Anda di halaman 1dari 6

AUDIT SIKLUS INVESTASI

TUGAS MATA KULIAH PENGAUDITAN II

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2020
PENGERTIAN SIKLUS INVESTASI
Siklus investasi suatu entitas atau perusahaan berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan kepemilikan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan lain. Surat berharga tersebut
dapat berupa sertifikat deposito, saham biasa, saham preferen, obligasi pemerintah, maupun
obligasi perusahaan. Pada umumnya, investasi perusahaan dilakukan oleh pegawai internal
ataupun oleh orang/perusahaan eksternal,misalnya perusahaan broker saham (pialang). Jika
saham dikelola secara internal, minimal dua orang dipekerjakan untuk menanganinya. Dan
apabila saham dikelola orang dalam, perlu dilakukan pengecekan secara mendadak. Semua
ekuisisi penjualan saham harus mendapatkan otorisasi dari dewan direktur dan komite investasi,
adapun Rekening yang digunakan dalam pencatatan transaksi investasi adalah: Surat berharga
saham, Surat berharga obligasi, Investasi pada saham, Investasi pada obligasi, Pendapatan bunga,
Pendapatan dividen, Laba dari investasi Laba penjualan investasi dan Rugi penjualan investasi.

TUJUAN AUDIT SIKLUS INVESTASI


Tujuan audit siklus investasi adalah untuk memperoleh bukti tentang masing-masing
asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus investasi.
 Asersi keberadaan dan keterjadian Tujuan audit siklus investasi, tujuan audit asersi
keberadaan atau keterjadian menekankan pada apakah seluruh saldo investasi surat
berharga dan modal saham benar-benar ada pada tanggal neraca.
 Asersi kelengkapan Asersi ini menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo yang
semestinya tercantum dalam laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan disajikan.
 Asersi hak dan kewajiban Auditor, berkaitan dengan asersi ini, berusaha memastikan
apakah perusahaan mempunyai hak kepemilikan yang sah atas saldo modal saham dan
investasi surat berharga
 Asersi penilaian dan pengalokasian Berkaitan dengan asersi dengan penilaian, auditor
akan berusaha memperoleh bukti mengenai apakah saldo investasi surat berharga telah
disajikan dalam laporan keuangn pada jumlah yang tepat.
 Asersi pelaporan dan pengungkapan  Selain memperoleh bukti mengenai keempat
asersi tersebut diatas, auditor harus menghimpun bukti mengenai apakah transaksi dan
saldo yang tercatat telah tepat diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan dalam
neraca.

MATERIALITAS, RISIKO DAN STRATEGI AUDIT


Surat berharga sebagai investasi jangka pendek mungkin material untuk kemampuan
membayar (solfabilitas) jangka pendek, tetapi pendapatan atas investasi itu jarang signifikan
dengan hasil operasi perusahaan. Dengan demikian, surat berharga yang dipegang atau dipunyai
sebagai investasi jangka pendek, biasanya material bagi neraca, tetapi tidak bagi laporan laba
rugi. Risiko salah saji pada transaksi penanaman investasi pada umumnya rendah karena
transaksi ini merupakan transaksi yang ajarang terjadi. Lebih dari itu, pengendalian intern atas
transaksi ini, pada umumnya efektif karena satu atau lebih direktur berpartisipasi dalam
transaksi. Adapun Strategi audit tergantung frekuensi transaksi penanaman investasi, baik jangka
pendek maupun jangka panjang. Bila frekuensinya rendah, auditor akan menghemat biaya bila
memakai primarily substantive approach atau pendekatan pengutamaan pengujian substantive.
Sebaliknya, apabila frekuensi transaksi tinggi, auditor akan menghemat biaya kalau melakukan
pengujian pengendalian untuk menghimpun bukti yang mendukung lower assessed level of

control risk.

FLOWCHART

DOKUMEN-DOKUMEN TERKAIT SIKLUS


 Sertifikat saham, Dokumen ini menunjukan jumlah saham yang dimiliki klien sebagai
salah satu pemegang saham. Dokumen ini memberikan pembuktian akan eksistensi
saham tersebut
 Sertifikat Obligasi, Dokumen ini menunjukan jumlah obligasi yang dimiliki klien
sebagai salah satu pemegang obligasi. Dokumen ini memberikan pembuktian akan
eksistensi obligasi tersebut
 Bond Indenture, Kontrak yang memberikan peryataan atau syarat syarat obligasi oleh
perusahaan yang mengeluaran obligasi
 Anjuran Makelar, Dokumen yang dikeluarkan oleh makelar (penghubung antara 2
belah pihak yang berkepentingan) yang memberi spesifikasi harga mengenai transaksi
investasi. Dokumen ini merupakan sumber utama pencatatan transaksi investasi
 Book Of original Entry, buku jurnal yang digunakan untuk mencatat segala transaksi
yang berhubungan dengan Investasi
 Investment Subsidiary ledger, merupakan buku pembantu investasi yang digunakan
untuk mencatat berbagai portofolio investasi maupun bentuk sekuritas.

PROGRAM AUDIT
1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akutansi yang bersangkutan
dengan investasi. Sebelum auditor melakukan pengujian mengenai kewajaran saldo
investasi yang dicantumkan di neraca, ia harus memperoleh keyakinan mengenai
ketelitian dan keandalan catatan akutansi yang mendukung informasi investasi yang
disajikan di neraca. Untuk itu auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo investasi yang
dicantumkan di neraca dengan akun investasi di dalam buku besar dan selanjutya ke
register bukti kas keluar dan jurnal penerimaan kas, dan buku pembantu investasi.
2. Membuktikan aserasi keberadaan dan keterjadian investasi yang dicantumkan di
neraca. Auditor membuktikan apakah saldo investasi mencerminkan kepentingan klien
yang ada pada tanggal neraca dan menceminkan keterjadian transaksi yang berkaitan
dengan investasi selama tahun yang diaudit.
3. Membuktikan aserasi kelengkapan investasi yang dicantumkan di neraca.
Membuktikan bahwa investasi yang dicantumkan di neraca mencakup semua
kepentingan klien terhadap aktiva entitas lain pada tanggal neraca dan mencakup semua
transaksi yang berkaitan dengan ionvestasi dalam tahun audit
4. Membuktikan aserasi penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang saham di
neraca. Penyajian dan pengungkapan unsur-unsur laporan keuangan harus didasarkan
pada prinsip akutansi berterima umum. Pengujian subtantif terhdap investasi diarahkan
untuk mencapai salah satu tujuan membuktikan aserasi penyajian dan pengungkapan
ekuitas pemegang saham di neracanya sesuai dengan prinsip akutansi berterima umum

PROSEDUR AUDIT TOC DAN SUBSTANTIF TES


Prosedur Audit Awal
 Usut saldo investasi yang tercantum di neraca ke saldo akun investasi yang bersangkutan
dalam buku besar.
 Hitung kembali saldo akun investasi di dalam buku besar.
 Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber-posting dalam akun
investasi.
 Usut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu.
 Usut posting pengkreditan dan pendebitan akun investasi ke dalam jurnal yang
bersangkutan.
 Lakukan rekonsiliasi akun kontrol investasi dalam buku besar ke buku pembantu
investasi.

Prosedur Analitik
Menghitung rasio:
 Rasio investasi sementara dengan aktiva lancar.
 Rasio investasi jangka panjang dengan aktiva lancar.
 Rate of returns tiap-tiap golongan investasi.
Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa
lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan, atau data lain.

Pengujian terhadap Transaksi Rinci


 Periksa dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan dan penjualan investasi.
 Hitung kembali pendapatan bunga dan dividen tahun yang diaudit.
 Hitung kembali laba dan rugi yang timbul dari transaksi penjualan surat berharga.
 Hitung kembali laba dan rugi yang timbul dari transaksi penjualan investasi.
 Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga dalam periode
sekitar tanggal neraca.
 Periksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam periode
sekitar tanggal neraca.
 Periksa dokumen yangmendukung pemerolehan investasi yang dimiliki oleh klien pada
tanggal neraca

Pengujian terhadap Akun Rinci


 Pelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi.
 Minta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan
inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut.
 Kirimkan konfirmasi terhadap surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak
lain.
 Lakukan rekonsiliasi antara surat berharga yang dihitung dengan hasil konfirmasi dan
jumlah yang dihasilkan di neraca.
 Lakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap polis asuransi surat berharga.
 Minta informasi mengenai surat berharga yang dijadikan jaminan penarikan utang.
 Bandingkan metode penilaian investasi yang digunakan oleh klien dengan prinsip
akuntansi berterimas umum di Indonesia.
 Bandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.

Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan


 Periksa klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan investasi jangka
panjang.
 Periksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian
perusahaan lain.

Pengujian Substantif
1. Verifikasi terhdapa kecermatan berbagai saldo, daftar dan buku pembantu
2. Menerapkan prosedur analitikal
3. Inspeksi perhitungan sekuritas di tangan
4. Konfirmasi sekuritas pada pihak lain
5. Melakukan penelusuran ke rekening investasi
6. Menghitung kembali pendapatan yang telah diterima
7. Penelaahan dokumentasi harga pasar saham
8. Membandingkan penyajian statement dengan GAAP

KEMUNGKINAN SALAH SAJI


• Pencatatan saldo investasi dalam neraca tidak mencerminkan jumlah investasi yang
terjadi sesuai tanggal neraca
• Pendapatan investasi, Gain atau Losses tidak disajikan dalam jumlah yang wajar