Anda di halaman 1dari 6

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN : PENYELESAIAN

PENGUJIAN DALAM SIKLUS PEMBELIAN DAN


PEMBAYARAN (PENGUJIAN SUBSTANTIF
TRANSAKSI)
TUGAS MATA KULIAH PENGAUDITAN II

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2020
PENGAKUAN BIAYA DAN LIABILITAS
Banyak transaksi yang diproses melalui suatu proses pembelian tertentu yang
melibatkan pengakuan suatu biaya dan Liabilitas secara bersamaan. Sebagai akibatnya,
auditor seharusnya memahami konsep yang mendasari pengakuan dan biaya dalam rangka
untuk mengaudit proses pembelian. FASB Concept Statement No. 6, “Element of Financial
Statement,” mendefinisi biaya dan liabilitas sebagai berikut:
 Biaya adalah arus kas keluar atau penggunaan yang lain aset atau terjadinya liabilitas
(atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pengadaan jasa,
atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan kegiatan operasi utama atau pusat
yang terus menerus dari suatu perusahaan.
 Liabilitas adalah kemungkinan pengorbanan dimasa depan atas manfaat ekonomis
yang muncul dari kewajiban saat ini dari suatu perusahaan tertentu untuk mentrasfer
aset atau menyediakan jasa pada perusahaan lain dimasa depan sebagai akibat
transaksi atau peristiwa masa lalu.
 
Secara umum, liabilitas yang biasanya terjadi sebagai bagian dari proses pembelian
adalah utang dagang. Biaya lain yang terjadi adalah yang masih harus dibayar sebagai
liabilitas jangka pendek setiap periode akuntansi. Sebagian besar biaya yang diakui adalah
biaya produk atau periode.

DESKRIPSI SPESIFIK UTANG USAHA


Utang usaha termasuk sebagai unsur utang lancar. Utang lancar meliputi semua
kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari
tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan) dengan cara mengurangi aktiva
yang dikelompokkan dalam aktiva lancar atau dengan cara menimbulkan utang lancar yang
lain. Utang lancar digolongkan menjadi 6 kelompok berikut ini:
1. Utang usaha yang timbul dari transaksi pembelian bahan baku dan bahan penolong,
suku cadang, dan bahan habis pabrik (factory supplies).utang usaha dapat
digolongkan lebihlanjut menjadi dua golongan yaitu:
2. Utang yang tidak disertai dengan surat beharga sebagai bukti tertulis tentang
kesanggupan untuk membayar kewajiban (desebut dengan utang usaha atau account
payable)
3. Utang yang disertai dengan surat beharga sebagai bukti tertulis tentang kesanggupan
untuk membayar kewajiban (disebut dengan utang wesel notes payable).
4. Utang jaminan masuk dari pelanggan.
5. Utang yang timbul dari berlalunya waktu (accrued payable).
6. Utang yang timbul kepada pihak ketiga karena perusahaan ditunjuk sebagai pemungut
pajak atau iuran yang lain, seperti utang Pajak Pertambahan Nilai (PPN), utang Pajak
Penghasilan Karyawan (PPh Pasal 25), utang ana dan pension, utang asuransi
karyawan.

Utang usaha merpakan bagian terbesar utang lancar perusahaan , oleh karena itu, pengujian
substansif dalam materi ini difokuskan terhadap utang usaha.

TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP UTANG USAHA


Tujuan audit terhadap utang usaha adalah:

1. Memperoleh keyakinan terhadap tentang keandalan catatan akuntansi yang


bersangkutan dengan utang usaha.
2. Membuktikan keberadaan utang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan
dengan utang usaha yang dicantumkan di neraca.
3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan
kelengkapan saldo utang usaha yang disajiakan di neraca.
4. Membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca.
5. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengugkapan utang usaha di neraca.

PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP UTANG USAHA


Kerangka tujuan pengujian substantive terhadap utang usaha dilukiskan pada Gambar
16.1. dalam gambar tersebut terlihat bahwa tujuan utama pengujian substantive terhadap tang
usaha adalah membuktikn bahwa saldo akun Utang Usaha yang dicantumkan dalam neraca
mencerminkan saldo Akun Utang Usaha yang sesungguhnya pada tanggal neraca tersebut.
Untuk mecapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantive yang digolongkan ke dalam 5
kelompok yaitu:
1. Prosedur audit awal.
2. Prosedur analitik.
3. Pengujian terhadap transaksi rinci.
4. Pengujian terhadapsaldo akun rinci.
5. Verifikasi terhadap penyajian dan pengungkapan.
Kelima kelompok pengujian substantive tersebut ditujukan untuk memverifikasi lima asersi
manajemen yang terkandung dalam akun Utang usaha yaitu:
1. Keberadaan dan keterjadian
2. Kelengkapan
3. Penilian
4. Kewajiaban
5. Penyajian dan pengungkapan

Prosedur Audit

Prosedur Audit Awal


1. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun utang usaha yang akan diuji lebih
lanjut.
 Usut saldo utang usaha yang tercantum di dalam neraca ke saldo akun utang usaha
yangbersangkutan di dalam buku besar
 Hitung kembali saldo akun utang usaha di dalam buku besar
 Lakukan revie terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam
akun utang usaha
 Usut saldo awal akun Utang usaha ke kertas kerja tahun lalu
 Usut posting pendebitan akun utang Usaha ke dalam jurnal yang bersangkutan
 Lakukan ekonsiliasi akun control Utang Usaha dalam Buku besar ke buku
pembantu utang usaha

Prosedur Analitik
2.   Lakukan prosedur analitik
a.       Hitung ratio berikut ini:
·         Tingkat perputaran utang usaha
·         Ratio utang usaha dengan utang lancar
b.      Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yag didasarkan pada data
masa lalu. Data industry, jumlah yang disanggarkan, atau data lain
c.       Bandingkan akun biaya dengan akun biaya yang sama tahun lalu atau biaya yang
disanggarkan utnuk mendapatkan indikasi kemungkinan adanya understatement utang
lancer

Penyajian terhadap Transaksi rinci


3.   Periksa sampel utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung timbulnya
utang usaha.
a.       Periksa pengkreditan akun utang usaha yang tercatat ke dokumen pendukung bukti
kas keluar, laporan penerimaan barang, surat order pembelian, atau dokumen pendukung
lain
b.      Perika pendebitan akun utang usaha ke dokumen pendukung bukti kas masuk, memo
debit untuk retr pembelian
4.   Lakukan verivikasi pisah batas (cutiff) transaksi pembelian
a.       Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir
tahun yang diaudit dan minggu pertam setelah tanggal neraca
5.   Lakukan verivikasi pisah batas (cutiff) transaksi pngeluaran kas
a.       Periksa dokumen yang mendukung transaksi pmbayaran utang usaha dalam minggu
terakhir tahun yang di audit dan minggu pertama setelah anggal neraca
6.   Lakukan pencarian utang yang belum di catat
a.       Periksa bukti-bukti yang mendukung pengeluaran kas yang dicatat setelah tanggal
neraca
b.      Periksa bukti kas keluar yang dibuat setelah tanggal neraca
c.       Periksa catatan sediaan barang konsinyasi masuk
d.      Pelajari perturan perpajakan menyangkut bisnis klien
e.       Lkukan review terhadap anggaran modal, perintah kerja, dan kontrak pembangunan
untuk memperoleh bukti adanya utang yang belum dicatat

Pengujian terhadap Saldo Akun rinci


7.   Lakukan konfirmasi ulang
a.       Lakukan identifikasi penjual besar dengan me-review register bukti kas keluar atau
bukti pembantu utang, arsip induk utang, dan kirimkan konfirmasi kepada kreditur yang
akun utang klien kepadanya memiliki karakteristik berikut ini:
·      Bersaldo besar
·      Terdapat kegiatan pembelian yang luar biasa
·      Bersaldo kecil atau nol
·      Bersaldo debit
b.      Lakukan penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan
c.       Periksa dokumen yang mendukung pembayaran Utang Usaha setelah tanggal neraca
8.   Lakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang
bulanan yang iterima oleh klien dari kreditur

Verifikasi Penyajian dan pengungkapan


9.   Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum
a.       Periksa klasifikasi piutang usaha di neraca
b.      Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usha
c.       Periksa pengungkapan yag bersangkutan dengan utang usaha
d.      Mintalah informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan
dan utang bersyarat dan periksa penjelasan yang bersangkutan dengan utang tersebut

Prosedur Analitik
Pada tahap pengujian substantive trhadap utang usaha, pengujian analitik
dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan
bidang yang memerlukan audit lebih intensif, untuk itu, auditor melakukan perhitungan
berbagai ratio beriut ini:

Ratio Formula

Tingkat perputaran utang usaha Pembelian +Rerata utang usaha

Rasio utang usaha dengan utang lancar Saldo utang usaha+Utang lancar