Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN KOMUNITAS

“TATANAN DI BERBAGAI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN


SEHAT (PHBS)”

Di tulis oleh :

KELOMPOK 6

Aziza Rahmi 183110166


Ghina Ridwan 183110175
Miftahul Rahmi 183110181
Rafika Fairusyil H 183110188
Siska Fadhillah 183110194

Kelas : 3A

Dosen Pengajar Mata Kuliah :


Tasman, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom.

PRODI D-III KEPERAWATAN PADANG


POLTEKKES KEMENKES PADANG
TAHUN 2020/2021

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat
menyelesaikan Makalah Keperawatan Komunitas “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
di Berbagai Tatanan”.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.

Padang, 12 Agustus 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Kata pengantar ...................................................................................................................ii

Daftar Isi ............................................................................................................................iii

BAB I....................................................................................................................................1

PENDAHULUAN................................................................................................................1

I.1 Latar Belakang ................................................................................................................1

I.2 Rumusan Masalah............................................................................................................2

I.3 Tujuan Penulisan..............................................................................................................2

BAB II...................................................................................................................................3

PEMBAHASAN ..................................................................................................................3

A. Definisi..........................................................................................................................3

B. Tujuan Dari PHBS........................................................................................................4

C. Tatanan dari PHBS.......................................................................................................4

D. PHBS Di Tatanan Pelayanna Kesehatan......................................................................5

E. Pembinaan PHBS........................................................................................................10

F. Dukungan untuk PHBS...............................................................................................10

BAB III.............................................................................................................................13

PENUTUP.........................................................................................................................13

A. Kesimpulan ........................................................................................................13

B. Saran....................................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara-negara
berkembang terutama anak-anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang
disebabkan oleh kurangya air minum yang aman, sanitasi dan hygiene yang
buruk. Selain itu, terdapat bukti bahwa pelayanan sanitasi yang memadai,
persediaan air yang aman, sistem pembuangan sampah serta pendidikan hygiene
dapat menekan angka kematian akibat diare sampai 65%, serta penyakit-penyakit
lainnya sebanyak 26%. Bersamaan dengan masuknya milenium baru,
Departemen Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Pembangunan
Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi paradigma sehat.
Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir atau model
pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, melihat masalah kesehatan yang
dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor, dan upayanya lebih
diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan.
Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010, dimana ada 3
pilar yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu lingkungan sehat, perilaku
sehat serta pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Untuk perilaku
sehat bentuk kongkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan
kesehatan. mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman
penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Mengingat dampak
dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar (30-35% terhadap derajat
kesehatan), maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang
tidak sehat menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS). (Tim Field Lab FK UNS, 2013)
Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan langkah yang harus
dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang.

1
Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, tetapi harus senantiasa diupayakan dari
yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang
sehat. Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat kepada
masyarakat yang harus dimulai dan diusahakan oleh diri sendiri. Upaya ini
adalah untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya
sebagai satu investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.
Dalam mengupayakan perilaku ini dibutuhkan komitmen bersama-sama saling
mendukung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya
keluarga sehingga pembangunan kesehatan dapat tercapai maksimal. (A
Maharani, 2016)

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat ?
2. Bagaimana penerapan PHBS di tatanan pelayanan kesehatan ?
3. Apa tujuan PHBS di tatanan pelayanan kesehatan ?
4.   Apa manfaat PHBS di tatanan pelayanan kesehatan ?
5.    Bagaimana  promosi kesehatan  PHBS ?

C. Tujuan Penulisan

1.    Mahasiswa dapat mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

2.    Mahasiswa dapat mengetahui penerapan PHBS di tatanan pelayanan kesehatan

3.    Mahasiswa dapat mengetahui tujuan PHBS di tatanan pelayanan kesehatan

4.    Mahasiswa dapat mengetahui manfaat PHBS di tatanan pelayanan kesehatan

5.    Mahasiswa dapat mengetahui tentang promosi kesehatan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Beberapa pengertian kaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) adalah :
1. Perilaku Sehat, adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk
memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri
dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan
Masyarakat.

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), adalah wujud pemberdayaan


masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam
hal ini ada 5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan,
Gaya Hidup, dan Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.

3. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), adalah upaya untuk
memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan
pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan
masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat
mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan
masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat

3
dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Dinkes,
2006).

4. Tatanan, adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja,


bermain, berinteraksi dan lain-lain. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS
yaitu Rumah Tangga, Sekolah, Tempat Kerja, Sarana Kesehatan dan
Tempat Tempat Umum.

5. Kabupaten Sehat/Kota Sehat, adalah kesatuan wilayah administrasi


pemerintah terdiri dari desa-desa, kelurahan, kecamatan yang secara terus
menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup
sehat dengan prasarana wilayah yang memadai, dukungan kehidupan
sosial, serta perubahan perilaku menuju masyarakat aman, nyaman dan
sehat secara mandiri. (Tim Field Lab FK UNS, 2013)

B. Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Tujuan Perilaku Hidup Bersih Sehat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat) memiliki tujuan yaitu meningkatkan pengetahuan, kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta
masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha berperan serta aktif
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. (Andriansyah, Yuli. dkk. 2013)

Salah satu upaya menuju kearah perilaku sehat dengan melalui satu program
yang dikenal dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang
dilaksanakan secara sistematis dan terkoordinir. Program Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perwujudan untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara–cara hidup
sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan.

4
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terdiri dari lima tatanan yaitu
institusi pendidikan, institusi kesehatan, tempat kerja, tempat–tempat umum,
dan rumah tangga. (Pratiwi, PE. 2015)

C. Tatanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Tatanan perilaku hidup bersih sehat PHBS memiliki lima tatanan yakni:
1. Sepuluh Indikator PHBS di Tatanan Rumah Tangga:
a. Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan.
b. Memberi bayi ASI eksklusif.
c. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
d. Menggunakan air bersih.
e. Menggunakan jamban sehat.
f. Memberantas jentik di rumah.
g. Makan sayur dan buah setiap hari.
h. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
i. Tidak merokok di dalam rumah.

2. Indikator PHBS di Tatanan Sekolah :


a. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.
b. Mengkonsumsi jajanan di warung /kantin sekolah.
c. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
d. Olahraga yang teratur dan terukur.
e. Memberantas jentik nyamuk.
f. Tidak merokok.
g. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.
h. Membuang sampah pada tempatnya.

3. Indikator PHBS di Tatanan Tempat Kerja :


a. Kawasan tanpa asap rokok.

5
b. Bebas jentik nyamuk.
c. Jamban sehat.
d. Kesehatan dan keselamatan kerja.
e. Olahraga teratur.

4. Indikator PHBS di Tatanan Tempat Umum :


a. Menggunakan jamban sehat.
b. Memberantas jentik nyamuk.
c. Menggunakan air bersih.

5. Indikator PHBS di Tatanan Fasilitas Kesehatan :


a. Menggunakan air bersih.
b. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
c. Membuang sampah pada tempatnya.
d. Tidak merokok.
e. Tidak meludah sembarangan.
f. Memberantas jentik nyamuk.
(Ardiansyah. Yuli. 2013)
.    TUJUAN PHBS : PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) memiliki
tujuan yaitu  meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan
kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta masyarakat
termasuk swasta dan dunia usaha berperan serta aktif mewujudkan
derajat kesehatan yang optimal.
b.    TATANAN PHBS
A.    Sepuluh Indikator PHBS di Tatanan Rumah Tangga:
1.    Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan.
2.    Memberi bayi ASI eksklusif.
3.    Menimbang bayi dan balita.
4.    Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
5.    Menggunakan air bersih.

6
6.    Menggunakan jamban sehat.
7.    Memberantas jentik di rumah.
8.    Makan sayur dan buah setiap hari.
9.    Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
10.  Tidak merokok di dalam rumah.
B.    Indikator PHBS di Tatanan Sekolah :
1.    Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.
2.    Mengkonsumsi jajanan di warung /kantin sekolah
3.    Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
4.    Olahraga yang teratur dan terukur.
5.    Memberantas jentik nyamuk.
6.    Tidak merokok.
7.    Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan
setiap bulan.
8.    Membuang sampah pada tempatnya.
C.   Indikator PHBS di Tatanan Tempat Kerja :
1.    Kawasan tanpa asap rokok.
2.    Bebas jentik nyamuk.
3.    Jamban sehat.
4.    Kesehatan dan keselamatan kerja
5.    Olahraga teratur.
D.   Indikator PHBS di Tatanan Tempat Umum :\
1.    Menggunakan jamban sehat.
2.    Memberantas jentik nyamuk.
3.    Menggunakan air bersih.
E.    Indikator PHBS di Tatanan Fasilitas Kesehatan :
1.    Menggunakan air bersih.
2.    Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
3.    Membuang sampah pada tempatnya.
4.    Tidak merokok.

7
5.    Tidak meludah sembarangan.
6.    Memberantas jentik nyamuk.

Namun yang akan dibahas disini adalah “Penerapan PHBS Ditatanan Pelayanan
Kesehatan”

D. PHBS di Tatanan Pelayanan Kesehatan

            Institusi kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh


pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat, seperti  rumah sakit, puskesmas, dan klinik swasta.

            PHBS di institusi kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien,


masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mampu, dan mampu mempraktikkan
hidup perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan intitusi
kesehatan ber-PHBS.

PHBS di Pelayanan Kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk
mencegah penularan penyakit, infeksi nosokomial dan mewujudkan Institusi
Kesehatan yang sehat. Syarat institusi sehat yaitu :

1.    Menggunakan air bersih


2.    Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
3.    Menggunakan jamban
4.    Membuang sampah pada tempatnya
5.    Tidak merokok di Institusi Kesehatan
6.    Tidak meludah sembarangan
7.    Memberantas jentik nyamuk
                                                                         

E. Perlunya Pembinaan PHBS di tatanan Pelayanan Kesehatan :

            Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Institusi Kesehatan sangat
diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit dan

8
mewujudkan Institusi KesehatanSehat.Oleh karena itu, sudah seharusnya semua
pihak ikut rnemelihara, menjaga dan mendukung terwujudnya Institusi kesehatan
Sehat.

1.    PHBS di institusi kesehatan


PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan
pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan
mampu untuk mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan
berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat.
2.    Tujuan, Sasaran, dan Manfaat PHBS di Tatana Pelayanan
Kesehatan Tujuan PHBS di Tatanan Pelayanan Kesehatan:
a.    Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di institusi
kesehatan.
b.    Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi
kesehatan.
c.    Menciptakan Institusi kesehatan yang sehat.
3.    Sasaran PHBS di Tatanan Pelayanan Kesehatan:
a.    Pasien.
b.    Keluarga Pasien.
c.    Pengunjung.
d.    Petugas Kesehatan di institusi kesehatan.
e.    Karyawan di institusi kesehatan.
4.    Manfaat PHBS di Tatanan Pelayanan Kesehatan:
1)    Bagi Pasien/Keluarga Pasien/Pengunjung :
a.    Memperoleh   pelayanan   kesehatan   di   institusi
b.    Kesehatan yang sehat.
c.    Terhindar dari penularan penyakit.
d.    Mempercepat proses penyembuhan penyakit dan
e.    Peningkatan kesehatan pasien.

9
2)    Bagi Institusi Kesehatan :
a.    Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi
kesehatan.
b.    Meningkatkan citra institusi kesehatan yang baik
sebagai tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan
dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
3)    Bagi Pemerintah Daerah :
a.    Peningkatan persentase Institusi Kesehatan Sehat
menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah
Kabupaten/Kota yang baik.
b.    Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran
bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di Institusi
Kesehatan.

F. Dukungan untuk PHBS di Tatanan Pelayanan Kesehatan (PHBS)

            di Institusi Kesehatan dapat terwu-jud apabila ada keinginan dan kemampuan
dari para pengambil keputusan di lingkungan pemerintah daerah, institusi kesehatan
dan lintas sektor terkait , Beberapa contoh perilaku di atas terlihat sangat sederhana,
seperti halnya pengertian PHBS sendiri yang terasa begitu mudah dimengerti, namun
diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dalam penerapannya. Untuk mengoptimalkan
promosi tersebut maka para provider kesehatan yang memiliki andil terbesar untuk
menyadarkan masyarakat. Diharapkan untuk terus berkreasi mensosialisasikan
pentingnya perilaku yang tepat pada masyarakat.

G. Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu


kesehatan yang mempunyai dua sisi, yakni sisi ilmu dan sisi seni. Dilihat dari

10
sisi seni, yakni praktisi atau aplikasi pendidikan kesehatan adalah merupakan
penunjang bagi program-program kesehatan lain. Ini artinya bahwa setiap
program kesehatan yang telah ada misalnya pemberantasan penyakit
menular/tidak menular, program perbaikan gizi, perbaikan sanitasi
lingkungan, upaya kesehatan ibu dan anak, program pelayanan kesehatan dan
lain sebagainya sangat perlu ditunjang serta didukung oleh adanya promosi
kesehatan.

Promosi kesehatan bukanlah hanya proses penyadaran masyarakat atau


pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk dapat memfasilitasi
dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. Dalam hal ini organisasi
kesehatan dunia WHO telah merumuskan suatu bentuk definisi mengenai
promosi kesehatan : “Health promotion is the process of enabling people to
increase control over, and improve, their health. To reach a state of complete
physical, mental, and social, well-being, an individual or group must be able
to identify and realize aspirations, to satisfy needs, and to change or cope with
the environment“. (Ottawa Charter,1986).

Jadi, dapat disimpulkan dari kutipan tersebut diatas bahwa Promosi


Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai
derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka
masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya,
kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya
(lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya).

            Visi dari Promosi Kesehatan yaitu meningkatnya kemampuan masyarakat


untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental, dan
sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.

Misi dari Promosi Kesehatan yaitu :

11
1.    Advokat : Melakukan kegiatan advokasi terhadap para pengambil keputusan di
berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan.

2.    Menjembatani : Menjadi jembatan dan menjalin kemitraan dengan berbagai program
dan sektor yang terkait dengan kesehatan.

3.    Meningkatkan : Memberikan kemampuan atau keterampilan kepada masyarakat agar


mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri secara
mandiri.

Aspek Penting dalam Kesehatan

a)        Lingkungan
b)        Perilaku 
c)        Kesehatan

12
13
1
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas


kesadaran,  sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) Antara lain :

a.    Mandi dua kali sehari dengan sabun mandi.


b.    Menggosok gigi sehabis makan dan waktu akan tidur.
c.    Buang air besar dijamban/WC
d.    Mencuci tangan setelah buang air besar & sebelum makan dengan
sabun
e.    Membuang sampah ditempat sampah
f.     Mengganti pakaian sekali sehari dan pakaian jangan tetrlalu sempit
g.    Pakaian dicuci sampai bersih dengan sabun cuci
h.    Memetong kuku setiap minggu
i.      mencuci rambut minimal dua kali seminggu atau setiap kali rambut
kotor
j.      Tidur dengan waktu yang cukup

Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan


masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu
untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan
sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan
aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi
lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya).

1
B. Saran
Dan diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca maupun
penyusun dapat menyerap pelajaran yang baik dalam makalah ini. Jika ada kesalahan
maupun ketidaksengajaan dalam tulisan mohon dimaafkan.

2
1
DAFTAR PUSTAKA

1. Andriansyah, Yuli. 2013. Penyuluhan Dan Praktik Phbs (Perilaku Hidup


Bersih Sehat) Dalam Mewujudkan Masyarakat Desa Peduli Sehat, seri
pengabdian masyarakat. Universitas Islam Indonesia. Journal Volume 2, Hal
45-50.
Diakses melalui : https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/7847/6859

2. Tim Field Lab FK UNS. 2013. Modul Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Universitas Sebelas Maret
Diakses melalui : https://fk.uns.ac.id/static/filebagian/MODUL_PHBS.pdf

3. Pratiwi, PE. 2015. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Tatanan
Rumah Tangga Masyarakat Using (Studi Kualitatif di Desa Kemiren,
Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi). Universitas Jember
Diakses melalui :
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/73501/112110101018
--Prita%20Eka%20Pratiwi-1-78.pdf?sequence=1

4. Maharani, Amita. Dkk. 2016. Evaluasi Data Pelaksanaan Rumah Tangga


Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sigaluh 2
Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Kedokteran Diponegoro Volume 5, Nomor
4. Universitas Dipenogoro
Diakses melalui :
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/download/14221/13753
,

1
5. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 2011. (Online),
http://www.perdhaki.org/content/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat,diakses
pada  19 November 2015)

6. Pusat Promosi Kesehatan. 2012. Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Online),
http://www.promosikesehatan.com/?act=program&id=12,diakses pada 19
November 2015)

7. PromosiKesehatan.(Online),
http://id.wikipedia.org/wiki/Promosi_kesehatan ,diakses pada 19 November
2015)