Anda di halaman 1dari 35

OPTIMALISASI APLIKASI HOME UNTUK MONITORING

KWH NETER HASIL TEMUAN P2TL

PT PLN (PERSERO) ULP CIBADAK


PT PLN (PERSERO) UP3 SUKABUMI

LAPORAN AKHIR ON THE JOB (OJT)

DISUSUN OLEH

NAMA : NUR HIDAYAT JULI PRASOJO


NO TEST : 1910/JKT/71/S1-ELE/34755

PROGRAM PRAJABATAN S1/D3 ANGKATAN 71 PLN GROUP


TAHUN 2020
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS AKHIR ON THE JOB TRAINING (OJT)

Nama : NUR HIDAYAT JULI PRASOJO


No.Tes : 1910/JKT/71/S1-ELE/34755
Bidang : NIAGA
Proyeksi Jabatan : ASSISTANT ENGINEER PENGENDALIAN SUSUT DAN PJU

Menyetujui, Cibadak, 03 Agustus 2020


Mentor II Siswa On The Job Training
Manager ULP CIBADAK PT PLN (Persero)

Dhika Arya Nugraha NUR HIDAYAT JULI PRASOJO


NIP :8812359YZ 1910/JKT/71/S1-ELE/34755

Mengetahui,

SRM SDM Mentor I


Manager UP3 Sukabumi

Hendrizal Ichwan Sahroni


NIP : 6694015W NIP : 6691009T

i
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas


rahmat dan nikmat-Nya yang diberikan saya bisa
menyelesaikan masa Prajabatan khususnya kegiatan OJT
dengan berhasil menyusun tugas akhir OJT yang berjudul
“Optimalisasi Aplikasi Home Untuk Monitoring Kwh Meter
Hasil Temuan P2TL”.

Kegiatan OJT merupakan kegiatan pengaplikasian ilmu yang


telah diterima selama pembidangan dan pengenalan
perusahaan selama masa prajabatan di Unit-unit yang ada di
PLN. Diharapkan siswa mampu mengaplikasikan ilmu
tersebut di unit-unit, serta mampu mencarikan solusi atas
permasalahan-permasalahan yang ada di unit. Atas dasar
tersebut maka disusunlah tugas akhir ini sebagai laporan
hasil pembelajaran siswa selama OJT serta usaha yang
dilakukan siswa dalam rangka memecahkan salah satu
permasalahan yang ada di unit.

Selama penyusunan Tugas Akhir ini tentunya banyak pihak


yang telah membantu sehingga Tugas akhir ini selesai
dibuat. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang terlibat memberikan saran dan masukan. Penulis
juga menyadari bahwa Tugas akhir ini masih banyak
kekurangan di dalamnya, maka dari itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi hasil
yang lebih baik terutama yang berkaitan dengan
pemabahasan Tugas Akhir ini. Penulis juga mengharapkan
tugas akhir ini bisa bermanfaat untuk ke depanya untuk
permasalahan-permasalahan terkait yang ada di unit.

ii
Sukabumi, 03 Agustus 2020

P
enyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR
PENGESAHAN........................................................................
...............i
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................iv
DAFTAR TABEL....................................................................................................v
BAB I AKTIVITAS OJT.............................................................................1
BAB II ISU STRATEGIS............................................................................5
BAB III PERMASALAHAN.........................................................................7
BAB IV LANGKAH PERBAIKAN............................................................. 13
BAB V KESIMPULAN............................................................................. 23
BAB VI SARAN........................................................................................ 24

iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Rumusan RCPS dari Banyaknya kWh Meter Rusak......................9
Gambar 3.2 Matriks
Prioritas.............................................................................11
Gambar 4.1 Flow Chart Pekerjaan Penggantian kWh Meter
Ex DG pada Aplikasi
Home...........................................................14
Gambar 4.2 Kegiatan Monitoring penggantian kWh meter
Ex DG via Grup WhatsApp dan Penyuluhan
Penggunaan Aplikasi
Home Untuk Input kWh meter Ex DG........14
Gambar 4.3 Kegiatan Upskilling Petugas Pelayanan
Penyambungan dalam Penggunaan Aplikasi
Home.....................15
Gambar 4.4 Flow Chart Penggantian kWh Meter Ex P2TL
pada Aplikasi
Home.......................................................................16
Gambar 4.5 Grafik kWh Sudah diperbaki Bulan November
2019 Sampai Juni
2020.................................................................17
Gambar 4.6 Grafik Akumulasi Penggantian kWh Meter
Sebelum dan Sesudah
Optimalisasi..............................................18
Gambar 4.7 Grafik Recovery kWh Hasil Penggantian kWh
meter....................19

iv
Gambar 4.8 Grafik Recovery Rupiah Hasil Penggantian kWh
meter................20
Gambar 4.9 Grafik Kenaikan
Pendapatan..........................................................21

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Data Realisasi Susut PT. PLN ULP Cibadak................................7
Tabel 3.2 Data kWh meter Rusak Ex P2TL Periode
November 2029 Sampai dengan Februari
2020...........................8
Tabel 3.2 Idea
Generation..........................................................................
..10

Tabel 4.1 Work Plan Penggantian kWh


meter.............................................13

Tabel 4.2 Monitoring Penggantian kWh Meter Ex DG


Mingguan................15

v
Tabel 4.3 Data Penggantian kWh Meter Anomali
pada Aplikasi
Home Oleh Petugas Pelayanan Penyambungan...........16

Tabel 4.4 Penerapan SOP Penggantian kWh Meter


Ex P2TL Melalui
Aplikasi home....................................................17

Tabel 4.5 Kenaikan Pendapatan dan Rupiah Recovery


Penggantian kWh
Meter...............................................................21

Tabel 4.6 Perbandingan Nilai Susut Perbulan Periode


November 2019 sampai
Juni 2020...............................................22

vi
BAB I
AKTIVITAS OJT

Pelaksanaan On The Job Training (OJT) dilaksanakan di


PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Cibadak.
Adapun proyeksi jabatan adalah Assistant Engineer
Pengendalian Susut dan PJU. Jabatan tersebut dikepalai
oleh Supervisor Transaksi Energi. On The Job Training ini
dilaksanakan dalam jangka waktu enam bulan terhitung
sejak 17 Februari 2020 sampai dengan 07 Agustus 2020.
Aktivitas yang dilaksanakan selama enam bulan tersebut
berfokus pada pelaksanaan tiga Unit Kerja Kriteria Unjuk
Kerja (KUK) yang telah disusun di awal OJT. Adapun
aktivitas yang dimaksud meliputi pelaksanaan pekerjaan
Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
Pelaksanaan pekerjaan pengoperasian APP dan
pelaksanaan pekerjaan pengoperasian JTR. Untuk ketiga
aktivitas tersebut dilaksanakan dengan lima tahapan,
antara lain :

a. Perenacanaan pelaksanaan pengoperasian;


b. Persiapan pelaksanaan pengoperasian;
c. Pelaksanaan pekerjaan pengoperasian;
d. Membandingkan hasil pengoperasian;
e. Membuat laporan pekerjaan;

Dalam pelaksanaan OJT, terdapat beberapa unit dan


elemen kompetensi dengan kompetensi unjuk kerja yang
dilaksanakan oleh Siswa OJT, diantaranya sebagai
berikut :
1. Melaksanakan Pekerjaan Penertiban Pemakaian
Tenaga Listrik (P2TL)

1
a. Memahami rencana kerja pelaksanaan pekerjaan
P2TL disusun sesuai Standing Operation Procedure
(SOP).
b. Membawa kelengkapan persyaratan berkas (Surat
Tugas) serta menunjukkan surat tugas tersebut
kepada pemakai tenaga listrik sesuai dengan SOP
(Standing Operation Procedure).
c. Memahami tentang segala sesuatu yang
berhubungan dengan Dasar ilmu kelistrikan
pemeriksaan instalasi tenaga listrik ,K2, ketentuan
P2TL, PRPTL, Dasar-dasar hukum, ILP, Etika dan
komunikasi dan UU perllindungan konsumen.
d. Menyiapkan Target Operasi (TO), dipelajari dan
dipahami dalam pelaksanaan P2TL.
e. Menyiapkan perlengkapan K2 dan perlengkapan
dalam melaksanakan pekerjaan P2TL, serta
memahami setiap fungsinya.
f. Melaksanakan koordinasi dengan setiap pihak
terkait sebelum melaksanakan pekerjaan P2TL.
g. Memahami ketentuan dan prosedur kerselamatan
kerja saat melaksanakan pekerjaan P2TL.
h. Membawa kelengkapan persyaratan berkas (Surat
Tugas) serta menunjukkan surat tugas tersebut
kepada pemakai tenaga listrik sesuai dengan SOP
(Standing Operation Procedure).
i. Mampu menyampaikan maksud pekerjaan P2TL
dengan baik kepada pelanggan.
j. Meminta pemakai tenaga listrik atau wakil sebagai
saksi.
k. mengamankan lokasi dari kemungkinan hilangnya
barang bukti dan reaksi negatif pemakai tenaga
listrik.
l. Mendokumentasikan Pelaksanaan P2TL Sesuai
dengan Ketentuan Perusahaan.

2
m. Memeriksa APP Pemakai Tenaga Listrik Sesuai
dengan Prosedur.
n. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan P2TL.
o. Memahami tindak lanjut Tindakan P2TL ( Tidak
terbukti,patut diduga,Cukup bukti) terhadap
pemakaian tenaga listrik dilaksanakan sesuai
Prosedur.
p. Melaksanakan pengambilan barang bukti P2TL
diserahkan kepada petugas.
q. Menyerahkan dokumen Pemeriksaan dan barang
bukti bila ada kepada petugas administrasi.
r. Informasi temuan kondisi lapangan diberikan
kepada petugas administrasi P2TL sesuai prosedur.
s. Keterangan terkait proses pelaksanaan P2TL
diberikan kepada pihak terkait jika terjadi proses
hukum.
t. Mempelajari Laporan hasil pemeriksaan P2TL per
harinya.

2. Melaksanakan pengoperasian Alat Pengukur dan


Pembatas (APP).
a. Mengetahui dokumen yang menjadi dasar sebagai
perintah kerja.
b. Memahami diagram pengawatan APP.
c. Memahami pengetahuan yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan pengoperasian APP.
d. Mampu merencanakan pekerjaan P2TL yang sesuai
dengan SOP atau dalam hal ini IK (Intruksi Kerja).
e. Memahami alat kerja, alat keselamatan
ketenagalistrikan (K2) dan alat bantu disiapkan
sesuai keperluan dan SOP yang ditetapkan
perusahaan.
f. Formulir terkait pekerjaan disiapkan.

3
g. Pejabat/atasan terkait pekerjaan dihubungi untuk
memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan
sesuai prosedur secara efektif sesuai SOP.
h. Mitra kerja terkait pekerjaan dihubungi.
i. Lokasi tempat kerja sesuai penugasan sudah
dipastikan benar.
j. Pembagian tugas dengan rekan kerja dilaksanakan.
k. Alat kerja, material kerja dan APD dikenakan.
l. Pengoperasian alat pengukur dan pembatas (APP)
dilakukan sesuai SOP.
m. Hasil kerja diperiksa kesesuaianya dengan perintah
kerja.
n. Hasil kerja dibandingkan dengan standar yang
berlaku.
o. Laporan pekerjaan dibuat sesuai dengan format dan
prosedur yang ditetapkan perusahaan.
p. Berita Acara pekerjaan dibuat sesuai prosedur yang
ditetapkan perusahaan.

3. Melaksanakan Pengoperasian Jaringan Tegangan


Rendah (JTR).
a. Memahami perintah kerja pengoperasian jaringan
tegangan rendah untuk memastikan bahwa instruksi
dapat dilaksanakan sesuai standar perusahaan.
b. Memahami Single line diagram jaringan tegangan
rendah sesuai standar ditentukan oleh perusahaan.
c. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
pengoperasian dipelajari.
d. Memahami Standing Operation Procedure (SOP)
pelaksanaan pekerjaan disiapkan.
e. Memahami setiap fungsi alat kerja, alat
keselamatan ketenagalistrikan (K2) dan alat bantu
disiapkan sesuai keperluan dan SOP yang
ditetapkan perusahaan.

4
f. Mempelajari dan memahami isi formulir terkait
terkait pekerjaan disiapkan.
g. Pejabat/atasan terkait pekerjaan dihubungi untuk
memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan
sesuai prosedur secara efektif sesuai SOP.
h. Mitra kerja terkait pekerjaan dihubungi.
i. Lokasi tempat kerja sesuai penugasan sudah
dipastikan benar.
j. Pembagian tugas dengan rekan kerja dilaksanakan.
k. Alat kerja, material kerja dan APD dikenakan.
l. Jaringan tegangan rendah dioperasikan sesuai
SOP.
m. Hasil kerja diperiksa kesesuaianya dengan perintah
kerja.
n. Hasil kerja dibandingkan dengan standar yang
berlaku.
o. Laporan pekerjaan dibuat sesuai dengan format dan
prosedur yang ditetapkan perusahaan.
p. Berita Acara pekerjaan dibuat sesuai prosedur yang
ditetapkan perusahaan.

Selain melaksanakan aktivitas yang mengacu pada


Elemen Kompetensi utama pada KUK, siswa juga
mengikuti kegiatan lain seperti melakukan penerbitan PK
untuk penggantian kWh meter rusak, ikut dalam
membantu memonitoring vendor pelaksana pekerjaan
P2TL mulai dari pembuatan TO sampai pembuatan
laporan, mengikuti kegiatan penagihan susulan untuk
tagiahan P2TL yang sudah jatuh tempo, melakukan
kegiatan gempur tunggakan, serta membantu dalam
proses billing.

5
BAB II
ISU STRATEGIS

PT. PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara


(BUMN) diberikan mandat oleh pemerintah untuk
menyediakan energi listrik bagi segala lapisan
masyarakat dari segala macam golongan dan untuk
berbagai macam kepentingan misalnya untuk
penerangan, pemanfaatan untuk keperluan teknologi IT
serta hiburan, industri, pemerintahan, pembangunan dan
lain sebagainya. Sebagai perusahaan milik negara
tentunya PLN dituntut untuk dapat melistriki seluruh
daerah di Indonesia demi tercapainya rasio elektrifikasi
100% yang menjadi tantangan ke depanya bagi
pemerintah dan PLN sendiri. Sebagai perusahaan milik
negara tentunya PLN segala sesuatunya diatur oleh
peraturan negara sehingga PLN senantiasa memenuhi
apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan negara.

Program 35000 MW yang digalangkan pemerintah


bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi sehingga
seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati pasokan
listrik. Untuk merealisasikan program tersebut unit-unit
pembangkit baik milik PLN maupun swasta banyak
dibangun, sehingga pada saat ini suplai listrik dari sektor

6
pembangkitan sudah banyak. Tantangan baru muncul di
sektor Distribusi. Energi listrik yang telah dibangkitkan
idealnya dapat seluruhnya terjual kepada pelanggan.
Namun kenyataan saat ini penjualan listrik di sisi PLN
distribusi belum optimal. Sehingga ada sebagian energi
listrik yang tersalurkan tidak terjual ataupun tidak tertagih.
Energi listrik yang demikian disebut susut. Tantangan
penigkatan penjualan di sisi distribusi dapat dilakukan
dengan penambahan pelanggan baru dan pengelolaan
pelanggan eksisting. Pada kesempatan kali ini penulis
akan membahas bagaimana penigkatan penjualan dilihat
dari sisi pengelolaan pelanggan eksisting. Untuk
pengelolaan pelanggan eksisting itu sendiri, dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu pengamanan
pendapatan dan menjaga keandalan pasokan. Untuk
menjaga keandalan pasokan dilakukan oleh bagian teknik
pada sistem jaringan listrik PLN untuk tetap menjaga
pasokan listrik dapat disalurkan secara kontinyu sehingga
menekan nilai susut yang diakibatkan oleh kWh yang
tidak tersalur akibat kegagalan penyaluran energi listrik
oleh sistem jaringan serta mengurangi rugi-rugi sepanjang
jaringan. Sementara itu, dalam pembahasan kali ini lebih
ditekankan pada pengelolaan pelanggan eksisting dengan
cara pengamananan pendapatan.
Salah satu metode dalam pengamanan pendapatan ini
adalah dengan melakukan penggantian kWh meter
anomali. KWh meter anomali merupakan kWh meter yang
mengalami kelainan sehingga kemampuan kWh untuk
membaca pemakain kWh pelanggan tidak berfungsi. kWh
meter anomali berasal dari laporan P2TL maupun laporan
dari Dinas Gangguan. kWh meter anomali dapat
menyebabkan cash flow pendapatan PLN menjadi
terhambat sehingga menimbulkan adanya kWh yang tidak
tertagih. kWh yang tidak tertagih ini dikatergorikan
sebagai susut non teknis. Pada kesempatan kali ini

7
penulis akan membahas tentang bagaimana
mengoptimalisasikan penggantian kWh meter anomali (Ex
DG dan Ex P2TL) dengan menggunakan aplikasi home.
Sehingga penggantian kWh meter anomali dapat lebih
termonitor dan diharapkan dapat mempercepat aliran
cash flow yang terhambat

BAB III
PERMASALAHAN

Permasalahan susut merupakan salah satu permasalah


utama di setiap Unit Layanan Pelanggan (ULP). Untuk
mengetahui jumlah susut yang terdapat pada suatu ULP,

8
biasanya dilakukan pengurangan antara jumlah energi
listrik yang disalurkan dari GI pada setiap penyulang yang
ada di ULP tersebut dengan energi listrik yang terjual di
ULP tersebut. Selisih dari nilai tersebut menghasilkan
susut yang terjadi. Susut sendiri dapat terjadi karena rugi-
rugi pada sepanjang jaringan tenaga listrik yang
disebabkan adanya ketidaksesuaian material pada
jaringan listrik dengan kapasitas penyaluran yang
seharusnya, meterial yang sudah tua dan lain-lain yang
dapat menyebabkan rugi-rugi teknis jaringan sehingga
energi listrik sebagian tidak tersalurkan. Rugi-rugi yang
disebakan oleh material teknis ini disebut dengan rugi-rugi
teknis. Susut juga bisa disebabkan karena adanya
pemakaian tenaga listrik yang tidak tertagih oleh PLN.
Susut yang seperti ini disebut susut non teknis.
Berikut ini dipaparkan susut, yang ada pada PLN ULP
Cibadak selama kurun waktu November 2019 sampai
dengan Desember 2019. Baik sust total maupun susut
non teknis.

Tabel 3.1 Data Realisasi Susut PT. PLN ULP Cibadak


Susut Non Susut Non
Susut Total
Teknis Teknis
Bulan Susut Total (kWh) (%) (kWh) (%)

526.703 2,33
November 20.061.947,04 8,37
Desember 22.293.188,33 8,51 849.840 3,80
Januari 2.084.957,754 9,23 271.721 1,2
Februari 1.727.552,184 8,19 33.847 1,04

Berdasarkan data tersebut diperoleh ternyata nilai susut


non teknis di ULP Cibadak cukup tingggi. Susut non
teknis disebabkan oleh kWh meter anomali. Maka dari itu
penggantian kWh meter anomali harus dioptimalkan lagi
untuk menurunkan nilai susut non teknis tersebut.

Tabel 3.2 Data kWh meter Rusak Ex P2TL Periode November


2020 Sampai dengan Februari 2020

9
Bulan kWh Anomali Ex P2TL
November 103
Desember 226
Januari 246
Februari 250

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa angka kWh meter


rusak Ex P2TL periode bulan November 2019 sampai
dengan Februari 2020 terus meningkat. Hal ini menunjukan
banyaknya kWh meter rusak di ULP Cibadak yang
menyebabkan susut non teknis semakin tinggi, maka dari itu
penggantian kWh meter rusak atau anomali harus dicarikan
solusinya. Maka dari itu permasalahan banyaknya kWh
meter rusak dibuatkanlah RCPS (Root Cause Problem
Solving) untuk menguraikan penyebab-penyebab
permasalahan banyaknya kWh meter rusak dan dicarikan
solusi dengan impact yang paling tinggi dan effort semudah
mungkin.

10
Gambar 3.1 Rumusan RCPS dari Banyaknya kWh Meter Rusak.

Berdasarkan rumusan RCPS sesuai gambar di atas dapat


ditentukan bahwa ada 10 permasalahan yang menyebabkan
banyaknya kWh Meter Rusak. Diantaranya adalah sebagai
berikut :

1. Petugas Pelayanan Teknik belum disiplin secara


administrasi dengan baik sehingga monitoring kWh
meter rusak kurang maksimal.

11
2. Petugas P2TL belum disiplin secara administrasi
dengan baik sehingga monitoring kWh meter Ex
P2TL kurang maksimal.
3. Data kWh meter Ex P2TL tidak sampai kepada
proses ganti meter karena kurang adanya sarana
monitor kWh Ex P2TL tersebut sehingga
meningkatkan Tagihan Susulan yang macet.
4. Penggantian kWh meter Ex P2TL belum dilakukan
berdasarkan skala prioritas sehingga masih banyak
kWh Ex P2TL yang lama belum terganti.
5. Material penggantian kWh meter belum
termanajemen dengan baik sehingga penggantian
kWh meter tidak maksimal.
6. Petugas pelayanan penyambungan sering tidak
menemukan alamat pelanggan yang akan dilakukan
penggantian kWh meter ssehingga penggantian kWh
meter terhambat.
7. Belum dilakukan analisis umur dan kualitas dari
setiap merk kWh meter.
8. Faktor lingkungan atau cuaca buruk menyebabkan
gangguan yang menyebabkan kWh meter rusak.

Berdasarkan hasil analisa RCPS di atas, didapatkan solusi-


solusi yang bisa diangkat sebagai inisiatif perbaikan
permasalahan tersebut sebagai berikut.

Tabel 3.3 Idea Generation

Permasalahan
Inisiatif
Lingkup Detail Permasalahan
Petugas Pelayanan Teknik belum Melakukan pembinaan
disiplin secara administrasi dengan administrasi petugas
Banyak
baik sehingga monitoring kWh
kWh Meter Optimalisasi penggantian kWh
meter rusak kurang maksimal.
Rusak meter dengan aplikasi home

Petugas P2TL belum disiplin Penyuluhan kepada petugas

12
secara administrasi dengan baik
P2TL
sehingga monitoring kWh meter Ex
P2TL kurang maksimal.
Data kWh meter Ex P2TL tidak
sampai kepada proses ganti meter Optimalisasi penggunaan
karena kurang adanya sarana aplikasi home untuk
monitor kWh Ex P2TL tersebut penggantian kWh meter Ex
sehingga meningkatkan Tagihan P2TL
Susulan yang macet.

Penggantian kWh meter Ex P2TL


belum dilakukan berdasarkan skala Membuat skala prioritas
prioritas sehingga masih banyak penggantian kWh meter Ex
kWh Ex P2TL yang lama belum P2TL
terganti.

Material penggantian kWh meter Membuat surat pengadaan


belum termanajemen dengan baik material
sehingga penggantian kWh meter
Melakukan manajemen material
tidak maksimal.
Petugas pelayanan penyambungan
sering tidak menemukan alamat Upskilling petugas pelayanan
pelanggan yang akan dilakukan penyambungan dalam
penggantian kWh meter ssehingga penggunaan aplikasi home.
penggantian kWh meter terhambat.
Belum dilakukan analisis umur dan
Melakukan analisis umur dan
kualitas dari setiap merk kWh
kualitas setiap merk kWh meter
meter.
Faktor lingkungan atau cuaca
buruk menyebabkan gangguan Membuat instalasi penangkal
yang menyebabkan kWh meter petir pada JTR dan SR
rusak.
tinggi

Tinggi

10 8
Dari beberapa solusi yang telah dirumuskan
2 4
seperti pada
Tabel 3.4, ada 10 inisiatif yang bisa dilakukan untuk
Sedang
Dampak

Sedang

9 5
menyelesaikan permasalahan. Inisiatif
3
tersebut dapat
1 7
rendah
Rendah

6 Go
13
Sulit Sedan Mudah

Tingkat Kesulitan
diterapkan dengan menyusun skala prioritas dalam
bentuk Matriks Prioritas. Berikut matriks prioritas untuk
penyelesaian masalah tersebut :

Not Go

No Inisiatif
Melakukan pembinaan administrasi
1 petugas pelayanan penyambungan
optimalisasi penggantian kWh meter Ex
2 DG dengan menggunakan aplikasi home

3 Penyuluhan kepada petugas P2TL


Optimalisasi penggantian kWh meter Ex
4 P2TL dengan menggunakan aplikasi home
Membuat skala prioritas penggantian kWh
5 meter Ex P2TL

6 Membuat surat pengajuan Material

7 Melakukan manajemen material


Upskilling Petugas pelayanan
8 penyambungan dalam penggunaan
Melakukan analisa umur dan kualitas tiap
9 merk kWh meter
Menangkal Instalasi penangkal petir pada
10 JTR

Gambar 3.2 Matriks Polaritas

Berdasarkan data matriks prioritas tersebut untuk


menyelesaikan permasalahan banyaknya kWh meter
rusak sehingga menurunkan susut yang tinggi, dengan
memperhitungkan tingkat implementasi (tingkat
kemudahan atau kesulitan) kemudian dampak serta yang
paling relevan dengan bidang yang saat ini siswa tempati
dan memiliki keterkaitan dengan KUK yang dikerjakan
maka inisatif nomor 2, 4 dan 8 yang diambil untuk
menyelesaikan permasalahan banyaknya kWh meter
yang rusak ini. Selanjtunya pada langkah perbaikan akan
dibuat perencanaan work plan yang dibuat dari solusi-
solusi yang sudah dipilih tadi.

14
BAB IV
LANGKAH PERRBAIKAN

Penggantian kWh meter anomali dalam rangka untuk


mengurangi jumlah kWh rusak dan menurunkan susut disini
adalah penggantian kWh meter Ex DG dan kWh meter Ex
P2TL. Untuk meningkatkan hasil maka dilakukan
optimalisasi penggunaan aplikasi home untuk penggantian
kWh meter anomali Ex DG maupun Ex P2TL ini. Untuk kWh
meter Ex DG memang sudah menggunakan aplikasi home
dalam penginputan data dan eksekusi nya tinggal
menigkatkan penggunaan aplikasi ini sehingga
mempermudah dalam monitoring secara realtime. Kemudian
untuk kWh meter Ex P2TL, perekapan data kWh anomali
sebelumnya dilakukan secara manual sementara pada
pembahasan kali ini penginputan data kWh meter Ex P2TL
juga diinputkan pada aplikasi home sehingga mempermudah
dalam monitoring penggantian. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya optimalisasi penggantian kWh meter dengan
memanfaatkan aplikasi home ini dilakukan berdasarkan
solusi-solusi yang telah dipilih pada matriks prioritas. Solusi-

15
solusi tersebut kemudian disusun dalam sebuah work plan
sebagai berikut.

Tabel 4.1 Work Plan Penggantian kWh meter

Feburari Maret Apriil Mei Juni


Work Plan PIC
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

Monitoring kWh Meter Ex DG dengan


Siswa OJT
Aplikasi Home
Upskillling Petugas Pelayanan
Penyambungan dalam penggunaan SPV TE
Aplikasi Home
Monitoring kWh meter Ex P2TL pada
Siswa OJT
Aplikasi Home

Monitoring & Evaluasi SPV TE

Setelah Work plan dibuat maka langkah selanjutnya adalah


realisasi dari work plan tersebut. Penjelasan dari masing-
masing work plan adalah sebagai berikut :

1.1 Monitoring kWh Meter Ex DG dengan Aplikasi Home


Berikut ini merupakan diagram alir dari penggantian kWh
meter Ex DG menggunakan aplikasi Home

16
Gambar 4.1 Flow Chart Pekerjaan Penggantian kWh Meter Ex DG
pada Aplikasi Home

Memonitoring penggantian kWh meter dengan aplikasi home


adalah dengan memantau proses penggantian
menggunakan aplikasi home dan pastikan seluruh alur
pekerjaan berjalan dengan optimal. Berikut ini ditampilkan
kegiatan monitoring penggantian kWh meter DG pada
aplikasi Home.

Gambar 4.2 Kegiatan Monitoring penggantian kWh meter Ex DG


via Grup WhatsApp dan Penyuluhan Penggunaan Aplikasi Home
Untuk Input kWh meter Ex DG
Berikut ini ditampilkan data monitoring kWh meter Ex DG
pada aplikasi home.

Tabel 4.2 Monitoring Penggantian kWh Meter Ex DG Mingguan

Minggu
I II III IV
Bulan
kWh meter kWh meter kWh meter kWh meter
kWh meter ganti kWh meter ganti kWh meter ganti kWh meter ganti
Input Input Input Input
Maret 88 23 118 66 110 87 48 44
April 115 84 96 89 109 97 66 63
Mei 84 42 76 45 72 47 63 41
Juni 23 5 25 4 34 6 32 5

17
Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa penggunaan
aplikasi home dapat mengoptimalkan penggantian kWh dan
monitoring kWh meternya. Hal tersebut ditandai dengan
selisih antasa kWh meter ganti dengan kWh meter yang
diinputkan berbeda sedikit. Namun pada bulan Mei dan Juni
selisih kWh meter input dengan kWh meter ganti cukup
besar, hal itu dikarenakan pada bulan tersebut kontrak
pelayanan penyambungan belum diteruskan dan
kekurangan material.

1.2 Upskilling Petugas Pelayanan Penyambungan dalam


Penggunaan Aplikasi Home

Kegiatan Upskilling petugas pelayanan penyambungan


merupakan kegiatan penyuluhan penggunaan aplikasi home
untuk petugas penyambungan. Kegiatan ini berisi penjelasan
bagaimana menggunakan aplikasi home untuk
menginputkan data kWh meter yang sudah diganti oleh
petugas pelayanan penyambungan. Perlu ditekankan bahwa
syarat PK kembali diterima adalah saat petugas pelayanan
penyambungan mengeksekusi penggantian kWh meter pada
aplikasi home. Berikut ini merupakan kegiatan Upskilling
petugas pelayanan penyambungan.

Gambar 4.3 Kegiatan Upskilling Petugas Pelayanan


Penyambungan dalam Penggunaan Aplikasi Home

18
Berikut ini ditampilkan data Eksekusi Penggantian kWh
meter pada aplikasi home oleh petugas pelayanan
penyambungan.

Tabel 4.3 Data Penggantian kWh Meter Anomali pada Aplikasi


Home Oleh Petugas Pelayanan Penyambungan

kWh meter
Bulan KWh Meter Ganti
Input

Maret 482 477


April 548 542
Mei 302 280
Juni 180 160

1.3 Menyusun SOP Penginputan kWh Meter Ex P2TL


Pada Aplikasi Home

Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah dalam


memonitoring kWh meter anomali Ex P2TL sehingga
recovery atau pengamanan pendapatan menjadi lebih baik.
Secara garis besar diagram alir untuk penggantian kWh
meter Ex P2TL melalui aplikasi home adalah sebagai
berikut.

Gambar 4.4 Flow Chart Penggantian kWh Meter Ex P2TL pada


Aplikasi Home

19
Berikut ini adalah data penerapan penggantian kWh meter
melalui aplikasi Home

Tabel 4.4 Penerapan SOP Penggantian kWh Meter Ex P2TL


Melalui Aplikasi home

Minggu
I II III IV
Bulan
kWh meter kWh meter kWh meter kWh meter
kWh meter ganti kWh meter ganti kWh meter ganti kWh meter ganti
Input Input Input Input
Maret 82 64 63 59 75 69 66 65
April 68 52 62 54 67 58 48 45
Mei 49 27 23 22 35 24 32 32
Juni 41 32 31 30 38 37 44 41

Berdasarkan data tersebut diperlihatkan bahwa penggunaan


aplikasi home dapat meningkatkan monitoring dalam
penggantian kWh meter rusak Ex P2TL hal ini ditandai
dengan selisih antara kWh meter yang di inputkan dengan
kWh yang meter yang diganti selisihnya tidak terlalu besar.

1.4 Monitoring dan Evaluasi


Setelah kegiatan optimalisasi penggantian kWh meter Ex
DG dan Ex P2TL yang menggunakan aplikasi home. Berikut
ini ditampilkan data penggantian kWh meter Per Bulan, kWh
yang sudah tertagih beserta Rupiahnya beserta peningkatan
pendapatan hasil dari penggantian kWh meter.

20
Gambar 4.5 Grafik kWh Sudah diperbaki Bulan November 2019
Sampai Juni 2020

Berikut ini ditampilkan data akumulasi penggantian kWh


meter selama bulan Maret sampai Juni 2020 dibandingkan
dengan 4 bulan sebelumnya.

Gambar 4.6 Grafik Akumulasi Penggantian kWh Meter Sebelum


dan Sesudah Optimalisasi

Berdasarkan grafik pada gambar 4.6 tersebut terlihat bahwa


selama masa optimalisasi penggantian kWh meter secara
akumulatif mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan pada
saat optimalisasi tersebut, monitoring terhadap kWh rusak
dari laporan Ex DG dan Laporan realisasi P2TL lebih baik
sehingga dalam sisi perekapan data penggantian kWh meter
rusak lebih baik dan lebih terpantau daripada sebelum
optimalisasi. Namun, apabila dilihat pada grafik gambar 4.5
selama masa optimalisasi terutama pada bulan Mei dan
bulan Juni terjadi penurunan penggantian kWh meter

21
dibandingkan penggantian pada bulan Maret dan bulan April.
Hal itu dikarenakan pada bulan Mei dan bulan Juni
penggantian kWh terkendala dengan petugas Pelayanan
Penyambungan yang terbatas dan meterial yang kurang.
Pada bulan tersebut petugas pelayanan penyambungan
kontrak kerja terhadap PLN belum dteruskan dan masih
menunggu keputusan dari pusat ditambah kondisi material
terutama kWh meter mekanik yang langka pada bulan
tersebut mengakibatkan penggantian kWh meter menurun
secara drastis pada bulan Mei dan Juni. Terutama pada
bulan Juni dimana penggantian kWh meter pada bulan
tersebut terendah dalam 8 bulan kebelakang. Meskipun
demikian penggantian kWh meter masih tetap dilaksanakan
dengan mengandalkan petugas P2TL maupun petugas
pelayanan teknik yang berkenan untuk memasang kWh
meter ex DG dan ex P2TL dan ditambah dengan bantuan
dari pegawai yang ikut membantu penggantian kWh meter.
Sehingga secara akumulatif penggantian kWh masih tetap
lebih banyak jika dibandingkan dengan sebelum
optimalisasi.
Berikut ini ditampilkan data recovery kWh dari kWh yang
telah tertagih beserta besar rupiah tagihan susulanya.

Gambar 4.7 Grafik Recovery kWh Hasil Penggantian kWh meter

22
Berdasarkan gambar 4.7 penagihan kWh untuk recovery
kWh tertinggi ada di bulan April yaitu sebesar 102.378 kWh
sementara yang terendah pada bulan Mei yaitu sebesar
56595 kWh. Pada bulan Mei dan Juni memang terjadi
penurunan yang disebabkan penggantian kWh pada bulan
tersebut juga mengalami penurunan akibat kendala
kekurangan SDM dan material yang telah disampaikan
sebelumnya. Selama 4 bulan tersebut ULP berhasil
menagihkan kWh yang belum tertagih dari hasil penggantian
kWh meter sebesar 326828 kWh. Tentunya belum semua
kWh meter yang telah terganti berhasil ditagihkan. Maka dari
itu pengoptimalisasian penggantian kWh harus bersinergi
dengan penagihan TS tersebut melalui penagihan dari
petugas P2TL. Maka dari itu penggantian kWh meter ini
harus dikawal dengan baik sampai tuntas dalam artian
seluruh kWh yang belum tertagih dapat tertagih dengan
bekerja sama dengan petugas P2TL. Selanjutnya
ditampilkan besarnya rupiah yang telah tertagih dari hasil
penggantian kWh meter Ex DG dan EX P2TL.

Gambar 4.8 Grafik Recovery Rupiah Hasil Penggantian kWh


meter

23
Berdasarkan Grafik pada gambar 4.8 tersebut rupiah
Tagihan Susulan yang berhasil tertagih terbesar dilakukan
pada bulan April yaitu sebesar Rp. 102.763.727 sementara
terendah pada bulan Mei yaitu sebesar Rp 46.929.801. Total
rupiah yang berhasil tertagih adalah sebesar
Rp.321.565.155 Tren grafik Rupiah dan kWh tertagih
memang identik karena rupiah TS tentu saja mengikuti atau
berbanding lurus dengan kWh yang berhasil tertagih.

Setelah kWh meter ex DG dan ex P2TL terganti dan sudah


ditagihkan kWh dan rupiah selama disementarakan, maka
pada kondisi ini penggantian kWh meter telah me-recovery
kWh dari pelanggan yang mengalami kerusakan atau
kelainan pada kWhnya. PLN juga sudah mengamankan
pemakaian kWh tersebut dari adanya pemakaian kWh yang
tidak tertagih untuk kedepanya. Tentunya itu semua akan
menurunkan susut dari PLN.

Selanjutnya akan dilihat pengaruh penggantian kWh ini


terhadap kenaikan penjualan atau kenaikan pendapatan.
Maka dari itu dilakukan pembandinagan nilai penjualan
rupiah pelanggan yang diganti kWh nya sebelum dan
sesudah penggantian kWh meter apakah ada kenaikan atau
tidak, seperti yang ditunjukan pada grafik di bawah ini

24
Gambar 4.9 Grafik Kenaikan Pendapatan

Berdasarkan grafik tersebut ternyata dari pelanggan hasil


penggantian kWh meter terdapat kenaikan penjualan dimana
kenaikan penjualan terbesar pada bulan April yaitu sebesar
Rp. 16.102.518 sementara terendah pada bulan Maret yaitu
sebesar Rp. 1.740.614. Total kenaikan pada 4 bulan
tersebut adalah sebesar Rp23.444.981
Apabila kenaikan pendapatan ini dijumlahkan dengan rupiah
TS yang telah tertagih maka datanya dapat ditampilkan
sesuai dengan Tabel di bawah ini.

Tabel 4.5 Kenaikan Pendapatan dan Rupiah Recovery


Penggantian kWh Meter
Kenaikan
Bulan Rupiah Recovery (Rp) total per bulan
Pendapatan (Rp)
Maret Rp 3.481.227 Rp 92.135.243 Rp 95.616.470
April Rp 40.256.294 Rp 102.763.727 Rp 143.020.021
Mei Rp 6.223.700 Rp 46.929.801 Rp 53.153.501
Juni Rp 2.490.000 Rp 79.736.384 Rp 82.226.384
total Rp 52.451.221 Rp 321.565.155 Rp 374.016.376

Berdasarkan data diatas maka dapat dikatakan bahwa


penggantian kWh Ex DG dan Ex P2TL dapat meningkatkan
penjualan juga. Selanjutnya ditampilkan data susut bulanan

25
ULP Cibadak dari bulan November 2019 sampai dengan
bulan Juni 2020.

Tabel 4.6 Perbandingan Nilai Susut Perbulan Periode


November 2019 sampai Juni 2020

Berdasarkan Tabel 4.2 Nilai susut non teknis ULP Cibadak


mulai dari bulan November 2019 sampai dengan Juni 2020
mengalami penurunan. Dari nilai 2,33 ke nilai -5,54 hal ini
tentu saja ada kontribusi dari penggantian kWh meter Ex DG
maupun Ex P2TL. Nilai minus susut pada bulan April sampai
dengan Juni terjadi karena PLN menerima subsidi untuk
covid-19 dari pemerintah yang meningkatkan penjualan PLN
Cibadak. Kedepanya optimalisasi penggantian kWh rusak ex
DG maupun ex P2TL harus terus dilakukan, dikawal dan
dimonitoring dengan baik, tentunya aspek-aspek lain seperti
ketersedian material dan sumber daya manusia yang saat ini
masih menjadi kendala besar harus menjadi perhatian agar

26
penggantian kWh meter ex DG dan ex P2TL dapat
dijalankan dengan optimal mengingat masih banyak kWh
meter rusak yang belum terganti dan pasti setiap saat akan
terjadi penambahan saldo kWh meter rusak karena faktor
usia kWh meter maupun faktor alam. Sehingga penggantian
kWh meter dalam rangka me-recovery dan mengamankan
kWh serta meningkatkan pendatan dapat dilakukan dengan
optimal. Hal tersebut bertujuan untuk mengendalikan nilai
susut di ULP Cibadak agar tetap baik.

BAB V
KESIMPULAN

Dari Pembahasan permasalahan dan langkah perbaikan di


atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil penggantian kWh meter pada masa


optimalisasi aplikasi home untuk kWh meter Ex P2TL
periode Maret 2020 sampai dengan Juni 2020
diperoleh sebanyak 1.515 kWh meter dimana pada 4
bulan sebelumnya periode November 2019 sampai
dengan Februari 2020 hanya 1.264 kWh meter, ini
berarti diperoleh kenaikan sebanyak 251 kWh meter.

2. Selama masa optimalisasi penggantian kWh meter


periode Maret 2020 sampai dengan Juni 2020 ini
diperoleh kWh yang sudah tertagih sebesar 326.828
kWh dan Rupiahnya sebesar Rp.321.565.155

3. Selama masa optimalisasi penggantian kWh meter


periode Maret 2020 sampai dengan Juni 2020,
didapatkan total kenaikan pendapatan sebesar Rp
374.016.376

27
BAB VI
SARAN

Dari langkah perbaikan yang telah dikerjakan serta kendala


yang dialami selama mengerjakanya dapat diberikan saran
sebagai berikut :

1. Masalah material yang kurang dan tidak adanya


petugas pelayanan penyambungan harus menjadi
perhatian serius dan dicarikan solusinya.

2. Pemanfaatan aplikasi home harus dijalankan lebih


maksimal lagi untuk memonitoring kWh meter DG yang
rusak secara lebih akurat dan bersifat realtime.

28