Anda di halaman 1dari 3

Tugas.

3 Metode Penelitian Sosial


1. Untuk interpretasi dan analisis data kuantitatif, digunakan 3 bentuk analisis. Jelaskan ketiga
bentuk analisis tersebut dan berikan contoh !

2. Bandingkan cara mengolah atau menganalisis data kuantitatif dengan data kualitatif, dan
berikan contohnya !

3. Kegiatan pengumpulan data sangat penting perannya dalam menentukan keberhasilan kegiatan
penelitian. Buktikan pernyataantersebut dan berikan contohnya !

Nama: DANIEL BIVADANNO MANULLANG

NIM: 030510523

Jawaban:

1. Tiga bentuk analisis data kuantitaif:


a. Analisis univariat, yaitu analisis yang dilakukan terhadap satu variabel. Analisis univariat
ini digunakan untuk kepentingan mendeskripsikan suatu data. Oleh karena itu, kita bisa
melakukan intepretasi dengan melihat kecenderungan data terbanyak.
Contoh tabel univariat dalam bentuk tabel frekuensi adalah sebagai berikut :

No Jenis Data Frekuensi Persentase (%)


1 A 76 76
2 B 24 24
Total 100 100

Tabel mengenai jenis kelamin di atas, bisa diinterpretasikan bahwa terdapat 76 % responden yang
berjenis data A, dan hanya ada 24 % yang berjenis data B. Perlu dicatat bahwa ketika melakukan
interpretasi data kita perlu melihat persentase terbesar dari data yang ada, setelah itu baru diberikan
penjelasan mengapa data tersebut yang paling besar serta dilengkapi teori-teori atau pendapat para ahli
yang relevan dengan data yang diperoleh.

b. Analisis biavariat merupakan analisis mengenai hubungan antara dua variabel.


Hubungan antara dua variabel ini digambarkan dengan menggunakan tabel silang.
Dalam membuat tabel silang, kita perlu terlebih dahulu melihat posisi variabel
independent (bebas) dan dependennya (terikat). Dalam arti yang lain, kita melihat arah
hubungan yang ada, apakah hubungan berbentuk asimetris atau simetris. Dalam
perhitungan persentase kita kenal ada persentase baris, persentase kolom, dan
persentase total.

c. Analisis multivariate merupakan analisis yang melihat pola hubungan lebih dari dua
variable. Biasanya pola hubungan ini terdiri dari variable independent, variabel
dependen, dan variable control. Penggunaan tabel silang multivariate tidak berbeda
jauh dengan penggunaan tabel silang bivariat. Demikian pula cara menginterpretasikan
tabel silang multivariate sama dengan menginterpretasikan tabel silang bivariat.

2. Pengolahan data di dalam penelitian kuantitatif menggunakan angka-angka yang berfungsi


sebagai kode. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pengolahan data kuantitatif,
yaitu :
a. Koding data, menyusun data mentah (jawaban yang ada di dalam kuesioner) ke dalam
bentuk yang mudah dibaca. Koding data juga dapat diartikan mengubah format
pertanyaan yang ada di dalam kuesioner menjadi pernyataan. Jawaban-jawaban
responden yang berbentuk hurup atau tulisan diubah dalam bentuk angka. Untuk
membantu melakukan koding, peneliti dapat menggunakan buku kode. Buku kode
adalah sebuah buku yang berisi panduan tentang variabel-variabel yang ada di dalam
kuesioner.
b. Entry data, yakni memindahkan data yang telah diubah menjadi kode-kode berupa
angka sesuai dengan yang ada di dalam buku kode. Dengan menggunakan program
SPSS, maka peneliti tinggal memasukkan data-data tersebut ke dalam program.
c. Cleaning data adalah proses pemeriksaan kembali data yang telah dientry apakah sudah
sesuai dengan data yang sebenarnya. Untuk melakukan data entry dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu : passible code cleaning adalah upaya peneliti untuk
membersihkan data dari berbagai angka yang tidak mungkin ada di dalam program.
Sedangkan contingency code cleaning adalah upaya prnrliti untuk melihat keterkaitan
antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Pengolahan data kualitatif sedikit berbeda dengan pengolahan data kuantitatif. Jika pada
pengolahan data kuantitatif dilakukan setelah seluruh kuesioner (angket) terkumpul, tetapi
pengolahan data kualitatif dapat dilakukan bersamaan dengan tahap pengumpulan data.
Pengolahan data kualitatif didasarkan pada catatan lapangan yang sudah dibuat oleh peneliti
saat mengumpulkan data. Seperti halnya dalam pengolahan data kuantitatif, dalam penelitian
kualitatif peneliti juga melakukan proses pemberian kode-kode. Proses pemberian kode pada
catatan lapangan bisa dilakukan dengan melakukan kategorisasi data. Peneliti juga bisa
membedakannya ke dalam bentuk-bentuk pengamatan yang ada, yaitu pengamatan berstruktur
dan pengamatan tidak berstruktur.

Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif


Desain tidak terinci, fleksibel, timbul "emergent" Desain terinci dan mantap.
serta berkembang sambil jalan antara lain
mengenai tujuan, subjek, sampel, dan sumber
data.
Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas Desain direncanakan sebelumnya pada
setelah penelitian tahapan persiapan (projektif)
selesai (retrospektif).
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang
hipotesis lahir sewaktu penelitian dilakukan; akan diuji kebenarannya.
hipotesis berupa "hunches", petunjuk yang
bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis
berupa pertanyaan yang mengarahkan
pengumpulan data.
Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui Hipotesis menentukan hasil yang
sebelumnya karena jumlah variabel penelitian diharapkan; hasil telah diramalkan (apriori);
tidak terbatas hasil penelitian telah terkandung di dalam
hipotesis, jumlah variabel terbatas

Desain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat Dalam desain jelas langkah-langkah


dipastikan sebelumnya dan hasil penelitian tidak penelitian serta hasil yang diharapkan
dapat diketahui atau diramalkan sebelumnya
Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan Analisis data dilakukan setelah semua data
dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, terkumpul pada tahap akhir.
walaupun analisis akan lebih banyak pada tahap-
tahap selanjutnya.

3. Kegiatan pengumpulan data sangat penting perannya dalam menentukan keberhasilan kegiatan
penelitian karena jika data yang dikumpulkan dilakukan dengan alat yang salah, maka bisa
dipastikan hasil penelitian yang diperoleh akan salah. Dalam penelitian, keabsahan sering
dikaitkan dengan instrumen atau alat ukur. Suatu alat ukur dikatakan mempunyai nilai validitas
tinggi apabila alat ukur tersebut benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.
Misalnya, jika kita ingin mengukur tinggi badan, maka alat ukur yang digunakan adalah meteran;
jika ingin mengukur berat badan, maka alat ukur yang digunakan adalah timbangan. Di sinilah
sebenarnya peran penting pengumpulan data salah satunya adalah alat ukur, jika kita misalnya
ingin mengetahui rata-rata berat badan di suatu sekolah namun menggunakan alatn ukur
meteran maka hasil penelitian nanti nya pun akan menjadi salah.