Anda di halaman 1dari 5

Proses Kebijakan Publik 2

Menurut pandangan Ripley dalam Subarsono (2009)1, bahwa tahapan kebijakan publik
terdiri dari (1) Penyusunan agenda kebijakan, (2) Formulasi dan legitimasi kebijakan, (3)
Implementasi kebijakan dan (4) Evaluasi terhadap implementasi, kinerja, & dampak kebijakan.
Pada tahap penyusunan agenda terdapat tiga kegiatan yang perlu dilakukan yaitu: Membangun
persepsi di kalangan stake holder bahwa sebuah fenomena benar-benar dianggap masalah,
membuat batasan masalah dan memobilisasi dukungan agar masalah tersebut bisa masuk dalam
agenda pemerintah. Pada tahap formulasi dan legitimasi kebijakan, Ripley dalam Subarsono
(2009) mengatakan bahwa analisis kebijakan perlu mengumpulkan dan menganalisa informasi
yang berhubungan dengan masalah yang bersangkutan, kemudian berusaha mengembangkan
alternatif-alternatif kebijakan, membangun dukungan dan melakukan negosiasi, sehingga sampai
pada sebuah kebijakan yang dipilih.
Pada tahap implementasi kebijakan diperlukan dukungan sumber daya dan penyusunan
organisasi pelaksanaan kebijakan. Dalam proses implementasi juga sering ada mekanisme
insentif dan sanksi agar implementasi suatu kebijakan berjalan dengan baik. Dari tindakan
kebijakan akan dihasilkan kinerja dan dampak kebijakan, dan proses selanjutnya adalah evaluasi
terhadap implementasi, kinerja dan dampak kebijakan. Tahapan kebijakan publik menurut Ripley
dalam Subarsono (2009) dapat digambarkan sebagai berikut:

1
AG Subarsono. 2009. Analisis Kebijakan Publik Konsep Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Gambar 2.4. Tahapan Kebijakan Publik menurut Ripley
Sumber: Subarsono, 2009

Tahapan tersebut senada dengan rangkaian proses kebijakan yang diuraikan oleh publik
Wiliam N. Dunn (2003)2 yang disusun dengan tahapan sebagai berikut:
a) Tahap penyusunan agenda
Para pejabat yang dipilih dan diangkat menempatkan masalah pada agenda publik.
Sebelumnya masalah ini berkompetisi terlebih dahulu untuk dapat masuk dalam agenda
kebijakan. Pada akhirnya, beberapa masalah masuk ke agenda kebijakan para perumus
kabijakan. Pada tahap ini mungkin suatu masalah tidak disentuh sama sekali, sementara
masalah yang lain ditetapkan menjadi fokus pembahasan, atau ada pula masalah karena
alasanalasan tertentu ditunda untuk waktu yang lama.
b) Tahap formulasi kebijakan
Masalah yang telah masuk ke agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat
kebijakan. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari pemecahan
masalah terbaik. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai alternatif atau pilihan
kebijakan (policy alternatives/policy options) yang ada. Dalam perumusan kebijakan

2
Dunn, W.N. 2003. Pengantar Analisi Kebijakan Publik Edisi Kedua, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
masing-masing alternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil
untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini masing-masing actor akan bersaing dan
berusaha untuk mengusulkan pemecahan masalah terbaik.
c) Tahap adopsi kebijakan
Dari sekian banyak alternatif kebijakan yang ditawarkan oleh para perumus kebijakan,
pada akhirnya salah satu dari alternatif kebijakan tersebut diadopsi dengan dukungan dari
mayoritas legislatif, konsensus antara direktur lembaga atau putusan peradilan.
d) Tahap implementasi kebijakan
Suatu program kebijakan hanya akan menjadi catatan-catatan elit jika program tersebut
tidak diimplementasikan, yakni dilaksanakan oleh badan-badan administrasi maupun
agen-agen pemerintah di tingkat bawah. Kebijakan yang telah diambil dilaksanakan oleh
unit-unit administrasikan yang memobilisasikan sumber daya finansial dan manusia. Pada
tahap implementasi ini berbagai kepentingan akan saling bersaing. Beberapa
implementasi kebijakan mendapat dukungan para pelaksana (implementors), namun
beberapa yang lain munkin akan ditentang oleh para pelaksana.
e) Tahap evaluasi kebijakan
Dalam tahap ini kebijakan yang telah dijalankan akan dinilai atau dievaluasi, unuk
melihat sejauh mana kebijakan yang dibuat untuk meraih dampak yang diinginkan, yaitu
memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu ditentukan ukuran-
ukuran atau kriteria-kriteria yamh menjadi dasar untuk menilai apakah kebijakan publik
yang telah dilaksanakan sudah mencapai dampak atau tujuan yang diinginkan atau belum.

Secara singkat, tahap – tahap kebijakan adalah seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2.5. Tahap-tahap kebijakan publik menurut William Dunn
Sumber: William Dunn, 2003

Namun demikian, ada satu pola yang sama, yang dikembangkan dari pendekatan dalam
teori sistem oleh Riant Nugroho (2008)3 bahwa model formal proses kebijakan adalah dari
“gagasan kebijakan”, formalisasi dan legalisasi kebijakan”, “implementasi”, baru kemudian
menuju pada kinerja atau mencapai prestasi setelah dilakukan evaluasi kinerja kebijakan-seperti
yang disampaikan pada gambar berikut ini:

Gambar. 2.6. Proses Kebijakan yang ideal menurut Nugroho


3
Nugroho, Riant. 2008. Public Policy, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta
Sumber : Nugroho, 2008

Berdasarkan gambar 2.6 di atas, dapat lihat bahwa proses kebijakan terdiri dari 4 tahapan
yaitu isu kebijakan, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan terakhir kinerja
kebijakan. Semua tahapan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kebijakan. Selanjutnya
merujuk dari teori sistem maka yang dianggap sebagai Input adalah Isu kebijakan. Sedangkan
kinerja kebijakan yang dinilai melalui kegiatan evaluasi kebijakan dianggap sebagai output.