggunaan,
diberikan sticker sitostatika.
d. Infus docetaxel stabil selama 48 jam pada 2-8°C. Infus docetaxel stabil selama 6 jam pada
<25°C (termasuk pemberian infus IV 1 jam), tidak boleh di kocok, diberikan sticker
sitostatika.

39. Berikut sediaan yang bisa di repacking kecuali


a. Meropenem
b. Levofloxacin
9
c. Cefoperazone Sulbactam
d. Ceftriaxon

40. Syarat suatu obat perlu di repacking adalah kecuali


a. Obat tersebut tidak ada di pasaran
b. Obat tersebut harganya mahal
c. Kesulitan menentukan dosis
d. Harganya murah

41. Bagaiaman penyimpanan obat di bawah ini

a. Diberikan sticker LASA di joly box dan diletakkan terpisah, sebelum mengambil harus
dilakukan double check dan pada saat di berikan juga harus double check
b. Diberikan sticker LASA di joly box dan di kemasannya dan diletakkan terpisah, sebelum
mengambil harus dilakukan double check dan pada saat di berikan juga harus double check
c. Diberikan sticker LASA dan multiple strength di joly box dan diletakkan berdekatan,
sebelum mengambil harus dilakukan double check dan pada saat di berikan juga harus
double check

10
d. Diberikan sticker LASA dan multiple strength di joly box dan di kemasannya dan
diletakkan terpisah, sebelum mengambil harus dilakukan double check dan pada saat di
berikan juga harus double check

42. Apabila terdapat obat baru yang akan di gunakan di suatu rumah sakit maka yang berperan
melakukan pengkajian adalah
a. Direktur umum dan keuangan, Staf Medik Fungsional yang terkait, Instalasi Farmasi dan
Komite Perawat.
b. Staf Medik Fungsional yang terkait, Instalasi Farmasi dan Direktur Penunjang Medik.
c. Komite Perawat, Staf Medik Fungsional yang terkait, Instalasi Farmasi dan Direktur
Penunjang Medik.
d. KFT (Komite Farmasi dan terapi), Staf Medik Fungsional yang terkait, Instalasi Farmasi
dan Direktur Pelayanan Medik.

43. Pada saat dilakukan evaluasi PTO (Pemantauan Terapi obat) dari suatu SMF di rumah sakit
pendidikan dan di dapatkan suatu kesimpulan bahwasanya antibiotika tersebut tidak sesuai dengan
guidelines dan tidak sesuai dengan cinical pathway maka
a. Kepala SMF yang terkait melakukan perubahan terhadap Clinical Pathway
b. Hasil evaluasi tersebut di laporkan kepada Diretur utama tembusan kepada Kepala SMF
yang terkait dan Komite Farmasi Terapi serta melakukan kajian evaluasi terhadap Clinical
Pathway dan juga hasil disampaikan kepada seluruh mahasiswa didik program studi dokter
spesialis untuk mengevaluasi terapi yang selama ini telah di berikan kepada pasien.
c. Hasil evaluasi tersebut dilaporkan kepada Komite Farmasi Terapi serta melakukan kajian
evaluasi terhadap Clinical Pathway dan seluruh mahasiswa didik program studi dokter
spesialis harus mengikuti terapi tersebut
d. Hasil evaluasi tersebut disampaikan kepada seluruh mahasiswa didik program studi dokter
spesialis untuk merujuk pada terapi tersebut

44. Yang perlu diperhatikan pada saat menggunakan ini adalah

11
a. Jumlah obat dan alat kesehatan yang ada dalam setiap rak tidak harus sama jumlahnya,
disimpan dalam suhu > 250C, tidak usah di kunci, tidak di cek setiap hari, tidak perlu
mengisi setiap kali membuka emergency kit
b. Jumlah obat dan alat kesehatan yang ada dalam setiap rak harus sama jumlahnya, disimpan
dalam suhu > 250C, tidak perlu di kunci, di cek setiap 3 bulan pada lembar pengecekan
form emergency kit, harus di isi setiap kali di buka maksimal 72 jam dan pada saat
membuka tidak harus menulis pada form penggunaan form emergency kit
c. Jumlah obat dan alat kesehatan yang ada dalam setiap rak harus sama jumlahnya, disimpan
dalam suhu < 250C, di kunci, di cek setiap hari pada lembar pengecekan form emergency
kit, harus di isi setiap kali di buka maksimal 8 jam dan pada saat membuka harus menulis
pada form penggunaan form emergency kit
d. Jumlah obat dan alat kesehatan yang ada dalam setiap rak harus sama jumlahnya, disimpan
dalam suhu < 250C, tidak harus kunci, di cek setiap hari pada lembar pengecekan form
emergency kit, tidak harus di isi setiap kali di buka maksimal 24 jam dan pada saat
membuka tidak harus menulis pada form penggunaan form emergency kit

45. Obat yang bisa diberikan secara sharing use adalah


a. Insulin 100 IU non pen
b. Amoxycillin
c. Nacl 0,9 % 500 ml
d. Albumin

46. Penyimpanan berikut yang benar adalah


a. Repacking bisa dilakukan untuk semua obat meskipun harganya murah, beredar di pasaran
dan dosis bisa ditentukan
b. Repacking obat bisa menghemat anggaran belanja obat dan alkes
c. Repacking obat membuat pemborosan
d. Repacking obat membutuhkan tenaga tehnik kefarmasian yang banyak

47. Salah satu produk yang bisa di buat oleh Instalasi Farmasi adalah kecuali
a. Ekstrak Alergen
b. Alkohol Handsrub
c. Talk PZ Steril
d. NaCl 0,9% 100 ml

48. Pada saat serah terima obat yag sudah di udd dari farmasi ke perawat yang perlu diperhatikan
adalah
a. Menunjukkan kartu catatan obat yang sudah di tulis oleh tenaga tehnik kefarmasian beserta
menunjukkan obat yang sudah di siapka serta sudah di tanda tangani beserta di beri nama
dan meminta perawat membubuhkan tanda tangan dan nama apabila obat yang sudah
disiapkan telah sesuai
12
b. Menunjukkan kartu catatan obat yang sudah di tulis oleh tenaga tehnik kefarmasian beserta
menunjukkan obat yang sudah di siapka serta sudah di tanda tangani beserta di beri nama
dan meminta perawat membubuhkan tanda tangan dan nama apabila obat yang sudah
disiapkan telah sesuai
c. Menunjukkan kartu catatan obat yang sudah di tulis oleh tenaga tehnik kefarmasian beserta
menunjukkan obat yang sudah di siapkan serta sudah di tanda tangani beserta di beri nama
dan meminta perawat membubuhkan tanda tangan dan nama apabila obat yang sudah
disiapkan telah sesuai
d. Menunjukkan kartu catatan obat yang sudah di tulis oleh tenaga tehnik kefarmasian beserta
menunjukkan obat yang sudah di siapka serta sudah di tanda tangani beserta di beri nama
dan meminta perawat membubuhkan tanda tangan dan nama apabila obat yang sudah
disiapkan telah sesuai

49. Komposisi TPN (Total Parenteral Nutrisi) yang benar adalah


a. Air, Protein, Lemak, Trace Element
b. Air, Lemak, Protein, Elektrolit
c. Air, Lemak, Protein, Elektrolit, Vitamin, Karbohidrat
d. Air, Lemak, Protein, Elektrolit, Vitamin, Karbohidrat, Trace element

50. Berikut ini pernyataan yang salah tentang TPN


a. Stabilitas TPN dengan vitamin 90 hari
b. Steril
c. Harus dibuat dalam kondisi aseptic, di bawah Laminar Air Flow (LAF)
d. Penggunaan di batasi pada situasi dimana GIT tidak berfungsi

13