Anda di halaman 1dari 2

Tugas Teknologi Enzim

1. Bagaimana enzim tersebut bekerja menjalankan fungsinya ?


2. Bagaimana kondisi proses aplikasinya ?

Class : Isomerases- Xylose isomerase

1. Xilosa isomerase adalah enzim yang mengkatalisis interkonversi D-xilosa dan D-xilulose.
Isomerase diproduksi oleh banyak spesies bakteri khususnya pada genus Actinoplanes,
Streptomyces, dan Bacillus. Xilosa isomerase sering disebut sebagai glukosa isomerase
karena penggunaannya dalam industry sirup jagung tinggi fruktosa dan glukosa. Enzim
ini mampu mengubah glukosa menjadi isomernya yaitu fruktosa. Selain mengubah gula
pentose seperti glukosa menjadi fruktosa, enzim ini uga bekerja pada berbagai macam
substrat gula heksosa seperti D-ribosa, L-rhamnosa, dan D-allosa (Susanti dan Fibriana,
2017).

Gambar 1. Reaksi polimerisasi isomer xilosa dan glukosa yang dikatalisis oleh enzim
xilosa isomerase.

Enzim xilosa isomerase merupakan homotetramen dengan berat molekul 200,000


kDa dan bersifat termostabil dengan aktivitas optimal hingga diatas 95°. Xilosa
isomerase menunjukkan aktivitas maksimum pada pH 7.1 dan menggunakan ion Mg 2+
sebagai kofaktornya dan inhibitornya ion Ca 2+. Enzim ini dapat diisolasi dari bakteri
hipertermofilik, yaitu mikroba yang dapat tumbuh optimum pada temperature di atas
80°.

2. Produksi gula fruktosa dari glukosa


Setelah pati diubah menjadi glukosa, dengan menggunakan enzim glukosa
isomerase glukosa diubah menjadi fruktosa. Fruktosa merupakan gula yang memiliki
tingkatan rasa manis diatas glukosa dan sukrosa. Mekanisme proses pembuatan high
fructose syrup dimulai dengan Glukosa murni yang diperoleh dari proses pemecahan pati
disaring melalui filter resin penukar ion dan karbon aktif dengan kandungan DE
(dextrose equivalent) sebesar 93-97% kemudian dievaporasi menjadi bentuk solid
terkonsentrasi 40%-50%. Dalam produksi fruktosa, ke dalam substrat ditambahkan
magnesium sebagai kofaktor enzim dan mencegah kalsium untuk menghambat enzim.
Selain itu, ditambahkan komponen sulfur dan grafit untuk mencegah kontaminasi
mikroorganisme serta mengontrol kadar oksigen. Reaksi dilakukan selama satu hingga
empat jam hingga menghasilkan 41%-43% sirup fruktosa. Guna memperoleh konsentrasi
fruktosa yang lebih tinggi, maka dilakukan penyaringan menggunakan resin penukar ion
guna menghilangkan kandungan glukosa yang tersisa. Glukosa yang tertinggal dalam
kolom resin akan meningkatkan konsentrasi fruktosa hingga 90%. Produksi fruktosa dari
glukosa dalam kondisi yang berkelanjutan (continuous production).
Terdapat tiga jenis sirup fruktosa hasil konversi dari glukosa oleh enzim glukosa
isomerase, yaitu: 1. Sirup fruktosa 42% yang lebih manis dibandingkan sukrosa, 2. Sirup
fruktosa 55% yang lebih manis dibandingkan sukrosa 8%, 3. Sirup fruktosa 90% yang
lebih manis dibandingkan sukrosa 20-30% Dalam proses produksi sirup fruktosa dari pati
secara langsung, pati akan diubah menjadi glukosa terlebih dahulu. Enzim alpha amylase
dan glukosidase amylase mengubah pati menjadi glukosa. Selanjutnya, glukosa diubah
menjadi fruktosa dengan bantuan enzim glukosa isomerase.
Pembuatan ini menggunakan suhu operasi 60° dengan pH berkisar pada 7,8-8,3
dengan pengaturan waktu kontak sekita 1-2 jam. Mengunakan activator ion magnesium
yang berjumlah sekitar 1x10-3 sampai 5x10-3 mol/L.

Daftar Pustaka

Susanti R. dan Firda Fibriana. 2017. Teknologi Enzim. Yogyakarta : Cv. Andi Offset.