Anda di halaman 1dari 35

“PROYEK PERUMAHAN GREEN VIEW REGENCY”

LAPORAN WIRAUSAHA

Disusun oleh :

1. Muhammad Putra Zulkarnaen ( 201410340311064 )


2. Andika Dwi Permana ( 201410340311067 )

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2019
KATA PENGANTAR

Bissmillahirohmaanirrohim

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT. Dengan keagungan-Nya dan tidak lupa shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad
SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kuliah wirausaha ini yang berjudul
“PROYEK PERUMAHAN GREEN VIEW REGENCY”

Laporan ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa Ridho Allah SWT. Dan
dorongan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan
sehingga terselesaikannya karya ilmiah ini, yaitu

1. Allah SWT. Yang selalu memberikan rahmat dan berkah-Nya kepada kita.
2. Dosen Pengampu Kuliah Wirausaha Dr. Abdul Samad, ST.,MT .
3. Direktur PT SAHAM BUKIT ALAM yang telah memperbolehkan kami untuk
menjalankan tugas wirausaha di “PROYEK PERUMAHAN GREEN VIEW REGENCY”.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, ………………………

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................... i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................1

1.1. Latar Belakang.......................................................................................................1


1.2. Tujuan dan Manfaat...............................................................................................2
1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan............................................................................3
1.4. Ruang Lingkup......................................................................................................4
1.5. Metode Pelaksanaan ............................................................................................. 4
1.6. Batasan Masalah....................................................................................................4
1.7. Sistematika Penulisan............................................................................................5

BAB II GAMBARAN UMUM..............................................................................................6

2.1. Deskripsi Proyek....................................................................................................6


2.2. Data Umum Proyek................................................................................................7
2.3. Data Fisik Proyek...................................................................................................7
2.4. Fungsi Bangunan...................................................................................................8
2.5. Fasilitas Proyek Perumahan Green View Regency....................................................8
2.6. Jenis – Jenis Ruangan di Perumahan Green View Regency...................................... 8
2.7. Fasilitas Proyek..................................................................................................... 8
BAB III MANAJEMEN PROYEK.......................................................................................10

3.1. Uraian Umum.........................................................................................................10


BAB IV PELAKSANAAN PROYEK PERUMAHAN GREEN VIEW REGENCY...........23

4.1. list material bangunan............................................................................................24

BAB V PENUTUP.................................................................................................................39

5.1. Kesimpulan ...........................................................................................................39


5.2. Saran .....................................................................................................................40
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Tugas Wirausaha merupakan salah satu bentuk tugas atau kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa teknik sipil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai
bagian dari kurikulum yang wajib dilaksanakan dalam menyelesaikan program studi
yang sedang ditempuh. Dalam rangka mewujudkan cita-cita sebuah perguruan tinggi
yang berorientasi pada penciptaan sarjana yang berkualitas, baik secara moral
maupun spiritual yang mampu menguasai materi secara teoritis maupun praktis
dilapangan perlu adanya kajian-kajian yang diaplikasikan dalam bentuk survey,
penelitian atau kerja praktek, baik di perusahaan swasta maupun instansi
pemerintahan. Untuk lebih mengembangkan kreatifitas dan aktifitas mahasiswa dalam
menempuh studinya, harus ada keseimbangan antara teori yang diperoleh dalam
pembelajaran di bangku perkuliah dengan kemampuan skill di dunia kerja. Program
Wirausaha mempunyai peran yang sangat besar sekali bagi kelangsungan
perkembangan akademis mahasiswa. Dengan beberapa objek kajian yang dibahas
mengenai proses pelaksanaan dan pengawasan dalam sebuah konstruksi serta proses
penunjang lainnya yang nantinya akan dapat dipahami dan dimengerti pada proyek
tersebut, sehingga mahasiswa dapat menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat.

Dalam rangka memenuhi program Wirausaha maka penulis memilih Proyek


Perumahan Green View Regency, Jl. Atletik No.120, Tasikmadu, Kec. Lowokwaru,
Kota Malang, Jawa Timur sebagai tempat pelaksanaan tugas wirausaha, karena
pembanguan gedung masih dalam tahap pengerjaan. Sehingga penulis diharapkan
dapat mengambil ilmu mengenai tahap pelaksanaan pembangunan dan listmaterial
Perumahan Green View Regency . Dengan adanya Praktek Tugas Wirausaha ini
diharapkan mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati, membandingkan
dan menerapkan teori-teori yang telah didapatkan di Universitas dan mengambil
manfaat dari pengalaman Wirausaha untuk dijadikan nilai tambah dalam kompetensi
di bidangnya.
1.2. Tujuan dan Manfaat Tugas Wirausaha
Tujuan melakukan pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan pada proyek
Pembangunan Perumahan Green View Regency secara umum adalah untuk
menerapkan ilmu yang didapatkan, baik secara teori maupun konsep-konsep yang
diperoleh selama masa perkuliahan dan diterapkan dalam permasalahan nyata/real
yang ada di dunia kerja. Adapun maksud dan tujuan tugas wirausaha secara khusus
bagi mahasiswa yaitu:
a. Mengetahui dan memahami pelaksanaan pekerjaan pada proyek Perumahan Green
View Regency
b. Mengetahui jenis material dan alat yang digunakan pada pelaksanaan
Pembangunan Perumahan Green View Regency.
c. Mengetahui dan memahami metode penjualan yang ada pada proyek
Pembangunan Perumahan Green View Regency.
Adapun manfaat yang dapat diambil dari proses pelaksanaan dan pengawasan pada
proyek pembangunan Rayz Hotel Sengkaling adalah :
a. Bagi Mahasiswa
 Memperoleh pengetahuan yang nyata tentang kondisi suatu proyek baik
dari segi manajemen yang diterapkan, kondisi fisik, teknologi yang
digunakan, kinerja karyawan serta proses – proses pekerjaan khususnya
pada tahapan yang dilakukan dalam proses pembangunan Perumahan
Green View Regency.
 Memperoleh pengalaman nyata yang berguna untuk meningkatkan
keterampilan teknik yang relevan dengan jurusan keteknik
sipilan.
 Dapat membina hubungan yang baik dengan instansi/perusahaan
sehingga memungkinkan untuk dapat bekerja di instansi/perusahaan
tempat pelaksanaan wirausaha setelah lulus nantinya.

b. Bagi Universitas Muhammadiyah Malang


 Terjalinnya hubungan baik antara Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Malang khususnya jurusan teknik sipil dengan
instansi/perusahaan terkait tempat pelaksanaan Praktek Kerja Nyata,
sehingga memungkinkan kerjasama dalam penyerapan tenaga kerja dan
kerjasama yang lainnya.
 Mendapat umpan balik untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga
sesuai dengan perkembangan yang ada khususnya dalam dunia
konstruksi.
c. Bagi Instansi/Perusahaan
 Memperoleh masukan-masukan baru dari lembaga pendidikan yang
terkait dengan ilmu keteknik sipilan melalui mahasiswa yang sedang
melakukan Tugas Wirausaha.
 Dapat menjalin hubungan (relasi) yang baik dengan lembaga pendidikan
khususnya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas
Muhammadiyah Malang.

1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tugas Wirausaha


Adapun pelaksanaan dari tugas wirausaha ini di mulai dari 17 april 2019.
Tempat pelaksanaan Tugas Wirausaha di Jl. Atletik No.120, Tasikmadu, Kec.
Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65152 yaitu proyek Proyek Perumahan Green
View Regency
Gambar 1.3 Lokasi Proyek Perumahan Green View Regency

1.4. Ruang Lingkup


Mengingat banyaknya item pekerjaan yang dilaksanakan pada Proyek
Perumahan Green View Regency dan terbatasnya waktu yang tersedia, maka laporan
tugas wirausaha ini ini akan membahas masalah pelaksanaan dan pengawasan proyek.

1.5. Metode Pelaksanaan


Terdapat dua tahap pembahasan dalam penyusunan laporan Praktek Kerja Nyata ini
yaitu:
1.5.1. Tahap Pengumpulan data
Metode pembahasan dipergunakan dalam pengumpulan data yang berkaitan
dengan masalah yang dibahas yaitu:
a. Metode Observasi
Metode Observasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara
mengadakan pengamatan dan pencatatan sistematis mengenai hal-hal
penting dalam Proyek Perumahan Green View Regency serta pengamatan
terhadap permasalahan yang ada secara langsung.
1.5.2. Tahap Pengolahan Data
Tahap pengolahan data meliputi:
a. Mengambil permasalahan inti untuk memperoleh alternatif-alternatif
penyelesaian dalam suatu proyek.
b. Menganalisa data yang ada dengan cara membandingkan teori dengan
permasalahan yang sedang terjadi pada pelaksanaan di lapangan.

1.6. Batasan Masalah


Batasan masalah dalam penyusunan laporan tugas wirausaha di Proyek
Perumahan Green View Regency adalah tentang salah satu bagian pekerjaan yang
diamati selama waktu pelaksanaan tugas, yaitu:
a. Mengamati pelaksanaan dan pengawasan pada tahapan pelaksanaan
pembangunan Proyek Perumahan Green View Regency
b. Melakukan list material yang digunakan

1.7. Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan dalam laporan ini secara garis besar dibagi menjadi 5 bagian
yaitu :
BAB I : Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang latar belakang penjalanan tugas
wirausaha, tujuan dan manfaat Tugas Wirausaha, waktu dan tempat
pelaksanaan tugas wirausaha, ruang lingkup, metode pelaksanaan,
batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II : Gambaran Umum Proyek
Bab ini menguraikan tentang gambaran umum proyek, segala sesuatu
yang berhubungan dengan perusahaan/proyek, misalnya: lokasi
proyek, identitas proyek, pemilik proyek, dan lain-lain.
BAB III : Manajemen Proyek
Bab ini menjelaskan tentang struktur organisasi serta proses operasi
yang berlangsung di proyek.
BAB IV :Pelaksanaan Proyek Perumahan Green View Regency
Bab ini berisi tentang list kebutuhan material yang digunakan pada
saat pembangunan perumahan
BAB IV : Penutup
Bab ini berisi kesimpulan yang diperoleh selama kegiatan serta saran-
saran yang berguna bagi pelakasanaan tugas wirausaha selanjutnya.
BAB II
GAMBARAN UMUM PROYEK
2.1 Deskripsi Proyek
Proyek Perumahan Green View Regency merupakan salah satu proyek gedung
yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Proyek pembangunan gedung
hotel ini berada di Jl. Atletik No.120, Tasikmadu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang,
Jawa Timur

Gambar 2.1 Pembangunan Proyek Perumahan Green View Regency

Proyek Perumahan Green View Regency terdiri dari 4 Type Rumah Proyek
Perumahan Green View Regency ini dibangun dengan harapan dapat memberikan
bangkitan ekonomi masyarakat wilayah sekitar daerah Proyek Perumahan Green View
Regency ini terdiri dari 2 bangunan, yaitu Ruko dan komplek perumahan. Dengan
keterbatasan lokasi yang ada kami berusaha untuk menempatkan bangunan temporary
agar seminimal mungkin dampaknya tidak mengganggu pelaksanaan proyek ini.
Bangunan temporary merupakan bangunan penunjang untuk memperlancar
pelaksanaan di mana di sini terdiri dari Ruang Meeting, Direksi Lapangan, Ruang
Kantor Kontraktor, Ruang Kantor Konsultan, Gudang Alat dan Material Kontraktor,
Musholla, Pos Penjagaan dan fasilitas Toilet untuk direksi dan untuk pekerja.
2.2 Data Umum Proyek

Di dalam data umum proyek memuat informasi tentang nama proyek, lokasi
proyek, masa kontrak dan jenis kontrak. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:
Nama Proyek : Proyek Perumahan Green View Regency
Lokasi : Jl. Atletik No.120, Tasikmadu, Kec. Lowokwaru,
Kota Malang, Jawa Timur
Pemilik Proyek : PT. Saham Bukit Alam
Kontraktor Utama : PT. Saham Bukit Alam
2.2 Data Fisik Proyek
Luas Lahan : ±32.368 m2
Jenis Bangunan : 1. Manchester type rumah 135/153
2. Monaco type rumah 75/136
3. Milan type rumah 40/72
4. Munchen type rumah 60/120
Jumlah Lantai : 1-2 lantai
Tinggi Bangunan : 6-10 meter

2.3 Fungsi Bangunan


Bangunan ini berfungsi sebagai sarana akomodasi tempat tinggal bagi para
pengusaha yang berdomisili di Malang
.
2.4 Fasilitas Proyek Perumahan Green View Regency
Dalam desain Proyek Perumahan Green View Regency ada berbagai macam fasilitas yang
di berikan pemilik proyek demi memberikan kenyamanan untuk para tamu.
Berikut fasilitas yang ada di Perumahan Green View Regency:
1. Ruang Keluarga
2. Carport
3. Ruang Tamu
4. Ruang Makan
5. Kamar Tidur
6. Kamar Mandi
7. Dapur Bersih

2.5 Jenis-jenis Ruangan di Perumahan Green View Regency


Perumahan Green View Regency menyediakan beberapa jenis/tipe pilihan
tempat tinggal.

2.6 Gambar Proyek


Gambar proyek digunakan sebagai gambar acuan dalam proses pembangunan
gedung Green View Regency,

Gambar Denah Komplek perumahan


Gambar Rumah Type Mancester

Gambar Rumah Type Milan


Gambar Design Dapur

Gambar Rumah Type Munchen


Gambar Design Tower air

Gambar Pengerjaan Pondasi


Gambar Pengerjaan Pondasi

2.7 Fasilitas Proyek


Fasilitas proyek dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan pembangunan di
lapangan. Adapun fasilitas fasilitas yang terdapat pada proyek pembanguna Rayz
Hotel Sengkaling adalah sebagai berikut.
2.7.1 Kantor Direksi (Directie Keet)
Kantor direksi proyek merupakan bangunan kantor yang dibangun di lokasi
proyek sebagai tempat bekerja bagi para staff kontraktor maupun pengawas, dan
berfungsi sebagai tempat melakukan rencana kerja dan evaluasi hasil kerja di
lapangan. Kantor direksi juga berfungsi sebagai tempat rapat koordinasi antara
kontraktor dan MK untuk membahas mengenai kemajuan pekerjaan.
2.7.2 Gudang Material dan Peralatan
Pada proyek ini disediakan gudang sebagai tempat untuk menyimpan berbagai
jenis material dan peralatan yang digunakan saat proyek berlangsung. Sebagai
tempat yang berfungsi untuk menyimpan bahan material dan peralatan, gedung
harus memiliki kondisi yang tidak lembab agar material atau peralatan yang
tersimpan tidak mengalami kerusakan yang dapat mempengaruhi kualitas
bahan yang disimpan.
2.7.3 Los Kerja
Los Kerja adalah suatu area yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan
seperti perakitan tulangan, pemotongan tulangan sesuai dengan gambar kerja.
Bangunan untuk fasilitas ini dibuat lepas tanpa dinding (los) dan ada yang
diberi penutup atap dan ada juga yang tidak.
2.7.4 Pos Satpam
Pos satpam merupakan ruang yang dibangun berada di depan pintu masuk
pagar proyek.
2.7.5 Musholla
Mushola ini terdapat di area depan pagar proyek, di mana mushola tersebut
sudah ada sebelumnya.
2.7.6 Kamar Mandi/ Toilet
Kamar mandi/toilet adalah fasilitas yang penting disediakan bagi pekerja pada
proyek ini. Toilet ini ditempatkan di depan lokasi proyek tepatnya di belakang
mushola, dan juga berada di belakang lokasi proyek tepatnya di samping area
villa.
2.7.7 Listrik dan Air
Listrik dan air merupakan sarana penting dalam membantu proses pelaksanaan
suatu proyek. Listrik yang digunakan berasal dari PLN yang fungsinya untuk
penerangan dan pengoperasian komputer pada kantor direksi serta berfungsi
dalam pengoperasian beberapa alat kerja seperti bar cutter dan lain lain.
BAB III

MANAJEMEN PROYEK

3.1 Umum

Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan,


pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya
dengan memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang
telah ditentukan. Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan
lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan benar
merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek. Definisi
manajemen proyek yang lainnya adalah suatu kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya
organisasi perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan
sumber daya tertentu.

Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas,
wewenang, dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik
langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan
tangung jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping). Apabila fungsi-fungsi
manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur, maka tujuan
akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud, yaitu :

1. Tepat waktu

2. Tepat kuantitas

3. Tepat kualitas

4. Tepat biaya dan sesuai dengan biaya rencana

5. Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar

6. Tercapainya K3 dengan baik.

Terdapat 3 hal pokok dalam proses pengerjaan suatu proyek, yaitu:

1. Perencanaan

Agar output suatu proyek optimal, proyek harus dikerjakan dengan


perencanaan yang matang. Dalam merumuskan perencanaan yang matang untuk
sebuah pengadaan proyek, penyelenggara proyek harus mempersiapkan
administrasi dan program teknik agar setiap step pengerjaan proyek dapat
diimplementasikan dengan baik. Tujuan dari adanya perencanaan ini yaitu agar
proyek yang akan digarap memenuhi persaratan ketentuan waktu, biaya, kualitas,
dan keselamatan tiap pekerja. Dalam membuat perencanaan proyek,
penyelenggara perlu melakukan studi rekayasa nilai, kelayakan, dan studi
perencanaan area manajemen proyek yang didalamnya memuat perencanaan
keselamatan kerja, kesehatan, biaya, kualitas, sumber daya, waktu, risiko,
lingkungan, dan sistem informasi.

2. Penjadwalan

Penjadwalan adalah bentuk implementasi tahap perencanaan di mana


penjadwalan ini memuat informasi tentang waktu pelaksanaan proyek dan
kemajuan proyek yang meliputi progres waktu, durasi, dan sumber daya (tenaga
kerja, material, peralatan, dan biaya). Proses updating dan monitoring wajib
dilakukan agar penyelenggara memiliki jadwal yang realistis sehingga pengerjaan
proyek dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan waktu penyelesaian yang
telah ditargetkan. Terdapat beberapa metode pengelolaan penjadwalan suatu
proyek, yaitu metode Kurva S atau Hanumm Curve, Penjadwalan Linier atau
Diagram Vektor, Barchart, durasi, Planing dan Waktu, dan Networking. Jika
ternyata ditemukan ada penyimpangan dari perencanaan semula, penyelenggara
akan melakukan evaluasi serta tindakan perbaikan perencanaan agar proyek tetap
sesuai dengan perencanaan yang diinginkan.

3. Kontrol proyek atau pengendalian proyek

Kontrol proyek atau pengendalian proyek merupakan tahap yang sangat


berpengaruh pada hasil akhir pengadaan suatu proyek. Tujuan utama dilakukan
pengendalian proyek yaitu untuk mencegah dan meminimalisir penyimpangan
yang mungkin terjadi selama berlangsungnya pengerjaan proyek. Dengan
dilakukannya tahap ini, penyelenggara dapat mengoptimalkan kualitas kinerja
waktu, biaya, dan keselamatan kerja. Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam
tahap pengendalian proyek antara lain kegiatan pengawasan, koreksi selama
proses pengerjaan proyek, dan pemeriksaan kembali proyek yang tengah digarap.
Adapun ruang lingkup pengerjaan proyek, yaitu:

1. Penentuan waktu kapan proyek akan mulai dikerjakan

2. Perencanaan lingkup proyek yang hendak dikerjakan

3. Pembuatan definisi dari ruang lingkup suatu proyek

4. Verifikasi kontrol dan proyek jika terjadi perubahan selama pengerjaan proyek
tengah berlangsung.
3.1.1 Pemilik Proyek

Pemilik proyek (owner) atau disebut juga pemberi tugas adalah seorang
seseorang atau instansi baik pemerintah maupun swasta yang memiliki proyek atau
pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain yang mampu melaksanakannya
sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.
Untuk merealisasikan proyek, pemilik proyek mempunyai kewajiban pokok
yaitu menyediakan dana untuk membiayai proyek. Berikut penjelasan mengenai tugas
dan wewenang owner dalam pelaksanaan proyek kontruksi bangunan.
 Tugas pemilik proyek atau owner:
a. Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.
b. Mengadakan kegiatan administrasi proyek.
c. Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek.
d. Meminta pertanggungjawaban kepada konsultan pengawas atau manajemen
kontruksi (MK)
e. Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
 Wewenang yang dimiliki pemilik proyek atau owner:
a. Membuat surat perintah kerja (SPK)
b. Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.
c. Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaan kontruksi.
d. Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak dapat
melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak.

3.2.2 Konsultan Perencana


Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek untuk
melaksanakan pekerjaan perencanaan, perencana dapat berupa perorangan atau badan
usaha baik pemerintah maupun swasta. Tugas dari konsultan perencana dalam
pelaksanaan proyek kontruksi adalah :
a. Membuat gambar kerja pelaksanaan.
b. Membuat rencana kerja dan syarat-syarat pelaksanaan bangunan (RKS) sebagai
pedoman pelaksanaan.
c. Membuat rencana anggaran biaya bangunan.
d. Memproyeksikan keinginan-keinginan atau ide-ide pemilik kedalam desain
bangunan.
e. Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud diwujudkan.
f. Mempertanggungjawabankan desain dan perhitungan struktur jika terjadi
kegagalan kontruksi.

3.2.3 Konsultan Pengawas (direksi/supervisor) atau MK

Konsultan pengawas adalah badan usaha atau perorangan yang ditunjuk oleh
pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas
dalam suatu proyek mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
b. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek.
c. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek untuk dapat dilihat oleh pemilik
proyek.
d. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik
proyek maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.
e. Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing yang diajukan kontraktor
sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.
f. Memilih dan memberikan persetujuan mengenai tipe dan merek yang diusulkan
oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek namun tetap
berpedoman dengan kontrak kerja kontruksi yang sudah dibuat sebelumnya.

3.2.4 Kontraktor (pelaksanaan)


Kontraktor adalah suatu badan usaha atau badan hukum yang bergerak dalam
bidang jasa kontruksi sesuai dengan keahlian dan kemampuannya yang
mempunyaitenaga ahli teknik dan pelelangan. Tugas dari kontarktor sebagai
pelaksana proyek adalah :
a. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
b. memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan
persyaratan waktu, mutu dan biaya yang telah ditetapkan.
c. Membuat program kerja mingguan dan mengadakan pengarahan kegiatan harian
kepada pelaksana pekerjaan.
d. Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan di
lapangan.
e. Membuat program penyesuaian dan tindakan turun tangan, apabila terjadi
keterlambatan dan penyimpangan pekerjaan di lapangan.
f. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan, metode kerja,
gambar kerja dan spesifikasi teknik.
g. Menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan jadwal tenaga kerja dan mengatur
pelaksanaan tenaga dan peralatan proyek.
h. Mengupayakan efisiensi dan efektifitas pemakaian bahan, tenaga, dan alat di
lapangan.
i. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan dan pengukuran hasil pekerjaan di
lapangan.
j. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan di lapangan.

3.3 Tugas dan Tanggung Jawab Badan Organisasi Kontraktor


1.3.1. Project Manager
Kepala Proyek adalah orang yang diberi wewenang dan tanggungjawab oleh
kontraktor untuk memimpin, mengatur, dan mengawasi serta membuat keputusan
yang terbaik dalam pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Kepala proyek adalah
pemegang kekuasaan tertinggi pada organisasi di lapangan. Adapun tugas – tugasnya,
yaitu :
a. Menguasai detail kontrak dan spesifikasi teknis kontrak,
b. Menyusun Rencana Mutu Proyek termasuk jadwal serta metode kerja bersama-
sama dengan Site Manager pada awal proyek,
c. Menyusun Rencana Anggaran Pelaksana (RAB) berdasarkan RAB awal dari
Estimate Manager dan mempresentasikan pada Direksi hingga diperoleh
persetujuan,
d. Mengidentifikasikan dan menyelesaikan masalah yang timbul selama proses
kegiatan konstruksi di proyek.

1.3.2. Safety Officier


Safety Officier fokus pada masalah pengelolaan aspek keselamatan dan
kesehatan kerja, serta pengelolaan proyek yang berwawasan lingkungan.
a. Membuat perencanaa dan program pelaksanaan K3 konstruksi di proyek.
b. Melakukan penyuluhan dan pembinaan informasi serta latihan tentang K3
konstruksi
c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada proyek apakah sudah sesuai
dengan planning K3 konstruksi yang dibuat.
d. Mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan kecelakaan.

1.3.3. Admin/General Affair


Admin/General Affair fokus pada pengelolaan urusan umum antara lain
pergudangan, kesekretariatan, kepersonaliaan proyek, perijinan, monitoring
pembayaran kas proyek, keamanan dan hubungan sosial.
Tugas Admin/General Affair, yaitu :
a. Bertanggungjawab terhadap pemenuhan perijinan yang diperlukan perusahaan.
b. Bertanggungjawab terhadap terpeliharanya hubungan baik dengan lingkungan
sekitar perusahaan.
c. Bertanggungjawab terhadap pelaporan secara periodik keberadaan dan kondisi
asset perusahaan.
d. Bertanggungjawab terhadap terpeliharanya fasilitas kantor.
e. Bertanggungjawab terhadap ketersediaan kebutuhan stationary.
f. Bertanggungjawab terhadap keamanan seluruh fasilitas kantor dan asset
perusahaan.

1.3.4. Surveyor
Tugas Surveyor yaitu :
a. Bertanggungjawab langsung kepada Quantity Engineer.
b. Melakukan pengawasan ketelitian pengukuran oleh kontraktor terhadap titik-titik
penting sehingga tidak terjadi selisih dimensi maupun elevasi.
c. Mengumpulkan semua data pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan dan
bertanggungjawab atas ketlitian yang didapat.
1.3.5. Supervisor
Tugas Supervisor yaitu :
a. Menyampaikan kebijakan yang disampaikan oleh jabatan di atasnya kepada
seluruh bawahan dan mandor/subkon di bawah koordinasinya
b. Mengatur kelompok kerja pada mandor/subkon 
c. Memberikan tugas pada mandor/subkon atau bawahannya
d. Membuat rencana jangka pendek untuk tugas yang telah ditetapkan oleh
atasannya
e. Mengontrol dan mengevaluasi kinerja mandor/subkon serta bawahan
b. Memberikan info pada manajemen mengenai kondisi bawahan, atau menjadi
perantara antara pekerja dengan manajemen
c. Menegakkan aturan yang telah ditentukan oleh perusahaan
d. Mendisiplinkan bawahan/subkon
e. Memecahkan masalah sehari-hari di proyek
f. Melaksanakan tugas, proyek, dan pekerjaan secara langsung
g. Memberikan training pekerjaan pada mandor/subkonnya 
h. Memimpin dan memotivasi bawahannya.

1.3.6. Mandor
Tugas dan tanggung jawab mandor yaitu
a. Membaca memahami gambar kerja dan menerjemahkannya ke dalam langkah-
langkah operasional
b. Melakukan peninjauan dan pengukuran lapangan (setting out)
c. Menghitung perkiraan volume pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, bahan dan alat
d. Menghitung harga satuan ongkos kerja
e. Merundingkan harga borongan pekerjaan
f. Membuat jadwal dan recana kerja
g. Menyiapkan dan mengatur pembagian tugas para tukang dan pekerja
h. Mengawasi kegiatan para tukang dan pekerja dalam melakukan pekerjaan
i. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
j. Mengukur dan menghitung hasil kerja/opname
k. Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan pekerjaan dan menagih pembayaran
l. Membayar upah para tukang dan pekerja.
1.3.7. Logistik
Tugas logistik (bagian gudang) pada umumnya adalah mencatat setiap
pemasukan dan pengeluaran barang-barang atau material yang diperlukan proyek
dan memeriksa apakah persediaan barang-barang atau naterial tersebut masih cukup
atau tidak. Maka tugas dan tanggung jawab bagian gudang logistik adalah sebagai
berikut :
a. Membuat resume stock material di lapangan berdasarkan schedule kerja proyek.
b. Menerima kedatangan material di lapangan dan memeriksa apakah sudah sesuai
dengan kualitas yang dipesan.
c. Mengatur penyimpanan material gudang supaya tidak rusak.
d. Mencatat dan membuat arsip surat-surat dan nota pesanan.
e. Bertanggungjawab atas kelancaraan, kualitas dan kesiapan material yang
diperlukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Agar tidak kehabisan stock,
maka biasanya bila persediaan material tinggal 50%, bagian logistik
mengajukan permohonan untuk pemesanan kembali.
f. Bertanggungjawab atas keamanan dan kualitas material yang tersimpan di
gudang.

1.3.8. Kepala Gudang


Tugas Kepala Gudang diantaranya :
a. Mengawasi dan mengontrol operasional gudang
b. Menjadi pemimpin bagi semua staff gudang
c. Mengawasi dan mengontrol semua barang yang masuk dan keluar sesuai dengan
SOP
d. Melakukan pengecekan pada barang yang diterima sesuai SOP
e. Membuat perencanaan, pengawasan dan laporan pergudangan
f. Memastikan ketersediaan barang sesuai dengan kebutuhan
g. Mengawasi pekerjaan staff gudang lainnya agar sesuai dengan standar kerja
h. Memastikan aktivitas keluar masuk barang berjalan lancar
i. Melaporkan semua transaksi keluar masuk barang dari dan ke gudang
1.3.9. Keamanan
Tugas Keamanan/Satpam :
a. Pengawasan pintu gerbang
b. Pengaturan keluar masuk kendaraan
c. Pemeriksaan Penggunaan APD
d. Patroli Keamanan
e. Patroli Keselamatan
f. Penerima Tamu
BAB IV

PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROYEK

Dalam proses pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan pada proyek pembangunan


Proyek Perumahan Green View Regency , adapun yang menjadi tinjauan adalah tentang
bagaian bahan material apa saja yang digunakan.

4.1 TAHAPAN PEKERJAAN DAN SPESIFIKASI BAHAN

I. Persiapan
1. Perapihan dan pembersihan sekitar lokasi yang akan dibangun (land cleaning).
2. Bouwplank, menggunakan kaso 5/7 atau 4/6 untuk tiang dan reng ¾ untuk
leveling.
3. Pekerjaan galian dan pondasi kedalaman ± 80 cm kebar 60 cm bagian bawah
pondasi diberi pasir/astampang ketebalan ± 5 cm.
II. Pekerjaan Sub Struktur dan Struktur (Gambar Terlampir)
1. Pekerjaan pembesian sloff 15/20, Ø10 stek 9.2, begel Ø6 stek 5.4, jarak
sengkang 15cm.
2. Pekerjaan pembesian kolom 10/10, Ø8 stek 7.4, begel Ø6 stek 5.4, jarak
sengkang 20 cm.
3. Pekerjaan cor dengan campuran 1:2:3 (semen:pasir:split).
4. Pekerjaan pasang batu bata merah dengan campuran 1:8 (semen:pasir)
nonflyash, diplester campuran 1:7 semen Holcim.
5. Di aci (nonflyash) semen Holcim, di plamir mengguunakan wallfiller (sealer +
alkali).
III. Pekerjaan Dinding, Lantai dan Plafon
1. Pasang dinding menggunakan bata merah ukuran standar (4.5 x 10.5 x 21) cm
dan dibakar matang.
2. Menggunakan campuran adukan 1:8 (semen:pasir) non flyash.
3. Plesteran dinding bagian dalam, diplester campruan 1:7 semen Holcim.
4. Pasang rooster angin ukuran 20 x 30 harus siku dan presisi menggunakan
papan jati.
5. Acian dinding bagian dalam non flyash menggunakan semen Holcim, digosok
dan merata.
6. Plamir menggunakan wallfiler (seaker+alkali)
7. Pasang plint colt lantai ukuran 8cm untuk semua ruangan menggunakan kaca
riben hitam 5mm.
8. Pekerjaan pemasangan lantai menggunakan granit ukuran 60x60 + teras
menggunakan granit ukuran 60x60 ex. Cina standar GV.
9. Nat granit menggunakan AM 52 cair + serbuk AM 50 (bukan semen berwarna
atau semen putih).
10. Pekerjaan plafon menggunakan rangka Galvalume kencana trust holo 4x4 dan
2x4 gantungan menggunakan holo 2x4.
11. Penutup gypsum board knauf 9mm, tinggi 3.50m untuk ruang dalam dan
kamar tidur, 3mm untuk KM/WC.
IV. Pekerjaan Atap dan Penutup
1. Pasang dinding ex. Bata merah bagian Gewel.
2. Pekerjaan atap dengan menggunakan Galvalume 0.75 (kencana trust)
3. Pasang gentent Monier car oven.
4. Pasang nok genteng beton flat dicat warna hitam.
5. Lisplank menggunakan kalsi woodplank GRC 20+10cm 2 lapis di cat.
6. Pasang liaman beton (sisi dinding) menggunakan pasangan bata diplester,
diaci difinishing cat.
V. Pekerjaan Kusen, DP, DJ dan Accessories
1. Kusen menggunakan kayu meranti oven atau rangka Galbalum 4 d.
2. Daun pintu depan menggunakan kayu meranti oven dengan type daun pintu
panil.
3. Daun pintu belakan dan kamar menggunakan daun pintu triplek dengan type
multiplek.
4. Daun pintu kamar mandi ex. PVC warna putih.
5. Daun jendela menggunakan kayu meranti oven serta menggunakan kaca
berketebalan 5mm.
6. Finishing deco sesuai standar GV.
7. Engsel pintu panil 3 buah ex. Warna stailess ukuran 3”
8. Engsel pintu multiplek 2 buah, ex. Warna stainles ukuran 4”
9. Engsel jendela 2 buah, ex. Earna stainles ukuran 3”
10. Kunci pintu utama + handle, ex. EB atau serata
11. Kunci pintu kamar, ex EB + soligen atau setara
12. Grendel tanam pintu utama untuk pintu kupu tabung.
13. Hak angin warna stainless tidak karatan.
14. Slot/rambuncis jendela model spring knife, warna stailes tidak karatan.
VI. Pekerjaan Kamar Mandi dan Instalasi Air
1. Pipa diameter 4”, ex. Wavin D (pantek dan casing) sumur bor.
2. Pipa diameter 4”, ex. Wavin D (air kotor dan pembuangan limbah padat).
3. Pipa diameter 4”, ex. Wavin D (air kotor)
4. Pipa diameter 3/4”, ex. Wavin D, ex. Wavin AW (air bersih).
5. Pipa diameter 1/2”, ex. Wavin AW (air bersih) khusus untuk kran dinding.
6. Asesoris dan sambungan pipa air kotor ex. Langgeng setara
7. Asesoris dan sambungan pipa air bersih ex. Rucika
8. Keramik lantai kamar mandi ukuran 20x20, ex. Platinum atau setara.
9. Keramik dinding Kamar mandi ukuran 25x40, ex. Platinum atau sertara
10. Sanitair: closet monoblok keramik warna putih
11. Bak kamar mandi pasang bata dilapisi keramik sesuai dinding
12. Instalasi ait panas + kran panas dingin.
13. Floor drain setara plastik kwalitas baik.
14. Kran dinding sebanyak 4 titik.
a.Area carport/taman depan
b. Kamar mandi
c.Dapur.
d. Wastafel
15. Pantek sumur bor kedalaman ± 12 meter + pompa air ex. Wasser.
16. Septict tank menggunakain buis beton diameter 1 meter, kedalaman 5 meter.
17. Resepan menggunakan buis beton diameter 50cm, kedalaman 1 meter.
VII. Pekerjaan Arsitektur dan Lain-lain
1. List ban depan dinding ukuran 20cm.
2. Rooster ukuran 20x80 + benang bag. depan atas kamar utama.
3. Topi beton keliling area teras depan.
4. Rabar beton area carport + finishing motif batu ampyang
5. Tanggulan ex. Pas bata samping carport
VIII. Pekerjaan Instalasi Listrik dan PLN
1. Pipa dia. 5/8 ex. TM (sparing instalasi)
2. Kabel 3x1.5 ex. Standar PLN SNI
3. Kabel 2x1.5 ex. Standar PLN SNI
4. Kabel tufur ex. Standar PLN SNI
5. Jumlah titik lampu untuk sebanyak ... + bolam
a.Kamar tidur utama 1 titik
b. Kamar tidur anak 1 titik
c.Ruang tamu
d. Kamar mandi
e.Teras depan
f. Area carport depan kamar tidur
g. Teras belakang
6. Saklar seri ex. Panasonic warna putih (menyesuaikan titik lampu)
7. Saklar tunggal ex. Panasonic warna putih (menyesuaikan titik lampu)
8. Stop kontak ex. Panasonic warna putih 6 SK
a.Kamar tidur utama
b. Kamar tidur anak
c.Area teras belakang
d. Ruang tamu menggunakan CP
e.Pompa air menggunakan CP
9. Box panel MC 8
10. MCB + instalasi
11. Fitting plafon bulat warna putih (menyesuaikan titik lampu)
IX. Pekerjaan Cat dan Finishing
1. Cat dasar menggunakan catylac
2. Cat dinding dalam menggunakan catylac paperlace
3. Cat dinding luar menggunakan lenkote (bake house dan northern)
4. Cat plafon paragon putih
5. Cat liaman beton menggunakan cat exterion (bake house dan northern)
6. Cat listplank beton menggunakan cat exterior
7. Cat nok genteng menggunakan ex. Setara jarum
8. Cat kusen pintu dan jendela ex. Semi duco (nippe 2000).

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pembangunan Perumahan Green View Regency ini dipegang kendali oleh PT.
Saham Bukit Alam. Green View Regency sendiri terdiri dari 4 type rumah dan
dilengkapi dengan beberapa fasilitas.

Terdapat banyak permasalahan dan kendala pada setiap pekerjaan yang ada
pada proyek pembangunan Green View Regency, diantaranya adalah pada
pelaksanaan pembangunan membutuhkan wahtu kurang lebih 2 bulan untuk tiap
unit, Secara keseluruhan proses pengerjaan proyek Green View Regency berjalan
dengan baik dan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pada proyek
sehingga efisiensi pekerjaan, waktu, maupun keadaan dapat terkondisi dengan
baik.

5.2 Saran
Dalam proyek pembangunan Green View Regency ini kami melakukan proses
pengkajian berupa saran yang dapat kami uraikan sebagai berikut :

1. Sebaiknya waktu penjalanan Tugas Wirausaha ditambah agar bisa mendapatkan


lebih banyak wawasan pekerjaan yang dilakukan di proyek konstruksi.
2. Untuk mendapatkan gambaran dan pengetahuan yang detail tentang pekerjaan-
pekerjaan konstruksi, sebaiknya seimbang antara waktu belajar di kantor dan
tinjauan langsung pekerjaan di lapangan.
3. Pelaksanaan pekerjaan harus benar-benar direncanakan dengan
mempertimbangkan faktor teknis dan faktor non teknis supaya kelancaran
pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu atau terhenti.
4. Hendaknya sebelum melaksanakan pembangunan perlu direncanakan secara
matang dan terperinci sehingga tidak perlu melakukan perubahan- perubahan
ditengah perjalanan proyek.
5. Perlunya pengawasan lebih detail untuk pelaksana proyek, agar tidak ada
pekerjaan-pekerjaan yang bersifat detail terlewatkan dan dapat dilakukan sesuai
prosedur.
34