Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

IPA DI SD PDGK4107

INTAN PUSPITASARI
856965912

UPBJJ UT BANDAR LAMPUNG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2020
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama Mahasiswa : Intan Puspitasari
NIM : 856965912
Program Studi : PGSD
Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Kegiatan Praktikum IPA ini merupakan hasil
karya saya sendiri dan saya tidak melakukan plagiarism atau pengutipan dengan cara-
cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini
saya siap menerima tindakan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian
hari ditemukan pelanggaran akademik dalam karya saya ini atau ada kalim atas karya
saya ini.

Bandar Lampung, 20 September 2020


Yang membuat pernyataan

Intan Puspitasari
Data Mahasiswa

Nama : Intan Puspitasari


NIM/ID Lainnya : 856965912
Program Studi : PGSD
Nama Sekolah : SDN 2 Sawah Lama

Data Tutor/Instruktur

Nama(Gelar) :
Nip/Id Lainnya :
Instansi Asal :
Nomor Hp :
Alamat Email :
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM
IPA DI SD PDGK4107 MODUL 1
MAKHLUK HIDUP

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

1. Ciri-Ciri Makhluk Hidup

a. Tujuan
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal.

b. Alat dan Bahan


a. Alat-alat tulis,
b. Tabel pengamatan,
c. Alam sekitar.

c. Landasan Teori
Makhluk hidup memiliki ciri yang berbeda dengan benda mati. Makhluk hidup
memerlukan nutrisi, beradaptasi terhadap lingkungannya, tumbuh, berkembang,
melakukan aktivitas metabolisme, peka terhadap rangsang, dan memiliki sifat-sifat
biologi lainnya. Sedangkan, benda mati tidak memiliki sifat-sifat biologi (Hadi
Suwono, 2010: 112).
Aktivitas yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup prosesnya tidak dapat diamati
secara langsung, tetapi berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Makhluk hidup
memiliki beberapa ciri, yaitu bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap
rangsangan, dan dapat berkembang biak (Chris Oxlade, 2007: 87).
a. Bergerak
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak, baik dengan sebagian tubuh
maupun seluruh tubuh. Bergerak adalah perubahan posisi seluruh atau sebagian
tubuh yang disebabkan adanya tanggapan terhadap rangsangan. Gerak pada
manusia dan hewan mudah diamati dan dapat menyebabkan berpindah tempat
sehingga disebut dengan gerak aktif (Siti Salmah, 2011: 8).
b. Bernapas
Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan
dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga
oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan
aktivitas lainnya (Siti Salmah, 2011: 8).
c. Memerlukan makanan
Makhluk hidup memerlukan nutrisi sebagai sumber energi, pembangun tubuh,
tumbuh, berkembang, dan berkembangbiak. Tumbuhan memerlukan tanah
sebagai sumber hara untuk membangun tubuh, memerlukan sinar matahari untuk
berfotosintesis. Hewan memerlukan makanan yang berasal dari hewan lain dan
tumbuhan sebagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan berkembangbiak (Hadi
Suwono, 2010: 112).
d. Bereaksi terhadap rangsangan
Iritabilitas Makhluk hidup memiliki kemampuan menanggapi rangsang yang
disebut sebagai iritabilitas. Karena adanya rangsangan, mahkhluk hidup harus
“bereaksi”. Adakalanya reaksinya itu berupa gerakan. Gerak berarti perpindahan
sebagian atau seluruh bagian tubuh makhluk hidup. Jadi sebenarnya gerak
merupakan suatu perwujudan dari kepekaan makhluk hidup terhadap rangsang
dari luar (Hadi Suwono, 2010: 115).
e. Bertumbuh
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran, volume dan jumlah sel yang
disebabkan oleh adanya penambahan substansi sel yang tidak dapat balik (bersifat
irreversible), dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan satuan (Siti Salmah,
2011: 9).
f. Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan menuju ke arah yang lebih dewasa (menuju ke
tingkat yang lebih matang). Manusia dan hewan tumbuh sampai usia tertentu dan
sesudah itu pertumbuhannya akan berhenti, sedangkan pada tumbuhan umumnya
tidak terbatas, artinya tumbuhan akan selalu tumbuh selama hidupnya.
Pertumbuhan dapat diamati dengan kegiatan pengukuran yang akan dipelajari
lebih lanjut dalam fisika (Siti Salmah, 2011: 9).

d. Prosedur Percobaan
1. Menyiapkan alat-alat tulis dan tabel pengamatan yang diperlukan.
2. Pergi ke lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal, seperti kebun, sawah,
hutan, atau lingkungan lainnya, sesuai tempat tinggal anda.
3. Menentukan 10 makhluk hidup (5 hewan dan 5 tumbuhan).
4. Mencatat kesepuluh jenis makhluk hidup tersebut dalam Lembar Pengamatan.
5. Mengamati ciri-ciri setiap makhluk hidup.
6. Membubuhkan tanda cek (√) sesuai dengan ciri yang diamati pada tabel.

e. Hasil Pengamatan
Tabel 1.1.
Hasil pengamtan ciri-ciri makhluk hidup

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


NO. NAMA MAKHLUK HIDUP
1 2 3 4 5
1. Kucing     
2. Ulat bulu     
3. Semut     
4. Tanaman Padi     
5. Pohon Pepaya     
6. Pohon Pisang     
7. Tanaman Putri malu     
8. Belalang     
9. Lalat     
10. Kupu-kupu     

*) Keterangan :
1. bergerak dan bereaksi terhadap rangsang;
2. bernapas;
3. perlu makan (nutrisi);
4. tumbuh;
5. berkembang.
f. Pertanyaan-pertanyaan
1. Apakah tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsangan?
Jelaskan !
Ya, tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsangan.
Gerakan pada tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya
kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas) yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut.
Secara umum gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi gerak yang
dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dan gerak yang tidak dipengaruhi oleh
arah datangnya rangsang (gerak nasti). Gerak yang dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsang terdiri atas gerak seluruh tubuh (gerak taksis) dan gerak
tumbuh (gerak tropisme).
2. Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan?
No. Persamaan Perbedaan
Tumbuhan Hewan
1. Sama-sama 1. Tidak memiliki 1. Umumnya memiliki
melakukan proses alat pernafasan alat pernafasan
pernafasan khusus khusus
2. Mengambil dan 2. Mengambil dan
mengeluarkan gas mengeluarkan gas
secara pasif secara aktif
2. Sama-sama 1. Dapat menyusun 1. Memakan makhluk
memerlukan makanan sendiri, hidup lain
makanan dan air dari zat-zat 2. Makanan diambil
sederhana yang dalam bentuk padat
ada dan cair
dilingkungannya
2. Makanan diambil
dalam bentuk gas
dan cair
3. Sama-sama dapat 1. Tumbuh kembang 1. Tumbuh kembang
tumbuh dan berlangsung terdapat pada masa
berkembang selama hidupnya, tertentu, serempak
ada daerah tumbuh pada seluruh bagian
tertentu tubuh
2. Bentuk tubuh 2. Bentuk tubuh tertentu,
menyebar dan jumlah bagian tubuh
bercabang, jumlah tertentu
bagian tubuh tak
tentu
4. Sama-sama dapat 1. Pembuahan terjadi 1. Pembuahan dapat
melakukan didalam alat terjadi didalam tubuh
perkembangbiakan perkembangbiakan misalnya pada kucing
betina dan dapat pula terjadi
2. Umumnya jumlah diluar tubuh misalnya
anak banyak, tidak pada ikan
dipelihara dan
dilindungi induk
5. Sama-sama 1. Reaksi terhadap 1. Reaksi terhadap
bergerak dan rangsangan lambat, rangsangan cepat,
bereaksi terhadap terbatas dan lebih simultan dan aktif
rangsangan pasif 2. Dapat berpindah
2. Umumnya tempat
menetap atau
bergerak sebagian
tubuh

g. Pembahasan
1. Dalam praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa hewan dan
tumbuhan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap
rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang. Oleh karena itu,
hewan dan tumbuhan termasuk makhluk hidup sama seperti manusia.
2. Tumbuhan dan hewan sama-sama bergerak dan bereaksi terhadap rangsangan.
Namun pergerakan yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerakan yang
dilakukan oleh manusia dan hewan. Jika manusia dan hewan dapat melakukan
gerakan berpindah tempat (gerak aktif), maka tumbuhan melakukan gerakan
dengan hanya bagian tertentu yang melaksanakan gerakan.(gerak pasif).
3. Tumbuhan dan hewan sama-sama perlu bernafas. Pada tumbuhan, oksigen masuk
melalui stomata dan lentisel (tumbuhan tidak punya organ khusus). Sedangkan
pada hewan, oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ pernafasan
khusus.
4. Tumbuhan dan hewan sama-sama memerlukan makan dan air sebagai nutrisi,
hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan
melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan makanan dalam bentuk yang
sudah jadi.
5. Tumbuhan dan hewan sama-sama tumbuh. Pertumbuhan pada hewan misalnya
pada kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu dewasa (tidak akan bisa
kembali menjadi kepompong), sedangkan pada tumbuhan misalnya tumbuhnya
tunas menjadi pohon (tidak akan bisa kembali menjadi tunas).
6. Tumbuhan dan hewan sama-sama berkembang. Perkembangan pada hewan
misalnya ayam berkembangbiak dengan cara bertelur, sedangkan pada tumbuhan
misalnya tumbuhnya bunga pada tanaman.
7. Meskipun pada kelima ciri tersebut ada sedikit perbedaan pada proses dan cara
yang terjadi antara tumbuhan dan hewan, namun kelima ciri tersebut pasti melekat
pada tumbuhan dan hewan sebagai makhluk hidup.

h. Kesimpulan
Berdasarkan tabel dan hasil pengamatan serta teori yang ada maka dapat disimpulkan
bahwa semut, pohon pisang, tanaman padi, kupu-kupu dan lain-lain (lihat tabel
pengamatan) merupakan makhluk hidup. Makhluk hidup seperti hewan dan
tumbuhan selalu memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap
rangsang, bernafas, memerlukan makan dan air (nutrisi), serta dapat tumbuh dan
berkembang. Meskipun pada kelima ciri tersebut ada sedikit perbedaan pada proses
dan cara yang terjadi antara tumbuhan dan hewan, namun kelima ciri tersebut pasti
melekat pada tumbuhan dan hewan sebagai makhluk hidup.
i. Daftar Pustaka
Chris Oxlade. (2007). Buku Pintar Penemuan. Yogyakarta: Platinum.
Hadi Suwono. (2010). Pembelajaran, Makhluk Hidup atau Benda Mati: Suatu
Analogi. Semarang: Universitas Negeru Malang.
Siti Salmah. (2011). Bahan Ajar Biologi Umum. Padang: Universitas Andalas.

j. Kesulitan yang dialami : Saran dan Masukan


Tidak ada kesulitan yang berarti dalam praktikum ini.

k. Foto Praktikum

Pergi ke alam sekitar lingkungan


rumah (sawah).

Tahap Awal / Pembukaan Deskripsi gambar

Menemukan beberapa makhluk hidup


di alam sekitar (sawah). Diantaranya
yaitu pohon pisang, pohon papaya,
capung dan kupu-kupu.

Proses Kegiatan Deskripsi gambar


Mencatat temuan-temuan tersebut
pada lembar pengamatan.

Tahap Akhir Deskripsi gambar

2. Gerak pada Tumbuhan

a. Tujuan
1. Mengamati gerak seismonasti
2. Mengamati gerak niktinasti
3. Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan

b. Alat dan Bahan


1. Seismonasti dan niktinasti
a. Tanaman putri malu
b. Kotak karton atau kardus 1 buah
c. Stop watch atau jam tangan 1 buah
d. Alat-alt tulis dan Penggaris.
2. Geotropisme
a. Pot berukuran kecil 2 buah
b. Tanah yang subur secukupnya
c. Biji cabe
d. Air secukupnya
c. Landasan Teori
Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang
dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun
manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh
tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas,
bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu (Ferdinand, 2003).
Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan
dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh
tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan
melakukan gerakan yang mungkin menuju kearah rangsang atau menjauhi, atau
melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu. Beberapa jenis gerakan
tumbuhan yang tergolong iritabilitas dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme,
taksis, dan nasty (Kahlen. 2009).
Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan
dari luar. Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap
lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang
berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka
terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-
rangsangan tersebut di atas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap
rangsangan. Ada tiga macam gerak pada tumbuhan, yaitu gerak tropisme, gerak
nasti, dan gerak taksis (Uya, 2010).
Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang mempunyai ciri yaitu
pertumbuhan dan bergerak. Banyak spesies yang telah dapat diketahui bahwa
tanaman dapat mengatur pemunculan daunnya secara aktif menuju arah datangnya
cahaya.  Fenomena inilah yang disebut dengan fototropisme (Kimball, 1992).

d. Prosedur Percobaan
1. Seismonasti dan Nikninasti
a. Seismonasti
1. Menyediakan alat dan bahan
2. Melakukan sentuhan halus hingga sentuhan yang paling kasar terhadap
daun – daun putri malu tersebut
3. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja
b. Nikninasti
1. Menyediakan 2 tanaman putri malu
2. Memberi tanda A pada tanaman putri malu pertama dan B pada putri
malu kedua
3. Letakkan tanaman putri malu A di tempat terang dan terbuka
4. Sedangkan tanaman putri malu B ditutup dengan menggunakan kardus
yang kedap cahaya dengan hati – hati agar tidak menyentuhnya .Biarkan
tertutup selama kurang lebih setengah jam.
5. Setelah setengah jam dibuka dengan hati-hati agar tidak tersentuh
6. Mengamati yang terjadi pada putri malu B dan membandingkan dengan
putri malu A
7. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja
2. Gerak Tropisme (Geotropisme Negatif)
1. Membuat dua buah pot tanaman cabe  dengan menanam 5 biji cabe dalam
setiap pot yang telah diberi lubang pada alasnya
2. Memberi label A untuk pot pertama dan B untuk pot kedua
3. Meletakkan pot B secara horizontal, sedangkan pot A dibiarkan berdiri dan
menyimpan keduanya di tempat terbuka
4. Melakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama satu minggu
5. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja

e. Hasil Pengamatan
Tabel 1.2.
Hasil Pengamatan Seismonasti

No. Jenis sentuhan Reaksi daun putri malu Keterangan


pada putri malu
1. Halus Daun menutup perlahan Waktu cukup lama
2. Sedang Seluruh daun menutup Waktu agak cepat
3. Kasar Seluruh daun dan tangkai menutup Waktunya cepat

Tabel 1.3.
Hasil Pengamatan Niktinasti
No. Pot putri malu Reaksi putri malu
Mula-mula ½ jam kemudian
1. Disimpan di tempat terang Daun membuka Daun tetap membuka
2. Ditutup dengan penutup yang kedap Daun membuka Daun menutup
cahaya

Tabel 1.4.
Hasil Pengamatan Geotropisme Negative
Jenis pot Pengamatan hari ke hari Keterangan
(dalam sentimeter)
1 2 3 4 5 6 7
A Batang tumbuh tegak
5 5,4 5,9 6,8 6,9 7,3 7,5

B Batang tumbuh membelok ke


5 5,4 5,8 6,3 6,7 7 7,3 atas menuju arah datangnya
cahaya (cahaya matahari)

f. Pertanyaan-pertanyaan
1. Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan
alasan Anda memilihnya!
Contoh dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti yaitu bunga
merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea).
Daun-daun tersebut akan menutup pada malam hari dan akan membuka
kembali jika matahari terbit.
2. Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah
anda lakukan? Jelaskan!
Perbedaan antara niktinasti dan seismonasti pada percobaan yang telah
dilakukan yaitu niktinasti merupakan gerak daun putri malu dipengaruhi
rangsang dari cahaya, sedangkan seismonasti merupakan gerak putri malu
dipengaruhi rangsang sentuhan.
3. Pada percobaan geotropisme yang telah anda lakukan sebenarnya anda juga
sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis
fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!
Pada percobaan geotropisme yang telah dilakukan, sebenarnya juga sekaligus
telah membuktikan adanya gerak fototropisme karena gerak tumbuhan tersebut
dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya (cahaya matahari). Jenis fototropisme
yang terjadi yaitu fototropisme positif karena geraknya menuju arah datangnya
cahaya (cahaya matahari).

g. Pembahasan

Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa


getaran. Pada praktikum ini, seismonasti dibuktikan dengan gerak menutupnya
daun putri malu bila disentuh. Setiap perlakuan sentuhan yang berbeda
memberikan pengaruh yang berbeda pula. Jika perlakuan sentuhan halus, proses
menutupnya lambat. Bila perlakuan sentuhan sedang, reaksinya agak cepat
menutup. Dan jika perlakuan sentuhan kasar, maka daun dan tangkainya akan
dengan cepat menutup. Reaksi ini terjadi akibat perubahan tiba-tiba dalam
keseimbangan air yang terjadi pada bantal daun yang kehilangan tekanan air
sehingga daun maupun tangkai mengatup.
Niktinasi berasal dari kata nyktos yang berarti malam. Niktinasi merupakan
gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap, sehingga disebut juga gerak tidur.
Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat
terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun.
Pada praktikum ini tumbuhan putri malu disimpan didua tempat yang berbeda,
yaitu ditempat terang atau terbuka dan ditempat tertutup atau kedap cahaya selama
setengah jam. Kemudian setelah setengah jam, kedua objek tersebut
dibandingkan reaksinya. Pada tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap
cahaya, daun-daun putri malu tersebut daunnya mulai mengatup. Namun, pada
tumbuhan putri malu yang berada ditempat terang tidak menimbulkan reaksi
apapun. Hal tersebut membuktikan bahwa putri malu yang disimpan ditempat
kedap cahaya akan mengalami gerak tidur atau niktinasti. Tujuan putri malu
mengatupkan daunnya ialah sebagai alat untuk pertahanan diri dan hewan-hewan
yang akan mengkonsumsinya dan untuk melindungi simpanan airnya dan
penguapan yang dikarenakan oleh angina.
Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi.
Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya
gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut
geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah. Pada
praktikum ini, pot A mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke
atas. Sedangkan pada pot B yang diletakkan horizontal, pertumbuhan batang
membelok dari horizontal menuju arah vertikal secara bertahap selama 7 hari. Hal
ini membuktikan bahwa tanaman kacang merah yang diletakkan secara horizontal,
maka batangnya akan membengkok ke atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini
disebut geotropisme negatif. Pada percobaan geotropisme yang telah dilakukan,
sebenarnya juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme karena
gerak tumbuhan tersebut dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya (cahaya
matahari). Jenis fototropisme yang terjadi yaitu fototropisme positif karena
geraknya menuju arah datangnya cahaya (cahaya matahari).

h. Kesimpulan
Pada percobaan seismonasti dapat disimpulkan bahwa sentuhan halus pada
daun putri malu menyebabkan gerak menutup daun dengan pelan. Sentuhan
sedang menyebabkan gerak menutup daun dengan agak cepat. Sentuhan kasar
menyebabkan gerak menutup daun dengan cepat.

Pada percobaan niktinasti dapat disimpulkan bahwa tumbuhan putri malu yang
berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu tersebut daunnya mulai
mengatup. Namun, pada tumbuhan putri malu yang berada ditempat terang tidak
menimbulkan reaksi apapun. Tujuan putri malu mengatupkan daunnya ialah
sebagai alat untuk pertahanan diri dan hewan-hewan yang akan mengkonsumsinya
dan untuk melindungi simpanan airnya dan penguapan yang dikarenakan oleh
angin.
Pada percobaan geotropisme negatif dapat disimpulkan bahwa tanaman kacang
merah yang diletakkan secara horizontal, maka batangnya akan membengkok ke
atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini disebut geotropisme negatif. Pada
percobaan geotropisme yang telah dilakukan, sebenarnya juga sekaligus telah
membuktikan adanya gerak fototropisme karena gerak tumbuhan tersebut
dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya (cahaya matahari). Jenis fototropisme
yang terjadi yaitu fototropisme positif karena geraknya menuju arah datangnya
cahaya (cahaya matahari).

i. Daftar Pustaka

Ferdinand, Fiktor. 2003. Praktis Belajar Biologi. Grafindo, Yogyakarta.


Kahlen. 2009. Modeling leaf phototropism in a cucumber canopy : Germany.
Kimball, J. W. 1992. Biologi, edisi ke-5, jilid 2.  Erlangga : Jakarta.
Uya. 2010. Gerak Pada Tumbuhan. Gramedia, Jakarta

j. Kesulitan yang dialami : Saran dan Masukan


Tidak ada kesulitan yang berarti dalam praktikum ini.
k. Foto Praktikum

Gerak Seismonasti

Pada gambar disebelah kiri nampak


putri malu yang belum diberi
rangsangan. Pada gambar disebelah
kanan, putri malu diberi rangsangan
berupa sentuhan dan daunnya pun
bergerak menutup.

Deskripsi gambar

Gerak Niktinasti

Pada gambar tersebut pot A diletakkan


ditempat terang dan terbuka.

Menemukan beberapa makhluk hidup


di alam sekitar (sawah). Diantaranya
yaitu pohon pisang, pohon papaya,
capung dan kupu-kupu.

Proses Kegiatan
Deskripsi gambar

Tahap Akhir

Mencatat temuan-temuan tersebut pada


lembar pengamatan.

Deskripsi gambar
3. Respirasi pada Makhluk Hidup

a. Tujuan
1. Membuktikan bahwa respirasi memerlukan udara (oksigen)
2. Membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida

b. Alat dan Bahan


Untuk respirasi memerlukan oksigen
1. Botol ukuran kecil 3 buah.
2. Sedotan air kemasan gelas (aqua gelas) 3 buah.
3. Plastisin secukupnya.
4. Kapur sirih secukupnya.
5. Kapas secukupnya.
6. Jangkrik 1 ekor.
7. Kecambah secukupnya
8. Pipet tetes 1 buah.
9. Air yang diberi pewarna merah secukupnya.
Untuk respirasi menghasilkan karbondioksida
1. Kapur sirih secukupnya
2. Air secukupnya
3. Botol selai 3 buah
4. Plastisin secukupnya
5. Sedotan limun 6 buah
6. Spidol

c. Landasan Teori
Respirasi merupakan proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan
energi. Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun
tubuh, baik sel tumbuhan maupun sel hewan, dan manusia. Respirasi ini dilakukan
baik siang maupun malam (syamsuri, 1980).
Respirasi adalah suatu proses metabolisme dengan cara menggunakan oksigen
dalam pembakaran senyawa makromolekul seperti karbohidrat, protein dan lemak
yang akan menghasilkan CO2, air dan sejumlah besar elektron-elektron. Beberapa 5
senyawa penting yang dapat digunakan untuk mengukur proses respirasi ini adalah
glukosa, ATP, CO2 dan O2 (Winarno, 1981).
Respirasi pada hewan dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
1. Respirasi luar. Respirasi luar merupakan proses pertukaran gas (O2) dan CO2)
antara atmosfer dengan paru-paru pada hewan yang hidup didarat atau pertukaran
gas antara medium air dengan insang pada hewan yang hidup di air.
2. Pengangkutan gas O2 dan CO2. Pengakutan gas ini meliputi pengankutan O2  dari
kapiler paru-paru dan kapiler insang keseruruh sel-sel hewan dan pengankutan
CO2 dari sel-sel hewam ke kapiler paru-paru atau kapiler insang.
3. Respirasi dalam. Respirasi dalam (respirasi internal) merupakan reaksi
oksidasireduksi di mana O2 dikonsumsi dan CO2 diproduksi (Hala, 2007: 94).
d. Prosedur Percobaan
1. Respirasi memerlukan oksigen
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Memasukkan sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol, selanjutnya
memasukkan kapas secukupnya.
3. Masukkan kecambah kedalam botol yang telah diberi kapur sirih dan kapas
pada langkah (2). Kemudian berilah label A pada botol tersebut.
4. Memasukkan jangkrik ke dalam botol yang telah diberi kapas pada langkah
(2).Kemudian berilah label B pada botol tersebut.
5. Melapisi bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin,
kira-kira dapat menyumbat mulut botol, selanjutnya masukkan pangkal sedotan
air kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin menutup
mulut botol, sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara di
dalam botol.
6. Merapikan plastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat
dan rapi.
7. Memberi label C pada respirometer buatan tanpa menggunakan makhluk hidup
(sebagai kontrol).
8. Menetesi ujung sedotan air kemasan gelas pada setiap respirometer dengan air
yang diberi pewarna merah.
9. Mengamati tetesan air berwarna pada setiap respirometer dengan selang waktu
5 menit selama 5 kali pengamatan.
10. Menuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (Tabel 1.5).

Gambar 1.3. Rangkaian percobaan respirasi memerlukan oksigen

2. Respirasi menghasilkan karbondioksida


1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Membuat air kapur jenuh. Larutkan kapur sirih kedalam lebih kurang 250 ml
hingga jenuh.

Gambar 3.2. Membuat larutan kapur sirih


3. Biarkan air kapur mengendap hingga diperoleh air yang jernih.
4. Sedotlah air kapur jernih dengan selang plastik kecil.
5. Tuanglah air kapur jenuh pada botol (A), (B), (C) dengan ukuran yang sama.
6. Pasanglah perangkat percobaan yaitu sedotan, plastisin seperti gambar.

Gambar 3.3. Rangkaian perangkat percobaan Respirasi


7. Hisaplah udara dari botol (A) melalui sedotan limun, gunakan untuk bernapas.
Selanjutnya hembuskan napas anda ke botol (B) melalui sedotan limun.
8. Lakukan langkah tersebut berkali-kali hingga air kapur di botol (B) menjadi
keruh.
9. Amati kedudukan air berwarna dalam pipa dari sedotan aqua gelas pada setiap
respirometer.
10. Tuangkan hansil pengamatan pada tabel pengamatan.

e. Hasil Pengamatan
Pernapasan memerlukan udara (oksigen)
Tabel 1.5. Hasil pengamatan respirasi memerlukan udara (oksigen)
Respirometer Keadaan Air Berwarna pada Respirometer, 5 menit :
Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima
A 0,2 0,3 0,4 0,6 0,6
B 0,5 0,8 0,9 1 1,15
C 0 0 0 0 0

Pernapasan mengeluarkan karbondioksida


Tabel 3.2. Hasil pengamatan Respirasi menghasilkan Karbondioksida
Botol Percobaan Kondisi mula-mula Kondisi Akhir Percobaan
A Jernih Jernih
B Jernih Keruh
C Jernih Keruh

f. Pertanyaan-pertanyaan
3. Apakah tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsangan?
Jelaskan !
Ya, tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsangan.
Gerakan pada tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya
kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas) yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut.
Secara umum gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi gerak yang
dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dan gerak yang tidak dipengaruhi oleh
arah datangnya rangsang (gerak nasti). Gerak yang dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsang terdiri atas gerak seluruh tubuh (gerak taksis) dan gerak
tumbuh (gerak tropisme).
4. Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan?
No. Persamaan Perbedaan
Tumbuhan Hewan
1. Sama-sama 3. Tidak memiliki 3. Umumnya memiliki
melakukan proses alat pernafasan alat pernafasan
pernafasan khusus khusus
4. Mengambil dan 4. Mengambil dan
mengeluarkan gas mengeluarkan gas
secara pasif secara aktif
2. Sama-sama 3. Dapat menyusun 3. Memakan makhluk
memerlukan makanan sendiri, hidup lain
makanan dan air dari zat-zat 4. Makanan diambil
sederhana yang dalam bentuk padat
ada dan cair
dilingkungannya
4. Makanan diambil
dalam bentuk gas
dan cair
3. Sama-sama dapat 3. Tumbuh kembang 3. Tumbuh kembang
tumbuh dan berlangsung terdapat pada masa
berkembang selama hidupnya, tertentu, serempak
ada daerah tumbuh pada seluruh bagian
tertentu tubuh
4. Bentuk tubuh 4. Bentuk tubuh tertentu,
menyebar dan jumlah bagian tubuh
bercabang, jumlah tertentu
bagian tubuh tak
tentu
4. Sama-sama dapat 3. Pembuahan terjadi 2. Pembuahan dapat
melakukan didalam alat terjadi didalam tubuh
perkembangbiakan perkembangbiakan misalnya pada kucing
betina dan dapat pula terjadi
4. Umumnya jumlah diluar tubuh misalnya
anak banyak, tidak pada ikan
dipelihara dan
dilindungi induk
5. Sama-sama 3. Reaksi terhadap 3. Reaksi terhadap
bergerak dan rangsangan lambat, rangsangan cepat,
bereaksi terhadap terbatas dan lebih simultan dan aktif
rangsangan pasif 4. Dapat berpindah
4. Umumnya tempat
menetap atau
bergerak sebagian
tubuh
g. Pembahasan
8. Dalam praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa hewan dan
tumbuhan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap
rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang. Oleh karena itu,
hewan dan tumbuhan termasuk makhluk hidup sama seperti manusia.
9. Tumbuhan dan hewan sama-sama bergerak dan bereaksi terhadap rangsangan.
Namun pergerakan yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerakan yang
dilakukan oleh manusia dan hewan. Jika manusia dan hewan dapat melakukan
gerakan berpindah tempat (gerak aktif), maka tumbuhan melakukan gerakan
dengan hanya bagian tertentu yang melaksanakan gerakan.(gerak pasif).
10. Tumbuhan dan hewan sama-sama perlu bernafas. Pada tumbuhan, oksigen
masuk melalui stomata dan lentisel (tumbuhan tidak punya organ khusus).
Sedangkan pada hewan, oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ
pernafasan khusus.
11. Tumbuhan dan hewan sama-sama memerlukan makan dan air sebagai nutrisi,
hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan
melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan makanan dalam bentuk yang
sudah jadi.
12. Tumbuhan dan hewan sama-sama tumbuh. Pertumbuhan pada hewan misalnya
pada kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu dewasa (tidak akan bisa
kembali menjadi kepompong), sedangkan pada tumbuhan misalnya tumbuhnya
tunas menjadi pohon (tidak akan bisa kembali menjadi tunas).
13. Tumbuhan dan hewan sama-sama berkembang. Perkembangan pada hewan
misalnya ayam berkembangbiak dengan cara bertelur, sedangkan pada tumbuhan
misalnya tumbuhnya bunga pada tanaman.
14. Meskipun pada kelima ciri tersebut ada sedikit perbedaan pada proses dan cara
yang terjadi antara tumbuhan dan hewan, namun kelima ciri tersebut pasti melekat
pada tumbuhan dan hewan sebagai makhluk hidup.

h. Kesimpulan
Berdasarkan tabel dan hasil pengamatan serta teori yang ada maka dapat disimpulkan
bahwa semut, pohon pisang, tanaman padi, kupu-kupu dan lain-lain (lihat tabel
pengamatan) merupakan makhluk hidup. Makhluk hidup seperti hewan dan
tumbuhan selalu memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap
rangsang, bernafas, memerlukan makan dan air (nutrisi), serta dapat tumbuh dan
berkembang. Meskipun pada kelima ciri tersebut ada sedikit perbedaan pada proses
dan cara yang terjadi antara tumbuhan dan hewan, namun kelima ciri tersebut pasti
melekat pada tumbuhan dan hewan sebagai makhluk hidup.
i. Daftar Pustaka
Chris Oxlade. (2007). Buku Pintar Penemuan. Yogyakarta: Platinum.
Hadi Suwono. (2010). Pembelajaran, Makhluk Hidup atau Benda Mati: Suatu
Analogi. Semarang: Universitas Negeru Malang.
Siti Salmah. (2011). Bahan Ajar Biologi Umum. Padang: Universitas Andalas.

j. Kesulitan yang dialami : Saran dan Masukan


Tidak ada kesulitan yang berarti dalam praktikum ini.

k. Foto Praktikum

Pergi ke alam sekitar lingkungan


rumah (sawah).

Tahap Awal / Pembukaan Deskripsi gambar

Menemukan beberapa makhluk hidup


di alam sekitar (sawah). Diantaranya
yaitu pohon pisang, pohon papaya,
capung dan kupu-kupu.

Proses Kegiatan Deskripsi gambar


Mencatat temuan-temuan tersebut
pada lembar pengamatan.

Tahap Akhir Deskripsi gambar

Anda mungkin juga menyukai