Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Oleh :

IMAM SAFI'I

(2010. 03. 047)

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA HUSADA PARE – KEDIRI
2010 /2011

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberi petunjuk-Nya


kepada kita semua, sehingga laporan pendahuluan ini dapat terselesaikan dengan baik.
Di dalam laporan pendahuluan ini berisikan tentang petunjuk praktikum mikrobiologi
antara lain:cara pemeriksaan HB, cara pemeriksaan golongan darah ,sampling vena ,
dan pengamatan penggunaan mikroskop.
Dalam proses pendalaman materi laboratorium mikrobiologi ini, tentunya saya
mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang
dalam-dalamnya saya sampaikan pada :
1. Bapak Imam Syamsudin AMk S.Pd selaku dosen pembimbing lab.
mikrobiologi yang telah memberi arahan kepada saya sehingga laporan
ini dapat tersusun dengan baik.

2. Teman-teman dari D-III Keperawatan yang telah membantu


tersusunnya laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh


karena itu, penulis menerima segala saran dan kritik guna perbaikan laporan ini.
Demikian laporan pendahuluan ini saya buat semoga bermanfaat bagi kta semua
khususnya bagi saya sendiri . Amien .

Pare, 25 April 2011

Penulis

i
ii
BAB I
PENDAHULUAN

Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum yang


dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berisinteraksi dengan
berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara
langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari, jadi suatu laboratorium
sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu
serta system pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Sedangkan laboratorium mikrobiologi adalah suatu tidakan pemeriksaan yang
dilakukan di laboratorium yang Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk
(hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, Virus sering juga dimasukkan walaupun
sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
Kegiatan laboratorium memiliki beberapa fungsi dan tujuan. Fungsi dari
laboratorium salah satunya adalah sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai
metode pengamatan dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau
sebagai wadah dalam proses belajar mengajar. Sedangkan, tujuannya adalah sebagai
berikut:

a. Teliti dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat

pengamatan.

b. Mampu menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan

dapat memecahkan masalah.

c. Mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan.

d. Terampil mempergunakan alat-alat laboratorium.

e. Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan praktikum.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, hal terakhir yang dilakukan

adalah melakukan evaluasi. Untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan

laboratorium dapat dilakukan dengan 3 cara sebagai berikut :

1
a. Laporan merupakan rekaman atas apa yang dilakukan siswa selama

melalui kegiatan praktikum. Tujuan adanya laporan ini yaitu untuk

mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi praktikum dan

kemampuan siswa dalam merangkai data hasil percobaan serta

analisisnya.

b. Tes kegiatan laboratorium

Tes kegiatan laboratorium digunakan sebagai bahan untuk evaluasi.

c. Pengamatan langsung

Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kinerja siswa pada saat

melakukan kegiatan praktikum, misalnya untuk mengetahui

kemampuan siswa dalam memilih alat yang sesuai, merangkai alat,

menggunakan alat, sikap siswa pada saat melakukan praktikum.

Hal ini menunjukkan bahwa suatu penilaian tidak hanya

dilakukan dengan melihat hasil akhir seperti laporan, tetapi harus

mencakup hasil akhir dan proses untuk mencapai hasil itu, termasuk di

dalamnya kinerja siswa, sehingga guru dapat memiliki informasi yang

lengkap tentang siswa.

2
TES HEMOGLOBIN

I. PENGERTIAN
Mengambil sampel darah untuk mengetahui kadar Hemoglobin dalam drah.

II. TUJUAN
1. Untuk membantu menegakkan diagnosa
2. Untuk menentukan tindakan keperawatan

III.SASARAN
1. Pasien dengan tanda – tanda Anemia ( pucat, pusing, lemas)

IV. PERSIAPAN ALAT


1. Kapas alkohol 70 % dalam tempatnya
2. Lanset steril
3. Bengkok
4. NCL O, I N
5. Aquadest
6. Kapas kering
7. Spuite

V. SIKAP
Hati- hati

VI. PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN


Pasien diberi tahu maksud dan tujuan yang akan dilakukan

VII. PELAKSANAAN
1. Perawat mencuci tangan
2. Atur posisi pasien senyaman mungkin sesuai kondisi pasien
3. Bersihkan ujung jari tangan dengan kapas alkohol 70%
4. Tusuk ujung jari dengan ujung lanset steril mengarah tegak
5. Setelah ditusuk jari ditekan dengan kapas alkohol
6. Masukkan darah dalam tabung tambah Aquadest dengan standart warna
7. Baca kadar Hb, alat- alat dibereskan
8. Perawat mencuci tangan

Hasil pemeriksaan Hemoglobin

1. Iqbal Rauf Saimima : 12 ( Normal )

3
TES GOLONGAN DARAH

I. PENGERTIAN
Memindah ( memasukkan darah seseorang ( donor ) kepada orang
lain ( pasien yang memerlukannya) melalui vena

II. TUJUAN
1. Untuk mengetahui golonagan darah
2. Untuk persiapan donor darah

III. SASARAN
1. Pada pasien yang banyak kehilangan darah
2. Pada penderita penyakit Anemia
3. Pada neonatus

IV. PERSIAPAN ALAT


1. Spuit dan jarum steril
2. Formulir darah

VI. PELAKSANAAN
1. Darah diambil 3 CC
2. Atur tekanan darah
3. Setelah selesai infus di stop

Golongan darah

Anti A Anti B Anti AB


+ - + A
- + + B
+ + + AB
- - - O

Sampel Golongan darah : Ikbal Rauf Saimima


Golongan Darah A

Alasan : a. Diberi Antisera A menggumpal


b. Diberi antisera B tidak menggumpal
c. Jadi golongan darahnya A

4
SAMPEL VENA

I. PENGERTIAN
Mengambil darah, kedalam pembuluh darah vena.

II. TUJUAN
Agar mendapatkan sampel darah vena.

III. SASARAN
1. Pada pasien yang memerlukan pengobatan
2. Pada pasien yang dilakukan pemeriksaan radiologi

IV. PERSIAPAN ALAT


1. Tourniquet / pembendung vena
2. Spuit / jarum steril ( disposible )
3. Kapas alkohol dalam tempatnya
4. cairan ( NaCl, Aquabidest )
5. Bak instrumen beralas kasa steril
6. Tempat sampah medis
7. Bengkok
8. Perlak
9. Buku

V. PELAKSANAAN
1. Bawa alat- alat ke dekat pasien
2. Perawat cuci tangan
3. Ambil spuit dan jarum steril
4. Tusukkan jarum dalam vena dengan lubang jarum menghadap ke
atas dengan sudut 15 – 30 ◦
5. Catat hasil

VI. HASIL
Di dapatkan sampel darah vena pada pasien

1. Pengambilan golongan darah

Sampel Golongan darah : Ikbal Gol. Darah (A)

Dari Gol. Darah ( AB )

2. Pengambilan sampel hemoglobin

Hasil pemeriksaan Hemoglobin

Ikbal : 12 ( Normal )

5
MIKROSKOP

I.PENGERTIAN
Suatu alat yang digunakan untuk melihat benda – benda kecil yang
tidak tampak dilihat dengan mata telanjang.

II. TUJUAN
1. Untuk melihat parasit
2. Untuk pemeriksaan morfologi parasit

III. SASARAN
1. Pasien yang memerlukan pengobatan / diagnosa laboraturium

IV. PERSIAPAN ALAT


1. Mikroskop
2. Objek ( parasit)
3. Kaca gelas
4. Buku catatan

V. PERSIAPAN
1. Ambil kaca gelas
2. Letakkan objek pada kaca gelas
3. Letakan kaca gelas pada okulair ( mikroskop )
4. Perbesar bayangan dengan kondensor
5. Sebelumnya cari tempat yang terang penyinaranya
6. catat

Parasit

Gb. Ascaris Lumbricoedes Gb. C. Angylostoma Duedenale

6
Ciri – ciri Ascaris Lumbricoedes :

 Tubuh simetribilateral, bulat panjang (gilig) disebut cacing gilig


 Memiliki saluran pencernaan
 Dioceous (berumah dua) reproduksi seksual (jantan dan betina)
 Memiliki rongga badan palsu Triploblastik Pseudoselomata
 Kosmopolitan, ada yang parasit dan ada pula yang hidup bebas

Ciri – ciri C. Angylostoma Duedenale :

 mempunyai dua plat yang mengenai sirip perut di garis tepi yang di depan
buccal kapsule
 mempunyai seperti menggoda/menjahit spicules yang tidaklah dipadukan dan
mempunyai ujung/persenan sederhana
 mempunyai dua gigi besar yang dipadukan pada basis mereka
 Jangka hidup mereka adalah satu tahun
 bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform

7
8