Anda di halaman 1dari 4

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Gelombang/Angkatan : 1 /II
Nama Mata Pelatihan : Pembelajaran Nasionalisme
Nama Peserta : Romadhoni, ST.,MT
Nomor Daftar Hadir : 15
Lembaga Penyelenggara
Pelatihan : PPSDM GEOMINERBA ESDM

A. Pokok pikiran
Diisi tentang pokok pokok pikiran dalam modul disertai dengan contoh kasus,
peristiwa, profil tokoh atau konsep pendukung hasil dari pelaksanaan pencarian
individu.
Nasionalisme
Bagi Rakyat Indonesia yang baik nasionalisme adalah pandangan tentang rasa
cinta tanah air dang bangga terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai
seorang Calon ASN di tuntut untuk memiliki nilai-nilai nasionalisme yang tinggi
demi terwujudnya rasa cinta dan bangga terhadap tanah air, cinta bangsa dan
cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Raca Nasinalisme tidak hanya
sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme yang
berwawasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih
penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN
memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan
negara. Pegawai ASN akan berpikir tidak lagi sektoral dan degan mental
blocknya, tetapi akan senantiasa mementingkan kepentingan yang lebih besar
yakni bangsa dan negara. Setiap pegawai ASN wajib memiliki jiwa nasionalisme
Pancasila yang kuat dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Jiwa nasionalisme
Pancasila ini harus menjadi dasar dan mengilhami setiap gerak langkah dan
semangat bekerja untuk bangsa dan negara. Untuk itu setiap Pegawai Negeri
Sipil sebagai bagian dari ASN harus menantiasa taat menjalankan nilai-nilai
Pancasila dan mengaktualisasikannya dengan semangat nasionalisme yang kuat
menjalankan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan
nperekat dan pemersatu bangsa.
Calon ASN selain wajib memahami dan mengamalkan konsep Pancasila dan
UUD 1945, Calon ASN juga merupakan Pelaksana Kebijakan Publik dimana
seeorang ASN harus berorientasi pada kepentingan public, berintegritas tinggi,
dan berimplementasi ASN sebagai pelaksana kebijakan public. Sedangkan
sebagai Pelayan Publik, seorang ASN wajib menjadi Profesional dalam melayani
public, sebagai perekat dan pemersatu Bangsa, bisa berperan dalam
menciptakan dan menjaga kondisi damai. Seorang ASN harus memiliki
kemampuan untuk memahami Nasionalisme Salah satunya adalah dengan
mengetahui pertumbuhan melalui Archaic Nasionalism yaitu menumbuhkan rasa
nasionalisme melalui perjuangan sejarah dalam memerangi penjajah seperti Bung
Tomo, Bj. Habibiy, Sukarno dan laini-lain melalui pengetahuan tentang sejarah
perang-perang yang terjadi di Indonesia seperti perang diponegoro, perang Padri .
Selain Archaic Nasionalisme, ASN juga wajib menumbuhkan nasionalisme melalui
paham Proto Nasionalism dimana dengan melaksanakan pemahaman secara
perundingan dan perjanjian-perjanjian yang menuju damai tanpa kekerasan
seperti dalam perang.

B. Penerapan
Diisi dengan gagasan pribadi tentang penerapannya untuk pengembangan
peran/perilaku Peserta di tempat kerja
Penerapan yang bisa dilakukan sebagai seorang dosen dalam lingkup Tri Dharma
Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian. Dalam bidang
Pendidikan, Politeknik Negeri Bengkalis memiliki aturan-aturan yang harus
dipatuhi oleh seluruh warga akademik. Dengan mematuhi aturan tersebut bisa
mewujudkan sebuah integrates kinerja yang tinggi dimana seluruh peran
akademik secara bersama-sama dan bersatu membangun Politeknik menjadi
kampus yang kompeten, bersaing dan terdepan sehingga memiliki motto
competence for competition.
Di bidang penelitian, setiap semester seorang dosen di Politeknik Negeri
Bengkalis diwwajibkan untuk menulis dan membuat penelitian-penelitian ilmiah
yang berfungsi untuk selalu menggali potensi yang dda di lingkunga sekitar,
memahami permasalahan dan kondisi serta mencari solusi. Oleh sebab itu,
dosen di Politeknik Negeri Bengkalis sudah terbiasa melaksanakan penelitian
yang bertujuan untuk selalu memberikan solusi atas permasalahan yag terjadi dan
akan muncul di kemudian hari, hal ini sesuai dengan sila ke 4 yang secara
Bersama membangun kecerdasan bangsa menjadi pendidik yang bijak Dan
berkerakyatan.
Di bidang pengabdian, banyak sekali kontribusi dosen Politeknik Negeri Bengkalis
terhadap masyarakat di sekitar yangm erbantu dengan kegiatan-kegiatan
bermanfaat. Sebagai Contoh lain di biding perkapalan Politeknik Negeri
Bengkalis, dosen berkontribusi membuat kapal dari kain beaks dan diberikan
kepda nelayan-nelayan traditional yang belum memiliki kapal sendiri. Kemudian
pengolahan, Pelatihan Teknologi fiberglass untuk kelompok nelayan kurang
mampu, menyipakan teknologi penyediaan air bersih bagi masyarakat Miskin,
memanfaat limbah plastik menjadi bahan bangunan, memberikan peatihan Las
gratis bagi anak putus selolah di Desa-desa guna mengurangi tingkat
pengangguran dan meningkatkan skill bagi pemuda-pemuda yang belum bekerja,
dan masih banyak kontribusi dosen Polteknik Negeri Bengkalis kepada
masyarakat. Hal ini dilakukan agar terciptanya keadilan sosial dalam masyarakat
seusai dengan sila ke 5 Pancasila.
Akhir dari pembelajaran ini membuat pohon harapan pada unit kerja sebagai
contoh dapat di lihat pada gambar dibawah ini.

Anda mungkin juga menyukai