Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.

W
PADA NY. S DENGAN HIPERTENSI DI RT III/V KP. SALAKAN
DESA LIMBANGAN KABUPATE KENDAL
TANGGAL 15 S/D 17 JULI 2020

1. PENGKAJIAN ( Tanggal 15 Juli 2020)


A. Data Umum
1. Nama KK : Tn. W
2. Alamat : RT III/V Kampung Salakan, Desa Limbangan
Kabupaten Kendal
3. Komposisi Keluarga

No Nama Umur JK Hub. KK Pekerjaan Pendidikan

1 Tn. W 52 th. L Suami/ KK Swasta SMA


2 Ny. S 51 th. P Istri Pedagang SMP

3 An. A 20 th. P Anak - Sarjana

4 An. R 17 th L Anak - SMA

4. Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
: Tinggal dalam satu rumah
X : Meninggal
5. Tipe keluarga
Keluarga Tn. W adalah Keluarga dengan tipe nuclear family, dimana di dalam keluarga
tidak ada orang lain selain suami, istri, dan 2 anak kandung yang tinggal.
6. Budaya
a. Suku
Keluarga Tn. W adalah suku Jawa.
b. Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam sehari-hari adalah menggunakan bahasa Jawa
c. Nilai-nilai budaya yang terkait dengan kesehatan
Kebiasaan dalam keluarga apabila ada yang sakit berobat ke klinik atau langsung
membeli obat di apotik sesuai dengan resep dokter (resep ditebus ulang apabila Ny. S
sakit)
7. Agama
a. Agama yang dianut
Keluarga Tn. W menganut Agama Islam.
b. Kegiatan keagamaan rutin di rumah dan di masyarakat anggota keluarga
Keluarga mejalankan sholat 5 waktu, sholat magrib dilaksanakan secara berjamaah
dirumah.
Pada malam Jum’at selalu melakukan kegiatan yasin tahlil seccara bergiliran di RT
III/V.
c. Persepsi anggota keluarga tentang agama
Semua aktivitas yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan ajaran Agama
Islam.
d. Kepercayaan yang dapat mempengaruhi kegiatan

e. Nilai- nilai agama yang terkait dengan keluarga


8. Status sosial Ekonomi keluarga

Pendapatan / Pengeluaran /
NO. Nama Pekerjaan Keterangan
Bulan Bulan

1 Tn. W Swasta ± 2.500.000 ± 1.000.000 Lebih dari


cukup untuk
2 Ny. S Pedagang ± 1.000.000 ± 600.000
sehari - hari

(Pendapatan Tn. W - Pengeluaran Tn. W) = ± 1.500.000


(Pendapatan Ny. SC - Pengeluaran Ny. SC) = ± 400.000
Sisa Pendapatan Keluarga = ± 1.900.000
9. Aktivitas rekreasi keluarga / waktu keluarga
Keluarga tidak mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi keluar kota. Biasanya
hanya menonton televisi sambil bercerita. Untuk berkunjung ke keluarga suami jarang
dilakukan kecuali ada acara – acara penting.
B. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini.
Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja (12 - 20 tahun)
yang tugasnya :
 Memberi perhatian lebih
 Bersama – sama mendiskusikan tentang sekolah
 Memberi kebebasan dalam batas tanggung jawab
 Komunikasi dua arah
2. Tugas Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Tidak ditemukan tahap perkembangan yang belum terpenuhi. Tn. W dan Ny. S sudah
melakukan tugasnya dengan baik dengan memberi perhatian lebih dan bersama – sama
mendiskusikan mengenai sekolah dengan kedua anaknya, serta memberi kebebasan
dalam batas tanggung jawab dan hal yang paling penting mengkomunikasikanya dengan
komunikasi dua arah.
3. Riwayat Keluarga Inti
Riwayat keluarga dari pihak suami / istri tidak mempunyai kebiasaan kawin cerai,
pemabuk, ataupun penjudi.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Riwayat orang tua keluarga baik dari pihak suami / istri tidak mempunyai kebiasaan
kawin cerai, pemabuk, ataupun penjudi.
C. Pengkajian Lingkungan

1. Karaktersitik Rumah
a. Denah Rumah

Keterangan :
1 = Warung, 2 = Ruang Tamu, 3 = Kamar Mandi / WC, 4,5,6 = Kamar Tidur,
7 = Dapur, 8 = Tempat Suci, 9 = Tempat Jemuran (halaman)
b. Status Rumah : Milik pribadi Tn. W
c. Tipe Rumah : Permanen
d. Deskripsi Kondisi Rumah :
Luas Pekarangan : 12 x 8 m2
Atap Rumah : Genteng
Kamar mandi / WC : Ada satu kamar mandi gabung dengan WC
Kebersihan Lingkungan : Bersih dan Rapi
Ventilasi/jendela : Ada, tidak tertutup
Sirkulasi : Bagus, semua jendela terbuka
Sumber air minum : PDAM
Pencahayaan : Memakai lampu dan pencahayaan dari matahari
Kelembaban : tidak lembab, tidak jamuran
Gudang : tidak ada
Pembuangan Limbah : melalui selokan
Lantai : Keramik
Septic tank : ada, di pekarangan samping Bangunan WC
Pembuangan Sampah : Dibakar
2. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas
Keluarga Tn. W bertetangga dengan pekerja swasta, tetangga beragama Islam. Di Daerah
Keluarga Tn. W tinggal merupakan daerah mayoritas penduduk asli dan ada yang
pendatag dari luar Jawa
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Semenjak menikah sampai sekarang Tn. W dan Ny. S pernah tinggal dengan orang tua,
lalu membangun rumah sendiri.
4. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat.
Biasanya pada malam hari. Ny. S berkumpul dengan keluarganya, selalu meluangkan
waktu untuk berkumpul. Keluarga Ny. S dan anak-anaknya juga berinteraksi sangat baik
dengan masyarakat disekitar. Namun Tn. SW jarang berinteraksi dengan masyarakat
sekitar rumah karena harus bekerja dari pagi sampai malam sehingga jarang tinggal
dirumah.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Keluarga Tn. W mengatakan jika ada masalah mendiskusikannya dengan keluarga inti
dan keluarga besar dengan komunikasi terbuka satu sama lain.
Ny. S mengatakan jika ada keluarga yang sakit dibawa ke puskesmas atau dokter praktik
swasta.
Tn. W mengatakan jika Ny. S sakit sampai di rawat inap atau mempunyai acara dirumah
saudara – saudaranya ikut membantu menyumbangkan dananya.
D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Dalam Keluarga saling terbuka satu sama lain dan dalam keluarga bebas menyatakan
pendapat tetapi pengambil keputusan adalah Tn. W sebagai Kepala Keluarga
2. Sruktur Kekuatan Keluarga
Keluarga Tn. W saling menghargai satu sama lain, salig membantu serta mendukung.
Tn. W dan Ny. S mampu untuk merawat diri sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari –
hari. Apabila ada masalah Ny. S diskusi dengan suami dan juga minta nasehat kepada
saudara – saudaranya.
3. Struktur Peran
 Tn. W adalah Kepala Keluarga, berperan sebagai suami dan pencari nafkah yang
utama.
 Ny. S adalah seorang Ibu Rumah Tangga dan juga ikut membantu mencari nafkah
dengan berjualan
 An. A & An. R adalah seorang anak berperan sebagai anak yang tugas utamanya
merupakan belajar.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga Tn. W menerapkan aturan – aturan sesuai dengan ajaran agama Islam dengan
mengharapkan kedua anaknya nanti menjadi anak yang taat dalam menjalankan ajaran
agama. Nilai dan norma keluarga Tn. W sesuai dengan kebiasaan Adat Jawa serta ikut
serta jika di wilayahnya ada gotong royong.
Di keluarga diterapkan hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan dan
sesudah makan, berpamitan, bertutur kata sopan dan santun.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Semua anggota Keluarga Tn. W saling menyanyangi satu sama lain. Tempat tinggal
saudara ada yang dekat dan ada yang jauh. Namun Jika ada kesusahan dalam keluarga
Tn. W, saudara – saudaranya sangat membantu
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn.W menekankan perlunya berhubungan dengan orang lain. Mereka
membiasakan anak – anaknya mereka bermain dengan teman – temannya dan
menekankan juga anaknya untuk selalu belajar.
3. Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn. W mampu memiliki 2 orang, reproduksi berfungsi dengan baik
4. Fungsi Ekonomi
Keluarga mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
a. Mengenal masalah kesehatan
Ny. S mengatakan sering pusing, kaku pada lehernya, dan terlihat lemas. Ny. S
mengatakan pusingnya disebabkan karena tensinya tinggi, dan Ny. S mengetahui kalau
ia terkena tekanan darah tinggi karena pernah diinformasikan sebelumnya oleh
pertugas kesehatan di Rumah Sakit.
b. Mengambil keputusan terkait masalah kesehatan
Ny. S mengatakan jika ia mengalami pusing dan kelelahan, tidak harus pergi ke
puskesmas.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Ny. S mengatakan apabila pusing ia mengkonsumsi obat amlodipin. Keluarga belum
mengetahui tentang obat tradisional untuk menurunkan darah tinggi
d. Memodifikasi lingkungan kesehatan
Ny. S mengetahui dan sudah melakukan pantangan tidak boleh minum kopi, makan
makanana yang banyak garam, namun Ny. S tidak sering berolah raga, selalu berpikir
keras, sering marah-marah, sedikit minum air dan Ny. S mengatakan selain dirinya,
keluarganya tetap makan seperti biasa, tidak terkontrol, dan sulit dikasih tahu.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Ny. S mengatakan jarang sekali pergi ke puskesmas, biasanya kalau obat amlodipin
sudah habis Tn. W langsung membeli obat di apotik sesuai dengan resep dokter (resep
ditebus ulang) atau membawa ke Praktek dokter jika ada anggota keluarga yang sakit.
F. Stress Dan Koping Keluarga
1. Stressor jangka panjang dan pendek.
Stressor Jangka Pendek :
Keluarga Tn. W mempunyai harapan supaya Ny. S sembuh dari hipertensinya.
2. Stressor Jangka Panjang :
Ny. S mengatakan bahwa ingin mempunyai rumah tinggal sendiri tanpa bergantung
dengan saudara Tn. W
3. Kemampuan Keluarga Berrespon terhadap stressor.
Jika ada masalah dalam keluarga biasanya didiskusikan bersama suami. Apabila perlu
nasihat biasanya keluarga Tn. W minta nasihat kepada orang tua atau saudara –
saudaranya
4. Strategi koping yang digunakan
Keluarga mengatakan jika ada masalah selalu mendiskusikan dalam keluarga sehingga
masukan keluarga dapat membantu menyelesaikan masalahnya.
G. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia
1. Pemenuhan Nutrisi Keluarga
Keluarga mengkonsumsi makanan 3 x sehari, menu makanan nasi, sayuran seperti
bayam, sayur paku, lauk pauk seperti ikan laut, telur, tempe, juga kadang-kadang
buah.
2. Pemenuhan Cairan Keluarga
Minuman yang dikonsumsi air putih, teh manis, dan Es. Cara pengolahan makanan
dicuci dulu baru dipotong. Porsi makanan setiap anggota keluarga sudah memenuhi
kebutuhan.
3. Pemenuhan Istirahat dan Tidur
Dalam keluarga tidak ada keluhan dalam istirahat tidur
4. Olahraga / Mobilisasi
Ny. S sering mengikuti senam lansia
5. Eliminasi
Dalam Keluarga tidak ada keluhan BAK dan BAB
6. Personal Hygiene
Keluarga sangat menjaga kebersihan, mandi 2x sehari.
H. Pengkajian Psikiatrik Setiap Anggota Keluarga

Pemeriksaan Tn. W Ny. S An. A An. R


Fisik
Kepala Rambut hitam Rambut hitam Rambut hitam Rambut hitam
dan bersih dan bersih dan bersih dan bersih
Rontok (+) Rontok (+) Rontok (+) Rontok (+)
TTV TD = 120/80 TD = 150/90 TD = 120/80 TD = 130/80
mmHg mmHg mmHg mmHg
N = 64 x/menit N = 80 x/menit N = 80 x/menit N = 76 x/menit
S = 36,2 oC S = 36,5 oC S = 36,4 oC S = 36,2 oC
RR = 20 RR = 20 RR = 20 RR = 20
x/menit x/menit x/menit x/menit
BB/TB BB = 83 kg BB = 77 kg BB = 46 kg BB = 65 kg
TB = 165 cm TB = 155 cm TB = 160 cm TB = 172 cm
Mata Anemis (-) Pandangan Anemis (-) Anemis (-)
Kabur,
Anemis (-)
Hidung Sekret (-) Sekret (-) Sekret (-) Sekret (-)
Epistaksis (-) Epistaksis (-) Epistaksis (-) Epistaksis (-)
Mulut Mukosa Mukosa Mukosa Mukosa
lembab, lembab, lembab, lembab,
Kesulitan Kesulitan Kesulitan Kesulitan
menelan (-) menelan (-) menelan (-) menelan (-)
Leher Benjolan (-) Benjolan (-) Benjolan (-) Benjolan (-)
Pembesaran Pembesaran Pembesaran Pembesaran
kelenjar limfe kelenjar limfe kelenjar limfe kelenjar limfe
(-) (-) (-) (-)
Dada Bunyi jantung Bunyi jantung Bunyi jantung Bunyi jantung
dan paru dan paru dan paru dan paru
normal normal normal normal
Abdomen Kembung (-), Kembung (-), Kembung (-), Kembung (-),
Peristaltik usus Peristaltik usus Peristaltik usus Peristaltik usus
= = = =
Tangan Bengkak (-), Bengkak (-), Bengkak (-), Bengkak (-),
turgor kulit (-) turgor kulit (-) turgor kulit (-) turgor kulit (-)
Kaki Bengkak (-), Bengkak (-), Bengkak (-), Bengkak (-),
turgor kulit (-) turgor kulit (-) turgor kulit (-) turgor kulit (-)
Keadaan CM CM, CM CM
umum Sakit
Hipertensi

ANALISA DATA
b. Analisa Data

No Symptom Problem Etiologi

1 DS : Defisit Ketidak mampuan


pengetahuan keluarga mengenal
Ny. S menderita hipertensi masalah kesehatan
sejak 19 tahun yang lalu dan pada anggota
kadang merasakan kepala keluarga yang sakit
pusing, tekuk leher sakit, dan
kelelahan.

Ny. S tetap melakukan


aktifitas di rumah dan
berjualan.

Ny. S Jarang memeriksa


tekanan darahnya.

Ny. S mengatakan memiliki


pantangan makan garam
berlebih dan minum kopi,
namun jarang berolah raga
dan sedikti minum air putih.

Ny. S mengatakan selain


dirinya keluarganya makan
sembarangan.

Kelaurga Ny. S mengatakan


tidak telalu mengetahui
tentang penyakit hipertensi,
hanya mengetahui tekanan
darah tinggi saja.

Ny. S mengatakan tidak


mengetahui penyakit
hipertensi salah satu
penyebabnya adalah faktor
keturuanan.

Ny. S Mengatakan tidak


mengetahui pengobatan
hipertensi secara tradisional
dengan jus tomat

Ny. S mengatakan hanya


mengandalkan pengobatan
dari dokter dengan minum
obat yang diberikan dokter

Ny. S jarang kontrol karena


sibuk bekerja

DO:

Ny. S bertanya – tanya


tentang penyebab penyakit
dan pengobatan penyakitnya.

Ibu terlihat lemas karena


habis berjualan

TTV :

TD : 150/90 mmHg
N : 75 x/m
S : 36.5 C

RR : 20x/m

2 DS : Konflik Managemen
pengambilan kesehatan keluarga
Ny. S mengatakan jarang keputusan tidak efektif
memeriksa tekanan darahnya

Ny. S mengatakan menderita


hipertensi ± 19 thn yang lalu.

Ny. S mengatakan tensinya


kadang naik, kadang turun,
paling tinggi biasanya 160
dan paling rendah 140.

Usia Ny. S sudah 51 tahun

Ny. S jarang berolah raga


dan sedikit minum air putih

Ny. S mengatakan hanya


mengandalkan pengobatan
dari dokter dengan minum
obat yang diberi dokter.

Ny. S Mengatakan tidak


mengetahui pengobatan
hipertensi secara tradisional
dengan jus tomat

DO :

Ibu terlihat sedang istirahat


habis jualan

TD : 150/90 mmHg
N : 75 x/m
S : 36.5 C
RR : 20x/m

Diagnosa Keperawatan Keluarga Dan Scoring


1. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan rencana pengobatan hipertensi b/d ketidak
mampuan keluarga mengenal masalah Hipertensi

No Kriteria Nilai skor Pembenaran

1 Sifat masalah: 3/3 x 1 1 Ketidak mampuan keluarga untuk merawat Ny. S


(aktual) dengan penyakit hipertensi merupakan ancaman
No Kriteria Nilai skor Pembenaran

terjadinya penyakit

2 Kemungkinan 1/2 x 2 1 Lamanya penyakit ±19 tahun yang lalu.


masalah dapat
diubah :
(sebagian)

3 Potensial 3/3 x 1 1 Penyakit hipertensi terjadi bisa diobati dan


masalah untuk dicegah dengan pola makan yang sehat dan
dicegah :
prilaku yang sehat
(Tinggi)

4 Menonjolnya 2/2 x 1 1 Bila tidak segera di tangani maka bisa terjadi


masalah ( tidak hipertensi berlanjut.
segera
ditangani)

Total Skor 4

2. Managemen kesehatan keluarga tidak efektif b/d konflik pengambilan keputusan

No Kriteria Nilai skor Pembenaran

1 Sifat masalah : 3x1/3 1 Keluarga tidak mengetahui penyakit hipertensi


aktual : 3
2 Kemungkinan 1x2/2 1 Dengan informasi yang cukup, akan menambah
masalah dapat wawassan dan pengetahuan keluarga mengenai
dirubah : hipertensi
sebagian : 1

3 Potensial 3x1/3 1 Hipertensi adalaah penyakit yang dapat


masalah untuk dikendalikan apabila keluarga mengetahui
dicegah ;
cukup : 3

4 Menonjol 0x1/2 0 Masalah tidak dirasakan oleh Ny. S dan keluarga


masalah :
masalah
dirasakan dan
perlu segera
ditangani : 0

Total Skore 3

PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN


a. Defisit pengetahuan tentang kondisi dan rencana pengobatan hipertensi b/d ketidak
mampuan keluarga mengenal masalah Hipertensi
b. Managemen kesehatan keluarga tidak efektif b/d konflik pengambilan keputusan

INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Kode Tujuan Intervensi TTD


Keperawatan Keperawatan

1 Defisit pengetahuan D.0111 Setelah 1 Kaji pengetahuan


tentang kondisi dan dilakukan keluarga tentang
rencana pengobatan tindakan hipertensi
hipertensi b/d keperawatan o Pengertian
ketidak mampuan selama 3x hipertensi
keluarga mengenal pertemuan o Penyebab
hipertensi
masalah Hipertensi diharapkan klien
o Tanda dan
dan keluarga
gejala
dapat mengenali hipertensi
masalah o Pencegahan
hipertensi dan hipertensi
pengobatan o Komplikasi
hipertensi baik hipertensi
secara non 2. Berikan penyuluhan
tradisional tentang hipertensi
3. Bimbingan keluarga
maupun untuk mengulangi apa
tradisional yang telah di ajarkan.
4. Jelaskan akibat lanjut
dari penyakit hipertensi
jika tidak segera ditangani
5. Anjurkan klien untuk
menghidari stress
6. Berikan pengobatan
tradisional dengan jus
tomat

2 Managemen D.0115 Tujuan : 1. Berikan dukungan


kesehatan keluarga Setelah keluarga dalam
tidak efektif b/d dilakukan merencanakan
perawatan
konflik tindakan
2. Berikan edukasi
pengambilan keperawatan kesehatan
keputusan selama 3x 3. Berikan edukasi
pertemuan penyakit
diharapkan klien 4. Berikan edukasi
dan keluarga program pengobatan
mampu secara tradisional
dengan jus tomat
mengambil
keputusan
dengan tepat
dalam
pemeliharaan
kesehatan.
Kriteria hasil :
Klien dan
keluarga
mengetahui
tentangvpenyakit
yang dialami,
mampu
mengambil
keputusan
dengan tepat
dalam
pemeliharan
kesehatan.

Anda mungkin juga menyukai