Anda di halaman 1dari 22

11/05/2020

SISTEM LIMFATIK
Sistem limfatik merupakan suatu kumpulan dari:
 Jaringan Limfatik

 Pembuluh Limfatik

 Organ Limfatik
 Kelenjar Getah Bening/ Kelenjar Limfe/ Lymphnode

SISTEM LIMFATIK 

Tonsila (T.Palatina, T.Lingualis, T.Pharyngica)
Lien/ Limpa
 Thymus
RIMBUN  MALT (Mucous Associated Lymphatic Tissue)
DEPT ANATOMI & HISTOLOGI FK UNAIR
2019

SISTEM PERTAHANAN TUBUH


PERANAN SISTEM LIMFATIK (IMUNITAS)
 Pembuluh limfatik berperan menunjang sistem  Imunitas non spesifik (innate immunity)
kardiovaskular, dalam mengangkut cairan dan  Pertahanan lini pertama melawan agresi mikroba
protein yang tidak mampu dibawa oleh vena.  Terdiri dari: physical barriers, chemical defences,
Yang kemudian akan dikembalikan lagi ke secretory substances, phagocytic cells.
dalam sistem sirkulasi.  Imunitas spesifik (adaptive immunity)
 Jaringan limfatik yang menyusun organ2  Pertahanan terhadap mikroba yang telah melewati
limfatik berperan membentuk sistem imun lini pertama
tubuh, melalui sel-sel limfosit (T cells, B cells)  Kontak awal dengan antigen yang spesifik 
dan makrofag. serangkaian reaksi yang melibatkan sel-sel pada
sistem imun  menghasilkan “immune memory”
 Secara umum berfungsi menjaga permukaan
 Aktivasi sel limfosit B dan T yang secara spesifik
tubuh & kompartemen cairan internal serta
menghancurkan mikroba tertentu yang berhasil
bereaksi terhadap substansi yang menginvasi tubuh.
membahayakan

1
11/05/2020

CAIRAN LIMFE
 Merupakan cairan yang masuk ke dalam dan
mengisi pembuluh limfatik
 Jernih dan agak kekuningan

 Komposisinya mirip plasma darah

 Mengalami penyaringan di kelenjar getah bening


(KGB) untuk dimasukkan lagi ke dalam vena

PEMBULUH LIMFATIK PEMBULUH LIMFATIK


 KAPILER LIMFA (Lymph capillary)  PEMB LIMFA SEDANG (Lymph Vein/Trunk)
 Diameter lebih besar dibandingkan kapiler darah  Seperti vena sedang, dindingnya terdiri dari 3 lapisan
 Terletak lebih profundus dengan batas antar lapisan tidak jelas
 Terdapat katup yang berpasangan, jumlahnya banyak
 Berujung buntu (beda dengan kapiler darah: saling di sepanjang perjalanan pembuluh.
beranastomose)
 PEMB LIMFA BESAR (Lymph Duct)
 Lebih permeable, dindingnya bisa ditembus oleh  Seperti vena besar, tapi otot di tunika media lebih >>
cairan, plasma protein, bakteri, debris seluler, sel (vena besar: otot di tunika adventisia lebih >>)
tubuh (limfosit,dll)  Makros: ductus limfatikus dextra & Ductus Thoracicus.
 Membentuk anyaman  lymphatic plexuses  Terletak berdampingan dengan pembuluh darah,
kecuali di gigi, tulang, sumsum tulang, dan
sistem saraf pusat.

2
11/05/2020

LYMPHATIC VESSEL (VALVE +) PEMBULUH LIMFATIK


 Pembuluh limfatik superfisial terletak di
subcutan, mengikuti vena superficial.
 Pembuluh limfatik profundus mengikuti
perjalanan arteri, menerima aliran limfe dari
pembuluh limfatik superfisial dan dari internal
organ.
 Kedua pembuluh limfatik melewati KGB, baik
superfisial maupun profundus, untuk menyaring
cairan limfe, dan bergabung menjadi pembuluh
yang lebih besar.
 Sampai akhirnya bermuara di duktus limfaticus
dextra dan ductus thoracicus.

PEMBULUH LIMFATIK
 Ductus limfaticus dextra
 Menerima aliran limfe dari tubuh bagian kanan atas
(kepala bagian kanan, leher kanan, thoraks kanan,
ekstremitas atas kanan)
 Masuk ke angulus venosus D (pertemuan vena
subclavia D & vena jugularis interna D)
 Ductus thoracicus
 Menerima aliran limfe dari seluruh tubuh selain
yang bermuara ke ductus lymphaticus dextra
 Masuk ke angulus venosus S (pertemuan vena
subclavia S & vena jugularis interna S)

3
11/05/2020

Pewarnaan HE, sabut


retikuler tidak terlihat jelas

JARINGAN LIMFATIK
 Jaringan limfatik termasuk dalam jaringan
ikat khusus Limforetikuler, terdiri dari:
 STROMA: berperan sebagai kerangka, Pewarnaan Ag impregnasi. Sabut
retikuler terlihat jelas, namun sel
berbentuk anyaman atau sponge-like retikulum tidak terlihat jelas
framework. Terdiri dari BASB sabut
retikuler dan sel retikulum.
 SEL BEBAS: Sel-sel yang mengisi mata
anyaman. Terdiri dari: sel limfosit, makrofag,
sel plasma. JARINGAN
 Sebagai tempat limfosit berproliferasi LIMFATIK
 Merupakan tempat yang strategis bagi limfosit
dan makrofag untuk melakukan surveillans.

4
11/05/2020

SABUT
RETIKULER SEL-SEL PADA SISTEM LIMFATIK
 Lymphocyte
 Monocyte
 Macrophage

 Neutrophil

 Basophil
 Sabut-sabutnya halus, bercabang membentuk  Eosinophil
anyaman
 Plasma cell
 Merupakan sabut kolagen type 3 (prekolagen)
 Reticular cell
 Nampak jelas dengan pengecatan Ag Impregnasi
 Dendritic cell
 sabut-sabutnya berwarna hitam.
 Follicular dendritic cell
Dengan pengecatan PAS  merah keunguan
 Langerhans cell

1. LIMFOSIT
Sel utama pada jaringan limfatik
Terdiri dari limfosit T dan B
Mempunyai kemampuan mengenali dan respon
terhadap bahan atau sel dari luar tubuh

2. MAKROFAG
Derivat dari monosit
Berperan sebagai phagocytic cells & APC (Antigen
presenting cell)
Sulit dilihat dengan LM kecuali bila sedang
memfagositosis

3. SEL PLASMA
Diferensiasi dari limfosit B
Mempunyai inti besar, bulat/ ovoid, butir kromatin
tersebar di tepi  “a clock faced appearance”

5
11/05/2020

6. SEL RETIKULUM
 Ciri-ciri nya:
 Berbentuk bintang
4. Sel Dendritic 5. FOLLICULAR
dengan juluran
DENDRITIC CELL
Merupakan antigen sitoplasma (stellate
(FDC)
shape)
presenting cell (APC) Memiliki juluran
  Inti berbentuk ovoid,
yang berasal dari sitoplasma tipis, pucat, tipe open face
sumsum tulang. banyak, bercabang (nukleolus nampak jelas)
Terletak di lien & KGB seperti rambut, yang  Sitoplasma bersifat  2 tipe sel retikulum:
interdigitasi di antara basofilik (berwarna biru)  Mesenchymal reticular cells:
Fungsi:  Fungsi: penyangga
limfosit B di germinal - berasal dari mesoderm
 Memproses & (memproduksi sabut
center. retikuler) & dapat - terdapat pada KGB, lien,
mempresentasikan Ag ke
 Bukan merupakan memproduksi bahan yang tonsil dan sumsum tulang
limfosit T.
APC menarik limfosit T, B dan  Epithelial reticular cells:
 Membantu aktivasi sel dendritik - berasal dari endoderm
limfosit T.  Bukan sel fagositosis
- terdapat pada thymus

PEMBAGIAN JARINGAN LIMFATIK JARINGAN LIMFOID PADAT &


JARINGAN LIMFOID KENDOR
Jaringan limfatik dibagi menjadi 2 jenis: Jaringan Limfoid Padat, pada sediaan biasanya
 Jaringan Limfoid Padat/ Dense Lymphatic berbentuk:
Tissue, ciri-ciri:  Lempengan “CORD”. Terdapat pada medula KGB 
Medullary cord
 Anyaman sabut-sabut retikulernya padat
 Nodul “Limfoid Nodul/nodulus limfatikus”. Terdapat
 Mata anyaman kecil-kecil (sempit), berisi sel-sel pada tonsil, cortex KGB, pulpa putih lien, lamina
bebas yang padat propria (traktus digestivus, respiratorius,
 Pada preparat berwarna lebih gelap genitourinalis, termasuk Payer’s patches ilium, dan
appendix), tonsil.
 Jaringan Limfoid Kendor/ Loose Lymphatic Jaringan Limfoid Kendor, pada sediaan biasanya
Tissue, ciri-ciri: berbentuk:
 Anyaman sabut-sabut retikulernya renggang  Sinus-sinus pada KGB.
 Ruangan diantara limfoid nodul.
 Mata anyaman lebar-lebar, berisi sel-sel bebas yang
 stratum papilare dari dermis
jumlahnya sedikit
 lamina propria (traktus, digestivus, respiratorius,
 Pada preparat berwarna lebih pucat genitourinalis)

6
11/05/2020

JARINGAN LIMFOID PADAT & JARINGAN LIMFOID PADAT & KENDOR DI


JARINGAN LIMFOID KENDOR
LAMINA PROPRIA TRAKTUS DIGESTIVUS

b
2

1. Jar limfoid padat, berbentuk nodulus Gambar Nodulus Limfatikus:


2. Jar limfoid padat berbentuk lempengan a. Folikel I (Primary Nodul)
3. Jar limfoid kendor berupa sinus b. Folikel II (Germinal Center)

LIMFOID NODUL (NODULUS LYMPHATICUS) Folikel primer

Jaringan limfatik padat, berbentuk


 Terdiri dari kumpulan
bulat/ovoid, batas yang jelas.
limfosit kecil yang
 Terdiri atas: b
padat, dengan inti
1. Primary nodule (folikel I)
2 gelap.
- Bagian tepi, tampak lebih padat
- Sudah ada sejak lahir
a
2. Secondary nodule = Germinal
Folikel sekunder
center (folikel II)
- Bagian tengah, tampak lebih
pucat 1  Terdiri dari limfosit
- Muncul setelah lahir  sedang & besar,
terbentuk krn adanya respon follicular dendritic Gambar Nodulus Limfatikus:
terhadap antigen cell, makrofag a. Folikel I (Primary Nodul)
b. Folikel II (Germinal Center)

7
11/05/2020

ORGAN LIMFATIK ORGAN LIMFATIK


o Kelenjar Getah Bening/ Kelenjar Limfe/  Organ limfatik
Lymphnode primer (central) 
o Tonsila (T.Palatina, T.Lingualis, T.Pharyngica) bertanggungjawab
o Lien/ Limpa untuk perkembangan
dan maturasi limfosit
o Thymus
 Thymus & sumsum
o MALT (Mucous Associated Lymphatic Tissue) tulang.
 Organ limfatik
sekunder (perifer)
 merupakan tempat
dari limfosit yang
imunokompeten.
 Lien, KGB, MALT.

KELENJAR GETAH BENING (KGB)/ KELENJAR GETAH BENING (KGB)/


LYMPH NODE LYMPH NODE
 Berbentuk seperti ginjal  ada bagian cekung dan Terdiri dari:
conveks nya.  Kapsul (dan trabekulae)
 Keseluruhan dibungkus oleh kapsul jaringan ikat.  Cortex
 Bagian cekung disebut HILUS, tempat keluar  Medula
masuk pembuluh darah, saraf, dan tempat
keluarnya pembuluh limfa.
 Terletak di sepanjang perjalanan pembuluh limfa,
bergerombol. Kerangka KGB:
 Kerangka kolagen  kapsul dan trabekula
 Fungsi : proliferasi limfosit, menyaring cairan
limfe, membentuk antibodi  Kerangka retikuler  Cortex dan Medulla
 Jaringan limfoid padat
 Jaringan limfoid kendor

8
11/05/2020

KELENJAR GETAH BENING


KGB: KAPSUL
 Terdiri atas jaringan ikat kolagen
 Di bawah kapsul terdapat ruangan yang berisi
KAPSUL
CORTEX
jaringan limfoid kendor, dinamakan sinus
subcapsularis
 Di beberapa tempat memasuki cortex,

MEDULA membentuk sekat-sekat  trabekula


 Di sekitar trabekula terdapat ruangan yang juga
berisi jaringan limfoid kendor, dinamakan 
sinus trabekularis (peri folikularis)

SINUS MEDULARIS
HILUS

KGB: CORTEX KAPSUL DAN CORTEX KGB


 Terletak di bawah kapsul. Tidak terdapat pada hilus. 3
 Terdiri atas jaringan limfoid padat yang berupa
nodul  folikel/ nodulus terdiri dari: 4
 Primary nodule/folikel I/folikel primer
-Sudah terbentuk sejak lahir 1
-Terdiriatas sel-sel limfosit kecil 2
-Pada sediaan terlihat lebih gelap

 Secondary nodule/folikel II/germinal center


-Terletak di tengah primary nodule
-Terbentuk karena reaksi infeksi, sehingga semakin
bertambah umur, germinal center semakin banyak
-Terdiri atas sel-sel yang lebih besar
-Pada sediaan terlihat lebih pucat 1.Germinal Center (folikel II) 2.Primary folikel (folikel I)
3.Sinus sub capsularis 4.Sinus trabekularis

9
11/05/2020

5
KGB: MEDULA
4
 Terletak di bagian dalam KGB
3
 Terdiri atas:
 Jaringan limfoid padat, berupa lempengan/
pita, dinamakan Medullary Cord
2  Jaringan limfoid kendor, yang mengisi
ruang diantara medullary cord, dinamakan
Sinus Medullaris
1 Sinus medullaris ini merupakan kelanjutan
dari sinus subcapsularis dan sinus
trabekularis

1. Kapsul ; 2. Sinus Subcapsular; 3. Trabekula; 4. Limfoid Nodule


5. Sinus Peri-Trabecular (Parafollicular)

MEDULA KGB
ALIRAN CAIRAN LIMFE
 Fungsi KGB adalah menyaring cairan limfe/
cairan getah bening agar bersih dari bakteri/
kotoran
 Cairan limfe masuk ke KGB melalui vasa afferen
(di bagian convex KGB/ di luar kapsul)  sinus
subcapsularis  sinus trabekularis  sinus
medullaris  keluar melalui vasa efferen (di
bagian hilus KGB).
 Sehingga fungsi penyaringan ini diperankan oleh
Medullary Cord
Sinus Medullaris jaringan limfoid kendor yang mengisi sinus-sinus
tersebut.

10
11/05/2020

SKETSA STRUKTUR HISTOLOGIS KGB


7 5
3 4 1.Vasa afferent
2.Vasa efferent
9
3.Trabekula
1 4.Sinus Vasa efferent
trabecularis.
5.Sinus
subcapsularis
6.Sinus
medullaris Vasa Afferent
7.Folikel primer
8.Medullary cord
9.Germinal center

2 8
6

THE WALDEYER’S
RING
TONSILA Merupakan kumpulan
tonsila yang mengitari
 Merupakan organ limfatik yang berkapsul,
orofaring. Terdiri dari:
berkripta, dan diliputi oleh jaringan epitel
 Tonsila Pharyngica.
 Terletak di sekitar rongga mulut dan pharyng
Di midline dari nasofaring.
 Berisi jaringan limfoid padat (limfoid nodul)
Berjumlah satu buah.
 Tidak berfungsi untuk menyaring cairan limfe,
 Tonsila Palatina.
melainkan berfungsi:
 Memproduksi/ tempat prolifeasi limfosit utk melawan Di posterior geraham
kuman yang terhirup/ tertelan belakang bilateral.
 Memproduksi antibodi untuk allergen tertentu  Berjumlah satu pasang.
memory cell  Tonsila lingualis.
 Mengabsorbsi kuman melalui kripta utk dihancurkan Di dasar mulut bilateral.
Berjumlah satu pasang.

11
11/05/2020

CIRI T. PALATINA T. LINGUALIS T. FARINGICA


TONSILA 2
Letak Antara arcus Pada radix Pada dinding PALATINA 3
glossopalatinus linguae (1/3 belakang
dan arcus posterior lidah, nasofaring
faringopalatinus dekat klj weber) 1.Krypta
Epitel Berlapis pipih Berlapis pipih Berderet 2.Limfoid
Permukaan tanpa tanduk tanpa tanduk silindris+silia+
sel goblet Nodul
Kripta Banyak, dalam, Sedikit, Tidak (selapis) 4
bercabang2 dangkal, jarang berkripta
1
3.Capsul
bercabang
jaringan ikat
Jaringan Berbentuk nodul Berbentuk Jar. Limfoid
limfoid (selapis nodul difus
4.Epitel
limfonoduli) berlapis
pipih
Tonsil tidak memiliki vasa afferent

TONSILA PALATINA
TONSILA
LINGUALIS
4
1.Folikel I
2.Folikel II
3.Klj Weber
4.Kapsul
Crypt

12
11/05/2020

TONSILA PHARYNGICA

Epitel berderet silindris


Berkino silia
Tonsila Pharyngica

Jaringan limfoid padat yang difuus


Tonsila Lingualis

LIEN/ LIMPA/ SPLEEN


 Merupakan organ limfatik terbesar.
 Mempunyai kapsul, trabekula, dan hilus.
 Tetapi lien tidak punya vasa afferen, karena lien
tidak berfungsi menyaring cairan limfe, melainkan
berfungsi menyaring darah.
 Bila dilihat secara makroskopis, lien terdiri dari
bentukan bulat/lonjong berwarna abu2 yang
tersebar pada daerah gelap kemerahan.
 Bentukan abu2 disebut Pulpa Putih/ White Pulp/
Malphigian Corpuscle
 Daerah gelap kemerahan disebut Pulpa Merah/ Red
Pulp

13
11/05/2020

LIEN/ LIMPA/ SPLEEN: LIEN/ LIMPA/ SPLEEN:


GAMBARAN MIKROSKOPIK GAMBARAN MIKROSKOPIK
A. KAPSULA DAN TRABEKULA B. PULPA PUTIH
-Menyelimuti permukaan lien. -Tersusun dari jaringan limfoid padat, membentuk
-Tersusun atas jaringan ikat padat. selubung yang mengelilingi arteri centralis (mrpk
-Mengandung sabut kolagen, sabut retikular, arteriole)
dan otot polos. - Terdiri dari bagian-bagian:
-Kapsul masuk ke dalam jaringan limfoid lien, 1. Primary nodule. Letak di tepi, nampak gelap.
membentuk trabekula (sekat2). 2. Germinal center. Letak excentris, nampak lebih
-Trabekula: mengandung banyak sabut elastis, terang.
terdapat arteri dan vena Trabekularis, 3. Periarterial lymphoid sheat (PALS). Letak tepat
serta pembuluh limfa. di sekeliling arteri sentralis, tersusun dari limfosit T.
1+2  splenic nodule, tersusun dari sel limfosit kecil
dan sedang dari jenis B-limfosit, sel monosit, sel plasma.

LIEN/ LIMPA/ SPLEEN: LIEN/ LIMPA/ SPLEEN:


GAMBARAN MIKROSKOPIK GAMBARAN MIKROSKOPIK
C. PULPA MERAH D. ZONA MARGINALIS
- Terletak tersebar diantara pulpa putih, - Merupakan zona peralihan antara pulpa putih
- Berupa anyaman sinusoid (modifikasi kapiler darah) dan pulpa merah.
yang bercabang dan beranastomose -Tersusun atas jaringan limfoid kendor.
- Di antara anyaman sinusoid terdapat jaringan pulpa - Berbentuk sinusoid (seperti pulpa merah),
merah berupa lempengan2, dinamakan billroth hanya ukuran sinusoidnya lebih kecil.
cord/ spleenic cord/ pulp cord. - Tempat pertama terjadi hubungan sel
- Billroth cord terdiri dari makrofag (monosit), eritrosit, darah/Ag dengan jaringan parenkim lien.
trombosit, plasmosit. Bila terdapat sel-sel muda, - Terdiri dari sel makrofag dan limfosit B.
seperti rubriblas, myeloblas, myelosit, megakaryosit 
anemia & leukimia

14
11/05/2020

LIEN/ LIMPA PULPA PUTIH, PULPA MERAH, ZONA MARGINALIS

PULPA PUTIH

PULPA MERAH

PULPA PUTIH PULPA MERAH

1
2
A A. PULPA PUTIH
B. PULPA MERAH

1
B 1. Arteri centralis
2. Sinusoid 1
3. Billroth cord /
3
Splenic cord
2 2

3
1. Germinal Center 1. Billroth Cord
2. Folikel I 2. Sinusoid
3. Arteri Sentralis

15
11/05/2020

LIEN/ LIMPA
LIEN/ LIMPA
1.Trabekula C
2.Pulpa
merah
3.Pulpa
putih
4.Arteri
centralis

A. Pulpa Putih 1. Arteri Centralis


B. Pulpa Merah 2. Sinusoid
C. Zona Marginalis 3. Billroth Cord

SIRKULASI LIEN
Lien mendapat suplai aliran darah dari:
 Cabang A. Lienalis memasuki hillus lien 

memasuki trabekula melalui A. Trabekularis 


memasuki pulpa putih melalui A. Sentralis 
memasuki pulpa merah melalui Aa. Penicillaris 
masuk venous sinusoid dalam pulpa merah 
kembali ke trabekula melalui V. Trabekularis 
keluar dari lien melalui V. Lienalis.

16
11/05/2020

ARTERIA PENICILLARIS DALAM


PULPA MERAH LIEN
2 1 Ada tiga jenis arteria Penicillaris, antara lain:
 Pulp Arteri
 Merupakan arteri pre kapiler
 Dikelilingi beberapa lapis sel limfosit
1. ART.TRABEKULARIS,
2.VENA TRABEKULARIS
 Sheated Arteri
 Merupakan kapiler
 Mempunyai selubung beberapa lapis sabut retikuler
dan sel retikulum yang tersusun konsentris 
Shweigger Seidel Sheath
 Terminal Arteri
 Merupakan kapiler
 Berhubungan langsung dengan venous sinusoid di
pulpa merah

Pulp artery
trabekula
Pulpa merah

SHEATHED ARTERI

Sheated artery

17
11/05/2020

THYMUS THYMUS
 Mulai terbentuk pada kehamilan akhir minggu ke-6
(merupakan organ limfatik yang terbentuk pertama
kali)
 Setelah pubertas mulai mengalami kemunduran
(aged involution), jaringan limfoid thymus diganti
menjadi jaringan ikat dan jaringan lemak
 Letak di mediastinum proximal, ventral dari aorta

 Bentuk pipih, warna abu-abu, terdiri dari dua


gelambir
 Fungsi thymus: membentuk dan mematangkan sel
limfosit T sebagai pertahanan tubuh, serta
memproduksi hormon thymosin

THYMUS
 Thymus terdiri dari 2 lobus, tiap lobus diselimuti
oleh kapsul yang tersusun atas jaringan ikat kendor
(berbeda dengan kapsul lainjaringan ikat padat)
 Tiap lobulus dibagi menjadi cortex (lebih gelap) dan
medula (lebih terang)
 Tidak punya limfonoduli  folikel primer (-),
germinal center (-)
 Tidak punya vasa afferent

 Di bagian medula terdapat Hassal’s Corpuscle 


salah satu bentuk sel retikulum yang khas.
Bentuknya tersusun dalam lapisan yang konsentris,
bagian tengahnya mengalami degenerasi
hyaline/pengapuran/hyalinisasi

18
11/05/2020

THYMUS THYMUS

Cortex

Korteks thymus Medulla thymus

 Tersusun dari:  Tersusun dari:


• Sel retikuler (lebih sedikit), • Sel retikuler
• Limfosit besar (ditepi), Limfosit • Limfosit kecil (Thymocyte), yang
sedang (ditengah), Limfosit kecil jumlahnya sedikit, bentuk tidak
(dekat medulla), teratur, sitoplasma lebih banyak
• Makrofag (tersebar dalam korteks • Makrofag (jarang)
dan jumlahnya meningkat pada • Eosinofil (sedikit)
batas korteks dan medulla) • Tidak mengandung sel plasma
• Sel plasma (pada thymus yg involusi)
• Mast sel pada ekstra lobuler  Mengandung 3 tipe dari epithelial
reticular cells:
 Mengandung 3 tipe dari
epithelial reticular cells: 1. Tipe IV: di corticomedullary junction
1. Tipe I: di sekitar pembuluh darah, 2. Tipe V: membentuk cytoreticulum
memisahkan cortex dari kapsul dan dari medulla
trabekula 3. Tipe VI: besar, pucat, pipih,

2. Tipe II: terletak di midcortex bergabung satu dengan yang lain dan
tersusun konsentris  whorl-shaped
3. Tipe III: terletak di bagian cortex thymic corpuscle (HASSAL’S
yang lebih dalam dan di batas cortex
CORPUSCLES)  Jumlahnya
dan medulla (corticomedullary
junction) meningkat dengan usia

19
11/05/2020

HASSAL’S CORPUSCLE
 Ukuran 100 mikron.
Tersusun dari sel
retikulum pipih 
- punya desmosome
- tersusun konsentris A
- punya butir
keratohyalin
- punya tonjolan
filamen sitoplasma
- bagian pusatnya
mengalami degenerasi
hyalin / pengapuran

THYMUS: HASSAL’S CORPUSCLE BLOOD THYMUS


BARRIER
Terdiri dari 3 komponen:
1. Endotel kapiler dan
membrana basalis
2. Ruang perivaskuler
yang berisi makrofag
dan cairan jaringan
3. Sel retikulum pada
permukaan cortex
Fungsi: menghambat
masuknya antigen dan
benda asing ke dalam
cortex

20
11/05/2020

MALT BALT
(MUCOUS ASSOCIATED LYMFPHATIC TISSUE) (BRONCHUS ASSOCIATED LYMPHATIC TISSUE)
 Merupakan jar.limfoid padat dan kendor yang
tidak berkapsul dan terdapat pada lamina
propria dari beberapa organ.
 Mengandung limfosit B dan T.
 Ada 2 macam yang paling dikenal :
a. BALT ( Bronchus associated lymphatic tissue )
 pd dinding bronchus.
b. GALT ( Gut associated lymphatic tissue )  pd
dinding tractus digestivus (khusus di ileum
memiliki nama khusus “Peyer’s Patch”).
 Terdapat juga di traktus urinalis dan genetalia.

GALT
(GUT ASSOCIATED LYMPHATIC TISSUE)

21
11/05/2020

KORELASI KLINIS

Reaksi Penyakit autoimun


KORELASI
hipersensitivitas Sel-sel imun dapat
KLINIK menyerang sel-sel lain dalam
Antigen yang masuk direspon
secara berlebihan oleh sistem tubuhnya sendiri. Mis:
imun sehingga mengakibatkan Sistemik Lupus Erimatosus (SLE),
Reaksi inflamasi kerusakan pada jaringan Hashimoto thyroiditis
tubuh dan terjadilah apa yang
Adanya jejas dari luar tubuh (mekanik, thermal, disebut sebagai reaksi alergi. Imunodefisiensi
mikroorganisme,dsb) akan menimbulkan respon Mast cell mengeluarkan AIDS (Acquired Immunodeficiency
perlindungan dari sistem kekebalan tubuh (sistem histamin ke jaringan dan Syndrome)  disebabkan oleh
imun) melalui reaksi inflamasi, baik akut maupun tissue eosinophil akan RNA retrovirus yang disebut
kronis menetralisisr histamin Human Immunodeficiency Virus
tersebut sehingga terlihat (HIV)  suatu penyakit yang
Pada inflamasi kronis melibatkan sel-sel pada banyak tissue eosinophil pada mengakibatkan kelumpuhan
sistem limfatik yaitu limfosit, makrofag dan sel jaringan yang mengalami sistem imun sehingga terjadi
plasma, dan mediator radang (sitokin) reaksi alergi. infeksi yang berulang

ADA YANG INGIN DIDISKUSIKAN ?


TERIMA
KASIH
&
SELAMAT
BELAJAR

22