Anda di halaman 1dari 2

Wortel "Super" dari Hasil

Rekayasa Genetika
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir

Wortel, makanan pokok tokoh kartun anak-anak Bugs Bunny alias si kelinci,
ternyata bisa menjadi 'super'. Ini terjadi setelah para ilmuwan di Amerika Serikat
(AS) berhasil menghasilkan wortel rekayasa genetik yang mengandung kalsium
tambahan. Orang yang melahap wortel baru ini bakal menyerap 41 persen kalsium
lebih banyak dibanding jika ia menyantap wortel biasa. Dengan menambahkan sayur
tersebut ke menu makanan diharapkan juga mampu membantu menepis gangguan
kesehatan, seperti penyakit rapuh tulang dan osteoporosis.
“Wortel yang sarat dengan kalsium ini masih perlu menjalani banyak pengujian
keamanan. Sayur ini ditumbuhkan dalam lingkungan yang dikendalikan dan dipantau
secara hati-hati,” ujar Profesor Kendal Hirschi, salah satu tim peneliti pada Baylor
College of Medicine, AS, seperti dilansir BBC, Selasa (15/1).
Para ilmuwan itu berharap wortel mereka mampu menawarkan cara lebih
sehat untuk mengonsumsi mineral dalam jumlah yang cukup. ''Tapi, perlu lebih
banyak riset sebelum wortel ini tersedia bagi konsumen,'' kata Hirschi.
Selama ini, bahan makanan dari susu merupakan sumber utama kalsium
makanan, tapi sebagian orang alergi terhadap produk tersebut. Bahkan, beberapa
orang lainnya dianjurkan menghindari konsumsi terlalu banyak akibat kandungan
lemak yang tinggi. Melalui rekayasa genetik, para ilmuwan itu mengubah suatu gen
dalam wortel tersebut sehingga memungkinkan kalsium di dalamnya menyeberangi
secara lebih mudah dalam selaput tanaman tersebut.
Rekayasa genetika merupakan salah satu teknik bioteknologi yang dilakukan
dengan cara pemindahan gen dari satu mahluk hidup ke mahluk hidup lainnya atau
dikenal juga dengan istilah transgenik. Tujuan rekayasa genetika adalah
menghasilkan tanaman atau hewan atau jasad renik yang memiliki sifat-sifat
tertentu sehingga mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi manusia. Adapun
gen merupakan suatu unit biologis yang menentukan sifat-sifat mahluk hidup yang
dapat diturunkan.
Pangan hasil rekayasa genetika merupakan pangan yang diturunkan dari
mahluk hidup hasil rekayasa genetika. Jika dijadikan satu-satunya sumber kalsium,
wortel tentu tidak akan memenuhi kebutuhan kalsium harian sebesar 1.000 mg.
Namun demikian, jika sayur mayur lain juga direkayasa dengan cara serupa, konsumsi
akan meningkat tajam.
Langkah yang dilakukan ilmuwan AS bukanlah kali pertama dalam rekayasa
wortel. Warna oranye yang dikenal luas sebagai warna wortel adalah hasil budidaya
Belanda pada abad ke-17. Kala itu, para petani sayur mayur Belanda yang patriotik
mengubah sejenis sayur yang berwarna ungu menjadi berwarna seperti warna
nasional negeri tersebut. Wortel pun bukan sayur mayur pertama yang mengalami
perombakan demi kesehatan.
Rekayasa genetika juga dilakukan untuk mengembangkan kentang yang
mengandung lebih banyak zat tepung. Sehingga tidak menyerap lebih sedikit minyak
ketika digoreng dan menghasilkan keripik atau batangan kentang yang lebih sehat.
Penelitian juga sedang dilakukan terhadap brokoli. Dengan rekayasa genetik,
diharapkan sayur ini mengandung lebih banyak sulforaphane atau bahan kimia yang
mungkin membantu orang mencegah kanker.
Sementara itu, Profesor Susan Fairweather-Tait dari University of East
Anglia, Inggris menyatakan, bahan pangan hasil rekayasa genetika untuk
meningkatkan kandungan gizi menjadi alternatif yang semakin penting. ''Orang
dianjurkan agar makan lebih sedikit untuk menghindari kenaikan berat badan. Selain
itu banyak makanan kini tidak lagi mengandung segala yang diperlukan tubuh,''
ujarnya.
Susan mengakui, ada penentangan keras terhadap teknik rekayasa genetik.
Namun, penolakan itu secara bertahap bisa diredam. ''Kita mesti menjauh dari
momok 'makanan Frankenstein' dan mulai menghargai manfaat kesehatan yang
mungkin dibawanya,'' jelasnya.

Sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?
pil=11&jd=Wortel+"Super"+dari+Hasil+Rekayasa+Genetik
a&dn=20080118105822

Waktu:
Sabtu,15 Agustus 2009 (pukul 14 : 16 : 26 WIB)